16 Maret 2018

HMAS Brisbane will be Delivered in Mid 2018

16 Maret 2018


HMAS Brisbane (41) Air Warfare Destroyer (photo : Aus AWD)

Air Warfare Destroyer: Project Update Quarter One, 2018

This year follows on from a busy 2017, with a number of significant program milestones achieved, including the delivery of the first air warfare destroyer HMAS Hobart to the Commonwealth in June and the Royal Australian Navy's commissioning event in September.  A number of other project milestones for the second destroyer Brisbane and third destroyer to be named Sydney were also achieved as the Alliance continues to implement lessons learned from ship to ship.

HMAS Hobart

Following the delivery of the first air warfare destroyer HMAS Hobart to the Commonwealth in June 2017, the Royal Australian Navy hosted a commissioning event at Garden Island, Sydney in September.

In November 2017, after a week at sea testing their skills and experience, the ship’s company of HMAS Hobart successfully passed their mariner skills evaluation.

In 2018, HMAS Hobart will prepare for US Navy Combat System Sea Certification (CSSC) trials. Successful conclusion of these trials, which include live firings off the coast of San Diego in the United States, will enable the Chief of Navy to declare HMAS Hobart as operationally ready by the end of 2018.

Already this year, the Royal Australian Navy successfully completed the first Replenishment At Sea (RAS) and assessed the ship’s Close-In Weapon System (CIWS) – testing the 20mm CIWS against an inflatable surface target which marked the first time an Australian warship has fired a CIWS capable of striking air and surface targets. The five-inch main gun was tested against a towed target from varying distances and directions, and two practice delivery torpedoes were fired from the port and starboard tubes, with both torpedoes recovered for analysis by the Navy’s Surface Forces branch. The Surface Forces branch will prepare a trial report of observations and recommendations, including changes to procedure or potential physical changes to the ship itself.

HMAS Hobart also completed a number of other evolutions, including officer-of-the-watch manoeuvres. HMAS Hobart’s crew not only successfully connected lines between both ships, but also transferred a test weight to ensure that it could transfer items with other ships in the future.


Brisbane

The second air warfare destroyer, Brisbane, successfully completed the first phase of builder’s sea trials in November last year, which included testing the ship’s propulsion, manoeuvring, control and navigation systems.

Brisbane’s compartment tradework is now complete and final painting is nearing completion. The ship’s compartment certification acceptance activities are now well underway.

Brisbane will enter sea acceptance trials in March, which will involve 30 platform tests and 38 combat system tests, with more than 120 test activities being conducted over a number of weeks.
  
Brisbane will be delivered to the Commonwealth in the middle of this year, with commissioning by the Royal Australian Navy scheduled for later this year.

Ship 03 (to be named Sydney)

Ship 03 will be launched in May at more than 75 per cent complete, marking the productivity improvements and lessons learned that have been transferred from ship to ship throughout the AWD program.

The four SPY-1D(V) Phased Array Radars have been successfully loaded out.  SPY-1D(V) is easily identifiable by the four octagonal shaped array faces above the bridge. This multi-function, three dimensional passive phased array radar system performs simultaneous search, detection and track of over 100 targets at more than 100 nautical miles, as well as missile guidance functions.

Significant progress has been made in the lead up to Ship 03’s transition into the water, including a number of key installations such as the port and starboard shaft lines.

Combat System

The loadout of Ship 03’s Combat System Equipment Room N2 and C2 Network Room has been successfully completed.

The installation of the Mk 45 Gun mount on Ship 03 has been successfully completed. 
With effective collaboration across the Alliance, Ship 03’s compartment loadouts have been successfully completed.

The installation of sonar equipment, including the sonar dome, is now complete.

General News

On 1 February 2018, Minister for Defence Industry, The Hon Christopher Pyne MP and Minister for Defence, Senator The Hon Marise Payne announced that the Air Warfare Destroyer program had been removed from the Projects of Concern list. This reflects the successful turn-around of the AWD program following the implementation of the Government’s reform program, which has resulted in the Alliance meeting all milestone targets on time and to budget.

To celebrate the 5,000 people and millions of hours worked on the AWD program over the past 10 years, the AWD Alliance’s ‘A Decade of Australian Shipbuilding & Integration’ campaign was launched in November comprising a series of video vignettes and stories showcasing the workforce behind the defence force.

65 komentar:

  1. Postingan ga laku dikomen ini min.
    Gap nya kejauhan dari duo serumpun kawasan.

    Hwekekekek..

