22 Maret 2011

Australia Delivers C-17 with Water Cannon to Japan

22 Maret 2011

C-17 heavy airlifter of the RAAF (photo : ABC News)

Australia delivers water cannon to Japan

AUSTRALIA is delivering a special, remotely operated water cannon to Japan to help cool the damaged Fukushima nuclear reactor.

Defence Minister Stephen Smith said two RAAF C-17 transport aircraft had flown from RAAF Pearce, in Western Australia, carrying the equipment after requests from Japan and the US.
One aircraft had landed at Yokota Air Base this morning, while the second was expected to arrive later in the day.

Mr Smith said the C-17s were transporting the remotely operated water cannon system, supplied by the Bechtel Corporation, at the request of the US.

The system is a series of pumps and trailers that can be remotely manoeuvred into location, he said.

"The two C-17s are required due to the size of the water cannon system," he said.

Mr Smith said the two C-17s were in addition to a RAAF C-17 already in Japan.

One of the C-17s will bring back equipment used in Japan by Australia's Urban Search and Rescue Team.

"Last night, I spoke to Japanese Defence Minister Kitazawa to underline Australia's continuing commitment to the humanitarian assistance and disaster relief response in Japan, including through the provision of RAAF C-17s," he said.

"The Chief of Defence Force and I will continue to review Australia's Operation Pacific Assist commitment in close consultation with our Japanese and US partners."

Indonesia-China Produksi Bersama Rudal C-802

22 Maret 2011
Rudal permukaan ke permukaan/anti kapal C-802 (photo : Zhenguan)

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat China sepakat untuk meningkatkan kerja sama pertahanan termasuk produksi bersama peluru kendali.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Brigjen TNI I Wayan Midhio di Jakarta Selasa mengatakan, penjajakan produksi bersama rudal itu telah dilakukan kedua pihak.

Ditemui usai menghadiri penandatangan nota kesepahaman kerja sama teknis pertahanan RI-China ia mengatakan, Indonesia telah menggunakan rudal C-802 buatan Negeri Panda itu untuk mempersenjatai beberapa kapal perangnya.

"Kedepan kita sepakat untuk memproduksi bersama rudal tersebut, yakni dengan menggandeng PT Pindad," ujarnya.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Badan Pengembangan Teknologi dan industri nasional pertahanan China, Chen Qiufa

Nota kesepahaman itu mencakup lima poin yakni pengadaan alat utama sistem persenjataan tertentu yang disepakati kedua pihak dalam kerangka "G to G".

Kedua, alih tekonologi peralatan militer tertentu yang antara lain mencakup perakitan, pengujian, pemeliharaan, modifikasi, up grade dan pelatihan.

Tiga poin lainnya adalah kerja sama produk peralatan militer tertentu, pengembangan bersama peralatan militer tertentu serta pemasaran bersama dalam dan di luar negara masing-masing, kata I Wayan Midhio.(R018/S026)

Indonesia Jual 2 Kapal Patroli ke Timor Leste

22 Maret 2011

Kapal patroli cepat 57m buatan PT. Pindad (photo : TNI AL)

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Indonesia menjual kapal patroli laut (fast patrol boat) ke Timor Leste. Kapal buatan PT PAL Indonesia ini panjangnya 30-40 meter. Timor Leste membeli dengan pertimbangan tidak perlu kapal besar dalam menjangkau teritorialnya.

"Mereka mau pesan dua kapal," kata Purnomo seusai jamuan santap siang Presiden Yudhoyono dengan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao di Istana Negara, Selasa (22/3).
Purnomo mengatakan dalam pembelian kapal itu Timor Leste mengajukan kredit ekspor kepada Indonesia. Pemerintah Indonesia pun menyanggupi dan siap memberikan kredit ekspor lewat lembaga penjamin ekspor Indonesia (LPEI). Dalam transaksi ini, Indonesia menjual kapal patroli per unitnya US$ 20 juta atau sekitar Rp 175 miliar.

Indonesia juga mendapat pesanan tiga kapal Landing Platform Dock, yang bisa didarati helikopter, dari Filipina. Kapal ini tidak hanya digunakan untuk pengangkutan pasukan tetapi juga untuk operasi penanggulangan bencana. Pembelian ini melalui fasilitas kredit penandatanganan pemerintah dengan pemerintah. "Tapi, sekarang belum," ujarnya.

Selain membeli kapal, Filipina juga akan membeli senjata dari PT Pindad. Brunei Darussalam juga memberi senjata dari PT Pindad.

Indonesia, kata Purnomo, juga menawarkan pesawat CN-235 kepada Filipina, Brunei, dan Vietnam. "Beberapa sudah kita kirimkan, Korea pun akan membeli CN-235," katanya.

Pemerintah juga menawarkan amunisi, senjata SS dan panser Anoa. "Malaysia telah memesan Anoa," katanya.

