04 Februari 2019

Honeywell Siap Pasok Teknologi C4ISR untuk Operasi Militer dan Kemanusiaan Kemenhan RI

04 Februari 2019


Honeywell JetWave (infographic : Honeywell)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Honeywell selama ini dikenal sebagai salah satu mitra Pemerintah RI di bidang pertahanan. Antara lain, memberikan dukungan atas kebutuhan teknologi militer kedirgantaraan.

Honeywell selama ini menjadi mitra PT Dirgantara Indonesia untuk menyuplai 34 mesin TPE 331 serta teknologi avionik yang digunakan di pesawat NC212i produksi PTDI.

Honeywell juga menyediakan teknologi upgrade untuk pesawat angkut Hercules C-130 yang digunakan untuk keperluan militer maupun kemanusiaan seperti bantuan darurat. Teknologi yang dihadirkan berupa radar cuaca dan anti tabrakan.

Kegiatan pengiriman bantuan darurat bisa dilakukan dengan kondisi pesawat yang beroperasi dengan aman dan efisien.

Perusahaan asal Amerika Serikat ini menyatakan siap mendukung upaya Indonesia meningkatkan kemampuan perlengkapan militer kedirgantaraannya sekaligus memperpanjang masa gunanya dengan menghadirkan teknologi C4ISR (command, control, communication, computer, intelligence, surveillance, and reconnaissance).

Roy Kosasih, President, Honeywell IndonesiA mengatakan, C4ISR merupakan teknologi dari Honeywell untuk meningkatkan koordinasi operasi militer antara prajurit dan komandannya. Teknologi ini juga bisa digunakan untuk mendukung operasi kemanusiaan seperti penerbangan ke daerah bencana agar mobilisasi bantuan bisa dilakukan cepat dan tiba tepat waktu.

"Kami dapat meningkatkan kemampuan TNI dalam mengelola, memproses dan mendistribusikan informasi secara efektif. Solusi dari Honeywell untuk C4ISR dapat secara presisi membantu upaya koordinasi, pelacakan dan pemantauan aset militer hingga keputusan dapat diambil dengan cepat dan tepat, baik saat perang maupun dalam kondisi damai," jelas Roy Kosasih. 

Dia juga menjelaskan, teknologi C4ISR Honeywell menjamin data dapat diterima dengan aman dan utuh secara konsisten hingga membantu kesuksesan misi operasional. 

"Teknologi kami juga membantu proses komunikasi secara keseluruhan hingga informasi penting di darat, laut, udara dan dunia maya dapat selalu diketahui secara tepat," ungkap Roy Kosasih.

Bagaimana teknologi C4ISR ini beroperasi dan apa platform yang digunakan?  Tim Van Luven, vice president, Aftermarket Sales, Defense, Asia Pacific, Honeywell Aerospace menjelaskan, teknologi C4ISR menyambungkan semua sensor-sensor agar data dapat dikumpulkan dan dianalisa hingga segala keputusan, termasuk peringatan dan panggilan, dapat dilakukan oleh ruang pusat kendali secara cepat dan tepat.

"Honeywell membantu sistem pertahanan negara untuk meningkatkan infra and infostruktur mereka dalam hal C4ISR dengan menambahkan sensor-sensor dan beragam aktuator (penggerak) di wilayah operasional," jelas Tim Van Luven.


Teknologi paket perangkat lunak High Data-Rate dari Honeywell (infographic : Honeywell)

Dia menambahkan, Honeywell juga mampu meningkatkan daya konektivitas dengan sistim komunikasi satelit seperti JetWave dan VIPER, produk-produk Common Datalink dan GoDirect Services.

"Teknologi C4ISR tidak dibatasi aplikasinya dengan jumlah platform dan bisa digunakan untuk di darat, laut dan udara," tegasnya.

"Kami di Honeywell memegang teguh prinsip perusahaan kami, yaitu “The Power of Connected”, atau menghubungkan segala suatu yang nyata secara digital," imbuh Tim.

Sistim komunikasi satelit (sitcom) dan konektivitas adalah komponen penting untuk C4ISR hingga jika ingin mendapatkan hasil yang optimal, maka sistim harus didukung dengan komponen-komponen seperti sensor dan penggerak, platform power dan manajemen data serta keamanan cyber.

