14 Februari 2018

Korps Marinir Selenggarakan Pelatihan Radar Hughes GSRS

14 Februari 2018


Radar Kelvin Hughes atau Ground Surveyland Radar System (GSRS) (photo : Kelvin Hughes)

20 Prajurit Marinir Ikuti Upacara Pembukaan Pelatihan Radar Hughes Hasil Pengadaan Kemhan TA. 2107

Letkol Mar Helmi Ardiansyah (Paban Harpal Slog Kormar) mewakili Aslog Dankormar Kolonel Mar Budiarso, S.E., membuka upacara Pelatihan Radar Hughes Kormar Hasil Pengadaan Kemhan TA. 2017 bertempat di Aula Golf Range Cilandak Jakarta Selatan, Senin (12/02/2018).

Pelatihan Radar Hughes Kormar Hasil Pengadaan Kemhan TA. 2017 diikuti oleh 20 personel terdiri dari Brigif-1Mar 4 personil, Brigif-2 Mar 4 personel, Brigif-3 Mar 4 personel, Menart-1 Mar 4 personel dan Menart-2 Mar 4 personel, kepelatihan ini akan berlangsung selama empat hari dari tanggal 12 s.d 15 Februari 2018 dengan Ketua Pelaksana Danyonif-4 Mar Letkol Mar Didik Iwan Supriyanto, S.E., M.Tr.Hanla.

Dalam sambutannya Aslog Dankormar yang dibacakan oleh Paban Harpal Slog Kormar menyampaikan bahwa pelatihan dan uji coba ini merupakan upaya yang dilakukan dalam proses transfer pengetahuan dan aplikasi cara pengunaan alat sebelum diserahkan kepada Korps Marinir untuk memberikan keyakinan kepada pimpinan Korps Marinir bahwa setelah mengikuti pelatihan ini calon pengawak mampu mengoperasikan alat ini dan mengetahui kemampuan dan batas kemampuan alat ini yang akan digunakan dalam menunjang tugas pokok satuannya.


Tampilan Kelvin Hughes GSRS radar (photo : Kelvin Hughes)

Radar Kelvin Hughes GSRS

"Radar Hughes atau Ground Surveyland Radar System (GSRS) ini merupakan tipe radar pengamatan permukaan/darat, yang memiliki kemampuan mendeteksi, mengetahui dan mengidentifikasi musuh yang bergerak berupa kendaraan maupun personel secara terus menerus dari arah 360 derajat dan dapat dibuat Zona Clearing Alarm yang dapat mendeteksi musuh yang masuk wilayah tertentu. Radar ini terdiri dari 5 set mobile (dalam kendaraan) dan 5 set portable yang akan didistribusikan masing-masing 1 set (mobile maupun portable) ke Brigif-1 Mar, Brigif-2 Mar, Brigif-3 Mar, Menart-1 Mar dan Menart-2 Mar,"ucap Aslog Dankormar.

Sebelum mengakhiri sambutannya ada beberapa hal yang patut dipedomani, pertama utamakan faktor keselamatan dan keamanan personel maupun material, kedua laksanakan pelatihan dan uji coba ini dengan serius, ketiga proses transfer pengetahuan dan aplikasi penggunaan radar ini agar dilaksanakan sebaik-baiknya.

Hadir dalam acara tersebut Danyonif-4 Mar Letkol Mar Didik Iwan Supriyanto, S.E.,M.Tr.Hanla (Palaklat), Pabandya Pal Slog Kormar Mayor Mar Andy Suryanto (Pawas/Staf Uji Fungsi), Pasi 2 Yonif-4 Mar Mayor Mar Bambang Pramusintho (Pasioplat, Instruktur Mr. Alex Kehoe (Kelvin Hughes, UK), Bapak Syarifuddin dan Bapak Teddy (PT. Kencana Sakti Buana).

(TNI AL)

32 komentar:

  1. tki indonesia meninggal disiksa malaysia....tak diberi makan.....dan tidur pon dengan anjing peliharaan majikan......adakah sudah waktunya tank leopard masuk malaysia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seriusla, kenape benda macam ni berulang lagi, mangsa tak buat report polis ke, takde talefon ke nak contact kedutaan indo, atau rakan senegara tak perasan keadaan fizikal mangsa, tiap2 tahun mesti ade kes macam ni, rakyat malaysia ni pun satu, diaorang datang sini cari rezeki halal janganla aniaya diaorang.

