03 Februari 2018

Pasang Surut Menuju Armada Kelas Dunia

03 Februari 2018

Armada TNI AL dalam HUT TNI ke-72(photo : Kompas)

........................
........................
........................

Berubah Drastis

Situasi berubah drastis setelah pergolakan politik dalam negeri tahun 1965. Kekacauan politik tersebut berimbas pada kekuatan ALRI. Kapal perang terbesar dalam sejarah Indonesia, yakni RI Irian 201, nyaris telantar dan akhirnya dibesituakan tahun 1971.

Kekuatan maritim Indonesia nyaris mati suri hingga Operasi Seroja tahun 1975 ke Timor Timur. Kekuatan Korps Marinir TNI AL, yang sebelumnya disebut Korps Komando Operasi ALRI, menjadi ujung tombak pendaratan ke Timor Timur.

Korvet Sigma-90 class dan fregat Sigma 10514 class TNI AL (photo : Indonesian Navy Power)

Seiring perubahan haluan politik dalam negeri, pengadaan alutsista pun bergeser dari tadinya bersumber dari negara-negara Pakta Warsawa atau Blok Timur ke negara-negara anggota NATO alias Blok Barat. Khusus di TNI AL, pada dekade 1970-an ini ditandai dengan pembelian empat kapal fregat kelas Claud Jones bekas pakai AL AS.

Kapal-kapal perang yang dibuat pada dekade 1950-an itu kemudian resmi berdinas di TNI AL dengan nama KRI Samadikun (eks USS John R Perry), KRI Wolter Monginsidi (eks USS Claud Jones), KRI Martadinata (eks USS Charles Berry), dan KRI I Gusti Ngurah Rai (eks USS McMorris). Kapal-kapal ini bertugas di TNI AL pada tahun 1999-2003.


Fregat ringan F-2000-90 Bung Tomo class (photo : Antara)

Modernisasi alutsista dilanjutkan pada era 1980-an dengan pengadaan sejumlah kapal perang berupa korvet dan fregat. Awal 1980-an, modernisasi dilakukan dengan membeli kapal perang bekas AL Inggris atau Royal Navy.

Tepatnya pada 1984, tiga kapal fregat kelas Tribal eks Royal Navy itu mulai dibeli. Kapal yang dibeli Indonesia adalah eks HMS Gurkha (kemudian menjadi KRI Wilhelmus Zakarias Yohannes), HMS Tartar (menjadi KRI Hasanuddin), dan HMS Zulu (menjadi KRI Martha Christina Tiahahu). Kapal-kapal yang dibangun tahun 1960 itu diperlengkapi helikopter Westland Wasp untuk operasi antikapal selam.


Korvet Sigma-90 Diponegoro class TNI AL (photo : Kompas)

Semasa masih menjadi bagian Royal Navy, kapal-kapal perang ini menjadi bagian dari armada pertahanan Kepulauan Inggris semasa Perang Falkland atau Perang Malvinas. Kapal-kapal tersebut digunakan TNI AL sejak tahun 1984 hingga tahun 1999.


Salah satu pengadaan kapal perang paling besar pada periode ini adalah pembelian enam kapal fregat kelas Van Speijk eks AL Kerajaan Belanda pada periode 1986-1989. Kapal-kapal ini kemudian diberi nama KRI Ahmad Yani (nomor lambung 351), KRI Slamet Riyadi (352), KRI Yos Sudarso (353), KRI Oswald Siahaan (354), KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355), dan KRI Karel Satsuit Tubun (356). Mereka masih menjadi salah satu tulang punggung kekuatan TNI AL hingga saat ini.

Kapal selam Type 209 class TNI AL (photo : Kompas)

Lalu, pada tahun 1992, dibeli 39 kapal perang bekas eks Jerman Timur senilai 442 juta dollar AS. Armada kapal yang dibeli adalah kapal penyapu ranjau kelas Kondor sebanyak 9 unit, kapal pendarat Frosch sebanyak 14 unit, dan 16 kapal korvet Parchim.

Rencana Armada TNI AL (all images : Kompas)

KSAL Laksamana Ade Supandi mengenang masa-masa saat ia masuk dalam tim penjemputan kapal-kapal Van Speijk dari Belanda dan kapal-kapal Parchim dari Jerman. Kapal-kapal itu dilayarkan langsung dari negara asalnya ke Indonesia. Saat menjemput Van Speijk, kata Ade, sekali penjemputan dua kapal dibawa bersama-sama.


