NSM stealth missile, the NSM utilizing a U.S.-made gyroscope component. Gyroscopes are used to measure orientation angles and the rate of change in missiles with the data used to keep the missile on course. U.S. is now restricting its component exportation of to third parties (image: Akela Freedom)
LUMUT (May 19): The Ministry of Defence (Mindef) has issued a notice of demand to a Norwegian manufacturer following the cancellation of an export licence for the Naval Strike Missile (NSM) anti-ship and land-attack missile system.
Minister Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin said the notice, seeking compensation for both direct and indirect losses, was sent to the company on Tuesday.
“We are claiming both direct and indirect costs. The direct cost amounts to EUR126 million (RM583.47 million), which has already been paid, and we are also seeking substantial indirect costs, bringing the total claim to about RM1 billion.”
He said this to reporters after a working visit to inspect the progress of the littoral combat ship (LCS) project at the Lumut Naval Shipyard at the Royal Malaysian Navy (RMN) base here on Tuesday.
Also present was Navy chief Admiral Tan Sri Dr Zulhelmy Ithnain.
Mohamed Khaled said the direct claim of EUR126 million represented 95% of payments already made under the RM634.7 million contract involving weapons systems for the LCS fleet, as well as two other naval vessels, KD Jebat and KD Lekiu.
He said the Norwegian government had unilaterally revoked the export licence without prior discussions with Malaysia, despite the government having fulfilled all contractual obligations.
“We have paid 95% of the contract value. But at the final stage, based on the chronology of events, the Norwegian government cancelled the export licence for the system unilaterally.
“They refused to issue the export licence because their new policy restricts the export of sensitive defence technology only to allies and close strategic partners.
“Meaning that the export is limited to members of the Nato (North Atlantic Treaty Organization) and countries regarded by Norway as strategic partners,” he said.
Mohamed Khaled said the cancellation had triggered a crisis of confidence over international commitments and should serve as a lesson for Malaysia and its Asean partners in future dealings with Norway.
“When commitments can be cancelled unilaterally, confidence in the entire system will begin to erode. We hope Asean countries and nations that are not close allies of Norway will learn from Malaysia’s experience and avoid purchasing or dealing with Norway.
“For the Defence Ministry, I have also reminded them that future purchases, whether ammunition or otherwise, should no longer be sourced from Norway. We must be cautious when procuring from countries that may take similar action against us,” he added.
(Bernama)

2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
BalasHapus2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALAYDESH.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
MASALAH PEMELIHARAAN KRONIS (MAINTENANCE CRISIS):
Udara (RMAF): Hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang dilaporkan laik terbang (2018) akibat kelangkaan suku cadang dan kendala anggaran servis. MiG-29N dipensiunkan paksa (2017) karena biaya rawat yang mencekik kas negara.
Laut (RMN): Kapal patroli era 70-an dan 80-an terpaksa di-kanibalisasi suku cadangnya agar satu kapal tetap bisa beroperasi. Proyek LCS yang mangkrak memaksa kapal tua kelas Kedah bekerja melampaui batas, mempercepat kerusakan.
Darat (TDM): Kendaraan APC Condor (1980-an) sering mogok; suku cadang buatan Jerman hampir mustahil ditemukan. Kendaraan AV-8 Gempita yang lebih baru dikritik karena biaya operasional yang terlalu tinggi dan suplai suku cadang tidak konsisten.
________________________________________
KETIMPANGAN ANGGARAN: ORANG VS ALUTSISTA (SALARY VS CAPABILITY):
Kanibalisme Gaji (60% Budget): Lebih dari setengah anggaran pertahanan (RM 15-18 Miliar) habis hanya untuk gaji, tunjangan, dan pensiun. Dana pengadaan alutsista baru hanya tersisa <20%.
Beban Pensiun Membengkak: Jumlah veteran yang terus bertambah menjadikan beban pensiun seumur hidup lebih besar daripada belanja peralatan tempur dalam beberapa tahun terakhir.
Kekakuan Fiskal: Sistem militer yang terikat budaya pegawai negeri membuat pengurangan personel sulit dilakukan karena sensitivitas politik, meskipun militer menjadi under-equipped.
Kelumpuhan Modernisasi: Dana pengembangan yang tersisa (~15-20%) tidak cukup untuk membeli pesawat atau kapal baru. Contoh: Proyek LCS menyerap hampir seluruh jatah pengadaan selama satu dekade tanpa hasil nyata.
Kesiapan Tempur Semu: Malaydesh memiliki banyak prajurit di atas kertas, namun tanpa dukungan suku cadang, jam terbang pilot yang rendah, dan hari patroli laut yang minim.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + KANIBALISME SUKU CADANG + BEBAN PENSIUN RAKSASA = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL
INDONESIA=
HapusAMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALAYDESH =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
-
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
-
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
-
GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
----------------------------------
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝
INDONESIA=
HapusAMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALAYDESH =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
NSM Banned (Mei 2026) ❌
Fakta: Kasus ini sangat baru dan mengguncang Malaydesh. Pemerintah Norway secara sepihak membatalkan izin ekspor rudal anti-kapal Naval Strike Missile (NSM) buatan Kongsberg untuk kapal perang LCS Malaydesh. Padahal, kontrak sudah diteken sejak 2018 dan Malaydesh sudah mencicil pembayaran hingga 95%. Norway beralih kebijakan memperketat teknologi sensitif akibat situasi keamanan Eropa. PM Anwar Ibrahim dan Menhan Mohamed Khaled Nordin berang dan berencana menuntut ganti rugi secara hukum.
--------------------------------
F/A-18 Hornet Kuwait Batal (Februari 2026) ❌
Setelah bertahun-tahun merayu Kuwait untuk membeli jet tempur F/A-18C/D bekas mereka, Kabinet Malaydesh resmi membatalkan rencana akuisisi ini pada Februari 2026. Hasil inspeksi tim teknis TUDM ke Kuwait pada akhir 2025 menyimpulkan bahwa jadwal pengiriman tidak pasti dan biaya pemeliharaan logistik jangka panjang di luar kendali mereka.
--------------------------------
Rework 4.000 Pipa & Kabel Kapal LCS (Januari 2026) 🛠️
Proyek kapal perang Littoral Combat Ship (LCS) Maharaja Lela kembali molor ke Desember 2026. Menhan Khaled Nordin mengakui di parlemen bahwa penundaan ini karena adanya kesalahan fatal dan audit teknis dari Naval Group Prancis yang mewajibkan pengerjaan ulang (rework) terhadap 4.000 unit instalasi pipa dan jaringan kabel yang tidak sesuai spesifikasi.
--------------------------------
AMRAAM Diblokir 🛑
Seperti analisis sebelumnya, AS menolak memberikan akses integrasi rudal BVR AIM-120 AMRAAM pada pesawat latih tempur FA-50M pesanan Malaydesh. Akibatnya, jet baru Malaydesh tersebut terancam ompong tanpa kemampuan tembak jarak jauh (BVR).
--------------------------------
UH-60A Black Hawk Batal (2024/2025) ❌
Malaydesh membatalkan kontrak sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defense & Aerospace karena pihak vendor berulang kali gagal mengirimkan helikopter sesuai tenggat waktu yang ditentukan, menyisakan kekosongan armada bagi Angkatan Darat mereka.
--------------------------------
Data SIPRI Kosong (2023-2025) 📉
Lembaga riset perdamaian dunia SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute) mencatat indeks transfer senjata utama ke Malaydesh sangat minim atau bahkan "kosong" di lembar laporan tahunan tertentu. Ini disebabkan karena Malaydesh bertahun-tahun mengalami pembekuan pembelian senjata berat baru akibat keterbatasan dana fiskal, dan hanya fokus mencicil utang proyek masa lalu.
----------------------------------
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
😝NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝
INDONESIA=
HapusAMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALAYDESH =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
NSM Banned (Mei 2026) ❌
Fakta: Kasus ini sangat baru dan mengguncang Malaydesh. Pemerintah Norway secara sepihak membatalkan izin ekspor rudal anti-kapal Naval Strike Missile (NSM) buatan Kongsberg untuk kapal perang LCS Malaydesh. Padahal, kontrak sudah diteken sejak 2018 dan Malaydesh sudah mencicil pembayaran hingga 95%. Norway beralih kebijakan memperketat teknologi sensitif akibat situasi keamanan Eropa. PM Anwar Ibrahim dan Menhan Mohamed Khaled Nordin berang dan berencana menuntut ganti rugi secara hukum.