    BalasHapus
  2. australia ini seharusnya tahan-tahan sikit belanja lah. kasihan sesama commonwealth lain yg punya bujet kecik dibagi lima takde keupayaan belanja tuh kah kah kah

    BalasHapus
  3. Hahahahaha Adminnya bingung bro @PS

    Mau mecah konsentrasi massa tapi kayane massa tidak bergeming dari thread satunya..hahaha

    BalasHapus
  4. Di kita sudah ada anggarannya.. tpi masih bingung untuk memilih. Antara Iver dan De Zeven. Di selatan sudah ada Hobart class di utara ada Destroyer Type 52C. Ayo pak Menhan menunggu apa lagi.?? Sorry gowind tak masuk hitungan.. !! 😅😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Destroyer dari rusia mudah mudahan masuk pilihan juga....destro nya rusia sangar sangar yg bikin destro australi bisa ciut nyalinya hehe

      Hapus
    2. Kalau dari bentuk saya suka Iver broh

      Dari sisi price (mungkin harga standar kosongan) :

      - Iver $ 332 Mil
      - De zeven $ 532 Mil
      - PKR Sigma $ 222 Mil

      Untuk perbandingan harga SSV Tarlac kurleb $ 45 Mil

      https://newwars.wordpress.com/warship-costs/

      Beli 1 De zeven kira2 dapat 1.6 Iver
      Beli 1 De zeven kira2 dapat 2.5 Sigma

      Bila beli De zeven ada kans Leopard 2A6 bisa dijadikan paket tambahan pembelian.

      Semua tergantung negoisasi, tetapi melihat kedekatan Indonesia dan Belanda dan sudah ada pengalaman TOT saat pembuatan PKR Sigma (2 modul di belanda dan 4 modul di Indonesia yang disatukan di PT.PAL) rasanya De Zeven yang masih ada kans juaranya.

      Hapus
    3. Ngapain gak masuk sekali fremm bro?bg sy frigate itu pun ok.bentuknya pun lebih menawan :D..
      Pertanyaan sy jika indonesia memilih iver atau dzp adakah rudal stantard missile 2 (sm2) juga menjadi pilihan?bimbang amerika berat utk menjualnya.

      Dan jika fremm dipilih kombo rudal aster 15 dan 30 bisa dipilih dan sudah tentu eropah tidak akan berat utk menjual rudal aster tersebut

      Hapus
    4. Biasanya, kebiasaan dimari nih mas : harga adalah segalanya.

      Hwihihi.. :p

      Hapus
    5. Fremm masuk nawari kok, barangnya aja dah 2x mampir kemari, wong India aja nawarin kok.

      Sales DZP & Iver yg kuat, makanya sering diomongin, jadi familiar..

      Hwehehehe..

      Hapus
    6. Balik lagi ke budget broh

      Indonesia pasti memikirkan jumlah uang yang banyak untuk membeli sekelas Fremm Italy

      Harga Fremm Class $ 745 Mil (gak tau standar kosongan atau sudah isian full)

      1 Fremm dapat 2.2 Iver
      1 Fremm dapat 1.4 De zeven
      1 Fremm dapat 3.3 PKR Sigma

      Rasanya melihat data diatas dan terbatasnya Budget kewangan Indonesia saya pikir kansnya seputar Iver dan De Zeven bila memang AKAN ada pembelian Destroyer yang masih jadi rencana ini.

      Hapus
    7. Jika fremm kemahalan mending ambil dzp..indo sudah familiar dgn kapal perang belanda..pasti tot nya juga mudah

      Hapus
    8. idola saya juga iver bung . 😅😅. Selain bisa memuat rudal lebih banyak juga bisa dibuat di Indonesia, dan tentunya sesuai dngan anggaran kita. Namun apakah AS mengijinkan kita membeli rudal SM-2 Blok 2.?? mengingat tetangga selatan kita adalah sekutunya. Kalau memakai peluncur VLS Aster-30 katanya biayanya lebih mahal ketimbang VLS MK buatan Raytheon. Makanya sampai sekarang kemenhan masih menimbang2 ya..?? kan ngk lucu kapal sudah jadi tpi senjata dilarang. haha..

      Hapus
    9. Tpi katanya AL kita mengidolakan duet ESSM dan SM2-blok3.haha.. tpi ntahlah.. pusing pala berbie..!!😅😅

      Hapus
    10. Sekedar tambahan saat parlemen Belanda menolak pembelian Tank Leopard 2A6 dan akhirnya menjatuhkan pilihan ke produsennya langsung German, Damen sebagai mitra PT.PAL langsung merespon dengan menyurati menteri dan DPRnya dan mengkhawatirkan kelanjutan project Sigma nya karena khawatir effect lanjutannya dari Indonesia.

