02 Mei 2018

Vietnam Considers the Purchase of Pantsir Short Range Air Defence

02 Mei 2018


Pantsir SM short range air defence (all photos : Soha)

The Pantsir anti-aircraft missile system is considered as the brightest candidate for the short range air protection network in Vietnam.


At present, the squadrons of the Vietnam People's Air Defense Forces are equipped with the Strela 10 (G-13 Gopher) and self-propelled anti-aircraft guns ZSU-23-4. High mobility, very good at the time of birth, but so far they have been outdated, difficult to meet the requirements of modern warfare.

In the development trend, the purchase of next-generation low-altitude air-to-air missiles to give it the role of "guerrilla" combat alongside the S-300PMU-1 as Russia is deploying in Syria, or the ability to "head cover" for motorized infantry is an urgent need.

At the time four to five years ago, there was widespread perception that Vietnam might soon be ready to purchase Russian-made Pantsir- S anti-aircraft missile systems.

However, for some reason that has not happened yet.


But now that more conditions have matured, especially when this weapon proved a great tactical skill after the war in Syria, it is probably time for Vietnam to return to the plan order.

If you still believe in Pantsir, Vietnam will "accidentally" get a big advantage thanks to the delay.

With a direct-to-modern orientation, we can skip Pantsir-S1 to go straight to Pantsir-S2, or even the newest generation Pantsir-SM, when they pass the house tests. Russia, which was not completed a few years ago.

According to information from the manufacturer, the Pantsir-SM anti-aircraft artillery unit will use the next-generation 8x8 truck chassis developed by the Kamaz Group.

Pantsir-SM's combat performance is estimated to be 1.5-2 times higher than the Pantsir-S1 standard. This is due to the state-of-the-art Active Phase A (AESA) radar equipment built by the SKB Design Team.


The new radar helped Pantsir-SM's surveillance range increase to 70 km (40 km away), with a target range of up to 40 km (while the previous version was only 20 km).

In addition, the AESA radar has increased the number of surveillance targets at once and the ability to detect low-radar reflective objects such as cruise missiles and flying targets equipped with stealth technology.

The Pantsir-SM developers are also targeting the possibility of destroying long-range artillery shells driven, rocket-launched by ground-based vehicles, and surface water with ultrasonic speed.

Hopefully, in the near future, this state-of-the-art weapon system will be on service in the Vietnamese People's Army to better protect the sky.

(Soha)

34 komentar:

  1. Canggih dan mantap vietnam πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bikin ngiri negara 1 ini...g mikirin keseimbangan kawasan kayk d suatu negara πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
    2. :D

      Kalo ane maah bersyukur & berharap mereka shoping terus mas..

      Benteng terdepan memang harus kokoh... :D

      Up

      Up

      Up

      #banyakin belanjaa yaak :D

      Hapus
    3. haha... bisa aja om pedang.. mungkin Australia berpikiran sama dengan sampeyan. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.. menjadikan indonesia sebagai bampernya..

      Belajar saat PD ke-2..setelah ASEAN jatuh ke tangan jepang target selanjutnya adalah benua paling selatan.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  2. Good Job Vietnam...
    Tapi baru AKAN nih belum firmed contract.

    Kita doakan mudah2an jadi reality.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga jadi buat ngadepin china sblm masuk wilayah asean. Malon kayak banci soalnya ngadepin cina. Askar beruk lawan nelayan cina aja udah terkencing2 ngompol di celana. Asu tenan og

      Hapus
  3. Salam shopping 3 matra indonesia,vietnam,philippines,myanmar,thailand dan singapore...setakat ini hanya 3 negara ASEAN yg guna SAM Medium yaitu singapore dgn Aster,indonesia dgn NASSAM,vietnam dgn Pantsyir...salam budget kecil di bagi 5

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam dari tim elit shoping soping 3 matra om pit haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      vietnam masi ada spyder om pit, apalagi yg S ituw begh cadas euy haha!🀘🀘🀘

      tnang, felan2 kita nyusul, dikit aja gpp yg fenting funyak haha!πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›

      Hapus
    2. Mat sabu kok kerajaam monyetmu gak pernah belanja? Kere hore ya sekarang ?????

      Hapus
  4. Keren ya...gagah.
    Lebih keren pas berubah jadi robot tuh...xixixi.

    #asli keren kalo ikut parade, iring-iringan ama ASTROS,VAMPIR,Skyshield & NASAMS

    Hweihihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas PS,

      Pantsir tidak dilirik baik oleh AU, AD maupun AL kita.