      Hapus
    2. Kenapa benda ini berulang apakah sikap Tki warga negara kamu itu tak mahu ambil tahu teman2 kamu itu,

      Saya dulu ada satu kes dimana majikan dimalaysia tak mahu bayar gaji Pada tki itu, saya sendiri nasihatkan Tki pergi jumpa kedutaan indonesia dan pihak Kedutaan hantar orang menyasatnaya dah kes itu berjaya diselesaikan apabila majikan Terpaksa menbayar denda termasuk gaji pada tki itu..

      Nampak sangat tki kamu itu tak diajar Telefon kedutaan dan Tak tahu macam mana nak hubungi kedutaan jika terdapat kes Tki disaksa itu..

      Banyak kes disaksa diarab suadi dan negara arab lain gagal diselesaikan oleh kedutaan indonesia kamu itu,
      Kedutaan indonesia harus belajar macam mana kendaikan kes seksaan dan kes tak bayar gaji terkena Pada tki ini

      Hapus
    3. Tak heiran lah malahsia yuh kelakuan sama dengan israel, kurasa sama gen mereka tuh

      Hapus
    4. Sikap duta kamu tak tahu ambil pedulik itu jadinya, kejadian arab seksa tki dinegara arab adakah majikan malaysia salah sila jawab ok,..
      Ini bererti salah Tki sendiri tak tahu bela diri sendiri ok Dunia ini kejam Tki tahu jaga diri sendiri.
      Sori malaysia ada undang2 tak sama kelakuan dengan israel penduduk berkulit hitam akan saksa ok dan tak dibenarkan memiliki rumah, Ok undang2 isreal hanya untuk isreal merompak tanah pelestine dan hak orang kulit putih aje

      Hapus
    5. Yang peliknya kedutaan besar mereka pun takde data pasal rakyat mereka di malaysia ni... patutnya sebelum dibawa masuk.. kena bagi kursus pasal etika. Budaya. Bahasa dan apa yg perlu dibuat jika ada kecemasan.. bukannya berserah pada takdir... dan kena paham kalau bekerja dgn majikan cina atau india.. potensi didera sampai mati tu banyak... kalau kerja dgn majikan melayu pulak terbalik jadinya... amah amah ni pulak yang membuli... dera anak majikan.. lari.. mencuri.. membunuh.. merompak..menipu...

      Hapus
  2. Ternyata malon punya ini saudara

    https://lancercell.com/2018/02/12/apache-penjaga-nkri-video/

    Sorry lho ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa sentap sngt ni... dah makan ubat ke.. keh keh keh😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆

      Hapus
  3. mantap radar baru kormar, wah bisa buat ngintip pergerakan yg lg hengaut di citos ampe kota tuch haha!👍👍👍

    salam shopping sophing 3 MATRA tempur se ASEAN:Vietnam, Indonesia, Myanmar, Singapur, Filipin dan thailand Xlalu okeh oceh 👌👌👌

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aik malaysia takde ke atau tak join, kan malaysia salah sebuah anggota asean, share2 la, tahula malaysia takde duit

      Hapus
  4. Ada yang mengeri soal radar & rudal? Mau tanya dong, bisa ga radar lama kita oprek? Buat nambahin gitu, or seeker rudal yg udah pensiun di konversi jadi jdam gitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang paham mas Bro,

      Tapi sependek yang saya tahu.. upgrade sistem software pun ada umurnya.. seperti sistem DCS dipabrik2 besar biasanya selepas 10 tahun ada penurunan significant karena material2 elektroniknya sudah lemah atau kadang error yang lead kepada kesalahan membaca data.

      Bila berhubungan dengan hardware juga sama susahnya, yang namanya buatan manusia apalagi bahan dasarnya adalah besi logam akan berpotensi rusak karena iklim tropis dan kelembaban yang tinggi, efeknya sensor2 pun bisa jadi melemah.

      Contoh yang bisa kita upgrade (menurut saya) adalah mengganti besi2 pelapis misalnya tank AMX dan mengganti mesin plus sistem bidik senjatanya.

      Bila berhubungan dengan radar elektronik rasanya bila bisa pun tetap costnya lebih prefer membeli baru. CMIIW dan IMHO.

