21 Februari 2018

ST Kinetics Presents Latest Development of AMGS 155mm

21 Februari 2018


ST Kinetic AMGS 155mm self propelled howitzer (image : Army Recognition)

ST Kinetics Defense Company from Singapore, the land systems division of ST Engineering, presents the latest development of its 155mm caliber Advanced Mobile Gun Systems (AMGS) project at Singapore AirShow 2018. The AMGS is a wheeled self-propelled howitzer mounting a 155mm/52 caliber gun system carried on an 8x8 military truck chassis.

The 155mm AMGS is capable of firing a volley of rounds with simultaneous impact. This capability grants an element of surprises in firing missions by removing the unfavorable early warning created by single round-firing. The 155m gun has maximum rate of fire of 6 rounds per three minutes with an effective firing range of 40km with Extended Range, Full Bore (ERFB) ammunition. It has a traverse of +30° with elevation from -3° to +70°

See full article Army Recognition

69 komentar:

  1. Ada bau-baunya ATMOSnya Soltam apa gak niih..?

    Hihihihi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Ia tak sama seperti isreal punya Atmos ok guna manual loding Pada 155mm Walau pun hanya punya komputer canggih gunakan 4orang 1pemamdu 3urus lakukan kerja Tembakan .Ia tak sama seperti isreal punya ok guna manual loding Pada 155mm Walau pun hanya punya komputer canggih ..

      Saya AMGS howitzer jenis 155mm Autoloader konsep sama seperti Nora b 155mm dan archer 155mm konsep autoloader

      Zaman sekarang semua guna autoloader jimat masa Tenaga manusia angkat 155mm ammo itu ,Hanya 3 orang gunakan 1pamandu lori dan 2 lagi boleh lakukan Kerja menebak di Ia tak sama seperti isreal punya ok guna manual loding Pada 155mm Walau pun hanya punya komputer canggih ..

      Saya AMGS howitzer jenis 155mm Autoloader konsep sama seperti Nora b 155mm dan archer 155mm konsep autoloader

      Zaman sekarang semua guna autoloader jimat masa Tenaga manusia angkat 155mm ammo itu ,


      Saya rasa AMGS howitzer jenis 155mm Autoloader konsep sama seperti Nora b 155mm dan archer 155mm konsep autoloader

      Zaman sekarang semua guna autoloader jimat masa Tenaga manusia angkat 155mm ammo itu ,Hanya 3 orang gunakan 1pamandu lori dan 2 lagi boleh lakukan Kerja menebak di howitzer

      Hapus
    3. Malon bisa beli tak. . Ngomong doang gede wang kecik... kehkehkeh...

      Hapus
    4. waduh Bisa marah besar si @mahat taik kalo ditanya bisa Beli apa tidak???

      Hapus
    5. Kami hantar anwar cukup "ramai warga indonesia Akan sodom ok, duterte sudah kena sodom oleh paderi amerika merupakan pengajaran berguna pada pilipina supaya gak mahu Warganya disodom lagi oleh pederi amerika itu ix ix ix

      Hapus
    6. kata om mahat batuw, ini blog militer, gak bole selain pertahanan fentung aahh tung tung tungg🔨🔨🔨

      Hapus
    7. malaysia tunggu hibaah dari indon..agak agak apa yg indon mampu hibah ye.. brg yg ada pun daah buruk semuanya..kah kah kah..salam satu powerbank...

      Hapus
    8. Malon miskin ada Wang tak beli Apache dan Su 35 kih kih kih

      Hapus
    9. ama heli bell 412epi cihuuyy

      wah om deindeng angkat tangan, tanda menyerah haha!😅😅😅

      bukannya gak mampu, cuman mao tanya, nanti ongkirnya nagih kemana nich haha!😘😘😘

      haha!salam shopping soping 3 MATRA tempur se ASEAN: Vietnam, Myanmar, Thailand, Indonesia, Filipina buat Singapur, Xlalu shoping bersama okeh oceh 👌👌👌

      Hapus
  2. Congrats Singapore..