      Hapus
    11. Entah lah, ane juga ga punya bayangan siapa yg menang.

      ITS-TNI AL aja juga lagi kerjain desainnya kok, kabarnya kerja sama juga ama..*****..

      Bingung deh..hihihi.. :D

      Hapus
    12. Pedang setan@ tidak hanya India saja bro yg menawari.. masih ada Korsel yg menyodorkan Destroyer KDX-III/II, China menawarkan destroyer Luyang class.

      Hapus
    13. BA,
      Anda betul.
      Dengan China ane baru tahu, trims.

      Hapus
    14. Pening ngk tuh menhan kita ditawari barang2 yahud..??haha.. Iver Huitfeldt, FREMM, DZP, KDXII/III, Talwar class, Luyang class.

      Hapus
    15. Karena ga punya bayangan sapa yg bakal menang, ane jagoin KDX aaah....

      Banyak alasannya kenapa jagoin itu..

      Hihihi..

      Hapus
    16. Karena namanya mirip KFX kah bro PS ?
      Hahahahaha

      Gak lah... kalau China yang nawarin malah potensi China yg menang..
      Bunga kecil dan pinjaman sampai 50 thn bakalan susah ditolak.

      Tahun ini malah kans pengadaan rudal HQ9 dan Tank Amphibi China bisa jadi realiti broh..

      Hapus
    17. KDX muahaaall broo.. mungkin nanti jika Anggaran kita 2% dari GDP barang seperti itu dilirik. Untuk sekarang yg paling realistis ya itu.. Iver atau DZP..

      Hapus
    18. Oke mas super, sedikit ya :

      Siapa yg dah kasih bantuan ke PT Pal?
      Siapa yg udah kerjasama bahan ama PT Pal?

      Itu nyata, kongkrit, yang lainnya sampai mana nih?

      Hihihi...

      Hapus
    19. Bung Super@ Kalau dari China AL kita ngk mau.. Kan maunya mereka ngelus-ngelus ESSM dan SM-2. hahaa..

      Hapus
    20. Mas BA,
      Muaahal itu kan versi ori, emang ga bisa bikin versi mutanan lagi...?

      Hwihihi..

      Hapus
    21. Mas BA,
      Tuh fregat Thai barang china pake Harpoon dll...

      Hihihi

      Hapus
    22. Nah... Bisa jadi bisa jadi

      Korsel emang udah baik banget mau ngajak bikin bareng Pespur dan Kasel.

      Rasanya make sense bro PS kalau nanti Korsel yang dipilih, cuma ya itu muahaall broh... hihihi

      Makanya gw masih yakin seputar Iver (due to murah) dan De Zeven (due to kelanjutan sigma dan leopard 2A6).

      Hapus
    23. melihat anggaran yg ada kalau dari korsel dapat sebiji doang, itupun sudah ada radarnya rudalnya yg ngk ada. xixi.. Kan kita butuhnya minimal 2 biji full combat untuk cover utara dan selatan.

      Hapus
    24. Saya cenderung iver sebab radar sama dengan DZP tapi harganya iver lebih murah.

      Lebih cenderung Iver sebab pakai sistem plug and play yang bisa diterapkan di semua kapal kita.

      Sistem plug and play juga bisa untuk senjata dari mana saja.

      Jadi misal kita tak boleh beli VLS mk41 kita bisa pasang VLS sylver. Tak boleh sm2 dan essm maka kita bisa pakai Aster 15 dan Aster 30 atau Barak 8, David Sling (tentu dengan mampir dulu ke Filipin).

      Tetapi mengingat prospek pembelian yang besar di masa yang akan datang maka kecil kemungkinan Amrik melarang kita untuk membeli mk41,sm2 dan essm.

      Kalau mereka nggak mau jual ke kita maka mereka bakal gigit jari.

      Hapus
    25. Pak Kasal kan bilangnya "..kita maunya kapal yang gede, 150meter, sekelas destroyer, biar gagah.."

      Hull 150 meter, pasang radar, Super Rapid Gun = gagah diparadein.. daleman pasang sambil jalan laah..

      Hihihi..(kesimpulan katrok ane ini)

      :)

      Hapus
    26. @woof-woof

      Teorinya sih bisa saja begitu tapi sistim AAW APAR defaultnya masih terbatas pada ESSM/ESSM blok 2, SM-2 dan segera SM-3...!!!

      Untuk dipasangkan dengan rudal yg lain, konsumen harus merogoh kocek lagi untuk mengintegrasikannya

      Hapus
    27. Mas WW,

      "..Lebih cenderung Iver sebab pakai sistem plug and play yang bisa diterapkan di semua kapal kita.."