      Hapus
    2. Kalau radar & electonic ada masa expiered juga mas sama seperti rudal..makin lama radar tidak akan bekerja optimal...daripada di upgrade membutuhkan cost yg besar..lebih baik beli yang baru..biar juga teknologinya dapat baru & pasti lebih canggih.

      Hapus
    3. Ooo begitu, soalnya dulu sempet baca, kalo ga salah sistem rudal pertahanan kita yg rudalnya udah pensiun. Radarnya mau dikonversi buat bantuin simbah biar ga darto dan engkel gitu... Tapi entahlah... Btw tx infonya om

      Hapus
  5. Malaysia dan Indonesia sama2 akan menghadapi pemilu bro.. Malaysia kalau gak salah 2018 ini dan Indonesia tahun 2019 nanti.

    Biasanya sih saat akan pemilu rezim semua negara yang incumbent akan membuat teknik pendekatan umum, menurunkan alokasi dana untuk infrastruktur atau militer dan menggantikannya dengan alokasi dana subsidi berupa uang atau potongan pajak ke rakyatnya, saya tidak tahu di Malaysia apakah ada insentif untuk rakyatnya ditahun kemarin dan tahun ini tapi bila ada itu bisa jadi bagian dari teknik mendapatkan suara, sama dengan teknik yang dipakai negara2 lain.

    Efeknya adalah anggaran militer biasanya turun, dan akan bersinar kembali selepas proses pemilu.. bisa rezim incumbent kembali berkuasa kita bisa berharap program militer akan bagus tetapi bila pimpinan negara berpindah tangan kepada partai oposisi maka bisa jadi terjadi kegaduhan sesaat karena biasanya oposisi akan mereview kembali rencana2 rezim sebelumnya dan bisa jadi budget militer kembali tertahan.

    http://politik.rmol.co/read/2017/12/07/317330/Mempersiapkan-Pemilu-Malaysia-

    Jadi tahun ini bila Malaysia belum membeli alutsista adalah hal yang wajar karena akan ada Pemilu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg jelas mrca malaysia tu tahun ini masih project angan2.. post anggaran tak de.. bisa jd anggaran tu ade lihat perkembangan situasi ekonomi malaysia 2 taun kedepan.. kalo tak de ya tetap je jd angan2.. angan2 tu dekat ngan nafsu setan.. waspadai lah bujuk rayu setan.. jangan kalap ya malaysia sedar diri je..

      Hapus
    2. Project AKAN versi Malaysia dan Indonesia sama2 terkendala, Malaysia sudah sejak 5 atau 8 tahun menghembuskan project MRCA sementara Indonesia seinget saya baru 3 atau 4 tahun belakangan ini, motif keduanya sama, menggantikan armada tua.

      Malaysia disulitkan dengan kesibukan mau pemilu dan potensi resistensi sawit di eropa plus oil price yang tidak menentu, sementara Indonesia masih sibuk memilah milah komoditi barter untuk pengadaaan MRCA versi Indonesia, SU35. Nanti kita lihat saja negara mana yang duluan realisasi project AKAN nya... feeling gw Indonesia yg bisa jadi duluan di 2018 ini dan Malaysia di 2020 nanti.

      Tapi namanya juga prediksi pasti bisa meleset juga kan ? hehehehehe

      Siapapun yang signed duluan adalah bekal yang baik untuk keamanan ASEAN menghadapi potensi musuh kedepan, China.

      Hapus
    3. Saya pribadi prefer Malaysia beli MPA yang banyak, MRSS 4 biji dan lupakan sejenak MRCA... pengadaan Hornet atau Super Hornet lebih make sense... selain sudah memiliki 8 unit, tambahan Typhoon atau Rafale bakal membuat struktur inventory berubah lagi dan biasanya berbanding lurus dengan cost.

      Saya prefer Super Hornet ketimbang MRCA. Pilihan terbaik saat ini.

      Hapus
    4. Beda sebab.. indonesia terkendala sistem pemvayaran.. tak de goverment buat statement takde wang.. beza ngan malaysia.. ada statement nya bahwa wang takde. Dlm masa teruk anggaran

      Hapus
    5. Berite terbaru britain,perancis dan sepanyol memang menolak program pemboikotan minyak sawit.jadinye nnt beli senjate dr 3 negare ni je lah.belanda plak yg merupekan supplier senjate kat negare ko aku tak tau sokong atau tak pemboikotan minyak sawit ni.kalau belanda menolak satu berite baik tp kalau belanda sokong utk boikot minyak sawit ni masalah besar lah.

