26 Maret 2018

Indonesia Harus Percepat Industri Pertahanan

26 Maret 2018


Tujuh program prioritas industri pertahanan nasional yaitu : Propelan, Roket, Rudal, Medium Tank, Radar, Kapal Selam dan Pesawat Tempur. (photo : saididu)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menaikkan tarif impor barang-barang dari China sebesar 60 miliar dollar AS harus diwaspadai oleh Indonesia. Dampak kebijakan tersebut berpotensi meluas jika Indonesia tidak segera mempercepat industri di sektor pertahanan.

"Pertarungan ini hanya satu step sebelum perang betulan. Artinya segeralah indonesia mempersiapkan diri, bukan terlibat di situ, tapi bagaimana menghalau agar tidak terjadi dekat kita," kata Pengamat Pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (24/3).


Pesawat tempur KF-X/IF-X (photo : Air Recognition)

Ia menilai ada persepsi yang salah antara masyarakat dan pemerintah dalam menyikapi ancaman perang. Seolah-olah senjata dan perlengkapan perang bisa dibeli di supermarket. Padahal menurutnya persiapan tersebut perlu dibangun.

"Hal ini menurut saya yang tidak bisa ditunda, bagaimana segera membuat program jangka panjang program industri kita, khususnya di industri pertahanan," jelasnya.


Tank medium Pindad (photo : takvim)

Saat ini menurut Connie ada tujuh prioritas yang sudah ditetapkan oleh Kementrian Pertahanan, seperti misalnya penguasaan kepada pembuatan kapal selam, radar, rudal. Namun menurutnya perlu ditambah satu prioritas yang perlu didorong, yaitu nuklir.

"Kalau itu sudah jelas road map-nya, jelas juga angkatan laut kita di mana angkatan udara kita di deployed (dikerahkan) di mana, demand-nya (permintaan) sudah ada. Seperti China kan bangun industri pertahanan buat siapa sih kan nggak dijual tadinya. Buat people liberation army saja gitu. Sama kita juga seperti itu," ungkapnya.

(Republika)

68 komentar:

  1. itu kapal selam di pt pal..,penampakan sekarang sudah utuh tersambung sempurna.,..bukan kayak foto itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg beredar itu bukan gambar resmi yg dirilis PT.PAL.
      Beredar tanpa ijin, padahal dah ada larangan...

      Tapi..ya sudahlah, ape mau dikate.

      Hwihihi.. :)

      Hapus
    2. Kalo kilang boustad ada foto sedang bangun kapal perang kah? Jangan2 pekerja malon di kilang boustad tidur-tiduran aja sambil nunggu kapal dihantar via DHL kah kah kah

      Hapus
    3. Jangan bohong kami itu kapal selam dari rusia bukan di indonesia, cukup itu media indonesia berbohong pada rakyat mereka itu ok

      Hapus
    4. @mahaTAI korang tak percaye? Sila datang ke PT PAL, tapi sekarang dah tersambung kahkahkah
      Korang liat tuh yg di foto itu org indonesia apa orang russia?? Sila pake kacamata kahkahkah
      Iri sahaje korang ni,, kahkahkah
      Iri tanda tak mampu kahkahkah

      Media yg tukang tipu/bohong tuh media korang lah,, PARS BINAAN TURKI PON KORANG CLAIM BINAAN TEMPATAN KAHKAHKAHKAH

      Hapus
    5. Malon streees๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†.. wkwkwkwkwk

      Hapus
  2. Wah kalo nuklir nanti dulu deh, 'disiplin' kita masih kurang. Banyak tangan kreatif, SOP masih dijadiin gambaran, bukan bahan acuan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bersembada tehnologi nukler energi terbarukan kenapa ?? ...Sudah jellas triak 2 pancasila luar saja dalamnya anda tahu sendiri buruk tidak semua nya buruk . yaitu jangan berharap ama rezim gagal ...bisa nya memeras rakyat .

