Dalam rangka meningkatkan kemampuan, profesionalisme, serta kesiapan operasional pengawak pesawat, Skuadron 600 Wing Udara 2 melaksanakan latihan terbang malam menggunakan pesawat KA-350i King Air. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kemampuan penerbang guna mewujudkan personel penerbang yang andal, terampil, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas operasi penerbangan.
Keberhasilan pelaksanaan latihan tersebut ditandai dengan dinyatakannya Mayor Laut (P) Raden sebagai Captain Pilot setelah menyelesaikan seluruh tahapan latihan terbang malam. Selain itu, Letda Laut (P) Najib juga berhasil menyelesaikan Conversion Training as Copilot di bawah bimbingan instruktur Mayor Laut (P) Rana. Pencapaian ini menjadi wujud nyata peningkatan kompetensi dan profesionalisme penerbang dalam mengawaki pesawat KA-350i King Air.
Komandan Skuadron 600 Letkol Laut (P) Billy Yudha Firmansyah menyampaikan, “Peningkatan kualifikasi penerbang merupakan bagian penting dalam membangun kesiapan operasional satuan. Terus tingkatkan kemampuan, disiplin, dan profesionalisme dengan tetap mengutamakan keselamatan terbang. Jadikan setiap tahapan latihan sebagai bekal untuk melaksanakan tugas secara optimal dan bertanggung jawab.”
Dengan bertambahnya kualifikasi penerbang tersebut, diharapkan Skuadron 600 Wing Udara 2 semakin siap dalam melaksanakan setiap tugas yang diemban guna mendukung keberhasilan operasi TNI Angkatan Laut.




DATA IMPOR BATUBARA MALAYSIA (2016–2025)
BalasHapusTahun 2016
• Konsumsi (Total Impor): 26,80 Juta Ton
• Pasokan dari Indonesia: 17,20 Juta Ton
• Pangsa Pasar Indonesia: 64,2%
• Pemasok Lain (Australia, Rusia, dll): 9,60 Juta Ton
-
Tahun 2017
• Konsumsi (Total Impor): 28,40 Juta Ton
• Pasokan dari Indonesia: 18,90 Juta Ton
• Pangsa Pasar Indonesia: 66,5%
• Pemasok Lain (Australia, Rusia, dll): 9,50 Juta Ton
-
Tahun 2018
• Konsumsi (Total Impor): 30,50 Juta Ton
• Pasokan dari Indonesia: 20,10 Juta Ton
• Pangsa Pasar Indonesia: 65,9%
• Pemasok Lain (Australia, Rusia, dll): 10,40 Juta Ton
-
Tahun 2019
• Konsumsi (Total Impor): 33,90 Juta Ton
• Pasokan dari Indonesia: 23,20 Juta Ton
• Pangsa Pasar Indonesia: 68,4%
• Pemasok Lain (Australia, Rusia, dll): 10,70 Juta Ton
-
Tahun 2020
• Konsumsi (Total Impor): 34,60 Juta Ton
• Pasokan dari Indonesia: 24,10 Juta Ton
• Pangsa Pasar Indonesia: 69,6%
• Pemasok Lain (Australia, Rusia, dll): 10,50 Juta Ton
-
Tahun 2021
• Konsumsi (Total Impor): 31,50 Juta Ton
• Pasokan dari Indonesia: 23,25 Juta Ton
• Pangsa Pasar Indonesia: 73,8%
• Pemasok Lain (Australia & Rusia): 8,25 Juta Ton
-
Tahun 2022
• Konsumsi (Total Impor): 33,10 Juta Ton
• Pasokan dari Indonesia: 22,80 Juta Ton
• Pangsa Pasar Indonesia: 68,8%
• Pemasok Lain (Australia & Rusia): 10,30 Juta Ton
-
Tahun 2023
• Konsumsi (Total Impor): 34,20 Juta Ton
• Pasokan dari Indonesia: 22,90 Juta Ton
• Pangsa Pasar Indonesia: 67,0%
• Pemasok Lain (Australia & Rusia): 11,30 Juta Ton
-
Tahun 2024
• Konsumsi (Total Impor): 35,10 Juta Ton
• Pasokan dari Indonesia: 26,45 Juta Ton
• Pangsa Pasar Indonesia: 75,3%
• Pemasok Lain (Australia & Rusia): 8,65 Juta Ton
-
Tahun 2025
• Konsumsi (Total Impor): 36,32 Juta Ton
• Pasokan dari Indonesia: 27,62 Juta Ton
• Pangsa Pasar Indonesia: 76,0%
• Pemasok Lain (Australia & Rusia): 8,70 Juta Ton
📌 Sumber Data: Argus Media, United Nations COMTRADE, dan data operasional sektor energi kementerian terkait.