Pada masa pemerintahan Presiden Megawati dicoba dilakukan modernisasi yang lalu di zaman pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mulai dirancang minimum essential forces tahun 2010 yang ditujukan membangun kesiapan kekuatan TNI Angkatan Laut dalam kurun hingga tahun 2019 dan tahun 2025.


Pada periode inilah, TNI AL mulai membeli kapal-kapal perang utama dengan desain terkini yang dipesan di sejumlah galangan kapal luar negeri dan sebagian mulai dibangun di dalam negeri.


Dari Proyek Ship Integrated Geometrical Modularity Approach (SIGMA), yang dikerjakan PT PAL bersama galangan kapal Damen Schelde Naval Shipbuilding asal Belanda, dihasilkan dua kelas kapal perang, yakni kapal korvet kelas Diponegoro (desain SIGMA 9113) dan kapal fregat (perusak kawal rudal/PKR) kelas RE Martadinata (desain SIGMA 10514) yang lebih besar.


Empat kapal korvet kelas Diponegoro telah bertugas saat ini adalah KRI Diponegoro (365), KRI Sultan Hasanuddin (366), KRI Sultan Iskandar Muda (367), dan KRI Frans Kaisiepo (368). Sementara dari fregat kelas Martadinata, baru dua kapal yang bertugas, yakni KRI RE Martadinata (331) dan KRI I Gusti Ngurah Rai (332) yang baru saja diresmikan pada 10 Januari 2018. Ini adalah kapal perang ketiga di jajaran TNI AL yang diberi nama KRI I Gusti Ngurah Rai setelah pertama pada era 1960 dan kedua pada era 1970-an.


Selain itu, TNI AL juga memesan kapal landing patform dock dari DaeSun Shipbuilding, Korea Selatan, yang sebagian juga dibangun di dalam negeri bersama PT PAL. Kapal-kapal yang juga bisa menjadi pusat komando di laut ini kemudian dinamakan kapal kelas Makassar, terdiri dari KRI Makassar (590), KRI Surabaya (591), dan kapal kelas Banjarmasin yang lebih panjang, yaitu KRI Banjarmasin (592) dan KRI Banda Aceh (593). Bahkan, PT PAL sudah mengekspor kapal sejenis untuk Angkatan Laut Filipina.


Kemudian, dibeli tiga korvet buatan Inggris yang dipesan Angkatan Laut Brunei dari kelas Nakhoda Ragam, yakni KRI Bung Tomo (357), KRI John Lie (358), dan KRI Usman Harun (359). Sementara kapal selam terbaru hasil kerja sama Indonesia-Korea Selatan adalah KRI Nagapasa (403), menambah kekuatan kapal selam lama, yakni KRI Cakra (401) dan KRI Nanggala (402).


Setelah Nagapasa, juga sedang dibangun sejumlah kapal selam kelas Changbogo. Berbagai galangan kapal dalam negeri juga membangun puluhan kapal patroli cepat yang dipersenjatai rudal C 705 buatan China yang merupakan pengembangan berbasis rudal Exocet buatan Perancis yang sukses digunakan dalam Perang Falkland 1982.


Yang menarik, kapal perang Indonesia sebagian di antaranya dapat menjadi platform penembakan rudal Yakhont buatan Rusia yang memiliki jangkauan hingga 300 kilometer. Rudal tersebut digunakan dalam perang di Suriah dan hanya Indonesia dan Suriah yang menjadi operator rudal Yakhont di luar Rusia. Awal Januari 2018, sejumlah helikopter antikapal selam baru, yakni AS-565 Panther, juga memperkuat TNI AL. Saat ini, lebih dari 100 kapal dari berbagai jenis sudah dimiliki TNI AL untuk menjadi bagian dari strategi membangun Indonesia sebagai poros maritim dunia.


Menghadapi tantangan ke depan, Laksamana Ade Supandi mengatakan, kekuatan Armada RI nantinya akan dibagi dalam tiga armada berdasarkan wilayah operasi, yakni Armada Barat, Armada Tengah, dan Armada Timur. Saat ini, TNI AL baru memiliki dua armada, yakni Armada Barat dan Armada Timur.