--------------------------------
F/A-18 Hornet Kuwait Batal (Februari 2026) ❌
Setelah bertahun-tahun merayu Kuwait untuk membeli jet tempur F/A-18C/D bekas mereka, Kabinet Malaydesh resmi membatalkan rencana akuisisi ini pada Februari 2026. Hasil inspeksi tim teknis TUDM ke Kuwait pada akhir 2025 menyimpulkan bahwa jadwal pengiriman tidak pasti dan biaya pemeliharaan logistik jangka panjang di luar kendali mereka.
--------------------------------
Rework 4.000 Pipa & Kabel Kapal LCS (Januari 2026) 🛠️
Proyek kapal perang Littoral Combat Ship (LCS) Maharaja Lela kembali molor ke Desember 2026. Menhan Khaled Nordin mengakui di parlemen bahwa penundaan ini karena adanya kesalahan fatal dan audit teknis dari Naval Group Prancis yang mewajibkan pengerjaan ulang (rework) terhadap 4.000 unit instalasi pipa dan jaringan kabel yang tidak sesuai spesifikasi.
--------------------------------
AMRAAM Diblokir 🛑
Seperti analisis sebelumnya, AS menolak memberikan akses integrasi rudal BVR AIM-120 AMRAAM pada pesawat latih tempur FA-50M pesanan Malaydesh. Akibatnya, jet baru Malaydesh tersebut terancam ompong tanpa kemampuan tembak jarak jauh (BVR).
--------------------------------
UH-60A Black Hawk Batal (2024/2025) ❌
Malaydesh membatalkan kontrak sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defense & Aerospace karena pihak vendor berulang kali gagal mengirimkan helikopter sesuai tenggat waktu yang ditentukan, menyisakan kekosongan armada bagi Angkatan Darat mereka.
--------------------------------
Data SIPRI Kosong (2023-2025) 📉
Lembaga riset perdamaian dunia SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute) mencatat indeks transfer senjata utama ke Malaydesh sangat minim atau bahkan "kosong" di lembar laporan tahunan tertentu. Ini disebabkan karena Malaydesh bertahun-tahun mengalami pembekuan pembelian senjata berat baru akibat keterbatasan dana fiskal, dan hanya fokus mencicil utang proyek masa lalu.
----------------------------------
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
😝NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝
INDONESIA=
HapusAMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALAYDESH =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
----------------------------------
PERDANA MENTERI =
DEFACT
KILL PREGNANT WOMEN
-
LCS =
MANGKRAK 15 YEARS
BANNED NSM
-
LMS B1 =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
LMS B2 =
DOWNGRADE BABUR CLASS
NO TORPEDO
-
LEKIU =
EXO B2 EXPIRED
RADAR CMS USANG
-
KASTURI =
EXO B2 EXPIRED
NO TORPEDO
-
LAKSAMANA =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
KEDAH =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
PERDANA =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
HANDALAN =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
JERUNG =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
----------------------------------
SU-30MKM =
LOW SERVICEABILITY
SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
CANARY PROJECT DELAY
-
F/A-18D HORNET =
AGING AIRFRAME
LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
DEPENDENT ON US UPGRADE
-
HAWK 108/208 =
FREQUENT CRASHES
OBSOLETE AVIONICS
GROUNDED ISSUES
-
MIG-29N (RETIRED) =
TOTAL FAILURE
LOGISTIC NIGHTMARE
MOTHBALLED AT KUANTAN
-
FA-50M (ON ORDER) =
LIGHTWEIGHT ONLY
DELAYED DELIVERY
NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
BANNED AMRAAM 120
-
C-130 HERCULES =
METAL FATIGUE
OVERWORKED
ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
----------------------------------
PT-91M PENDEKAR =
POLISH SPARES DISCONTINUED
TRANSMISSION ISSUES (RENK)
ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
-
AV8 GEMPITA =
TENDER IRREGULARITIES
UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
INTEGRATION DELAY
-
ACV-15 ADNAN =
AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
OBSOLETE ELECTRONICS
-
FV101 SCORPION =
RECOMMENDED RETIREMENT
MAINTENANCE NIGHTMARE
END OF SERVICE LIFE
-
MILDEF TARANTULA =
LIMITED ADOPTION
OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
-
CONDOR 4X4 / SIBMAS =
RETIRED STATUS (2023)
MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
-
ASTROS II (MLRS) =
EXPENSIVE AMMUNITION
LACK OF PRECISION GUIDANCE
PLATFORM AGING
----------------------------------
FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
-
FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
--------------------------------
😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝
INDONESIA=
HapusAMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALAYDESH =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
-
Ringkasan Pemangkasan Anggaran Malaydesh 2026
• Kebijakan: Instruksi pemotongan anggaran operasional seluruh kementerian/lembaga federal.
• Pemicu: Lonjakan biaya subsidi energi akibat konflik di Timur Tengah (Perang Iran).
• Target Efisiensi: Penghematan RM10 miliar untuk menambal subsidi yang membengkak jadi RM58,4 miliar.
• Sektor Terdampak: Pemotongan besar pada Kemenkes (RM3,06M) dan Kemendikbudristek (RM2,39M).
• Langkah Teknis: Penundaan acara, perjalanan luar negeri, pelatihan, dan pembekuan rekrutmen non-kritis.
• Tenggat: Proposal pemangkasan harus diserahkan paling lambat 15 Mei 2026.
Sumber Utama:
Channel News Asia, Free Malaydesh Today, The Edge Malaydesh, Astro Awani, BFM 89.9, Kompas.id
--------------------------------
2021–2026 Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
• 2021: RM 67.667 (Puncak pandemi)
• 2022: RM 70.901 (+RM 3.234)
• 2023: RM 74.587 (+RM 3.686)
• 2024: RM 79.315 (+RM 4.728)
• 2025: RM 81.998 (+RM 2.683)
• 2026: RM 94.544 (+RM 12.546 - Lonjakan ekstrem)
--------------------------------
Status Krisis PDB 2026
• Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
• Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
--------------------------------
Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
2026 (Populasi: 36,3jt)
Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
-
2025 (Populasi: 35,9jt)
Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
-
2024 (Populasi: 34,6jt)
Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
-
2023 (Populasi: 35,1jt)
Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
-
2022 (Populasi: 34,6jt)
Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
-
2021 (Populasi: 34,2jt)
Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667
--------------------------------
😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝
INDONESIA=
HapusAMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALAYDESH =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
6. SEWA SIMULATOR MKM
7. PESAWAT MIG GROUNDED
8. SEWA MOTOR POLIS
9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
15. NO LST
16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
17. NO TANKER
18. NO KCR
19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
20. NO SPH
21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
22. NO HELLFIRE
23. NO MPA ATR72 DELAYED
24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
27. LCS MANGKRAK KARATAN
28. OPV MANGKRAK
29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
32. RADAR GIFTED PAID USA
33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
34. SEWA VVSHORAD
35. SEWA TRUK 3 TON
36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
37. C130H DIGANTI 2045
38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
41. NO TRACKED SPH
42. SEWA SIMULATOR HELI
43. SPH CANCELLED
44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
45. NO PESAWAT COIN
46. PILATUS MK II KARATAN
47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
51. LYNX GROUNDED
52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
---------------------------------
SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
1. SEWA 28 HELI
2. SEWA L39 ITCC
3. SEWA EC120B
4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
6. SEWA HOVERCRAFT
7. SEWA AW139
8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
9. SEWA UTILITY BOAT
10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
12. SEWA MV AISHAH AIM 4
13. SEWA BMW R1250RT
14. SEWA 4x4 VECHICLE
15. SEWA VSHORAD
16. SEWA TRUCK
17. SEWA HONDA CIVIC
18. SEWA PATROL BOATS
19. SEWA OUTBOARD MOTORS
20. SEWA TRAILERS
21. SEWA SUPERBIKES
22. SEWA SIMULATOR MKM
23. SEWA 12 AW149 TUDM
24. SEWA 4 AW139 TUDM
25. SEWA 5 EC120B TUDM
26. SEWA 2 AW159 TLDM
27. SEWA 4 UH-60A TDM
28. SEWA 12 AW149 TDM
29. SEWA 4 AW139 BOMBA
30. SEWA 2 AW159 MMEA
31. SEWA 7 BELL429 POLIS
32. SEWA MOTOR POLIS
--------------------------------
😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝
🏛️ INDONESIA: Era Ekspansi "SIPRI Shopping"
HapusIndonesia memanfaatkan anggaran pertahanan secara masif guna memodernisasi kekuatan udara dan laut secara mandiri (tidak bergantung pada satu negara donor).