      Hapus
    6. Betul Bro..

      Indonesia dan Malaysia punya masalah yang sama... 3 tahun kedepan EU pingin menghapuskan Palm Oil secara keseluruhan.

      Bila ini terjadi praktis sumber pendapatan Indonesia dan Malaysia (Malaysia kalau tidak salah income nomer 2 dari GDPnya setelah Oil resource nya) bakal ada impact.. bukan hanya impact secara ekonomi tetapi juga impact terhadap pengadaan alutsista militer. Makanya setiap perolehan alutsista harus berhati hati dan diukur proyeksi kedepannya, khawatir setelah keputusan dibuat malah negara menjadi tersandera dan potensi lebih buruk kedepannya.

      http://www.straitstimes.com/asia/se-asia/european-ban-on-palm-oil-in-biofuels-upsets-jakarta-kl

      Hapus
    7. Indonesia and Malaysia are the world's top two palm oil producing countries, accounting for nearly 90 per cent of global supply. A large portion of European palm oil imports are used to make biofuels, giving the industry's top two producers cause for concern as they fear overall demand will fall.

      "This vote is very disappointing. It's a black day for free trade. You are discriminating against palm oil," Malaysia's Minister of Plantation Industries and Commodities Mah Siew Keong told reporters at an industry conference.

      By allowing other vegetable oils to be used in biofuels, the EU was discriminating against palm oil, he said.

      Read more at https://www.channelnewsasia.com/news/business/indonesia-malaysia-condemn-european-move-to-limit-palm-oil-use-9873886

      Hapus
    8. "Palm oil exports are a key source of revenue for Malaysia"

      Coba bro... bila EU tetap pada pendirian melaksanakan Banned terhadap Palm Oil disaat bersamaan Harga minyak jelek sekali. Lalu disaat yg sama signed kontrak pengadaan Alutsista baru.. waduh gak kebayang brow... makanya Indonesia dan Malaysia harus lebih berhati hati dalam akuisisi alutsista baru.

      Hapus
    9. Indonesia pake cara barter adalah salah satu solusi untuk mengatasi pengadaan alutsista serta offset dan tot sebagai langkah untuk kemajuan ekonomi dan teknologi didalam negeri.

      Hapus
  6. Setahu saya TDM juga punya sejenis ini, pakai platform Gempita.
    Apakah sudah operasional?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda oom..

      Yg punya tldm teknologinya sudah aesa, yang berarti kemampuannya lebih unggul dalam membedakan berbagai obyek secara lebih detil...perbedaan ukuran antene radarnya juga menentukan perbedaan jangkauan deteksinya

      Hapus
    2. Kok TLDM mas?
      Bukannya AV-8 hanya dipakai Tentara Darat?
      Setahu saya yg pakai radar portabel Thales.

      Cmiiw. :)

      Hapus
    3. Itu lho...radar Spexer-2000 buatan hensoldt aka cassidian yg dipasang di rig pengeboran lepas pantai

      Hapus
  7. Balasan
    1. Tangisanmu mengundang tawa bagiku...
      Kehkehkehkeh... .

      Hapus
  8. Mengenal F-15SG Strike Eagle RSAF

    Saat ini ancaman paling serius bagi Indonesia adalah F-15SG. Singapore belum membeli sampai ke tingkat Silent Eagle (waktu itu belum ada), tapi lebih ke F-15E Strike Eagle “biasa” yang memakai APG-63v3 AESA-radar, dan dua mesin GE F110-GE129 yang masing masing mempunyai daya dorong lebih kuat dibanding mesin P&W F100-200 seperti dipakai F-16 Indonesia.

    Catatan kecil: Mesin F-15 dan F-16 sebenarnya memakai dua tipe yang sama GE F110 atau P&W F100. Tentu saja ada perbedaan sedikit, sub-variant mesin utk F-15 dikonfigurasi untuk pesawat tempur bermesin dua, dan sebaliknya untuk F-16 hanya bermesin tunggal.