      Hapus
    2. Laah, saya ngomong disiplin kerja, kenapa jadi nyambungin ke politik?? No comment bro klo politik.

      Hapus
    3. Ken arok 4 tahun sakit hati jagonya kalah pilpress hahaha... kasihan deh kamu rok

      Hapus
  3. Lah kenapa ada photo pembangunan Kasel di PT.PAL ? Harusnya confidential itu bro, di dalem pabriknya gak boleh difoto..
    Apalagi ini proyek strategis pertama RI.

    BTW, pathsnya rencana Indonesia untuk mandiri dalam pembuatan alutsista udah bener sih..

    Darat :
    - Anoa 6x6 (done)
    - Komodo (done)
    - Badak 6x6 (done)
    - Sanca (done)
    - Rocket (masih dikembangkan)
    - Senjata (done)
    - Bom dan amunisi (done)
    - RPG (masih dikembangkan)
    - UCAA (masih dikembangkan)
    - IFV 8x8 (masih dikembangkan)
    - Track Wheeled Harimau (masih dikembangkan)

    Laut :
    - MRSS (done)
    - KCR (done)
    - PKR (done)
    - Kasel (masih dikembangkan)
    - LHD, LPD (done)
    - Boat (done)
    - Tank Amphibi Track Wheeled (msh diuji)

    Udara :
    - Heli (done)
    - Pesawat komersil (done)
    - Pesawat tempur (masih dikembangkan)
    - Heli serang (belum sampai kesitu)

    Dengan adanya kemungkinan Trump yang bisa jadi (kadang mengambil kebijakan nyeleneh) saat suatu saat US konfrontasi dengan China bisa jadi akan keluar statement seperti Mr.Bush dulu "With Us or Againts Us...!", bisa jadi suatu saat nanti yg boleh beli senjata US hanya yg pro US.. yang boleh beli senjata China hanya yg pro China (coba lihat gerakan2 US yg mulai ngancam2 Turki saat mau beli S400).

    Indonesia karena gak pro mana mana bakalan kerepotan bila harus memilih karena dianggap memblock ke suatu kubu, jadi benar kemandirian is a MUST..!! Kita berpacu dengan waktu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. UCAA apaan mas?
      Ane baru baca nih..hihi.. :)

      Hapus
    2. UCAV mas salah tulis..

      Huruf V terakhir artinya bisa Viper bisa Via Vallen...hahahahaha

      Hapus
    3. Oooh...
      Kalo duo "V" sampeyan itu ane paham mas..

      Hwekekekek..

      Hapus
    4. Lagi seneng saya mas.. soale kata mas Woo Woo akhir tahun ini atau pertengahan tahun depan udah tinggal signed pengadaan Viper Block 72 sebanyak 3 squadron.. semua nya gress

      Cihuyyy... pesawat paling botol pulpen tuh... meski punya israel maren ketembak jatuh juga sih hihihi

      Hapus
    5. Kalo benar deal => 33+48= populasi Falcon terbanyak se kawasan.. :)

      Jadul pernah ada forumer yg ngramal gitu, ane ketawain, padahal doi senior.. :)

      Sekarang ane ketawa lagi dah...

      Hwekekekek

      Hapus
    6. Track wheeled amphibi yang mana om? Yang btr made in dewek ?

      Hapus
    7. Heli serang bukan sudah ada program yg namanya gandiwa mas? Btw..yg dikatakan industri propelan itu maksudnya apa?kiranya alutsistanya/end productnya nnt apa?

      Hapus
    8. Mas Super,

      Hanya pengumuman pemenang tender saja kok. Sign-nya nanti 2020-2021.

      Tapi 2024 harus sudah datang semua.

      Hapus
    9. Gandiwa itu propose design dari PT DI aja.
      Ane belum pernah dengar ada keseriusan suport dari user.

      Sama halnya dengan propose LHD PT PAL, masih sebatas penawaran desain saja.

