08 Agustus 2018

SAAB to Upgrade Royal Thai Air Force Air Command and Control System

08 Agustus 2018


Saab 9AIR C4I Air command and control system (photo : SAAB)

Saab has received an order from the Royal Thai Air Force to upgrade Thailand’s national Air Command and Control System which is based on Saab’s 9AIR C4I.  

Saab will upgrade and further enhance the Royal Thai Air Force’s Air Command and Control System (ACCS) which is based on Saab’s 9AIR C4I product and has been in operation with the Royal Thai Air Force since 2010. The system is a core part of Thailand’s network centric air defence capability which also includes Saab’s Gripen fighter, Erieye airborne early warning system and tactical data links.

Saab’s upgrade proposal for the Thai system was selected through a comprehensive evaluation process and demonstrates that Saab can ensure that the system remains fully operational, effective and future-proofed.

“This order demonstrates the competiveness of the 9AIR C4I product. Our advanced Air Command and Control System provides the Royal Thai Air Force with a vital part of its air defence system,” says Anders Carp, Senior Vice President and Head of Saab’s business area Surveillance.

The ACCS upgrade combines new hardware and software that will sustain, enhance and expand the system’s nationwide capabilities for future operations. The work will take place at Saab in JΓ€rfΓ€lla, Sweden and the contract will run until 2020.

9AIR C4I is Saab’s tactical air operations command and control system. It provides situational awareness and complete control of weapons, sensors and communications.

(Saab)

51 komentar:

  1. Kene wes due durung yoπŸ€”

    BalasHapus
  2. Jebul enek sing luwih penting timbang sukhoi....😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wes ngopi urung mas...xxiixiixii

      Hapus
    2. Uwes mas....ning rung dibayarπŸ˜₯

      Hapus
    3. Yang penting dah dipikirken ama yg dimari..😊

      Sabar mas'e...(mbayangke wae wes ruwet 😁)

      Hapus
    4. @ S212 wes meneng ae sam nanti tak bayar...om PS ra pesen kopi toh..heeheehee

      Hapus
    5. Suwun dibayari yo cak, ki mau kopine ming secangkir thok, ning le ngobrol karo eneng sing jogo warung ket esuk jeπŸ˜„



      Hapus
    6. Tambahane mung nyiwel pipi kok....🀣

      Hapus
    7. Mas TF gambare Sutuc ane tuuh...😁

      Ane 🍼 aja mas, kalo ngopi ntar malah 'ndadi' koyo mas smiling..

      Maklum dah "tobat"....qiqiqiqiqi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
    8. @ PS tukino sampeyan toh mas...tak pinjem se..sukhoi ne lg di overhoul..heehee...

      Hapus
  3. Kesian malon tak de pesawat cem nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senangnya malon digondolin najib

      Hapus
    2. @MR kita juga blm punya abg mat...xiixiixii nanti ganti hawk 100/200 dulu dengan gripen E/F atau nggak dengan Viper ya paling minnya FA 50 lah...heehheee

      Hapus
    3. Hush...
      Rusia fansboy tidak boleh bicara viper

      Nanti ada yang sok pintar lagi

      Gehakgehakgehak.....kabooor

      Hapus
  4. Kata opa RR, IFX bukan dibatalkan tapi ditunda dilambat lambatin mbayarnya, kalau dibatalkan gak enak sama Koreanya... wwkwkwkwkwk

    Efek ngeluncurin satelit merah putih kemarin kali jadi duite dieman eman sama bu menkeu :-D

    Asssikkkk gak jadi IFX jadinya beli Viper dan Sukro.. yess..
    Hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Qiqiqi..
      "tau diri" lebih baik timbang "gelap mata"...dari pada ntar UUKNKJTT....(ujung-ujungnya kere ngenes keblangsak jatuh tertimpa tangga) πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
    2. Hhhmmm....
      Atur napas, slow, ada prioritas yang lebih penting buat pertahanan negara..







      Apaaa..? Bela negaraaa..? What The **ll 😡

      Hapus
    3. Saru....mesum, rusuh, jorok😀

      Hapus
    4. Tensi LCS semakin panas... potensi konflik antara amrik dan china semakin lama semakin meningkat.. 4 atau 5 thn kedepan siapa yg tahu ?

