Diluar China, Indonesia akan jadi operator ketiga pesawat tempur J-10CE setelah Pakistan dan Uzbekistan (photo: MWM)
Ditanya Kapan Jet Tempur Chengdu J-10 Tiba? Begini Jawab KSAU
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohammad Tonny Harjono meminta publik bersabar menunggu terkait kedatangan jet tempur Chengdu J-10 asal China. "Tunggu saja," kata Tonny sembari tersenyum kepada Republika di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
Informasi yang didapatkan Republika, jet tempur berjuluk Vigorous Dragon ini bakal tiba di Tanah Air enam bulan dari sekarang. Hanya saja, jumlah unit yang tiba pertama kali ke Indonesia tahun depan, masih belum diketahui.
Di tempat yang sama, anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono mendukung langkah Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI membeli jet tempur J-10. Dia menganggap, pembelian jet tempur generasi 4,5 dari China bisa untuk memperkuat pertahanan NKRI.
"Kita juga melihat kondisi global, ancaman, kita lihat di Asia Tenggara saja masih ada konflik, negara-negara sesama ASEAN, jadi untuk kita itu memiliki peralatan tempur yang mumpuni dan sanggup mengintersep ancaman-ancaman tersebut," kata Dave.
Menurut dia, Komisi I DPR juga tidak mempermasalahkan ketika akhirnya pemerintah RI memilih alutsista dari China. Bagi Dave, kualitas alutsista dari negara Barat maupun China sekarang sama saja. "Tidak masalah, tidak masalah, selama supplay chain-nya, pelatihannya, supporting unitnya mencukupi tidak masalah," ucap Dave.

Horreeeee✌️๐ฅณ๐
BalasHapusKL -> Kalah Lagiiiii......
HapusMaka nangis bangkong lah si Gempur di buci katil ๐๐๐๐
Dulu dia bilang Prank dan Akan. Eh malah jadi nyata ya Pur....
Tenang pur. Kebijakan Malaydesh sesuai akronim yaitu TENTARA DIRAJA MENYEWA
KL -> Kalah Lagiiiii......
HapusMaka nangis bangkong lah si Gempur di buci katil ๐๐๐๐
Dulu dia bilang Prank dan Akan. Eh malah jadi nyata ya Pur....
Tenang pur. Kebijakan Malaydesh sesuai akronim yaitu TENTARA DIRAJA MENYEWA
Sang Garuda JUARA merayakan
HapusPeringkat 3 Hawimau menangis di pojokan.
tiap si Anuw ngibul apalagi NGAMUK๐ฅ...pasti ada aset Baruw yg kita sikat om,
Hapusmakanya sering2 mampir aja...impian kita jadi kenyataan haha!๐ค๐คญ✌️
PL15 jangan sampe lepas haha!๐๐๐งจ
BalasHapusSemoga mas, biar jadi momok AIM 260 JATM Ausie
HapusDadi momok.ki yen konangan bojo, lagi karaokean karo mbake iki ๐
Hapushttps://www.facebook.com/share/r/1DnZx1ncjF/
Aussy sudah prepare karena intelijennya sudah menganalisa.
HapusMaka mereka menyiapkan Anti DOT nya.
Masalah unggul
HapusPL 15 sudah battle proven
Aim 260 Jatm belum.
eittt kita masi punyak meteor, apalagi r370...kangguru makin panik๐ฅถ macam adek tiri laen emak, laen bapak haha!๐คฃ๐๐
HapusMeteor sih nggak usah di ragukan No Escape Zone lebih unggul dari Amraam makanya aussy mulai nggak PD.
HapusR 37M sabar Om Pal nunggu kode Surabaya datang...cuma yg 35 atau 57 ya... wkwkwk
DIBANTU AFC SECRETARY GENERAL = KALAH
BalasHapusDIBANTU AFC SECRETARY GENERAL = CAS DITOLAK
DIBANTU AFC SECRETARY GENERAL = DENDA/SANKSI FIFA
-
AFC Secretary General, Datuk Seri Windsor Paul John, bersikap protektif sekaligus persuasif terhadap FAM dalam kasus sanksi dokumen pemain naturalisasi Malaysia berdasarkan beberapa laporan media:
1. Tameng Intervensi Pemerintah (Sumber: New Straits Times, Antara, Detik)
Melarang keras Kementerian Sukan Malaysia mencampuri urusan internal FAM atau memaksa pengurus mundur, karena melanggar independensi statuta dan berisiko memicu pembekuan oleh FIFA.
2. Kelonggaran Hukum & Banding CAS (Sumber: Berita Harian, CNN Indonesia)
Memberikan ruang napas bagi FAM dengan memandu proses penangguhan hukuman sementara serta skenario banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) demi meringankan sanksi 7 pemain naturalisasi.
3. Asistensi Organisasi & Kedekatan Personal (Sumber: Berita Harian Malaysia)
Sebagai warga negara Malaysia, ia turun langsung menjadi penengah dan memimpin sidang amandemen statuta saat internal FAM kisruh, guna memastikan restrukturisasi legal daripada langsung menjatuhkan diskualifikasi.
--------------------------------
DIBANTU AFC SECRETARY GENERAL = CAS DITOLAK
DIBANTU AFC SECRETARY GENERAL = DENDA/SANKSI FIFA
-
Kecenderungan AFC Secretary General mendukung FAM dapat diringkas menjadi 4 poin inti:
• Kedekatan Personal: AFC Secretary General adalah warga negara Malaysia, sehingga komunikasi diplomatik dengan FAM berjalan lebih mudah.
-
• Tameng Intervensi: Melindungi FAM dari desakan politik/pemerintah Malaysia agar terhindar dari sanksi pembekuan FIFA.
-
• Kelonggaran Hukum: Memberikan bantuan panduan hukum dan kelonggaran waktu bagi FAM untuk mengajukan banding ke CAS.
-
• Solusi Asistensi: Mengutamakan pengiriman tim ahli untuk membantu reformasi statuta organisasi daripada menjatuhkan hukuman berat.
--------------------------------
PENIPU FIFA =
❌ MALAYDESH (TIDAK SESUAI Article 7 FIFA)
Klaim keturunan terbukti palsu berdasarkan dokumen resmi:
• Garcรฉs & Machuca: Kakek/nenek lahir di Argentina.
• Holgado: Kakek-nenek asli Amerika Selatan.
• Arrocha & Joรฃo Vitor: Dokumen Brasil/Spanyol nihil hubungan Malaysia.
• Irazรกbal: Kakek-nenek asli Bilbao, Spanyol.
• Hevel: Otoritas Belanda pastikan klaim palsu.
==================================
==================================
๐ฎ๐ฉ Indonesia (SESUAI Article 7 FIFA)
Sah karena leluhur lahir di wilayah Indonesia:
• Jay Idzes: Kakek/nenek (Jakarta & Semarang).
• Thom Haye: Kakek/nenek (Solo & Sulawesi).
• Sandy Walsh: Kakek/nenek (Surabaya & Purworejo).
• Justin Hubner: Kakek (Makassar).
• Calvin Verdonk: Ayah/Kakek (Meulaboh).
• Maarten Paes: Nenek (Kediri).
--------------------------------
๐ Poin Utama Article 7 Statuta FIFA
Syarat membela timnas baru (belum pernah main di laga resmi negara lain):
• (a) Pemain lahir di negara tersebut.
• (b) Ayah/Ibu kandung lahir di negara tersebut.
• (c) Kakek/Nenek kandung lahir di negara tersebut
--------------------------------
INDONESIA JUARA FIFA ASEAN CUP 2026
MALONYET = GAGAL ASIAN CUP =GAGAL ASEAN CUP
DIBANTU SEKJEN AFC = KETURUNAN TAMIL
BalasHapusDIBANTU SEKJEN AFC = CAS DITOLAK
DIBANTU SEKJEN AFC = DENDA/SANKSI FIFA
-
• ๐ก️ Tolak Intervensi: Melarang pemerintah mencampuri urusan FAM agar terhindar dari pembekuan FIFA (New Straits Times, Antara, Detik).
-
• ⚖️ Panduan Hukum: Membantu penangguhan sanksi dan persiapan banding ke CAS untuk 7 pemain (Berita Harian, CNN Indonesia).
-
• ๐ค Asistensi Internal: Menengahi kekisruhan dan memimpin amandemen statuta agar FAM tidak didiskualifikasi (Berita Harian Malonsia
--------------------------------
2026 = GAGAL ASIAN CUP : NATURALISASI PALSU (CAS GAGAL)
2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING/MAFIA
2026 = ULTRAS MALAYA BOIKOT
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING.MAFIA
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING,MAFIA
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
INDONESIA .....
STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
Skala Ekonomi (PDB 2026):
PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
Peringkat Militer (GFP 2026):
Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
Ketahanan Fiskal:
Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
________________________________________
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
Data Utang & Beban Warga 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
Peringkat Militer (GFP 2026):
Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
KESIMPULAN:
INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONYET PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA
2026 = GAGAL ASIAN CUP : NATURALISASI PALSU (CAS GAGAL)
BalasHapus2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING/MAFIA
2026 = ULTRAS MALAYA BOIKOT
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING.MAFIA
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING,MAFIA
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET = F18 BATAL
2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET = PHK MASSAL
2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET = UH60A BATAL
2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
MALONYET LEMAH =
ANGGARAN MILITER TERBATAS
ANGGARAN MILITER TERBATAS
ANGGARAN MILITER TERBATAS
---------------------------------
Berita dan laporan yang membahas kelemahan anggaran militer MALONYET pada akhir 2024 hingga 2025 =
1. Sumber Media Berita Internasional & Regional
Reuters: Sering menyoroti bagaimana keterbatasan fiskal menghambat ambisi pertahanan MALONYET, terutama dalam pembaruan jet tempur dan penguatan armada maritim di Laut China Selatan.
The Straits Times: Melaporkan bahwa anggaran pertahanan 2025 yang dialokasikan (RM21,1 miliar) hanya mencakup sekitar 1% dari proyeksi PDB, jauh di bawah standar ideal regional.
Asian Military Review: Mengkritik proses penganggaran yang tidak memberikan visi jelas bagi pengadaan militer. Laporan Agustus 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 40% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi aset.
Defence Security Asia: Sumber spesifik industri yang mengulas rincian alokasi antara belanja operasional dan belanja pembangunan untuk tahun 2025-2026.
--------------
2. Lembaga Pemikir (Think Tanks) & Riset
ISIS MALONYET (Institute of Strategic & International Studies): Menyoroti "celah kapabilitas yang melumpuhkan" (crippling capability gap) meskipun ada kenaikan anggaran. Analis di sini menyatakan bahwa kenaikan tersebut sering kali hanya menutupi inflasi, bukan komitmen nyata pada modernisasi.
IISS (International Institute for Strategic Studies): Mengulas tantangan dalam mempertahankan aset lama, seperti jet tempur buatan Rusia, di tengah keterbatasan dana dan sanksi internasional.
Transparency International Defence & Security: Mengkritik kurangnya transparansi dan pengawasan parlemen dalam pengeluaran pertahanan MALONYET, yang berpotensi meningkatkan risiko korupsi.
---------------------------------
3. Poin Utama Kelemahan yang Sering Disebutkan:
Belanja Operasional yang Tinggi: Sebagian besar anggaran (hingga 60-70%) terserap untuk gaji, tunjangan, dan perawatan aset tua, bukan untuk pengadaan baru.
Rasio PDB Rendah: Alokasi pertahanan tetap berada di kisaran 1% dari PDB, jauh lebih rendah dibandingkan tetangga seperti Singapura (3-4%) atau Vietnam (2-2,5%).
