09 Oktober 2018

KRI Spica-934 Akan Visualkan Tiga Dimensi Kondisi Dasar Laut Palu

09 Oktober 2018


KRI Spica 934 (all photos : SuaraRakyat)

SimpulRakyat.co.id -- Salah satu Kapal Survei milik TNI AL yaitu KRI Spica – 934 di bawah pimpinan Letkol Laut (P) Hengky Iriawan, S.T., melaksanakan kegiatan survei tanggap darurat di wilayah Perairan Palu dan Sekitarnya, Minggu (08/10/2018) kemarin.

Tugas pokok dari survei tanggap darurat ini adalah untuk menyiapkan alur pelayaran yang aman bagi kapal laut sipil dan militer yang akan mengirimkan bantuan ke Palu, Donggala dan sekitarnya pasca bencana alam gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu dan sekitarnya. 

Pengiriman KRI Spica ini juga merupakan salah satu tugas dari Pushidrosal sebagai lembaga Hidrografi Nasional sekaligus sebagai lembaga yang menyediakan data pendukung keselamatan pelayaran di perairan Indonesia yang mempunyai kewajiban untuk menjamin keamanan pelayaran serta bergerak cepat untuk membantu mengatasi masalah penyaluran bantuan logistik, terutama dari laut ke daerah yang terdampak bencana alam tersebut.




KRI Spica mempunyai peralatan survey Hidro-Oseanografi diantaranya adalah Multibeam Echosounder EM302 yang tidak hanya mampu menyediakan data bathimetri untuk laut dalam (Depth Range hingga 7000 meter) secara cepat dan tepat, namun juga mampu menggambarkan secara 3 dimensi bentuk dasar laut itu sendiri. Kemampuan penggambaran bentuk dari dasar laut tersebut diharapkan mampu memvisualisasikan patahan dan pergeseran permukaan lempeng bumi (Underwater Land Slide) yang menyebabkan terjadinya gempa bumi serta gelombang tsunami di daerah Palu.

“Dengan hadirnya KRI Spica – 934 di daerah perairan terdampak bencana diharapkan akan mampu membantu kelancaran arus bantuan personil, logistik dan obat-obatan melalui laut untuk memulihkan daerah Palu dan sekitarnya. Selanjutnya data tersebut akan diolah lebih detail guna memperbaharui peta alur laut perairan dan peta mitigasi bencana alam di Palu dan sekitarnya” ujar Komandan KRI Spica Letkol Laut (P) Hengky Iriawan.

(SuaraRakyat)

49 komentar:

  1. Diantara formil-formil liyane, yo ming formil iki sing paling rame...mergo sregep nyediani doorprize daster lan ku*ang...😎😎😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kunang kunang 😄😄

      Hapus
    2. Kan ono hadiah taon baru JANDA kembang...2019.
      😆😆😆😆

      Hapus
  2. KRI Spica mempunyai peralatan survey Hidro-Oseanografi diantaranya adalah Multibeam Echosounder EM302 yang tidak hanya mampu menyediakan data bathimetri untuk laut dalam (Depth Range hingga 7000 meter) secara cepat dan tepat, namun juga mampu menggambarkan secara 3 dimensi bentuk dasar laut itu sendiri.


    Canggih bener nih kapal..
    Bisa gambar tiga dimensi sampai 7 Kilometer loch ?
    Mantapp...!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Macam2 Laut terdalam di Indonesia :
      - Laut Sulawesi -> 6.2 KM
      - Laut Flores -> 5.1 KM
      - Laut Arafuru -> 3.6 KM
      - Laut Sawu NTT -> 3.4 KM
      - Laut Timor -> 3.3 KM

      Artinya kemampuan KRI Spica sudah bisa mengcover seluruh kedalaman laut Indonesia

      Hapus
    2. Iku ono "komane" mase...ojo maen disambung ae wong terdiri seko 2 anak kalimat : "Multibeam Echosounder EM302 yang tidak hanya mampu menyediakan data bathimetri untuk laut dalam (Depth Range hingga 7000 meter) secara cepat dan tepat," lan ugo "namun juga mampu menggambarkan secara 3 dimensi bentuk dasar laut itu sendiri." Kemampuan.

