27 Mei 2021

Rupanpur Yonif 3 Marinir Laksanakan Perawatan Alat Optik

27 Mei 2021

Teropong dan NVG Pasukan Marinir (all photos : PasMar2)

Dispen Kormar (Sidoarjo). Dalam rangka penyiapan material pendukung latihan dan penugasan, Staf Logistik dan Rupanpur Yonif 3 Marinir melaksanakan perawatan alat optik di Mako Batalyon Infanteri 3 Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Selasa (25/05/2021).


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir Letkol Marinir Tri Yudha Ismanto, S.E., MSDA tersebut sekaligus melaksanakan pengecekan kelayakan terhadap pemakaian peralatan serta pembersihan lensa dari kotoran dan jamur.


Beberapa tipe Teropong dan Night Vision Google (NVG) yang dilaksanakan perawatan diantaranya LIN NVG, NVG 7 ATN, PYSER, LRB – 7, HOLOGRAPICH EOTECH, dan THERMAL NVG.


Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir Letkol Marinir Tri Yudha Ismanto, S.E., MSDA menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa peralatan inventaris yang dimiliki tidak hanya disimpan tetapi juga dapat digunakan untuk mendukung baik kegiatan latihan maupun pelaksanaan kegiatan penugasan ke depannya.

2 Turkish Attack Choppers to Arrive in September: DND

27 Mei 2021

Manufacturing of T129 ATAK helicopter (photo : Sina)

MANILA – The Department of National Defense (DND) on Tuesday announced that the first two out of the six T129B "ATAK" helicopters acquired by the Philippines from Turkey will be delivered in September.

"Based on latest developments, we are expecting the first two units of T129 attack helicopters for the Philippine Air Force (PAF) to be delivered this September,” said DND spokesperson Arsenio Andolong in a statement.

These helicopters will be acquired for a total contract price of US$269,388,862 (around PHP12.9 billion) from Turkish Aerospace Industries through a government-to-government mode of procurement pursuant to Republic Act 9184 or the Government Procurement Reform Act.

Another two units are expected to be delivered by February 2022 and another two in February 2023, which will complete the order.

The T129 is a twin-engine, tandem seat, multi-role, all-weather attack helicopter based on the Agusta A129 Mangusta platform and is designed for advanced attack and reconnaissance missions in hot and high environments and rough geography in both day and night conditions.

Defense Secretary Delfin Lorenzana earlier said the PAF is more interested in acquiring the T129B for its attack helicopter program. He signed the contract for the acquisition of the Turkish attack helicopters in July last year.

The PAF is looking to acquire dedicated but affordable attack helicopters to beef up its fleet of lightly-armed helicopters like the MG-520 and AW-109E which are being used for counter-terror and ground support missions. (PNA)

PH set to acquire 6 Turkish attack helicopters: Lorenzana

MANILA – The Philippines has acquired Turkish Aerospace Industries T129B "ATAK" helicopters for its attack helicopter program, Defense Secretary Delfin Lorenzana said on Monday.

"We have already ordered six (T129B helicopters)," Lorenzana said in a message to the Philippine News Agency (PNA).

The budget for the attack helicopter program is placed at around PHP13.8 billion.

"According to schedule, (deliveries will start in the) third quarter," Lorenzana said.

The T129 is a twin-engine, tandem seat, multi-role, all-weather attack helicopter based on the Agusta A129 Mangusta platform and is designed for advanced attack and reconnaissance missions in hot and high environments and rough geography in both day and night conditions.

The defense chief earlier said the Philippine Air Force (PAF) is more interested in acquiring the T129B for its attack helicopter program.

