05 Mei 2018

Avibras Ijinkan Pindad Merakit Roket Astros dan Kendaraan Peluncurnya

05 Mei 2018


Peluncur roket Astros TNI AD (all photos : Kostrad, TNI AD)

Pindad Dipercaya Brasil buat Rakit Roket

Liputan6.com, Jakarta - PT Pindad (Persero) mendapat kepercayaan dari perusahaan asal Brasil, yaitu Avibras Company untuk merakit roket. Senjata tersebut telah digunakan oleh banyak negara salah satunya Indonesia melalui TNI.

Kepercayaan ini didapatkan usai kunjungan Direktur Utama Pindad Abraham Mose bersama dengan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono ke Brasil pada pekan lalu.

Dalam kunjungan tersebut dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara tiga pihak, yaitu Pindad, TNI dengan Avibras Brasil.



Abraham menjelaskan, adanya kepercayaan alih teknologi ini menjadikan kekuatan baru bagi Pindad dalam menjadi industri pendukung kemandirian pertahanan Indonesia.

"Karena kebutuhan TNI banyak sekali, apalagi amunisi latihan, arahan Kasad adalah Pindad yang harus mampu buat itu. Jadi longsongnya dari sana, kita isi, kita rakit di Turen (Malang), dipakai TNI," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (4/5/2018).

Perlu diketahui, roket adalah salah satu senjata pertahanan jarak menengah. Roket ini bisa menembak sasaran dengan jarak kuramg lebih 85 kilometer (km) dengan kecepatan kendaraan 90 km/jam. Dengan kaliber 80 mm, daya ledak roket ini bisa mencapai 52 hektar (ha).



Kendaraan peluncur roket

Untuk membawa dan meluncurkan roket ini, dibutuhkan kendaraan khusus (transporter) yang selama ini juga diproduksi Avibras. Ke depan, Pindad juga berencana memproduksi kendaraan peluncur roket tersebut.

Setiap tahunnya, TNI membutuhkan setidaknya 3.000 roket baik untuk latihan atau untuk pertahanan. Banyaknya kebutuhan inilah yang menjadi alasan Pindad mencoba untuk alih teknologi dengan Brasil.

"Jadi mulai akhir tahun kita akan asembling roket ini di Turen. Dan kalau ini sudah jalan, kita juga coba masuk untuk buat sendiri transporternya," kata Abraham. 

(Liputan6)

41 komentar:

  1. Sebelah punya juga kan jangan lupa beli roketnya di kami ya... Ga usah malu2... Mahal harganya kalo gengsian

    BalasHapus
    Balasan
    1. gaes, guwe cek dari atas ampe bawah, jam segini tumben pasukan bodrek gak masuk sini, kira2 lg ngapaen yach haha!😂😂😂

      Hapus
    2. tentulah dikasi, tni kan gak sekedar pesan astros, tapi ada satu lagi yg bisa terbang2 iya super tucano, nama lokalnya si tukino haha!👍👍👍

      Hapus
  2. asik tambah ilmu bikin roket dulu rudal kemudian ... Jgn ky sebelah ga ad prototipe langsung ptm gen 6 lagi wuiiih ... Gen 1-5 aja ga tahu wujudnya...halimun dah

    BalasHapus
  3. Woooooooooooooooooooooooooooowww makin jos INDONESIA.... Setidaknya dibutuhkan 3000 roket pertahun cek cek cek banyak amirrrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kl 3000 bj meluncur ke ttk yg sama efeknya besaran mana sama tomi 100 bj disuriah?

      Hapus
    2. Bung jack@ mungkin tergantung roketnya x ya,, kalo saya taunyamah tu roket bisa meluncur dan mbeledos pada sasaran yang di tuju gitu aja, kalo soal besaran mana saya tunggu aja komenan dari para ahli ahli saja hohohoho

      Hapus
  4. Klo pindad bisa rakit roket
    Klo askar malingsial bisa bongkar suar
    Kah kah kah...

    BalasHapus
  5. kepercayaan brazil terhadap Indonesia untuk merakit Astros menunjukkan d mana Level kita di antara pengguna astros. ini bukan cuma bicara uang, tetapi kemampuan SDM, dan infrastruktur indonesia yg d nilai oleh Brazil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Brazil percaya sangat kpd indonesia yg gak pernah claim hasil karya negara lain wkwkwk

      Hapus
  6. Catet sekali lagi sudah di TTD kedua belah pihak , jadi bukan AKAN .......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk...om paul pun jd termenung di bilik

      Hapus
  7. Sorry om, beneran nanya ni. Diatas ditulis jarak jangkauan bisa 85 KM, Kecepatan Roket 95Km/jam. Jadi dari mulai diluncurkan sampai sasaran butuh waktu hampir 1 jam? Apa nggak kelamaan om?