      Contoh barang proyek yg diseriusi user ya med tank itu.

      Hapus
    10. TK@... Propelan itu bahan bakar roket/rudal.

      Hapus
    11. Ditunggu pengumumannya mas @ Woof2 hehehehehe

      Mas @PS.. kudu optimis mas..
      inget kan sinetron pengadaan SU35 yg sampe 2 tahunan ? Bisa jadi realiti kan akhirnya..hihihi (gimana forumer China yaa yg ampe 5 thn disuguhi sinetron pengadaan SU35 dulu) waakakakaka

      Mas @Aqua betul mas... lihat diyutup masih ditest terus tuh.. sampai mirip gabungan LVTP dan BT3F skrg bentuknya hahahaha

      Mas @Tentara Gandiwa belum jelas mas.. kayaknya gak feasible kalau tujuan utamanya balik modal cepat.. heli serang artinya dedicated banget dan biayanya lumayan mahal. Saat ini bila Indonesia mau tetap membuat akan susah dipasarkan karena sudah lumayan jenuh pasarnya semenjak datangnya Z9 Z10 China dan Ataka. Jadi kayaknya agak berat bila mau dilaksanakan kecuali ditawari license China atau Turkey.

      Untuk industri propelan untuk bahan pendorong rocket.. sepertinya Indonesia sudah buat pabriknya dan peruntukannya..

      Nanti temen2 saya yg lebih ngerti yang bisa kasih penjelasan apa itu propelan.. kebetulan saya kurang mengerti mas...

      Hapus
    12. Ane optimis mas, pas ane ketawain itu jaman masih ababil.. :D

      Ketawa ane yg sekarang beda, tema ketawanya Viper sama kayak ketawa ente..

      Hwihihi..

      Hapus
    13. Darat :
      - Anoa 6x6 (engine belum done)
      - Komodo (engine dan v-hull shape belum done)
      - Badak 6x6 (belum done masih diseimbangkan agar bisa ngebut, engine dan amap-b dan amap-ied belum done)
      - Sanca (engine belum done)
      - Senjata (small arms done, electric gun belum done)
      - Bom dan amunisi (fuze belum done, electronic, guide parts belum done)


      Laut :
      - PKR (datalink belum done)

      Udara :
      - Heli (belum done)
      - Pesawat komersil (masih)
      - Pesawat mpa (masih dikembangkan)

      Hapus
    14. Waduh bantingannya sadis kang lela..

      Tapi btw emang kita ada program mesin nasional? Bisa kita bongkar celah sama 4 raksasa jepang? TNI/Polri aja adem kayanya tuh ama kendaraan operasionalnya... Hehehe

      Hapus
    15. Korsel saja untuk T-50 series termasuk FA-50, engine belum done.

      Begitu juga dengan KT-1B engine belum done.

      CN235 kita engine juga belum done.

      Untuk helikopter sebenarnya PTDI sudah bisa bikin tetapi lisensi, contohnya Bell 412 series, BO-105 series (disini jadi NBO-105).

      untuk mesin masih butuh waktu yang lama.

      Hapus
    16. Kalau mau engine Done mungkin thn 2050 nanti bung... tuh China yg super kaya aja kesulitan bikin engine ampe sekarang hehehehehehe

      Selamanya bakalan undone artinya kalau mesin masuk item listnya

      Hapus
    17. Hahahaha iya bung @Woof Woof..