Awal tahun 2019 ini, kementerian pertahanan Indonesia mengkonfirmasi rencana untuk membeli lima pesawat C-130 untuk pemerajaan.

Roy menyatakan, Honeywell dapat menawarkan solusi di bawah ini untuk armada C-130 di negara-negara termasuk Indonesia, Taiwan, Republik Korea, Thailand, Malaysia, dan Filipina berupa Avionics Systems, RDR-4000M 3D Weather Radar, Satellite Communication, Enhanced Ground Proximity Warning System (EGPWS) dan Traffic Collision and Avoidance System (TCAS).

Pihaknya juga menyediakan teknologi Health and Usage Monitoring System (HUMS), Embedded Global Positioning System/Inertial Navigation System (EGI), Mechanical Systems, Auxiliary Power Units (APUs) & Generator, Environment Control System dan Air Turbine Starter.

Roy Kosasih menilai, Indonesia merupakan pasar yang bagus untuk teknologi C4ISR ini. "Pangsa pasar C4ISR diprediksikan akan mencapai $119,39 milyar pada tahun 2022, dimana pasar Asia Pasifik diperkirakan akan mengalami pertumbuhan paling pesat diantara tahun 2017-2022," ungkap Roy Kosasih.

Terkait kapan TNI mulai menggunakan C4ISR, Roy menyatakan, pihaknya terus melakukan diskusi dengan pemerintah RI dan membantu mengevaluasi kebutuhan pertahanan negara termasuk bekerjasama dengan perusahaan lokal di industri ini.

(TribunNews)

51 komentar:

  1. Kalo yg cermat baca artikel diatas ☝️...ini semacam rangkaian puzzle yg belum komplit terkait tertundanya pengadaan satelit, tentu saja selain masalah keuangan 🀷

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya kebutuhan yg mendesak satelit militer atau CAISR ini om..??

      Hapus
  2. Malaydogsial must be Jealous 😁

    Kih kih kih

    BalasHapus
  3. Malaydogshit no have money anymores, malayshit is bangkrupt

    BalasHapus
  4. "Erbas....bukan yg lain ☝️"

    https://m.detik.com/finance/industri/d-4413700/april-airbus-umumkan-rencana-investasi-di-indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. proses pembuatan heli caracal di PT DI.. keyeeeeennn..!! πŸ˜€πŸ˜€

      https://m.youtube.com/watch?v=6-0e2uiQEc0

      Hapus
    2. Hubungane karo militer opo mas?
      Gur 2 MRTT mung sak uprit dene maskapai sak umbyuk..

      πŸƒπŸƒπŸƒ...

      Hapus
    3. Kombo tetangga bule : Wedgetail-Triton-Poseidon..πŸ˜“

      Hapus
    4. baru 44%?? 2019-2024 TARGET pespur TNI AU 180 UNIT.. hanya bisa pasrah atau mau berusaha mengejar target..

      Hapus
    5. kombo?? ahh.. klo saya memilih kata "gangbang' .. terdengar lebih SANGAR ato lebih "hardcore' yaaa🀣🀣😁😁

      Hapus
    6. Tetep gue yakin :

      KC-46, Wedgetail dan Poseidon.

      Salah satu alutsista penanggulangan bencana yang bisa mendarat di kebanyakan lanud AURI adalah KC-46.

      Pengadaan tanker adalah salah satu dari rencana pengadaan alutsista strategis yang 4 paket itu.

      Jadi dari 4 paket alutsista strategis itu salah satunya adalah pesawat tanker.

      Hapus
    7. Mungkin ada hubungannya pas kemarin menteri kita negoisasi minyak sawit dengn prancis mas.. haha..

      mereka juga was2 kehilangan pasar Indonesia dan diambil alih boeing.. laahh biji mane ngk takut..?? beritanya kan sudah santer.. pembelian Herkules, Apache, Chinook, AEW&C, Pesawat maritim, Tanker yg bakal mengisi arsenal TNI.. πŸ˜€πŸ˜€

      Dan kemarin ada kisruh Lion vs Boeing.. Dan pemiliknya Rusdi Kirana mewacanakan membatalkan kontrak pembelian puluhan sampai ratusan pesawat buatan boeing terutama jenis 737-MAX.. Aji mumpung siapa tahu Pak Rus memindahkan ordernya ke Airbus.. 😁😁😁.