TIMELINE IMPOR BERAS = DEFISIT BERAS
BalasHapusTahun 2006
• Konsumsi: 2,21 Juta Ton
• Produksi: 1,57 Juta Ton
• Defisit: 0,64 Juta Ton
• Impor: 0,64 Juta Ton
-
Tahun 2007
• Konsumsi: 2,25 Juta Ton
• Produksi: 1,59 Juta Ton
• Defisit: 0,66 Juta Ton
• Impor: 0,66 Juta Ton
-
Tahun 2008
• Konsumsi: 2,30 Juta Ton
• Produksi: 1,61 Juta Ton
• Defisit: 0,69 Juta Ton
• Impor: 0,69 Juta Ton
-
Tahun 2009
• Konsumsi: 2,36 Juta Ton
• Produksi: 1,66 Juta Ton
• Defisit: 0,70 Juta Ton
• Impor: 0,70 Juta Ton
-
Tahun 2010
• Konsumsi: 2,42 Juta Ton
• Produksi: 1,64 Juta Ton
• Defisit: 0,78 Juta Ton
• Impor: 0,78 Juta Ton
-
Tahun 2011
• Konsumsi: 2,47 Juta Ton
• Produksi: 1,61 Juta Ton
• Defisit: 0,86 Juta Ton
• Impor: 0,86 Juta Ton
-
Tahun 2012
• Konsumsi: 2,52 Juta Ton
• Produksi: 1,67 Juta Ton
• Defisit: 0,85 Juta Ton
• Impor: 0,85 Juta Ton
-
Tahun 2013
• Konsumsi: 2,57 Juta Ton
• Produksi: 1,69 Juta Ton
• Defisit: 0,88 Juta Ton
• Impor: 0,88 Juta Ton
-
Tahun 2014
• Konsumsi: 2,62 Juta Ton
• Produksi: 1,71 Juta Ton
• Defisit: 0,91 Juta Ton
• Impor: 0,91 Juta Ton
-
Tahun 2015
• Konsumsi: 2,67 Juta Ton
• Produksi: 1,73 Juta Ton
• Defisit: 0,94 Juta Ton
• Impor: 0,94 Juta Ton
________________________________________
Era 2016–2022 (Stagnasi Produksi)
Tahun 2016
• Konsumsi: 2,70 Juta Ton
• Produksi: 1,68 Juta Ton
• Defisit: 1,02 Juta Ton
• Impor: 1,02 Juta Ton
-
Tahun 2017
• Konsumsi: 2,72 Juta Ton
• Produksi: 1,70 Juta Ton
• Defisit: 1,02 Juta Ton
• Impor: 1,02 Juta Ton
-
Tahun 2018
• Konsumsi: 2,75 Juta Ton
• Produksi: 1,65 Juta Ton
• Defisit: 1,10 Juta Ton
• Impor: 1,10 Juta Ton
-
Tahun 2019
• Konsumsi: 2,78 Juta Ton
• Produksi: 1,51 Juta Ton
• Defisit: 1,27 Juta Ton
• Impor: 1,27 Juta Ton
-
Tahun 2020
• Konsumsi: 2,82 Juta Ton
• Produksi: 1,55 Juta Ton
• Defisit: 1,27 Juta Ton
• Impor: 1,27 Juta Ton
-
Tahun 2021
• Konsumsi: 2,85 Juta Ton
• Produksi: 1,60 Juta Ton
• Defisit: 1,25 Juta Ton
• Impor: 1,25 Juta Ton
-
Tahun 2022
• Konsumsi: 2,68 Juta Ton
• Produksi: 1,50 Juta Ton
• Defisit: 1,18 Juta Ton
• Impor: 1,18 Juta Ton
________________________________________
Era 2023–2025 (Krisis SSL & Lonjakan Kebutuhan)
Tahun 2023
• Konsumsi: 2,72 Juta Ton
• Produksi: 1,44 Juta Ton
• Defisit: 1,28 Juta Ton
• Swasembada (SSL): 56,2%
• Impor: 43,8% (atau sekitar 1,19 Juta Ton)
-
Tahun 2024
• Konsumsi: 3,00 Juta Ton
• Produksi: 1,44 Juta Ton
• Defisit: 1,56 Juta Ton
• Swasembada (SSL): 52,9%
• Impor: 47,1% (atau sekitar 1,41 Juta Ton)
-
Tahun 2025
• Konsumsi: 3,10 Juta Ton
• Produksi: 1,48 Juta Ton
• Defisit: 1,62 Juta Ton
• Swasembada (SSL): 54,3%
• Impor: 45,7% (atau sekitar 1,42 Juta Ton)
📌 Sumber Data Terintegrasi: KPKM, DOSM, BERNAMA, BERNAS, dan EPU Malaysia.
MISKIN = HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
BalasHapus-
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
--------------------------------------------
2026
Populasi: 36.38 juta
Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
PASAL TU ORG TUA DULU² SELALU PESAN.. BODOH JANGAN TUNJUK KAT ORG...
BalasHapus🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
FITTED FOR BUT NOT PAID
🤣🤣😂😭😭😭
https://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
FAKTANYA dari semua segi FA50M BLOCK 20 jauh di ATAS M346 FA MASTER guys... 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapushttps://vt.tiktok.com/ZSpeJThJo/
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA50M RUSAK DI FILIPINA =
BELUM SAMPAI : RUSAK!!!! = MURAHAN
BELUM PERANG : RUSAK!!!! = MURAHAN
--------------------------------
Sumber Pernyataan Resmi
Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin: Konferensi pers resmi Menteri Pertahanan Malaysia pada 30 Oktober 2026 di Pangkalan Udara Labuan mengenai ferry flight pengiriman dari Korea Selatan.
-
Kementerian Pertahanan Malaysia (MINDEF) & TUDM: Rilis teknis terkait penanganan malafungsi komponen bersama tim teknisi Korea Aerospace Industries (KAI).
--------------------------------
Media Berita Utama Malaysia
Berita RTM: Saluran penyiaran publik nasional Malaysia yang menyiarkan kepastian bahwa insiden tersebut murni kendala mekanis dan bukan kecelakaan fatal (crash).
-
New Straits Times (NST): Surat kabar harian utama Malaysia yang mengulas prosedur keselamatan penerbangan jarak jauh armada baru tersebut.
--------------------------------
Media Kedirgantaraan & Analisis Pertahanan
Airspace Review: Portal militer regional yang merinci rute penerbangan pengiriman serta keputusan transit di Filipina demi pemeriksaan menyeluruh.
-
Air Times News Network: Media siber pertahanan Malaysia yang memantau kondisi kelaikan terbang komponen pesawat.
