20 September 2017

November, Indonesia dan Rusia Tanda Tangani Kontrak Pembelian 11 Sukhoi

20 September 2017

Pesawat Su-35 Flanker E (photo : Sergei Chaikovsky)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengungkapkan bahwa proses pembelian 11 pesawat Sukhoi Su-35 sudah memasuki tahap finalisasi.

Menurut Ryamizard, penandatanganan kontrak dengan pihak Rusia akan dilakukan pada November 2017.

"Finalisasi pembelian Sukhoi, ya sudah, sudah sampai (finalisasi), nanti tanda tangan selesai semua. November orangnya (pihak Rusia) ke sini," ujar Ryamizard saat ditemui usai rapat koordinasi khusus tingkat menteri di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (20/9/2017).

Setelah penandatanganan, lanjut Ryamizard, diperkirakan sebelas Sukhoi tersebut baru akan tiba setelah dua tahun. Meski satu skuadron terdiri dari 16 pesawat, namun pemerintah belum berencana untuk membeli lima Sukhoi sisanya.

"Ya dibuat dulu dia, dua tahun paling enggak," kata Ryamizard.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan Rusia sepakat melakukan imbal beli dalam membeli 11 pesawat Sukhoi SU-35 dengan sejumlah komoditas nasional.

Barter tersebut terealisasi setelah ditandatangainya nota kesepahaman (MoU) antara BUMN Rusia, Rostec, dengan BUMN Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa pembelian Sukhoi melalui mekanisme imbal beli tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

"Ini baru pertama kali kita merasakan undang-undang itu sebelumnya belum terlaksana. Pembelian ini berdasarkan undang-undang, sesuai aturan," ujar Ryamizard saat memberikan keterangan pers di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2017).

Adapun Pasal 43 Ayat 5 (e) UU Industri Pertahanan menyatakan bahwa setiap pengadaan alat peralatan pertahanan keamanan (Alpalhankam) dari luar negeri wajib disertakan imbal dagang, kandungan lokal dan ofset minimal 85 persen, di mana kandungan lokal dan/atau ofset paling rendah 35 persen.

Sementara itu pihak Rusia hanya sanggup memberikan ofset dan lokal konten sebesar 35 persen, maka Indonesia menegaskan kembali bahwa pembelian Sukhoi ini dibarengi dengan kegiatan imbal beli yang nilainya 50 persen nilai kontrak.

Barter tersebut terealisasi setelah ditandatangainya nota kesepahaman (MoU) antara BUMN Rusia, Rostec, dengan BUMN Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa pembelian Sukhoi melalui mekanisme imbal beli tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

"Ini baru pertama kali kita merasakan undang-undang itu sebelumnya belum terlaksana. Pembelian ini berdasarkan undang-undang, sesuai aturan," ujar Ryamizard saat memberikan keterangan pers di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2017).

Adapun Pasal 43 Ayat 5 (e) UU Industri Pertahanan menyatakan bahwa setiap pengadaan alat peralatan pertahanan keamanan (Alpalhankam) dari luar negeri wajib disertakan imbal dagang, kandungan lokal dan ofset minimal 85 persen, di mana kandungan lokal dan/atau ofset paling rendah 35 persen.

Sementara itu pihak Rusia hanya sanggup memberikan ofset dan lokal konten sebesar 35 persen, maka Indonesia menegaskan kembali bahwa pembelian Sukhoi ini dibarengi dengan kegiatan imbal beli yang nilainya 50 persen nilai kontrak.

Selain itu, lanjut Ryamizard, pihak Rusia memberikan keleluasaan bagi Indonesia untuk membangun tempat pemeliharaan suku cadang pesawat di dalam negeri.

Menurut Ryamizard, skema tersebut akan menguntungkan Indonesia, sebab dua negara pengguna Sukhoi yakni Malaysia dan Vietnam akan melakukan pemeliharaan di Indonesia.

"Kami juga diberikan keleluasaan untuk pemeliharaan atau MRO. Jadi nanti ada tempat pemeliharaan, jelas, ada juga transfer of technology-nya. Jadi tidak usah dibawa lagi ke Rusia. Jauh dan mahal," ujar Ryamizard.

"Dengan ada di sini banyak untungnya. Apalagi yang punya Sukhoi-nya di asia ada dua yaitu Malaysia dan Vietnam. Mereka nanti akan melakukan pemeliharaan juga," ucap mantan KASAD itu.

Pada kesempatan yang sama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, dengan skema imbal beli tersebut, Indonesia mendapat potensi ekspor sebesar 50 persen dari nilai pembelian SU-35.