See full article Kompas

82 komentar:

  1. Buset deh..bang admin emang plg jago cari berita yg bakalan rusuh diperdebatkan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. @antek barat

      Bro tolong dong dikasi pencerahan kenapa pesawat siluman susah ditracking oleh radar...geu lupa tadi di artikel yg mana? Tks

      Hapus
    2. Santai mas bro,

      Judulnya masih 'Menuju',artinya belum 'nyampek', dan entah kapan 'nyampeknya'.
      Kalau 'tujuannya' jelas, tapi caranya... aah sudahlah..

      :D

      Hapus
    3. @antek

      Aku belum paham kenapa pesawat siluman bisa dideteksi tapi susah dibidik/dikunci oleh fire kontrol radar?

      Apa beda teknisnya shg radar bisa mendetk tapi susah membidik? Tks

      Hapus
    4. @om PS

      Sampeyan kenal enggak dengan nama R. Soebijakto om...

      Hapus
    5. Ya itu mas, cita-cita beliau entah kapan tercapainya.

      KCR-60 aja...ah sudahlah, mungkin itu bagian dari proses.

      :(

      Hapus
    6. @smiling bisa lihat yg ane tulis di thread N219:
      http://defense-studies.blogspot.com/2018/02/incar-sertifikasi-layak-n219-jalani-uji.html?showComment=1517661167816&m=1#c384582119204064551

      Seperti yg ane umpamakan di thread N219..RCS kecil nyebab'in radar bisa lihat..tapi susah ngunci krn sinyal radarnya ngk bisa nangkep seluruh pesawat secara jelas.

      Kaya sniper lihat tikus curut..bisa lihat..tapi untuk ngunci agar bisa ketembak..lebih sulit dibandingkan nembak orang atau bis..

      Kalau baca forum sono..yg ditulis sama orang2 yg emang main di tehnologi ini..Missiles baik yg Aktive radar seeker, atau Semi Active radar seeker..harus terus mancarkan signal radar ke arah sasaran..makin besar RCS dari sasaran..makin jelas arah target dan besarannya..

      Makin kecil rcs..artinya banyak sinyal radar yg dikirim..ngk mantul balik..yg mantul balik ngk bisa kasih gambaran penuh..

      Jadi radar tahu ada target di area tersebut..tapi ngk bisa kunci sasaran secara spesifik..

      Itu sebabnya ketika radar Serbia (yg disupply Russia) tahu ada F-117 (sebagai pesawat stealth generasi awal) masuk ke wilayahnya..tapi missiles yg ditembakan ngk bisa kunci target secara spesifik..
      Akibatnya banyak yg missiles meledak..berapa ratusan-puluhan meter dari target..dan target tetap terbang ngk keganggu

      Alias radarnya krn sinyal balik ngk mantul secara penuh..hanya bisa 'nebak' area besaran target..tapi belum tentu area spesifik target tsb..biasanya kata professional2 sono..ketika missiles ngk bisa ngunci secara sempurna..dia akan meledak berdasarkan area yg plg dekat dg tebakan seeker radarnya..

      Apa bisa ada yg kena ? Yah ada..lah ada F-117 yg kena kok..tapi dari ratusan sorties F-117 diatas wilayah Serbia..hanya 1-2 yg berhasil ketembak..

      Jadi biarpun radar udah ngebaca ada pantulan radar atas pesawat stealth 100-200 km lebih dulu..tapi belum tentu radar seeker dari yg didarat maupun yg di missiles bisa ngunci secara sempurna..

      Intinya..ente kirim 100 pesawat generasi 4 ke daerah yg ketat dijaga SAM dan pesawat tempur..mungkin 10-20 ngk balik..
      100 stealth dikirim..mungkin hanya 3-5 yg ngk balik..

      Bukan krn radar musuh ente ngk ngebaca..tapi bisa ngebaca..belum tentu bisa ngunci secara sempurna tadi..

      Ane bukan org elektromagnetik..kalau mau lebih jelas bisa baca forum2 luar sono yg ngebahas RCS..Key Forum..Defencetalk..atau Defensenews..setahu ane banyak profesional yg nulis hal ini..