Pemerintah berharap industri pertahanan berjalan dengan baik. "Ini tahapnya masih incorporated untuk mendorong terus membaik. Jadi targetnya belumestablish," ujarnya.

21 Maret 2011

Thai Navy's LPD Launched

21 Maret 2011

RTN's LPD with hull number 791 (all photos : TAF)

Commander in Chief of Royal Thai Navy Admiral Khamthorn Pumhiran on 20 March 2011 led the launching ceremony of the Thai Navy's LPD ships at ST Marine shipyard, Singapore.


Ship which type Landing Platform Dock was built in ST Marine Singapore and will be completed as a whole at the end of 2012.


The Ship with standard displacement of 7,600 tonnes (equivalent to HMTS Chakri Naruebet) has a length of 141 m, and can carry 151 fully armed marines and two helicopters.


The mission of the ship is to carry out amphibious operations, also for transportation and logistics functions.


(Thai Armed Force)

Satu Hercules TNI Masih Menjalani Perawatan di AS

21 Maret 2011

Pesawat Hercules TNI AU dilakukan perawatan di ARINC Oklahoma, AS (photo : ARINC)

Satu Hercules TNI masih " Opname" di AS

Jakarta (ANTARA News) - Satu unit pesawat angkut berat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara sudah enam bulan menjalani pemeliharaan berat di hanggar perusahaan ARINC di Oklahoma, Amerika Serikat (AS). Jadwal penyelesaiannya lebih lambat dari yang ditentukan yaitu selama enam bulan.

"Seharusnya pemeliharaan dilakukan selama enam bulan, namun berdasar hasil deteksi tim pemeliharaan terdapat beberapa bagian pesawat yang harus dibongkar dan diganti dengan yang baru," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro di Jakarta, Senin.

Satu unit pesawat angkut berat C-130 Hercules TNI-AU menjalani pemeliharaan berat dalam Programmed Depot Maintanance (PDM) di hanggar perusahaan ARINC di Oklahoma, AS sejak Juli 2010. Satu pesawat yang menjalani pemeliharaan berat di ARINC untuk kali pertama itu, bernomor register A-1323.

"Program pemeliharaan PDM tersebut merupakan pemeliharaan tingkat berat untuk pesawat C-130 Hercules yang mengacu pada "technical order" yang dikeluarkan AS. Program ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang telah disepakati angakatan udara RI dan AS," kata Marsekal Pertama Bambang Samoedro.

Ia mengemukakan, program pemeliharaan yang dibiayai dengan hibah AS itu bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesiapan pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara.

"Pengerjaan pemeliharan itu akan dilangsungkan selama enam bulan, melibatkan 10 orang teknisi TNI Angkatan Udara dalam rangka alih teknologi. Ke-10 teknisi itu akan diberangkatkan besok," kata Bambang menambahkan.

Ia menambahkan, hibah pemeliharaan C-130 Hercules TNI Angkatan Udara akan dilakukan bertahap.

"Jika satu unit ini telah selesai dan berhasil ditingkatkan kemampuannya, maka dua unit pesawat angkut berat sejenis, juga akan menjalani pemeliharaan di Oklahoma," tuturnya.

Teknisi TNI Angkatan Udara sebenarnya telah memiliki kemampuan untuk melakukan pemeliharaan pesawat C-130 Hercules seperti Depo Pemeliharaan 30 di Pangkalan Udara Abdurahman Saleh, Malang. Hanya saja, pihak AS ingin melakukan pengecekan dan pemeliharaan secara menyeluruh dan lebih teliti.

Ia menambahkan, dengan pemeliharaan tingkat berat itu kondisi pesawat C-130 Hercules akan dapat ditingkatkan kondisinya hingga 99 persen.(R018/A011)

(Antara)

Panglima TNI Resmikan Simulator Kapal di Kobangdikal

21 Maret 2011

Simulator DPMS dan TTT Kobangdikal (photo : Antara Jatim)

Surabaya - Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono meresmikan alat simulator milik Pusat Latihan Elektronika dan Pengendalian Senjata (Puslatlekdalsen) di markas Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI Angkatan Laut, Surabaya, Senin.

"Kembangkan terus kemampuan kalian sehingga kekuatan TNI-AL akan terus diperhitungkan," kata Agus kepada beberapa personel yang berada di Puslatlekdalsen.

Ada dua unit peralatan simulator yang diresmikan Panglima TNI setelah menghadiri penyerahan KRI Banda Aceh dari Dirut PT Pal Indonesia kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro itu, yakni Dynamic Positioning Maneuvering System (DPMS) dan Tactical Team Trainer (TTT).

DPMS berfungsi untuk melatih personel anjungan KRI dalam bermanuver dan bernavigasi keluar atau masuk alur pelabuhan, sedangkan TTT berfungsi untuk melaksanakan rencana operasi sampai setingkat latihan gabungan.

Kepala Bagian Penerangan Kobangdikal, Mayor Laut (Kh) Rohman Arif, menjelaskan bahwa DPMS dilengkapi GPS, radar ARPA, ENC/ECDIS, ALS, Echo Sonder, Throttle, dan rudder.

