14 Mei 2018

Austal will not Take Part in Australian OPV Construction

14 Mei 2018

Lurssen Offshore Patrol Vessel OPV 80 (image : Austal)

Australian shipbuilder Austal will not be taking part in the construction of 12 offshore patrol vessels for the Royal Australian Navy, according to a May 11 statement from Luerssen – the prime contractor on the project.

The announcement follows months of negotiations between the two sides.

In November 2017 the Australian government selected Luerssen as the prime contractor on the project and asked it to explore options “to leverage the wider shipbuilding experience base at Henderson in Western Australia”, potentially opening an option for Austal to participate in the Western Auastralia build program, subject to commercial negotiations.

On Friday, Luerssen announced negotiations between Austal, which have been underway since December 2017, have not been able to reach a viable commercial agreement.

Australian defense industry minister Christopher Pyne said Luerssen will build the OPVs in collaboration with ASC and Civmec’s Forgacs, the two companies it had originally partnered with.

“The Turnbull government’s commitment to construct 10 OPVs at Henderson, as part of the continuous shipbuilding program for minor war vessels in WA, remains unwavering,” said minister Pyne.

Civmec will soon list on the Australian stock market and will have a key role as a shipbuilder in WA. It’s estimated the project will directly employ up to 1000 Australian workers – 400 direct and a further 600 in the supply chain, minister Pyne further said in the statement.

The first two vessels will be built in South Australia at the Osborne Naval Shipyard starting this year and the other 10 will be constructed in Western Australia from 2020.

In addition to ASC and Civmec, Luerssen has entered into agreements with Saab and L3 for the delivery of situational awareness systems, an electro-optical fire control director, and integrated communications, bridge, navigation and platform management systems.

(Naval Today)

26 komentar:

  1. Australia beli OPV 80 meter PT Palindo aja,murah dan berkualitas internasional

    1. tentu ituw om pit, ato harga sama gpp dech, dikasi bonus lebih fanjang 10 meter boleh haha!πŸ€—πŸ€—πŸ€—
      aseli disain & buatan tanah air beta, hanya ada buat ekspor di SIPRI bukan SUPRI haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      ato kalo osi mao disain Lurssen, pt pal uda pengalaman tuch bikin fpb 57, keren struktur bersih cem la fayette jiaaah haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘
      14 bijik sahaje arsenal kita, paling muda 2004.

      fpb57 KRI ajak dilengkapi sonar & torpedo SUT asoy haha!🀘🀘🀘

      KRI Todak, dilengkapi rudal cing haha!🀘🀘🀘

      KRI pandrong

      fpb 57 KRI kakap dilengkapi helipad, klip keren haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    2. disain pt terafulk, OPV 80M Patrol Vessel milik Penjaga Pantai Indonesia (Bakamla) mantab djiwa yach om pit haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘


      mao liat hasil disain pt terafulk,

      BCM KRI TARAKAN mantap haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      kapal bea cukai 6001, powerrrr haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      kualitet internasional yihahahaa: liat2 yg lain ada disini:

    3. jgn salah walo yg disain terfulk kafal BCM KRI Tarakan produksi galangan PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari lho haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘
      BCM 2 pindah produksi ke pt. batamec

  2. OPV 80 meter dari Lurssen, saya senang lihat bentuknya yang bagus.

    Tapi sayang meriamnya hanya 57 mm.

    Mestinya 76 mm.

    1. @TN

      lha.. ini kn cuma OPV mas, mosok mo bw senjata berat, kn cuma bwt patroli dan penegakan hukum aj.

    2. Mas D'boys,

      Silakan buka webnya Lurssen.

      OPV Lurssen yg 80 meter pun juga bawa rudal exocet lho.

      Artinya mereka boleh bawa senjata berat.

      Sebenarnya OPV itu adalah korvet yang dikurangi senjatanya.

      Tetapi sayangnya senjata utama yg 80 meter ini hanya meriam 57 mm, walaupun konstruksinya bisa untuk meriam 76 mm.

      Kalau meriam 57 mm biarlah untuk kapal2 sekelas KCR 60 saja.

      Tetapi untuk OPV 80 meter sebaiknya pakai meriam 76 mm, sehingga jika sewaktu2 akan ditingkatkan menjadi korvet tidak perlu repot2 mengganti meriam dari 57 mm ke 76 mm.

    3. klo ga salah tu lurssen yg d pke AL Brunei mas, d posisikan sebagai corvet. dan memang layoutnya sama dgn yg ditawarkan sbg OPV. tapi klo tupoksinya OPV si harusnya ga smpe full armed sih. cuma balik lg k user sih, karena OPV kn yg make AL. bkn cost guard.

    4. Apa yg dibawa tergantung kebutuhan tiap negara laah..

      Buat resiko yg diatas OPV, ya dihandel kapal yg lebih berat.. :D

    5. Itulah gunanya mbah gugel...biar bisa bedaiin opv vs korvetπŸ€”

      Mosok, tiap2 saya harus kasi link😀

    6. Lagipula mana sih tulisan yg menyebut kanon 57 mmπŸ€”

      Itu gambarnya bukan opv buatan lurssen, tapi buatan fassmer dan kanonnya bae 40 mmm mk-4

    7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    8. Tulisannya di webnya Lurssen, untuk OPV 80 meter meriamnya 57 mm.

      Tetapi untuk OPV 85 dan 90 meter bisa 57 mm atau 76 mm.

    9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    10. Rilis dari susah dong mas...

    11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

  3. Bentuknya mirip KCR-60..dibawa ke mak erot bisa jadi OPV 80 tambah dek buat heli, gotongan RIB, rudal dan turpedo

    1. terapi ke situ seminggu 3 kali..

      dapet sebulan jadi kirov


    2. Wuahahaha...om tua bs aje...jng2 pengalaman pribadi ya om...hahahha

    3. Hwakakakak...
      Ganti semboyang doong : " jalas mak erot jayamahe"


    4. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
      pengalaman dulu waktu pinggang belum kena rematik

  4. Beli dng PT.PAL aja dijamin murah dng kualitas terbaik.

  5. Tapi Canon 57 mm ini "rate of fire" nya lebih tinggi daripada Canon 76 mm.

    Juga sudah "stealth design".