02 Maret 2022

Australia to Acquire Additional Laser Target Designators from Leonardo

02 Maret 2022

According to Leonardo, Australia will operate more than 20 Type 163 LTDs after the latest contract (image : Leonardo)

Leonardo Australia will provide the Australian Defence Force (ADF) with the Type 163 Laser Target Designator (LTD) under Australia's LAND 17 Phase 2 Digital Terminal Control System – Capability Assurance Program.

According to Leonardo, the contract for the Type 163 will be fulfilled in the second quarter of 2022. This order follows a previous contract.

A spokesperson from Leonardo told Janes that the ADF will be operating more than 20 Type 163 LTDs after the current order. Leonardo's spokesperson could not comment on the price of the contract.


“The Type 163 is manportable and also integrates with external systems, in this case, the digital terminal control systems (DTCS) that Collins Aerospace will deliver [to the ADF],” said the spokesperson. The LTD system also integrates with Collins Aerospace's shortwave infrared (SWIR) camera, which has a see-spot capability, the spokesperson added.

The Type 163 is designed to meet special and conventional joint terminal attack controllers (JTACs) and joint fires observers (JFOs) mission requirements. These missions include marking and terminally controlling semi-active air-to-ground weapons onto targets up to 10 km in distance.

Additionally, the Type 163 features “market-leading” laser-designation and rangefinding capabilities. “A key driver of this [capability] is the laser's athermal technology, which allows for a small size [of the LTD] and does not require power-hungry cooling systems,” the spokesperson added. The athermal technology is designed to reduce maintenance by lessening the number of components in the Type 163.

Navy Signs Purchase of Schiebel Camcopter S-100 Phase 2

02 Maret 2022

Royal Thai Navy (RTN) was signed contract with Schiebel Aircraft GMBH for $17,193,828 second batch of 2 systems with 4 aircarfts of Camcopter S-100 rotary-wing UAV (photo : AAG)

On February 14, 2022, Lt. Gen. Apichai Sompolkrang, Director of NRCT presided over the signing ceremony for the project to supply the unmanned aerial vehicle phase 2, model Schiebel Camcopter S-100 with Schiebel Aircraft GmbH, there will be 2 systems.

It is an unmanned aerial vehicle in the amount of 4 unmanned helicopters with equipment systems and other support related in the total amount of 556.1 million baht.


The aircrafts will be stationed at the Royal Thai Navy Naval Aviation Division Battleship Fleet, Ban Chang District, Rayong Province 1 system and 491st Air and Coastal Defence Command, Satun Province 1 system.

Previously, the Royal Thai Navy had already supplied with two Schiebel Camcopter S-100 systems, amount to 600 million baht in 2020.

(AAG)

Ternyata Pasukan Intai TNI AL Pakai Motor Gagah Buatan Rusia

02 Maret 2022

Motor Pasukan Intai Korps Marinir TNI AL (photo : TribunNews)

MOTOR Plus-online.com - Di luar konflik (perang) Rusia dengan Ukraina, ternyata pasukan TNI AL (Marinir) adalah pengguna motor asal Rusia.

Korps Marinir TNI AL ternyata menggunakan kendaraan intai tempur dengan desain klasik

Ini bukan motor jadul, tapi memang dari pabriknya punya desain seperti ini.

Motor tersebut adalah IMZ Ural Gear Up, keluaran pabrikan motor dari Rusia yaitu Ural.

IMZ Ural Gear Up (photos : IMZ Ural)

Ural memang sudah lama dikenal sebagai pabrikan motor dengan sespan (tandem), juga spek off-road dari jaman Perang Dunia II.

Maka tak salah kalau banyak kesatuan militer di berbagai belahan dunia menggunakannya.

Hingga saat ini motor produksi mereka masih mempertahankan gaya motor sespan jadul, namun tetap dengan dijejali teknologi modern tentunya.

IMZ Ural 650 milik Korps Marinir TNI AL sendiri selain mempunyai kelir doreng khas Marinir, juga dilengkapi dengan senapan mesin sedang FN MAG caliber 7,62 mm.


Bobot motor tersebut 331 kg dan disokong dengan mesin injeksi dua silinder boxer 750 cc yang mampu melontarkan tenaga hingga 45 dk dan torsi mencapai 56 Nm.

Sedangkan top speed-nya bisa tembus 108 km/jam pada mode tandem, namun apabila hanya membawa satu rider bisa melonjak hingga 122 km/jam.

Yang bikin motor ini makin beringas lagi adalah sistem final driver-nya, karena sudah memakai 2WD alias dua ban di belakang gerak semua. Gokil, kan?

Baca Juga: Rusia Serang Ukraina, Motor Perang Rusia Ada Yang Dijual di Indonesia Untuk Umum.

Motor dengan sespan seperti ini lumrah digunakan oleh pasukan reconnaissance (pengintaian) yang tugasnya sebagai tim pelopor.