      Hapus
    7. F117 bukanya di tembak jatuh??
      Seperti case nya f35 israel yang di serempet s200 suriah

      Hapus
    8. Betul..ada F-117 yg ditembak jatuh..tapi seperti yg ane bilang dari ratusan sorties yg terbang..yg kena cuma 1-2 (ada org Rusia sebagai tehnical advisor serbia yg kena sampai 5)..

      Kalau toh bener klaim Rusia 5 biji..tapi dari ratusan yg terbang diatas serbia..itu artinya hanya bagian yg sangat kecil yg ketembak..artinya misi F-117 hampir semuanya berhasil..

      Suriah klaim ada misilnya yg hampir kena F-35..apa itu bener atau ngk..blm ada verifikasinya..
      Tapi dari kasus F-117..banyak missiles Serbia yg meledak 'dekat' dg F-117..tapi 'dekat' dlm artian beberapa ratus meter atau kalaupun puluhan meter..tdk akan ganggu pesawat yg jadi target..

      Stealth is not mean invisible frm radar..Stealth means is harder for radar to lock in precise target coordinate..

      Itu kesimpulan yg ane baca dari forum2 luar yg ditulis profesional di bidang radar..

      Ketika F-16 ngadu dg F-35 dlm latihan di Amrik..dlm dog fight..banyak F-16 yg bisa ngimbangin bahkan ngalahin F-35..
      Tapi ketika latihan BVR (beyond visual range)..artinya ngandalin radar..(bukan darto..kalau ikut istilah TNI)..F-16 pada kalah..

      Krn radar F-16 cuma bisa baca 'perkiraan' lokasi F-35..tapi radar F-35 bisa baca lokasi 'tepatnya' dari F-16..
      Kata lain radar F-35 bisa ngunci F-16..radar F-16 ngk bisa ngunci secara tepat..

      Akibatnya ketika F-16 nembakin simulasi missilenya..banyak yg meleset..sementara missile F-35 hampir semua kena sasaran..
      Missilenya sama..sama2 pake Amraam..cuma seeker Amraam bisa ngunci ke hampir semua F-16 yg jadi target..seeker yg sama ngk bisa ngunci secara sempurna ke F-35..

      Kembali..intinya apa seeker radar di missiles atau radar penuntun bisa ngunci secara sempurna atau tdk ke pesawat stealth..
      Bisa meledak 'dekat' pesawat stealh tdk sama dg meledak di pesawat stealth tersebut..

      Makanya terlepas apa kata fansboi China dan Rusia atas pesawat Stealth..lah Rusia dan China sendiri investasi milyaran dollar untuk pesawat stealth mereka sendiri..

      Artinya; stealth technology is working..

      Hapus
    9. Waaaa...ya itu masalahe bro@antek barat, ane kagak katam blas bahasa inggris, hhh

      Anyway, thanks berat bro

      Hapus
    10. Mantap penjelasannya mas @antek jadi membuka wawasan kita semua.

      Berarti bener yg dibilang analis barat yah mas kalau F35 sampai gak bisa ngehajar F16 atau SU35 diarea BVR (ada analis yg bilang mereka juga bisa menghindar rudal dgn flare dan antirudal) dan pespur gen 4 atau 4.5 ini melaju masuk ke area WVR atau Dogfight bisa menjadi mimpi buruk bagi pespur F35 despite lack of manouvre ability ?

      Thanks

      Hapus
    11. Kaya'nya banyak yg bilang gitu..tapi masalahnya dari pertempuran udara di teluk atau serbia atau antara Israel dn Suriah..hampir tdk ada yg dilakukan di jarak dekat (dog fight)..hampir semuanya BVR..

      Jadi pendukung F-35 bilang..boleh aja F-16 atau Su-35 lebih jago di Dog Fight..tapi kalau F-35 memang duluan di BVR..keunggulan dog fight ngk berarti lagi..

      Artinya ketika 10 Su-35 ketemu 10 F-35..sebelum ketemu dog fight mereka adu missiles di BVR range..hasilnya dari 10 Su-35 kena 6-7..F-35 mungkin kena 2..
      Ketika dog fight (jika Su-35 yg kesisa ngk kabur)..F-35 yg masih kesisa 8 akan unggul 3:1..dog fight udah ngk terlalu berarti lagi..

      Hapus
    12. Nambahin..F-35, F-22, Su-57(Pakfa) dan J-20..semua yg stealth ini selain ngurangi RCS..juga didesign dg 'smaller infra red signature'..