-
AMRAAM (AIM-120) ✔️
Indonesia sukses mengamankan rudal udara-ke-udara jarak menengah (BVR) buatan AS ini untuk armada F-16 C/D Block 52ID. Ini membuktikan kepercayaan diplomasi militer AS terhadap Indonesia.
-
METEOR ✔️
Pembelian jet tempur Rafale Prancis membuka akses Indonesia terhadap rudal Meteor buatan MBDA Eropa. Rudal ini adalah BVR terbaik di dunia saat ini dengan teknologi ramjet yang mengungguli jangkauan AMRAAM konvensional.
-
HAMMER (AASM) ✔️
Sistem bom pintar (smart bomb) presisi tinggi dari Prancis yang juga diintegrasikan pada Rafale. Menjamin kemampuan air-to-ground strikes Indonesia berada di level mutakhir.
-
FREGAT ✔️
Proyek Fregat Merah Putih (desain Arrowhead 140) di PT PAL, pembelian dua Fregat PPA (Thaon di Revel) dari Italia, serta rencana modernisasi armada laut membuat taring TNI AL semakin tajam di Laut Natuna Utara.
-
SIPRI SHOPPING ✔️
Data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) mencatatkan Indonesia sebagai salah satu negara berkembang paling aktif memesan alutsista berat (Scorpene Evolved, Rafale, KAAN, PPA Frigate).
• --------------------------------
🏛️ MALAYDESH: Defisit Anggaran & Hambatan Proyek
Malaydesh mengalami beberapa kemunduran dalam kontrak alutsista penting yang memicu pembatalan atau penundaan panjang.
-
NSM BANNED / AMRAAM BLOKIR ❌
Isu pembatasan atau penundaan pengiriman rudal canggih seperti Naval Strike Missile (NSM) atau varian AMRAAM terbaru dari barat sering kali dikaitkan dengan kebijakan geopolitik Malaydesh atau keterlambatan platform pengangkutnya (seperti proyek kapal LCS Maharaja Lela yang mangkrak bertahun-tahun).
-
F18 BATAL / UH60A BATAL ❌
Rencana Malaydesh untuk mengakuisisi jet tempur F/A-18 Hornet bekas dari Kuwait ditolak/gagal menemui titik temu. Pengadaan helikopter sewa (lease) UH-60A Black Hawk untuk Angkatan Darat Malaydesh juga mengalami pembatalan/pemutusan kontrak akibat keterlambatan pengiriman oleh pihak vendor.
-
REWORK 4.000 PIPA DAN KABEL ❌
Merujuk langsung pada skandal mega-proyek kapal perang Littoral Combat Ship (LCS) kelas Maharaja Lela. Investigasi menemukan ribuan malfungsi teknis, termasuk keharusan melakukan pengerjaan ulang (rework) pada ribuan instalasi pipa dan kabel yang usang/salah pasang di galangan Boustead Naval Shipyard.
-
SIPRI KOSONG ❌
Buku pesanan (order book) Malaydesh di SIPRI tampak kering dibandingkan tetangganya. Anggaran pertahanan Malaydesh habis tersedot untuk menyelamatkan proyek-proyek mangkrak daripada membeli alutsista baru berskala besar (kecuali jet latih/tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan).
----------------------------------
CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
-
Ringkasan Pemangkasan Anggaran Malaydesh 2026
• Kebijakan: Instruksi pemotongan anggaran operasional seluruh kementerian/lembaga federal.
• Pemicu: Lonjakan biaya subsidi energi akibat konflik di Timur Tengah (Perang Iran).
• Target Efisiensi: Penghematan RM10 miliar untuk menambal subsidi yang membengkak jadi RM58,4 miliar.
• Sektor Terdampak: Pemotongan besar pada Kemenkes (RM3,06M) dan Kemendikbudristek (RM2,39M).
• Langkah Teknis: Penundaan acara, perjalanan luar negeri, pelatihan, dan pembekuan rekrutmen non-kritis.
• Tenggat: Proposal pemangkasan harus diserahkan paling lambat 15 Mei 2026.
Sumber Utama:
Channel News Asia, Free Malaydesh Today, The Edge Malaydesh, Astro Awani, BFM 89.9, Kompas.id
--------------------------------
😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝
KLAIM RINGGIT KUAT = HUTANG MENINGKAT
Hapus-
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
--------------------------------
Malaydesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
Detailed Annual Breakdown =
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
--------------------------------
2️⃣ 2025 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.30 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Total Population: 35,977,838
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 36,139
Household Debt: RM 45,859
➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
--------------------------------
3️⃣ 2024 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.22 trillion
Household Debt: RM 1.53 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
Total Population: 34,671,895
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 35,187
Household Debt: RM 44,128
➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
--------------------------------
4️⃣ 2023 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.17 trillion
Household Debt: RM 1.45 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
Total Population: 35,126,298
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 33,308
Household Debt: RM 41,279
➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
--------------------------------
5️⃣ 2022 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.08 trillion
Household Debt: RM 1.38 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
Total Population: 34,695,493
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 31,127
Household Debt: RM 39,774
➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
--------------------------------
6️⃣ 2021 DEBT DATA
Government Debt: RM 979.81 billion
Household Debt: RM 1.34 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
Total Population: 34,282,399
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 28,580
Household Debt: RM 39,087
➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667
=============
=============
INDONESIA
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
(Note: The safety threshold of 60%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
(Note: The safety threshold of 60%)
KLAIM RINGGIT KUAT = NGEMIS JAGUNG BERAS BATUBARA
Hapus-
HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
-
DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
-
Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
-
Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
-
Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
-
Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
-
Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
-
Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
-
Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
----------------------------------
MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
• Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
• Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
• ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
• AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malaydesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
• Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
---------------------------------
BERGANTUNG KE INDONESIA
MALAYDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
MALING GAS
NGEMIS BATUBARA
NGEMIS BERAS
-
Volume impor batubara Malaydesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malaydesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
Tahun 2025: Malaydesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
-
Ketergantungan: Malaydesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.
________________________________________
Malaydesh merupakan salah satu pasar utama bagi ekspor batubara Indonesia. Berdasarkan data terbaru tahun 2025 dan awal 2026, berikut adalah gambaran volume dan nilai impor batubara Malaydesh dari Indonesia:
Tren Impor dan Ketergantungan
Ketergantungan Tinggi: Malaydesh mengimpor sekitar 80% dari total kebutuhan konsumsi batubara domestiknya.
Rekor Tertinggi: Impor batubara termal Malaydesh dilaporkan mencapai rekor tertinggi pada tahun 2025 seiring dengan peningkatan pembangkitan listrik berbasis batubara di negara tersebut.
Kebutuhan PLTU: Sebagai gambaran skala kebutuhan, satu unit pembangkit listrik seperti
KLAIM RINGGIT KUAT = MAKAN UBI KAYU
Hapus-
HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
-
DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
-
Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
-
Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
-
Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
-
Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
-
Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
-
Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
-
Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
----------------------------------
MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
• Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
• Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
• ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
• AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malaydesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
• Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis
=============
=============
BERAS MAHAL = MAKAN UBI KAYU
BERAS MAHAL = MAKAN UBI KAYU
BERAS MAHAL = MAKAN UBI KAYU
-
Sumber Berita =
• New Straits Times: Media cetak utama berbahasa Inggris di Malaydesh yang pertama kali mempublikasikan penegasan wawancara Johari Abdul setelah ia menghadiri acara Jualan Termurah Madani di Bandar Perdana.
• MalaydeshNow: Memuat laporan komparasi kritik publik dan netizen lokal terhadap usulan sang Speaker dengan judul "Johari diserang selepas ajak rakyat makan ubi kayu ganti nasi".
• Utusan Malaydesh: Menulis pembelaan lanjutan dari Johari Abdul yang menyatakan bahwa menanam singkong di lahan kosong dapat menjadi solusi sementara jangka pendek untuk menopang ketahanan pangan nasional. Informasi ini tercantum pada Utusan Malaydesh Nasional.