      Kalau gitu Grippen juga belum Done karena sebagian partsnya buatan US, begitu pula alutsista buatan negara lainnya (FNSS, Otokar dll)...hihihihi

      Hapus
  4. Tahniah indonesia....syabas...indonesia boleh,tak mesti tunggu masa 20 thn lg untuk develope military industry

    BalasHapus
    Balasan
    1. sayang tidak ada jet pejuang generasi ke 6 macam jiran punya tuh kehkehkeh

      Hapus
  5. Nuklir...???? Bu Connie.. kan Indonesia sudah mampu membuat radio isotop untuk tujuan medis, bahkan kita sudah ekspor ke Amerika, Asia, Eropa. Itu tidak sembarang negara mampu buat lho bu.. Kalau yg bu Connie maksud nuklir untuk tujuan militer atau membuat bom nuklir..beri waktu 1-2 tahun saya yakin ilmuan2 kita pasti mampu membuat apalagi tambang uranium banyak ditemukan di Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin PLTN, klo senjata kan ada perjanjian kawasan bebas nuklir se asia tenggara.

      Hapus
    2. Kalau PLTN mending jngan ya.. hehe.. cukuplah chernobyl dan Fukushima yg menjadi contoh kongkrit bencana nuklir. Mending cari energi terbarukan.. seperti panas bumi, Angin, Matahari karena potensi kita sangat besar.

      Hapus
    3. Gw pernah ngobrol2 lama sama orang Jepang... gw sempet singgung2 mengenai Fukushima.. saran dia kalau bisa memutar waktu kembali mendingan gak punya energi nuklir, karena Jepang dan Indonesia punya persamaan, yaitu masuk daerah rawan gempa yg resikonya sangat tinggi.

      Bayangkan Jepang yg disiplin tinggi dan pengawasan ketat tetap saja gak bisa melawan "alam". Mereka memang bisa memaintain pabrik nuklirnya dengan baik dan sesuai SOP, tapi begitu disuguhi gempa langsung buyar semua sistem proteksi terbaiknya.

      Hapus
    4. Laa iyaa bung... saya juga mikirnya gitu. orang jepang yg terkenal disiplin kerjanya saja masih keteteran gitu apalagi Indonesia. Kalau saya mending panas bumi bung, karena potensi kita sangat besar walaupun tekhnologinya masih mahal.

      Hapus
    5. Even di Jepang sana ada usulan PM sebelumnya untuk phase out all Nucklear Power Plant in 2040 yg ditolak oleh PM yg baru.

      Yang jadi bahan pertimbangan adalah rakyat Jepang sendiri saat ini sebagian besar sudah mistrust kepada pemerintahnya terkait case Fukushima dulu.

      https://theconversation.com/six-years-after-fukushima-much-of-japan-has-lost-faith-in-nuclear-power-73042

      Bila pemerintah RI tetap mau jalanin program Nuklir tetapi demo dari rakyatnya gak berhenti2 kayaknya gak bakalan bisa smooth juga bro realisasinya

      Hapus
    6. Kita masih dalam tahap belajar dan ekperimen bro, kalo ga salah yang di serpong kan bikin tuh PLTN mini dengan daya 10 megawatt.

      Kalo konsep nuklir, kayanya kita udah punya deh semenjak masih belajar ama soviet dulu, yang jadi masalah dan perrimbangan kan emang disiplin kerja kita yang masih kurang, kalo kita mau kan udah banyak tuh yang mau investasi PLTN. Jadi ga ada masalah deh ttg persaingan batu bara (imo)

      Hapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Kalau nuklir janganlah, kenapa? Karena itu senjata pemusnah massal, padahal uud mengharuskan perdamaian dunia, lebih baik tambahin kapal selam destroyer tank dan ptm gen 6 saja, nuklir itu buat PLTN

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya bu coni bukan senjata nuk mas. Tapi k arah listrik...kos minyak dan batu bara kan akan habis. Untuk energi terbarukan jg tdk bs menghasilkan dya yg super besar macam nuk.