The PAF is looking to acquire dedicated but affordable attack helicopters to beef up its fleet of lightly-armed helicopters like the MG-520 and AW-109E which are being used for counter-terror and ground support missions. (PNA)

26 Mei 2021

Perkuat Pushidrosal, TNI AL Luncurkan Kapal Tipe PC-40M di Batam

26 Mei 2021

Kapal PC-40 dengan nomor lambung 935 akan digunakan untuk Hidro Oseanografi (photo : TNI AL)

Kasal : Pembangunan Alutsista Dalam Negeri Solusi Kurangi Ketergantungan Luar Negeri

”Pembangunan Alutsista kapal Patroli Cepat (PC) 40 meter yang telah berhasil dibuktikan PT. Karimun Anugerah Sejati dalam pengembangan teknologi industri pertahanan diharapkan dapat menjadi solusi dalam upaya mengurangi ketergantungan dari negara lain di masa mendatang”. Demikian harapan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam amanatnya yang disampaikan Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksamana Muda TNI Puguh Santoso, S.E., M.M., saat Launching Ceremony kapal 40 M di Galangan PT. Karimun Anugrah Sejahtera, Batam, Kepulauan Riau, Selasa, (25/5).

Menurut Kasal, PT. Karimun Anugrah Sejati, telah berhasil dan mampu diandalkan dalam pengembangan teknologi industri pertahanan bagi kepentingan nasional khususnya pengadaan Alutsista TNI Angkatan Laut di masa mendatang, terlebih khusus kapal-kapal bantu Hidro Oseanografi yang selama ini masih dilakukan pengadaan dan pembangunan oleh galangan kapal luar negeri.

Untuk Hidro Oseanografi

“Pembangunan kapal PC 40 M telah sampai pada tahap launching. Kehadiran kapal PC 40 meter yang nantinya akan difungsikan sebagai kapal bantu Hidro Oseanografi, diharapkan dapat menajamkan kemampuan Pushidrosal dalam mendukung dan memantapkan perannya sebagai lembaga Hidrografi Nasional dan Pusat Informasi Geospasial Kelautan Indonesia,” tutur Laksamana Yudo.

Selain itu, luasnya wilayah perairan Indonesia yang perlu disurvei membutuhkan jumlah kapal survei yang tidak sedikit. Untuk itu, pengadaan kapal ini menjadi solusi dalam upaya pemenuhan kebutuhan tersebut, tambahnya.

Satu unit kapal Patroli Cepat (PC) 40 M yang merupakan hasil karya anak bangsa ini, memiliki spesifikasi panjang seluruh (LOA): 45,50 meter, lebar: 7,90 meter, tinggi: 4,25 meter, berat: 220 ton, kecepatan ekonomis (patroli): 15 knots, kecepatan jelajah (cruising): 17 knots, kecepatan maksimum: 24 knots, endurance: minimal 6 hari, memiliki persenjataan 30 mm dan 12,7 mm dan mampu mengangkut 35 personel.

Kegiatan yang turut dihadiri Wadanpushidrosal, Kadismatal, Kadislaikmatal, Danlantamal IV Tanjung Pinang, Danguskamla Koarmada I dan Danlanal Batam ditandai dengan penandatanganan Berita Acara oleh Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksamana Pertama TNI Maman Rohman. S.T., M.Han dan Direktur PT Karimun Anugrah Sejahtera Jacky Sucipto disaksikan Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Puguh Santoso, S.E., M.M dan Franky Sucipto.

(TNI AL)

Tank Boat Antasena Dilengkapi Alat Komunikasi Buatan Dalam Negeri

26 Mei 2021

Radio komunikasi buatan PT Len melengkapi Tank Boat Antasena (all photos : Len)

BANDUNG  – Program Tank Boat Antasena merupakan kegiatan tahun jamak Konsorsium Industri Pertahanan yaitu PT Pindad (Persero), PT Len Industri (Persero), PT Lundin Industry Invest dan PT Hariff DTE dengan PT Pindad sebagai lead integrator. Tank boat ini merupakan bagian dari program pemenuhan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Kementerian Pertahanan RI untuk selanjutnya digunakan TNI AL.

Kapal yang sudah diincar untuk dibeli banyak negara ini kini tengah masuk serangkaian pengujian untuk melihat kemampuan dan kelayakan tank boat. Kabar terakhir, tank boat ini sudah sampai pada  pengujian senjata dan jelajah laut dari dermaga Banyuwangi ke perairan Paiton pada Sabtu, 22 Mei 2021. Total jarak tempuh yang dilalui kegiatan tersebut adalah 170 Nautical mile.