    Yup bro PS sekilas mirip Soltam - Atmos

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gara2 liat sitenya jadi nemu bacaan ini bro @PS

      https://www.armyrecognition.com/weapons_defence_industry_military_technology_uk/nikola_motor_electrically_powered_utv_utility_task_vehicle_tested_by_u.s._marines.html

      Mantap bener mas buat misi pengintaian.. gak ada suaranya nih gak kayak mesin gasoline.

      Saya pernah pake motor listrik made in China yg harga 14jutaan.. beuh mas.. senyap banget.. ampe kadang sering mencet bel soale yg nyebrang pada gak ngeh ada motor mau lewat saking senyapnya 😅😅😅

      Coba lihat di sentul setahun kemaren gimana Ferrari dikepret Tesla balap jarak 402 mtr dari start ke finish line.

      Military Electric Vehicle (MEV) cocok kalau mau dijadikan kajian next future combat TNI AD.

      Hapus
    2. Sori supertar howitzer Jenis manual dengan autoloader tak sama ia.
      Isreal punya jenis Atmos Jenis manual, nampak isreal sudah ketinggalan ok Konsep howiter autoloader sedangkan musuh isreal yaitu iran pun sudah bangunkan 122mm howiter autoloader ok

      https://youtu.be/0m-x3FCqzSY

      Hapus
    3. Seberapa sih, beda waktu loader yg auto & manual?

      Hapus
    4. Malaysia tak de howitzer cem nih,di ASEAN cuma indonesia thailand dan singapura guna howitzer cem nih dalam inventorynya

      Hapus
    5. 1mim bisa tembak 8kali ia pak betapa pantas auto howitzer archer
      https://youtu.be/Q6RqA94Xak8

      Dibadingkan system manual Atmos Terpaksa angkat ammo 155mm dan bomb Angak lambat pengunaanya
      https://youtu.be/OQPqoJfTVfY

      Hapus
    6. Membandingan Autoloader dan Manual Loader :

      Keunggulan Autoloader sistem penembakan lebih cepat seperti halnya sistem di tank Armata (kalo baca ulasannya), crew juga lebih sedikit.

      Kelemahan Autolader, kadang sering macet, makanya Tank Abrams masih menggunakan manual (hasil baca juga), weapon by autoloader yg lebih tersusun dan terexpose bila terkena ATGM karena biasanya disusun disamping atau belakang body turet yang beresiko meledak dahsyat saat kena rudal.

      Yah cuma nambahin bahasan doang sih :-)

      Hapus
    7. Semua tank bahaya tak akan terlepas dari atgm walau pun pertahaan ada system pertahanan aps kerana itu isreal takut pada kornet e ok ia punyai system temdem head Mampu musnahkan Untuk tembus letupan aps ada pada merkava itu System aps itu hanya bisa bertahan dengan rpg biasa aje ok

      Lihat aje leopard dibanggakan turkis pun musnah di syria ok Kerana atgm

      Hapus
    8. Superstar memangku aje isreal kebanggaan kamu dan isreal Promosi sodom Di indonesia itu telah ketinggalan dalam system autoloader howiter Ok

      Hapus
    9. Hahahahahaha

      Bro @Maha..gw bukan pengagum Israhell

      Sepertinya anda merasa paling hebat dan jenius dalam hal militer... padahal anda sendiri bukan dari kalangan militer atau pemakai tank yang setiap hari menggunakan tank ini... kira2 mana yang dapat dijadikan rujukan.. komentar anda yang merasa paling pintar di blog ini (meski banyak yang tertawa) atau komentar penggunannya langsung dari pihak militer ?

      Ini saya kasih tulisan dari web militer tentang komentar salah seorang commander tank Abrams ketika ditanya mana yang lebih disukai olehnya.. Auto or Manual ?

