04 Agustus 2018

Menko Polhukam Bentuk Tim Kecil Tuntaskan Pengadaan Su-35 dan KFX/IFX

04 Agustus 2018


Pesawat tempur Su-35 (photo : Adalatbiz)

Merdeka.com - Indonesia sudah sepakati membeli 11 unit jet tempur Su-35 dari Rusia. Selain itu, pemerintah juga terus berupaya untuk menyelesaikan proyek Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX).

Karenanya, Menko Polhukam Wiranto, menuturkan, pihaknya akan membentuk tim kajian, agar dua alutsista ini bisa tuntas dan dihadirkan di Indonesia.

"Saya tadi bentuk tim kecil untuk secara detail, secara teknis bisa melakukan kajian-kajian, sehingga menghasilkan suatu perencanaan yang sistematis, terutama kita kaitkan keadaan negeri ini," ucap Wiranto di kantornya, Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Dia menegaskan, tim kajian ini, akan melihat masalah anggaran dan waktunya. Serta apa saja yang didapatkan setelah menghadirkan dua alutsista itu.

"Apakah yang menyangkut soal waktunya, menyangkut masalah anggarannya, termasuk yang mengatur masalah tipe-tipe dan kelengkapan yang nanti akan kita dapatkan. Juga adanya keinginan kita untuk bisa memasarkan Sukhoi Su-35 dan juga bagaimana alih teknologinya," tegas Wiranto.

Dia menuturkan, tak mudah menangani pembelian alutsista ini. Menurutnya tidak bisa disamakan dengan membeli barang lain.

"Banyak sekali hal-hal sampingan yang perlu kita tinjau lebih detail. Juga bagaimana kita mendapatkan keuntungan dari proses-proses pembelian," ungkap Wiranto.

Wiranto tak menampik bisa saja opsi pengadaan Alutsista ini ditunda atau dibatalkan. Mengingat masalah yang dihadapi, khususnya untuk KFX/IFX. Namun, dirinya tak menyebut itu opsi yang akan dipilihnya.

Diketahui, terakhir proyek KFX/IFX sempat tertunda lantaran, teknologi yang berasal dari Amerika Serikat yang digunakan Korsel untuk mengembangkan pesawat itu, belum memperoleh lisensinya.

Adapun komponen yang dipegang lisensinya oleh AS untuk pesawat tempur siluman itu antara lain, electronically scanned array (AESA) radar, infrared search and track (IRST), electronic optics targeting pod (EOTGP), dan Radio Frequency jammer.

"Jangan mendahului sesuatu yang belum pasti. Saya nanti akan rapatkan lagi. Ini kita secara teknis sedang membahas soal itu. Banyak kemungkinan, karena ini masalah hubungan kedua negara. Kita tidak hanya fokus masalah pembelian-pembeliannya, tapi juga menyangkut bagaimana perkembangan global yang juga tidak bisa kita abaikan," jelas Wiranto.

Memang tak bisa dipungkiri, proyek KFX/IFX, peran AS juga secara tidak langsung ada di sana. Terlebih hubungan ini bisa dibilang memanas, usai Indonesia memastikan membeli Sukhoi.

Hal ini lantaran Presiden Donald John Trump meneken undang-undang pada bulan Agustus lalu. Di mana setiap negara yang terlibat perdagangan dengan sektor pertahanan dan intelijen Rusia akan menghadapi sanksi Amerika Serikat.

"Sanksi itu masih bersifat general. Makanya kita tunggu," pungkasnya. (Merdeka)

Pesawat tempur KF-X/IF-X (image : KAI)

Wiranto Tunggu Embargo Sanksi AS untuk Beli Jet Sukhoi Rusia

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan pemerintah belum bisa memastikan untuk membeli 11 alat utama sistem pertahanan (Alutsista) berupa pesawat tempur jenis Sukhoi SU 35 dari Rusia. 

Ia mengatakan pemerintah masih menunggu pihak Amerika Serikat untuk membebaskan ancaman berupa sanksi terhadap negara-negara yang ingin membeli Alutsista dari negara Rusia. 

"Makanya kita menunggu, sanksi itu masih bersifat general, juga ada pernyataan bahwa sangat besar kemungkinan [bisa dibebaskan]," ujar Wiranto saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (3/8). 