Namun menurut Enggartiasto, Rusia belum memutuskan komoditas nasional apa yang akan dibeli.

"Persentase dalam pengadaan Su-35 ini yaitu 35 persen dalam bentuk ofset dan 50 persen dalam bentuk imbal beli. Dengan demikian, Indonesia mendapatkan nilai ekspor sebesar USD 570 juta dari USD 1,14 miliar pengadaan SU-35," ujar Enggar.

(Kompas)

77 komentar:

  1. akhir nya....smg lancar sampai TTD kontrak amiinnn bravo tni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sabar mas...
      "Akhirnya" baru layak diucapkan setelah kontrak di teken.
      hehehe.. :D

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Sesuai komen saya sebelumnya, faktor UU TOT yg bikin proses pembelian ini menjadi lama tidak seperti saat kita mengakuisi alutsista sebelum2nya.

    Andai pemerintah tidak menerbitkan UU TOT pasti tidak serumit ini karena bila kita hanya tinggal beli maka jelas2 pelanggaran undang undang.

    Saya gak tahu apakah negara Asean lain macam Thailand Myanmar Vietnam Phillpine Singapore dan Malaysia juga punya UU TOT dan bikin ribet spt skrg ?

    Anyway... mudah2an dilancarkan segala sesuatunya oleh gusti allah dan semakin membuat TNI kita semakin berjaya di masa mendatang. Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Andai pemerintah tidak menerbitkan UU TOT ini pasti selamanya kita akan menjadi pasar alutsista saja. Kita hanya mendapat efek penggentar yang bertahan hanya beberapa tahun atau dekade tetapi tidak ada sumbangan bagi kemajuan industri pertahanan/alutsista dalam negeri.
      Yang ribet hanya pembelian alutsista dengan Rusia. Dengan negara lain tidak masalah.
      Salahkan Rusia, bukan UU TOT negara kita

      Hapus
    2. Setuju bung i rawan, Seperti apa yang di katakan menahan, ini pertama kali UU dilaksanakan, pertama kali mungkin sedikit lama ya gak papa, yg penting kepentingan kita sesuai UU terakomodir walau memang agak ribet...karena selanjutnya setiap pengadaan alutsista kemungkinan akan pake skema seperti ini... Semoga lancar saja, baik dengan negara mana saja...

      Hapus
    3. negara ASEAN lain mungkin belum punya undang² seperti Indonesia, bisa saja suatu saat membuat undang² semacam itu tapi kalau India jelas punya undang² yg mengharuskan adanya TOT

      Hapus
    4. Kalau ngeliat lembarannya..bakal kejadian sperti TOT bmp3 hihihi

      Hapus
    5. @agung prasetyo dulu jg kita prnh beli alutsista dgn skema buyback commodity kok

      https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-1641934/ri-barter-cn-235-dengan-jet-latih-t-50-korsel

      Hapus
  5. Nek ra november yo sasi mburine...yen tetep isih mleset yo sasi mburine meneh

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ooiii...dul bolodewo.
      ini wadah cuman buat komentar seputar alutsista alias persenjataan dan sejenisnya...bukan untuk berita politik....goblok banget koe..

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. kenapa ya pdip di sosmed pada kepanasan berjamaah gara2 cuma film pak gatot dan nobar????

      Hapus
    4. Namanya juga bolotdewo, mana sampe nalarnya peristiwa g-30 s itu "siapa mengkudeta siapa?", malah kejadian itu disebut sbg "kudeta yang gagal"...lho lha kalo kudetanya gagal, kenapa Pak Karno malah kehilangan jabatannya sbg presiden?

      Kalo masih usia sd, diserap bgt aja film tsb sbg sumber kebenaran...bisa dimaklumi.

      Tapi setelah dewasa kok nalarnya tidak berkembang...????

      Lha wong diajak demo rohingya, ya ikut demo...tapi setelah dilokasi malah dibilangi "nggak usahlah kita bantu rohingya, lha wong disini aja masih banyak yang kesusahan....????"

      Hapus
    5. Malah kita dipaksa mengikuti nalar...Letjen. agus wijoyo yang adalah putra pahlawan revolusi (jendral sutoyo siswomiharjo) dituduh bersimpati kpd komunisme lantaran beliau sbg putra pahlawan revolusi mengajak kita utk memaafkan tragedi tsb dan "tidak terus-menerus mem pro-kontrakan" tragedi tsb...energi bangsa dikuras utk membahas hal yang sdh tidak ada, apalagi menggoreng isu tsb utk menyerang pihak yang berseberangan.