-
Defense Studies: Blog analisis pertahanan Asia Tenggara yang membahas evaluasi teknis operasional jet tempur Block 20 pasca-insiden transit.
-------------------------------
KUALITAS PLASTIK = MURAHAN
-
1. Polandia (Varian FA-50GF / FA-50PL)
Masalah: Grounded taktis (tidak bisa misi tempur) selama hampir 3 tahun akibat belum ada paket senjata dan penundaan lisensi rudal AIM-120 AMRAAM dari Amerika Serikat.
Sumber Berita: Defence24 (media pertahanan Eropa), Defense Express, dan TVP World (berita resmi dicabutnya status non-tempur pada Oktober 2026).
-
2. Argentina (Varian FA-50)
Masalah: Grounded total sebelum pengiriman (kontrak dibatalkan) akibat veto/embargo Inggris terhadap 6 komponen penting pesawat, termasuk kursi pelontar Martin-Baker.
Sumber Berita: Janes Defence Weekly (sumber intelijen pertahanan global) dan Air Data News.
-
3. Filipina (Varian FA-50PH)
Masalah: Full fleet grounding (larangan terbang total) untuk seluruh armada aktif demi investigasi kelaikan mesin dan sistem navigasi bersama teknisi KAI pasca-kecelakaan Maret 2025.
Sumber Berita: Inquirer Net, AeroTime, dan GMA News (rilis resmi Departemen Pertahanan Filipina).
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA-50M TUDM (Malaysia)
• Radar: AESA PhantomStrike (100+ km, senyap & presisi).
• Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek, 10–20 km).
• Payload: Maks. 4,5 Ton (7 cantelan).
• Radius: ± 444 km.
• Kelemahan: BBM internal kecil (butuh drop tank) dan tanpa kemampuan jarak jauh (AMRAAM di-banned).
===========================
===========================
• F-16 BLOCK 15 EMLU TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (296 km + fitur SAR darat).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah/BVR, 70–105 km).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: 550 – 860 km.
Keunggulan: BBM internal besar, cocok untuk patroli jauh dengan senjata berat dan dominasi BVR.
-
• F-16 BLOCK 52ID TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (296 km, optimal cuaca buruk/malam).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X, dan intergrasi JHMCS (helm canggih).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: ± 550 km.
Keunggulan: Mesin lebih bertenaga, rangka lebih awet, unggul dogfight (JHMCS), dan dilengkapi pod Sniper ATP.
-
LCA AESA 100KM = NO BVR BARTER SAWIT
(F-16 Indonesia vs FA-50M Malaysia) :
• Jarak Tembak (BVR): Indonesia unggul. F-16: AIM-120 AMRAAM (70–105 km) vs FA-50M: Jarak pendek (AMRAAM diblokir).
• Deteksi Radar: Indonesia lebih cepat. F-16: 296 km vs FA-50M: 100+ km.
• Stamina & Radius: Indonesia lebih lama. F-16: 550–860 km vs FA-50M: ± 444 km.
• Dogfight: Indonesia unggul. F-16: Mesin lebih kuat & helm JHMCS
--------------------------------
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
Implikasi dari Utang Rumah Tangga per Kapita (RM 45,859):
Daya Beli dan Konsumsi yang Tertekan:
Penjelasan: Sebagian besar pendapatan rumah tangga harus dialokasikan untuk membayar cicilan utang (KPR, KKB, kartu kredit, pinjaman pribadi).
Dampak Riil:
Penurunan Konsumsi Barang dan Jasa Lain: Ketika sebagian besar pendapatan habis untuk utang, kemampuan rumah tangga untuk membeli barang dan jasa lain (selain kebutuhan pokok) akan berkurang. Konsumsi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
Risiko Resesi: Jika konsumsi rumah tangga menurun drastis, ini bisa memicu perlambatan ekonomi atau bahkan resesi.
Tekanan pada Sektor Ritel: Bisnis ritel dan sektor jasa yang sangat bergantung pada pengeluaran konsumen akan mengalami penurunan penjualan dan profitabilitas.
Stabilitas Keuangan Rumah Tangga yang Rentan:
Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi membuat rumah tangga sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.
Dampak Riil:
Gagal Bayar (Default): Jika terjadi kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kenaikan suku bunga, banyak rumah tangga bisa kesulitan membayar utangnya, berujung pada gagal bayar.
Krisis Keuangan Sistemik: Tingkat gagal bayar yang meluas bisa memicu krisis di sektor perbankan (karena bank memiliki piutang dari rumah tangga tersebut), yang pada gilirannya bisa mengguncang seluruh sistem keuangan.
BELUM PERANG = FA50MOGOK : FA50MURAH
Hapus• Malaysia (FA-50M): USD 51,1 juta/unit (18 unit, RM 4 miliar). Versi downgrade ekonomis.
• Filipina: USD 58,3 juta/unit (12 unit, USD 700 juta). Versi standar.
• Polandia (FA-50PL): USD 63,8 juta/unit (36 unit, USD 2,3 miliar). Varian tertinggi/kustom NATO.
(Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News)
--------------------------------
HAK SENJATA & AKSES AS
• Polandia (NATO): AS mengizinkan integrasi rudal jarak jauh BVR AIM-120C AMRAAM karena status sekutu inti NATO. (Sumber: Kemenhan Polandia, Army Recognition, Aviation News Europe)
• Malaysia (Non-NATO): AS memblokir rudal AMRAAM untuk FA-50M. Embargo ITAR AS atas giroskop Raytheon juga membatalkan sepihak rudal anti-kapal NSM untuk kapal LCS Malaysia. (Sumber: Laporan Industri Pertahanan, Defense Express, Indomiliter)
--------------------------------
HEAD-TO-HEAD: FA-50M MALAYSIA VS F-16 INDONESIA (EMLU/BLOCK 52ID)
• Pertempuran Jarak Jauh (BVR): F-16 Indonesia unggul mutlak dengan rudal AIM-120C-7 AMRAAM (105 km). FA-50M Malaysia mandul di luar jangkauan visual akibat blokade AS.