KASIH PAHAM GUYS = TIDAK BAYAR HUTANG
BalasHapusBAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
-
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
---------------------------------
MALAYSEWA DEBT DATA 2026
Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
-
DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
--------------------------------
2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET = F18 BATAL
2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET = PHK MASSAL
2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET = UH60A BATAL
2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
๐ 1. Budget Size in Absolute Terms
MALONYET ’s defense budget (2024–2025 estimates) is roughly RM15–18 billion/year (~USD 3.5–4.0 billion).
For a country with ~32 million people and a sizeable military, this is relatively small, especially for modernization programs.
Comparison with regional neighbors:
Country Budget (approx.) % of GDP
MALONYET RM15–18B (~USD4B) ~1%
Singapore RM70B (~USD16B) ~3%
Indonesia RM60B (~USD13B) ~0.8%
Thailand RM35–40B (~USD8–9B) ~1.2%
Vietnam RM40–45B (~USD9B) ~2%
๐ MALONYET spends far less in absolute terms than Singapore or Indonesia, and even its GDP percentage is low.
________________________________________
๐ 2. Causes of Small Budget
a. Limited Fiscal Space
MALONYET has high public debt (~69% of GDP) and large annual deficits.
Revenue collection is constrained due to:
GST abolished 2018 → RM15–20B revenue lost per year
Heavy dependence on volatile oil & gas revenues
Consequently, the government must prioritize social programs, subsidies, and civil service salaries over defense.
b. Perceived Low Threat
MALONYET sees itself as geographically secure, facing no direct high-intensity threat.
Politically, it’s easier to allocate more funds to welfare than to defense.
c. Political Short-Termism
Defense modernization takes decades to complete, but politicians prefer quick-return spending (cash aid, subsidies, infrastructure projects).
________________________________________
๐ 3. Effects of Small Budget
a. Limited Procurement
MALONYET cannot purchase enough modern platforms:
Fighter jets, frigates, submarines, armored vehicles
Leads to piecemeal acquisition rather than coherent modernization.
b. Maintenance & Spare Parts Shortages
Small O&M allocation → aircraft, ships, and vehicles are grounded.
Examples:
Only ~4 of 18 Su-30MKMs airworthy at one point
Navy relies on 1980s corvettes due to LCS delays
DIBANTU AFC SECRETARY GENERAL = KALAH
BalasHapus• ๐ก️ Tolak Intervensi: Melarang pemerintah ikut campur agar FAM tidak dibekukan FIFA.
• ⚖️ Panduan Hukum: Membantu penangguhan sanksi dan persiapan banding CAS untuk 7 pemain.
• ๐ค Asistensi Internal: Memimpin amandemen statuta agar FAM tidak didiskualifikasi.
--------------------------------
PENIPU FIFA =
❌ MALAYDESH (TIDAK SESUAI Article 7 FIFA)
Klaim keturunan terbukti palsu berdasarkan dokumen resmi:
• Garcรฉs & Machuca: Kakek/nenek lahir di Argentina.
• Holgado: Kakek-nenek asli Amerika Selatan.
• Arrocha & Joรฃo Vitor: Dokumen Brasil/Spanyol nihil hubungan Malonsia.
• Irazรกbal: Kakek-nenek asli Bilbao, Spanyol.
• Hevel: Otoritas Belanda pastikan klaim palsu.
==================================
==================================
๐ฎ๐ฉ Indonesia (SESUAI Article 7 FIFA)
Sah karena leluhur lahir di wilayah Indonesia:
• Jay Idzes: Kakek/nenek (Jakarta & Semarang).
• Thom Haye: Kakek/nenek (Solo & Sulawesi).
• Sandy Walsh: Kakek/nenek (Surabaya & Purworejo).
• Justin Hubner: Kakek (Makassar).
• Calvin Verdonk: Ayah/Kakek (Meulaboh).
• Maarten Paes: Nenek (Kediri).
--------------------------------
๐ Poin Utama Article 7 Statuta FIFA
Syarat membela timnas baru (belum pernah main di laga resmi negara lain):
• (a) Pemain lahir di negara tersebut.
• (b) Ayah/Ibu kandung lahir di negara tersebut.
• (c) Kakek/Nenek kandung lahir di negara tersebut
--------------------------------
2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET = F18 BATAL
2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET = PHK MASSAL
2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET = UH60A BATAL
2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
๐ 1. Chronic Budget Allocation Problem
MALONYET ’s defense budget is small (~1% of GDP, RM15–18 billion/year).
Of that, ~60% goes to salaries and pensions.
Only 20–25% is left for operations & maintenance (O&M), and even less for procurement.
๐ This leaves little funding to buy spare parts, conduct regular overhauls, or invest in preventive maintenance.
________________________________________
๐ 2. Air Force (RMAF) Problems
Su-30MKM (delivered 2007)
Flagship fighter jets, but plagued by low availability.
At one point (2018), reports said only 4 of 18 Su-30MKMs were airworthy, the rest grounded due to lack of spare parts and servicing delays.
MALONYET had difficulties sourcing Russian spare parts after sanctions and because of budget shortfalls.
MiG-29N
Retired in 2017 mainly due to high maintenance costs and poor availability (many were grounded).
Hawk 108/208
Used since the 1990s, many are aging trainers with frequent technical issues.
Maintenance consumes resources but still leaves many aircraft unfit for combat roles.
๐ Overall, RMAF has far fewer combat-ready aircraft than its official fleet size suggests.
________________________________________
๐ 3. Navy (RMN) Problems
Old Vessels
Many ships (patrol craft, corvettes) date from the 1970s–80s.
Spare parts are often obsolete or no longer manufactured, forcing RMN to cannibalize parts from one ship to keep another running.
Submarines (Scorpรจne class)
Maintenance is expensive.
At times, only one of two submarines was operational due to refit or repair delays.
Budget cuts make it hard to sustain long-term contracts with foreign suppliers.
Littoral Combat Ship (LCS) Delay
Because the LCS program is stalled, RMN must overuse old Kedah-class vessels.
Heavy usage without enough maintenance accelerates wear and reduces readiness.
________________________________________
๐ 4. Army Problems
The Army still operates Condor APCs from the 1980s, which break down frequently.
Spare parts for these German-made vehicles are scarce.
Even newer AV-8 Gempita vehicles have been criticized for high operating costs and inconsistent spare parts supply.
๐ Result: Many vehicles sit idle in depots, reducing combat mobility.
FAKTA LELET = 2035
BalasHapus-
MAHARAJALELET ....... 2035 - 2011 = 24 TAHUN
LCS-1 = TAHUN 2035
--------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malonsia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malonsia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
-
• Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
-
• Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------
Sumber Berita Resmi:
Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malonsia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malonsia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malonsia seperti Berita Harian, Utusan Malonsia, dan Sinar Harian.
--------------------------------
1. Krisis Rudal NSM Norwegia
• Masalah: Pemerintah Norwegia membatalkan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) secara permanen. Malonsia pun menuntut ganti rugi hingga Rp4,46 triliun.
• Dampak Teknis: Integrasi rudal pengganti (seperti Exocet atau Harpoon) ke Sistem Manajemen Tempur (SETIS) buatan Prancis sangat rumit. Butuh waktu 36 bulan untuk pengkodean ulang software dan modifikasi peluncur fisik.
--------------------------------
2. Efek Domino Kapal Lain (LCS-2 s.d LCS-5)
• Masalah: Pembangunan paralel berbasis modul di galangan Lumut Naval Shipyard (LUNAS) terhambat akibat keterlambatan fisik LCS-1 sebesar 7,55%.
• Dampak: Jadwal serah-terima fisik (Physical Handover) LCS-2 hingga LCS-5 otomatis mundur berantai, memicu pembengkakan biaya overhead galangan.
--------------------------------
3. Jebakan Jeda Anggaran (5 Tahun)
• Masalah: Ada mismatch hukum antara Kontrak Utama fisik (berakhir April 2030) dan Kontrak Pelengkap persenjataan (baru selesai Desember 2035).
• Dampak: Malonsia terjebak menanggung biaya pemeliharaan dan retensi keahlian kontraktor yang sangat mahal selama 5 tahun jeda hanya untuk "menunggu" kapal siap tempur.
--------------------------------
4. Kesenjangan Kemampuan di Laut China Selatan
• Masalah: Tanpa sistem pertahanan udara jarak menengah dan rudal antikapal, LCS-1 yang diserahkan akhir 2026 hanya akan berfungsi sebagai kapal patroli lepas pantai (OPV) mahal tanpa taring militer.
• Dampak: Terjadi Capability Gap (kesenjangan kemampuan) yang masif bagi armada Tentera Laut Diraja Malonsia (TLDM) yang kini didominasi kapal tua, membuat wilayah maritim mereka rentan di tengah ketegangan Laut China Selatan.
Champions of Asean Cup no.1: ๐ฎ๐ฉ
BalasHapus7 hari 7 malem Pesta๐ฅณPora...
eittt tetangga kesayangan dipersilakan NGAMUK๐ฅ
kita mah tertawa riang haha!๐คฃ๐๐
Apalagi JITENCI SEMAKINNN..HAMPIRRRR haha!๐ค๐ค✌️
MRCA BARUW NIII ..
Premium ASET...ESYU MKI KILLER ..apalagi KWnya diseblah PANIK๐ฅถKOYAK๐ฅhaha!๐คญ๐๐คฃ
Kahsiyan gowing seblah delay ke 2027, ituw pun pasti OMFONG sampe 2035...
BalasHapusalamakkk makin brani CCG haha!๐๐๐คช
Kahsiyan gowing seblah delay ke 2027, ituw pun pasti OMFONG sampe 2035...
BalasHapusalamakkk makin brani CCG haha!๐๐๐คช
Sementara Jiran masih menanti pesawat murahan mereka ๐๐๐๐๐
BalasHapusFiks JULIET NO.10, 6 bulan lagi siyap dikirim hore haha!๐ฅณ๐ค๐ค
BalasHapussedangkan sebla
❌️NSM BATAL
❌️GOWING BATAL desember, mundur may 2027..may be delay lagiii..drama lanjoot haha!๐๐คฅ๐ญ
Ingat oom, EX lagi dibikinin tuh...
HapusJangan kaget kalo ntar tiba2 orang AU pose didepan Air frame EX di pabrik Boeing..
Macam Herky J dulu...
Ahahahahaiiy....๐๐ค
pengsan seblah om pedang haha!๐คฃ๐๐ฅถ
HapusF-15EX: no
HapusF-15JSX: yes
F-15IDN: tergantung lebih dekat ke EX atau JSX.๐
Ibarat main catur
HapusF 16 C/D pembukaan pion
C 130J Super Herky langkah kuda
AAV7 M35 langkah benteng
Heli Blackhawk langkah peluncur
NEXT..?
Kwalitas mungkin tdk terlalu jauh dari Rafale, tapi harganya cukup murah
BalasHapusmimpi apa para warganyet kl semalem yak ..☠️
BalasHapusbelom usai Kemenangan Timnas...๐
ehh ada lagi berita MRCA Juliet No.10 haha!✌️๐ค๐ค
makin Ngamuk๐ฅ warganyet kl, dipersilakan cari suaka, noh Vanuatuw ama Salomon island siyap terima penggemar fisank haha!๐๐๐
Orang kaya....
HapusRafale F4 & J-10CE di satu pangkalan..
Malaydesh mana mampu, oom...
ahahaiyyy, adoimaak...nikmatnyoooo...๐๐ค
lah lengkapin 1 skuadron full hornet aja gak mampu mreka om pedang haha!๐๐๐
HapusBukan lengkapin 1 skadron hornet malah ngurangin yg di salahkan buwung Bangauuu.