    BalasHapus
    Balasan
    1. "...kecepatan 90 Km/jam.."
      Masih kencang bebek ane dung...:p

      Qiqiqiqiqi....

      Nolnya kurang 1 itu... :p

      Hapus
    2. mungkin yg dimaksud kecepatan 95km/jam itu truk pengangkutnya. Wartawannya aja yg bodrex..

      Hapus
    3. kecepatan platform truk nya hhh
      jarak jangkau bervariasi kan bisa di ganti ukuran diameter roket.

      bagus lagi kalau roket buatan tempatan bisa di pakai ke platform ini.

      kan bisa dipakai alat uji coba pula.

      diameter peluncur di gedein dikit ke mak erot bisa test roket rhan 750mm.

      apalagi kalau boleh pakai tank medium pindad untuk platform angkut nya. hhhh tos1A super jumbo hehehe

      Hapus
  8. Wiiihh keren klo gtu bisa di konfigurasi pake roket r han ny pt.di sama rx 550 ny lapan dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Roket kaliber 122 mm pihak lapan buat 2 jenis , 122 B untuk marinir , 122 A untuk TNI AD, sepertinya sekarang lagi uji tabel , yang RHAN 450 mm khusus untuk amunisi mlrs astros jarak 100 - 150 km

      Hapus
  9. Kalo bisa peluncur roket y pindad merujuk design himars , kalo peluncur roket dari avibras peluncur y sudah jadul

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pinjem Himars Sing, trus dicontek..blue printnya search di google..

      hwihihi.. :D

      Dah ada plan bikin MLRS sendiri, proto-nya jg ada beberapa bikinan swasta, tinggal diseriusin..

      Eeh, jangan-jangan mau mixing desain Vampir+Astros niih.. :)

      Hapus
    2. Bagus itu perpaduan peluncur astros - vampire boleh di coba untuk di padukan ,hehehe

      Hapus
  10. Ini roketku mana roketmu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Roketku ngejoss roketmu letoy. .
      kehkehkeh..

      Jom songlap.

      Hapus
    2. Hidup najib...hidup rasuah...hidup gst...hidup 1mbd...hidup dirogol china...hidup malingsial jaya merana

      Hapus
    3. Terbaik najib n rosmah wkwkwk

      Hapus
  11. Terima kasih brazil atas kepercayaannya semoga berlanjut sampai ke pespur gripen ng ... Dan tetangga pun makin panas..panas...sesak napas...sakit jantung by...by...

    BalasHapus
  12. Kebutuhan TNI 3000 rocket / tahun
    1 tahun = 12 bulan
    3000÷12 = 250 roket/bulan

    Lumayan banyak...
    Alhamdulillahnya PT.PINDAD sudah bisa memproduksi roket sendiri, salah satu contoh roket RHAN berbagai kaliber




    BalasHapus
    Balasan
    1. 250 biji/bln...ya banyak dong bro wong dipakai untuk latihan bkn cem sebelah Astrosnya bengap di gudang terus wkwkwk

      Hapus
    2. Astros sebelah karatam dan korosif karena hanya untuk parade xi xi xi

      Hapus
    3. Konon katanya roket sebelah sering dipake rosmah

      Hapus
  13. Wahhh.. asyikkkkk.. nanti forummer indon akan kata roket ni buatan asli dari indon dan akan claim di unesco...habis la brazil.lepas ni... 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halah yg penting kami sudah bisa buat roket sendiri. Sblum brazil mmpercayakan kami, kita sudah bisa mproduksi roket sendiri macam r-han 122 utk kebutuhan TNI.Blum lgi macam r-han 450, rx-550, rx-750 yg saat ini masih dlm tahap experiment & mudah2an uji sertifikasi segera didapat agar roket2 berbagai varian siap d produksi.

      TAHNIAH Industri militer Indonesia...Syabasss..

      Hapus
    2. nah ini dia, akhirnya muncul satu pasukan bodrek haha!😆😆😆

      kasi pisank yuuuk
      🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌

      Hapus