• Radius Tempur: F-16 Indonesia jauh lebih luas (550–860 km) dibanding FA-50M Malaysia yang terbatas (±444 km).
• Radar & Avionik: FA-50M memakai radar AESA PhantomStrike berukuran kecil (±500 modul T/R). F-16 Indonesia didukung komputer misi baru, radar AN/APG-68(V)9, dan helm JHMCS.
• Kapasitas Senjata: F-16 Indonesia mampu membawa hingga 7,7 ton (9 cantelan), mengungguli FA-50M yang hanya 4,5 ton (7 cantelan).
(Sumber: Raytheon, TNI AU, KAI, Lockheed Martin)
--------------------------------
KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
-
1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
Hapus-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
-
7 F18 USANG
Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
===============
===============
MALONYET =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
The Littoral Combat Ship (LCS) program for the MALONYET Navy has faced significant delays and cost overruns. The project has also been plagued by financial issues and allegations of misappropriation.
Delays
• The first ship was originally scheduled for delivery in 2019, but the delivery date has been repeatedly postponed.
• The project has been plagued by construction delays.
• The Public Accounts Committee (PAC) flagged concerns over the persistent delay in the construction of the ships.
Cost overruns
• The project has been plagued by cost overruns, including a reported cost overrun of RM1.4 billion.
• The project was originally planned to cost RM9.128 billion, but the costs are now expected to escalate to RM11.22 billion.
Financial issues
• The committee revealed in August 2022 that USD300 million was misappropriated from the program.
• Fraud charges were leveled against Boustead Heavy Industries' former managing director, Ahmad Ramli Mohammad Nor.
Other issues
• The views of the navy as the end user were ignored by the Ministry of Defence and the BNS.
• Poor corporate governance and alleged mishandling of funds.
------------------------------------------------
MALONYET 's submarines have faced problems due to aging, technical issues, and a lack of funding.
Aging
• The majority of the navy's fleet and helicopters are over 30 years old.
• The KD Rahman submarine, a conventional Scorpène-class submarine, had technical issues that prevented it from submerging in 2010.
Technical issues
• The hull of the KD Pendekar fast attack vessel was weak, which accelerated flooding after it collided with a reef.
• The KD Perdana RMN boat went missing for a few days in 2017 due to communication problems.
Lack of funding
• The government has been unable to provide modern defense assets to the MALONYET Armed Forces (MAF).
• In 2019, financial problems at Boustead Naval Shipbuilding (BNS) caused the program to stall
• In 2020, there were allegations that RM1 billion of the RM6 billion spent on the project was unaccounted for
Design flaws
• The Freedom-class LCS had a design flaw in the ship's combining gear, which led to the Navy halting deliveries in January 2021
• The detailed design for the LCS was supposed to be completed in November 2016, but it was not finalized until much later
Delays
• The original plan was to deliver the first LCS, Maharaja Lela, in 2019, but it was delayed
FAKTANYA dari semua segi FA50M BLOCK 20 jauh di ATAS M346 FA MASTER guys... 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapushttps://vt.tiktok.com/ZSpeJThJo/
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA50M RUSAK DI FILIPINA =
-
1. Sumber Resmi & Berita Malaysia
Pernyataan Menhan & MINDEF/TUDM: Konferensi pers Menhan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin (30 Okt 2026) dan rilis resmi TUDM mengonfirmasi malafungsi komponen yang ditangani bersama teknisi KAI.
Berita RTM & New Straits Times (NST): Menyiarkan kepastian bahwa insiden murni kendala mekanis non-fatal dan mengulas prosedur keselamatan penerbangan jarak jauh.
-
2. Analisis & Rute Penerbangan
Airspace Review & Air Times: Merinci rute pengiriman dan keputusan transit di Filipina demi pemeriksaan kelaikan terbang komponen secara menyeluruh.
Defense Studies: Membahas evaluasi teknis operasional jet tempur Block 20 pasca-insiden transit tersebut.
-
3. Komparasi Insiden FA-50 Filipina (PAF)
Darurat Ambon (9 Agustus 2026): FA-50PH Filipina (No. 18-009) mendarat darurat di Bandara Pattimura Ambon saat pulang dari Australia akibat kerusakan minor generator listrik. Diperbaiki on-site oleh teknisi PAF dibantu TNI AU (Sumber: PAF & FB Lanud Pattimura).
Kendala Logistik (2022): Bukan mogok massal terbang, melainkan kesiapan tempur drop (sisa 3 dari 12 unit) akibat keterlambatan pasokan suku cadang impor pasca-pandemi.
-------------------------------
MASALH FA50 = MOGOK
-
MASALAH KELISTRIKAN:
Kendala teknis yang terkadang dialami oleh armada FA-50M Malaysia maupun FA-50PH Filipina bukan disebabkan oleh kegagalan mekanis mesin General Electric F404. Masalah utama bersumber dari beban berlebih pada subsistem daya (kelistrikan/generator) dan sensor yang haus energi untuk menghidupkan avionik canggih tersebut.
-
BEBAN INTEGRASI MAKSIMAL:
Sebagai varian terbaru (Block 20), FA-50M Malaysia membawa konfigurasi paling berat karena dijejali teknologi jet tempur kelas atas seperti Radar AESA PhantomStrike dan kemampuan pengisian bahan bakar di udara. Hal ini memaksa manajemen ruang internal, suhu, dan pasokan listrik bekerja pada batas puncak (peak limits).