HapusBukan lengkapin 1 skadron hornet malah ngurangin yg di salahkan buwung Bangauuu.
HapusOrang kaya bebas & rileks...๐๐ค
BalasHapus====
"...Komisi I DPR juga tidak mempermasalahkan ketika akhirnya pemerintah RI memilih alutsista dari China. Bagi Dave, kualitas alutsista dari negara Barat maupun China sekarang sama saja. "Tidak masalah, tidak masalah, selama supplay chain-nya, pelatihannya, supporting unitnya mencukupi tidak masalah," ucap Dave.."
Rafale F4 + M-346FA + J-10CE + F-15 IDN + KF-21 Boramae.....
BalasHapusNgeri guys....musnah semua itu pesawat pejuhang MALAYDESH..
HAHAHAHAHAHAHA....
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐๐๐๐๐ญ๐ญ๐๐คช
ace kombat impian poster kamar para warganyey seblah, disini berwujud nyata om pedang haha!๐๐๐ค
Hapus
BalasHapusFormula 1 selesai berlumba
Litar Sepang dipuja-puja
Ramai Indon kabur mencari kerja.
Pemerintahnya sibuk membeli alutsista
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Menginvasi malondesh sangat mudah ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
HapusWajar lah utk hidup yaa harus cari kerja sesuai tuntunan Agama ... Yg jelas Malaydesh bukan pilihan utama kita sudah ikhlas biar diambil Saudara Malaydesh puak2 Bangla sementara kaum tipe M seperti kamu seperti biasanya Pemalas, Penipu dan Pengemis Subsidi Kerajaan dan Keluarga istana foya2...
HapusFAKTA LELET = 2035
Hapus-
MAHARAJALELET ....... 2035 - 2011 = 24 TAHUN
LCS-1 = TAHUN 2035
--------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malaysia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
-
• Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
-
• Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------
Sumber Berita Resmi:
Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malaysia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malaysia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malaysia seperti Berita Harian, Utusan Malaysia, dan Sinar Harian.
--------------------------------
1. Krisis Rudal NSM Norwegia
• Masalah: Pemerintah Norwegia membatalkan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) secara permanen. Malaysia pun menuntut ganti rugi hingga Rp4,46 triliun.
• Dampak Teknis: Integrasi rudal pengganti (seperti Exocet atau Harpoon) ke Sistem Manajemen Tempur (SETIS) buatan Prancis sangat rumit. Butuh waktu 36 bulan untuk pengkodean ulang software dan modifikasi peluncur fisik.
--------------------------------
2. Efek Domino Kapal Lain (LCS-2 s.d LCS-5)
• Masalah: Pembangunan paralel berbasis modul di galangan Lumut Naval Shipyard (LUNAS) terhambat akibat keterlambatan fisik LCS-1 sebesar 7,55%.
• Dampak: Jadwal serah-terima fisik (Physical Handover) LCS-2 hingga LCS-5 otomatis mundur berantai, memicu pembengkakan biaya overhead galangan.
--------------------------------
3. Jebakan Jeda Anggaran (5 Tahun)
• Masalah: Ada mismatch hukum antara Kontrak Utama fisik (berakhir April 2030) dan Kontrak Pelengkap persenjataan (baru selesai Desember 2035).
• Dampak: Malaysia terjebak menanggung biaya pemeliharaan dan retensi keahlian kontraktor yang sangat mahal selama 5 tahun jeda hanya untuk "menunggu" kapal siap tempur.
--------------------------------
4. Kesenjangan Kemampuan di Laut China Selatan
• Masalah: Tanpa sistem pertahanan udara jarak menengah dan rudal antikapal, LCS-1 yang diserahkan akhir 2026 hanya akan berfungsi sebagai kapal patroli lepas pantai (OPV) mahal tanpa taring militer.
• Dampak: Terjadi Capability Gap (kesenjangan kemampuan) yang masif bagi armada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang kini didominasi kapal tua, membuat wilayah maritim mereka rentan di tengah ketegangan Laut China Selatan.
Masih main Formula 2an memang nya masih Laku... Rating nya sudah menurun jauh... kurang minat.
HapusFormula 1 selesai berlumba
BalasHapusLitar Sepang dipuja-puja
Ramai Indon kabur mencari kerja.
Pemerintahnya sibuk membeli alutsista
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Menginvasi malondesh sangat mudah ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
HapusWajar lah utk hidup yaa harus cari kerja sesuai tuntunan Agama ... Yg jelas Malaydesh bukan pilihan utama kita sudah ikhlas biar diambil Saudara Malaydesh puak2 Bangla sementara kaum tipe M seperti kamu seperti biasanya Pemalas, Penipu dan Pengemis Subsidi Kerajaan dan Keluarga istana foya2...
HapusFAKTA LELET = 2035
Hapus-
MAHARAJALELET ....... 2035 - 2011 = 24 TAHUN
LCS-1 = TAHUN 2035
--------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malaysia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
-
• Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
-
• Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------
Sumber Berita Resmi:
Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malaysia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malaysia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malaysia seperti Berita Harian, Utusan Malaysia, dan Sinar Harian.
--------------------------------
1. Krisis Rudal NSM Norwegia
• Masalah: Pemerintah Norwegia membatalkan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) secara permanen. Malaysia pun menuntut ganti rugi hingga Rp4,46 triliun.
• Dampak Teknis: Integrasi rudal pengganti (seperti Exocet atau Harpoon) ke Sistem Manajemen Tempur (SETIS) buatan Prancis sangat rumit. Butuh waktu 36 bulan untuk pengkodean ulang software dan modifikasi peluncur fisik.
--------------------------------
2. Efek Domino Kapal Lain (LCS-2 s.d LCS-5)
• Masalah: Pembangunan paralel berbasis modul di galangan Lumut Naval Shipyard (LUNAS) terhambat akibat keterlambatan fisik LCS-1 sebesar 7,55%.
• Dampak: Jadwal serah-terima fisik (Physical Handover) LCS-2 hingga LCS-5 otomatis mundur berantai, memicu pembengkakan biaya overhead galangan.
--------------------------------
3. Jebakan Jeda Anggaran (5 Tahun)
• Masalah: Ada mismatch hukum antara Kontrak Utama fisik (berakhir April 2030) dan Kontrak Pelengkap persenjataan (baru selesai Desember 2035).
• Dampak: Malaysia terjebak menanggung biaya pemeliharaan dan retensi keahlian kontraktor yang sangat mahal selama 5 tahun jeda hanya untuk "menunggu" kapal siap tempur.
--------------------------------
4. Kesenjangan Kemampuan di Laut China Selatan
• Masalah: Tanpa sistem pertahanan udara jarak menengah dan rudal antikapal, LCS-1 yang diserahkan akhir 2026 hanya akan berfungsi sebagai kapal patroli lepas pantai (OPV) mahal tanpa taring militer.
• Dampak: Terjadi Capability Gap (kesenjangan kemampuan) yang masif bagi armada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang kini didominasi kapal tua, membuat wilayah maritim mereka rentan di tengah ketegangan Laut China Selatan.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapus2035 KALAH SAMA SIPUT ......
Hapus-
MAHARAJALELET ....... 2035 - 2011 = 24 TAHUN
LCS-1 = TAHUN 2035
--------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malaysia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
-
• Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
-
• Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------
Sumber Berita Resmi:
Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malaysia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malaysia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malaysia seperti Berita Harian, Utusan Malaysia, dan Sinar Harian.
--------------------------------
1. Krisis Rudal NSM Norwegia
• Masalah: Pemerintah Norwegia membatalkan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) secara permanen. Malaysia pun menuntut ganti rugi hingga Rp4,46 triliun.
• Dampak Teknis: Integrasi rudal pengganti (seperti Exocet atau Harpoon) ke Sistem Manajemen Tempur (SETIS) buatan Prancis sangat rumit. Butuh waktu 36 bulan untuk pengkodean ulang software dan modifikasi peluncur fisik.
--------------------------------
2. Efek Domino Kapal Lain (LCS-2 s.d LCS-5)
• Masalah: Pembangunan paralel berbasis modul di galangan Lumut Naval Shipyard (LUNAS) terhambat akibat keterlambatan fisik LCS-1 sebesar 7,55%.
• Dampak: Jadwal serah-terima fisik (Physical Handover) LCS-2 hingga LCS-5 otomatis mundur berantai, memicu pembengkakan biaya overhead galangan.
--------------------------------
3. Jebakan Jeda Anggaran (5 Tahun)
• Masalah: Ada mismatch hukum antara Kontrak Utama fisik (berakhir April 2030) dan Kontrak Pelengkap persenjataan (baru selesai Desember 2035).
• Dampak: Malaysia terjebak menanggung biaya pemeliharaan dan retensi keahlian kontraktor yang sangat mahal selama 5 tahun jeda hanya untuk "menunggu" kapal siap tempur.
--------------------------------
4. Kesenjangan Kemampuan di Laut China Selatan
• Masalah: Tanpa sistem pertahanan udara jarak menengah dan rudal antikapal, LCS-1 yang diserahkan akhir 2026 hanya akan berfungsi sebagai kapal patroli lepas pantai (OPV) mahal tanpa taring militer.
• Dampak: Terjadi Capability Gap (kesenjangan kemampuan) yang masif bagi armada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang kini didominasi kapal tua, membuat wilayah maritim mereka rentan di tengah ketegangan Laut China Selatan.
Formula 1 selesai berlumba
BalasHapusLitar Sepang dipuja-puja
Ramai Indon kabur mencari kerja.
Pemerintahnya sibuk membeli alutsista
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Menginvasi malondesh sangat mudah ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
HapusKeledai Malaya menghibur diri ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
HapusWajar lah utk hidup yaa harus cari kerja sesuai tuntunan Agama ... Yg jelas Malaydesh bukan pilihan utama kita sudah ikhlas biar diambil Saudara Malaydesh puak2 Bangla sementara kaum tipe M seperti kamu seperti biasanya Pemalas, Penipu dan Pengemis Subsidi Kerajaan dan Keluarga istana foya2...
HapusFAKTA LELET = 2035
Hapus-
MAHARAJALELET ....... 2035 - 2011 = 24 TAHUN
LCS-1 = TAHUN 2035
--------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malaysia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
-
• Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
-
• Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------
Sumber Berita Resmi:
Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malaysia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malaysia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malaysia seperti Berita Harian, Utusan Malaysia, dan Sinar Harian.
--------------------------------
1. Krisis Rudal NSM Norwegia
• Masalah: Pemerintah Norwegia membatalkan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) secara permanen. Malaysia pun menuntut ganti rugi hingga Rp4,46 triliun.
• Dampak Teknis: Integrasi rudal pengganti (seperti Exocet atau Harpoon) ke Sistem Manajemen Tempur (SETIS) buatan Prancis sangat rumit. Butuh waktu 36 bulan untuk pengkodean ulang software dan modifikasi peluncur fisik.
--------------------------------
2. Efek Domino Kapal Lain (LCS-2 s.d LCS-5)
• Masalah: Pembangunan paralel berbasis modul di galangan Lumut Naval Shipyard (LUNAS) terhambat akibat keterlambatan fisik LCS-1 sebesar 7,55%.
• Dampak: Jadwal serah-terima fisik (Physical Handover) LCS-2 hingga LCS-5 otomatis mundur berantai, memicu pembengkakan biaya overhead galangan.
--------------------------------
3. Jebakan Jeda Anggaran (5 Tahun)
• Masalah: Ada mismatch hukum antara Kontrak Utama fisik (berakhir April 2030) dan Kontrak Pelengkap persenjataan (baru selesai Desember 2035).