Pada Agustus 2017, Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). 

Kebijakan itu bertujuan untuk memberikan sanksi kepada negara-negara yang membeli alutsista dari Rusia. 

Meski demikian, Wiranto yakin Pemerintah AS akan memberikan keringanan bahkan pmbebasan sanksi kepada Indonesia meski tetap ngotot membeli Sukhoi dari Rusia. 

Keyakinan itu didasari atas pernyataan Menteri Pertahanan AS James Norman Mattis pada Juli lalu telah bersikap untuk meminta Kongres AS memberikan keringanan atas sanksi yang diberikan kepada tiga negara yakni Indonesia, India dan Vietnam. 

"Makanya kita tunggu dulu, karena ada tiga negara yang bisa dilepaskan dari sanksi itu, antara lain Indonesia, India dan Vietnam, Kalau nekat (membeli) tapi ada sanksi bagaimana? Dipikirkan enggak akibatnya?" ujar Wiranto. 

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia berencana akan membeli 11 unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 dari Rusia untuk menggantikan jet tempur F5 dengan total nilai US$1,14 miliar pada pertengahan tahun lalu. 

Pembelian dengan skema imbal beli dengan Rusia itu, lengkap dengan hanggar dan persenjataannya. 

Imbal beli 11 Sukhoi itu terealisasi setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BUMN Rusia, Rostec, dengan BUMN Indonesia PT Perusahaan Perdagangan Indonesia. 

See full articel CNN Indonesia

70 komentar:

  1. Yang pasti, sudah pasti beli, dan jelas bakal datang. Cuman masalah waktu doang...๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. masalah ny rusia lg kena sanksi yg bkin su 35 dteng ny jd susah

      Hapus
    2. Yup, dan masalah utama bukan di kitanya kan? ๐Ÿ˜Š

      Hapus
  2. gambar diatas bikin senyum2 sendiri.. hahha.. 2 jenis pesawat yg akan menjaga langit indonesia. Sama2 Air superiority.. Namun RCS IFX/KFX kemungkinan lebih kecil walau power kalah sedikit. ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ

    BalasHapus
  3. Sedikit menghayal
    Gimana kalau nanti sukhoi 35 parkir bersamaan dengan IFX/KFX.
    Betul2 membanggakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg lebih dekat aja bro, Flanker E sebelahan ama Viper..kondisi combat ready..fiuuuh..๐Ÿ˜ฏ๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜Ž

      Hapus
    2. Bosbro @PS
      Amin
      Viper, SU35 dan IFX
      Kombinasi petempur sejati kelas berat

      Hapus
  4. What indonesia mau jualan Su-35...ohhh noooo...wkwkwk

    BalasHapus
  5. Kira kira klo amerika meng embargo cina berani ndak ya ?.....hayo berani ndak ....sepertinya kedepan amerika semakin surut ...kena hukum karma amerika

    BalasHapus
  6. Kira kira klo amerika meng embargo cina berani ndak ya ?.....hayo berani ndak ....sepertinya kedepan amerika semakin surut ...kena hukum karma amerika

    BalasHapus
  7. Balasan
    1. Sukur-sukur gak jadi kontrak sukhoi....amin๐Ÿ˜€

      Hapus
    2. Waa..
      Ra seru mas nek ga Flanker E..๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ ra ono eyel-eyelan maneh..๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚

      Hapus
    3. Coba disawang kanthi permati operatore su-35 sakliyane rusia: cina lan sudan....sudan, gak salah ngucap to cak๐Ÿ˜ฑ

      Nggono kui wae wes iso kanggo patokan koyo ngopo saktenane kedigdayane sukhoi-35๐Ÿค”

      Hapus
    4. Sudan ?

      Negara Sudan adalah negara gersang, miskin infrastruktur, primitif, yang rakyatnya selalu kelaparan dan banyak pemberontakan ?

      Hapus
  8. Menko Polhukam koq ngurusi senjata?!

    BalasHapus
  9. Koordinator politik, hukum dan keamanan ya begitu kerja nya beda nya jaman SBY koar2nya porsi kecil di media karena mumpuni Menhan nya. Daripada yg koment luhut kayak AW yg bermasalah.