-
KETERBATASAN FISIK KHAS JET RINGAN:
Fenomena ini wajar terjadi pada platform jet latih yang dimodifikasi menjadi jet tempur ringan (LCA). Keterbatasan ruang (Size), bobot (Weight), dan daya listrik (Power) memaksa para insinyur melakukan kompromi ketat, yang meningkatkan sensitivitas sistem kelistrikan pesawat saat dioperasikan secara intensif.
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA-50M TUDM (Malaysia)
Radar: AESA PhantomStrike (100+ km, senyap & presisi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek, 10–20 km).
Payload: Maks. 4,5 Ton (7 cantelan).
Radius: ± 444 km.
Kelemahan: BBM internal kecil (butuh drop tank) dan tanpa kemampuan jarak jauh (AMRAAM di-banned).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
• F-16 BLOCK 15 EMLU TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (296 km + fitur SAR darat).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah/BVR, 70–105 km).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: 550 – 860 km.
Keunggulan: BBM internal besar, cocok untuk patroli jauh dengan senjata berat dan dominasi BVR.
-
• F-16 BLOCK 52ID TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (296 km, optimal cuaca buruk/malam).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X, dan intergrasi JHMCS (helm canggih).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: ± 550 km.
Keunggulan: Mesin lebih bertenaga, rangka lebih awet, unggul dogfight (JHMCS), dan dilengkapi pod Sniper ATP.
-
LCA AESA 100KM = NO BVR BARTER SAWIT
(F-16 Indonesia vs FA-50M Malaysia) :
• Jarak Tembak (BVR): Indonesia unggul. F-16: AIM-120 AMRAAM (70–105 km) vs FA-50M: Jarak pendek (AMRAAM diblokir).
• Deteksi Radar: Indonesia lebih cepat. F-16: 296 km vs FA-50M: 100+ km.
• Stamina & Radius: Indonesia lebih lama. F-16: 550–860 km vs FA-50M: ± 444 km.
• Dogfight: Indonesia unggul. F-16: Mesin lebih kuat & helm JHMCS
--------------------------------
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
Implikasi Gabungan (Utang Pemerintah + Utang Rumah Tangga):
Risiko Krisis Keuangan yang Lebih Tinggi:
Penjelasan: Kombinasi utang pemerintah dan rumah tangga yang tinggi menciptakan dua front kerentanan. Jika salah satu sektor goyah, ia bisa menarik sektor lainnya ke dalam masalah.
Dampak Riil: Jika terjadi perlambatan ekonomi, baik pemerintah maupun rumah tangga akan kesulitan membayar utang, menciptakan efek domino yang parah dan potensi krisis keuangan yang dalam.
Ruang Gerak Kebijakan yang Terbatas:
Penjelasan: Baik pemerintah maupun bank sentral memiliki ruang gerak yang terbatas untuk merespons krisis ekonomi.
Dampak Riil:
Stimulus Fiskal Sulit: Pemerintah mungkin kesulitan meluncurkan paket stimulus fiskal (misalnya, melalui pengeluaran infrastruktur atau bantuan sosial) jika utangnya sudah sangat tinggi.
Batas Bawah Suku Bunga: Bank sentral mungkin sudah menurunkan suku bunga ke tingkat yang sangat rendah untuk mendukung ekonomi, sehingga tidak banyak lagi "amunisi" tersisa jika terjadi krisis lebih lanjut.
Ketidakpastian Ekonomi dan Investor:
Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi secara keseluruhan menciptakan ketidakpastian bagi investor domestik maupun asing.
Dampak Riil: Investor cenderung menghindari negara dengan tingkat utang yang meragukan, mengurangi investasi dan berpotensi memicu pelarian modal (capital flight), yang akan melemahkan mata uang dan memperburuk kondisi ekonomi.
BELUM PERANG = FA50MOGOK : FA50MURAH
Hapus• Malaysia (FA-50M): USD 51,1 juta/unit (18 unit, RM 4 miliar). Versi downgrade ekonomis.
• Filipina: USD 58,3 juta/unit (12 unit, USD 700 juta). Versi standar.
• Polandia (FA-50PL): USD 63,8 juta/unit (36 unit, USD 2,3 miliar). Varian tertinggi/kustom NATO.
(Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News)
--------------------------------
HAK SENJATA & AKSES AS
• Polandia (NATO): AS mengizinkan integrasi rudal jarak jauh BVR AIM-120C AMRAAM karena status sekutu inti NATO. (Sumber: Kemenhan Polandia, Army Recognition, Aviation News Europe)
• Malaysia (Non-NATO): AS memblokir rudal AMRAAM untuk FA-50M. Embargo ITAR AS atas giroskop Raytheon juga membatalkan sepihak rudal anti-kapal NSM untuk kapal LCS Malaysia. (Sumber: Laporan Industri Pertahanan, Defense Express, Indomiliter)
--------------------------------
HEAD-TO-HEAD: FA-50M MALAYSIA VS F-16 INDONESIA (EMLU/BLOCK 52ID)
• Pertempuran Jarak Jauh (BVR): F-16 Indonesia unggul mutlak dengan rudal AIM-120C-7 AMRAAM (105 km). FA-50M Malaysia mandul di luar jangkauan visual akibat blokade AS.
• Radius Tempur: F-16 Indonesia jauh lebih luas (550–860 km) dibanding FA-50M Malaysia yang terbatas (±444 km).
• Radar & Avionik: FA-50M memakai radar AESA PhantomStrike berukuran kecil (±500 modul T/R). F-16 Indonesia didukung komputer misi baru, radar AN/APG-68(V)9, dan helm JHMCS.