• Malaydesh Gazette: Melaporkan tanggapan tajam dari politisi oposisi dan pengamat ekonomi yang menilai usulan mengonsumsi ubi kayu menunjukkan ketidakpahaman pemerintah terhadap kesusahan riil masyarakat di lapangan. Detailnya dapat dibaca di Malaydesh Gazette.
• Suara TV: Menayangkan kutipan transkrip lengkap pernyataan Johari yang membandingkan kadar nutrisi dan kandungan gula yang lebih rendah pada ubi kayu jika disejajarkan dengan beras putih biasa. Berita ini dimuat dalam portal Suara TV.
• Majoriti: Menyorot fenomena reaksi internet pasca-pernyataan tersebut, termasuk lahirnya sindiran pepatah baru di kalangan netizen berbunyi "Ada ubi pengganti beras". Artikel komprehensifnya dapat diakses via Majoriti Berita
2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
Hapus-
INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
-
MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
--------------------------------------------------
SIPRI MALAYDESH 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
-
SIPRI MALAYDESH 2025 = KOSONG
Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
-
SIPRI MALAYDESH 2024 = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
-
SIPRI MALAYDESH 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
-
SIPRI MALAYDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
-
SIPRI MALAYDESH 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
-
SIPRI MALAYDESH 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.htmll
------------------------------
WITHOUT MALAYDESH = THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
------------------------------
2026 2026 IDN : USD 20 MILIAR versus MY : USD 4,7 MILIAR
-
PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
-
1. INDONESIA
Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
-
2. SINGAPURA
SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
-
3. VIETNAM
USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
-
4. THAILAND
204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
-
5. FILIPINA
295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
-
6. MALAYDESH
RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis
SIPRI MALAYDESH 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
Hapus-
SIPRI MALAYDESH 2025 = KOSONG
Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
-
SIPRI MALAYDESH 2024 = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
-
SIPRI MALAYDESH 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
-
SIPRI MALAYDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
-
SIPRI MALAYDESH 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
-
SIPRI MALAYDESH 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.htmll
------------------------------
WITHOUT MALAYDESH = THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
------------------------------
KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
INDONESIA = SIPRI SHOPPING
MALAYDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
-
5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
-
5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
------------------------------
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
Mantap..... Ini baru di Gelar UNTUNG SEKALI GANDA.....HOREYYYYY 🔥🔥😎😎😎😎
BalasHapusBAYAR - RM583.47
BAYARAN DENDA - RM1 BILLION LEBIH guys..
INDONESIA=
HapusAMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALAYDESH =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
-
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
-
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
-
GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
----------------------------------
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝
INDONESIA=
HapusAMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALAYDESH =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
-
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
-
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
-
GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
----------------------------------
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
Hapus2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
INDONESIA .....
STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
Skala Ekonomi (PDB 2026):
PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari Malaydesh.
PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
Peringkat Militer (GFP 2026):
Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
Ketahanan Fiskal:
Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
________________________________________
MALAYDESH.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
Data Utang & Beban Warga 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
Peringkat Militer (GFP 2026):
Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
KESIMPULAN:
INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALAYDESH PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
Hapus2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALAYDESH.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
Beban Utang Rumah Tangga: RM 45.348 / jiwa.
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
________________________________________
BUKTI "HUTANG BAYAR HUTANG" (DEBT-SERVICING):
Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
________________________________________
DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
Timeline Kegagalan (Prank):
F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
________________________________________
KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
KESIMPULAN:
TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
Hapus2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALAYDESH.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat skandal korupsi sistemik.
2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — OVER LIMIT 65%).
Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
Beban Utang Rumah Tangga: RM 45.348 / jiwa.
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
________________________________________
ANALISA MODEL PENGADAAN: "NEGARA PENYEWA" (LEASING)
Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
Skema Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa (FA-50 & PT-91M) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa mata uang asing.
Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak; diperparah skandal hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet dari gudang.
________________________________________
ANALISA REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL:
Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
Kehilangan Posisi Regional: Gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh Malaydesh di ASEAN.
Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya habis untuk membayar bunga dan pokok utang lama (Debt-Servicing Cycle).
KESIMPULAN:
TOTAL BEBAN PER WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
Hapus2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALAYDESH.......
STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
Beban Utang Rumah Tangga: RM 45.348 / jiwa.
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
________________________________________
BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
________________________________________
ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.
KESIMPULAN:
TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL
Ngimpiii..🤣🤣🤣
HapusISHAM JALIL: FAKTA
HapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
-
Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
--------------------------------
Malaydesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
Detailed Annual Breakdown =
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
--------------------------------
2️⃣ 2025 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.30 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Total Population: 35,977,838
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 36,139
Household Debt: RM 45,859
➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
--------------------------------
3️⃣ 2024 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.22 trillion
Household Debt: RM 1.53 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
Total Population: 34,671,895
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 35,187
Household Debt: RM 44,128
➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
MALAYSIA NEGARA PEMBERANI... sekadar NORWAY siap di saman..... 😎😎😎
BalasHapusINDONESIA=
HapusAMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALAYDESH =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
-
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
-
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
-
GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
----------------------------------
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝
INDONESIA=
HapusAMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALAYDESH =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
-
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
-
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
-
GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
----------------------------------
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
Hapus2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALAYDESH.......
KETIDAKSTABILAN POLITIK = PROCUREMENT CHAOS
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS
6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS
________________________________________
DAFTAR "PRANK" ALUTSISTA (WINDOW SHOPPING):
PRANK PAKISTAN (JF-17): Hanya sebatas minat; kesepakatan tidak pernah final.
PRANK INDIA (TEJAS): Negosiasi "lanjut" untuk ganti MiG-29; gagal terpilih/batal.
PRANK TURKI (YAVUZ/MKE): Akuisisi SPH 155mm terus ditinjau ulang tanpa hasil.
PRANK FRANCE (NEXTER): LoI diteken DSA 2016 (20 unit); nol realisasi kontrak.
PRANK INDONESIA (PT PAL): Klaim kontrak MRSS Agustus; batal terealisasi.
PRANK FRANCE (DASSAULT): Klaim bicara eksklusif 18 Rafale ($2B); beku/batal.
PRANK SLOVAKIA (EVA): Ekspektasi SPH 155mm berakhir tanpa kontrak.
PRANK CHINA (KS-1A): Janji rudal & transfer teknologi; tidak terwujud.
PRANK UN (IAG GUARDIAN): Ditolak PBB karena spek rendah; biaya tidak diganti (Sanksi).
________________________________________
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026:
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan pasca-krisis global.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Federal.
2018: RM 1,19 Triliun – TRANSPARANSI BARU: Skandal 1MDB & Liabilitas PPP.
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan stimulus pandemi COVID-19.
2023: RM 1,53 Triliun – Warisan hutang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim.
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi Belanjawan (APBN) 2024.
2026: RM 1,79 Triliun – Target Economic Outlook 2026.
________________________________________
ANALISA SUMBER DATA:
Bloomberg & Reuters: Total hutang tembus RM 1 Triliun (Efek 1MDB).
The Edge: Akumulasi utang federal lampaui ambang batas baru.
MOF 2026: Target manajemen utang di tengah risiko fiskal tinggi.
________________________________________
INDONESIA .....
MODERNISASI TUNAI & STABIL:
KEPEMIMPINAN: Transisi stabil; tidak ada pembatalan kontrak strategis.
STATUS: LENGKAP (Rafale, F-15IDN, Scorpene Evolved).
FISKAL: Hutang 40% dari GDP; jauh di bawah limit keamanan 60%.
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
Hapus2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
INDONESIA .....
STATUS 2026: SUPERIOR & LENGKAP
Anggaran Pertahanan 2026: USD 20 Miliar (Rp 335,2 Triliun).
Pertumbuhan: Melonjak 37% dari tahun sebelumnya.
Status SIPRI 2024-2025: LENGKAP (Transfer alutsista aktif).
Daftar Belanja Alutsista Utama:
42 Jet Rafale F-4 (Prancis).
F-15IDN (USA).
Kapal Selam Scorpene Evolved (Full Li-Ion Battery).
Kapal Perang PPA-L-Plus & Frigat Merah Putih.