    ## Availability rate & Jumlah F-15
    Permasalahan utamanya adalah F-15SG tingkat “availability rate”-nya akan lebih tinggi dibandingkan Su-30MKM yang dipilih Malaysia atau Su-27/30 Indonesia sendiri.

    Ini memang sudah biasa, karena pesawat tempur buatan Barat (US, atau Eropa) SELALU mempunyai kesiapan tempur yang lebih tinggi (sekitar 80 – 90%) dibandingkan buatan Russia, atau Chinese-copy-nya (sekitar 55% – 70%).

    Ini artinya jika kita mengambil asumsi jumlah pesawat Malaysia, Singapore, dan Indonesia sama, Singapore akan dapat mengudarakan lebih banyak F-15SG setiap saat, dibanding Malaysia (Su-30MKM) dan Indonesia (Su-27/30).

    Masalah kedua, tentu saja jumlah. F-15SG yang sudah dibeli Singapore (40 pesawat jumlahnya sudah menyamai jumlah Sukhoi Indonesia dan Malaysia kalau digabung.

    ## Kemampuan radar, IRST, Aerial Networking, dan BVR Combat
    Singapore adalah customer export pertama di luar US, yang “berhasil” membeli F-15 Strike-Eagle variant yang diperlengkapi AESA radar (semua pembeli yang lain masih memakai APG-70).

    Boleh dibilang, APG-63v3 AESA radar di F-15SG akan melebihi kemampuan radar semua pesawat tempur lain di seluruh Australia.

    AESA radar di F-15 ukurannya besar — sekitar 1500 transmitter dibandingkan 1000 di APG-79 F-18F Super Hornet Australia.

    Menurut laporan, APG-63v3 akan memberikan daya jangkau yang 2-3 lebih besar dibandingkan radar “lama” F-15E Strike Eagle — tipe pulse-doppler APG-70 (tipe ini sendiri sudah lebih unggul dibandingkan APG-66 atau APG-68 di F-16 Indonesia). Dan kelebihan radar AESA yang lain, seperti biasa, lebih sulit untuk “dikunci” atau di deteksi, maintenance juga lebih mudah dan murah dibanding radar pulse-doppler.

    Dalam hal ini jelas, APG-63v3 AESA mengungguli semua radar pesawat tempur Indonesia manapun. Secara tehnis, F-15SG akan dapat melihat target lebih jauh, dan menembakkan AIM-120C7 AMRAAM dari jarak yang lebih jauh sebelum ada pesawat di seluruh kawasan ini yang bisa mendeteksi atau “lock” mereka.

    Lebih parah lagi, F-15SG juga diperlengkapi IRST untuk deteksi air-to-air secara passive — tapi berbeda dgn pesawat buatan Eropa / Russia, IRST di pesawat buatan US tidak dipasang di depan cockpit, tapi dalam bentuk -pod yg dipasangkan dibawah pesawat.

    Terakhir, tentu saja F-15SG juga sudah diperlengkapi standar dengan Link-16 Aerial Network NATO, memberikan kemampuan utk tipe ini saling berbagi lokasi target dgn semua fasilitas radar darat, AEW&C, dan pesawat tempur lain yang dimiliki Singapore.

    ## Kemampuan kinematis
    ——————————–
    Diatas kertas, dari segi kemampuan kinematis, F-15SG akan sebanding dengan Su-30MK2. Mungkin Sukhoi bisa mengungguli F-15 didalam manuever, tapi perbedaannya tidak akan banyak, dan akan tergantung kepada latihan pilot. Dalam hal ini, kemungkinan besar juga Indonesia masih akan tertinggal dibanding Singapore.

    Untuk WVR, F-15SG diperlengkapi JHMCS di cockpit dan AIM-9x Block-2.

    ##Kesimpulan
    Secara teknis, menurut saya, walaupun platform-nya sendiri sebenarnya sudah berumur 40 tahun lebih, F-15SG bahkan lebih berbahaya dibandingkan F-35.

    F-15 sudah “proven concept”, yang dapat terbang lebih tinggi, lebih cepat, dan bermanuever jauh lebih baik. Diperlengkapi dengan AESA radar, kemampuan deteksi F-15SG bahkan mungkin menyamai kemampuan radar APG-77 di F-22, menjadikannya jauh lebih berbahaya lagi.

    BalasHapus