      Hapus
  8. he he....percaya atau tidak?nuklir untuk militer itu lebih mudah daripada nuklir untuk listrik,atau laboratorium penelitian isotop....nuklir untuk listrik dll itu lebih rumit...karena ada pengendalian tenaga...kontrol sensor energi fusi dan fusi...,,kalau rudal atau bom nuklir sih lebih simple...dipicu untuk melepaskan energi nuklir secara bebas...lebih sulit kontrol energi listrik nuklir

    BalasHapus
  9. PLTN itu diributin ancaman radiasi..lah batu bara itu jauh lebih parah untuk lingkungan dari Nuklir. Jangan dibilang radiasi itu hanya dari Nuklir. Di alam ini sdh ada radiasi. Semua yg polutan itu ngeluarkan efek yg dikatagorikan radiasi.

    Masalah gempa ? Fukushima itu dari reaktor desain 70'an yg ada salah design dari system pendinginnya. Ketika fempa, saluran system pendinginnya yg masalah, reaktornya sendiri ngk ada masalah.

    Terus ada kesalahan prosedur yg seharusnya ketika gempa, reaktor seharusnya di 'shut down'..tapi ngk dilakukan. Baru setela h tahu ada masalah dg system pendingin, buru2 mau shut down..tapi udah telat karena shut down reaktor nuklir butuh waktu harian.

    Intinya tehnologi reaktor PLTN jauh lebih bersih dari batu bara...disini aja ada yg jelek2in Nuklir..krn banyak kepentingan mau majukan batu bara..

    BalasHapus
    Balasan
    1. brooo... nanti kalau PLTN jadi dibangun di Indonesia.. limbahnya ditimbun dibawah rumahmu ya..??? gimana deal..??? kan katamu tekhnologinya aman...

      Noohh lihat Jerman dan Prancis saja bingung mau buang limbah nuklir dimna..!!

      Hapus
    2. Ada alternatif lain selain nuklir, yaitu :

      Potensi panas bumi di Indonesia sangat besar, manfaatkanlah itu sebesar-besarnya.

      Potensi tenaga angin di Indonesia sangat besar, manfaatkanlah sebesar-besarnya.

      Potensi tenaga arus laut di Indonesia sangat besar, manfaatkanlah sebesar-besarnya.

      Potensi cahaya matahari di Indonesia sangat besar, manfaatkan itu sebesar-besarnya.

      Potensi tenaga listrik dari halilintar di Indonesia sangat besar, manfaatkan itu sebesar-besarnya (kalau berani).

      Potensi energi dari hasil pembuangan sisa pencernaan dari perut seluruh rakyat Indonesia sangat besar, manfaatkan sebesar-besarnya (kalau tahan baunya dan tidak jijik).

      Hapus
    3. Hoi Bagaz..pulo segini banyak..banyak pula yg penghuni..cari tempat ngubur limbah banyak alternatifnya..

      Kata siapa perancis dan jerman bingung..lah PLTN'nya terus nambah..apalagi persncis..ente Kebanyakan kemakan propaganda NGO lingkungan yah macam green peace..wk,wk,wk..

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    5. Ups maksudnya banyak pulo yg tidak berpenghuni..nanti disangka pulo gebang lagi..he,he..

      Hapus
    6. Buset mas @Woof Woof haghaghag

      Nanti ada pula PLTD mas.. Pembangkit Listrik Tenaga Dalam.. wkwkwkwk

      Hapus
    7. @antek barat Jangan salah bos. Jerman paling anti tenaga nuklir se Eropa. Semua PLTN mereka lagi mau diphase out. 2022 udah ga ada PLTN lagi mereka. Mereka sekarang lagi heboh panas bumi, angin, dan sinar matahari. Mayoritas atap rumah di sini dipasangin solar panel. Hampir semua desa punya lapangan PLTS atau PLTA, atau Panas Bumi. Saking banyaknya PLTA mereka kalau anginnya lagi kuat mereka surplus listrik! Sampe2 konsumennya dapet negative cost/diskon/dibayar buat pake listrik! Mobil listrik mulai populer, recycling, sampah disortir, dll. Orang Jerman itu super sadar lingkungan sekarang.