      Artinya ketika dog fight pun dimana jarak dekat pake missiles dg seeker infra red (seperti kelas AIM-9)...mereka juga dibuat lebih sulit dikunci oleh seeker infra red..

      Makanya rata2 pesawat Stealth nozzle (atau moncong) gas buang dari mesinya juga dibuat beda..itu untuk ngurangi faktor panas yg bisa jadi target infra red..

      Hapus
    13. It has been a common misconception that stealth is = to invisible to the radar. When stealth first came out. The F117 was said to be the future. However like every cat and mouse game the radars caught up and eventually the lost of an f117 came. To be fair the f117 was spotted because the bays were open which compromise its stealth so technically it was not the issue of the stealth but the issue of using the ordance which is understooded as a compromise. Till this day weapon bays though not the perfect solution but it is the most ideal as compared to mounting weapons outside the aircraft. I wonder if one day there is a solution to overcome this. Sounds impossible though. Not all radars can penetrate stealth from what i read. Seems like X band has been a favourite how it works idk. Still that does not mean stealth is useless. Today stealth is considered as a capability which buys time for the fighter before eventually being spotted by the radar. So compared and f16 and a f35 the f16 will obviously be picked up first. The f35 could be seen as a very small dot on the radar like a bird(from what i read). Stealth is not invisible but hard to be spotted so it still has it uses it depends on the level of stealth. Material, paint, design(RCS)are important factors but there will be compromises like the weapons bay. Compare an f117 to a f22 and the f22 is much more stealthy than the f117. How they calculate stealth idk but i think u can find some ans on google. I rmb watching a vid by real engineering on how stealth works. Good channel i cant rmb but he does mention on calculating stealth i think. You wouldnt bother to remember the equation when u see it lol. What determines whether the stealth fighter is good is not based on stealth but other specs of the fighter like its speed,range, payload, its sensors its advantage and of course the pilot. Stealth is just an advantage not a super capability that we would like to think.(im guilty of this thought as well all because of the f22). Wonder how will russia and china deliver their stealth fighters will be interesting.

      Hapus
    14. Thx for sharing such a good perspective.

      Hapus
    15. lah tumben om ben bisa ngerti bahasa, hmmnn mesti protes nich ke sepupu dekatnya, om anak haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      salut ulasannya om ben.

      Hapus
    16. soal radar, bukannya radar pesawat tempur rata2 x band, gelombang ini paling tajem. cuman kendalanya kalo ujan yach om smili, duch jadi ingat radar weibel baru kita yg terpasang di jogja euy, x-band tuch haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘
      rumornya, langsung ke deteksi pesawat ke ostrali dr garasinya om ben haha!

      soal stealth guwe sempet brosing2 semingguan terakhir, ujung2 pasti soal RCS. itungannya pun mumet, kerna kalo liat dari depan, samping, atas,bawah nilainya beda2.
      f22 & b2 punya nilai rcs terendah, lebih kecil dari insect?beghπŸ€”πŸ€”πŸ€”

      mungkin ini yg nyebabpin seeker rudal ogah2an, jangkrik bos ogah ahh haha!🀣🀣🀣

      Hapus
    17. Makane kalo Profesional2 di bidang ini..mereka ngk ngomong Stealth..tapi ngomongin LO (Low Observability)..cuma orang macam kite2 yg ngandalin media, forum, blog yg masih nyebut Stealth..

      Krn secara tehnis menurut mereka..stealth itu sebenarnya ngk ada..cuma ada di 'science fiction movie'..

      Hapus
    18. Radar anti stealth Dah lama dibanggunkan negara Czech panggil VERA-E ,malah radar anti stealth dari china dan rusia Sudah ada..

      Malah isreal sendiri hentikan pengunaan f35 di syria kerana takut radar era soviet upgrade oleh syria kesan f35 Kamu lihat morel pada idf isreal mereka lebih percaya pada f15 daripada f35 itu,malah isreal sendiri hentikan pengunaan f35 disyria..