• Dampak: Malaysia terjebak menanggung biaya pemeliharaan dan retensi keahlian kontraktor yang sangat mahal selama 5 tahun jeda hanya untuk "menunggu" kapal siap tempur.
--------------------------------
4. Kesenjangan Kemampuan di Laut China Selatan
• Masalah: Tanpa sistem pertahanan udara jarak menengah dan rudal antikapal, LCS-1 yang diserahkan akhir 2026 hanya akan berfungsi sebagai kapal patroli lepas pantai (OPV) mahal tanpa taring militer.
• Dampak: Terjadi Capability Gap (kesenjangan kemampuan) yang masif bagi armada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang kini didominasi kapal tua, membuat wilayah maritim mereka rentan di tengah ketegangan Laut China Selatan.
2035 BOTOLI = BODOL TOLOL TULI
Hapus-
MAHARAJALELET ....... 2035 - 2011 = 24 TAHUN
LCS-1 = TAHUN 2035
--------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malaysia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
-
• Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
-
• Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------
Sumber Berita Resmi:
Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malaysia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malaysia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malaysia seperti Berita Harian, Utusan Malaysia, dan Sinar Harian.
--------------------------------
1. Krisis Rudal NSM Norwegia
• Masalah: Pemerintah Norwegia membatalkan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) secara permanen. Malaysia pun menuntut ganti rugi hingga Rp4,46 triliun.
• Dampak Teknis: Integrasi rudal pengganti (seperti Exocet atau Harpoon) ke Sistem Manajemen Tempur (SETIS) buatan Prancis sangat rumit. Butuh waktu 36 bulan untuk pengkodean ulang software dan modifikasi peluncur fisik.
--------------------------------
2. Efek Domino Kapal Lain (LCS-2 s.d LCS-5)
• Masalah: Pembangunan paralel berbasis modul di galangan Lumut Naval Shipyard (LUNAS) terhambat akibat keterlambatan fisik LCS-1 sebesar 7,55%.
• Dampak: Jadwal serah-terima fisik (Physical Handover) LCS-2 hingga LCS-5 otomatis mundur berantai, memicu pembengkakan biaya overhead galangan.
--------------------------------
3. Jebakan Jeda Anggaran (5 Tahun)
• Masalah: Ada mismatch hukum antara Kontrak Utama fisik (berakhir April 2030) dan Kontrak Pelengkap persenjataan (baru selesai Desember 2035).
• Dampak: Malaysia terjebak menanggung biaya pemeliharaan dan retensi keahlian kontraktor yang sangat mahal selama 5 tahun jeda hanya untuk "menunggu" kapal siap tempur.
--------------------------------
4. Kesenjangan Kemampuan di Laut China Selatan
• Masalah: Tanpa sistem pertahanan udara jarak menengah dan rudal antikapal, LCS-1 yang diserahkan akhir 2026 hanya akan berfungsi sebagai kapal patroli lepas pantai (OPV) mahal tanpa taring militer.
• Dampak: Terjadi Capability Gap (kesenjangan kemampuan) yang masif bagi armada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang kini didominasi kapal tua, membuat wilayah maritim mereka rentan di tengah ketegangan Laut China Selatan.
Bikin kapal sampai 15 thn eh jadinya hanya gun boat sampai 2035. Ha ha ha ha ha nasib kapal kalau dikerjakan org bodoh
BalasHapusLUCU SEKALI BAWA KEKUATAN YANG JATUHKAN RAFALE CERITANYA BAWA PENAWAR BISA , UNTUK MENGINFORMASIKAN BAGAIMANA RAFALE BISA JATUH OLEH J 10 PAKISTAN ,
BalasHapusLAWAN SINGAPORE YANG BERKEKUATAN F 35 TIDAK MUNGKIN PUN LAWAN AUSTRALIA ATAUPUN RRC SENDIRI YANG UNTUK ATASI J 10 RRC CUMA BUTUH J 16 SAJA BELUM PERLU J 20 ,
Pasti tidak sesimpel itu.
HapusPlan lcs1, bayar 6, jadinya 5. Itupun hanya jadi gun boat sampai 2035. Setelah 2035 kapal jadi besi tua penuh karat. Ha ha ha ha stupid
BalasHapusBikin kapal sampai 16 tahun, jadi mangkrak ...kkrrraaakkkk ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusEndingnya warganyet takut buat kapal. Cukup buat kondom unisex saja. Buat Vita birahi pun jadi tertawaan dunia
BalasHapusBuat malu kawasan. Buat gun boat 15 thn belum selesai. Ha ha ha ha ha belum level beruk utk buat yg canggih. Cukup kondom unisex saja lah
BalasHapusMalaydesh takut buat kapal sendiri, lepas 1 OPV delay lalu miring, 2 mangkrak..
BalasHapusKD Meherejelelahkali delay 14 tahun jadinya OMPONG...๐คฃ๐คฃ๐๐๐๐
Bukti IQ MALAYDESH tak mampu..
HAHAHAHAHAAHH
Formula 1 selesai berlumba
BalasHapusLitar Sepang dipuja-puja
Ramai Indon kabur mencari kerja.
Pemerintahnya sibuk membeli alutsista
FAKTA LELET = 2035
Hapus-
MAHARAJALELET ....... 2035 - 2011 = 24 TAHUN
LCS-1 = TAHUN 2035
--------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malaysia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
-
• Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
-
• Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------
Sumber Berita Resmi:
Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malaysia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malaysia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malaysia seperti Berita Harian, Utusan Malaysia, dan Sinar Harian.
--------------------------------
1. Krisis Rudal NSM Norwegia
• Masalah: Pemerintah Norwegia membatalkan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) secara permanen. Malaysia pun menuntut ganti rugi hingga Rp4,46 triliun.
• Dampak Teknis: Integrasi rudal pengganti (seperti Exocet atau Harpoon) ke Sistem Manajemen Tempur (SETIS) buatan Prancis sangat rumit. Butuh waktu 36 bulan untuk pengkodean ulang software dan modifikasi peluncur fisik.
--------------------------------
2. Efek Domino Kapal Lain (LCS-2 s.d LCS-5)
• Masalah: Pembangunan paralel berbasis modul di galangan Lumut Naval Shipyard (LUNAS) terhambat akibat keterlambatan fisik LCS-1 sebesar 7,55%.
• Dampak: Jadwal serah-terima fisik (Physical Handover) LCS-2 hingga LCS-5 otomatis mundur berantai, memicu pembengkakan biaya overhead galangan.
--------------------------------
3. Jebakan Jeda Anggaran (5 Tahun)
• Masalah: Ada mismatch hukum antara Kontrak Utama fisik (berakhir April 2030) dan Kontrak Pelengkap persenjataan (baru selesai Desember 2035).
• Dampak: Malaysia terjebak menanggung biaya pemeliharaan dan retensi keahlian kontraktor yang sangat mahal selama 5 tahun jeda hanya untuk "menunggu" kapal siap tempur.
--------------------------------
4. Kesenjangan Kemampuan di Laut China Selatan
• Masalah: Tanpa sistem pertahanan udara jarak menengah dan rudal antikapal, LCS-1 yang diserahkan akhir 2026 hanya akan berfungsi sebagai kapal patroli lepas pantai (OPV) mahal tanpa taring militer.
• Dampak: Terjadi Capability Gap (kesenjangan kemampuan) yang masif bagi armada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang kini didominasi kapal tua, membuat wilayah maritim mereka rentan di tengah ketegangan Laut China Selatan.
2035 BOTOLI = BODOL TOLOL TULI
Hapus-
MAHARAJALELET ....... 2035 - 2011 = 24 TAHUN
LCS-1 = TAHUN 2035
--------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malaysia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
-
• Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
-
• Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------
Sumber Berita Resmi:
Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malaysia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malaysia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malaysia seperti Berita Harian, Utusan Malaysia, dan Sinar Harian.
--------------------------------
1. Krisis Rudal NSM Norwegia
• Masalah: Pemerintah Norwegia membatalkan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) secara permanen. Malaysia pun menuntut ganti rugi hingga Rp4,46 triliun.
• Dampak Teknis: Integrasi rudal pengganti (seperti Exocet atau Harpoon) ke Sistem Manajemen Tempur (SETIS) buatan Prancis sangat rumit. Butuh waktu 36 bulan untuk pengkodean ulang software dan modifikasi peluncur fisik.
--------------------------------
2. Efek Domino Kapal Lain (LCS-2 s.d LCS-5)
• Masalah: Pembangunan paralel berbasis modul di galangan Lumut Naval Shipyard (LUNAS) terhambat akibat keterlambatan fisik LCS-1 sebesar 7,55%.
• Dampak: Jadwal serah-terima fisik (Physical Handover) LCS-2 hingga LCS-5 otomatis mundur berantai, memicu pembengkakan biaya overhead galangan.
--------------------------------
3. Jebakan Jeda Anggaran (5 Tahun)
• Masalah: Ada mismatch hukum antara Kontrak Utama fisik (berakhir April 2030) dan Kontrak Pelengkap persenjataan (baru selesai Desember 2035).
• Dampak: Malaysia terjebak menanggung biaya pemeliharaan dan retensi keahlian kontraktor yang sangat mahal selama 5 tahun jeda hanya untuk "menunggu" kapal siap tempur.
--------------------------------
4. Kesenjangan Kemampuan di Laut China Selatan
• Masalah: Tanpa sistem pertahanan udara jarak menengah dan rudal antikapal, LCS-1 yang diserahkan akhir 2026 hanya akan berfungsi sebagai kapal patroli lepas pantai (OPV) mahal tanpa taring militer.
• Dampak: Terjadi Capability Gap (kesenjangan kemampuan) yang masif bagi armada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang kini didominasi kapal tua, membuat wilayah maritim mereka rentan di tengah ketegangan Laut China Selatan.
2035 BOTOLI = BODOL TOLOL TULI
Hapus-
MAHARAJALELET ....... 2035 - 2011 = 24 TAHUN
LCS-1 = TAHUN 2035
--------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malaysia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
-
• Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
-
• Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------
Sumber Berita Resmi:
Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malaysia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malaysia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malaysia seperti Berita Harian, Utusan Malaysia, dan Sinar Harian.
--------------------------------
1. Krisis Rudal NSM Norwegia
• Masalah: Pemerintah Norwegia membatalkan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) secara permanen. Malaysia pun menuntut ganti rugi hingga Rp4,46 triliun.
• Dampak Teknis: Integrasi rudal pengganti (seperti Exocet atau Harpoon) ke Sistem Manajemen Tempur (SETIS) buatan Prancis sangat rumit. Butuh waktu 36 bulan untuk pengkodean ulang software dan modifikasi peluncur fisik.
--------------------------------
2. Efek Domino Kapal Lain (LCS-2 s.d LCS-5)
• Masalah: Pembangunan paralel berbasis modul di galangan Lumut Naval Shipyard (LUNAS) terhambat akibat keterlambatan fisik LCS-1 sebesar 7,55%.
• Dampak: Jadwal serah-terima fisik (Physical Handover) LCS-2 hingga LCS-5 otomatis mundur berantai, memicu pembengkakan biaya overhead galangan.
--------------------------------
3. Jebakan Jeda Anggaran (5 Tahun)
• Masalah: Ada mismatch hukum antara Kontrak Utama fisik (berakhir April 2030) dan Kontrak Pelengkap persenjataan (baru selesai Desember 2035).
• Dampak: Malaysia terjebak menanggung biaya pemeliharaan dan retensi keahlian kontraktor yang sangat mahal selama 5 tahun jeda hanya untuk "menunggu" kapal siap tempur.