      Hapus
    3. Sesuai tupoksine sebagai kapal hidrography...😎😎😎

      Hapus
    4. Ya mas Hari..

      Rata2 dalamnya laut jawa malah cuma 50 meteran saja mas.. masuk katergori laut dangkal... gak cucok buat Kilo Class.... hehehehhe

      Hapus
    5. Iku multibeame rak nemplok huggin 1 000 kemampuane selam kisaran 1000 m

      Hapus
    6. Mas super ga keliru data laut dalamnya tu.
      laut sulawesi sampe 6km 😱
      pdhal palung mariana terdalam aj cm 8-10 km klo g salah.

      Hapus
    7. Butuh kapal selam gede tidak hanya perairan Indo saja, tapi dibutuhkan kalo kita melakukan invasi ke luar.

      Hapus
  3. rebutan ku*tang, Yen daster neng sebelah mbiyen Yo rame doorpize daster

    BalasHapus
    Balasan
    1. 😂😂😂...maksutku "kukang" mas, sejenis primata, koncone beruk lan kethek. Delo mengkas rak podo pating jedul neng kene

      Hapus
    2. Onok eneh jenenge Munyuk mas...sejenis Nyemot juga... :-D

      Hapus
    3. Sitok manrh arane bedes mas...koyok sebelah seng resek

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Berita di FB lembaga keris.. 8 oktober orang2 dari Kemhan meninjau Iver huitfeldt Frigate 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang udah aktif lagi po om...kapan itu masih sepi artikel baru

      Hapus
    2. Aktif kok om.. cek aja Di FB lembaga kajian pertahanan strategis

      Hapus
    3. Kalau baca berita lamanya infonya Denmark kepingin Iver nya dibangun di dermaga Indonesia, mungkin di PT.PAL. Melihat panjang Iver adalah hampir 140 meter dibanding panjang PKR yg 105 meter ya ? rasanya bakalan sangar bener nih kalau jadi dibuat. Tapi kan infonya PAL sudah teken kontrak buat PKR 3 dan 4 ?? Jadi rasanya baru ditahun 2020 baru dimungkinkan kehadiran Iver Class.

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    5. Tapi menurut artikel ini bisa jadi masuk tahun ini juga.
      http://militermeter.com/ksal-tni-al-akan-mengakuisisi-2-kapal-jenis-destroyer/

      Hapus
    6. Mungkin tunggu saja indodefence November 2018 beberapa kontrak alutsista pasti terjadi di sana.. Dari rancana anggaran pertahanan 2016/2019 dari sumber bappenas, TNI AL sudah merancangkan anggaran sekitar 780 juta dollar untuk pengadakan kapal real Frigate.
      Denmark Odense Maritime Technology (OMT) juga sudah menandatangani MoU dengan ‘National Naval Design Center’ Indonesia mengenai kerja sama dalam merancang kapal angkatan laut.beberapa kunjungan sudah di lakukan oleh kenham dari tahun 2016 ke denmark untuk meninjau Iver class.

      Hapus
    7. Ayo kita ngitung lagi :

      Data bappenas yg dulu dirilis (kalau nggak salah versi majalah angkasa) untuk fregat usd 720 juta plus modernisasi fregat (fatahillah class 2 unit) sebesar usd 60 juta.

      Ambil yg angka usd 720 juta, harga iver lengkap sensor tapi ffbnw rudal dulu harganya usd 325 juta, tapi sekarang mungkin naik.

      Anggap usd 720 juta itu pas untuk 2 iver, maka harganya usd 360 juta per unit.

      Kalau gitu gimana dengan 8 kri yg dibilang 4 sigma dan 4 pkr ?

      Xixixi (ngetes)

      Supaya ngerti, selain angka di atas, ada lagi di halaman yg sama :

      Usd 1200 juta untuk kapal selam.

      Selain itu ada lagi berita di kontan :
      Fregat Usd 780 juta
      PKR usd 220 juta
      Kapal selam usd 1600 juta.

      Bagaimana cara menghitungnya supaya angka2 ini bisa digunakan untuk memenuhi 2 iver, 4 sigma, 4 pkr, 5 kapal selam ?

      Xixixi (ngetes)

      Hapus
    8. Yang ane liat Di TSM mengenai pengadaan 8 perang baru untuk TNI AL. itu Formasi nya
      4 Sigma
      2 PKR
      2 real Frigate

      Hapus
    9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    10. Tehnologi & strategy militer. eh buset ente belum pernah main kesitu ntung 😑

      Hapus
    11. Iki critane bedhol desa tha seko jkgr.

      Hapus
    12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    13. Eh belum. Baru hari ini saya tahu.

      Tapi yg di TSM itu kayaknya ada penambahan kata seperti corvette, light frigate dan real frigate, dari berita aslinya.

      Kalau saya yakin yg 8 ini 4 kelas Sigma dan 4 PKR, sebab dibilang di situ ukurannya medium medium berarti antara 1000 - 3000 ton)

      Sedangkan 2 iver atau 2 real frigate ukurannya lebih dari medium lho.

      Hapus
    14. Di buka aja mas artikel tanggal 20 September di FB TSM kata kunci nya:
      Kemhan akan datangkan 8 kapal perang baru untuk TNI AL

      Hapus
  6. ...KRI RIGEL ne ning endi yo, ko ra melu ?


    Opo lagi ngubeng ning Andalas opo Arafuru yoo




    ...Xixixixixixi :D

    BalasHapus
  7. kapal ini mahal bukan karena kapalnya,tapi karena peralatan elektronik canggihnya..termasuk robot bawah air yang mahal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Macam cabe-cabean aka kimcil berapi ya mas....😂🤣😂

      Hapus
    2. yuhh.. yuhh..yuhh,. sing senenge "dolanan' cabaen2, kimcil, opo manehh?? ciblxxxxxk😆😆😆🤣🤣🤣

      Hapus
  8. Cute ship using TV antenna and Iphone as navigation system. That is how Idiot Indons.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Idiot Malon use tok bomoh kelapa as ships navigation 😁😁😁

      Hapus
    2. Wkwkwk...malon iri hati tak de kapal cem nih

      Hapus
    3. Abaikan saja mas.. Ga penting.
      Komennya anak2 sok britis..

      Hapus
    4. How cute maha rajaLELE with those yellow balloons, nak terbang ke bulan. :))

      Hapus
  9. Pig tail of malon, they are nothing just bull of shit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malon cuma banyak cakap bro wkwkwk

      Hapus
  10. Indonesian Defence Ministry delegation in Denmark meeting with the Danish DALO (Defence Acquisition and Logistics Organization) on October 8th 2018 and given a look into the Iver Huitfeldt Class Frigate.

    https://scontent-sit4-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-9/fr/cp0/e15/q65/43594411_1660994310675572_6879895592185626624_o.jpg?_nc_cat=109&oh=ee4e6c441ab968100b3f9b395e40c8bf&oe=5C4492DF


    https://m.facebook.com/lembagakeris/

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah banyakkk..sapa bayar ongkosnya nech, pst bkn om antiembalgo...sewot terus, sedang labil ekonomi doi haha!😂😂😂

      Hapus
  11. ini kri spica lagi ngecek jalur KS lanal palu, tetap semangat kawan haha!👍👍👍

    BalasHapus
  12. "Goyangannya.......aduhaaaaay 😋😋😋"

    https://youtu.be/AtkxmaAZX68

    BalasHapus
  13. ...REBOUND puisi CINTA untuk Malassia Beruk ;


    Wherever I go, the End is to you...
    Saumpamane, sliramu tansah kelingan yen ra bakal mblenjani tresnoku...
    Aku juga, sama seperti yang kamu rasakan...
    Duriat jeung Kaheman ka salira, salamina bakal ngancik dina Hate...
    Rang de tumohe Gerua, tum se Shuru tum pe Fanaa...
    Slow Down Dear...Tereliye Malassia Beruk





    ...Xixixixixixi :D

    BalasHapus