      Mbok sekali-kali kita mengikuti uraian Pak Syafii Maarif...komunisme itu dagangan yang nggak laku, sama seperti paham kilaf-ahhh

      Hapus
    6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    7. Lha nek wes lengkap yo ndhang diciduk...mengko ndak keburu kabur neng arap

      Hapus
    8. zaman sudah maju kenapa masih ramai pcaya politik?? politik itu alat utk manipulasi kawan...dan dlm dunia manipulasi,gak adanya visi utk mlihat kesatuan..kerana setiap upaya utk manipulasi,perlu adanya kondisi yg tidak harmoni..dari situ nantinya politik akan mengambil kesempatan...

      baik komunis,baik khilafah..itu cuma isu utk membuat kondisi menjadi tak harmonis..jadi akan adanya peluang pada tikus2 polituk utk menakut nakuti rakyat hingga bangun meninggalkan pemikiran lama ke pemikiran baru..














      Hapus
    9. Maklum broh @AP, sengaja dibikin heboh biar dana demo togelnya lekas cair...takut gak sempet "kesono" lagi, soale bulan depan kan mo ditutup, hhhhh

      Hapus
    10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  7. Hahahaha mundur lagi...
    Sudah kalau gak punya duit mbok jangan aneh2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hargai proses bung, kalo pun gk ada duit, msh tetep dpt alutsista dg cara imbalan dagang... Saya kira itu bagus... Bukan nya menyerah tanpa cara, dan ingat ini bukan sekedar belipakai... Tapi juga bagaimana kita bisa mandiri teknologi alutsista nantinya, tentu sesuai UU...Hargai itu bung..

      Hapus
    2. Agung@Proses yang mana?
      Dari tahun kapan ini,kalah sinetron..
      Ente bilang mandiri?
      Industri kita mana yang siap untuk T0T?
      Tolong sebutkan


      Hapus
    3. @zaka...terus mau ente gimana ??

      Hapus
    4. Ruly@
      Mau saya..kalau mau TOT harus siap dan cek dulu industri dalam negeri kita Mampu apa enggak?,..kita harus siap invest untuk beli tools,..
      minta ToT tapi industri kita gak siap maka kejadian sigma sama bmp3 bakal terulang lagi..
      Kalau suit pas2an dan gak mampu ea gak usah TOT
      Yang penting beli lengkap dateng cepat..gak akan kayak sinetron begini

      Hapus
    5. @Zaka industri dalam negeri banyak yang mampu. tot juga tidak harus linier dengan alutsista yang kita beli. bisa saja teknologi lain yang kita belum punya dan sangat kita butuhkan. Propelan, radar, satelit, guidance adalah contoh teknologi yang sangat ingin kita kuasai lebih matang.
      Dahana, LEN Industri, Hariff DTE, DI, adalah contoh industrinya.
      Kalau hanya lengkap dan cepat dateng kita hanya akan jadi pasar saja. Mari kita nikmati saja proses pembelian yang berliku ini. Kita sedang menaikkan posisi tawar kita dalam pembelian setiap alutsista. Mari kita dukung.

      Hapus
    6. @zaka ngenteni duit yo ra teko2 barange.. Makane imbal dagang,wong duit e mepet piye sih.. coba min list offsetnya dibabar dimari biar dia liat kita dpt Apa aja... Kyk sekolah juga dr tk smpe tingkat tinggi, jalani prosesnya yg penting tujuan ny kecapai..

      Hapus
    7. Irawan@ lah TOT yang di minta pemerintah berbaikan mesin,sofware,sparepart,..
      Mampu seperti apa? Tolong di rinci
      Meraka mampu gak menghendle barang rusia,..?
      Tanpa harus investasi lagi(gedung tools dll)
      Posisi tawar....atau malah bikin perencanaan kita amburadul,.posisi tawar itu,ketika kita mau beli 200 unit,.. Boleh lah kita minta aneh2..beli 11 unit aja kok minta aneh2 yang ada kayak sinetron..
      Saya dukung tapi liat kemampuan kita...
      Skrng ane tanyak sama ente.. Kenapa TOT sigma itu bisa gak jadi?
      Kabar TOT pembelian bmp3 seperti apa?
      Katanya ente industri kita mampu?