--------------------------------
4. Kesenjangan Kemampuan di Laut China Selatan
• Masalah: Tanpa sistem pertahanan udara jarak menengah dan rudal antikapal, LCS-1 yang diserahkan akhir 2026 hanya akan berfungsi sebagai kapal patroli lepas pantai (OPV) mahal tanpa taring militer.
• Dampak: Terjadi Capability Gap (kesenjangan kemampuan) yang masif bagi armada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang kini didominasi kapal tua, membuat wilayah maritim mereka rentan di tengah ketegangan Laut China Selatan.
FAKTA LELET = 2035
BalasHapus-
MAHARAJALELET ....... 2035 - 2011 = 24 TAHUN
LCS-1 = TAHUN 2035
--------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malaysia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
-
• Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
-
• Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------
Sumber Berita Resmi:
Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malaysia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malaysia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malaysia seperti Berita Harian, Utusan Malaysia, dan Sinar Harian.
--------------------------------
1. Krisis Rudal NSM Norwegia
• Masalah: Pemerintah Norwegia membatalkan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) secara permanen. Malaysia pun menuntut ganti rugi hingga Rp4,46 triliun.
• Dampak Teknis: Integrasi rudal pengganti (seperti Exocet atau Harpoon) ke Sistem Manajemen Tempur (SETIS) buatan Prancis sangat rumit. Butuh waktu 36 bulan untuk pengkodean ulang software dan modifikasi peluncur fisik.
--------------------------------
2. Efek Domino Kapal Lain (LCS-2 s.d LCS-5)
• Masalah: Pembangunan paralel berbasis modul di galangan Lumut Naval Shipyard (LUNAS) terhambat akibat keterlambatan fisik LCS-1 sebesar 7,55%.
• Dampak: Jadwal serah-terima fisik (Physical Handover) LCS-2 hingga LCS-5 otomatis mundur berantai, memicu pembengkakan biaya overhead galangan.
--------------------------------
3. Jebakan Jeda Anggaran (5 Tahun)
• Masalah: Ada mismatch hukum antara Kontrak Utama fisik (berakhir April 2030) dan Kontrak Pelengkap persenjataan (baru selesai Desember 2035).
• Dampak: Malaysia terjebak menanggung biaya pemeliharaan dan retensi keahlian kontraktor yang sangat mahal selama 5 tahun jeda hanya untuk "menunggu" kapal siap tempur.
--------------------------------
4. Kesenjangan Kemampuan di Laut China Selatan
• Masalah: Tanpa sistem pertahanan udara jarak menengah dan rudal antikapal, LCS-1 yang diserahkan akhir 2026 hanya akan berfungsi sebagai kapal patroli lepas pantai (OPV) mahal tanpa taring militer.
• Dampak: Terjadi Capability Gap (kesenjangan kemampuan) yang masif bagi armada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang kini didominasi kapal tua, membuat wilayah maritim mereka rentan di tengah ketegangan Laut China Selatan.
Saya tanya simpel saja buat seekor MALAYDESH nii..
BalasHapusSebutkan 1 saja kapal buatan MALAYDESH yang ready combat, ada kee?
Jawab lon...
๐๐๐คฃ๐คฃ๐คช๐คช๐คช๐
Seluruh nusantara memang maklumi
HapusPe-5-dhot _ PS Pensiun minim literasi
Tidak mengambil tahu informasi terkini
Cipta berita hoax syok sendiri
2035 KALAH SAMA SIPUT ......
Hapus-
MAHARAJALELET ....... 2035 - 2011 = 24 TAHUN
LCS-1 = TAHUN 2035
--------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malaysia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
-
• Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
-
• Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------
Sumber Berita Resmi:
Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malaysia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malaysia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malaysia seperti Berita Harian, Utusan Malaysia, dan Sinar Harian.
--------------------------------
1. Krisis Rudal NSM Norwegia
• Masalah: Pemerintah Norwegia membatalkan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) secara permanen. Malaysia pun menuntut ganti rugi hingga Rp4,46 triliun.
• Dampak Teknis: Integrasi rudal pengganti (seperti Exocet atau Harpoon) ke Sistem Manajemen Tempur (SETIS) buatan Prancis sangat rumit. Butuh waktu 36 bulan untuk pengkodean ulang software dan modifikasi peluncur fisik.
--------------------------------
2. Efek Domino Kapal Lain (LCS-2 s.d LCS-5)
• Masalah: Pembangunan paralel berbasis modul di galangan Lumut Naval Shipyard (LUNAS) terhambat akibat keterlambatan fisik LCS-1 sebesar 7,55%.
• Dampak: Jadwal serah-terima fisik (Physical Handover) LCS-2 hingga LCS-5 otomatis mundur berantai, memicu pembengkakan biaya overhead galangan.
--------------------------------
3. Jebakan Jeda Anggaran (5 Tahun)
• Masalah: Ada mismatch hukum antara Kontrak Utama fisik (berakhir April 2030) dan Kontrak Pelengkap persenjataan (baru selesai Desember 2035).
• Dampak: Malaysia terjebak menanggung biaya pemeliharaan dan retensi keahlian kontraktor yang sangat mahal selama 5 tahun jeda hanya untuk "menunggu" kapal siap tempur.
--------------------------------
4. Kesenjangan Kemampuan di Laut China Selatan
• Masalah: Tanpa sistem pertahanan udara jarak menengah dan rudal antikapal, LCS-1 yang diserahkan akhir 2026 hanya akan berfungsi sebagai kapal patroli lepas pantai (OPV) mahal tanpa taring militer.
• Dampak: Terjadi Capability Gap (kesenjangan kemampuan) yang masif bagi armada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang kini didominasi kapal tua, membuat wilayah maritim mereka rentan di tengah ketegangan Laut China Selatan.
Formula 1 selesai berlumba
BalasHapusLitar Sepang dipuja-puja
Ramai Indon kabur mencari kerja.
Pemerintahnya sibuk membeli alutsista
Ramai Indon kabur mencari kerja.
Pemerintahnya sibuk membeli alutsista
Kesejahteraan rakyat tidak dihiraunya
Para koruptor pula bermaharajalela
๐๐๐คฃ๐คฃ๐คช๐คช๐คช๐
2035 KALAH SAMA SIPUT ......
Hapus-
MAHARAJALELET ....... 2035 - 2011 = 24 TAHUN
LCS-1 = TAHUN 2035
--------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malaysia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
-
• Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
-
• Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------
Sumber Berita Resmi:
Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malaysia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malaysia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malaysia seperti Berita Harian, Utusan Malaysia, dan Sinar Harian.
--------------------------------
1. Krisis Rudal NSM Norwegia
• Masalah: Pemerintah Norwegia membatalkan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) secara permanen. Malaysia pun menuntut ganti rugi hingga Rp4,46 triliun.
• Dampak Teknis: Integrasi rudal pengganti (seperti Exocet atau Harpoon) ke Sistem Manajemen Tempur (SETIS) buatan Prancis sangat rumit. Butuh waktu 36 bulan untuk pengkodean ulang software dan modifikasi peluncur fisik.
--------------------------------
2. Efek Domino Kapal Lain (LCS-2 s.d LCS-5)
• Masalah: Pembangunan paralel berbasis modul di galangan Lumut Naval Shipyard (LUNAS) terhambat akibat keterlambatan fisik LCS-1 sebesar 7,55%.
• Dampak: Jadwal serah-terima fisik (Physical Handover) LCS-2 hingga LCS-5 otomatis mundur berantai, memicu pembengkakan biaya overhead galangan.
--------------------------------
3. Jebakan Jeda Anggaran (5 Tahun)
• Masalah: Ada mismatch hukum antara Kontrak Utama fisik (berakhir April 2030) dan Kontrak Pelengkap persenjataan (baru selesai Desember 2035).
• Dampak: Malaysia terjebak menanggung biaya pemeliharaan dan retensi keahlian kontraktor yang sangat mahal selama 5 tahun jeda hanya untuk "menunggu" kapal siap tempur.
--------------------------------
4. Kesenjangan Kemampuan di Laut China Selatan
• Masalah: Tanpa sistem pertahanan udara jarak menengah dan rudal antikapal, LCS-1 yang diserahkan akhir 2026 hanya akan berfungsi sebagai kapal patroli lepas pantai (OPV) mahal tanpa taring militer.
• Dampak: Terjadi Capability Gap (kesenjangan kemampuan) yang masif bagi armada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang kini didominasi kapal tua, membuat wilayah maritim mereka rentan di tengah ketegangan Laut China Selatan.
2035 KALAH SAMA SIPUT ......
BalasHapus-
MAHARAJALELET ....... 2035 - 2011 = 24 TAHUN
LCS-1 = TAHUN 2035
--------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malaysia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
-
• Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
-
• Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------
Sumber Berita Resmi:
Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malaysia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malaysia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malaysia seperti Berita Harian, Utusan Malaysia, dan Sinar Harian.
--------------------------------
1. Krisis Rudal NSM Norwegia
• Masalah: Pemerintah Norwegia membatalkan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) secara permanen. Malaysia pun menuntut ganti rugi hingga Rp4,46 triliun.
• Dampak Teknis: Integrasi rudal pengganti (seperti Exocet atau Harpoon) ke Sistem Manajemen Tempur (SETIS) buatan Prancis sangat rumit. Butuh waktu 36 bulan untuk pengkodean ulang software dan modifikasi peluncur fisik.
--------------------------------
2. Efek Domino Kapal Lain (LCS-2 s.d LCS-5)
• Masalah: Pembangunan paralel berbasis modul di galangan Lumut Naval Shipyard (LUNAS) terhambat akibat keterlambatan fisik LCS-1 sebesar 7,55%.
• Dampak: Jadwal serah-terima fisik (Physical Handover) LCS-2 hingga LCS-5 otomatis mundur berantai, memicu pembengkakan biaya overhead galangan.
--------------------------------
3. Jebakan Jeda Anggaran (5 Tahun)
• Masalah: Ada mismatch hukum antara Kontrak Utama fisik (berakhir April 2030) dan Kontrak Pelengkap persenjataan (baru selesai Desember 2035).
• Dampak: Malaysia terjebak menanggung biaya pemeliharaan dan retensi keahlian kontraktor yang sangat mahal selama 5 tahun jeda hanya untuk "menunggu" kapal siap tempur.
--------------------------------
4. Kesenjangan Kemampuan di Laut China Selatan
• Masalah: Tanpa sistem pertahanan udara jarak menengah dan rudal antikapal, LCS-1 yang diserahkan akhir 2026 hanya akan berfungsi sebagai kapal patroli lepas pantai (OPV) mahal tanpa taring militer.
• Dampak: Terjadi Capability Gap (kesenjangan kemampuan) yang masif bagi armada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang kini didominasi kapal tua, membuat wilayah maritim mereka rentan di tengah ketegangan Laut China Selatan.
Salah satu sebab kenapa Passport kami No. 2 didunia!!
BalasHapushttps://www.youtube.com/shorts/L2X8o99spFY
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
2035 KALAH SAMA SIPUT ......
Hapus-
MAHARAJALELET ....... 2035 - 2011 = 24 TAHUN
LCS-1 = TAHUN 2035
--------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malaysia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
-
• Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
-
• Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------
Sumber Berita Resmi:
Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malaysia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malaysia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malaysia seperti Berita Harian, Utusan Malaysia, dan Sinar Harian.
--------------------------------
1. Krisis Rudal NSM Norwegia
• Masalah: Pemerintah Norwegia membatalkan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) secara permanen. Malaysia pun menuntut ganti rugi hingga Rp4,46 triliun.
• Dampak Teknis: Integrasi rudal pengganti (seperti Exocet atau Harpoon) ke Sistem Manajemen Tempur (SETIS) buatan Prancis sangat rumit. Butuh waktu 36 bulan untuk pengkodean ulang software dan modifikasi peluncur fisik.