Drone Tempur Anka-S (Turki).
Rudal Balistik Khan & Bora.
Kesehatan Fiskal:
GDP: USD 1,44 Triliun.
Hutang Pemerintah: 40% dari GDP (Jauh di bawah limit 60%).
Hutang Rumah Tangga: 16% dari GDP.
Defisit: 2,9%.
Kekuatan Militer: Doktrin Pertahanan Total dengan integrasi teknologi tinggi.
________________________________________
MALAYDESH.......
STATUS 2023-2026: KRISIS & MISKIN
Anggaran Pertahanan 2026: USD 4,7 Miliar (DIPANGKAS TOTAL).
Status SIPRI 2024-2025: KOSONG (Nol transfer senjata global).
Krisis 2026:
PHK Massal: 24.100 pekerja (Data SOCSO Januari 2026).
Freeze Procurement: Pembekuan seluruh kontrak akibat skandal suap pejabat senior.
Cut Budget: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional karena krisis finansial.
Kegagalan Alutsista (Daftar Prank):
NSM BANNED: Rudal NSM dilarang ekspor oleh Norwegia; dudukan rudal di kapal LCS harus dicopot.
F/A-18 Kuwait: Batal (4x surat resmi ditolak).
LCS Mangkrak: Proyek kapal perang karatan dan penuh cacat kabel/pipa.
Prank Global: Pembatalan minat pada Tejas (India), JF-17 (Pakistan), Yavuz (Turki), dan Rafale (Prancis).
Kesehatan Fiskal (Darurat):
GDP: USD 416,90 Miliar.
Hutang Pemerintah: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
Hutang Rumah Tangga: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
Defisit: 3,8% (Tidak pernah surplus sejak 1998).
Beban Hutang Per Kapita (2026): RM 94,544 per jiwa.
Sistem "Serba Sewa" (Rental Defence):
Sewa Helikopter Black Hawk & AW139 (Bukan milik sendiri).
Sewa Jet L-39 di Kanada untuk latihan pilot.
Sewa Motor Polis, Truk, dan Kapal Hidrografi.
Kondisi Internal: Ketidakstabilan politik (5x Ganti PM & 6x Ganti Menhan) melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
KESIMPULAN:
INDONESIA BELI TUNAI VS MALAYDESH SERBA SEWA KARENA HUTANG MENUMPUK.
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
Hapus2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALAYDESH.......
STATUS 2023-2026: MISKIN & PROCUREMENT COLLAPSE
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh kementerian memangkas anggaran operasional akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK dengan puncak di Januari 2026; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi sejak 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Tidak ada transfer senjata besar yang tercatat dalam database global.
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Kelanjutan stagnasi modernisasi alutsista selama dua tahun berturut-turut.
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: MINDEF membatalkan secara resmi 5 tender bekalan dan infrastruktur.
________________________________________
LIMITASI STRUKTUR KEKUATAN (FORCE LIMITATIONS):
Ukuran Pasukan Kecil: Hanya memiliki ~113.000 personel aktif; sangat kontras dibandingkan Indonesia (~400.000) atau Vietnam (~600.000).
Fragmentasi Matra: Kurangnya doktrin gabungan (Joint Doctrine) dan interoperabilitas antara Darat, Laut, dan Udara.
Lemahnya Proyeksi Kekuatan: Tidak memiliki kapal induk, pembom berat, sistem rudal balistik, serta keterbatasan kapasitas pengisian bahan bakar di udara.
Ketimpangan Anggaran: Lebih dari 40% anggaran habis untuk biaya personel (gaji/pensiun), mencekik dana modernisasi (CAPEX).
Ketergantungan Impor: Industri pertahanan domestik sangat terbatas, hanya mampu untuk pemeliharaan dan kendaraan ringan.
________________________________________
KETERGANTUNGAN PADA TEKNOLOGI USANG (LEGACY PLATFORMS):
Definisi: Mengoperasikan alutsista tua yang mahal perawatannya namun terbatas secara operasional dalam perang modern.
Penyebab: Siklus pengadaan yang tertunda (LCS Mangkrak) dan strategi modernisasi yang terfragmentasi (politik).
Beban Pemeliharaan: Alutsista lama mengonsumsi anggaran besar untuk suku cadang tanpa memberikan peningkatan kapabilitas nyata.
Daftar Aset Usang (Legacy List):
MiG-29N Fulcrum: Dioperasikan sejak 1995, pensiun terlambat tanpa pengganti sepadan.
F/A-18D Hornet: Aktif sejak 1997 dalam jumlah yang sangat terbatas.
C-130 Hercules: Berasal dari era 1970-an; masih dipaksa beroperasi.
Condor APC: Kendaraan lapis baja dari tahun 1980-an yang masih digunakan angkatan darat.
Scorpene Submarine: Diperkenalkan 2009; kini mulai menua dengan jumlah armada yang tidak memadai.
________________________________________
RISIKO STRATEGIS:
Deterrence Collapse: Hilangnya daya getar di Laut Cina Selatan.
Vulnerabilitas: Sangat rentan terhadap ancaman modern seperti drone, perang siber, dan serangan presisi.
Fiscal Trap: Pembayaran cicilan tahunan (FA-50/A400M) menutup peluang untuk investasi alutsista baru.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + PHK MASSAL + ASET KARATAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN.
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
Hapus2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALAYDESH.......
STATUS 2023-2026: MISKIN & PROCUREMENT COLLAPSE
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh kementerian memangkas anggaran operasional akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK dengan puncak di Januari 2026; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi sejak 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Tidak ada transfer senjata besar yang tercatat dalam database global.
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Kelanjutan stagnasi modernisasi alutsista selama dua tahun berturut-turut.
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: MINDEF membatalkan secara resmi 5 tender bekalan dan infrastruktur.
________________________________________
LIMITASI STRUKTUR KEKUATAN (FORCE LIMITATIONS):
Ukuran Pasukan Kecil: Hanya memiliki ~113.000 personel aktif; sangat kontras dibandingkan Indonesia (~400.000) atau Vietnam (~600.000).
Fragmentasi Matra: Kurangnya doktrin gabungan (Joint Doctrine) dan interoperabilitas antara Darat, Laut, dan Udara.
Lemahnya Proyeksi Kekuatan: Tidak memiliki kapal induk, pembom berat, sistem rudal balistik, serta keterbatasan kapasitas pengisian bahan bakar di udara.
Ketimpangan Anggaran: Lebih dari 40% anggaran habis untuk biaya personel (gaji/pensiun), mencekik dana modernisasi (CAPEX).
Ketergantungan Impor: Industri pertahanan domestik sangat terbatas, hanya mampu untuk pemeliharaan dan kendaraan ringan.
________________________________________
KETERGANTUNGAN PADA TEKNOLOGI USANG (LEGACY PLATFORMS):
Definisi: Mengoperasikan alutsista tua yang mahal perawatannya namun terbatas secara operasional dalam perang modern.
Penyebab: Siklus pengadaan yang tertunda (LCS Mangkrak) dan strategi modernisasi yang terfragmentasi (politik).
Beban Pemeliharaan: Alutsista lama mengonsumsi anggaran besar untuk suku cadang tanpa memberikan peningkatan kapabilitas nyata.
Daftar Aset Usang (Legacy List):
MiG-29N Fulcrum: Dioperasikan sejak 1995, pensiun terlambat tanpa pengganti sepadan.
F/A-18D Hornet: Aktif sejak 1997 dalam jumlah yang sangat terbatas.
C-130 Hercules: Berasal dari era 1970-an; masih dipaksa beroperasi.
Condor APC: Kendaraan lapis baja dari tahun 1980-an yang masih digunakan angkatan darat.
Scorpene Submarine: Diperkenalkan 2009; kini mulai menua dengan jumlah armada yang tidak memadai.
________________________________________
RISIKO STRATEGIS:
Deterrence Collapse: Hilangnya daya getar di Laut Cina Selatan.
Vulnerabilitas: Sangat rentan terhadap ancaman modern seperti drone, perang siber, dan serangan presisi.
Fiscal Trap: Pembayaran cicilan tahunan (FA-50/A400M) menutup peluang untuk investasi alutsista baru.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + PHK MASSAL + ASET KARATAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN.
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
Hapus2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALAYDESH.......
STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
________________________________________
ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
Ledakan Biaya (Financial Overrun):
Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
________________________________________
MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat Malaydesh menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
Birokrasi & Politik: Perubahan spesifikasi dan kepemimpinan yang sering terjadi mengganggu jadwal pembayaran dan kepatuhan regulasi.
KESIMPULAN:
MISMANAJEMEN + HUTANG MENUMPUK + PROYEK MANGKRAK = KEGAGALAN TOTAL PERTAHANAN.
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
Hapus2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALAYDESH.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO (PERKESO) mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
________________________________________
KONTRAKSI FINANSIAL PERTAHANAN (FINANCIAL CONSTRAINTS):
Alokasi Anggaran Terbatas: Belanja pertahanan hanya berkisar 1,2%–1,5% dari PDB, jauh di bawah standar regional untuk modernisasi.
Biaya Operasional vs Modernisasi: Sebagian besar anggaran habis untuk gaji, pensiun, dan biaya harian, menyisakan dana sangat minim untuk pengadaan senjata canggih atau Litbang (R&D).
Kompetisi Prioritas Domestik: Anggaran militer sering dikalahkan oleh prioritas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial.
Ketergantungan Teknologi Asing: Biaya tinggi pengadaan alutsista impor membuat Malaydesh terpaksa membeli barang bekas (second-hand) atau menunda program pengadaan.
Dampak Kesiapan Strategis: Peralatan tua (kapal, pesawat, kendaraan) dipaksa beroperasi melampaui usia teknisnya; pelatihan pasukan dikurangi demi penghematan.
________________________________________
KELEMAHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
Aging Fleet (Armada Tua): Kapal utama seperti KD Kasturi dan KD Lekir berusia lebih dari 30 tahun dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas.
Skandal & Penundaan LCS: Program RM 11 miliar penuh mismanajemen dan korupsi. Hingga 2025, hanya mencapai 72% progres tanpa satu pun kapal yang siap tempur.
Struktur Armada Terfragmentasi: Terlalu banyak kelas kapal yang berbeda menyebabkan logistik, pelatihan, dan perawatan menjadi sangat tidak efisien dan mahal.
Lemahnya Pengawasan Maritim: Kurangnya radar jarak jauh, UAV, dan sistem deteksi kapal selam membuat zona ekonomi eksklusif (ZEE) sangat rentan terhadap infiltrasi asing.
Vulnerabilitas Strategis: Tanpa daya getar angkatan laut yang kredibel, Malaydesh kehilangan pengaruh strategis di Laut Cina Selatan menghadapi asertivitas kapal-kapal asing.
________________________________________
RINGKASAN MASALAH UTAMA:
Armada Tua: Kesiapan tempur terus menurun.
Penundaan LCS: Tidak ada kapal kombatan permukaan modern.
Logistik Inefisien: Akibat terlalu banyak jenis kelas kapal.
Keterbatasan Anggaran: Modernisasi berjalan sangat lambat.
ZEE Rentan: Pengawasan pantai dan laut sangat lemah.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS + ARMADA TUA = KELUMPUHAN TOTAL KEDAULATAN LAUT.
Di dunia ini siapa yg ngakupemberani,plg pintar,plg hebat pasti terbalik!🤣🤣🤣
HapusSHAM JALIL: FAKTA
HapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
-
Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
----------------------------------
PERDANA MENTERI =
DEFACT
KILL PREGNANT WOMEN
-
LCS =
MANGKRAK 15 YEARS
BANNED NSM
-
LMS B1 =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
LMS B2 =
DOWNGRADE BABUR CLASS
NO TORPEDO
-
LEKIU =
EXO B2 EXPIRED
RADAR CMS USANG
-
KASTURI =
EXO B2 EXPIRED
NO TORPEDO
-
LAKSAMANA =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
KEDAH =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
PERDANA =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
HANDALAN =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
JERUNG =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
----------------------------------
SU-30MKM =
LOW SERVICEABILITY
SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
CANARY PROJECT DELAY
-
F/A-18D HORNET =
AGING AIRFRAME
LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
DEPENDENT ON US UPGRADE
-
HAWK 108/208 =
FREQUENT CRASHES
OBSOLETE AVIONICS
GROUNDED ISSUES
-
MIG-29N (RETIRED) =
TOTAL FAILURE
LOGISTIC NIGHTMARE
MOTHBALLED AT KUANTAN
-
FA-50M (ON ORDER) =
LIGHTWEIGHT ONLY
DELAYED DELIVERY
NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
BANNED AMRAAM 120
-
C-130 HERCULES =
METAL FATIGUE
OVERWORKED
ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
----------------------------------
PT-91M PENDEKAR =
POLISH SPARES DISCONTINUED
TRANSMISSION ISSUES (RENK)
ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
-
AV8 GEMPITA =
TENDER IRREGULARITIES
UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
INTEGRATION DELAY
-
ACV-15 ADNAN =
AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
OBSOLETE ELECTRONICS
-
FV101 SCORPION =
RECOMMENDED RETIREMENT
MAINTENANCE NIGHTMARE
END OF SERVICE LIFE
-
MILDEF TARANTULA =
LIMITED ADOPTION
OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
-
CONDOR 4X4 / SIBMAS =
RETIRED STATUS (2023)
MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
-
ASTROS II (MLRS) =
EXPENSIVE AMMUNITION
LACK OF PRECISION GUIDANCE
PLATFORM AGING
FAKTA GUYS......INILAH ASLI KEMAMPUAN KEPAKARAN MALONDESH KAPAL PERANG BUATAN IQ BELACAN BERUK BOTOL JADI KAPAL KARDUS MOTIF KULIT LIMAU 🤣🤣🤣🤣
BalasHapusHEBOH! Kapal Tempur Maharaja Lele Jadi Bahan Meme, Netizen: Ini Kapal Perang atau Kardus?!
https://youtu.be/2lmDHbCxZRw?si=ylQYr-Qu8czBgLiN
#TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣
Akhirnya malaydesh dapat NSM versi foto guys , kerajaan yang tak dianggap di donia
BalasHapus👍
HapusMalaydesh memang tak layak guna NSM
BalasHapus👍
HapusMalaydesh kerajaan Pondan, dengan China sahaja takut, pesawat perisik Israel ceroboh putra jaya pun tak berani usir
BalasHapus👍
HapusIntinya Malaydesh tak boleh guna NSM , manakala indo boleh guna meteor , missile paling modern sekawasan
BalasHapusKASIAN BANGET tidak boleh pakai NSM wkwkwkw
BalasHapusIsham Jalil : DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh BENARKAH?
BalasHapushttps://youtu.be/xJdJbDnzS3I
Betoii Rakyat nak diberi gula² dibodohkan kerajaan.. Ramai Rakyat bodoh percaye ngan kerajaan..
RINGGIT KATA KUKUH, PASTI BARANG IMPORT MURAH, ROTI CANAI PUN NAIK HARGA AYAM PUN X TURUN HARGA !!!!
#TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣
INDONESIA=
BalasHapusAMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALAYDESH =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
-
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
-
GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
-
GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
----------------------------------
2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALAYDESH = F18 BATAL
2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝
Wah keren malaydesh menggunakan NSM 😁😁😁😁😁😁
BalasHapusMalayyydddeeesss..nasibmuuu..Mampusss..Negara tak DA kebenaran!
BalasHapusIsham Jalil: FAKTA
BalasHapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
-
Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
Apa perlu kami kasih grant kail, benang dan pancing untuk isi maharajalele londesh? 🤣
BalasHapusISHAM JALIL: FAKTA
BalasHapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
-
Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
--------------------------------
Status Krisis PDB 2026
• Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
• Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
--------------------------------
Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
2026 (Populasi: 36,3jt)
Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
-
2025 (Populasi: 35,9jt)
Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
-
2024 (Populasi: 34,6jt)
Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
-
2023 (Populasi: 35,1jt)
Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
-
2022 (Populasi: 34,6jt)
Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
-
2021 (Populasi: 34,2jt)
Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667
--------------------------------
😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝
FAKTA MALONDESH NEGARA BOTOL DAN IDIOT 🔥🔥🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapus"He said the Norwegian government had unilaterally revoked the export licence without prior discussions with MALONDESH"
MALONDESH TA INGAT US DIPERLAKUKAN SEPERTI ITU UNTUK PERJANJIAN ART, ADA DUIT TA JIKA US MENUNTUT KOMPENSASI !!!!!!