      Kita harus cepat2 punya armada pespur yang banyak... nunggu IFX bisa 15 tahun lagi.. kelamaan... mendingan beli Viper gak sampe 5 tahun jadi.. hehehehhe

      -Lanjut Alhamdulillah, ditunda ya tetep Alhamdulillah..wong isone kuwi thok
      -Bukan pro amrik bukan pro rusia tapi pro via vallen

      Hapus
    5. Gak jadi pecah konflik lebih alhamdulillah...πŸ˜‚

      (timbang produk ane ra iso shipment...😁😁😁)

      Hapus
    6. Semakin tidak jelas, IFX edisi mimpi basah πŸ˜₯
      Gak enak sama Korea gimana?
      Ada Indonesia atau tidak, mrk tetap jalan batch 2/3.

      Dapat batch 1 aja, really is a giant technological leap, from propeller N219 to double engine IFX!

      Kita partner krn pas produksi full, pas defense budget naik - bisa beli.
      Tapi yg dibeli 50 biji nanti batch berapa?
      Bisnis kok pake gak enak, gile bener! 😡

      Habis itu mau dikembangkan sama SAAB atau Boeing atau tetap sama Korea juga bisa.
      Atau lanjut bikin LIFT, atau AWACS sendiri.

      Jadinya beli viper sambil tunggu IFX, ya? 😁

      Hapus
    7. Maksute....gak enak nagih duit yg telanjur disetor kalo dibatalin proyeknyaπŸ˜‚

      Hapus
    8. Hohoho, berarti intinya:
      - Kita dapat ilmu cuma sampai batch 1, basic.
      - Tapi kita belinya harus batch 3 utk air superiority.

      Jadinya pada protes, krn tdk bs ikut jualan batch 3.
      Bisanya cuma supply spare parts & maintenance sampai tahap batch 1.

      Yg dinego apanya?
      Dapat ilmu batch 3?
      Ikut jualan lebih banyak spare part?

      Jualan utuh jelas belum mungkin, support industry domestic blm ada, harus lanjut research sendiri?

      Belum lagi industry software, kalau bicara dg org pt.di, coding aja pada kagak ngerti.

      Jaraknya technology sungguh sangat jauh, banyak pekerjaan rumah buat org Indonesia.

      Anyway, Red White satellite has been successfully launched by rocket X - Elon Musk. Pretty cool ��

      https://www.inquisitr.com/5019486/spacex-rocks-launch-of-merah-putih-satellite-acing-first-reflight-of-falcon-9-block-5-booster/

      Hapus
  5. Indonesia belum punya pesawat jenis komando dan AWACS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan radarnya sukhoi-35 udah berasa "mini AWACS"...jadi kita ga perlu lagi awac-awacanπŸ€—

      Hapus
    2. Trus bagi infone brik-brikan karo Falcon ngono tha mas..?

      Hapus
    3. kabele brik²an/interkome kesangkut layangan mas..

      Hapus
    4. Rak iso ngangge kode sein kiri-kanan, opo mainin lampu dim....ngunu😎

      Hapus
  6. TNI AU nampaknya mulai tergoda dengan TOT 100% gripen E/F, kalau dihitung hitung jelas lebih menguntungkan kerjasama yg ditawarin SAAB untuk pembelian pesawat tempur gripen E/F' dapat pesawat tempur dapat teknologi kunci pesawat tempur gak pakai nunggu lama,,,yg dibutuhkan indonesia adalah teknologi kunci pembuatan pesawat tempur, masalah desain dan yg lainnya. para insinyur kita sudah paham.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Subhanallah....akhirnya ada yg sepahamπŸ€—

      Hapus
    2. Setuju lah... Grippen juga boleh..
      Yuklah yang penting beli..

      Hapus
    3. Yang penting terbaik buat bangsa ini saya dukung

      Merdeka

      Hapus
    4. Dari dulu setuju saya malah sama gripen..
      Kalau sukhoi itu memang bagus tapi boros dalam perawatan

      Di samping TOT 100% biaya perawatan dan oprasi gripen lebih terjangkau...tapi kalau jadi beli jangan nanggung 2 langsung 3 skuadron..tempatkan di papua paling ujung itu yg rawan

      Hapus
  7. ya aku rasa pilihan untuk mengakusisi gripen E/F adalah pilihan yg cepat dan tepat, selain cepat dan tepat kita jg bisa mengirit biaya, program pengembangan ifx/kfx harus kita akuin menguras waktu dan biaya yg banyak padahal yg kita kejar adalah teknologi kunci pembuatan pesawat tempur, toh nya yg kita dapat nanti tetep pesawat tempur generasi 4,5,,,pilihan pesawat tempur gripen E/F bukanlah pilihan yg buruk tp pilihan yg cerdas untuk mengejar teknologi kunci pembutan pesawat tempur sebab pesawat tempur ini punya kemampuan manufer yg baik dan biaya oprasional yg rendah, kekurangannya hanya daya jelajah yg terbatas karena menggunakan single engine,,,menurutku gripen E/F adalah pilihan yg tidak muluk2 dan lebih menjanjikan untuk melangkah memproduksi pesawat tempur sendiri, setelah mendapat teknologi kunci pesawat tempur kita bisa mendesain sendiri pesawat tempur yg sesuai kebutuhan kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju.
      Daripada ngandelin si mamarika gak jelas, Si dewanya bung sok pintar itu