      Indonesia harusnya ngikutin contoh mereka. Apalagi Indonesia punya lebih banyak potensi tenaga listrik ramah lingkungan dibanding mereka. Bukannya nekat bikin PLTN padahal rawan gempa. Itu namanya minta Fukushima episode 2 di Indonesia.

      Hapus
    8. He,he..gini deh..ane ngk tahu dari mana berita yg bilang mereka mau phase out PLTN..kenyataan yg ane dpt dari Industry Nuklirnya..justru mereka mau nambah..gini aja..kita lihat di 2020..ada PLTN baru atau PLTN yg ada mau ditutup..

      Yg jelas PLTN dari design 1970'an emang mau ditutup krn sdh 40 thn'an..tapi yg bilang habis itu tdk ada PLTN baru..he,he saham Siemens justru lagi naik krn mereka mau bikin PLTN baru..

      PLTN bakalan ada dimana mana...negeri ini yg akan makin kepuruk sama abu Batu bara..lah China akan nutupin batu baranya dan pengantinya salah satunya adalah PLTN yg makin nambah..

      Takut radiasi..tapi abu batu bara dipelihara..he,he..

      Hapus
    9. https://m.siemens.com/en/press/pressreleases/pressrelease.php?detail=https://www.siemens.com/press/en/pressrelease/2017/powergenerationservices/pr2017030221psen.htm

      Tuh..Siemens masih terus investasi di Nuclear..Jerman emang mau bilang phase out di 2011..tapi belakangan yg di phase out ternyata PLTN yg lama..yg baru?..he,he..lihat aja kelanjutannya..daripade ane nanti dibilangin cuma debat kusir..

      Yg jelas Siemens ngk akan terus unvestasi di techlogy nyclear power plant..kalo Jerman akan mundur total dari PLTN..

      Hapus
    10. @antek barat Anda tinggal di Jerman? Saya tinggal di Jerman. Ga ada rencana PLTN baru di sini, jangan asal ngomong. Tahun 2011, 8 dari 17 PLTN udah diphase out. 2015 1 PLTN di Bavaria udah diphaseout. Tahun 2022 semua harus diphase out. Mayoritas PLTN di sini lagi dibongkar dan ga ada rencana bangun baru.

      Berita dari Siemens yang anda kutip? Itu buat PLTN di PLTN di Krลกko, Slovenia, bukan di Jerman. Siemens investasi walaupun Jerman mundur total dari PLTN karena di negara lain masih ada PLTN. Jangan cuma karena Siemens perusahaan Jerman langsung klaim Jerman ga phase out PLTN. Itu namanya fake news.

      https://en.wikipedia.org/wiki/Nuclear_power_phase-out#Germany
      https://en.wikipedia.org/wiki/Nuclear_power_in_Germany#Closures_and_phase-out
      https://de.wikipedia.org/wiki/Liste_der_Kernreaktoren_in_Deutschland
      http://www.dw.com/en/germanys-nuclear-phase-out-explained/a-39171204
      http://www.dw.com/en/how-far-along-is-germanys-nuclear-phase-out/a-18547065

      China? Setelah Fukushima program PLTN mereka melambat dan ga ada approval untuk PLTN baru. PLTN cuma 2% dari produksi listrik mereka. 26,3% listrik mereka dari renewable energy dan mereka negara yang investasi di renewable energy terbesar di dunia. Sektor renewable mereka tumbuh jauh lebih pesat dari PLTN mereka. Dapet info dari mana klaim-klaim anda? Jangan puntir data buat "membenarkan" teori sendiri dong. Ga jujur itu namanya.

      https://en.wikipedia.org/wiki/Nuclear_power_in_China
      https://en.wikipedia.org/wiki/Renewable_energy_in_China
      https://en.wikipedia.org/wiki/Electricity_sector_in_China

      Hapus
    11. PLTN China melambat ? Lihat aja nanti kenyataan..Ane tdk tinggal di jerman..tapi ane ngelihat data industry..