      Amerika hanya pandai promosi f35 guna media mereka aje, isreal mahu promosi f35 seperti dia cuba promosi f15 semasa perang lebanon dulu 80s, lihat aje sekarang f15 dibanggakan Isreal dan amerika konon gak penah jatuh sekarang f15 dijatuhkan Pemberontak houthi di yemen

      Hapus
  2. Balasan
    1. cuupp cupp ccuupp nich obatnyaπŸ’ŠπŸ’ŠπŸ’Š mimiknya🍺🍺🍺. smoga cepat sembuh, besok gak usah balik lagi yach haha!πŸ”¨πŸ”¨πŸ”¨tung tung tuungg

      Hapus
    2. Tertawa dalam kegetiran itu menyakitkan ya lon wakikikik

      Hapus
    3. Kehkehkehkeh....
      kalo ane tertawa dalam kebahagiaan...
      kehkehkehkeh....

      Hapus
    4. Itu baru tertawa yang benar om luthfi.. kah kah kah..

      Hapus
  3. Still no CIWS on Indon PKR!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ntar tunggu ompol setruk dolo haha!πŸ”¨πŸ”¨πŸ”¨tung tung tuungg

      Hapus
    2. Ora popo...nggonmu yo rung ono to?

      Hapus
    3. Rheinmetall has received an order for its Millenium Gun 35mm naval weapon system to outfit Indonesia's two new Sigma 10514 Perusak Kawal Rudal (PKR) light frigates.

      DTR believes four Millenium Gun systems are part of the Indonesian order. Each Sigma 10514 PKR frigate is allocated one Millenium Gun system installed forward of the bridge. The first Sigma 10514 PKR frigate was delivered without its Millenium Gun system, although the plinth mount is visible in photographs.

      http://defencetechnologyreview.realviewdigital.com/?iguid=89106e87-6698-4dd4-b554-8e3c271c0b60#folio=6

      Hapus
    4. Siap2 Stroke πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

      Hapus
    5. Still no missile in kedah class..6 unit kedah class ompong...SSM not yet,SAM not yet,only naval gun 76..wkkwkkkk KCR 40 have missile..Yes sir...KCR 60..yes sir..FPB 57..Yes sir Sigma 9113..yes sir...F 2000..Yes sir..Van speijk not only missile sir..but grandpa missile aka yAkhont sir..Good job..Haahaaaa

      Hapus
    6. Kedah class ompong tak de missile cem om paul Wkwkwk...kd merajalela hanya punya missile balon kuning Wkwkwk

      Hapus
    7. Malon mempersiapken senjata laser dan railgun... dengan prototype baloon kuning meletus doooorrrrr....

      kehkehkeh.. .

      Hapus
    8. Sakit nya hati ini ya lon wakikikikik

      Hapus
    9. poor indon....ciws pun tak mampu beli!!

      Hapus
    10. KCR 40..? Parchim..? PKR..? Terbalik la tu.. Malon miskin tak ada satu kapal pun yang punya CIWS.. kih kih kih

      Hapus
    11. Malon ada Wang tak beli CIWS..?

      Hapus
    12. MD@ malon ada CIWS balon kuning bro Wkwkwk

      Hapus
    13. Mak rempit Balon tu pun pasti dah di songlap juga jumlah nya wakikikik..

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mesti seputaran pornoaksi mau komene mas makane didelete πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

      Hapus
    2. Jebul ming pikirane awake dewe sing buthek...mas supoer@

      Hapus
    3. Manusia tempatnya khilaf laah.. :)

      Hapus
    4. Tapi nek ngomong "malon beruk" gak saru tooh??

      Hapus
    5. eh bujeet ditinggal bentar pada gosip..gabener nich om2 haha!😜😜😜

      emang gak pada malming ape? oww iya lupa, faktor U yak...kabooorrr haha!

      Hapus
    6. Tinggal gimana beruknya om lutfi...pake baju opo kutangan doang, xixixix

      Hapus
  5. salah satu negara yang paling terkenal di seluruh ASEAN. ,Anda lebih baik menggalakkan Presiden Jokowi anda untuk meletak jawatan. ,negara anda mempunyai defisit terbesar dalam bajet anda untuk infrastruktur daripada keperluan ketenteraan anda. ,miskin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah biasa mas Indonesia dibilang miskin... stay calm..
      India dan China adalah masuk kategori negara besar dan Kaya.. tapi disana yg miskin pun sangat banyak.. kalau pernah kesana maka akan kaget melihat joroknya penduduk disitu dan masih banyak penumpang diatas atap kereta padahal negara2 ini memeliki kapal induk yg identik dengan kekayaan negara...