    BalasHapus
  10. Paling kawasan tetangga berteriak,jangan sampai
    NKRI punya SU 35 plus senjata komplit,bisa berabe,entar nunggu kalahin sukhoinya India ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ณ
    Yg kemaren di latihan di Australia ๐Ÿ‡ฆ๐Ÿ‡บ Menang mlulu...๐Ÿ˜

    BalasHapus
  11. katanya politik bebas aktif, kok takut sama CAATSAnya AS ????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang siap kalo nekad beli, terus ternyata AS tetep kasih sanksi, ekonomi makin bermasalah dan harga barang semua naik, dst.?

      Kalo kejadian beneran ntar Jokowi yang disalahin lagi sama masyarakat umum kalo harga barang2 naik gara2 nekad beli Su-35 tanpa jaminan AS ngasih keringanan/bebasin sanksi.

      Hapus
    2. Ya kalau mau berdaulat terima lah apapun sangsinya...emang mau jadi negara didikte...koq punya mental tempe...kalau nggak MERDEKA atau MATI...!!! Hidup ini adalah perjuangan BUNG..!!!

      Hapus
    3. Lho lebih baik hidup daripada mati.

      Orang yang hidup bisa membangun bangsa, tetapi orang yang mati tidak bisa membangun bangsa.

      Para petinggi kita bersikap sangat hati-hati dalam hal ini.

      Coba renungkan baik2 jika Indonesia diembargo baik secara militer maupun ekonomi.

      Kalau kita diembargo secara ekonomi bahkan tempe dan tahu pun kita tidak bisa makan.

      Lihat Iran, karena embargo, butuh waktu lebih dari 30 tahun bagi Iran untuk dapat setengah mandiri.

      Kita sekarang sudah mulai belajar mandiri, tapi butuh waktu setidaknya 20 tahun lagi untuk benar2 mandiri.

      Jika kita diembargo secara ekonomi maka kondisi kita akan drop 20-30 tahun ke belakang, dan akan kalah bahkan dari si bloon malon.

      Elu mau dibuli Malon selama 20-30 tahun lagi ?

      Hapus
    4. Kalau takut potong je burung loe...sekalian nyusu sama mamarika...loe hidup karena karunia tuhan bukan karunia amerika...lebih baik mati sebagai orang yang merdeka daripada hidup dalam jajahan...kalau malon dari dulu ntah sampe kapan juga indo selalu dihina..emang tu da sifatnya.paham...

      Hapus
    5. Ehem

      Ini lho saya jelaskan embargo ekonomi :


      1. Turisme kita bakal anjlok drastis.

      2. Kita nggak bisa lagi makan tempe, tahu dan susu kedele sebab kita masih impor kedele dari Amrik.

      3. Ekspor produk laut kita terutama Seafood (kepiting, udang, cumi dsb) bakal turun drastis.

      4. Listrik kita sebagian besar lumpuh karena pakai generator GE produksi Amrik.

      5. Kereta api kita lokomotifnya nggak bisa jalan sebab mesin lokomotif GE dan generatornya GE bikinan Amrik.

      6. Elu kagak bisa internetan pakai microsoft, google, linux, yahoo, facebook dsb.

      7. Processor komputer elu mesti dicopot, sebab processor yang di komputer elu bikinan Amrik.

      8. Semua industri strategis yang kita miliki sperti PINDAD, PTDI, PT PAL, PT LEN, dll, bakal lumpuh.

      9. Pakan ternak, pakan ayam, pupuk, benih untuk pertanian kita ternyata sebagian masih dari Amrik.

      10. Semua jaringan waralaba dan industri dari Amrik (KFC, McD, Dunkin Donuts, Krispy Creme, Starbucks, Coca Cola, Pepsi, dll) ditutup, ratusan ribu pekerja di-phk dan jutaan keluarga menderita.

      11. Puluhan ribu peternak ayam kehilangan pelanggan.

      12. Maskapai penerbangan kita bakal lumpuh juga karena ketiadaan spareparts.

      13. Minyak pelumas (oli aditif) untuk mesin2 pabrik masih impor dari Amrik, jadi kalo distop mesin tak bisa berproduksi. Jutaan karyawan pabrik diberhentikan.