      Maap, emang KRI lain bisa StanFlex juga?
      Kalo yg StanFlex cuma duo Iver yg kita order, ya cuman di duo itu doang kan yg bisa StanFlex'an..? :)

      Kalau arahnya buat bisa dimodularin ama macam-macam VLS => itu oke.

      :)

      Hapus
    28. Kira kira destroyer rusia apa ya yg murah....dapet tot...imbal dagang lagi

      Hapus
    29. jalak..@ bukan menghina bro.. tpi kapal Rusia asepnya terlalu ngebul. haha.. bahkan bisa dilihat satelit.. 😆😆✌✌

      Hapus
    30. Mas PS,

      Sistem standflex itu bisa dipasang di KRI ASAL ada colokan power dan colokan data.

      Kalau misal di dek LPD kita ada colokan power dan colokan data, maka bisa dipasang tuh standlexnya di dek helikopter.

      Tinggal mau diisi apa standflexnya, apa meriam atau ciws atau torpedo tube atau crane atau crane berikut VDS sonar atau VLS dll., ASAL ukurannya cocok (soalnya ukuran modul standflex juga macem2).

      Hapus
    31. Weeh...
      Strong juga yaak mas, LPD dipasangin begituan.

      Oke thnxs, tak baca-baca Stanflex dulu aah..

      :)

      Hapus
    32. Mas PS,

      Berikut ini contoh standflex bisa diisi macem2 senjata.

      https://commons.m.wikimedia.org/wiki/File:Dk-fac-sf300-flyvefisken.gif

      Jadi standflex itu adalah tempat senjata yang nongol di atas dek.

      Misal mau dipasang di haluan opv 110 meter punya kita, trus diinstal standflex berisi meriam 76 mm juga bisa.

      Hapus
    33. Kalau dari segi harga Iver lebih sedikit ramah dikantong. Hanya saja kalau dilihat User lebih friendly dengan buatan Belanda. Walau lebih mahal bisa jadi DZP yang masuk inventory. Ditambah lagi kita masih punya project bersama damen untuk PKR.

      Hapus
    34. Setuju mas..

      Kans DZP 51 % berbanding Iver 49 %

      Harga DZP pasti ada discount bila nak ambil seri ini mengingat kita dah terlanjur dekat dengan perush Belanda. 😊

      Hapus
    35. iver kliatan murah kerna yg dihitung cuman hullnya aja & mesin 4x diesel.
      dibanding pesaingnya, rata2 kombo gas turbin biar lbh responsif tarikannya cink haha!😊😊😊

      utk senjata mrk dpt lungsuran dr kapal seblomnya. tp tetep lebih murah buat denmark secara keseluruhan. lihat aja di yutub, pas presentasi kumendannya.

      kalo iver dibuat gress full baru smua angka akhirnya takkan sama. beti lah ama dzp/fremm/sachsen.
      dan jgn lufa, hrg iver ituw thn brp punyak, SSV kita aja dari 90/2 tahun lalu uda naik 60% haha!🤑🤑🤑

      sigma kita, kliatan murah kerna hull doank. klo full paket, bisa lbh wah dibanding sebelah2 haha!😇😇😇

      cekidot aja harga kri rem pas di cilegon hut tni kmren guwe liat angkanya lebih besar dari yg tercantum di web itu. mungkin kerna uda pake otmel + decoy pluncur therma, kalo gak salah itu setelah dirupiahin eh di dolarin jd $264jt.

      sebagai perbandingan maroko aja beli 3 sigma lengkap senjata $1,2 B utk 3 kapal, masing 2 9813 & 1 10513, kalo dipukul rata $400jt/sigma, mnurut catatan guwe haha!😄😄😄

      artinya pkr, bisa lbh mehong donk secara tot + pake "CIWS" haha!👍👍👍

      kalo guwe sich pengennya banyakin PKR dolo. lisensi kita smpe 24 bijik. baru ngerjaiin pr 2 bijik haha!😎😎😎

      PKR uda bagus, tinggal modif dikit, senjatanya banyakin yg trutama rudal tambah scalp donk haha!😝😝😝

      Hapus
    36. kan lebih serem punya 24 PKR drpd punya 2 semi destro campur 6 pkr. tentu PKRnya dibuat macem2, ada yg sepesialis pemburu kapal selem & aaw haha!😉😉😉

      bayangken sekali parade 24 bijik, begh..dulu di dermaga ujung aje air laut naik ke tepian tsunami mini haha!🤗🤗🤗

      Hapus
    37. Om bagas kan projek kapal admiral terbaru pake mesin baru om ....