--------------------------------
2. Efek Domino Kapal Lain (LCS-2 s.d LCS-5)
• Masalah: Pembangunan paralel berbasis modul di galangan Lumut Naval Shipyard (LUNAS) terhambat akibat keterlambatan fisik LCS-1 sebesar 7,55%.
• Dampak: Jadwal serah-terima fisik (Physical Handover) LCS-2 hingga LCS-5 otomatis mundur berantai, memicu pembengkakan biaya overhead galangan.
--------------------------------
3. Jebakan Jeda Anggaran (5 Tahun)
• Masalah: Ada mismatch hukum antara Kontrak Utama fisik (berakhir April 2030) dan Kontrak Pelengkap persenjataan (baru selesai Desember 2035).
• Dampak: Malaysia terjebak menanggung biaya pemeliharaan dan retensi keahlian kontraktor yang sangat mahal selama 5 tahun jeda hanya untuk "menunggu" kapal siap tempur.
--------------------------------
4. Kesenjangan Kemampuan di Laut China Selatan
• Masalah: Tanpa sistem pertahanan udara jarak menengah dan rudal antikapal, LCS-1 yang diserahkan akhir 2026 hanya akan berfungsi sebagai kapal patroli lepas pantai (OPV) mahal tanpa taring militer.
• Dampak: Terjadi Capability Gap (kesenjangan kemampuan) yang masif bagi armada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang kini didominasi kapal tua, membuat wilayah maritim mereka rentan di tengah ketegangan Laut China Selatan.
Salah satu sebab kenapa Passport kami No. 2 didunia!!
BalasHapushttps://www.youtube.com/shorts/L2X8o99spFY
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
BUATAN INDONESIA = PASPOR RINGGIT LISTRIK
Hapus-
๐ฆ MALAYDESH IMPOR :
MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
MALONYET LEMAH =
ANGGARAN MILITER TERBATAS
ANGGARAN MILITER TERBATAS
ANGGARAN MILITER TERBATAS
---------------------------------
Berita dan laporan yang membahas kelemahan anggaran militer MALONYET pada akhir 2024 hingga 2025 =
1. Sumber Media Berita Internasional & Regional
Reuters: Sering menyoroti bagaimana keterbatasan fiskal menghambat ambisi pertahanan MALONYET, terutama dalam pembaruan jet tempur dan penguatan armada maritim di Laut China Selatan.
The Straits Times: Melaporkan bahwa anggaran pertahanan 2025 yang dialokasikan (RM21,1 miliar) hanya mencakup sekitar 1% dari proyeksi PDB, jauh di bawah standar ideal regional.
Asian Military Review: Mengkritik proses penganggaran yang tidak memberikan visi jelas bagi pengadaan militer. Laporan Agustus 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 40% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi aset.
Defence Security Asia: Sumber spesifik industri yang mengulas rincian alokasi antara belanja operasional dan belanja pembangunan untuk tahun 2025-2026.
--------------
2. Lembaga Pemikir (Think Tanks) & Riset
ISIS MALONYET (Institute of Strategic & International Studies): Menyoroti "celah kapabilitas yang melumpuhkan" (crippling capability gap) meskipun ada kenaikan anggaran. Analis di sini menyatakan bahwa kenaikan tersebut sering kali hanya menutupi inflasi, bukan komitmen nyata pada modernisasi.
IISS (International Institute for Strategic Studies): Mengulas tantangan dalam mempertahankan aset lama, seperti jet tempur buatan Rusia, di tengah keterbatasan dana dan sanksi internasional.
Transparency International Defence & Security: Mengkritik kurangnya transparansi dan pengawasan parlemen dalam pengeluaran pertahanan MALONYET, yang berpotensi meningkatkan risiko korupsi.
---------------------------------
3. Poin Utama Kelemahan yang Sering Disebutkan:
Belanja Operasional yang Tinggi: Sebagian besar anggaran (hingga 60-70%) terserap untuk gaji, tunjangan, dan perawatan aset tua, bukan untuk pengadaan baru.
Rasio PDB Rendah: Alokasi pertahanan tetap berada di kisaran 1% dari PDB, jauh lebih rendah dibandingkan tetangga seperti Singapura (3-4%) atau Vietnam (2-2,5%).
LON ...
HapusRINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
๐ Pencapaian "SATU-SATUNYA DI ASEAN"
• PESAWAT TERBANG: PTDI menjadi produsen pesawat pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
• TANK MEDIUM: PT Pindad membawa Indonesia jadi satu-satunya produsen tank tempur mandiri di ASEAN.
• KAPAL SELAM SCORPรNE EVOLVED: Kerja sama PT PAL & Prancis untuk bangun 2 kapal selam lewat transfer teknologi penuh.
• KAPAL SELAM TYPE 209: Sukses memproduksi kapal selam kolaborasi PT PAL dan Korea Selatan.
• MRSS & SSV (KAPAL PERANG): Kontrak kapal MRSS dengan UEA (USD 408,32 juta) dan ekspor kapal Landing Dock (SSV) ke Filipina
• KAPAL SELAM OTONOM AI: Pengembangan 30 kapal selam tanpa awak, menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia dengan teknologi ini.
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
Salah satu sebab kenapa Passport kami No. 2 didunia!!
BalasHapushttps://www.youtube.com/shorts/L2X8o99spFY
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
BUATAN INDONESIA = PASPOR RINGGIT LISTRIK
Hapus-
๐ฆ MALAYDESH IMPOR :
MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
MALONYET LEMAH =
ANGGARAN MILITER TERBATAS
ANGGARAN MILITER TERBATAS
ANGGARAN MILITER TERBATAS
---------------------------------
Berita dan laporan yang membahas kelemahan anggaran militer MALONYET pada akhir 2024 hingga 2025 =
1. Sumber Media Berita Internasional & Regional
Reuters: Sering menyoroti bagaimana keterbatasan fiskal menghambat ambisi pertahanan MALONYET, terutama dalam pembaruan jet tempur dan penguatan armada maritim di Laut China Selatan.
The Straits Times: Melaporkan bahwa anggaran pertahanan 2025 yang dialokasikan (RM21,1 miliar) hanya mencakup sekitar 1% dari proyeksi PDB, jauh di bawah standar ideal regional.
Asian Military Review: Mengkritik proses penganggaran yang tidak memberikan visi jelas bagi pengadaan militer. Laporan Agustus 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 40% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi aset.
Defence Security Asia: Sumber spesifik industri yang mengulas rincian alokasi antara belanja operasional dan belanja pembangunan untuk tahun 2025-2026.
--------------
2. Lembaga Pemikir (Think Tanks) & Riset
ISIS MALONYET (Institute of Strategic & International Studies): Menyoroti "celah kapabilitas yang melumpuhkan" (crippling capability gap) meskipun ada kenaikan anggaran. Analis di sini menyatakan bahwa kenaikan tersebut sering kali hanya menutupi inflasi, bukan komitmen nyata pada modernisasi.
IISS (International Institute for Strategic Studies): Mengulas tantangan dalam mempertahankan aset lama, seperti jet tempur buatan Rusia, di tengah keterbatasan dana dan sanksi internasional.
Transparency International Defence & Security: Mengkritik kurangnya transparansi dan pengawasan parlemen dalam pengeluaran pertahanan MALONYET, yang berpotensi meningkatkan risiko korupsi.
---------------------------------
3. Poin Utama Kelemahan yang Sering Disebutkan:
Belanja Operasional yang Tinggi: Sebagian besar anggaran (hingga 60-70%) terserap untuk gaji, tunjangan, dan perawatan aset tua, bukan untuk pengadaan baru.
Rasio PDB Rendah: Alokasi pertahanan tetap berada di kisaran 1% dari PDB, jauh lebih rendah dibandingkan tetangga seperti Singapura (3-4%) atau Vietnam (2-2,5%).
LON ...
HapusRINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
๐ Pencapaian "SATU-SATUNYA DI ASEAN"
• PESAWAT TERBANG: PTDI menjadi produsen pesawat pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
• TANK MEDIUM: PT Pindad membawa Indonesia jadi satu-satunya produsen tank tempur mandiri di ASEAN.
• KAPAL SELAM SCORPรNE EVOLVED: Kerja sama PT PAL & Prancis untuk bangun 2 kapal selam lewat transfer teknologi penuh.
• KAPAL SELAM TYPE 209: Sukses memproduksi kapal selam kolaborasi PT PAL dan Korea Selatan.
• MRSS & SSV (KAPAL PERANG): Kontrak kapal MRSS dengan UEA (USD 408,32 juta) dan ekspor kapal Landing Dock (SSV) ke Filipina
• KAPAL SELAM OTONOM AI: Pengembangan 30 kapal selam tanpa awak, menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia dengan teknologi ini.
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
LON ...
BalasHapusRINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
๐ Pencapaian "SATU-SATUNYA DI ASEAN"
• PESAWAT TERBANG: PTDI menjadi produsen pesawat pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
• TANK MEDIUM: PT Pindad membawa Indonesia jadi satu-satunya produsen tank tempur mandiri di ASEAN.
• KAPAL SELAM SCORPรNE EVOLVED: Kerja sama PT PAL & Prancis untuk bangun 2 kapal selam lewat transfer teknologi penuh.
• KAPAL SELAM TYPE 209: Sukses memproduksi kapal selam kolaborasi PT PAL dan Korea Selatan.
• MRSS & SSV (KAPAL PERANG): Kontrak kapal MRSS dengan UEA (USD 408,32 juta) dan ekspor kapal Landing Dock (SSV) ke Filipina
• KAPAL SELAM OTONOM AI: Pengembangan 30 kapal selam tanpa awak, menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia dengan teknologi ini.
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
Beruk2 gak bisa bahas soal militer. Mereka malu karena aset semua usang dan sewa. Mereka akan gila dan bahas lain yg tak ada hubungan dg DS. Ha ha ha ha. Beruk stressssss
BalasHapusMasih ada yang waras...
BalasHapushttps://www.youtube.com/shorts/C0Lx1mFloNc
LON ..SELAIN LCS = BUAT UANG TIDAK BISA
Hapus-
RINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
๐ Pencapaian "SATU-SATUNYA DI ASEAN"
• PESAWAT TERBANG: PTDI menjadi produsen pesawat pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
• TANK MEDIUM: PT Pindad membawa Indonesia jadi satu-satunya produsen tank tempur mandiri di ASEAN.
• KAPAL SELAM SCORPรNE EVOLVED: Kerja sama PT PAL & Prancis untuk bangun 2 kapal selam lewat transfer teknologi penuh.
• KAPAL SELAM TYPE 209: Sukses memproduksi kapal selam kolaborasi PT PAL dan Korea Selatan.
• MRSS & SSV (KAPAL PERANG): Kontrak kapal MRSS dengan UEA (USD 408,32 juta) dan ekspor kapal Landing Dock (SSV) ke Filipina
• KAPAL SELAM OTONOM AI: Pengembangan 30 kapal selam tanpa awak, menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia dengan teknologi ini.
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
Malaydesh makin tertinggal.
BalasHapusMasih ada yang waras...
BalasHapushttps://www.youtube.com/shorts/C0Lx1mFloNc
LON ..SELAIN LCS = BUAT UANG TIDAK BISA
Hapus-
RINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
๐ Pencapaian "SATU-SATUNYA DI ASEAN"
• PESAWAT TERBANG: PTDI menjadi produsen pesawat pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
• TANK MEDIUM: PT Pindad membawa Indonesia jadi satu-satunya produsen tank tempur mandiri di ASEAN.