MACAM MANA NI WEE......🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
#TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣
ISHAM JALIL: FAKTA
BalasHapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
-
Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
=============
=============
HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
-
DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
-
Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
-
Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
-
Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
-
Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
-
Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
-
Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
-
Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
----------------------------------
MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
• Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
• Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
• ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
• Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
BalasHapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
-
Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
=============
=============
HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
-
DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
-
Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
-
Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
-
Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
-
Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
-
Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
-
Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
-
Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
----------------------------------
MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
• Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
• Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
• ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
• Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis
https://www.google.com/amp/s/www.grid.id/amp/04918521/misil-taming-sari-rudal-bernama-aneh-buatan-malaysia-yang-tak-pernah-produksi-hingga-detik-ini
BalasHapusMisil pengganti NSM mahorogolela, Malaydesh tumpuan dunie 🤣🤣🤣
https://www.google.com/amp/s/www.grid.id/amp/04918521/misil-taming-sari-rudal-bernama-aneh-buatan-malaysia-yang-tak-pernah-produksi-hingga-detik-ini
BalasHapusMisil pengganti NSM mahorogolela, Malaydesh tumpuan dunie 🤣🤣🤣
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
BalasHapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
----------------------------------
PERDANA MENTERI =
DEFACT
KILL PREGNANT WOMEN
-
LCS =
MANGKRAK 15 YEARS
BANNED NSM
-
LMS B1 =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
LMS B2 =
DOWNGRADE BABUR CLASS
NO TORPEDO
-
LEKIU =
EXO B2 EXPIRED
RADAR CMS USANG
-
KASTURI =
EXO B2 EXPIRED
NO TORPEDO
-
LAKSAMANA =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
KEDAH =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
PERDANA =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
HANDALAN =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
JERUNG =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
----------------------------------
SU-30MKM =
LOW SERVICEABILITY
SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
CANARY PROJECT DELAY
-
F/A-18D HORNET =
AGING AIRFRAME
LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
DEPENDENT ON US UPGRADE
-
HAWK 108/208 =
FREQUENT CRASHES
OBSOLETE AVIONICS
GROUNDED ISSUES
-
MIG-29N (RETIRED) =
TOTAL FAILURE
LOGISTIC NIGHTMARE
MOTHBALLED AT KUANTAN
-
FA-50M (ON ORDER) =
LIGHTWEIGHT ONLY
DELAYED DELIVERY
NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
BANNED AMRAAM 120
-
C-130 HERCULES =
METAL FATIGUE
OVERWORKED
ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
----------------------------------
PT-91M PENDEKAR =
POLISH SPARES DISCONTINUED
TRANSMISSION ISSUES (RENK)
ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
-
AV8 GEMPITA =
TENDER IRREGULARITIES
UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
INTEGRATION DELAY
-
ACV-15 ADNAN =
AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
OBSOLETE ELECTRONICS
-
FV101 SCORPION =
RECOMMENDED RETIREMENT
MAINTENANCE NIGHTMARE
END OF SERVICE LIFE
-
MILDEF TARANTULA =
LIMITED ADOPTION
OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
-
CONDOR 4X4 / SIBMAS =
RETIRED STATUS (2023)
MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
-
ASTROS II (MLRS) =
EXPENSIVE AMMUNITION
LACK OF PRECISION GUIDANCE
PLATFORM AGING
https://www.google.com/amp/s/www.grid.id/amp/04918521/misil-taming-sari-rudal-bernama-aneh-buatan-malaysia-yang-tak-pernah-produksi-hingga-detik-ini
BalasHapusMisil pengganti NSM mahorogolela, Malaydesh tumpuan dunie, dunie hewan primata mungkin. 🤣🤣🤣
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
BalasHapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
-
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
Malaydesh tak dianggap oleh Norway..
BalasHapusAkibat NGUTANG...
😂😂😂🤣😛🤪
Mantap..... Ini baru di Gelar UNTUNG SEKALI GANDA GUYS.....HOREYYYYY ....
BalasHapusini beerti MALAYSIA dapat lagi duit TAMBAHAN sebanyak RM500 juta lebih.... BIJAK...BIJAK....HAHAHAHAH🔥🔥😎😎😎😎
SUDAH BAYAR - RM583.47
BAYARAN DENDA - RM1 BILLION LEBIH guys..
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
HapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
---------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
-
SUMBER DATA RESMI:
Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
-
Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
BalasHapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
---------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
-
SUMBER DATA RESMI:
Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
-
Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).
MALAYSIA NEGARA PEMBERANI... negara sekelas NORWAY saja di SAMAN BERBILLION RINGGIT.....
BalasHapusmanakala negara INDIANESIA...3 tenteranya dibunuh ISRAEL saja takut mau menyebut ISRAEL negara pelaku....HAHAHAHAH
Kenapa Prabowo tidak Pernah sebut Israel yang menyerang TNI tidak juga mengecam serangan AS-Israel ke IRAN
https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=917531404383922&id=100083812131155
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
HapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
---------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
-
SUMBER DATA RESMI:
Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
-
Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).
SEHAT LO MIN......TAI EMANG LO 🤪🤪🤪
BalasHapusKOMEN KENA HAPUS BAE
Hhahahaa..berita apa ni min
BalasHapusNSM Failed
Shoping gagal
Byk bual je 🤣🤣🤣🤣
Sekali akan shoping gagal
BalasHapusFailed !!!
Sewa sewa..kami sewakan rudal lon wmwkw
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
BalasHapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
---------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
-
SUMBER DATA RESMI:
Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
-
Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
BalasHapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
---------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
-
SUMBER DATA RESMI:
Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
-
Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
BalasHapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
---------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
-
SUMBER DATA RESMI:
Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
-
Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).
Mantap..... Ini baru di Gelar UNTUNG SEKALI GANDA GUYS.....HOREYYYYY ....
BalasHapusini beerti MALAYSIA dapat lagi duit TAMBAHAN sebanyak RM500 juta lebih.... BIJAK...BIJAK....HAHAHAHAH🔥🔥😎😎😎😎
SUDAH BAYAR - RM583.47
BAYARAN DENDA - RM1 BILLION LEBIH guys..
.....................................................................................
BERANI TA GEMPUR BOTOL BIN IDIOT BILANG BEGINI SAAT US SUDAH AJUKAN KOMPENSASI PERJANJIAN ART KARENA NILAINYA SANGAT JAUH LEBIH BESAR !!!!!
MACAM MANA NI WEE......🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
#TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
BalasHapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
---------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
-
SUMBER DATA RESMI:
Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
-
Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).
NEGARA PEMBERANI..... Siap UNTUNG SEKALI GANDA....HAHAHAHAHHA
BalasHapusMalaysia hantar notis tuntut kerugian lebih RM1 bilion kepada syarikat pertahanan Norway
https://www.buletintv3.my/nasional/malaysia-hantar-notis-tuntut-kerugian-lebih-rm1-bilion-kepada-syarikat-pertahanan-norway/
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
HapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
---------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
-
SUMBER DATA RESMI:
Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
-
Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
HapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
---------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
-
SUMBER DATA RESMI:
Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
-
Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).
MEMANG UNTUNG kerana nilai RINGGIT SEKARANG sudah jauh lebih TINGGI ya guys...HAHAHAHAHAH
BalasHapusISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
HapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
---------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
-
SUMBER DATA RESMI:
Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
-
Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
HapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
---------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
-
SUMBER DATA RESMI:
Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
-
Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).
FAKTA MALONDESH NEGARA BOTOL DAN IDIOT 🔥🔥🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapus"He said the Norwegian government had unilaterally revoked the export licence without prior discussions with MALONDESH"
MALONDESH TA INGAT US DIPERLAKUKAN SEPERTI ITU UNTUK PERJANJIAN ART, ADA DUIT TA JIKA US MENUNTUT KOMPENSASI !!!!!!