      Hapus
    38. Biar sistem pemeliharaannya sama lebih bagus DZP biar sejalan dengan PKR..tapi kalau mau sesuatu yg baru Iver pun patut di coba..mengingat kapal ini lebih multifungsi tidak sekedar full combat saja.

      Hapus
  5. sebenarnya ini secara rahasia punyer malaysia..,cuma titip letak kat australia

    BalasHapus
  6. itu AN/SPY-1 bikin ngiler euyyy...eh ada versi rrcnya khan?😙😙😙
    coba dolo di KCR bisa gak? haha!😜😜😜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngk muat paaakk.. bisa jomplang tuh kapal.. xixi..

      Hapus
    2. dibuat mini om bagaz, sepesial order haha!👻👻👻

      Hapus
  7. @pedang setan

    Rasanya fremm menawarkan FTI aka Belharra bro...yg sekelas dg Damen M-Class repalcement

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo Belharra / M Class kan 4000an ton / 120an meter mas, ga masuk di maunya AL yang 150 meter.

      Iver masih cingcay lah deketin 140 meter.

      Kalo KDX....hihihi meter.. :D

      Maap ya, maklum fans K Pop...

      :D

      Hapus
    2. Kayane dimarih yg fans Via Vallen cuma saya sama bro Gempur doang mas 😅😅😅😅

      Hapus
    3. KDXII Kroya juga boleh tuh. Di forum sebelah masih banyak yang jagoin.

      Hapus
  8. target kapal selam dari 12...dikurangi jadi 8....jadi budget untuk 2 destroyer itu sama dengan 4 kapal selam.....kurang lebih anggaran cuma 1,5 milyar untuk 2 destroyer

    BalasHapus
  9. meracik design destroyer yg baik itu mirip dengan main bola...pertahanan harus super kuat....apa itu???ciws....harusnya ada 3 titik ciws...sekelas kahstan atau palash....terus aster sam atau nasam...ashm agak kurang gak apa2....kapal rusia itu jelek designnya....tapi soal memberi senjata....kayak preman lautan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada masukan kapal apa dari rusia yg bisa masuk pilihan bro agung....suka dgn cita rasa senjata kapal perangnya rusia...top abis

      Hapus
    2. Klo dri rusia kemungkinan admiral gorskov class reall fregate class berat ala rusia atau destoyer class ringan sperti iver.. Soal nya klo destoyer rusia yng lain k bnyakan peninggalan soviet dlu

      Hapus
    3. Betul om arif admiral gorskof petempur kelas berat dgn tentengan senjata yg bikin musuh keringat dingin mikir hehe

      Hapus
  10. Jadi ingat dulu di warung sebelah jagoin admiral gorskov hasil poling terbanyak ...

    BalasHapus
  11. Yak sudah ada yg mencuri start 😀

    https://lancercell.com/2018/03/16/duta-besar-kerajaan-denmark-meninjau-pt-pal/

    Sehari sebelumnya duta besar Inggris yg ketemu panglima... kira2 Denmark dan Inggris mau nawarin apa yaa ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bung super tanda2 Iver mau dibungkus.. 😄😄

      Hapus
  12. Kira-kira 2 tahun lalu seorang pangeran dari Denmark meninjau PT PAL dan memeriksa kekuatan kapal buatan PAL, saat itu yang dilihat adalah Sigma pertama yang dibuat pt pal.

    Kelihatannya :

    Denmark - Iver
    Inggris - OPV

    BalasHapus
    Balasan
    1. OPV dari Inggris dibeli utuh atau dibuat di PT PAL bung.?? Kalau beli utuh mending jngan.. karena galangan kita banyak yg sudah mampu membuat kapal seperti itu. Kalau inggris menawarkan sensor dan persenjataannya ok baru kita terima.

      Hapus
    2. Betul bung b.a klo untuk opv yng nota ben nya hnya butuh snjata terbatas kya nya ga perlu impor lgi dlem negeri ajh udh bsa contoh nya mlik basarnas kita..

      Hapus
    3. Gak ada kans buat Type 45 kek Royal Navy msk list?

      Hapus
  13. sebenarnya kalau mau cerdik..,sekarang itu eropa militerynya sedang hancur,karena pemotongan budget military..,jerman dan inggris banyak alutsista canggih sedang mangkrak karena tak ada biaya operasional.,ini bisa dimanfaatkan..,borong aja barang inggris dan jerman yg saat ini sedangterpuruk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inggris..herky seri J nganggur lumayan jg tuh..typhoon syg mw d scrap.......jerman stock leo & marder nganggur msh banyak...malah marderny waiting list di scrap

      Hapus