• KAPAL SELAM SCORPรNE EVOLVED: Kerja sama PT PAL & Prancis untuk bangun 2 kapal selam lewat transfer teknologi penuh.
• KAPAL SELAM TYPE 209: Sukses memproduksi kapal selam kolaborasi PT PAL dan Korea Selatan.
• MRSS & SSV (KAPAL PERANG): Kontrak kapal MRSS dengan UEA (USD 408,32 juta) dan ekspor kapal Landing Dock (SSV) ke Filipina
• KAPAL SELAM OTONOM AI: Pengembangan 30 kapal selam tanpa awak, menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia dengan teknologi ini.
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
Masih ada yang waras...
BalasHapushttps://www.youtube.com/shorts/C0Lx1mFloNc
LON ..SELAIN LCS = BUAT UANG TIDAK BISA
Hapus-
RINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
๐ Pencapaian "SATU-SATUNYA DI ASEAN"
• PESAWAT TERBANG: PTDI menjadi produsen pesawat pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
• TANK MEDIUM: PT Pindad membawa Indonesia jadi satu-satunya produsen tank tempur mandiri di ASEAN.
• KAPAL SELAM SCORPรNE EVOLVED: Kerja sama PT PAL & Prancis untuk bangun 2 kapal selam lewat transfer teknologi penuh.
• KAPAL SELAM TYPE 209: Sukses memproduksi kapal selam kolaborasi PT PAL dan Korea Selatan.
• MRSS & SSV (KAPAL PERANG): Kontrak kapal MRSS dengan UEA (USD 408,32 juta) dan ekspor kapal Landing Dock (SSV) ke Filipina
• KAPAL SELAM OTONOM AI: Pengembangan 30 kapal selam tanpa awak, menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia dengan teknologi ini.
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
Shoping warganyet hanya barang2 murahan. Barang grounded ๐๐๐
BalasHapusAda negara kaya tapi shoping barang murahan
BalasHapusCUMA BISA TERTAWA NGAKAK JIKA BUDAK SEKOLAH DI DUNIA ADA PERTANYAAN DARI CIKGU NEGARA MANA YANG PUNYA PERDANA MENTRI AHLI LGBT KENA PENJARA 2X DAN PROF BOTOL AHLI ODGJ.......PASTI SEMUA BUDAK SEKOLAH JAWAB MALAYDESH CIKGU ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusPASAL TU ORG TUA DULU² SELALU PESAN.. BODOH,TOLOL DAN HAL MEMALUKAN JANGAN TUNJUK KAT ORG...APALAGI REKAM JEJAK DIGITAL
๐คก๐คก๐คก๐คก๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20150210145127-106-31025/kronologi-kasus-sodomi-anwar-ibrahim
TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI, TERIMA KASIH DAN MALU LAGI ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คก๐คก๐คก๐คก๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ
Ni lagi sorang yang MINIM LITERASI
Hapus๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ
LON ..BOTOL DIPELIHARA๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Hapus-
RINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
๐ Pencapaian "SATU-SATUNYA DI ASEAN"
• PESAWAT TERBANG: PTDI menjadi produsen pesawat pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
• TANK MEDIUM: PT Pindad membawa Indonesia jadi satu-satunya produsen tank tempur mandiri di ASEAN.
• KAPAL SELAM SCORPรNE EVOLVED: Kerja sama PT PAL & Prancis untuk bangun 2 kapal selam lewat transfer teknologi penuh.
• KAPAL SELAM TYPE 209: Sukses memproduksi kapal selam kolaborasi PT PAL dan Korea Selatan.
• MRSS & SSV (KAPAL PERANG): Kontrak kapal MRSS dengan UEA (USD 408,32 juta) dan ekspor kapal Landing Dock (SSV) ke Filipina
• KAPAL SELAM OTONOM AI: Pengembangan 30 kapal selam tanpa awak, menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia dengan teknologi ini.
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
LON ..SELAIN LCS = BUAT UANG TIDAK BISA
BalasHapus-
RINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
๐ Pencapaian "SATU-SATUNYA DI ASEAN"
• PESAWAT TERBANG: PTDI menjadi produsen pesawat pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
• TANK MEDIUM: PT Pindad membawa Indonesia jadi satu-satunya produsen tank tempur mandiri di ASEAN.
• KAPAL SELAM SCORPรNE EVOLVED: Kerja sama PT PAL & Prancis untuk bangun 2 kapal selam lewat transfer teknologi penuh.
• KAPAL SELAM TYPE 209: Sukses memproduksi kapal selam kolaborasi PT PAL dan Korea Selatan.
• MRSS & SSV (KAPAL PERANG): Kontrak kapal MRSS dengan UEA (USD 408,32 juta) dan ekspor kapal Landing Dock (SSV) ke Filipina
• KAPAL SELAM OTONOM AI: Pengembangan 30 kapal selam tanpa awak, menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia dengan teknologi ini.
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
Buat kapal 15 hanya jadi gunboat. Ha ha ha ha ha ha
BalasHapusLON ..BOTOL DIPELIHARA๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapus-
RINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
๐ Pencapaian "SATU-SATUNYA DI ASEAN"
• PESAWAT TERBANG: PTDI menjadi produsen pesawat pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
• TANK MEDIUM: PT Pindad membawa Indonesia jadi satu-satunya produsen tank tempur mandiri di ASEAN.
• KAPAL SELAM SCORPรNE EVOLVED: Kerja sama PT PAL & Prancis untuk bangun 2 kapal selam lewat transfer teknologi penuh.
• KAPAL SELAM TYPE 209: Sukses memproduksi kapal selam kolaborasi PT PAL dan Korea Selatan.
• MRSS & SSV (KAPAL PERANG): Kontrak kapal MRSS dengan UEA (USD 408,32 juta) dan ekspor kapal Landing Dock (SSV) ke Filipina
• KAPAL SELAM OTONOM AI: Pengembangan 30 kapal selam tanpa awak, menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia dengan teknologi ini.
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
Buat LCS, bayar 6, dapatnya 5. Itupun setelah 15 thn blm selesai. Baru 2035 akan dipersenjatai. Itu kalau malaydesh masih ada. Ha ha ha ha ha ha
BalasHapusSebutkan 1 saja kapal buatan MALAYDESH yang ready combat, ada kee?
BalasHapusPertanyaan simpel pun, MALAYDESH tak bisa jawab.
Itu bukti si MALAYDESH minim literasi....
๐๐๐คฃ๐คฃ๐คช๐คช๐คช๐
LUAR BIASA SEKELAS PRESIDEN FIFA PUJI KING INDO ๐๐๐๐๐๐๐๐
BalasHapusBertemu Prabowo, Presiden FIFA Puji Indonesia Tuan Rumah Luar Biasa ๐๐๐๐
https://www.youtube.com/watch?v=SsAFsZnirXQ&pp=ygUZa2V0dWEgZmlmYSBwdWppIGluZG9uZXNpYdIHCQk1DAGHKiGM7w%3D%3D
MANAKALA MELAYU TOLOL MALAYDESH CUMA BISA MENIPU FIFA DENGAN 7 PEMAIN PLANEX NAMEX SAMPAI FAM MINTA MAAF SETELAH 1 TAHUN LEBIH....BENAR BENAR MELAYU TOLOL SUDAH TAHU MENIPU TAK MINTA MAAF DARI AWAL SEKARANG CUMA JADI BAHAN TERTAWAAN, AIB DAN SEJARAH KELAM MALAYDESH ๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ฒ๐พ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฒ๐พ
PASAL TU ORG TUA DULU² SELALU PESAN.. BODOH,TOLOL DAN HAL MEMALUKAN JANGAN TUNJUK KAT ORG...APALAGI REKAM JEJAK DIGITAL
๐คก๐คก๐คก๐คก๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20150210145127-106-31025/kronologi-kasus-sodomi-anwar-ibrahim
TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI, TERIMA KASIH DAN MALU LAGI ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คก๐คก๐คก๐คก๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ
klaim iq tinggi, masa diseblah kabel + & - gowing disatuin...ambyarrrr tu kapal haha!๐งจ☠️๐คช
BalasHapussee u 2035๐
WOY MMW BERUK MELAYU TOLOL AHLI MINIM OTAK DAN LITERASI.........TAK MALU KE PUNYA PMX AHLI LGBT CUMA JADI BAHAN TERTAWAAN DUNIA.....KONON NEGARA MUSLIM TAPI KELAKUAN KAYA DAJAL .....JUDI, DADAH DAN LGBT DISOKONG NEGARA MELAYU TOLOL ๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ฒ๐พ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฒ๐พ
BalasHapusPASAL TU ORG TUA DULU² SELALU PESAN.. BODOH,TOLOL DAN HAL MEMALUKAN JANGAN TUNJUK KAT ORG...APALAGI REKAM JEJAK DIGITAL
๐คก๐คก๐คก๐คก๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20150210145127-106-31025/kronologi-kasus-sodomi-anwar-ibrahim
TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI, TERIMA KASIH DAN MALU LAGI ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คก๐คก๐คก๐คก๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ
LON ..2035 LCS = BUAT UANG TIDAK BISA
BalasHapus-
RINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal LCS-1 terlambat 7,55% dan berisiko diserahkan ke TLDM dalam kondisi kosong tanpa senjata dan latihan tuntas.
• Operasional Desember 2035: Kesiapsiagaan tempur baru tercapai akhir 2035 karena integrasi senjata terikat Kontrak Pelengkap yang molor dari target April 2030.
• Dampak Berantai: Penundaan fisik pada kapal LCS-1 ini otomatis memundurkan jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------------------
KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
-
1. ๐น๐ท Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. ๐ฐ๐ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. ๐ฌ๐ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. ๐จ๐ณ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. ๐ต๐ฑ Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. ๐ฉ๐ช Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek
LON ..2035 LCS = BUAT UANG TIDAK BISA
BalasHapus-
RINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal LCS-1 terlambat 7,55% dan berisiko diserahkan ke TLDM dalam kondisi kosong tanpa senjata dan latihan tuntas.
• Operasional Desember 2035: Kesiapsiagaan tempur baru tercapai akhir 2035 karena integrasi senjata terikat Kontrak Pelengkap yang molor dari target April 2030.
• Dampak Berantai: Penundaan fisik pada kapal LCS-1 ini otomatis memundurkan jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------------------
KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
-
1. ๐น๐ท Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. ๐ฐ๐ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. ๐ฌ๐ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. ๐จ๐ณ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. ๐ต๐ฑ Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. ๐ฉ๐ช Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek
WOY MMW BERUK MELAYU TOLOL AHLI MINIM OTAK DAN LITERASI.........TAK MALU KE PUNYA PMX AHLI LGBT CUMA JADI BAHAN TERTAWAAN DUNIA.....KONON CAKAP NEGARA MUSLIM TAPI KELAKUAN KAYA DAJJAL .....JUDI, DADAH DAN LGBT DISOKONG NEGARA MELAYU TOLOL ๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ฒ๐พ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฒ๐พ
BalasHapusPASAL TU ORG TUA DULU² SELALU PESAN.. BODOH,TOLOL DAN HAL MEMALUKAN JANGAN TUNJUK KAT ORG...APALAGI REKAM JEJAK DIGITAL
๐คก๐คก๐คก๐คก๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20150210145127-106-31025/kronologi-kasus-sodomi-anwar-ibrahim
TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI, TERIMA KASIH DAN MALU LAGI ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คก๐คก๐คก๐คก๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ
Anjayy mantab fix ya buat awasi tetangga2 di selatan
BalasHapusJuliets update:
Indonesian airforce chief of staff air marschal Tony Harjono gave a signal J 10 C vigourous dragon will arive to Indonesia 6 months from now or mid 2027
Indonesia acquired 12 J-10CEs worth $1 billion including ILS, and weapons packacge including the famed PL-15E long range air to air missiles.