      Hapus
    8. #replay mas pedang.. ☝☝

      Hapus
    9. Yang bener : negoSIasi mas. Dari kata negotiation.

      Bukan negoISasi.

      Hapus
    10. Airbus ShowCase:

      -Cn235, C295, NC212,A330MRTT, A400M.

      Hayoo Airbus mau bikin apa yg baru di Indonesia hayo saingan sama Boeing.

      Hapus
    11. Dimasa depan populasi KC 46 akan lebih bnyak prediksinya dr pada Airbus MRTT. karena kebutuhan AU US sendiri bnyak. menggantikan KC135 & KC10. sehingga utk masalah perawatan & suku cadang akan dirasa aman.
      Merem wae lahh.. gor milih 1 dari 2 aja kokπŸ˜πŸ˜„

      Hapus
    12. Mas Smiling
      Itu diatas ada pakde panjenengan seng koyo wong edan ngidam poseidon. Congore ngeronyo poseidon wae.....hahaha

      Hapus
    13. Apaaaah...master ngidam pose'edan 😱😱😱

      Hapus
    14. Mas Bagas, itu Caracal PTDI licensi bikin sendiri yah kok dari bahan mentah sampai perakitan dikerjain sendiri ?

      Hapus
  5. "Honeywell selama ini menjadi mitra PT Dirgantara Indonesia untuk menyuplai 34 mesin TPE 331 serta teknologi avionik yang digunakan di pesawat NC212i produksi PTDI."

    nach ini dia, baru pesen maren pas wapres mike pence dateng khan haha!πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

    sesuai dgn pesen2 dr guwe, sang fete kudu tumpukin tuch mesin2, ngapaen ragu nyetok. biar gak telat kalo ada order lagi ciye..cihuuyy haha!πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

    BalasHapus
    Balasan
    1. kegiatan wapres amrik mike pence dtg 2017, berlanjut pd ttd pengadaan peralatan militer jugak lokh.
      sniper ATP bok, buat ep enem belas kite haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      "$10 billion dollars in trade and investment"

      "Lockheed Martin
      Under this agreement, the Indonesian Air Force will acquire Lockheed Martin’s Sniper Advanced Targeting Pods (ATP). This state-of-the-art technology for the F-16A/B fighters stationed at Iswahyudi Air Base will enhance Indonesia’s maritime and territorial defenses while operating seamlessly with the United States and other regional partners. Lockheed Martin will produce Sniper ATPs at its Missiles and Fire Control facility in Orlando, Florida, and work closely with the Indonesian Air Force to train a cadre of pilots and maintainers."

      https://id.usembassy.gov/commercial-deliverables-commercial-signing-ceremony/


      Hapus
    2. maren di artikel sebelah, guwe sempet nulis buat ngingetin teman2 soal ini:

      "liat aja mike pence dateng kesini 2 tahun laluw ngapaen?
      tanda tangan kontrak kan hampir $10 bilyun.
      diantaranya ada alutsista yg katanya uda dibeli jaman rejim dahulu, tp kok tanda tangan lagi tuch haha!πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†"


      http://defense-studies.blogspot.com/2019/02/kasau-sampaikan-alutsista-tni-au-capai.html

      Hapus
    3. sesuai titah ksau:

      "“Khusus di bidang pengadaan, kita mengacu pada pembangunan MEF yang mana (alutsista) TNI AU baru tercapai 44 persen dari 100 persen pada tahun 2024. Yang seharusnya di akhir 2019 nanti, MEF kita akan tercapai 66-67 persen. Kenapa demikian? Karena pengadaan ada beberapa yang masih berjalan, masih proses di Kemhan. Namun demikian, saya optimistis komitmen saya untuk mempercepat pengadaan alutsista ini. Kita tahu pengadaan alutsista tidak bisa sekarang proses, sekarang kontrak dan sekarang datang. Tidak seperrti itu. Khususnya pesawat, rudal, butuh waktu 2-3 tahun,” bebernya."