MACAM MANA NI WEE......🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
#TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣
yang RUGI tu bila si MISKIN NGUTANG Kapal INDUK RONGSOK yang BOROS BBM dengan nilai rupiah sekarang Rp17.700..... HAHAHAHAHAH
BalasHapusPsssttttt mau bayar pakai APBN saja defisit mau bayar pakai apa...??? HAHAHAHAH
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
HapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
---------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
-
SUMBER DATA RESMI:
Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
-
Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
HapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
-
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
TERUK SANGAT MALONDESH, SUDAH BUKAN AHLI BRICS,G20, OTAK TERNYATA BOTOL 😂😂😂😂
Hapushttps://youtu.be/IPcEol3OARk?si=uW0DTUtgYSUizgjt
ANUAR EPSTAIN INI MEMANG TERBANGANG BODO, HANYA NAPSU KEMALUANNYA SAJA YANG BESAR 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
BalasHapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
---------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
-
SUMBER DATA RESMI:
Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
-
Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).
Isham Jalil : DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh BENARKAH?
BalasHapushttps://youtu.be/xJdJbDnzS3I
Betoii Rakyat nak diberi gula² dibodohkan kerajaan.. Ramai Rakyat bodoh percaye ngan kerajaan..
RINGGIT KATA KUKUH, PASTI BARANG IMPORT MURAH, ROTI CANAI PUN NAIK HARGA AYAM PUN X TURUN HARGA !!!!!
MACAM MANA NI WEE......🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
#TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣
TAHUN 2024 SAJA KING INDO NOMOR 6 CADANGAN EMAS TERBESAR DUNIA.....NEGARA KAYA BEBAS SHOPPING, EMIR QATAR SAMPAI TUNDUK.... 🤗🤗🤗🤗🤗
BalasHapusBEDA SAMA MALONDESH NEGARA KONON KAYA TERNYATA MISKIN DAN BOTOL....🤣🤣🤣🤣🤣🤣
https://www.cnbcindonesia.com/research/20240418141809-128-531368/16-negara-dengan-cadangan-emas-terbesar-di-dunia-ri-nomor-berapa
BUAT BAYAR RAFALE, KAAN, ISTIF, GARIBALDI, BELHARA, J10 CE, JF 17 MUDAH SAJA APALAGI CUMA SOAL BBM 🤗 🤗🤗🤗🤗
MACAM MANA NI WEE......🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
#TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
BalasHapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
-
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
PATUTLAH UTANG MENINGKAT TEROSSSSS.....
BalasHapus-
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
JUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
-
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
PATUTLAH UTANG MENINGKAT TEROSSSSS.....
BalasHapus-
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
JUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
-
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
HEBOH! Warga MALONDESH Mulai Takut Krisis Besar Datang Dalam 2 Bulan!!!!
BalasHapushttps://youtu.be/NjaJKR-3tRc?si=rXIUXzqbqzlPihFC
MACAM MANA NI WEE......🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
#TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣
PATUTLAH UTANG MENINGKAT TEROSSSSS.....
BalasHapus-
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
JUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
---------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
-
SUMBER DATA RESMI:
Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
-
Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).
01. Salam bina Candi LCS MaharajaLele Mangkrak Karatan 14 tahun SALAH POTONG, seharga RM 12 Billion
BalasHapus02. Salam bina senapang Allien tembak tupai VITA lendir BERAPI
03. Salam KERAjaan BANGKRAP di gondoli Jho Law
04. Salam bina kereta kebal 8x8 GEMPITA tampel sticker tak boleh eksport
05. Salam bina tank ugly STRIDE bentuk KOTAK Turet impoten
06. Salam bina rudal antar Galaxy ugly TAMING SARI
07. Salam bina jet PTM GEN 6 hasil mimpi basah insinyur 5 top university
08. Salam bina drone ugly NYAMUK
09. Salam bina KERETA KIPAS TERBANG tampal Sticker dari Cina
10. Salam bina kereta PROTON tak laku di jual ke gelly cina
11. Salam Komando LETUPKAN wanita hamil
12. Salam komando TEWAS saat DEMO, tembak Komandan sendiri
13. Salam komando PINGSAN saat latihan berbaris
14. Salam Komando TEWAS dilempar GRANAT teman sendiri
15. Salam Komando tewas Saat BERENANG
16. Salam kapal selam SCORPANE tak boleh selam sebelum MRO
17. Salam LMS Ompong, plat tipis, lambat, setahun pakai radio rusak, dari CINA untuk lawan CINA
18. Salam kapal RUSAK oleh JARING nelayan NGUYEN
19. Salam 7 Jet Tersikit dunia F18 hornet di tewaskan BANGAU guna parade aja tiada SOURCE CODE
20. Salam Su30MKM 18 Ekor hanya 4 yg boleh terbang
21. Salam Mig29 GROUNDED
22. Salam kilang AIRCROD Lembab MRO 1 pesawat butuh masa 3 tahun
23. Salam heli TELUR PUYUH MD530 KILANGnya Bangkrut
24. Salam engine jet HILANG di SONGLAP ke Uruguay
25. Salam ASKAR BERSARONG bangga jadi penjaga ISTANA british
26. Salam EJECT KAT HANGGAR world record 2 kali
27. Salam kapal militer Gagah Samudra kena sita MYBANK
29. Salam JUDI HALAL BERSYARIAH Gentting Highland daulat tuanku
30. Salam tak punya korps MARINIR,Kapal HOSPITAL,LPD,LST, Tank Amphibi dan SPH
31. Salam TANK PENDEKAR design WW II MOGOK tengah jalan
32. Salam HUTANG Rm 1.5 Trillion 84% PDB, Kumpul koin, Bayar hutang CINA pakai hutang JEPUN, gali LOBANG tutup LOBANG
33. Salam BELI pespur MB339 BARU TANPA ENGIN baru 12 tahun pakai sudah Grounded
34. Salam 88 bijik Jet Bekas GURUN A4 Skyhawk hilang setengah di parkiran GURUN
35. Salam BOMBER Cina dan 16 Pesawat Cina pusing - Pusing langit Sabah cuma kirim NOTA Protes
36. Salam CCG KEKAL 289 hari pertahun di betting Ali, CCG dan nelayan Cina sudah makan tidor berak sedot ikan sedot minyak buang tahi
37. Salam Komando tewas kena tembak SENAPAN ANGIN penyelundup Perlis
38. Salam TAMPAL STICKER Batik,Reog,Wayang,Rendang,Anklung,kuda lumping,Keris,pacu jalur,lagu rasa sayange,lagu halo halo bandung dan lagu terang bulan
39. Salam 9 APC Guardian di tolak PBB tiada RCWS hendak prank PBB dengan harga komplit RCWS
40. Salam dapat SEDEKAH Amerika Convert CN235 basic ke versi MSA Upgrade di PT DI
41. Salam UCAV drone DJI di tempel dua senapan M4 untuk menakuti Kelalawar
42. Salam di bully Singapure, bayar air murah, di ceroboh Jet dan Apache, di ambil batu puteh, bayar denda kereta Cepat, Su 30 MKM di usir dari singapure tiada SLOT
43. Salam dapat SEDEKAH Merdeka semu 999 tahun Tanah mesti sedia di tempati
44. Salam HMAV 4X4 TARANTULA SEWA, Tempel Sticker Hizir Turki
45. Salam RADAR IMPOTEN tak bisa kesan MH370
46. Salam satu satunya LST KD Sri Idrapura Terbakar tiada ganti
47. Salam pesawat intai ISRAEL kencing di langit Ibu negara tak takut di salvo Jernas Lapook
48. Salam TERJUN PAYUNG tersasar ke PASAR
49. Salam 4 kali ditolak NGEMIS hornet bekas RONGSOK Kuwait
50. Salam Eksportir kondom Unisex,Narkoba,Teroris,Togel,Maling ikan,Maling patok
51. Salam tak bayar SEWA Sabah, aset Petronas kena sita SULU
52. Salam GFP Rank 48 di bawah kaki Myanmar
53. Salam SEWA Merata untuk militer Heli AW139,Heli EC120 B,Kapal Hidrografi,Simulator heli,Boat FIB,Boat RHFB,Rover,Motosikal,ATV, Vellfire
54. Salam OPV Fatima berenang MIRING
55. Salam Rehull kapal USANG di Make Over PC ex KD Sundang, PC ex KD Panah
56. Salam PM ex Narapidana Korupsi dan ex Narapidana Sodomi
57. Salam tentara tanam SAYUR
58. Salam KD Ganas Kapal Peyot Tua Rongsok Ompong
59. Salam dapat Sedekah kapal rongsok 56 tahun ex USCG Cutter
60. Salam Tampal Sticker pemain bola latin kena SANKSI FIFA