23 April 2018

Enam Pesawat Grob G-120TPA Batch Terakhir Tiba di Adisutjipto

23 April 2018


Enam pesawat Grob yang tiba merupakan batch terakhir dari 30 Grob pesanan TNI AU (photos : TNI AU)

Thomas Brenner test pilot Germany bersama dengan Komandan Skadik 101 berpose bersama perwira teknik sesaat setelah melaksanakan factory test flight terhadap pesawat Grob dengan tail number LX 1230 yang merupakan pesawat terakhir yang berhasil ditest dari 6 pesawat Grob yang dibeli dari Germany.

Selanjutnya ke-enam pesawat baru tersebut akan menjalani serangkaian IMAA test sebelum resmi diserahkan kepada TNI AU untuk digunakan sebagai pesawat latih dasar. Dengan datangnya 6 pesawat baru ini maka TNI AU saat ini memiliki 30 pesawat Grob G-120 TPA.



Factory dan IMAA test flight dilaksanakan di Lanud Adisutjipto, pada rangkaian pelaksanaan test pilot melaksanakan berbagai macam manuver aerobatik untuk melihat apakah seluruh parameter masuk dalam limitasi yang telah ditentukan.

Grob adalah pesawat latih TNI AU yg merupakan pesawat dual seat side by side yang memiliki  kemampuan Aerobatik, Formasi, Terbang Rendah dan mampu melaksanakan terbang full instrument dengan kecepatan maksimum 240 kias. Pesawat ini dioperasionalkan oleh Skadik 101 Wingdik Terbang.


51 komentar:

  1. Selain grob,pesawat latih indonesia guna KT-1 Wongbee...menggerunkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. 6 bijik lagi nyusul, baruuuuwww om pit haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      Hapus
  2. Ta minat jiran sebelah beli pesawat model gini kurang canggih, kurang heubat, tak de sejata, tak de radar wkwkwkwkwk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo jiran jet latih buluh bambu sahajepun dah cocok,bila pun di beri jet canggih,eject kat hanggar sahajepun kerjanya Wkwkwk

      Hapus
    2. Bukan ke indon katanya dah reti buat pesawat.. takan pesawat camni pun import jugak... kesiannnn..πŸ˜†

      Hapus
    3. Beruk malon beli pesawat juga dari indonesia.. bangsa bodoh beruk malon tak Reti bina pesawat punπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
    4. Yang kasian tu yang tak mampu beli pesawat dein bangang wakikikikikik

      Hapus
  3. The last batch is the 3rd order. The 1st order is for 18 units followed by additional 2nd order for 6 units and 3rd order for another 6 units. So total orders are 30 units.

    Looks like the large numbers of orders for Grob is for preparation for new pilots to fill-in the upcoming 3 new fighter squadron.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Not just fighter squadrons, but also the transport, surveillance and possibly one SAR squadron (If we do get an amphib). There is also a chance our UAV operators start by using these too.

      Hapus
  4. Knp pesawat latih diperbanyak??bukan pesawat tempurnya yg diperbanyak..??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada hubungannya dong bro,pesawat latih diperbanyak supaya dapat mencetak pilot2 yg akan menunggangi pespur2 3 skuadron yg akan dibentuk itu bro

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. @ Wahyudi Raisa

      Who is gonna fly them if there is not enough pilots?

      Hapus
    4. pesawat latih buat naikin level pilot sblm mengudara pake pesawat tempur. logika nya klo pny bnyk pesawat tempur tp sdkit pesawat latih sama aj jumlah pilot naik ny gk signifikan

      Hapus
    5. Jumlahnya masih kurang kalau lihat pesawat yang digantiin. Dulu kita punya 40 AS202 Bravo. Jumlah yang sekarang dibeli juga hanya setengah dari jumlah L-4J yang pernah kita miliki.

      Hapus
    6. Nanti pesawat ni boleh letak bom pintar. Misil. Dan ciws...murah gituuu..asyikkkkπŸ˜†

      Hapus
    7. Malon miskin 20 tahun lagi baru beli pesawat baru πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
    8. Malon ganti pesawat usang saja tak mampu apalagi beli CIWS kih kih kih

      Hapus
  5. wuuiiihhhh.. jelmaan stuka.

    BalasHapus
  6. Bravo TNI AU. Persiapkan diri kalian utk menghadapi cins komunis. Tp sayang, pemimpin kalian Bp Flanga-Flongo, malahan membiarkan bahkan mengundang ratusan ribu buruh cins komunis datang ke NKRI, sementara jutaan rakyat pribumi jd pengangguran. Kasian, kasian .....kalian kaum pribumi sebentR lagi jadi jongos2 dan babu2 sementara cina2 kalian menjadi majikan kalian. Wadeuh....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bidadari 2000 Schmid adalah jongos dan babu cina, istilahnya babu teriak babu, jongos teriak jongos