      14. Elu kagak bisa makan roti karena puluhan ribu industri pembuat roti tutup karena tak ada gandum.

      15. Kita nggak bisa mengekspor barang ke Amrik, barang2 produksi Indonesia seperti Nike, Kickers, Adidas, dll, sehingga akan ada jutaan buruh yang akan diberhentikan karena tidak boleh mengirim barang kita ke sana, puluhan juta jiwa akan kehilangan nafkah.

      Mau elu keadaan bangsa kita jadi seperti itu ?

      Hapus
    6. Berpikir lah tu cerdas...apa loe gak bisa hidup kalau gak di support amerika...gak makan roti,tahu,tempe koq takut...mungkin loe gak pernah ngerasain makan nasi sama garam tok...mangkanya jadi punya mental lemah...hello di dunia ini negara apa cuma amerika apa yak...

      Hapus
    7. Bagaimana dengan keretaapi, bagaimana dengan industri strategis, bagaimana dengan maskapai penerbangan, bagaimana dengan industri lainnya, bagaimana dengan pembangkit listrik, dan semua bagaimana yang lain.

      Kalau Amrik menjatuhkan ekonomi maka negara2 lain sekutunya juga akan mengikuti.

      Berpikirlah yang cerdas.

      Hapus
    8. Angkat topi buat bung@TF01..salut MERDEKA...!?

      Hapus
    9. Jadi ingat kata bung Karno..." Perjuanganku tidak berat melawan penjajah...tapi Perjuangan ke depan lebih berat karena melawan bangsa sendiri "

      Hapus
    10. @TN Kalau ak yowez bro...ak gak mau ribut dengan bangsa sendiri...sak karepmu...yang penting Merah putihku harga mati...

      Hapus
    11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    12. Tupez,

      Yang ditekankan oleh para petinggi kita adalah kehati-hatian dan kesabaran, bukan gegabah, bukan grusa-grusu, bukan sembrono.

      Orang pemerintahan di Amrik sendiri sedang memperjuangkan kita supaya kita bisa lolos dari sanksi, jadi sabar saja.

      Tanpa Sukhoi pun kita bisa bertahan.

      Jaman perang kemerdekaan dulu, bukankah nggak ada alutsista dari Rusia satu pun tapi kita bisa bertahan ?

      Hapus
    13. Blognya rame, hehehe :)
      Ternyata pada ngumpul di sini.

      Setuju sama bung @ TN.
      Ini kondisi real dunia sekarang. Kita harus bijak dan hati2, sy bersyukur para pengambil kebijakan tdk sembrono dan cepat tanggap baca situasi.

      https://en.m.wikipedia.org/wiki/National_wealth

      Mungkin bung @TF 01 belum pernah ke Russia :)

      TIDAK ADA anti amerika di Russia, bahkan bisa wisata/kerja/study ke USA adalah kebanggaan.
      Pemerintah Russia sendiri berusaha jaga keseimbangan dan terus negosiasi spy sangsi dicabut atau diringankan.
      -- Coba tanya langsung dg org Russia dan Central Asia, di wilayah itu adanya malah anti-china!
      Alasannya sederhana, China selalu merusak keseimbangan dan amerika TIDAK.
      (Walaupun Russia kena sangsi)

      Jadi ingat cara pikir FPI,PKS dan kelompok garis keras di Israel, Turkey,Iran, Saudi yg sejenis!

      Negara pembuat sukhoi aja cool dan berteman dg USA, malah para pembeli pada debate, terutama Malaysia & India.

      Sekarang Indonesia malah ikutan.

      Hahaha :)

      Tapi saya setuju kalau tekanan social kpd Malaysia JANGAN PERNAH KASIH KENDOR! hahaha :)

      Strategy yg sama dipakai Nikkei Asia Review dan media2 jpn, mrk habis2an tiap hari memberi tekanan social pd China.

      Atau media dan komentar2 Australia, mrk gak pernah kasih kendor masalah Papua.




      Hapus
    14. Untung Indonesia masih ada orang yang kepalanya dingin dan hati-hati tapi tetep cinta tanah air kaya Jokowi dan TN.

      Kalau semua kaya modelnya Tupez, modal emosi, retorika nasionalisme, tapi ga pake otak, dan grasah-grusuh, udah ancur dari lama ini negara.