      ---------------------------------
      No disrespect to other answers and answer writers here, they are all correct, but so far, it seems that I'm the only one answering who was actually a tank commander.
      At more advanced stages of my service I was a tank platoon leader and tank company commander.

      I'm pointing out my credentials as tank commander because it gives me a field use case perspective,
      and in light of that perspective,
      I am not even going to compare advantages to disadvantages of auto loader vs loader like I've noticed in other answers, but rather directly claim this:

      Under no circumstance would I prefer a tank with an auto loader,
      or even find any room for comparison of one, with the far more preferable 4 men crew based tank.

      Here's why:

      First it's about the ammo.
      Auto loader tanks have predetermined sets of tank shells.
      What they don't have is a mechanism enabling them to foresee the future.

      Why is that an issue?
      Because not all shells are alike.
      They have different purposes for different targets.
      How the hell would I know which target I'll encounter, and at what order?

      Look at this sucker for example:

      ​The 120 mm IMI "Arrow 6" armor piercing shell.
      Cute, isn't it?

      I fire this at a tank, bye bye tank.
      It will penetrate the armor, raise havoc in it, and within less than a second blow it sky high.

      -bersambung

      Hapus
    10. But wait!

      What if this is the next shell loaded in my auto loader, but in front of me I suddenly encounter an Infantry company?

      Well, I fire this, because it's an auto loader, and I can't change the ammo NOW,
      One infantry soldier dies a very exotic death with an entry hole in the gut, the shape of a small sun with rays, like a 4 year old would have painted it.
      Through the hole, if one were to look closely, you could see a small cloud of dust behind the soldier, where the projectile enters the ground.

      The rest of the enemy infantry?
      They'll be just fine.

      And it's the other way around too.
      This time my auto loader is armed with this baby:

      ​​The 120 mm IMI "Shaped Charge" dual purpose shell, which is effective against light vehicles, APCs and infantry...

      Then along comes a T-90...

      Are you fucking kidding me?
      What, we feel like scratching some paint of the T-90's front?
      What the hell am I supposed to do with a shaped charge shell now?

      See, my point is, this type of auto loading system negates the basic definition of warfare, as set forth brilliantly, by Prussian Major General Carl von Clausewitz:
      "War is the realm of uncertainty".
      ("On War", Book 1, Chapter 3, Page 79)

      I don't know what I'll need!
      And I don't want a machine to decide for me.
      And even the most elaborate and modern ones where you CAN change ammo, can't supply me with a series of same type shells, of any length required, that I may actually end up needing because:
      1. You don't always hit on the first shot,
      2. Sometimes it takes more than one shell to destroy a target.

      This alone - the incompatibility of ammo - is enough to render the auto loader system for tanks irrelevant.

      Ha, but there's more.
      Much more.

      The loader (Let's decide that "Loader" is Human, and "Auto Loader" is the out of touch mechanism, OK? Cool) is not just a loader:

      He is the crew's Comm Specialist.
      We have all types of communications systems, and sure, as tank commander I CAN take care of them if something goes wrong.
      but you know what?
      I'm kinda busy here commanding the tank crew...

      The loader is also in charge of other weapons system in the tank.
      See here for example:
      Noam Kaiser's answer to What is the barrel/tube attached to the main gun of this armored vehicle? - The parallel machine gun.
      When that gets jammed, a lot of good an auto loader will do you...
      The loader also has his own machine gun on top of the turret for short ranger. An Autoloader makes you lose that too.

      ------------------------

      Sorry kalo kepanjangan tapi itulah realitanya kelebihan dan kekurangan autoloader dari kaca mata pengguna langsung didalam tank.