      Hapus
    2. faktanya bidadari molor kagak blanja2 pespur haha!bokek cyiin πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

      dan investasi rrc di negerinya paling tinggi ampe, sampe ada yg mo balik lagi jadi PM haha!πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›

      lewat One Belt One Road (OBOR)

      inget tuch $30bn investasi rrc dinegaramuh
      dikami cuman $5-6bn haha!😚😚😚


      https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170510143338-92-213836/indonesia-incar-puluhan-miliar-dollar-dari-china-lewat-obor

      blom lagi jutaan tenaga kerja di negaramuh, kami sikkkkaattt pake turis haha!😊😊😊
      slamat yak, jadi pengangguran kelas berat, abis bidadari molor muluh sich kerjaannya haha!πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

      Hapus
    3. Tenaga kerja Indonesia (TKI) di seluruh Malaysia mencapai 2,7 juta orang. ini yg resmi, yg gak resmi whuaaa masi buanyaakkk haha!πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      selamat om, kalo bokek ente silakan jadi TKM ke VANUATU ajah, cuci2 kakus sono, itu jugak kalo ada haha!πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

      https://news.okezone.com/read/2017/11/22/340/1818240/ada-2-7-juta-tki-di-malaysia-menkumham-ini-jumlah-terbesar-dari-seluruh-dunia

      Hapus
    4. @ bidadari saritem
      kau cam maling teriak maling. yang kau cakap adalah cerminan negara kau malassia tu. bercerminlah lon.


      asal kau tau saja. saudara kami yang turunan thionghoa pun tidak mau dipanggil orang china, mereka lebih nyaman disebut orang indonesia. karena rakyat indonesia bukan hanya satu suku/ras saja.

      Pemimpin negeri kami yang kau sebut mr. fla... jauh lebih berani mengambil sikap tegas terhadap pendatang asing yang merugikan. mengusir, menghukum, meledakan kapal pencuri bahkan sampai menghukum mati para pengekspor dadah ke negara kami

      Hapus
    5. @essen : ini betul..

      Di indonesia, etnis keturunan China sudah lahir dan besar di Indonesia.. lebih bangga dipanggil orang Indonesia. Kalo mereka dipanggil China pasti marah.

      Itulah Indonesia terdiri dari 700 suku bangsa dalam ikatan persaudaraan dan kebanggaan Indonesiaku.

      Kita bangga jadi bagian bangsa yg besar ini

      Hapus
    6. Hakikat yg indon takleh terima ... :)

      Hapus
    7. Hakikat negara beruk malon dah di jual Najib Kat China kih kih kih

      Hapus
  7. Ini adalah tanda tanda penambahan jumlah pesawat tempur yang signifikan, mencetak dan melatih banyak pilot berarti penambahan skuadron pesawat tempur

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju bro.. di Net.tv sampai promosi tuh komadan Lanudnya.. mengajak pemuda2 indonesia untuk begabung menjadi penerbang2 TNI AU.. xixi.

      Hapus
    2. Jalur pilot aja sampe ada 2...dari sekbang dari lulusan AAU & PSDP.....karena ke depan banyak pesawat yg harus di awaki...indonesia punya sistem 1 pesawat harus di siapkan untuk Di tunggangi 3 pilot...sehingga punya stok pilot cukup

      Hapus
  8. semakin banyak pesawat latih = pertanda akan semakin banyak Pesawat Tempur. itu logika militer.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jelas... Kalau jadi 48 bijij viper saja sudah sngat signifikan tambahnya...tapi masih rencana...Tapi yg pasti 11 bijik Su 35 confirm....belum lagi pilot untuk 9 bijik NC 212 & 6 Bijik Heli EC 725....tambahan 1 CN 235 MPA & C295 Multimission system yg lagi dikerjain...Belum lagi nanti rencana tambah Herky seri J,pesawat tanker,pesawat radar,pesawat amphibi Be 200...waahh pokoknya banyak pilot yg harus di siapkan mulai dari sekarang...Bravo TNI AU...salam Swa Bhuana Paksa..!!!

      Hapus
  9. #Untung besar nih Rusia.. πŸ˜…πŸ˜…persis seperti drone bunshee yg ditemukan TNI AL diperairan Batam. xixi..

    https://lancerdefense.com/2018/04/23/suriah-menyerahkan-dua-rudal-jelajah-as-yang-tidak-meledak-ke-rusia/

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo gtu sama kaya uav sentinel as yg di bajak sama au iran. ahahaha

      Hapus
    2. abis ituw rusia kasi lagi ke rrc. tahun depan uda jadi ws 100 ntar haha!πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
  10. tni au, tni al, tni ad akan mencetak banyak sekali penerbang lewat pesawat latih ini.
    dan tni au adalah kastamer pertama pesawat latih grob dari jerman hore haha!🀣🀣🀣

    salam shopping soping 3 MATRA tempur se ASEAN: Vietnam, Myanmar, Singapur, Indonesia, Thailand dan Filipina, Xlalu shoping bersama okeh oceh πŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ

    BalasHapus
    Balasan
    1. jgn lufa masi ada pesanan 6 pesanan KT1 Woong Bee. yg akan menjadikan si merah putih total 20 bijik haha!😊😊😊

      dan ini blom termasuk aset pesawat latih milik tni al yg socata + Baron G-58 + g36 bonanza yang bertambah teruuussss. besok2 tni al mao beli pespur sendiri kayaknya haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      Hapus
    2. GARUDA : Skadron Pendidikan 101 Wingdik Terbang Lanud AdisutjiptoπŸ€—πŸ€—πŸ€—
      https://www.youtube.com/watch?v=kMt_ntczSEI

      mantap2 pengen jadi pilot dech haha! hidoop AIRMIN😊😊😊

      Hapus
    3. Blom lg penambahan jet latih lanjut KAI T-50I om

      Hapus
    4. tamba teruuss, tetangga kesayangan pst ketinggalan haha!πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹

      Hapus
  11. For Mr.Unknown..