The Juliets are expected to be deployed in airbase facing Arafura sea.
Maksudnya bakal ditaruh di Kendari?
HapusKemungkinan di kupang NTT
HapusPak Menhan Indonesia ini daftar pesanan versi orisinil ya Pak yang wajib dibeli paket lengkap PL-15 (batch-1 = 200 pcs) dan PL-16 (batch-1= 100 pcs)
BalasHapusChinese Long-Range Air-to-Air Missiles
• PL-15 — This is a long-range active radar homing missile with an estimated range reaching up to 300 km. It features a dual-pulsed solid-propellant motor and a mini-AESA radar seeker. It is deployed on stealth fighters like the J-20.
• PL-16 — This next-generation successor to the PL-15 features folding tail fins and a variable-thrust solid rocket motor. It has an estimated range of 200 to over 300 km and fits into the internal weapons bays of advanced stealth aircraft
Masih ada yang waras...
BalasHapushttps://www.youtube.com/shorts/C0Lx1mFloNc
LON ..2035 LCS = BUAT UANG TIDAK BISA
Hapus-
RINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal LCS-1 terlambat 7,55% dan berisiko diserahkan ke TLDM dalam kondisi kosong tanpa senjata dan latihan tuntas.
• Operasional Desember 2035: Kesiapsiagaan tempur baru tercapai akhir 2035 karena integrasi senjata terikat Kontrak Pelengkap yang molor dari target April 2030.
• Dampak Berantai: Penundaan fisik pada kapal LCS-1 ini otomatis memundurkan jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------------------
KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
-
1. ๐น๐ท Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. ๐ฐ๐ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. ๐ฌ๐ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. ๐จ๐ณ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. ๐ต๐ฑ Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. ๐ฉ๐ช Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek
LON ..2035 LCS = BUAT UANG TIDAK BISA
Hapus-
RINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal LCS-1 terlambat 7,55% dan berisiko diserahkan ke TLDM dalam kondisi kosong tanpa senjata dan latihan tuntas.
• Operasional Desember 2035: Kesiapsiagaan tempur baru tercapai akhir 2035 karena integrasi senjata terikat Kontrak Pelengkap yang molor dari target April 2030.
• Dampak Berantai: Penundaan fisik pada kapal LCS-1 ini otomatis memundurkan jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------------------
KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
-
1. ๐น๐ท Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. ๐ฐ๐ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. ๐ฌ๐ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. ๐จ๐ณ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. ๐ต๐ฑ Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. ๐ฉ๐ช Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek
WOY MMW BERUK MELAYU TOLOL AHLI MINIM OTAK DAN LITERASI.........TAK MALU KE PUNYA PMX AHLI LGBT CUMA JADI BAHAN TERTAWAAN DUNIA.....KONON NEGARA MUSLIM TAPI KELAKUAN KAYA DAJAL .....JUDI, DADAH DAN LGBT DISOKONG NEGARA MELAYU TOLOL ๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ฒ๐พ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฒ๐พ
BalasHapusPASAL TU ORG TUA DULU² SELALU PESAN.. BODOH,TOLOL DAN HAL MEMALUKAN JANGAN TUNJUK KAT ORG...APALAGI REKAM JEJAK DIGITAL
๐คก๐คก๐คก๐คก๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20150210145127-106-31025/kronologi-kasus-sodomi-anwar-ibrahim
TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI, TERIMA KASIH DAN MALU LAGI ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คก๐คก๐คก๐คก๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ
LON ..2035 LCS = BUAT UANG TIDAK BISA
BalasHapus-
RINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal LCS-1 terlambat 7,55% dan berisiko diserahkan ke TLDM dalam kondisi kosong tanpa senjata dan latihan tuntas.
• Operasional Desember 2035: Kesiapsiagaan tempur baru tercapai akhir 2035 karena integrasi senjata terikat Kontrak Pelengkap yang molor dari target April 2030.
• Dampak Berantai: Penundaan fisik pada kapal LCS-1 ini otomatis memundurkan jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------------------
KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
-
1. ๐น๐ท Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. ๐ฐ๐ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. ๐ฌ๐ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. ๐จ๐ณ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. ๐ต๐ฑ Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. ๐ฉ๐ช Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek
2035 = LCS (LELET CUAN SONGLAP)
BalasHapus-
MAHARAJALELET ....... 2035 - 2011 = 24 TAHUN
LCS-1 = TAHUN 2035
--------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malonsia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malonsia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
-
• Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
-
• Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------
Sumber Berita Resmi:
Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malonsia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malonsia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malonsia seperti Berita Harian, Utusan Malonsia, dan Sinar Harian.
--------------------------------
1. Krisis Rudal NSM Norwegia
• Masalah: Pemerintah Norwegia membatalkan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) secara permanen. Malonsia pun menuntut ganti rugi hingga Rp4,46 triliun.
• Dampak Teknis: Integrasi rudal pengganti (seperti Exocet atau Harpoon) ke Sistem Manajemen Tempur (SETIS) buatan Prancis sangat rumit. Butuh waktu 36 bulan untuk pengkodean ulang software dan modifikasi peluncur fisik.
--------------------------------
2. Efek Domino Kapal Lain (LCS-2 s.d LCS-5)
• Masalah: Pembangunan paralel berbasis modul di galangan Lumut Naval Shipyard (LUNAS) terhambat akibat keterlambatan fisik LCS-1 sebesar 7,55%.
• Dampak: Jadwal serah-terima fisik (Physical Handover) LCS-2 hingga LCS-5 otomatis mundur berantai, memicu pembengkakan biaya overhead galangan.
--------------------------------
3. Jebakan Jeda Anggaran (5 Tahun)
• Masalah: Ada mismatch hukum antara Kontrak Utama fisik (berakhir April 2030) dan Kontrak Pelengkap persenjataan (baru selesai Desember 2035).
• Dampak: Malonsia terjebak menanggung biaya pemeliharaan dan retensi keahlian kontraktor yang sangat mahal selama 5 tahun jeda hanya untuk "menunggu" kapal siap tempur.
--------------------------------
4. Kesenjangan Kemampuan di Laut China Selatan
• Masalah: Tanpa sistem pertahanan udara jarak menengah dan rudal antikapal, LCS-1 yang diserahkan akhir 2026 hanya akan berfungsi sebagai kapal patroli lepas pantai (OPV) mahal tanpa taring militer.
• Dampak: Terjadi Capability Gap (kesenjangan kemampuan) yang masif bagi armada Tentera Laut Diraja Malonsia (TLDM) yang kini didominasi kapal tua, membuat wilayah maritim mereka rentan di tengah ketegangan Laut China Selatan.
AKAN...... ๐ฅ๐ฅ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusLON ..2035 LCS = BUAT UANG TIDAK BISA
Hapus-
RINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal LCS-1 terlambat 7,55% dan berisiko diserahkan ke TLDM dalam kondisi kosong tanpa senjata dan latihan tuntas.
• Operasional Desember 2035: Kesiapsiagaan tempur baru tercapai akhir 2035 karena integrasi senjata terikat Kontrak Pelengkap yang molor dari target April 2030.
• Dampak Berantai: Penundaan fisik pada kapal LCS-1 ini otomatis memundurkan jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------------------
KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
-
1. ๐น๐ท Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. ๐ฐ๐ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. ๐ฌ๐ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. ๐จ๐ณ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. ๐ต๐ฑ Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. ๐ฉ๐ช Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek
AKAN...... ๐ฅ๐ฅ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusLON ..2035 LCS = BUAT UANG TIDAK BISA
Hapus-
RINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal LCS-1 terlambat 7,55% dan berisiko diserahkan ke TLDM dalam kondisi kosong tanpa senjata dan latihan tuntas.
• Operasional Desember 2035: Kesiapsiagaan tempur baru tercapai akhir 2035 karena integrasi senjata terikat Kontrak Pelengkap yang molor dari target April 2030.
• Dampak Berantai: Penundaan fisik pada kapal LCS-1 ini otomatis memundurkan jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------------------
KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
-
1. ๐น๐ท Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. ๐ฐ๐ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. ๐ฌ๐ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. ๐จ๐ณ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. ๐ต๐ฑ Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. ๐ฉ๐ช Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek
DIBANTU SEKJEN AFC = KALAH
BalasHapusDIBANTU SEKJEN AFC = CAS DITOLAK
DIBANTU SEKJEN AFC = DENDA/SANKSI FIFA
-
Sekjen AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, bersikap protektif sekaligus persuasif terhadap FAM dalam kasus sanksi dokumen pemain naturalisasi Malaysia berdasarkan beberapa laporan media:
-
• ๐ก️ Tolak Intervensi: Melarang pemerintah mencampuri urusan FAM agar terhindar dari pembekuan FIFA (New Straits Times, Antara, Detik).
-
• ⚖️ Panduan Hukum: Membantu penangguhan sanksi dan persiapan banding ke CAS untuk 7 pemain (Berita Harian, CNN Indonesia).
-
• ๐ค Asistensi Internal: Menengahi kekisruhan dan memimpin amandemen statuta agar FAM tidak didiskualifikasi (Berita Harian Malaysia
--------------------------------
PENIPU FIFA =
❌ MALAYDESH (TIDAK SESUAI Article 7 FIFA)
Klaim keturunan terbukti palsu berdasarkan dokumen resmi:
• Garcรฉs & Machuca: Kakek/nenek lahir di Argentina.
• Holgado: Kakek-nenek asli Amerika Selatan.
• Arrocha & Joรฃo Vitor: Dokumen Brasil/Spanyol nihil hubungan Malaysia.
• Irazรกbal: Kakek-nenek asli Bilbao, Spanyol.
• Hevel: Otoritas Belanda pastikan klaim palsu.
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
-
SUMBER :
Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
--------------------------------_
Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
2010 = 52.4
2011 = 51.8
2012 = 53.3
2013 = 54.7
2014 = 55.0
2015 = 55.1
2016 = 52.7
2017 = 51.9
2018 = 52.5
2019 = 52.4
2020 = 62.0
2021 = 63.3
2022 = 60.2
2023 = 64.3
2024 = 70.4
2025 = 70.5
-
SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
--------------------------------
DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
-
SUMBER:
IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
--------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura ๐ธ๐ฌ: 347%
2. MALONYET ๐ฒ๐พ: 224%
3. Thailand ๐น๐ญ: 223%
4. Vietnam ๐ป๐ณ: 161%
5. Laos ๐ฑ๐ฆ: ~130 - 150%
6. Filipina ๐ต๐ญ: ~110 - 120%
7. Indonesia ๐ฎ๐ฉ: ~80 - 95%
8. Myanmar ๐ฒ๐ฒ: ~75 - 85%
9. Kamboja ๐ฐ๐ญ: ~60 - 70%
10. Timor Leste ๐น๐ฑ: ~30 - 40%
11. Brunei ๐ง๐ณ: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura ๐ธ๐ฌ: 176,3%
2. Laos ๐ฑ๐ฆ: ~84,7% - 91%
3. MALONYET ๐ฒ๐พ: 70,5%
4. Thailand ๐น๐ญ: 62,2%
5. Myanmar ๐ฒ๐ฒ: 63,0%
6. Filipina ๐ต๐ญ: 58,8%
7. Indonesia ๐ฎ๐ฉ: 41,1%
8. Vietnam ๐ป๐ณ: ~34% - 37%
9. Kamboja ๐ฐ๐ญ: ~31,4%
10. Timor Leste ๐น๐ฑ: ~16% - 20%
11. Brunei ๐ง๐ณ: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt