12 Oktober 2018

Pindad-Waterbury Farrel Teken Kemitraan Senilai USD100 Juta

12 Oktober 2018


Produksi munisi Waterbury Farrel (photo : WF)

JAKARTA - PT Pindad (Persero) menandatangani strategic partnership (kemitraan strategis) dengan Waterbury Farrel dengan nilai investasi USS100 juta untuk pembangunan pabrik amunisi kaliber kecil. Kerja sama tersebut diharapkan meningkatkan volume produksi amunisi Pindad menjadi 350 juta butir per tahun. 

Waterbury Farrel merupakan Divisi dari Magnum Integrated Technologies Inc. Kerja sama tersebut dicapai pada ajang International Monetary Fund (IMF)-World Bank Annual Meetings 2018 di Bali. MoU dilakukan antara Direktur Utama Pindad Abraham Mose dan President & CEO Waterbury Farrel, Andre Nazarian. 

"Kerja sama ini menggunakan skema Build Operate Transfer (BOT). Harapan di tahun 2019 akhir, kami sudah mencapai penjualan 350 juta butir per tahun. Walaupun sebenarnya itu masih di bawah kebutuhan TNI-Polri yang kurang lebih sekitar 500 juta butir per tahun," ujar Abraham dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/10/2018). 

Menurut Abraham, kemampuan Pindad untuk memproduksi amunisi paling tidak 350 juta per tahun, bisa mempengaruhi pendapatan Pindad Rp1,4 triliun per tahun. Serta melakukan substitusi impor kurang lebih Rp342 miliar per tahun.

Kerja sama itu, kerja dia, dakam rangka mengembangkan fasilitas lini produksi amunisi kaliber kecil yang berlokasi di Indonesia. Membangun program bisnis sebagaimana dalam Undang-Undang No 16 Tahun 2012 untuk memenuhi kebutuhan TNI dan membangun kemampuan serta kemandirian industri pertahanan di masa yang akan datang. 

"Selain itu, untuk memaksimalkan kemampuan serta meningkatkan operasional dan menjamin bahwa kerja sama ini dapat meningkatkan kemandirian Indonesia. Kami terus berusaha membangun bisnis amunisi yang kompetitif secara internasional," jelasnya. 

Pelaksanaan dari kerja sama akan didasarkan pada kontribusi utama Pindad yang akan menyediakan wilayah manufaktur dan keahlian tenaga kerja. Sementara Waterbury yang akan menyediakan lini produksi amunisi, menjamin produk berkualitas tinggi dan harga bersaing untuk pasar Indonesia dan internasional. 

Kedua perusahaan akan menggabungkan kemampuan dalam kerja sama ini. Waterbury merupakan industri terkemuka dan penyedia amunisi lengkap dan pabrikan rolling mill, memiliki keahlian dalam peralatan untuk membentuk logam, rolling dan produk-produk industri pertahanan. Waterbury mengantongi lebih dari 160 tahun keahlian dan pengalaman di seluruh dunia.

19 komentar:

  1. Unknow from malon moron
    Pasti iri dengki baca berita ini

    BalasHapus
  2. Kalo 500 jt butir pertahun dpt dipenuhi, bisa meningkatkan kemampuan prajurit TNI dan Polri dng banyak berlatih.

    BalasHapus
  3. makin kesian malaysia...jom songlap

    BalasHapus
  4. Banckrupt already thats why need partners.xixixi
    Poor Indons!
    Cannot even stand on their own feet. Sub standard company.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Poor malonsial 😁 , SME Ordnance Sdn. Bhd no money to buy salary
      http://m.utusan.com.my/berita/nasional/357-pekerja-kilang-bekal-senjata-bahan-letupan-tuntut-gaji-1.746882

      Poor Malon Police pending salary 😁😁😁
      http://m.utusan.com.my/berita/nasional/anggota-pdrm-resah-gaji-lewat-1.754254

      Banckrupt already thats fixed..
      Poor malonsial 😁😁😁😁

      Hapus
  5. Alhamdulilah, maju dan tingkat kan terus kualitas produksi pt. Pindad

    BalasHapus
  6. Viva malonte place of dark country

    BalasHapus
  7. Viva malonte place of dark country

    BalasHapus
  8. ...MalaSsia Beruk 6 B,

    beuleukok, beuteulu, buraong, bonconong, bureuteu, borokokok...




    ...Xixixixixixi :D

    BalasHapus
  9. ...MalaSsia Beruk 6 B,


    beudeugong, beuteukok, bosongot, burayut, beunceunur, bagong...




    ...Xixixixixixi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bencong, banci, barangsak, beulegug, burut, barodo..

      Wkwkwkwk

      Hapus
    2. ...Beruk mah, moal ngartieun ieuh da




      ...Xixixixixixi :D

      Hapus
  10. US$1= Rp15 000

    Mampu ka pak Jokerwi nak bayar..

    Mampukah Indog. Rakyat Indog hanya makan Indomie. Jakarta masih tiada MRT tanpa awak...

    Nak bantu palu pun perlu mengemis dan tumpang pesawat A400M TUDM...

    Sejak bila rakyat Indog makan peluru...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. Ada lagi c*leng burik kere yg kepanasan.

      Hapus
    2. Beruk Malon ingat hutang 😁 untuk lunasi saja malaydogsial mesti jual negara.. 95% malaydogsial itu miskin makan hanya pakai kangkung yang kaya malah pendatang asing😁.. MRT Jakarta pun sudah ada.. beruk malaydogsial jangan hidup di dalam gua.. 😁
      Malaydogsial berlagak beri bantuan beli sparepart pesawat saja kepayahan πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
    3. Produk munisi Pindad cukup bisa membuat hujan peluru di KL

      Hapus