"Alat itu bisa membantu membaca peta, ploting, membaring, pemanduan buta, dan manuver kapal. Simulator itu juga bisa membantu personel TNI-AL menghindari kecelakaan di laut," katanya.

Sementara itu, simulator TTT dilengkapi peralatan Anti-Surface Warfare (ASUW), Anti-Submarine Warfare ( ASW ), Anti-Air Warfare (AAW), Elektronic Warfare (EW), Multithreat Warfare, serangan darat dan laut, pengendalian kapal, jadwal aktivitas armada, latihan bersama, dan peperangan antarpulau.

Simulator DPMS ditempatkan di gedung Fatahilah lantai 1, sedangkan simulator TTT di gedung Malahayati lantai 1. Dua alat tersebut melengkapi beberapa simulator lain yang sudah ada sebelumnya di Kobangdikal, seperti Action Speed Tactical Training (ASTT), Tactical Floor Game (TFG), olahyuda dinamis, dan lain sebagainya.

"Penggunaan simulator ini nantinya memang tidak digunakan oleh setiap siswa Kobangdikal, namun hanya siswa yang memiliki korps atau kejuruan tertentu yang nantinya akan berhubungan dengan anjungan KRI yang akan memanfaatkan fasilitas ini," kata Rohman.

Setelah meresmikan dua simulator, Panglima TNI mendapat penjelasan tentang revitalisasi Puslatlekdalsen dari Komandan Kobangdikal Laksaman Mudda TNI Sadiman dan Komandan Puslatlekdalsen Kolonel Laut (P) IG Kompiyang Aribawa.

Pal Serahkan KRI Banda Aceh kepada Menhan

21 Maret 2011


KRI Banda Aceh 593 (photo : Antara Jatim)


Surabaya - PT Pal Indonesia menyerahkan satu unit Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh kepada Kementerian Pertahanan untuk mendukung kegiatan operasional TNI Angkatan Laut.

Penyerahan kapal bernomor lambung 593 itu dilakukan secara simbolik dari Direktur Utama PT Pal Indonesia Harsusanto kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Divisi General Engine Pal, Surabaya, Senin, dengan disaksikan Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, KSAL Laksamana TNI Soeparno, dan jajaran anggota Komisi I DPR.

Kapal perang jenis "landing platform dock" dengan panjang 125 meter itu dirancang secara khusus berfungsi sebagai kapal militer yang mampu mengangkut pasukan, kendaraan tempur, kendaraan taktis, dan helikopter.

Sebelum diserahterimakan, kapal tersebut telah menjalani serangkaian uji coba berlayar pada 2-8 Maret 2011 untuk menguji performa kapal dan uji inspeksi kelautan pada 14 Maret 2011.

"Semua pengujian memenuhi target yang sudah ditetapkan dalam kontrak. Bahkan ada beberapa yang melampaui target misalnya tentang kecepatan kapal, di kontrak ditetapkan 15 knot namun pada saat uji coba berlayar kecepatan kapal mencapai 15,2 knot. Hal ini membuktikan bahwa kapal produksi industri nasional dapat diandalkan dan dibanggakan," kata Dirut Pal, Harsusanto.

Sementara itu, Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar berharap hubungan yang sudah baik antara Pal dengan Kementerian Pertahanan dan TNI-AL bisa terus dipelihara dan ditingkatkan, baik melalui pelaksanaan pembangunan produk-produk alat utama sistem persenjataan maupun memberikan masukan-masukan untuk perbaikan kinerja Pal.

"Hal ini penting supaya Pal tidak saja unggul dalam bidang teknologi dan produksi, melainkan juga mampu menjadi perusahaan yang sehat dan 'going concern'," katanya.

Menhan Purnomo Yusgiantoro mengatakan kapal tersebut sangat dibutuhkan jajaran TNI-AL. "Tidak hanya untuk menjalankan tugas pertempuran, kapal ini juga bisa difungsikan untuk kegiatan lain, termasuk menjalankan misi kemanusiaan. Setiap tahun TNI-AL menggelar tugas kemanusiaan, Operasi Bhaskara Jaya," katanya.

Sejak 1980 Pal menyelesaikan pembangunan lebih dari 200 unit kapal dari berbagai jenis dan ukuran. Untuk kapal jenis niaga, Pal mampu membangun kapal hingga berukuran 50.000 DWT, sedangkan kapal perang, galangan kapal milik pemerintah itu sudah berhasil menciptakan pesanan TNI-AL.

Untuk kapal patroli cepat, Pal telah memproduksi berbagai versi dan ukuran, mulai dari 14 meter, 28 meter, 38 meter, hingga 57 meter.

KRI Banda Aceh merupakan kapal perang keempat jenis LDP yang diproduksi Pal. Dalam membangun KRI Banda Aceh, Pal menggandeng Daewoo International Corporation.


(Antara)