      Makane ane bilang..lihat aja nanti habis 2020..biar pembenci PLTN kaya ente lihat kenyataan PLTN majin menjamur didunia ini..he,he..

      Hapus
    12. https://www.iaea.org/newscenter/news/how-china-has-become-the-worlds-fastest-expanding-nuclear-power-producer

      Heh..ente Gerhard..nuduh ane yg muter baliksn data..justru midel kaya ente yg nutupin kenyataan PLTN merupakan power generating source terbesar..

      China mundur dari PLTN..he,he..sekarang sdh punya 38 Giga Watt dari PLTN..plus 21 GW yg lagi dibangun..ente tahu loh kalo renewable energy kaya' solar..wind..itu China bangun untuk supplement aja dari main power'nya in future..yaitu PLTN..krn simple fact kalau generating power dari Wind, Solar..dan all so called enviroment source itu blm bisa ganti kemampuan fosil fuel (BBM dan Batu bara)..hanya PLTN yg sanggup..pilihannya skrg cuma fosil fuel atau nuclear..yg lain blm sanggup nandingi generating power capacity..secara tehnology maipun economics..

      Malaysia, Vietnam..udah pada mau bikin PLTN..sementara negeri ini msin abu batubbara aja..

      Hapus
    13. antek barat Gini ya, karena lu bikin gua gondok via kesok tauan lu, gua jelasin dimana logika lu itu bodoh banget.

      Lu liat data industri MANA? Data tahun BERAPA? Data dari industri JERMAN atau BUKAN? Jangan asal jeplak. Semua trend politik dan industri di Jerman itu mengarah ke pro renewable energy dan ANTI nuclear energy. Tanpa dukungan politik, ga BAKAL ada PLTN baru di Jerman. Terutama setelah Fukushima bikin percepatan program phasing out PLTN di Jerman dan blocking pembangunan PLTN baru. Siemens mungkin berinvestasi di divisi teknologi PLTN mereka, tapi itu karena di NEGARA-NEGARA LAIN masih BANYAK PLTN yang perlu produk itu, walaupun di JERMAN PLTN bakal punah di 2020an.

      Lu bilang renewable ga bisa gantiin batu bara dan gas? Lah JERMAN? Mereka mau bikin sumber listrik mereka 60% dari renewable di tahun 2050, konsumsi listrik 80% dari renewable di 2050, emisi CO2 turun sampai 80% dari tahun 1990 di 2050, mengurangi konsumsi listrik via efisiensi 50% di 2050. Itu negara mataharinya ga sebanyak Indonesia karena musim dingin, panas bumi ga sebanyak Indonesia karena mereka ga punya gunung berapi/aktivitas vulkanik, angin ga sebanyak Indonesia, garis pantai ga sebanyak Indonesia, sungai/danau ga sebanyak Indonesia. KALAU MEREKA BISA, APA ALASAN KITA GA BISA? UANG? PLTN ITU LEBIH MAHAL DARI RENEWABLE MACAM ANGIN, SURYA, PANAS BUMI, DAN BIOMASS. Cost PLTN itu relatif konstan sedangkan cost renewable itu terus turun karena makin banyak negara yang mau pakai. Supply and Demand.

      Nih FAKTANYA:

      Wikipedia:
      https://en.wikipedia.org/wiki/Cost_of_electricity_by_source

      US Energy Information Administration:
      https://www.eia.gov/outlooks/aeo/pdf/electricity_generation.pdf

      Fraunhofer Institute Germany:
      https://www.ise.fraunhofer.de/content/dam/ise/en/documents/publications/studies/Fraunhofer-ISE_LCOE_Renewable_Energy_technologies.pdf

      Lazard:
      https://www.lazard.com/perspective/levelized-cost-of-energy-2017/

      Urusan China. Itu cuma penjelasan berita lama OK? China emang masih bangun PLTN baru tapi sejak 2016-2017 mereka ga APPROVE bangun PLTN baru. Sampai 2020 memang bakal ada PLTN baru selesai dibangun. Lu kira PLTN itu diapprove terus langsung dibangun, langsung selesai gitu? Lu kira LEGO? PLTN yang lagi dibangun itu udah diapprove sebelum 2016-2017, tapi selesainya 2020an. PAHAM?