• Kapasitas Senjata: F-16 Indonesia mampu membawa hingga 7,7 ton (9 cantelan), mengungguli FA-50M yang hanya 4,5 ton (7 cantelan).
(Sumber: Raytheon, TNI AU, KAI, Lockheed Martin)
--------------------------------
pernyataan pejabat MALONYET mengenai F/A-18 Hornet Kuwait (2021–2025):
-
2021 (Solusi Instan): Pemerintah menyatakan minat pada 33 unit Hornet sebagai solusi cepat (stop-gap) karena kompatibel dengan infrastruktur perawatan dan pilot TUDM yang sudah ada.
-
2022–2023 (Kondisi Prima): Hasil inspeksi langsung delegasi TUDM ke Kuwait mengonfirmasi bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi, serta memiliki sistem avionik dan rangka (airframe) yang masih prima.
-
2024 (Jam Terbang Rendah): Menhan Mohamed Khaled Nordin menegaskan di Parlemen bahwa pesawat masih "sangat muda" dengan 1.500–3.000 jam terbang, jauh di bawah batas usia pakai 6.000–8.000 jam.
-
2025 (Siap Tempur & Pembatalan): Pejabat militer menyatakan pesawat dalam kondisi siap tempur (combat ready). Namun, pada Agustus 2025 rencana dibatalkan akibat ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait.
-
GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
________________________________________
Sumber Berita Utama
New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
Bernama: Kantor berita nasional MALONYET yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah MALONYET berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
Hapus-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
-
7 F18 USANG
Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
===============
===============
MALONYET =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
MALONYET ARMED FORCES LOGISTIC MANAGEMENT PROBLEM
MALONYET ARMED FORCES LOGISTIC MANAGEMENT PROBLEM
MALONYET ARMED FORCES LOGISTIC MANAGEMENT PROBLEM
Most of the assets bought by the MALONYET government in solidify the country’s defence were used and outdated. This creates various problems; and the used and outdated airforce assets will expose to the air threat from the enemy [5]. This is because most of the MALONYET Army (MA), Royal MALONYET Navy (RMN) and Royal MALONYET Air Force (RMAF) equipments were bought between 1970s to the end of 1990s and still in MAF main inventory [6]. Other than that, lack of modern and latest military assets faced by MAF, will expose it to the internal threat and especially external threat that is escalating with the uncontrollable situation in the southern Philippines and China’s aggressive stand in the island conflict issue in the South China Sea [7]. Besides, the government is incapable to provide and equip modern and latest defence assets to MAF. Moreover, KD Rahman submarine issue (Scorpene) that cannot submerge in the demersal because of technical problem in 2010. It was a conventional submarine that can hold 10 torpedo and 30 mine destructors, was able to observe the country’s waters between 100 to 200 meters in depth. This also shows that the defence asset is outdated and cannot function well [8]. With various reports on pirates’ attacks and abductions in Sabah waters, terrorists attack in Lahad Datu in February 2013 and recently the missing RMN boat KD Perdana on 22 May 2017 for a few days due to communication problem. This scenario creates concern towards MAF logistics to ensure and guarantee the country’s security. With many series of RMAF training and fighter aircrafts crashes and accidents involving MA and vehicles damages that happen quite often, raise questions to the government policy that still maintain the outdated vehicles for country’s defence. Therefore, this study examines the problem in MAF logistic aspect and the effect towards the country’s security.....
FAKTANYA dari semua segi FA50M BLOCK 20 jauh di ATAS M346 FA MASTER guys... 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapushttps://vt.tiktok.com/ZSpeJThJo/
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA50M = MASIH BARU MOGOK : MURAHAN
-
FA50M RUSAK DI FILIPINA =
--------------------------------
Sumber Pernyataan Resmi
Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin: Konferensi pers resmi Menteri Pertahanan Malaysia pada 30 Oktober 2026 di Pangkalan Udara Labuan mengenai ferry flight pengiriman dari Korea Selatan.
-
Kementerian Pertahanan Malaysia (MINDEF) & TUDM: Rilis teknis terkait penanganan malafungsi komponen bersama tim teknisi Korea Aerospace Industries (KAI).
--------------------------------
Media Berita Utama Malaysia
Berita RTM: Saluran penyiaran publik nasional Malaysia yang menyiarkan kepastian bahwa insiden tersebut murni kendala mekanis dan bukan kecelakaan fatal (crash).
-
New Straits Times (NST): Surat kabar harian utama Malaysia yang mengulas prosedur keselamatan penerbangan jarak jauh armada baru tersebut.
--------------------------------
Media Kedirgantaraan & Analisis Pertahanan
Airspace Review: Portal militer regional yang merinci rute penerbangan pengiriman serta keputusan transit di Filipina demi pemeriksaan menyeluruh.
-
Air Times News Network: Media siber pertahanan Malaysia yang memantau kondisi kelaikan terbang komponen pesawat.
-
Defense Studies: Blog analisis pertahanan Asia Tenggara yang membahas evaluasi teknis operasional jet tempur Block 20 pasca-insiden transit.
-------------------------------
2026 FA50PH MENDARAT DARURAT = RUSAK
Insiden Pendaratan Darurat di Ambon (9 Agustus 2026): Penerbangan pulang kontingen Filipina dari Latma Pitch Black 2026 di Australia terganggu akibat kerusakan minor generator listrik pada pesawat nomor 18-009, yang memaksa pilot melakukan pendaratan darurat (precautionary landing) dengan aman di Bandara Internasional Pattimura, Ambon.
Respon Cepat dan Kolaborasi Gabungan: Perbaikan kendala generator tersebut diselesaikan secara langsung di lokasi (on-site) oleh tim teknisi Filipina yang menumpang pesawat C-130 dengan dukungan pengamanan dan fasilitas dari personel Lanud Pattimura TNI AU.