      Hapus
    4. teman2 tidak perluw saling menyerang, renstra adalah program TNI yg sudah lama ada dan dikaji. bukan milik pemerintah/rejim tertentu okeh ocehπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ

      jd kalo ada yg nanya knp baru 44% lagi buat tni au.
      skrg guwe balik bertanya pada MEF tahap I siapa yg tau berapa banyak realisasi Proyeksi Pengadaan Alutsista TA.2014 alias pd jaman em-e-ep tahap I haha!πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

      Hapus
    5. Dijelaskannya, Rencana Strategis (Renstra) pembangunan TNI melalui program Minimum Essensial Force(MEF) dibagi dalam 3 tahap.
      Pertama periode2009-2014,
      kedua periode 2015-2019, dan
      terakhir 2020-2024.

      target masing2 tahap,
      I:30%
      II:30%
      III:40%

      "mnurut menhan pur, pola em-e-ep(mef-red) tidak bisa dimulai dari 0 sama sekali.
      masi ada kebutuhan alutsista dari dari renstra(rencana strategis) seblumnya 2005-2009 yg belum terpenuhi akan masuk di tahun anggaran berjalan selanjutnya sampai program tuntas atau ada program lain selain em-e-ep, begitchu haha!πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹"

      sebagai perbandingan, em-e-ep(MEF) tahap I utk 3 matra, realisasinya telah dicapai kurang lebih 27% haha!😎😎😎

      Hapus
    6. MEF 100% Kan dijadwalkan 2024. 2014 Kan udah dibilang 40% (2014). Lah Masa 2019 cuma 44% ?

      Pencapaian termasuk lho kontrak yg sdh pasti. Kan ente termasuk yg bilang MEF 1 pembayaran di MEF 2..Ok..tapi artinya kontrak ya sdh Japan di MEF1.

      Inget lho..Ini procurement contract with legal binding..bukan hanya MoU..alias kalo baru MoU ngk dihitung ..πŸ˜‰

      Nah kalo yg dtg skrg banyak yg kontrak di MEF1..mestinya plg ngk MEF2 juga sdh penuh dong kontrak2 pastinya (inget kontrak bukan MoU)..

      Tapi kalo dibilang baru 44%..Masa pencapaian baru nambah 4%..

      Inget Ini bukan nyerang..data 44% juga dari rezim yg skrg..

      Hapus
    7. Nambah..taruhlah 40% itu termasuk kontrak..tapi kembali kontrak pasti..nah yg 44% itu apa..Kan dibilang juga semua pengadaan..termasuk yg masih kontrak..

      Lah itu toh yg dipertanyakan..Masa hampir 5 than cuma nambah pengadaan 4% ?

      Hapus
    8. pencapain tersebut adalah realisasi sampai tahap I berakhir mnurut anggota dpr/mpr komisi I/bid pertahanan loh haha!πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

      realisasi sisa barang yg blum masyuk dan kontrak2 laen yg masi proses, terus berlanjut pada em-e-ep(mef)II haha!🀠🀠🀠


      jadi kalo maren ada teman yg blng,

      "Pencapaian 44 % itu sebagian besar dari pemerintahan sebelumnya, untuk yang sekarang blm ada prestasinya, suka 35 aja blm jelas"

      yah liat aja tuch total realisasi em-e-ep tahap I (2009-2014), mayan kan buat ngitung pembanding, proyeksi pengadaan alutsista tni au haha!πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

      Hapus
    9. nacch seruw ini haha!

