01 Oktober 2018

TNI AU - RCAF Tingkatkan Kerjasama Pendidikan Penerbang

01 Oktober 2018


Pesawat latih Grob di Sekbang TNI AU (photo : Kristanto Wibowo)

Tngkatkan Kerjasama Delegasi RCAF Kunjungi Mabesau

TNI AU.    Cilangkap-Dispenau - Dalam rangka meningkatkan hubungan dan kerjasama dengan TNI AU, Angkatan Udara Kerajaan Kamboja (Royal Cambodian Air Force – RCAF) melakukan kunjungan ke Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Kedatangan delegasi RCAF yang berjumlah sepuluh perwira dan dipimpin Direktur Sekolah Penerbang RCAF Brigadier General Yem Bunreth diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan Angkatan Udara (Kadisdikau) Marsma TNI Andjar Sungkowo.

Kepada delegasi RCAF, Kadisdikau mengatakan, kunjungan kali ini bernilai strategis untuk meningkatkan kerjasama dan membangun kesepahaman antara kedua angkatan udara. Kokohnya kerja sama kedua angkatan udara menurut Kadisdikau menjadi modal penting bagi kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan Asean.


Jupiter Team (photo : Tempo)

Beberapa saat sebelumnya, ketua delegasi RCAF juga melakukan courtesy call (CC) kepada Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Wieko Syofyan di ruang kerja Wakasau Mabesau Cilangkap, Jakarta. Kepada Wakasau, Brigadir General Yem Bunreth menyatakan kedatangan delegasi RCAF yang dikemas dalam kegiatan Senior Junior Officers Exchange Visit Program TNI AU-RCAF, dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kerjasama dan persahabatan antara kedua angkatan udara khususnya dan kedua negara pada umumnya.

Kerjasama TNI AU dan RCAF yang sudah berjalan selama ini pada bidang pendidikan, berupa pertukaran perwira siswa. Beberapa waktu lalu, RCAF telah mengirimkan beberapa perwiranya untuk menempuh pendidikan penerbang di Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI AU di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.

Selama di Indonesia, delegasi RCAF akan melakukan serangkaian kunjungan resmi ke beberapa satuan TNI AU, antara lain ke Markas Komando Operasi TNI AU (Koopsau) I Jakarta dan Sekbang TNI AU di Yogyakarta.

(TNI AU)

11 komentar:

  1. Askar cambodia nak berguru ke indonesia...syabas

    BalasHapus
  2. tersedia pespur latihan & simulator2 buat:
    grob
    hawk
    f16
    apache
    bell
    dll...
    apache simulator penerbad haha!🤗🤗🤗
    https://defence.pk/pdf/proxy.php?image=https%3A%2F%2Fscontent-sit4-1.xx.fbcdn.net%2Fv%2Ft1.0-9%2Ffr%2Fcp0%2Fe15%2Fq65%2F42292322_1641699995938337_3363204115709558784_n.jpg%3F_nc_cat%3D105%26oh%3D9bf3d9b0ad95a33d29b8035d8ed1e009%26oe%3D5C286A57&hash=41993b52881e3cf56093d34eec9c59c8

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah Penerbad dah ada simulator apache jg ya ompal

      Hapus
    2. Mi-17 & Mi-35 juga ada pelemnya nich baruw, mantappp haha!👍👍👍

      GARUDA - Mengintip Ketangguhan Skadron 31 Amur Yudha Cakti
      https://www.youtube.com/watch?v=0yyYn5fToxE

      Hapus
    3. ada donk om pit, mau tamba lagi apache soalnye, banyaaakkk dech haha!🤠🤠🤠

      Hapus
  3. we should be ashamed of losing political influence in Cambodia to commie China which is not tributary system but a partnership since ancient times

    ayolah pak cangcut tali wondo lebih kencang utk strategi geopolitik dgn negara2 asean dripada main kandang sendiri, internal politik sendiri2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Exactly my point. Kita mestinya menjadikan Kamboja sbg kepanjangan tangan dg mengurangi pengaruh Beijing secara senyap dan bertahap.

      Hapus
  4. Tiwas takkiro royal canadian air force je...😥

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nek kuwi yo arane kebo nusu gudel mas...😂😂

      Hapus
    2. Malah risih kenyil-kenyil to...😂😂😂

      Hapus