      AU : NASAMS.
      AD : tarik menarik antara Iron Dome dan BAMSE.
      AL : lirik RIM 116 KW bikinan China (HQ-10 atau disebut juga FL3000N) buat ditaruh di LPD dan KCR 60.

      Hapus
    2. Emang mas... yg ngelirik kan ane..

      hwehehe.. :)

      Hapus
  5. Go forward VIETNAM!

    Go forward ASEAN!

    Condemn white people of USA, Australia and New Zealand. (The Imperialist of the East)

    BalasHapus
  6. Baru sempet baca perihal KFX-IFX, ternyata salah satu reason yg jadi ganjalan project ini adalah Indonesia tidak boleh menjual IFX nya bila berhasil nanti. Ini sih alamat project gak balik modal bro.

    Makanya dulu sempet saya bahas, bila targetnya adalah BEP dan niat jualan maka project IFX saat ini (bila aturan tsb ada) jelas tidak feasible untuk dilanjutkan.

    Apalagi hampir seluruh teknologinya menggunakan US made yg rentan embargo, coba lihat case US yg ancam sanksi ke Indonesia terkait transaksi SU35 lalu.

    Opsi yang masuk akal :

    - Lanjutkan program KFX-IFX tetapi nego ulang dengan opsi boleh menjual IFX dan bebas dari embargo
    - Stop program KFX dan ambil alih jalur produksi FA50 Korsel alias fokus di Gen 4
    - Stop program KFX beli 48 unit Viper atau sekalian tambahan 18 unit SU35
    - Bila US masih mempersulit bisa ambil opsi kepada China / Rusia terkait pespur Gen 5

    Kalau baca2 di web memang shape KFX model F35 ini kurang lincah melawan shape dasar Sukhoi.. F35 mengambil platform tsb karena potensi Stealth faktor (yg ternyata bisa "ditumbangkan" S-400/S-500 Rusia) dan segala sensor keseimbangan di body pesawat.

    Bila sensor2 tadi termasuk yg dilarang US maka jelas KFX-IFX tidak bisa melawan supremasi aerobatik pespur sekelas Sukhoi dan F16. Dan sialnya KFX mengambil basic dasar bentuk dari F35 karena memang diarahkan kepada Gen 5.

    Jadi ??? embuhlah... mendingan ditinggal ngopi sama rokokan aja hehehehehhe

    Lanjut Alhamdulillah, gak lanjut tetep Alhamdulillah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup,
      Kabarnya sih mau MoU ulang/update mas..
      Mbuh klausulnya direvisi kayak gimana tuuh..

      Kalo mau yg bisa jualan ya turun kasta..ToTan ama China.. :p

      Kebukti kan, Pakistan bisa jualan sabun yg itu..

      Qiqiqiqi..

      #sabar ya, niatnya mo resealer-an kan?

      Xixixixi..

      Hapus
    2. Kalo opsi ga boleh d jual ya mending batalkan. 😈😈😈

      Tp program dlm negeri tetep jln dg MoU ulang pke teknologi eropa. Semisal mesin pke mesin typhon. Avionk pke gado2. Radar bs pke pke radar saab atau punya tyohon sisan...asumsi jd ambil tyohon buat kohanudnas...(maksa dot kom)

      πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
    3. Hahahahaha... ya itu deal ulang lah

      Kalau gak nguntungin ngapain ? Baca di web sebelah.. US sudah kasih salah satu teknologi dari 4 teknologi yg ditahan ke Korsel tapi syaratnya tidak boleh diberikan ke Indonesia.

      Nah kalau dah gini gimana mas ? Padahal pesawat itu satu paket dari avionic, balance dan power. Begitu salah satu gak dikasihkan bakal jadi masalah gak itu nantinya ? Skrg aja US sudah mulai larang2 bagaimana nanti ya ?

      Wes lah join bikin Stealth China aja toh kayaknya saat ini cuma China yg jor2an kasih TOT, dari mulai Drone tempur, rocket dll.

      Hapus
    4. Nek ngene yo wes positip BATALKANNNNNNN...

      Riset ulang wae sekalian pake mesin sukro 35 wes ben kenceng larinya...

      πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
    5. Opsi ambil ilmu di IFX dan banting setir membuat pespur sendiri model terbaru jelas butuh spare waktu kurleb 10 tahunan bro.. dari mulai gambar awal desain yg ulang lagi sampai nego sana sini opsi pengadaan mesin, kompatibilitas persenjataan, taxi runway sampai uji terbang. Mungkin malah 2040 baru jadi beneran... alias 22 tahun dari sekarang.. kita udah pada jadi ahli kubur belum ya ? Hahahahaha

      Saat ini harus diakui yang sukses mengembangkan pespur Gen 5 adalah US dan China, Rusia belum berhasil.