      2019 kan blom selesai om barat haha!🀣🀣🀣

      dan harap baca lagi 27% dari MEF I ituw bukan berarti pada masa MEF I ituw mulai dari 0.
      kan uda guwe tulis, seperti menhan pak pur bilang

      guwe ulang lagi nich, renstra(rencana strategis) seblumnya 2005-2009 yg belum terpenuhi akan masuk di tahun anggaran berjalan selanjutnya sampai program tuntas atau ada program lain selain em-e-ep, begitchu haha!πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹"

      artinya ada realisasi yg masuk bukan hasil dari renstra program MEF ituw sendiri. dan renstra 2005-2009 gak ada namanya haha!πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡
      begituw pula pada masa mef III berakhir, sisanya akan lanjut pada renstra selanjutnya, terserah namanya apa nanti, begitchu haha!🧐🧐🧐

      Hapus
    10. "MEF 100% Kan dijadwalkan 2024. 2014 Kan udah dibilang 40% (2014). Lah Masa 2019 cuma 44% ?"

      wedewww om barat, kelirumologi itung ini haha!πŸ€“πŸ€“πŸ€“

      artikel sebelah ituw hanya khusus tni au, bkn renstra mef 3 matra tempur haha!πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

      mangkanye guwe pengen tau, kalo ada yg nanya knp baru 44% lagi buat tni au.
      skrg guwe balik bertanya pada MEF tahap I siapa yg tau berapa banyak
      "realisasi Proyeksi Pengadaan Alutsista TA.2014" alias pd jaman em-e-ep tahap I haha!πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

      kalo masi blom dateng gak usa di itung, kerna bukan masuk proyek jaman tersebut, begitchu bukan haha!🀨🀨🀨

      Hapus
    11. oiya yg diatas, khusus tni au, kalo total realisasi mef I 3 matra = 27% pada saat em-e-ep I berakhir. dan ini pon bukan 100% realisasi pada pengadaan MEF tahap I loh, ada yg dtg dr renstra seblomnya, begitchu haha!πŸ™„πŸ™„πŸ™„

      nach bila me-e-ep tahap II berakhir pon sisanya utangnya psti berjibun dtg pada tahap III.
      hal ini akan terus berulang2 terjadi. jd harap makloum haha!😜😜😜
      mana ada shopping soping alutsista cem di indomaret/alfamart haha!πŸ€—πŸ€—πŸ€—
      semua pengadaan butuh proses, bisa terbuka atopun tertutup.

      Hapus
    12. dan ude guwe tulis pulak, ada bbrp peralatan alutsista yg impor, prosesnya terus berlanjut dari 1 renstra ke renstra selanjutnya.
      cem apache, sigma pkr, kasel nagapasa dsb

      program pembelian ini, pasti otomatis akan membebani pembayaran cicilan/multi yir renstra slanjutnya maupun pagu shopping soping, begitchu kan haha!πŸ€‘πŸ€‘πŸ€‘

      apalagi pada proyek jangka panjang. uda guwe tulis di artikel sebelah:

      tni al perluas markaz ARMABAR(armada barat/I) Pondok Dayung butuh 13 tahun, dan baru selesai pada MEF II. itu artinya uda mulai dari jaman seblom MEF I khan haha!πŸ€‘πŸ€‘πŸ€‘

      dan markaz kasel di teluk palu pon, itu sebenernya blom total selesai, walo uda dioperasikan. dan pembangunannya pon mulai dari mef I. kemarin sempet ancur dermaganya. bisa jadi dibangun ulang dan makan waktu lebih dari 1 tahap renstra, begitchu haha!πŸ€“πŸ€“πŸ€“

      Hapus
    13. Nah ini..27% di 2014 brg yg udah dtg..tapi under legal binding contract udah 40% lho..datanya Ada tuh kalau mau di Google..he,he..ngak salah itung kok..

      Nah kalo 44% cuma TNI-AU..berapa dong yg skrg udaj dtg Dan dalam legal binding contract yg sdh pasti..
      Lah Su-35 aja blm jelas Ini sdh legal binding atau belum..krn kalau imbal dagannya blm selesai..blm bisa disebut legal binding..krn imbal dagangnya itu kan 'condition precedents'..

      Makanya rejim yg skrg kalau ngk Mai diserang soal pertahanan..harus lebih jelas ngebuka data berapa pencapaian..πŸ˜‰

      Emang namanya defense procurement bukan seperti beli tahu goreng..
      Tapi kalau rejim yg sebelumnya bilang di akhir periodenya sdh 40% tercapai (baik yg sdh datang maupun dalam kontrak pasti)..
      Hayoo yg skrg sebut dong berapa pencapaian pastinya..