      Hapus
    11. Seperti saya bilang kamu tak mahu terima kelemahan ok .
      Dalam nato hanya Tank Perancis guna auto loader tak ada masalah pun berlaku ok,

      Macam ini dalam aktikal menbincangkan howiter AMGS Guna system auto loader, kamu superstar dah keluar dari tajuk ok cerita tengtang Howitzer bilang Tentang tank ,cakap kamu terima saya berdasarkan fakta ok

      Hapus
    12. Oke bro @Maha..

      Saya cuma jelaskan kelebihan dan kekurangan Autoloader. Saya melihat dari kacamata orang netral yg kurang ilmu makanya belajar dalam semua perspectif senjata.

      Btw kamu sangat membanggakan Autoloader pada tank Prancis.. kau bilang sistem autoloader adalah yg terbaik dan lebih canggih daripada manual...berarti kamu juga bangga pada tank Harimau kami dong ? Sudah autoloader lho 😀😀

      Hayoo... mau ngakui gak ?
      Kayane gak bakalan mau sih hihihi

      https://lancercell.com/2017/10/05/medium-tank-buatan-turki-indonesia-dipamerkan-di-hut-tni/

      Hapus
    13. kami punya nexter otomat loader(angkat dikit sich haha!😀😀😀),
      om mahat batuw, mana punya..haha!😅😅😅

      makanya jangan liat brochure doank, ntar godek2 sendiri lho haha!😀😀😀

      salam shopping soping 3 MATRA tempur se ASEAN: Vietnam, Myanmar, Singapur, Filipin, Thailand dan Indonesia Xlalu shoping bersama okeh oceh 👌👌👌

      Hapus
    14. jangan lufa, BMP 3f kami pon auto loader, 54 bijik, bentar lagi nambah, soalnya puwas bisa amfibi soalnya haha!makin menjauh dari yg 48 ekor tuch om mahat batuw haha!😀😀😀

      itu btul om super, otoloder, ada bagus, ada kurangnya. yg macet bisa berakibat fatal. bagusnya jumlah kru lebih sedikit, namun negara pemakai embiti lainnya bilang mereka butuh ekstra kru, kerna embiti itu berat & besar, perlu kru extra buat ngadepin situasi tak terduga, gak mungkin komandernya yg bergerak bukan?
      haha!😇😇😇

      kalo buat tank medium & ringan masi bolelah, kan lebih kecil apalagi ifv, anggota infantri di dalem kan banyak haha!😊😊😊

      makanya altay jg pake loder, konon yg manual lebih cepat dan berguna banget dikala sistem apu tak berfungsi baik. kerna embiti itu besar, punya kru 4 malah lebih baik, jadi komander bisa lebih konsentrasi ngeker pake "komander sight".

      oh ya gempi ada tak komander sightnya om mahat batuw, ditanyaain tuch ama om wah-u disebelah, oke oceh 👌👌👌 haha!


      http://defense-studies.blogspot.co.uk/2018/02/3-paf-attack-helicopters-up-for-repairs.html

      Hapus
    15. Yes mas @Palu

      Saya sih coba belajar secara fair saja.. semua pasti ada plus minusnya
      Tank Leopard masih menggunakan bekala Manual Loader seperti doktrin saudaranya Abrams.. bayangkan negara superpower seperti Amerika yang kenyang perang masih mempertahankan Manual Loader, padahal betapa mudahnya jika mereka mau merubah ke Automatic Loader dengan kekuatan uang yg dimiliki. Tapi US tetap berpedoman Manual lebih baik dari Auto based on pengalaman di lapangan.