      Bila kita merapat ke US untuk membuat Gen 5 jelas faktor ancam mengancam pihak US bakalan menjadi bagian dari hidup TNI ke depannya.

      Bila merapat ke Rusia masih butuh waktu yang panjang, sampai India yg budget militernya jauh berlipat2 dari Indonesia saja menyerah membuat Gen 5 dengan Rusia.

      Pilihan strategis dan masuk akal ? Tinggal China... meski realibilitas Gen 5 nya belum pernah disandingkan dengan kategori "Sukses" standar Gen 5 US tapi China sudah sejak 2 tahun lalu bisa menerbangkan Gen 5 nya. Ditambah kepastian "gak peduli boleh pakai buat misi saja" seperti halnya Rusia, rasanya opsi tarik diri dari IFX (bila deal deadlock) dan ganti partner ke Gen 5 China bisa jadi peluang besar nantinya.

      Tapi repotnya kalau nanti ada yg protas protes Indonesia mendekat ke China... padahal udah dikasih TOT Rocket C series sampai Drone tempur segala... di satu sisi protes anti China tapi gak ngasih solusi dan selalu minta Indonesia bisa membuat alutsista sendiri yang ternyata tidak segampang nulis komen dimarih

      Wakakakakakakaka :-D

      Hapus
    6. F35 projek mewah mahal tapi kualiti tak ada kerana Kena tembak s200 Kerena itu isreal tak mengunakan perang syria
      Ramai kena sedar apa penting perang dogfight Jika Pesawat musuh terlalu hampir dan senjata Sam missile habis digunakan..

      Saya satu kebodohan f35 Versi vtol ambil design engine yak Projek gagal ketika zaman sovie..

      Radar stealth boleh lihat gunakan radar passive, kamu tahu rusia dan china tahu kelemahan stealth Mereka sedaya upaya menbangunakan radar boleh gunakan lihat stealth di pesawat..

      Pakistan dan china sendiri sedang menjalankan kajian memasang radar Passive boleh melihat stealth

      Jika pilihan pesawat apa bagus ialah pesawat su57 Kerana keupayaan dogfight...

      Saya lihat kosel terlalu berharap amerika bagi teknologi Ia merosakan kosel sendiri Mereka tak boleh bergantung pada amerika, kosel tahu ia perlu sekutu melawan korup itu Nak atau tak ia terpaksa terima pertolongan amerika,Jika amerika marah pasti kosel aman tekena akibatnya

      Saya nasihat kalau teruskan Indonesia projek Kena ada plan b ganti alatan bukan milik us itu tapi kos pasti meningkat berkali ganda dan lipat, ia mesti mendapat pesetujuan dari kosel ganti peralatan Mana2 negara lain, tetapi masalah paling besar engine jet adakah sesuai kfx itu

      Kami penah lakukan perkara sama pada pesawat sukhoi itu tapi persetujuan dari russia Mengunakan peralatan block barat dan afrika selantan Kos tinggi sikit tapi lebih canggih dari versi rusia Tapi kami masih gunakan engine rusia tak menjadi masalah

      Saya ingat lagi British dan us menawarkan kerjasama pesawat Kfx tapi kosel tetap pilih us kerana atas Tekanan dari us amerika itu..

      Dari awal lagi saya lihat geopolitik jika kosel akan hadapi masalah menbangun pesawat kerana sumber super power amerika penjual pesawat dan senjata Kerana lobby akan tabur wang untuk pertahan mereka

      Hapus
    7. mas super.. dilapak sebelah malah katanya 2035 indonesia akan mulai menyederhanakan jenis pespur menjadi dua. F-35 dengan tekhnologi silumannya digunakan untuk deep strike😱😱😱..yup betuull.. indonesia mempunyai rencana akan mendatangkan F-35. sedangkan IFX yg mempunyai dua engine berfungsi sebagai Air superiority.. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„.

      Hapus
    8. Emang,
      Skenarionya, dibuat gimana caranya biar make F-35..user sih seneng-seneng aja..masuk klub elit jeeh...

      Qiqiqiqiqi..

      #tutup mata ama politis yaak, politis bukan ranahnya user :D

      Hapus
    9. Bro @Maha seperti yang pernah saya tulis dulu... China adalah negara penyeimbang US karena mereka adalah negara kedua yg meresmikan Stealth Fighter dalam jajaran pertahanan mereka. China didakwa US telah melakukan "kecurangan" atas copy reka bentuk stealth plane Raptornya.