      Kalau yg keluar cuma kebanyakan MoU aja..yah jgn heran dong kalau oposisinya nyerang pencapaian pertahanan..πŸ˜‰

      Hapus
    14. leh kerna ituw, berkali2 guwe tekankan,
      teman2 tidak perluw saling menyerang,

      renstra adalah program TNI yg sudah lama ada dan dikaji. bukan milik pemerintah/rejim tertentu okeh ocehπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ

      MEF adalah nama program renstra 15 tahun dr tni.
      bukan berarti sebelum dan sesudahnya kelak gak ada program haha!πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

      pesan sponsor: awewe101 tercantik sekawasan pasti akan dtg lagi, entah di mef III ato program renstra slanjutnya, knp? soalnya uda masuk renstra bok dr kapan tao, bkn berarti babehnya om smiling yg bikin loh. uda dikaji dr dolo malah, beliau hanya eksekutor haha!😍😍😍

      maen jetski dolo achhh haha!πŸ„‍♂️πŸ„‍♂️πŸ„‍♂️

      Hapus
    15. AW 101 emang udah disebut..tapi Kan di restra'nya juga disebut pengadaannya juga bersaing dg helicopter yg dianggap sekelas termasuk Caracal..
      Pertanyaannya siapa yg ngijinin tuh AW 101..emang ada argument yg bilang AW 101 Ini lain kelas dg Caracal..tapi ngk semuanya di Kemenhan setuju toh..

      Jadi siapa yg ngijinin tuh yg sebiji itu masuk duluan..Lah berani-beraninya AW ngelawan Airbus disini..πŸ˜‰πŸ˜

      Hapus
    16. Data per akhir September 2018

      Total 3 matra 61,48%

      Matra darat 72,97%
      Matra laut 67,06%
      Matra udara 44,40%

      Hapus
    17. Naaah, setelah melihat data yg disajikan oleh master ☝️(data capaian mef ketiga angkatan..
      AU yg paling kecil)...cocok karo lehku kojah ben dino yen AU duwe 3 proyek : su-35, ifx lan viper secara simultan iku ora realistis 🀷

      Umpomoa ngocok dadu (opo ngopyok...penak sing endi πŸ€”), tibane mesti viper terus πŸ€—πŸ€—πŸ€—

      Hapus
    18. jiaaa..guwe baru liat lg. om barat kocak dech, utg angka 40nya mirip2 pdhl guwe kan lg ngemengin khusus tni au haha!🚁🚁🚁
      gpp dech, namanya diskasyen.

      yg ditulis om woof2 diatas ituw apdet mef 3 matra.
      dipresentasi panglima tni per agustus 2018

      bisa diliat dikolom gosip khusus militer kite.
      perolehan tni au angkanya sama persis smpe awal tahun 2019 walo ada penambahan heli ttp gak diitung, barangnya gak ada soalnye haha!🎳🎳🎳
      klo tni ad & al yaqeen beruba terus, byk alutsista masyuk sich haha!⚓⚓⚓

      https://www.instagram.com/p/BpWFZ98HV9B/

      2019 blom abis, angka2 prosentase tni au pasti naik jika 4 bijik pesawat yg terjadwal di proyeksi jadi masyuk, cuman perubahannya gak byk kyknya, kcuali kalo sapras diitung lain crita haha!✈✈✈
      masing2
      2 nc212
      1 c295 misi spesial
      1 c-130H herki dr osi.

      klaim rejim terdahulu 40% mef I ituw, tentuw sj bener, soalnya ituw kan baru target. sedangken realisasi alutsista yg masuk, setelah di itung besaran realisasinya 27% dari target mef 3 matra 30%. minus 3%, mayanlah, kerna dari rencana strategis semula MEF hy 32% haha!πŸ₯πŸ₯πŸ₯

      nach itu pon ada alutsista2 yg masyuk bkn dr shopping soping alutsista mef I,
      melainkan dr renstra seblumnya tahun 2005-2009, renstranya tak py nama haha!πŸ›°πŸ›°πŸ›°
      contoh: pengadaan su 27/30 kontrak taun 2007, pespur ini masyuk bertahap dr tahun 2009 & 2010.

      disini guwe mau unjukin yg dimaksud pak menhan pur, bahwa mef I tdk dimulai dr 0.
      pola bersinambungan ini akan terus-menerus terulang sampai paket alutsista tersebut lengkap.