      Ini ada cuplikan dari Indomiliter, isinya kurleb sama dengan hasil tulisan komandan Tank versi english yang diatas tadi :

      "Sementara itu, adopsi seorang tenaga pengisi peluru bisa jauh lebih handal ketimbang sistem autoloader yang mekanikel. Dalam skenario, pengisi peluru sejatinya mampu memilih jenis-jenis peluru sesuai perintah komandan, dibandingkan sistem autoloader yang menggunakan isian yang baku, amunisi apa yang pertama masuk, maka itulah yang akan ditembakkan berikutnya. Selain itu, dalam kondisi terjadi amunisi tidak berhasil ditembakkan, sistem autoloader membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengeluarkan peluru dari breech (pangkal laras) jika dibandingkan dengan adanya awak pengisi peluru.Dalam situasi pertempuran, prosesi pengisian peluru dimulai dengan perintah yang disuarakan oleh komandan lewat interkom. Komandan biasanya cukup menyebut salah satu dari jenis amunisi yang diinginkan, pastinya disesuaikan dengan jenis sasaran yang akan disikat. Contohnya “HEAT! Sabot! DM! Pengisi peluru mengambil amunisi yang ia pilih dengan terlebih dahulu membuka pelindung ruang amunisi dengan meneka sakelar, dan kemudian mengambil amunisi yang diperintahkan komandan. Ia mengisikan peluru ke dalam pangkal laras dan menunggu sampai juru tembak atau komandan memutuskan menembak meriam"

      ----------------------

      Tuh kan mas.. dalam situasi perang mungkin yang dilihat commander bukan cuma musuh yang menggunakan tank tetapi bisa jadi dia melihat ada potensi musuh menggunakan jip atau APC atau berjalan kaki dan itu semua terlalu overkill bila dihantam dengan peluru anti tank yg sama di rak autoloader.

      Beruntung lah Indonesia punya kombinasi Leopard Manual Loader dan Harimau Automatic Loader, keduanya saling melengkapi saat IN ACTION bersama sama... :-)

      Hapus
    16. yoi om kita bruntungs, jgn lufa, tank marinir jg punyak kombo oto & manual haha!😆😆😆


      nah itu fentingnya "komander sight" om super, bruntung armada kaveleri kita punya ratusan "komander sight" dari leo a4, leo ri, bmp 3f, pandur 2, sampe harimo item dilengkapi alat ini, jadi bisa serang malem2 keruma tentra delay dkk, dengan kepekaan yg tinggi haha!😊😊😊

      Hapus
    17. Hahahaha,..

      Jujur saya juga baru tahu lho bro..
      Setelah dibully forumer katanya tank kita gak bisa melihat malam hari setelah di gugel malah hasilnya mengagetkan.. bukan cuma bisa melihat malam hari, malah punya commander sight dan terutama leopard 2RI yg punya diesel cadangan utk menggerakkan turret saja dan mesin utama dimatikan demi menghindari thermal di malam hari.

      Ini bener2 lebih dari cukup dari yang saya pikir total blind. Tapi bagus juga sih dibully mereka.. jadi kita malah berusaha nyari tahu yg sebenarnya meski tadinya gak kepikiran babarblass.. hahahahaha

      Hapus
    18. Superstar Dalam atikal bercerita tentang howiter AMGS
      system yg digunakan jadi ia guna system autoloader ok, tak ada cerita Tank leopard, itu boleh cerita lain kali ok apabila atikal tentang tank leopard ok,

      Kamu sendiri menperbodohkan diri bercakap tank leo kamu itu ok

      Hapus
    19. yoi om super, namanya apu(unit tenaga cadangan).
      guwe uda sering kasi linknya ke tentra delay ama yg diatas guwe nich haha!😆😆😆
      tapi apa daya, videonya gak dilihat, presenternya doank jadi bahan fantasi haha!😉😉😉

      padahal disitu uda dijelasin, gunanya peri komander sight, terus ada sensor buat pengemudi disekeliling leo ri.
      madikipe jugak mrk haha!🤣🤣🤣

      salam shopping soping 3 MATRA tempur se ASEAN: Vietnam, Myanmar, Thailand, Indonesia, Filipina, Singapur, Xlalu shoping bersama okeh oceh 👌👌👌

      Hapus
  3. Balasan
    1. Boleh banyar dengan jual Agung Suwandaru untuk sodom pada anwar ix ix ix

      Hapus
    2. Gimana kalo rosmah yg dijual jer... kehkehkeh..