Validitas Sumber Berita Terbuka: Seluruh detail insiden Ambon diverifikasi secara transparan melalui rilis resmi juru bicara PAF, laporan media nasional Filipina (Manila Bulletin & PTV News), serta unggahan dokumentasi resmi Facebook Lanud Pattimura TNI AU.
-------------------------------
2022 FA-50PH KENDALA OPERASIONAL LOGISTIK :
Armada FA-50PH tidak mengalami pemogokan massal di udara, melainkan sempat mengalami penurunan kesiapan tempur (readiness) drastis hingga menyisakan 3 dari 12 unit yang siap terbang akibat keterlambatan pasokan suku cadang impor.
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA-50M TUDM (Malaysia)
Radar: AESA PhantomStrike (100+ km, senyap & presisi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek, 10–20 km).
Payload: Maks. 4,5 Ton (7 cantelan).
Radius: ± 444 km.
Kelemahan: BBM internal kecil (butuh drop tank) dan tanpa kemampuan jarak jauh (AMRAAM di-banned).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
• F-16 BLOCK 15 EMLU TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (296 km + fitur SAR darat).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah/BVR, 70–105 km).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: 550 – 860 km.
Keunggulan: BBM internal besar, cocok untuk patroli jauh dengan senjata berat dan dominasi BVR.
-
• F-16 BLOCK 52ID TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (296 km, optimal cuaca buruk/malam).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X, dan intergrasi JHMCS (helm canggih).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: ± 550 km.
Keunggulan: Mesin lebih bertenaga, rangka lebih awet, unggul dogfight (JHMCS), dan dilengkapi pod Sniper ATP.
--------------------------------
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
MALONSIA bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
• Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah MALONSIA menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
• 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
• Penerbitan Obligasi Pemerintah:
o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
o Contoh di MALONSIA: MALONSIA secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti MALONSIAn Government Securities (MGS) dan MALONSIAn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
• Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
3. Dampak terhadap Hutang Negara:
• Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
BELUM PERANG = FA50MOGOK : FA50MURAH
Hapus• Malaysia (FA-50M): USD 51,1 juta/unit (18 unit, RM 4 miliar). Versi downgrade ekonomis.
• Filipina: USD 58,3 juta/unit (12 unit, USD 700 juta). Versi standar.
• Polandia (FA-50PL): USD 63,8 juta/unit (36 unit, USD 2,3 miliar). Varian tertinggi/kustom NATO.
(Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News)
--------------------------------
HAK SENJATA & AKSES AS
• Polandia (NATO): AS mengizinkan integrasi rudal jarak jauh BVR AIM-120C AMRAAM karena status sekutu inti NATO. (Sumber: Kemenhan Polandia, Army Recognition, Aviation News Europe)
• Malaysia (Non-NATO): AS memblokir rudal AMRAAM untuk FA-50M. Embargo ITAR AS atas giroskop Raytheon juga membatalkan sepihak rudal anti-kapal NSM untuk kapal LCS Malaysia. (Sumber: Laporan Industri Pertahanan, Defense Express, Indomiliter)
--------------------------------
HEAD-TO-HEAD: FA-50M MALAYSIA VS F-16 INDONESIA (EMLU/BLOCK 52ID)
• Pertempuran Jarak Jauh (BVR): F-16 Indonesia unggul mutlak dengan rudal AIM-120C-7 AMRAAM (105 km). FA-50M Malaysia mandul di luar jangkauan visual akibat blokade AS.
• Radius Tempur: F-16 Indonesia jauh lebih luas (550–860 km) dibanding FA-50M Malaysia yang terbatas (±444 km).
• Radar & Avionik: FA-50M memakai radar AESA PhantomStrike berukuran kecil (±500 modul T/R). F-16 Indonesia didukung komputer misi baru, radar AN/APG-68(V)9, dan helm JHMCS.
• Kapasitas Senjata: F-16 Indonesia mampu membawa hingga 7,7 ton (9 cantelan), mengungguli FA-50M yang hanya 4,5 ton (7 cantelan).
(Sumber: Raytheon, TNI AU, KAI, Lockheed Martin)
--------------------------------
KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
-------------------------
MALONYET 's first foreign Islamic bank Kuwait Finance House (MALONYET ) Bhd (KFH MALONYET ) is exiting MALONYET after 19 years of operation.
In a statement today, the group said Kuwait Finance House (MALONYET ) Berhad (KFHMB) will be closed, aligned with its international business strategic review to focus and expand its regional market in Gulf Cooperation Council (GCC) and Middle East
________________________________________
F18 2021-2025
PEJABAT MALONYET = MEMBUAL
BERUK MALONYET = MEMBUAL
-
🗓️ 2021: Pernyataan Minat & Evaluasi Awal
Minat Resmi: MALONYET menyatakan ketertarikan resmi terhadap 33 unit Hornet Kuwait.
Kondisi: Pejabat menilai pesawat ini sebagai solusi cepat (stop-gap measure) yang sangat layak untuk meningkatkan kekuatan udara TUDM tanpa menunggu produksi pesawat baru yang lama.
Kompatibilitas: Penekanan bahwa pesawat ini cocok karena TUDM sudah memiliki infrastruktur perawatan dan pilot yang berpengalaman dengan platform Hornet.
-
🗓️ 2022 - 2023: Diplomasi & Penilaian Teknis
Kunjungan Teknis: Delegasi TUDM melakukan penilaian mendalam di Kuwait.
Hasil Evaluasi: Pejabat militer melaporkan bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi oleh Angkatan Udara Kuwait, memastikan sistem avionik dan badan pesawat dalam kondisi sangat baik.
