01 Oktober 2018

PT PAL Closes in on Philippine Navy Opportunities

01 Oktober 2018


KCR-60M at ADAS exhibition (photo : Maxdefense)

Indonesian shipbuilder PT PAL is stepping up engagement with the Philippine Navy (PN) in efforts to fulfil the service's capability requirements for sealift, surface combatants, and submarines, an industry official from PT PAL has confirmed to Jane's.

The official, speaking at the Asian Defence and Security (ADAS) 2018 exhibition in Manila that concluded on 28 September, said that following on from PT PAL's programme to deliver two Strategic Sealift Vessels (SSVs) to the PN - the second of which was commissioned in May 2017 - the company is negotiating the sale of two additional vessels of the same type.

The official said a contract to supply the two SSVs, which are based on the Makassar-class landing platform dock (LPD) ships in service with the Indonesian Navy that were designed by South Korean shipbuilder Dae Sun, could emerge in 2019 to meet the PN's requirements to respond to disaster relief and counter-insurgency (COIN)-support requirements. The value of the initial contract was USD92 million.

Negotoation of two additional SSV underway (photo : Wiki)

The PN has also expressed interest in procuring PT PAL's KCR-60M missile attack craft to also support COIN operations, said the official. Jane's understands that negotiations over the supply of two initial KCR-60M vessels are continuing and that this could also result in a contract opportunity in 2019. The Indonesian Navy currently operates three 60 m KCR-60Ms, and a fourth is expected to be commissioned soon.

While the programmes to supply the KCR-60M vessel and additional SSVs are regarded as near-term export targets for PT PAL, the possible collaboration on submarines is a longer-term aim, said the official.

In the short term, PT PAL is focused on completing the construction of the Indonesian Navy's (TNI-AL's) third Nagapasa (Type 209/1400)-class submarine, developed by South Korea's Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). The first two submarines in the programme - built by DSME - have already been handed over to the TNI-AL under a USD1.1 billion contract signed in 2011.

(Jane's)

31 komentar:

  1. Yg mereka butuhkan soft loan tuk beli.adakah BUMN yg secara khusus ngasp Pinjaman tuk eksport?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah itu masalahnya yang akan menghambat Pal menang tender . Untuk membeli 51% saham Freport saja kita butuh dana talangan dari bank asing dan local artinya kita lemahnya disana.

      Hapus
    2. Waktu Filipin pesan CN235 dari kita itu gimana ? Siapa yg jamin ?

      Hapus
    3. @komerat parewa ! Untung pemerintahan dahulu bisa rebut Inalum 100% !!!!! Sehingga punya power pinjaman buat beli Freeport ! Blueprint dahulu !

      Hapus



    4. Saya selalu berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan peminjam yang meminjamkan uang tanpa membayar terlebih dahulu.

      Jika Anda mencari pinjaman, perusahaan ini adalah semua yang Anda butuhkan. setiap perusahaan yang meminta Anda untuk biaya pendaftaran lari dari mereka.

      saya menggunakan waktu ini untuk memperingatkan semua rekan saya INDONESIANS. yang telah terjadi di sekitar mencari pinjaman, Anda hanya harus berhati-hati. satu-satunya tempat dan perusahaan yang dapat menawarkan pinjaman Anda adalah SUZAN INVESTMENT COMPANY. Saya mendapat pinjaman saya dari mereka. Mereka adalah satu-satunya pemberi pinjaman yang sah di internet. Lainnya semua pembohong, saya menghabiskan hampir Rp35 juta di tangan pemberi pinjaman palsu.

      Pembayaran yang fleksibel,
      Suku bunga rendah,
      Layanan berkualitas,
      Komisi Tinggi jika Anda memperkenalkan pelanggan

      Hubungi perusahaan: (Suzaninvestment@gmail.com)

      Email pribadi saya: (Ammisha1213@gmail.com)

      Hapus
  2. Semoga berjalan lancar negonya

    BalasHapus
  3. Sadis Phil. Nambah 2 SSV lagi ? Omaigot

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sadis terhadap siapa nih oom @super ??
      hihihi

      Hapus
  4. Tetangga sebelah kyk mana? Wkwkkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetangga sebelah cuma bisa ngences aja bro wkwkwk

      Hapus
    2. Dua lagi gempa bumi melanda Indon!

      Hapus
    3. Trus knp ul paul...kami dh biasa yg kyk gini.

      Tak macam korang...

      Hapus
    4. Trus knp ul paul...kami dh biasa yg kyk gini.

      Tak macam korang...

      Hapus
    5. 2 manusia jahat cem mahathir dan najib mendedahkan malon jadi negara bangkrup dan banyak utang

      Hapus
    6. Muka Malon mau di taruh di mana? go go pinoy 😁😁😁😁

      Hapus
  5. BREAKING NEWS !!!

    KRI Oswald Siahaan-354 telah berjaya lancarkan missile yakhont...syabas...cekidot : www.garudamiliter.blogspot.com/(Video) : Penembakan rudal yakhont KRI Oswald Siahaan-354/30-09-2018

    BalasHapus
    Balasan
    1. owwhh tentuw om pit sang "PENGUASA SAMUDERA", skali hantam lgs tenggelem haha!ğŸ˜ŽğŸ˜ŽğŸ˜Ž

      Hapus
    2. owwhh videonya sich baruw tp target lama om unknow, perna guwe pake nich linknye..yakun setronk haha!😜😜😜

      Hapus
    3. betewe, armada jaya taon ini pelaksanaannye gmn yach?

      nonton pedeo gut dolo yak haha!🙏🙏🙏

      GARUDA - Wrap Up KRI Eskorta : KRI Fatahillah, KRI Slamert Riyadi & KRI R.E. Martadinatana
      https://www.youtube.com/watch?v=4PnahO83y90

      Hapus
    4. Yakhont stroong...😁

      Coba yang dihajar OHP class bekasan yaak..? 😁

      Kalo LST bekasan kan hull-nya kan kopong tuuh..sekali hajar tenggelam..😁

      Hapus
    5. Komerat@ biar lama tp menggerunkan om

      Palu@ iya om,ane sengaja unggah video lama biar jiran sebelah gk pada nyinyir ompal

      PS@ LST buatan zaman 50-an dan 60-an hullnya keras banget om,bajanya asli semua

      Hapus
    6. Iya juga, apalagi Frosch ex Jertim..😁

      Hapus
  6. Kcr is a good missile boat.
    Our shopping list is still long 😉 now they are talking of new 22 light attack helicopter aw109 or 7 ah-z...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg penting niatnya bung, tetap semangat haha!🤝🤝🤝

      Hapus
  7. Akan lebih mudah jika boatnya diluncurkan dng sistem rel. Kayak punya Singapur dan Australia. Lebih efisien & efektif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah =>jika ada duit
      Yang ga mudah => ngadain duitnya

      😁

      Hapus
  8. "the company is negotiating the sale of two additional vessels of the same type"

    Ajib yeuh..

    Kalau baca di MaxDefence pengadaan alat perang kali ini lebih ke G to G contract jadi rasanya paket tambahan SSV plus KCR plus Tank plus Panser plus N219 dijadiin satu paketan deal export import antara Indonesia dan Philipina.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fulus masuk..Masa depan cerah 😁👍

      Hapus
    2. Kalo urusannya G to G maka pembayarannya bisa dari komoditi ...Pinoy punya apa ya.?

      Hapus
  9. Rudal Asm jadi produksi lisensi ato gimana nih?

    BalasHapus