      Retorika nasionalisme lu ga bisa nutupin kecerobohan lu Tupez. Lu bilang apa kita ga bisa idup tanpa AS? Mungkin bisa, tapi semua effort kita selama ini sia-sia dan pembangunan mundur 20-30 tahun lagi. Otak dipake. Jokowi bukannya ga mau beli Sukhoi, tapi kalau ruginya lebih banyak dari untungnya, buat apa maksa beli Sukhoi?

      Emosi kok diutamain daripada otak. Untung diplomat kita ga ada yang model Tupez.

      Hapus
    15. Hahaha coba contoh turki atau india.....sepertinya kita butuh seseorang yg paham perang proxy ....sisini aja perang proxy berjalan ....semoga indonesia tetep maju jaya...sudah saatnya sepertinya...maju atau tertindas

      Hapus
    16. Haahahaaaa cuma bisa ketawa aja lah...seakan2 sy pro rusia & anti amerika...bijak & hati2 ya memang ya perlu...yg saya tekankan kita jangan takut sangsi.....sebenarnya dunia lagi namanya perang dagang dipelopori US...namanya seseorang biar dagangannya laku dia pasti akan melakukan berbagai hal cara....bolak balik sy bilang mau darimana alutsistanya terserah darimana yg penting buat jaga bangsa ini..ya cara pandang orang berbeda...tapi yg penting bagaimna menghargai perbedaan itu.

      Hapus
    17. Aku lapar mau beli SAte....tapi di sebelahnya tukang nasi goreng gak terima...tapi ya ak baru beli nasi goreng & sudah sering beli...kenapa mau beli sate ko tukang nasi goreng marah....Yang mau makan siapa & yg punya duit siapa...opo Aku atau tukang nasi goreng..?

      Hapus
    18. @Tupez Masalahnya ga sesimpel itu. Dalam kasus ini tukang nasi gorengnya sekaligus juragan terkuat di seluruh dunia dan kita punya banyak produk dia sekaligus hubungan dagang dengan dia.

      Kalau dia sanksi/embargo kita: KFX/IFX kandas, F-16 kandas, Herky kandas, Apache kandas, semua kapal yang pake Exocet kandas, dst. Belum lagi ekonomi bisa amburadul, rupiah melemah besar-besaran dan harga barang naik drastis. Lah sekarang aja harga cabe atau minyak goreng naik masyarakat umum udah menjerit. Apalagi kalau ekonomi berantakan cuma gara-gara pemerintah maksa beli Su-35? Siap kaya gitu? Lupa efek embargo? TNI jaman embargo lupa loyo kaya apa?

      Liat contoh Rusia sekarang. Dari berjaya karena uang migas, sekarang mau bikin proyek gen 5 aja ga jadi mass production karena ga ada duit dan modernisasi militer mereka melambat. Itu Rusia yangbekonomi dan industrinya lebih mapan. Kalau kita?

      Lebih baik hati-hati daripada gegabah terus menyesal belakangan. Lebih baik mundur 1 langkah untuk berikutnya maju 2-3 langkah daripada memaksa maju 1 langkah terus jeblok.

      Hapus
    19. Saya sih setuju sama ke dua duanya
      Qt tidak boleh di dette sama Amrik
      Tapi kita sekarang harus cari aman
      Sebelum mandiri

      Hapus
    20. Salut buat bung @tupes flanker

      Hapus
    21. Si gerhard sama tukang ini seperti agen agen aja ....mirip mirip sekitaran tahun 92 sampe 98 mencekoki doktrin ke mahasiswa kelihatannya logikanya bener tapi menyesatkan menjerumuskan

      Hapus
    22. Jalak Plis kalo tolol jangan terlalu kentara. Ekonomi dan proyek-proyek kemandirian Indonesia macam IFX itu mau ga mau SANGAT bergantung sama AS. Dan 2 hal itu JAUH lebih penting dibanding 1 tipe pesawat.

      Ini era globalisasi. Liat negara-negara yang belagu sok ngerasa bisa semaunya sendiri. Kecuali Rusia dan China yang ekonomi dan industrinya udah solid, ada yang sukses? Iran relatif lebih berantakan dari Indonesia, Korut ga usah diomongin, Rusia pun sekarang kelabakan nyari uang karena sanksi AS dan harga minyak turun.