      Hapus
    3. @mahat taik fans berat sodom rupanya???

      Hapus
    4. Hebat singapura..indon yang mendunia pun sekadar jadi negara pembeli je... indon ubarat tong kosong je... bunyi je lebihhh :)

      Hapus
    5. Malon miskin ada Wang tak beli Apache dan Su 35 kih kih kih

      Hapus
  4. cem mane kalau senjata nie tukar dengan tanah johor bahru???jadi rakyat singapure dapat home kar johorbahru....win win solution

    BalasHapus
  5. contohnya salah satu negara gila Asia.Membangunkan senjata mereka tanpa pengetahuan dan masih bergantung kepada AS, Australia dan NZ.Banyak orang gila yang tinggal di Singapura pada masa kini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. You Wrong..

      Singapura adalah salah satu negara ASEAN paling berjaya saat ini. Teknologi pembuatan senjatanya juga paling maju se Asean. Dari segi alutsista Singapura adalah contoh terbaik dari sistem pertahanan negara dibandingkan negara lain. Mulai dari Iron Dome hingga teknologi persenjataannya selalu yang terbaik di kawasan.

      Hapus
    2. Superstar Iron Dome dari mana dari isreal, singapore hanya bagi dana aje selepas melihat system gagal ia tak menbeli ok, Isreal terpaksa minta teknologi amerika untuk menbetulkan masalah berlaku Iron dome gagal perang melawan hamas itu ok..

      Singapore maju pertahaan kerana sebab ia laburkan dana bidang pertahaan untuk tot dan R&D agak tinggi

      Kalau 0.8% laburkan dilaburkan mana mendapat hasilnya ok

      Jadi superstar jangan tahu kena sodom dengan isreal kuat promosi lgbt itu ok

      Hapus
    3. Hahahahahahaha ngakak aing 😅😅😅

      Hapus
    4. @Superstar...Jangan jadi bodoh bro. ,jangan terlalu bodoh.Sederhana sebagai syiling dan tidak bodoh untuk mengatakan bahawa Singapura adalah salah satu yang paling maju di Asean.Saya boleh mengatakan bahawa satu-satunya nama tetapi pengguna akhir adalah sejenis bullshi7.Ambil perhatian bahawa Singapura tidak pernah berpengalaman dalam pertempuran sebenar tidak seperti mana-mana negara Asean kecuali orang Indon di Jakarta dan mungkin ini yang anda panggil tentara Singapura akan menjadi yang paling pengecut dalam pertempuran sebenar untuk mendengar tembakan dari musuh.

      Hapus
    5. Persenjataan militer Singapura memang paling lengkap dan modern se Asean..tetapi dalam hal SDM, Indonesia paling kuat se Asean karena secanggih apapun tetapi jika tentara dan warganya kurang cinta terhadap negaranya dan yg dipikir hanya harta maka tidak ada gunanya...contoh Indonesia merdeka karena dg perjuangan bukan pemberian...semangat penduduk Indonesia akhirnya ditiru oleh Vietnam yg berani melawan penjajah walau dlm senjata masih kalah dg USA tetapi mereka bisa mengalahkannya...coba kita tanya rekan2 kita di Vietnam...benar tdk mereka belajar berjuang dari Indonesia..

      Hapus
    6. terex lagi uji coba sama amerika, mungkin bentar lagi amerika minta lisensi mereka.
      oh iya, kleian tak dapat terex gratis dari tetangga terdekat? dengar2 thailand dapet.

      barang bagus loh, ada komander sightnya haha!👌👌👌
      gem over kalo merasa pintar bisa jawab gak? gempita sekarang punya komander sight cem ini ato tidak?😉😉😉

      https://farm5.static.flickr.com/4035/4332585180_89b4278275_b.jpg

      Hapus
  6. TNI AD mau menambah Ceasar 155mm dan Astros... malon terima hibah saja tak mampu ambil.. kehkehkehkeh.. malon miskin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bila malay tak de wang buat bawa balik Paladin hibah US biar indonesia sahaje yg terima Wkwkwk

      Hapus
    2. malaysia tunggu hibaah dari indon..agak agak apa yg indon mampu hibah ye.. brg yg ada pun daah buruk semuanya..kah kah kah..salam satu powerbank...

