25 Mei 2018

KSAL Baru Berharap Kapal Selam Ketiga RI Rampung Tahun 2019

25 Mei 2018


Pembuatan kapal selam pesanan TNI AL di galangan kapal DSME (photo : IMF)

Jakarta, Gatra.com - Kepala Staf Angkatan Laut yang baru Laksamana Siwi Sukma Adji akan memperioritaskan penyelesaian pembuatan kapal selam ketiga. Menurut Siwi, seluruh proses pembuatan kapal, dilakukan PT PAL.

"Sekarang kan ada kapal selam yang dibangun di PT Pal itu diprioritaskan. Karena itu dibangun di Indonesia full. Itu yang ketiga. Untuk membangun kapal selam, manusia dan teknologinya itu kan harus disiapkan," katanya seusai dilantik oleh Presiden Jokowi, di komplek Istana Negara, Jakarta (23/5).

Siwi menjanjikan proses pembuatan kapal selam ketiga tersebut pada tahun 2019. Sehingga, sambungnya, dapat mendukung program penguatan alutista Indonesia. "Diharapkan secepatnya, tahun 2019 sudah selesai," katanya.

Menurut Siwi pengadaan kapal selam bertujuan untuk mengamankan laut dan mendukung poros maritim. "Mengamankan jalur distribusi poros maritim itu sendiri. Mengamankan kemananan, nyaman bagi pengguna laut. Situasi kemanan kita ciptakan bahwa semua kapal-kapal di laut, navigasi semua aman," katanya.

Sebelumnya TNI AL telah mendapatkan dua kapal selam baru yaitu KRI Ardadedali 404 pekan lalu dan KRI Nagapasa 403 bulan Agustus tahun lalu. Keduanya merupakan pesanan pemerintah Indonesia dari Korea Selatan (Korsel) yang diproduksi Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Korsel.

(Gatra)

19 komentar:

  1. Yang penting kematangan. Jangan mengejar target cepat rampung.

    BalasHapus
  2. Tahniah Laksamana...Syabas untuk KSAL yg baru

    BalasHapus
    Balasan
    1. slamat menjalankan tugas pak KSAL Laksamana Siwi Sukma Adji 👍👍👍

      Hapus
    2. Yoi ompal,jalesveva jayamahe

      Hapus
    3. destrooo..destroohh om pit haha!🤗🤗🤗

      Hapus
  3. Kilo jadi gak nih lanjutannya nanti ?
    Tapi kayaknya mendingan nextnya ambil tawaran prancis atau turki ya ? Pesimis kalau bikin kasel Rusia bakalan dapet TOT.

    Atau malah haqul yakin episode kasel berikutnya tetap dengan Korea dengan Kasel yg lebih dan teknologi lebih advance ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lanjut masss...

      Toh TOT nya kan baru sampai merakit kit yg berupa hull dan menginstal segala peralatan didalamnya.

      Sudah itu naek lagi ke TOT mengoverhaul kasel tiap 12 thn sekali (potong hull, ganti batre,merefit sewaconya, meremajakan perkabelan, membenahi sistim pembuangan panas dll)

      Udah itu, baru melakukan proses produksi dr awal: kit hullnya dibuat sendiri dr bahan mentahnya.

      Nah, yg advancenya adl memodifikasi kasel dr basis yg sudah ada spt dsme yg dr tipe 1200 ke 1400, atau spt sekarang dsme coba menyisipkan aip ke seri 1400...terakhirnya membuat sendiri rancangan kasel dr awal

      Hapus
    2. Masih ada lg kelanjutannya...secara bertahap mulai meningkatkan konten lokalnya, mulai dr bahan pembuat hull, sistim hvac, mesin pemroses air ballast, batre, sewaco dll

      Lha trus kilonya gimana dong...

      Lha wong rusia aja pengen ganti ke lada class tapi belum katam ilmu aip nya kok🤕

      Hapus
    3. Pernah baca infonya DSME yg dapet project overhaul KRI Cakra 401 ya mas?
      Senilai $ 40 Mil.

      Artinya Step kedua untuk overhaul kasel secara keseluruhan sudah mulai dijalani.

      Sesuai info sampiyan dalam progress Kasel ini :

      - Step 1 : Project belajar Merangkai
      - Step 2 : Project belajar Overhaul
      - Step 3 : Project belajar Membuat
      - Step 4 : Project pengembangan

      Step 1 dan Step 2 sudah dicover dgn TOT DSME Korea, artinya sebelum melangkah Step 3 kita sudah punya bekal Korean Knowledge di paket 1 dan 2, dan gak menutup kemungkinan Step 3 tetap dengan Korea hanya sizenya yg lebih besar dan advance. Yang namanya bikin sesuatu biasanya gak jauh2 dari ilmu yg didapat sebelumnya.
      Nah baru saat Step 4 boleh coba2 Kasel dengan teknologi pakem selain Korea. Jadi mungkin campur tangan teknologi Prancis, Turki atau bahkan Rusia baru hadir saat melangkap ke Step terakhir, Step 4.

      IMHO

      Hapus
  4. waahh uda nempel semua blok per blok, sepertinya gak lama lagi bakalan di tes nyemplung haha!😉😉😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas PG ga baca keterangan poto nih.. :D
      "..Pembuatan kapal selam pesanan TNI AL di galangan kapal DSME (photo : IMF).."

      Hapus
    2. itu yg di dsme mas bkn pt.pal. lg pula 405 yg dirakit disini kn lbh panjang harus ny dri yg 403,404 krn di tambah modul aip

      Hapus
    3. Yoi ompal,bentar lg 405 nyemplung sampe LCS om

      Hapus
    4. hihihi.. oom Palu sdh ga fokus..
      perlu diajak bukber nih..

      Hapus
    5. ohh mang sengaja kok om2 haha!😊😊😊
      rada sepi dari wisatawan aseng eh turis asing haha!🤣🤣🤣

      https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTxVOCV5RupbgEJvF8wBuyFof2PmR7GumLaXDZhitKn_QtSQwUC

      https://lancerdefense.files.wordpress.com/2018/05/kabaranahan-tinjau-progress-proyek-matra-laut.jpg?w=474

      https://scontent-lht6-1.cdninstagram.com/vp/47bacafa49a4e0aa8fc1612e2ec7b593/5BA51DAE/t51.2885-15/e35/31738624_220114781919765_1269367169037107200_n.jpg?se=7&ig_cache_key=MTc4MzE1MTg2NjU3MjIxMzk0Ng%3D%3D.2

      https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTxVOCV5RupbgEJvF8wBuyFof2PmR7GumLaXDZhitKn_QtSQwUC

      Hapus
    6. mao donk bukberr..kolak manaah kolaakk ess haha!🍌🍌🍌

      eniwei, gaes cekidot link poto pertama diatas dech^^^.
      itu modul prasaan cuman 1 bijik, sisanya, yg buat pt.pal ato bijimane yak, ada yg tauk? sungguh mr.ius haha!👻👻👻

      Hapus
    7. wkt awal taun, kan ada inponya ini kasel juli 2018 uda siyap luncur juli 2018, artinya bentar lagi tuch om pit yak. uji laut biasanya ckp lama, hampir setahun, tahun 2019 pertengahaan kyknya baru siyap ini lontong hore haha!👍👍👍

      Hapus
  5. Midget kan sdh bisa bikin tahun 2019 meluncur jalo ndak salah

    BalasHapus
  6. 2 scorpen vs 3 changbogo + 2 209 kira kira menang mana ya

    BalasHapus