      Hapus
    8. Agung@ane sudah tau apa aja yang di minta pemerintah kita... Makax ane tanyak sama ente mana industri kita siap untuk TOT,..
      Skrng gini awal minta 8 unit,lalu 11unit dan masih pengen lengkap 1 skd dengan nominal harga yang sama,masih minta TOT juga..ea bakal jadi sinetron kapal selam jilid 2
      Apa yang penting proses tercapai?
      Apa gunanya itu MEF,apa guna buku putih,..apa guna target 2045 gak usah ada itu semua dan gak usah ada target..mau 5tahun..10tahun..20tahun yang penting tercapai..kan?
      Kalau sperti itu mau jadi apa TNI kita?
      Beli ulatsista aja butuh proses bertahun2 atau bahkan berpuluh2 tahun

      Hapus
    9. Gini aja deh.. Kalo menurut elo solusi ya gimana? Kritik emang gampang bung, skg coba punya saran ato jalan keluar gak ente? Ya yg dimaksud tercapai ya sesuai dg program lah sesuai meef...

      Hapus
    10. Agung@ itu coment saya ke ruly

      Hapus
  8. Bung nenggolo.. Penyebar berita hoax yg meresahkan.. Pernah denger uu ite gak..?!!!?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maklum mas, dia dagangannya isu komunisme&rohingya...tapi favoritnya malah alutsista buatan rusia????

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  9. amin... mudah²an terealisasi, kalau november 2017 tidak ada tanda tangan kontrak pembelian SU 35, kita demo di kemenham ya...

    BalasHapus
  10. AKAN BELI lagi! Indon...Indon!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang kenapa kalau AKAN?
      Masalah buat lu? :P
      hahaha.... :D

      Hapus
    2. Beruk Malon tak AKAN Bisa beli.. Kerana TAK DA WANG.. kih kih kih

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Kok akan Bro , bukany negara kamu yang akan beli,akan ....?,akan.....???, dan ........?
      Su 35 itu sudah mAsuk list mef II , insa alloh di beli jumlah .... ? Ikuti aja sesuai yang di publikasi karena lebih rasional jadi bukan akan, kalo akan mah negara kamu MRCA sampai detik ini gak ada kabar ? Gimana kalo nanti di mef II ini TNI AU ada penambahan 50 unit zet tempur baru / 3 skuad di luar su 35 pasti kamu kaget ah masa sich ? Emang ada duit y , tunggu aja tanggal maen y bro gak usah emosi

      Hapus
    5. Jangan begitu bro... mereka gak pake kata AKAN tapi pasti.. itu harus kita lihat sebagai kehebatan ekonomi negara tetangga kita yg paling melesat di asean.

      Jangankan Rafael atau Tornado, kapal induk pun mereka sudah punya 3 biji coba lihat berita ini yg gak pake kata Akan dan bikin kita takjub http://www.militerhankam.com/2015/09/malaysia-akan-beli-kapal-mistral-prancis.html?m=1

      Indonesia gak sejaguh negaranya mas paul baggio bung.... kita mendingan istiqomah saja dan mendoakan agar najib terpilih kembali demi kejayaan negeri jiran ini. Amin.

      Hapus
    6. Jangan begitu bro... mereka gak pake kata AKAN tapi pasti.. itu harus kita lihat sebagai kehebatan ekonomi negara tetangga kita yg paling melesat di asean.

      Jangankan Rafael atau Tornado, kapal induk pun mereka sudah punya 3 biji coba lihat berita ini yg gak pake kata Akan dan bikin kita takjub http://www.militerhankam.com/2015/09/malaysia-akan-beli-kapal-mistral-prancis.html?m=1

      Indonesia gak sejaguh negaranya mas paul baggio bung.... kita mendingan istiqomah saja dan mendoakan agar najib terpilih kembali demi kejayaan negeri jiran ini. Amin.

      Hapus
    7. Percuma ngomong ama anjing...gak akan ngerti bahasa manusia...anjing malon

      Hapus
    8. Ruly@ bkn anjing bro tp beruk Wkwkwk...paul beruk stress berat kerana negaranya kacau balau dan pemimpinnya korup n gk amanah,nak ganti mig29 mestilah tunggu masa 20 tahun,negara nich emang betul2lah negara teruk

      Hapus
  11. Balasan
    1. Sebentar lagi kayak kena cyduk nih, polisi cyber crime tinggal tunggu waktu aja wkwkwk

      Hapus
  12. Malaysie dah siap pon nak beli 45 superhornet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Infonya kalau Malaysia gak pake Akan mas... gosipnya udah dibeli semua itu Hornet Rafale sama Tornado sekalian.

      Memang harus kita akui negara ini paling jaguh se Asean dan punya alutsista terbanyak dan termodern sedunia. Amazing tabeek.

      Hapus
    2. Infonya kalau Malaysia gak pake Akan mas... gosipnya udah dibeli semua itu Hornet Rafale sama Tornado sekalian.