      Hapus
    3. Malon lagi buruk kapal selam cam banana boat.. tentra udara kecil cam negara Afrika Sukhoi tiada sparepart.. kapal cam Gun boat abad 18 banyak yang tiada misil kih kih kih

      Hapus
  7. Mahathir rupanya pakar sodomi Wkwkwk

    BalasHapus
  8. percuma ada alatan macam nie kat maaysie....nanti enjin truk tu hilang

    BalasHapus
    Balasan
    1. barang percuma itu hanya indon je suka pakkk.. f16 percuma. c130 percuma.. salam satu powerbank.. :)

      Hapus
    2. Salam banana boat malon.. F-16 upgrade sangat hebat karena dapat detect sukhoi lu dari jarak jauh kih kih kih

      Hapus
  9. Sentiasa ingat bahawa askar Singapura ini tidak berpengalaman di seluruh dunia ketika datang untuk berperang.Mungkin askar ini akan menangis dan memanggil ibunya ketika mereka menghadapi api musuh.Jadi bodoh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan pandang rendah pada pihak lawan pakkk.. mendunia sangat sgt sampai komando katak pun kena tangkap mudah je ketika merampok... :)

      Hapus
    2. Mana mana link nya? @dein.. gk usah ngarang cerita.. kwkwkwk..

      Membual aja bs nya kau tu..

      Hapus
    3. Di ambalat hanya di bentak dengan 2 ekor komando katak Armada malon 1 semenanjung tercirit tak balik balik lagi wakikikikik

      Hapus
  10. omong2 soal terex st kinetik
    konsep trek pada roda gini, bole jugak yah, bisa dilepas/pasang haha!😙😙😙

    https://i1.wp.com/defense-update.com/wp-content/uploads/2016/02/terrex2_tracks_725.jpg?resize=696%2C464

    BalasHapus
  11. TNI AD mau menambah Ceasar 155mm dan Astros... malon terima hibah saja tak mampu ambil.. kehkehkehkeh.. malon miskin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. malaysia sudah ada 54 Astross pakk... indon pun kalah.. :)

      Hapus
    2. Mana mana link nya? Wkkwwkw..

      Hapus
    3. Bohong lah 54.. yang ada hanya 36.. malon memang punya rencana ambil 1 batalion lagi aka 18 unit tapi tak jadi karena tak ada dana.. dia ambil data Wikipedia yang sampai sekarang belum di edit kih kih kih

      Hapus
    4. butulkah ituw om md wahh tertifu donk si om deindeng kalo begitu haha!😅😅😅

      kita punya MLRS lebih banyak om deindeng, kan masih ada rm 51 130mm,
      rm grad, rm vampir, norinco type 90 waahhh jauuu bingits dech, suru tukang itung alutsista om tentra delay kesini, pasti gak brani, apalagi dihadepin ama om woof woof haha!👍👍👍

      Hapus
    5. Dari laporan di sipri om palu mereka ambil dalam 2 batch. 18 batch Pertama tahun 2001. 18 batch kedua 2007. Di forum militer mereka ada yang menyanggah tentang jumlah Astros di Wiki yg tak benar.. malon ni emang tukang claim.. kih kih kih

      Hapus
    6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    7. Masih mending kita beli di batch Pertama langsung 36 Astros dan 36 meriam Caesar.. dan ada tambahan lagi 18 di contract berikut nya.. malon makin ketinggalan wkwkwkwkwk

      Hapus