Direktur Strategi Bisnis & Portofolio PT Len Industri, Linus Andor Mulana Sijabat mengatakan, “Kegiatan pengujian Sabtu kemarin berjalan bagus, firing test dilakukan di lapangan tembak TNI AL Paiton. Tank Boat Antasena juga dilengkapi radio LenHDR100-V dan LenMDR50-V serta Intercom LenCavysys asli buatan Indonesia di PT Len Industri. Pengujian komunikasi radio digunakan pada jarak kira-kira 70 Km dari tank boat ke Pos Penembakan di Gunnary Firing Range (GFR), Paiton. Kalau LenCavysys itu digunakan untuk komunikasi internal awak kapal dan penumpang tank boat.”

LenHDR100-V adalah jenis radio HF untuk sarana komunikasi voice jarak jauh dengan kendaraan tempur lain. Sedangkan LenMDR50-V adalah radio V/UHF untuk komunikasi data taktis dengan kendaraan tempur lain.


Hernawan Kurniansyah, Ketua Tim Alat Komunikasi (Alkom) Antasena PT Len Industri menambahkan, “Bahkan hari ini kita melakukan pengujian internal radio  LenHDR100-V dari Banyuwangi ke Bandung berjalan dengan baik. Radio HF biasanya dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Jika kondisi cuaca bagus jangkauannya bisa ratusan kilometer.”

Radio tersebut di atas memiliki keamanan voice dan komunikasi data, karena radio telah dilengkapi fitur keamanan anti jamming dan anti intersep berupa pengamanan enkripsi dan frekuensi hopping.

Pengujian Antasena antara lain berupa uji internal tank boat dan kesisteman di dalamnya di galangan (dock trial), pengujian dalam keadaan tank boat statis atau bersandar di dermaga (HAT – Harbor Acceptance Test), serta pengujian dalam keadaan tank boat berlayar di laut (SAT – Sea Acceptance Test).

Uji coba Tank Boat Antasena Sabtu lalu disaksikan langsung oleh Dirjen Pothan Kemhan, Mayjen TNI Dadang Hendrayudha, Dirtekindhan Ditjen Pothan, Laksma TNI Sri Yanto, Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose dan Direktur Bisnis & Portofolio PT Len Industri (Persero), Linus Andor Mulana Sijabat.


Sangat Ideal dengan Geografis Indonesia

Tank kapal Antasena diklaim menjadi yang pertama di dunia, karena Antasena lebih difungsikan untuk operasi di rawa, laut, sungai, pantai (Ralasuntai) serta tugas penjagaan laut dan pantai (Sea and Coast Guard) untuk menjaga kedaulatan dan mempertahankan wilayah perairan NKRI.

Antasena memiliki panjang 18 m dan dapat beroperasi di perairan dangkal 90 cm hingga perairan laut dalam. Fungsi ini dinilai sangat cocok dengan geografis Indonesia yang didominasi perairan.

Antasena juga dilengkapi dengan senjata utama RCWS kanon kaliber 30 mm dan 2 senapan mesin 12,7 mm. Keunggulan lainnya dapat mengangkut 60 orang personil dan 5 orang kru, memiliki kecepatan maksimum 40 knot serta daya jelajah hingga 600 Nm.

Tank boat Antasena terbuat dari komposit dengan platform kapal katamaran (double hull), atau dua badan kembar yang sejajar. Dengan berbekal mesin diesel buatan MAN, tank boat berkecepatan maksimum 40 knots ini juga diklaim yang tercepat.

(LEN)

Denmatra 1 Paskhas Tingkatkan Kemampuan Scuba Diving dan Scuba Driver Vehicle (SDV)

26 Mei 2021

Latihan scuba diving dan penggunaan SDV (all photos : Paskhas)

JAKARTA. DETASEMEN MATRA I PASKHAS - Pada Hari Kamis 20 Mei 2021 bertempat di Dept. Aerofisiologi Lakespra Saryanto. Prajurit Denmatra 1 Paskhas melaksanakan latihan Scuba Diving dan Scuba Driver Vehicle.