    Regarding Apache Helis, witch youve said we only have four equipped with radars. Let me explain a little knowledge on web, well basically you can search and read by yourself, but its okay if you dont have time for dat or maybe you already know but you pretending to "doesnt want to know"

    Looking dis statement by Boeing :

    "The Boeing AH-64 Apache is an American four-blade, twin-turboshaft attack helicopter with a tailwheel-type landing gear arrangement and a tandem cockpit for a two-man crew. It features a nose-mounted sensor suite for target acquisition and night vision systems"

    Dat is beginning Apache AH-64A standard when she was launched in 1984, about 34 years ago.
    You see dat words "It features a nose-mounted sensor suite for target acquisition and night vision systems" means all of the Apaches has the radar for targeting system. If not.. then how bout other middle tech like Fennec, Agusta, MD, etc who doesnt have big bold plate shape on top of their blades ? Are they dont have any radars ?.. Why on earth all of our F16 or maybe your Su-30-MKM also dont have big plate shape on top of their body ? Dats simple... because they put Radar sensor on their nose just like Apaches.

    https://en.wikipedia.org/wiki/Target_Acquisition_and_Designation_Sights,_Pilot_Night_Vision_System

    In 2007 New Apache been leashed called AH-64D Longbow with better engine than AH-64A and ability to control by IHADDS Helmet.

    So what is Longbow ?

    https://science.howstuffworks.com/apache-helicopter4.htm

    Its radar is the most remarkable radar system with capabilities to share information with other helis during war.

    If you have time to watch on how US Army enganging war during mission, you will see dat every Apache Longbow always acccompanied by 3 more Apache non Longbow. Longbow has the reponsibility to share and war tactical tools during assaults. Just like AWACS ship. You must be curious why the biggest military spender like US only using comparation 1:3 (1 longbow, 3 non longbow) during their mission, is money the real problem for them ? Nope... its because 1 Longbow is enuff for using the war doctrines in every mission.

    So what is better now ?
    USA with composition 1:3
    or Indonesia with composition 1:1 since only 4 helis with Longbow

    Is Indonesia richer than USA because we managed to operating 1 by 1 rather than USA that only using 1 Longbow to served 3 non longbow ? You can figured out why then.

    And by the way is our Apache capable ?
    Again please do spare sum time to get the knowledge on the internet, its cheap and easy to get like i just from Manufacturing website below :

    "For Indonesian Army Attack Helicopters.
    The procurement would also include APG-78 Longbow Fire Control Radars and 140 AGM-114R3 Hellfire air-to-surface missiles (ASM)"

    Dats all

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuallah..Bung Super masih mau jelasin sama Unknown troller Melayu Bodo itu..he,he..

      Itu Troller sdh tahu Bung kalo paket Apache Indonesia pake longbow..kan foto Apache Indonesia yg lagi uji coba Longbow di fasilitas Boeing udah nyebar dari kapan kapan..

      Jadi percuma lah Bung kalo jelasin Troller Melayu itu..namanya aja Troller..

      Hapus
    2. semangat teruss om superstar, marikita sikattt pasukan kantung boncos ituw, pokonye mo gonta ganti akun sama aja sikkattt om tentera delay cs haha!🀣🀣🀣

      Hapus
    3. Sudah tak vopy paste bro d sebelah...πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
  12. Percuma mas broo...dijelasin k unkwnown...cos dia cuma reti enhlish beruk english songlap je...tak paham english britis.

    πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kesiannnnn.. indon sentap bila takde org layan.. dasar indon πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ΅πŸ˜†

      Hapus
    2. Ada seekor beruk malonsial datang datang kepanasaanπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
    3. kesiannnn indon dog sentap dahhhh :)

      Hapus
    4. Beruk malaydogsial ni memang sering kepanasan kih kih kih

      Hapus
  13. bedanya 6 grob ini dengan grob yg lebih dulu datang...ada pada dasfboardnya !!!

    Yg ini (6 biji) dashboardnya udah digital,buat beradaptasi dg teknologi FGC pesawat modern (siswa pilot yg udah mahir)...sementara para siswa pilot pemula harus puas dg dashboard bulet-bulet, model spedometer RX King

    BalasHapus
    Balasan
    1. macacihhh, bukannya ada juga yg uda gelas kopkit, om smili. ituw dipilemkuh ada liat kan menit 6:18

      jadi pnasaran ama yg baruw, uda mirip f35 haha!πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

      Hapus