      Jangan dikit-dikit tunduk ke AS emang bener. Tapi sampai semua proyek kemandirian industri domestik selesai dan kita bener-bener bisa mandiri, selama Indonesia masih perlu AS, Indonesia tetep harus hati-hati. Jangan sampai maksa maju 1 langkah di satu hal, terus disanksi/diembargo jadi mundur puluhan langkah di bidang-bidang lainnya.

      Otak dipake, ga usah kebanyakan sok nasionalis. Idiot.

      Hapus
  12. Harus berani beli sukhoi 35 ....kalo ndak beli berarti cemen.....oiya kan banyak yg sekolah di amrik sana ...jd dapat doktrin amrik..harus tunduk sama amrik doktrinnya....hayoo berani ndak beli su 35....

    BalasHapus
  13. Pokoke ra sido tuku sukhoi, atiku wes lego...๐Ÿค—

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyo bener gak usah tuku senjata saka rusia, nek meh tuku saka Rusia tuku minyak mentah wae, minyak mentah saka Rusia isih murah, trus diijoli cpo, karet, ban, jaket kulit garut, sweater, vodka cap tikus, bir fermentasi saka duren, lan rokok saka kene.

      Hapus
    2. Mas, njur nasibe jimmy suklimin ki piye sakiki....melas temen yo๐Ÿ™„

      Hapus
    3. Yo mbuh, dheweke saiki gak tau mampir nang formil maneh, padha kaya ayam jago iyo ora tau mampir nang formil maneh.

      Hapus
  14. Palingan nggak jadi tuku. Ntar kasih embargo semua alutsista made in USA wes. Balik jaman 90 an... Falcon ampe kanibal kanibalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahah....setuju, nanti bangkainya dibikin monumen di lanud gading yg deket piyungan itu๐Ÿคฃ

      Hapus
  15. Jika takut sama sangsi si ASU ...MENDING TANCEPIN AJA BEBDERA ASU DI RUMAH KITA...

    BalasHapus
  16. Sanksi nya paling push-up 20X,harusnya indonesia jgn ngelongkap gitu beli pespur yg su34 aje blm beli eh malah lgsung su35

    BalasHapus
  17. Indonesia sudah pernah ngerasain krismon...embargo militer...Itu seperti badai...tapi yakinlah namanya badai pasti berlalu...Ingat bangsa kita ini bangsa pejuang...!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Embargo ekonomi bukan krismon.

      Embargo ekonomi lebih pelik dari krismon.

      Saat krismon kita masih bisa mengekspor barang ke Amrik dan dapat devisa.

      Saat embargo ekonomi, kita sama sekali tidak dapat mengekspor semua barang ke semua sekutu amrik, kita tak dapat devisa.

      Hapus
    2. Saat krismon, semua turis dari Amrik dan sekutunya masih diperbolehkan oleh pemerintah negaranya untuk mengunjungi negeri kita. Negara kita dapat devisa.

      Saat embargo ekonomi, semua turis dari Amrik dan negara2 sekutunya dilarang oleh pemerintahnya untuk mengunjungi negeri kita. Negara kita tidak dapat devisa.

      Hapus
    3. Tuh kan pemikirannya masih ndeso yg bilang krismon = embargo ekonomi tuh sopo..ya apa negara ini ekspornya cuma ke Amerika & sekutunya apa yak..hadeeuhh

      Hapus
    4. http://www.kemenperin.go.id/statistik/negara.php?ekspor=1

      Baca. AS itu partner dagang terbesar kita. Bayangin AS ilang. 15 MILIAR USD PER TAHUN ilang hanya karena Su-35. Belum lagi embargo spare part alutsista barat, Apache dan IFX kandas.

      Worst case scenario Jepang, Singapura, Korsel, Belanda, Australia, Jerman, Inggris, Italia, Spanyol, Belgia, Perancis ditekan AS dan ikutan ilang semua.

      Siap kena pukulan sekeras itu?

      Kalo worst case scenario kejadian beneran, bisa-bisa malah lebih parah dari krismon. Siap kaya gitu?

      Siap punya Su-35 tapi ga bisa diterbangin dan dirawat karenabduitnya ga ada?