Kegiatan refreshing Scuba Diving dan refreshing Scuba Driver Vehicle ( SDV )  sebanyak 20 Personel Tim Sarpur dan Dalpur Detasemen Matra 1 Paskhas dipimpin oleh Komandan Detasemen Matra 1 Paskhas Letkol Pas Tri Kurnianto P.W.


Refreshing tersebut melatih kemampuan selam dan patroli air yang disimulasikan melaksanakan evakuasi dan infiltrasi di air.

Refreshing ini bertujuan untuk membina dan melatih kesiapan tempur Tim Sarpur dan Dalpur Detasemen Matra 1 Paskhas guna menghadapi dan melaksanakan tugas pokok Tim Sarpur dan Dalpur Detasemen Matra 1 Paskhas.

Australian Army Begins Operational Testing of Carl-Gustaf M4

26 Mei 2021

Following operational test and evaluation, the target introduction into service date for the Carl-Gustaf M4 with the Australian Army is 1 July 2021 (photo : ADF)

The Australian Army commenced operational test and evaluation of the manportable 84 mm Carl-Gustaf M4 reloadable recoilless rifle at the Army’s School of Infantry in Singleton, New South Wales, in early May. The M4 is the intended replacement for the army’s in-service M3 variant as it reaches its 10 year lifespan.

Weighing 6.3 kg, the M4 is lighter than the M3 (10 kg), with the length of the overall launcher reduced from 106.5 cm (M3) to less than 100 cm (M4). Driven by a universal requirement to reduce the load burden on ground combat operators, weight savings have been achieved through the development of an improved carbon fibre casing, the introduction of a titanium liner, and the substitution of the M3 steel venturi with a reduced-size titanium venturi recoil damper. 

The standard launcher sight is the same telescopic sight with a manual ballistic setting drum featured on the M3, although the M4 design is also optimised to interface with attachable intelligent sighting systems (Fire-Control System [FCS]) and new Carl-Gustaf programmable ammunition – essential discriminators in terms of improved precision and kill probability. The M4 also features an adjustable shoulder rest and grip, along with a ‘transport safety’ function for the cocking lever, which enables the loaded round to be carried safely in combat. The M4’s range is characterised by Saab as ‘munition-dependent’.

25 Mei 2021

Rencana Indonesia untuk Mendapatkan Pesawat Tempur Rafale Tertunda oleh Prosedur Pendanaan

25 Mei 2021

Pesawat tempur Dassault Aviation Rafale (photo : Military Watch Magazine)

Kementerian Pertahanan Indonesia (Kemhan) telah membuat kemajuan lebih lanjut dalam upayanya untuk mendapatkan 36 pesawat tempur multiperan Rafale dari Dassault Aviation tetapi kontrak formal mungkin tertunda karena kurangnya kejelasan mengenai sumber pendanaan.

Pada bulan Februari, delegasi pejabat senior Kementerian Pertahanan Indonesia yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Dadang Hedrayudha, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan, menyelesaikan putaran terakhir negosiasi dengan VP Business Develoment Dassault Aviation Jean Claude Piccirillo, dan VP Offset Michael Paskoff.

Negosiasi, yang sebagian besar mencakup perihal offset dan pengaturan pembiayaan, berjalan dengan baik, kata Mayjen Dadang pada bulan Februari. Kemhan sejak itu telah mengajukan permintaan agar program tersebut didanai dengan pinjaman yang bersumber dari luar negeri, pejabat kementerian mengungkapkan pada bulan Maret.


Namun, daftar proyek nasional yang sudah disetujui untuk pendanaan luar negeri diperoleh Janes pada 21 Mei lalu. Terkonfirmasi bahwa program Rafale belum dimasukkan. Daftar tersebut diterbitkan setiap tahun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), dan menjabarkan program-program nasional di mana pinjaman luar negeri dapat diperoleh untuk tahun tersebut.

Karena itu, mengingat kurangnya dukungan dari BAPPENAS, tawaran pengadaan 36 pesawat tempur Rafale belum ditetapkan oleh Kementerian Keuangan Indonesia (Kemenkeu) sebagai program pengadaan pertahanan untuk tahun anggaran 2021.