      Kita memang negara miskin beda dengan negaramu yg kaya mas.. saking kayanya sampai 67 persen GDP negaramu adalah hutang semua... mantap !! hehehehehe...

      Hapus
    2. Malon negare kaya hutang...
      kehkehkehkeh...

      Hapus
    3. Cie ,Cie gem iri ye...infrastruktur jalan terus pakcik,begitu jg industri militer tetap jalan terus,jalan terus kerana budget,bkn cem malay budget di cut setiap tahun dan di bagi 5

      Hapus
    4. Padahal itu gak dicut tapi disonglap rasuah...
      kehkehkeh kedian malon miskin takde wang..

      Hapus
    5. Alhamdulillah dibilang miskin...roda berputar mas bro gem...negara sampeyan memang Kaya karena luarbiasa kayanya sampai GDP 67 persen negara sampeyan adalah hutang

      Hapus
    6. Alhamdulillah dibilang miskin...roda berputar mas bro gem...negara sampeyan memang Kaya karena luarbiasa kayanya sampai GDP 67 persen negara sampeyan adalah hutang

      Hapus
  6. unite the malay race. malaysia , indonesia , philippines.

    BalasHapus
  7. Jgn dihirau bro gem mpk org stres...gak nyadar Malaysia sdh tergadai krn hutang melebihi 50% dri PDB, nasihat saya byk2lah berdoa agr harga minyak tdk trun terus...klau tdk negara awak akan kolaps...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malaysia tuh cem nafsu besar tenaga kurang bro,banyak cakap hahaha

      Hapus
    2. Banyak cakap kerana kurang makan nasi lemak dan kangkung...
      kehkehkeh...

      Hapus
    3. bagus indon dah pandai sebut nasi lemak...nanti jangan CLAIM sudah la ye..heheheh

      Hapus
    4. Makanan beruk malon mana ada yg mau claim.. makanan manusia macam rendang aja di claim malon

      Hapus
  8. Bisa ndak ya pkr di instal kaliber .....klo diliat pkr banyak ruang yg kosong

    BalasHapus
    Balasan
    1. @ Jalak bisa banget om di pasang Rudal Kalibr..posisiny paling di hangar....Van speijk aka KRI OWA aja kapal yg sudah old skull aja bisa di install yakhont..apalagi PKR yg masih Gress n kapal zaman now

      Hapus
    2. Besok tak installe karo yakhont yoo
      Tapi ojok ngomong ngomong mengko bocor...

      kehkehkeh....

      Hapus
    3. Yoo aku ra ngomonng ngomong sopo sopo mas wkwkwk

      Hapus
    4. @tupes nah itu dia maksudnya mantap klo pkr bisa di instal kaliber atau yakhont hehe.....makasih mas

      Hapus
    5. @ jalak nanti kalau van speijk pensiun..nanti rudal yakhontnya kitA install di PKR

      Hapus
  9. hari ahad malaysie still songlap enjin tak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam satu powerbank..kapal selam pertama didunia lemah tenaga batin...keh keh keh

      Hapus
    2. Salam kapal selam yang mengambang saja macam taik.. wkwkwkwk

      Hapus
  10. Tergelak aku dengar tajuk. Tak tau ini fact or troll

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tajuk nih tak cem MRCA dari zaman jepun dah bising sangat tapi sampe sekarang tak de wujud2 Wkwkwk

      Hapus
  11. Kalau bisa fregat dan destroyernya ditambah sehingga bisa menjaga di perbatasan laut kita dng negara lain, kemudian utk Landing Dock Helikopter (LDH) kalau saran saya sebaiknya anggarannya utk pengadaan tambahan heli anti kapal selam atau pengadaan heli serbu khusus utk memberikan dukungan bagi marinir kita dalam memback up marinir kita dalam melakukan serangan balik ke lawan atau utk atasin serangan lawan yg didukung oleh artileri.

    BalasHapus
  12. Kenapa sih kalau orang Malay Dan orang Indo di sini saling mengejek? Kalau mau debat sehat jangan begitulah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau nk tau tgk la post2 sebelum ni.

      Hapus
    2. Malon gembel.. sok suci di mari kih kih kih

      Hapus
    3. ah sama aja tuh, seringnya malah malay duluan yg provokasi

      Hapus
    4. tgk sapa yg provoke dulu pakkk....

      Hapus