      Memang harus kita akui negara ini paling jaguh se Asean dan punya alutsista terbanyak dan termodern sedunia. Amazing tabeek.

      Hapus
    3. Negara france pun kalah dibuat malaysia nich,gowindpun yg katanya 100% buatan france ternyata rupanya buatan malaysia Wkwkwk

      Hapus
  13. Rombongan Marinir pake LVTP udah pada mulai berdatangan nih sebagian di Merak... kalo ngeliat perawakannya lebih gagah LVTP ketimbang BMP ya ?

    Kepengen liat langsung Arisgator kembaran LVTPA7 hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. https://www.instagram.com/p/BZSmw9jFjJC/

      Hapus
    3. A very strong TNI indeed. Somehow Indonesia is far more advance than all other Asean . Good good Indonesia!

      Hapus
    4. No bro.. your forgot Malaysia. Diz nation is one perfect role model for all nations in asean region. They have tons of modern warfares and got best of both world, technologies and funds.

      We should salute them. Dats for sure.

      Hapus
    5. No bro.. your forgot Malaysia. Diz nation is one perfect role model for all nations in asean region. They have tons of modern warfares and got best of both world, technologies and funds.

      We should salute them. Dats for sure.

      Hapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. Malah di warung sebelah menhan RR berencana pembelian sukhoi su 35 di tambah lagi 5 unit jadi semua pengadaan 16 unit //1 skuadron full armament , nego nambah 5 unit su 35 sedang berlangsung dengan pihak rusia

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan 5.....tapi 8 deal yg dulu dan 11 menyusul...jadi total 19 dong

      Hapus
    2. Yang ngomong wiranto itu , hahaha

      Hapus
  17. Wah rasane sulit tambah jumlah pesawat dg spek yang sama, sementara nilai pembeliannya tetap.

    Saran ane sih, pilih 2 atau 3 su-35 yang "sejodo" biar nanti beranak pinak....tapi kasian juga, yang lainnya jomblo dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.. Banyangin aja uang gak nambah,tapi minta nambah unit..
      Mau su35 yang penting bisa terbang..dan bisa flaypass pas oktober..

      Hapus
  18. Ya elaah situ masih gugup aje kaya orang newbie aje di forum ini, baru nambah 5 unit su 35 udah terharu mau nangis, apalagi nanti 50 unit si viper , dan mef III 2 skuad bomber su 34 / f 15 SE kalo jadi di akuisisi pasti situ kaget lah dari mana duity ya lah wong anggarany cuma 0,8% setiap dari PDB setiap tahuny tapi kok mampu beli pesawat bomber maritim strike 2 skuad lagi yg di rencanakan ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. 0.8 persen dari PDB.PDB indonesia brp mas ? Coba compare dgn negara asean lain.. mungkin mereka jumawa bilang 2 persen dari PDB tapi PDB mereka berapa ?... in the end tetap jumlah uangnya yg jadi pembeda bukan persen dari PDBnya hehehe

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. stuju bro..tapi bukan tak punya alasan mengapa perbandingan anggaran militer negara2 sering dilihat dari percent gdp..

      ambil contoh singapore...dengan gdp lebih rendah dari indonesia..anggaran militernya dinilai besar di asean..kerana geografi nya kecil..singapore bisa memaksimalkan anggaran militer untuk akusisi aset tempur yg lebih unggul..baik kuantiti atau kualiti..



      Hapus
    4. Awalnya aku hanya mencoba main togel akibat adanya hutang yang sangat banyak dan akhirnya aku buka internet mencari aki yang bisa membantu orang akhirnya di situ lah aku bisa meliat nmor nya AKI NAWE terus aku berpikir aku harus hubungi AKI NAWE meskipun itu dilarang agama ,apa boleh buat nasip sudah jadi bubur,dan akhirnya aku menemukan seorang aki.ternyata alhamdulillah AKI NAWE bisa membantu saya juga dan aku dapat mengubah hidup yang jauh lebih baik berkat bantuan AKI NAWE dgn waktu yang singkat aku sudah membuktikan namanya keajaiban satu hari bisa merubah hidup ,kita yang penting kita tdk boleh putus hasa dan harus berusaha insya allah kita pasti meliat hasil nya sendiri. siapa tau anda berminat silakan hubungi AKI NAWE Di Nmr 085--->"218--->"379--->''259 atau klik dibawah PESUGIHAN TAMPA TUMBAL .

      Hapus
    5. Sepakat bro... Pokoknya bagaimana caranya barangnya bisa dapet, seribu cara bisa dilakukan walau duit kurang... Optimis dan sistematis...

      Hapus