      Hapus
    19. kalo liat tabel ppunya panglima tni, liat kebagian jumlah, begh sadis yak tni ad kepingin py 224 bijik heli sampe mef 3 berakhir, realisasi saat ini 120 bijik wooww haha!🚁🚁🚁

      nach buat lapis baja, kebutuhan 3700an saat ini uda py 1900an, wah byk amat sisa kebutuhannye haha!πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›

      Hapus
    20. nach ini buat om smiling, awewe ada kuo pintuw rampanye, cuman kicil haha!😜😜😜

      yg ngijinin babehnya om smiling tuch om barat, jagoan neon sich haha!πŸ›ΈπŸ›ΈπŸ›Έ
      tp tetep sesuai aturan kuo, gak kyk brita rame2 ntuw haha!🚁🚁🚁
      sebijik doank dipa tni-au sisanya 5 lg kemhan. tp tau dech blom dieksekusi ame opa rr, ngerihh doi haha!🏹🏹🏹

      cekidot pelemnya awewe kesayangakuh nich gaes haha!😍😍😍
      https://www.instagram.com/p/BYuyZ66lfB4/

      Hapus
  6. Awas ada yg panas dingin batuk pilek dan fusing kepala dari tukang jeles sebelah yg tengok program MEF yg terencana dan konsisten, ini karena ada kemauan dan ada duit, yg sebelah cuma bisa gigit jari di kasur basah sampai 2055. wkwkwk....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh My God??


      What happened to Idiot Indons TONG-TONG 400HP Piston Type Engine?????



      Kih kih kih

      Hapus
    2. ada jiran panas hati. tak pernah senang lihat kepakaran dan kemajuan jiran jirannye...😁😁

      Hapus
    3. This is picture tong tong plastic engine malaydogsial shipa 😁

      http://www.malaysiandefence.com/wp-content/uploads/2018/10/1st-700x525.jpg

      Hapus
  7. For me I still prefer For Indons Plastic plane their TONG-TONG 400HP Piston type Engine.





















    Kih kih kih

    BalasHapus
    Balasan
    1. bousted tegar dengan maharogolela nya yg berkarat tak nak nyebur ke laut..😁😁😁 kurang teruk ape ke?

      Hapus
    2. Only 4 Out of 28 Fighter Jets At RMAF Can Fly Due to Poor Maintenance because malaydogsial use tong tong plastic engine 😁

      https://www.worldofbuzz.com/mat-sabu-only-4-out-of-28-fighter-jets-at-rmaf-can-fly-due-to-poor-maintenance

      Kih kih kih

      Hapus
    3. Becaise you don't have money for your military, you are using rusted and garbage military products

      Hapus
  8. Kahkahkah terpancing lageee unknown Malon ...

    BalasHapus
  9. Penawaran untuk semua individu

    Anda mencari sejumlah besar untuk merevitalisasi perusahaan Anda atau Anda mencari pinjaman untuk membeli rumah Anda.
    Kami dapat menyediakan Anda dengan pinjaman ini.

    E-mail: info@creditfinance-bank.com
    Rolandgadner@outlook.de
    Nomor WhatsApp: +33784505888
    Situs web: https://creditfinance-bank.com

    BalasHapus
  10. "Tanpa izin saya berani mendakwa kita malas. Kita lebih suka serah kerja kepada orang lain. Hari ini kita dapati ramai orang asing datang bekerja di negara kita. Kenapa? Kerana kita tidak sanggup bekerja. Pergilah ke tempat kerja dan kita tidak akan bertemu dengan pekerja kita.Ya, memang kerja itu berat. Mungkin kotor dan berbahaya. Kita cuma cari kerja yang ringan, dikilang berhawa dingin. Tetapi disitu pun daya keluaran atau produktiviti kita rendah”
    - Tun Dr Mahathir Mohamad -

    BalasHapus