20 Maret 2018

SIPRI : Ekspor dan Transfer Alutsista Australia 2011-2017

20 Maret 2018


(SIPRI)

10 komentar:

  1. Balasan
    1. Kami, disini mencoba datang dan menawarkan sedikit bantuan kecil kepada anda sekalian, kami tidak pernah menyarankan anda untuk berhutang atau berbisnis pada makhluk gaib, semua adalah terserah anda dan keputusan ada di tangan anda, manis-pahitnya hidup adalah cerita dunia yang bersifat temporer, namun adakalanya anda dalam situasi yang sangat terdesak sehingga membuat anda menjadi gelap mata untuk kesana-kemari mencari pinjaman dana demi melunasi hutang anda atau hal lain. Sekali lagi, dalam hal ini, kami hanya menawarkan sebuah solusi, tidak memaksa, mengajak ataupun menyuruh anda. karena kami sangat terimakasih kepada AKI SOLEH yang telah menolong saya dalam kesulitan,ini tidak pernah terfikirkan dari benak saya karna AKI SOLEH membantu saya melalui uang gaib bagi anda yang ingin di bantu hubungi AKI SOLEH DI (_0823_1333_6747_) ingat kesempat tidak akan datang untuk yang kedua kalinya untuk lebih jelasnya buka saja blog AKI "B U T U H U A N G G A I B"

      Atau Chat/Tlpn di WhatsApp (WA) 
      No WA Aki : 082313336747




      Hapus
  2. Eksport australia ke australia lebih banyak APC Bushmaster,light aircraft dan patrol boat...Eksport indonesia lebih banyak medium aircraft,light aircraft,rifle,RHIB,Amunition,uniform askar dan SSV

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya eksport australia ke luar negeri

      Hapus
    2. australia Mainkan indonesia Banyak isu pun masih cinta banggat sama australia sanggup beli senjata mereka tak faham saya pada indonesia ini Malah senjata bekas pun di export ke indonesia ix ix ix

      Hapus
    3. Eleh,cakap banyak ko...bila indonesia putuskan hubungan diplomatic maka australia makin bengap,sapi australia dan produk pertanian akan bangkrup,bila aircraft atau kapal australia nak ke benua asia maka australia tak boleh lewati wilayah indonesia,sehingga waktu isu kemarin australia rayu indonesia supaya tak putuskan hubungan diplomatic...pasal C130 tuh dibeli zaman SBY,kl di zaman jokowi tak boleh beli senjata second lg,bila nak beli mesti baru semua

      Hapus
    4. Indonesia beli barang bekas sudah biasa broh.. maklum waktu itu kita memang teruk dananya..

      Tapi mudah2an tahun2 mendatang bisa beli yang baru2.. malah kalau perlu gak usah import senjata, bikin sendiri saja.. hehehehe

      Indonesia dan Malaysia sama2 budget tight bro @Maha.. tak perlulah sombong kita beli barang bekas..

      Lha ini di Malaysiandefence juga sama casenya kan ?

      "Zulkiple said although the SPH would be transferred to Malaysia for free, the cost of transporting and upgrading the vehicles were still beyond the current budget. The decision to defer the M109s was the same as the cancelled Brunei Blackhawk deal"

      Sama2 penggemar barang bekas kita broh hehehehehe

      Hapus
    5. Malon pun beli CN 235 second hand dari indonesia wakikikikik

      Hapus
  3. https://www.google.com/amp/m.merdeka.com/amp/uang/malaysia-berencana-bangun-terowongan-bawah-laut-rp-273-t-tembus-ke-sumatera.html?espv=1

    Zahid hamidi mimpinya ketinggian..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sinkron lah sama project ptm gen 6.. hahha

      Hapus