Kendaraan yang kecil, lincah, dan cepat tentu saja memungkinkan pasukan intai ini mudah untuk berpindah dari front ke induk pasukan.

Yang keren lagi, ternyata saat ini baru Resimen Bantuan Tempur (Menbapur) Korps Marinir TNI AL yang punya motor bersespan seperti ini.

Dalam sejarahnya, IMZ Ural ini dibangun pada masa perang Rusia (dulu Uni Soviet) melawan Jerman di era Perang Dunia II.

Tapi ada kisah unik di baliknya, yaitu ternyata motor pertama buatan Ural merupakan hasil contekan ke motor Jerman pada saat itu, yaitu BMW R71.

01 Maret 2022

Brunei Tetapkan Anggaran Pertahanan 2022/2023

01 Maret 2022

Anggaran Pertahanan 2022/2023 sebesar B$ 597,673,680 turun 2,05% dari anggaran tahun 2021/2022 sebesar B$610,170,920 (photo : DeltaSquad833)

Menteri Pertahanan Kedua Membentangkan Belanjawan Kementerian Pertahanan Bagi Tahun Kewangan 2022/2023

BANDAR SERI BEGAWAN – Yang Berhormat Pehin Datu Lailaraja Mejar Jeneral (Bersara) Dato Paduka Seri Haji Awang Halbi bin Haji Mohd Yussof, Menteri Pertahanan Kedua membentangkan belanjawan Kementerian Pertahanan semasa Mesyuarat Pertama Dari Musim Permesyuaratan ke-18 Majlis Mesyuarat Negara pada hari ini.

Anggaran belanjawan bagi Kementerian Pertahanan yang telah diperuntukkan bagi Tahun Kewangan 2022/2023 ialah B$ 597,673,680.00.

Dalam ucapannya, Yang Berhormat Menteri Pertahanan Kedua memaklumkan bahawa Kementerian Pertahanan akan terus menggalas amanah yang dipertanggungjawabkan ke arah memastikan persekitaran keselamatan negara yang kukuh dan selamat bagi mendukung usaha pemulihan negara berikutan pandemik COVID-19. Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Diraja Brunei (ABDB) turut meneruskan komitmennya untuk memenuhi visi baharu kementerian iaitu, ‘Sebuah Angkatan Tentera Yang Dihormati dan Rakan Kerja Yang Mantap’ sepertimana yang digariskan dalam Kertas Putih Pertahanan 2021.

Yang Berhormat Menteri Pertahanan Kedua mengetengahkan peranan ABDB dalam menerajui tanggungjawab dan memberikan sokongan terhadap inisiatif kepada respon COVID-19 kebangsaan dengan kerjasama agensi-agensi kerajaan lain khususnya Kementerian Kesihatan melalui Pusat Penyelarasan Kebangsaan bagi COVID-19. Selain itu, Kementerian Pertahanan dan ABDB melalui Task Force COVID-19 yang telah ditubuhkan sejak tahun 2020 juga terus memberikan pelbagai bantuan operasi seperti bantuan logistik, ujian makmal dan saringan, dan pelaksanaan program vaksinasi termasuk operasi-operasi keselamatan di segenap pelusuk perbatasan negara.

Yang Berhormat Menteri Pertahanan Kedua juga mengongsikan bahawa pada tahun 2021, Kementerian Pertahanan telah berjaya memikul tanggungjawab sebagai pengerusi Mesyuarat Menteri-Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM) yang ke-15 dan ADMM-Plus yang ke-8 dalam membina ASEAN-centric security architecture yang lebih inklusif, positif dan teguh bagi menjamin Asia Tenggara kekal sebagai sebuah rantau yang makmur, stabil dan aman.

Mukadimah diakhiri dengan memaklumkan bahawa seiring dengan pelancaran Kertas Putih Pertahanan 2021 bersempena sambutan Hari Ulang Tahun ke-60 atau Jubli Intan ABDB pada bulan Mei tahun lalu, Kementerian Pertahanan sedang dan akan terus melaksanakan pendekatan ‘Whole of Government / Whole of Nation’ yang lebih fokus dan komprehensif selaras dengan kepentingan-kepentingan strategik berganding bahu bersama agensi kerajaan dan swasta, dalam menentukan keamanan, keselamatan, kedaulatan dan kesejahteraan negara. Kementerian Pertahanan dan ABDB juga akan sama-sama bekerjasama dengan rakan-rakan antarabangsa ke arah memastikan suasana persekitaran keselamatan serantau dan antarabangsa akan terus terjamin.

The Acquisition of 16 Mi-17 Helicopters from Russia in Dilemma

01 Maret 2022

Mil Mi-17 helicopter (photo : wallpaperflare)

PH ‘closely monitoring’ Russia-Ukraine war; to remain neutral ‘for now’ – Lorenzana

Department of National Defense Secretary Delfin Lorenzana said Friday, Feb. 25, that the national government will not take any side between the two warring countries “for now” although he noted that the Armed Forces of the Philippines (AFP) “is prepared” in case tension escalates and the violence spreads in other countries.