      Hapus
  8. Wooo ternyata kasus pengadilan tahun 2015 mas... baru putusan pengadilan tahun ini... asem bener

    https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4156109/gugatan-trump-rp-5-t-ke-ri-buntut-masalah-tahun-2015

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makane aku heran sama pak sby, kenapa memasukkan industri pertanian sbg artikel yg dimajukan dalam wtoπŸ€”

      Padahal beliau yg punya gelar doktor bidang pertanian, paham banget ttg kondisi petani kita dan industri pertanian nasional jika diadu dg industri pertanian dinegara2 maju...

      Di negara maju, petaninya memang tidak disubsidi pemerintah...tapi dulunya lewat jalan disubsidi dulu, hingga mereka hd petani yg sukses.

      Sementara petani dalam negri, jika tidak disubsidi, gimana bisa survive...wong pupuk juga bahan bakunya masih impor?

      Hapus
    2. Malah seingatku, mentri pertanian india aja waktu itu nolak memasukkan industri pertaniannya kedalam wto, krn takut petaninya tergencet

      Hapus
    3. Demo yuk mas ? πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

      Hapus
    4. Asem 5 T....mana bro TN...coba 5 T..beli alutsista dapat apa yak...?

      Hapus
    5. Coba ngajak darma wae mas...rak semangat bocahe😎

      Hapus
    6. 5T? Ra usah dipikir...πŸ˜›

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. ada keganjilan dr putusan pengadilan yg memenangkan gugatan amerika atas pembatasan ekspor produk makanannya yg dilakukan indonesia, meski sekarang ini era perdagangan bebas tp bukan berarti seenak jidad negara lain mengekspor produknya ke suatu negara, setiap negara punya kebijakan yg mutlak untuk mengontrol setiap produk2 negara lain yg masuk ke negaranya apalagi negara kita mayoritas muslim tentunya produk makanan yg berasal dr luar harus ada batasan, belum lg produk2 makanan yg ada di indonesia baik lokal mau pun impor telah membanjiri pasar makanan indonesia dan bisa di bilang produk makanan yg beredar di indonesia sudah bisa dibilang over load sehingga membuat masalah besar untuk badan pengawas makanan yg layak konsumsi, lihatlah belakangan ini banyak beredar produk makanan yg bermasalah dan tidak layak konsumsi' oleh karena alasan itulah indonesia mencoba membatasin produk2 makanan yg masuk dan itu hak mutlak suatu negara, indonesia tidak melarang tp membatasin agar dalam hal pengawasan lebih gampang dan bukan untuk mengganggu ekonomi negara lain, yg dibatasin bukan hanya produk makanan amerika saja tp negara yg lain jg dibatasin,,,,putusan pengadilan yg memenangkan gugatan amerika adalah putusan main mata dan tidak berdasarkan keadilan yg luas, apakah pengadilan dapat menjamin negara2 lain tidak melakukan pembatasan produk yg masuk ke negara lainnya, apakah pengadilan dapat menjamin bahwa produk yg masuk positif layak konsumsi????? pembatasan bukan berarti larangan, pembatasan dilakukan agar kontrol pengawasan layak konsumsi dapat berjalan dengan baik,,,putusan ini putusan tidak berdasar fakta2 keadilan yg luas.

    BalasHapus
  11. Ayo ngaku....sapa tadi yg bikin lecet moge bmw 1600😑

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lecet?
      Ra usah dipikir mas...πŸ˜”

      Hapus
    2. Anu Om.. tadi kayaknya bapak panjenengan πŸ˜€

      Hapus
    3. Wan abud?
      Onta, mana onta ane...?😯



      🐫...#ngacir, ga kuat bau penguk πŸ˜₯

      Hapus
    4. Koyoke dudu yen bapakku mas royan...wong bapak luweh seneng nuntun perawan timbang nuntun moge🀣

      Hapus
  12. Menhannya ngaku cuy
    http://www.airtimes.my/2018/08/09/pertahanan-malaysia-terlemah-di-asia-tenggara-menteri-pertahanan/

    BalasHapus