      Hapus
  18. Pokoke, ora tuku sukhoi yo ra patheken kok....ojo spaneng, digawe sante sambi ngopi-ngopi๐Ÿ˜—๐Ÿ˜š

    BalasHapus
    Balasan
    1. @S212 yowez om ngopi sek ak melu ae...di tanggapi yo bangsa sendiri..gak di tanggapi tapi yo pie..Ngopi sek ae lah ben ra edan...wkkwwkwk

      Hapus
    2. Timbang padu karo konco dewe to, luwung pulsane diirit-irit, kena nggo ngajak kencan si melisa...๐Ÿ˜

      Hapus
    3. he'e bener bro...๐Ÿธ๐Ÿธ๐Ÿธ

      Hapus
  19. Kita belum merdeka walaupun Proklamasi sdh dikumandangkan 73 tahun lalu.

    BalasHapus
  20. Prediksi gw ya Seperti ini,
    Kalau IFX tidak dapat license sparepart dari US, ya hancur sudah.
    Saran gw harus hati2, tidak masalah mundur satu langkah untuk bisa maju 2 langkah.

    BalasHapus
  21. Punya pespur Alutsista buat apa klo speknya di bawah tetangga seumpama papua dicomot asing kita tak berdaya karena Alutsista kita speknya rendah dibawah tetangga

    BalasHapus
  22. KUNCINYA JELAS kalau Indonesia membatalkan pembelian su-35 sudah pasti Indonesia tidak independen dan tunduk kepada AS.

    politik bebas aktif hanya terjadi di era presiden Sukarno, setelah itu politik bebas pasif.

    politik bebas aktif sudah pasti berisiko dengan kepentingan AS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Generasi muda jadi bingung, Indonesia sebenarnya berdaulat apa tidak? Mau beli pesawat takut, mau mengelola SDA nya sendiri tdk bisa..Freeport, Exxon, Chevron..msh terus melenggan. Sungguh mengherankan bagi generasi muda.

      Hapus
    2. Generasi muda jadi bingung, Indonesia sebenarnya berdaulat apa tidak? Mau beli pesawat takut, mau mengelola SDA nya sendiri tdk bisa..Freeport, Exxon, Chevron..msh terus melenggan. Sungguh mengherankan bagi generasi muda.

      Hapus
  23. Lepas dari semua debate, nasionalisme dan non-blok, berita ini sungguh tidak masuk akal.
    1. Tiba2 muncul setelah cerita sukhoi milik Kerajaan China Selatan tinggal 4 biji.
    2. Kenapa yg bilang hrs Wiranto?
    3. Apa hubungan dg tour Mike Pompeo?

    http://googleweblight.com/i?u=http://www.arabnews.com/node/1350651/world&hl=en-ID

    Onta Arab aja nulis berita resmi Pompeo's visit, klo si beruk adalah "Makelarnya China". Hahaha ๐Ÿ˜
    Mungkin kalau bukan koran nasional, mereka pakai istilah (China's Bitch) "Pelacurnya China". Hahaha ๐Ÿ˜

    4. Apa hubungan dg program KFX/IFX?
    5. Setahu saya, bukan gaya Russia untuk belok dan berliku, it's always difficult to convince them, tapi kalau sudah deal berarti deal.
    Kalau tidak berarti tidak, untuk seterusnya.
    Nasibnya si beruk, Pelacur China Selatan, beli sukhoi tapi kasus pesawat ketembak, malah "sok lebay negara besar".
    - India juga masih beli suku cadang dari Russia!
    6. Peta world power Russia sedikit beda dg Peta NATO.
    Biasanya Russia sangat kaku dg aturan baku, pakai standard: military power, G20 dan proyeksi no.4 penguasa planet bumi di th 2050.
    Indonesia ada di level itu, berarti keputusan politik Russia tdk akan berubah.

    Sungguh, semua alur berita tidak masuk akal dan berita selanjutnya pasti lebih tdk masuk akal!

    (PS: tdk ada hubungannya dg tragedy si beruk, Pelacur China Selatan. Levelnya terlalu kecil buat dihitung antar "negara besar". Biasanya baru bisa dianggap secara kolektif. Tapi enak buat diketawain. Hahaha ๐Ÿ˜)

    BalasHapus