The DND and the Russian government has an ongoing procurement deal as part of the AFP’s modernization program.

The DND is planning to buy 16 units of the Soviet-designed Mil Mi-17 heavy lift helicopters for the Philippine Air Force (PAF), and Lorenzana believes the Ukraine conflict will not affect this procurement.

However, the Philippines appears to be in a difficult situation since military superpower United States was among the countries that condemned and vowed to imposed heavy economic sanctions on Russia due to its invasion of Ukraine. US is a close ally of the Philippines.

Aside from the military aspect, the government is also considering the welfare of about 300 overseas Filipino workers (OFWs) who are either working or living in Ukraine.

Department of Foreign Affairs (DFA) Secretary Teodoro Locsin Jr. had said that the Philippine embassy in Warsaw, Poland already mobilized a consular team to help in the rescue and repatriation of displaced OFWs in Ukraine.

See full article Manila Bulletin

Korps Marinir Berusaha Mendapatkan Tambahan Ranpur LVT-7 dari USMC

01 Maret 2022

Kendaraan pendaraft amfibi LVT-7 Korps Marinir TNI AL (photos : Korps Marinir)

Kabar tentang kemungkinan Korps Marinir mendapatkan kendaraan tempur dari AS muncul dalam tayangan video di channel YouTube pribadi Jenderal Andika Perkasa saat melakukan kunjungan ke Markas Sarang Petarung Marinir TNI Angkatan Laut di Cilandak, Jakarta Selatan pada 17 Desember 2021 lalu yang diupload pada tanggal 19 Februari 2022.

Dalam tayangan tersebut Komandan Korps Marinir TNI AL (Dankormar) saat itu yaitu Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono menguraikan tentang kendaraan tempur yang saat ini dimiliki oleh Korps Marinir TNI AL.

Kendaraan Pendarat Amfibi LVT7
 
Ketika menjelaskan tentang kendaraan pendarat amfibi jenis LVT 7 yang dimiliki sebanyak 15 unit, Mayjen Suhartono mengatakan "Kemarin kami mengadakan pendekatan ketika Komandan Marinir Pasifik (United States Marine Forces Pacific-U.S. MARFORPAC) Jenderal Steven R Rudder berkunjung ke Korps Marinir bahwa adakah kemungkinan kalau kita kemarin mendapatkan hibah dari Korsel (eks Korsel), dari USMC apakah ada ?"

Mayjen Suhartono melanjutkan "Lumayan pak misalnya dapat mungkin tahap 1 memang sebanyak 20 unit tapi dia siap untuk memberikan sampai 100 unit."


Panglima TNI menanyakan apakah ini masih merupakan dalam lingkup ODC (Office of Defense Cooperation), dan Komandan Korps Marinir mengiyakannya.

Office of Defense Cooperation (ODC) bertugas untuk memberikan bimbingan dan bantuan kepada pejabat Indonesia yang mencari peralatan militer dari sumber bisnis atau pemerintah AS. Direktur ODC adalah Kolonel Angkatan Darat AS, yang bergelar Atase Militer untuk Kerjasama Pertahanan. 

Panglima TNI berjanji untuk mengadakan kontak dengan Colonel Ian Francis sebagai pejabat ODC untuk memperjelas tentang hal ini.

Kita tunggu saja perkembangannya apakah Korps Marinir akan mencari pengganti pesanan BT-3F yang terganjal karena sangsi CAATSA dengan mengalihkannya kepada LVT-7/AAV-7 ataukah mencari produk lainnya. 

Sebagai info tambahan akhir Desember lalu pemerintah AS mengijinkan penjualan 76 unit AAV-7 kondisi second kepada Yunani sejalan dengan kebijakan USMC untuk menggantikan kendaraan pendarat amfibi beroda rantai AAV-7 dengan kendaraan beroda ban 8x8 ACV.

(Defense Studies)

Lockheed Martin to Provide LRASM Integration to Australian F/A-18 Fighters

01 Maret 2022

LRASM on F/A-18EF aircraft (photo : USN)

Lockheed Martin Corp., Orlando, Florida, is awarded a $49,273,462 firm-fixed-price order (N0001922F2304) against a previously issued basic ordering agreement (N0001919G0011). 

This order provides Long-Range Anti-Ship Missile integration and test effort for the Royal Australian Air Force F/A-18 E/F aircraft for the government of Australia. 

Work will be performed in Orlando, Florida (92.5%); China Lake, California (5%); Ocala, Florida (1%); California, Maryland (1%); and various locations within the continental U.S. (5%), and is expected to be completed in March 2026.  

Foreign Military Sales funds in the amount of $49,273,462 will be obligated at the time of award, none of which will expire at the end of the current fiscal year. The Naval Air Systems Command, Patuxent River, Maryland, is the contracting activity.