      China emang punya target di 2020 88 PLTN dan 120 GW listrik mereka dari PLTN. Itu udah TURUN dari target awal 150 GW karena sejak 2016-2017 mereka ga APPROVE PLTN baru. 120 GW ITU DI TAHUN 2030. Mau tahu kenapa logika lu konyol? 120 GW itu cuma sebesar sektor PLTB (angin) mereka SEKARANG dan mereka belum mulai bangun PLTB selama PLTN. Belum lagi sektor renewable mereka yang lain. Investasi mereka di sektor renewable energy itu FAKTANYA TERBESAR DI SELURUH DUNIA dan sektor renewable mereka tumbuh JAUH LEBIH PESAT dari sektor nuklir.

      Jadi plis ga usah berusaha mutar balikin fakta dengan berita kuno OK?

      Urusan Malaysia, Vietnam, dll. Mereka mau bangun PLTN? Silahkan! Kita harus reduce batu bara? Setuju! Tapi buat apa kita bangun PLTN kalau kita rawan gempa? Jepang aja yang teknologi dan disiplin perawatannya lebih bagus dari kita ga mampu lawan gempa. Kenapa kita harus ambil resiko bikin Fukushima v2 di Indonesia? Kenapa kita harus rusak pulau kita (walaupun ga berpenghuni seperti logika lu di comment chain di atas) buat menampung limbah nuklir demi PLTN lu tercinta? Logika lu itu goblok karena lu ga belajar dari sejarah. Orang yang ga belajar dari sejarah itu terkutuk untuk mengulang kesalahan pendahulunya.

      Terus gimana reduce batu bara kalau ga lewat PLTN? Lu lupa Indonesia negara kepulauan, banyak sungai, danau, sinar matahari, aktivitas vulkanik yang berarti panas bumi? Pakai itu semua! Bangun PLTS atau PLTB di desa, rumah di kota kalau punya uang berlebih pasang solar cell, minimal bisa ngurangin biaya listrik in the long run, bendung sungai/danau buat PLTA, bangun Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut di pantai kita yang beribu kilometer panjangnya, bangun PLTPB yang banyak, selesai itu perkara, wong lebih murah dari PLTN kok! Paham?

      Hapus
    14. Waduh.... Pake urat nih jawabnya, heheehe sabar mas...

      Program jokowi yang 35 ribu MW emang konsen ke renewable koq, mulai dari bikin waduk, pltu, ampe geothermal terbesar didunia dibikin mas ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜

      https://amp.katadata.co.id/berita/2017/03/29/pembangkit-panas-bumi-terbesar-di-dunia-mulai-beroperasi-di-tapanuli

      Hapus
  10. #copypaste

    https://www.kompasiana.com/penduduk/evaluasi-operasi-pembebasan-sinar-kudus-aib-komando-tni_54f3d73b7455137f2b6c817b

    BalasHapus
    Balasan
    1. Angkatan laut Malon tak berani keluar ketika kapal China hanya 80km dari Serawak wkwkwkwk
      http://www.freemalaysiatoday.com/category/nation/2014/02/03/malaysian-navy-caught-napping/

      Hapus
    2. Kerana iri jadi nge troll!!
      Hahahaha
      Kami pun tak iri meski malon dah bina jet pejuang PTM gen 6 sedangkan Indonesia cuma bina IFX sebagai jet pejuang gen 4.5 sahaje !!
      kahkahkahkah

      Hapus
    3. Malon sukanya berita BASI.
      malon ooh malon. Cari berita yg update dong lon..

      Hapus