      Negara yang memiliki Stealth Fighter adalah negara yang diatas angin untuk mengembangkan radar anti stealth karena mereka bisa mendetect pesawat stealth mereka sendiri sampai bisa menemukan adjustment terbaik for both anti stealth radar and stealth plane. Masukan dari radarnya bisa dipakai untuk membuat body pesawat semakin stealth disisi lain kesulitan mendeteksi body stealth (setelah dapat masukan dari radar anti stealth) makin meningkatkan potensi radar2 anti stealthnya untuk dimaksimalkan sampai mendapatkan hasil yang terbaik.

      Btw, baca di Sputnik Russia akan menawarkan pespur Rusia untuk program MRCA tuh bro... ada dua opsi yang ditawarkan pihak Russia kalau baca di Sputnik.. Kredit jangka panjang atau sistem sewa pesawat spt tawaran Grippen dulu thd Malaysia.

      Saran saya mendingan opsi ambil Typhoon British lah... karena SU30MKM adalah turunan MKI India yg banyak perangkatnya buatan US dan Eropa. Memulai akuisisi baru SU30 atau SU35 jelas membuat inventory parts baru karena jalur silsilahnya berbeda dengan 30MKM series.

      India saat ini banyak mengrounded versi MKM nya karena kesulitan parts avionik yang tidak bisa disupply Russia... sepertinya edisi khusus partsnya yg dibuat negara2 Eropa... hukum dagang parts khusus adalah makin langka pasti makin mahal karena tidak dijual bebas seperti varian standar pabrikan.

      Hapus
    10. Kek bola hidrolikya Citroen.. :p

      Hapus
    11. Cuma Citroen yg bisa balance di jalanan dengan 3 roda dan sistem adjustment hidroliknya bikin mobil jadi ceper ambless saat parkir dan naik sendiri saat mau dipake jalan.

      Teknologi huebat itu hehehehe

      Hapus
    12. Memang masalah tidak bisa jual pewpur tsb sudah pada tahu sejak dulu,itu seperti PKR 105 yg Indonesia hanya boleh produksi 24 unit dan hanya utk TNI,jadi tidak bisa jual juga,...kenapa bingung mau jualan seh...buat saja belom bisa...tapi kalo bisa bikin pewpur tsb,masalah mesin,avionik masalah nomer 5,kenapa nomer 5,contoh saja mesin bisa diambil dr Prancis,dan kita bisa memodifnya karena dasarnya sudah bisa buat,maka nanti akan keluar varian baru,masalah avionik,yg pasti gado2 Sukhoi India contohnya..India+Russia tidak meneruskan projectnya,kalo pendapat saya,memang pembuatan SU 57 ada 2 keuntungan sekaligus utk Rusia,dia bisa buat pespur dg RCS kecil+bahan dan lapisan cat stealth...dia bisa benar2 bisa mengembangkan pespur,dan uji coba utk radar S400,penting juga ini bagi Russia,karena dia tidak bisa utk uji "PESPUR YANG RCSnya KECIL"Kecuali dg produk SU 57,..AS jelas takut ngasih teknologi tsb ke Indonesia..wkwkw

      Hapus
  7. Beli selepas melihat kebekesan di syria berjaya menjatuh drone dan misile tomohawk, bukan seperti indon main beli senjata NASSAM itu,

    https://youtu.be/W4IiEJ7DttU

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malon nak beli tak???

      Hapus
    2. Malon cuma ada PSU zaman jepun jernas wkwkwk

      Hapus
  8. Pantsir SM cakep...platform truk tatra...ok lah marinir boleh lah beli ini..hehehhehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. asal bisa nyebrang lautan, pasti dibeli tupez haha!πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      kudu pasang haha!πŸ€—πŸ€—πŸ€—

      Hapus
  9. ituw truk 8x8 Kamaz garang jugak yak haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    sebenernya platform gerak mobil skyshield kita juga bisa tampil garang dgn desain truk 8x8 model ban gendud gini. masalahnya cuman 1, gak muat di herki nanti haha!πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

    ato gini dech tes 1 bijik model 8x8, kan ituw hanud jarang2 kluar markaz ini haha!😊😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. naaaahh.. om palu gada pasti lupa nih.. kan ada 2 A-400 PT PPI.. wkwkwk

      Hapus
    2. sibuk ngangkut sembako, jgn diganggu om haha!πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

      Hapus