-
🗓️ 2024: Penegasan Kualitas (Data Jam Terbang)
Pernyataan Menhan: Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, memberikan detail teknis kepada publik dan parlemen.
Data Jam Terbang: Ditegaskan bahwa pesawat hanya memiliki 1.500 hingga 3.000 jam terbang.
Justifikasi: Angka ini jauh di bawah batas service life (6.000-8.000 jam), sehingga secara operasional pesawat ini masih dianggap sangat "muda".
-
🗓️ 2025 (Januari - Agustus): Tahap Negosiasi Akhir
Kesiapan Tempur: Pejabat militer terus memberikan testimoni bahwa pesawat dalam kondisi siap tempur dan akan langsung meningkatkan kesiapan ruang udara MALONYET segera setelah tiba.
Agustus 2025: Meskipun kondisi fisik pesawat diakui sangat bagus, MALONYET resmi membatalkan rencana akuisisi karena ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait yang masih menunggu pesawat baru mereka tiba.
SEWA : BUAL CASH = HUTANG BARTER SAWIT
Hapus-
1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-------------------------------
📌 1. Annual Budget Mentality
• MALONSIA ’s defense budget is decided year by year through the annual national budget (Belanjawan).
• There is no guaranteed multi-year allocation for long-term projects.
• If the economy dips or politics change, defense funding gets cut or reallocated.
👉 Example: Fighter jet replacement (MRCA program) has been “priority” since 2010, but every year, it gets postponed because the annual budget doesn’t set aside money consistently.
________________________________________
📌 2. Big Projects Need Long-Term Funding
• Modern defense assets take 10–20 years to plan, build, and deliver:
o Frigates: 8–12 years
o Fighter jets: 10+ years (from contract to delivery)
o Armored vehicles: 5–10 years
• Without multi-year budgeting, MALONSIA cannot commit to these properly.
• Result: stop-go procurement cycle where contracts are delayed, resized, or cancelled.
👉 Example: Littoral Combat Ship (LCS) project — planned in 2011, but without a firm multi-year budget, it suffered from cost overruns, funding gaps, and political interference.
________________________________________
📌 3. Defense White Paper 2019 Failure
• MALONSIA launched its first-ever Defence White Paper (DWP) in 2019 (under Pakatan Harapan).
• It was meant to provide a 10-year roadmap (2021–2030) for defense modernization.
• But after the government collapsed in 2020, the DWP was effectively shelved.
• No legal framework or bipartisan consensus exists to force future governments to follow it.
👉 Shows how fragile long-term planning is in MALONSIA .
________________________________________
📌 4. Frequent Government Changes
• Since 2018, MALONSIA has had five prime ministers and multiple defense ministers.
• Each new minister resets priorities:
o Some focus on Army → delay Navy/Air Force projects.
o Some emphasize domestic industry jobs → change procurement strategy.
• No long-term continuity → defense planning turns into short-term political bargaining.
FAKTANYA dari semua segi FA50M BLOCK 20 jauh di ATAS M346 FA MASTER guys... 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapushttps://vt.tiktok.com/ZSpeJThJo/
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
HapusBELUM PERANG : RUSAK!!!! = MURAHAN
--------------------------------
Kesimpulan Utama Insiden FA-50M Malaysia
KENDALA MEKANIS:
Insiden transit FA-50M Malaysia di Filipina pada Oktober 2026 murni merupakan gangguan komponen mekanis/kelistrikan
-
KEPATUHAN PROTOKOL KESELAMATAN:
Keputusan transit di Filipina diambil demi pemeriksaan kelaikan terbang secara menyeluruh selama penerbangan pengiriman jarak jauh (ferry flight) dari Korea Selatan.
-------------------------------
Akar Masalah Teknis Platform Jet Ringan =
-
BEBAN INTEGRASI MAKSIMAL: Sebagai varian terbaru (Block 20), FA-50M Malaysia membawa konfigurasi terberat dengan radar AESA PhantomStrike dan sistem pengisian bahan bakar di udara yang sangat haus energi.
-
KETERBATASAN FISIK KHAS JET RINGAN:
Platform jet latih yang dimodifikasi menjadi jet tempur ringan memiliki keterbatasan ruang (size), bobot (weight), dan daya (power). Hal ini memaksa kompromi manajemen suhu dan listrik bekerja pada batas puncak (peak limits).
-
MASALAH KELISTRIKAN BUKAN MESIN:
Kendala teknis pada armada Malaysia maupun Filipina bersumber dari beban berlebih pada subsistem daya/generator, bukan akibat kegagalan mekanis pada mesin utama General Electric F404.
-------------------------------
Daftar Perbandingan Insiden Global di Negara Lain
-
Filipina (FA-50PH):
Mengalami pendaratan darurat di Ambon (Agustus 2026) akibat kerusakan minor generator listrik, namun langsung berhasil diperbaiki di lokasi (on-site) bersama TNI AU.
Mengalami penurunan kesiapan tempur drastis pada tahun 2022 (tersisa 3 dari 12 unit) karena keterlambatan pasokan suku cadang impor pasca-pandemi, bukan karena pemogokan massal di udara.
Sempat melakukan larangan terbang total (full fleet grounding) pasca-kecelakaan Maret 2025 demi investigasi kelaikan mesin dan sistem navigasi.
-
Polandia (FA-50GF / FA-50PL):
Mengalami grounded taktis (tidak siap misi tempur) selama hampir 3 tahun akibat belum tersedianya paket senjata dan adanya penundaan lisensi rudal AIM-120 AMRAAM dari Amerika Serikat, sebelum status non-tempur tersebut akhirnya dicabut pada Oktober 2026.
-
Argentina (FA-50):
Mengalami pembatalan kontrak total sebelum pengiriman akibat embargo politik dari Inggris terhadap 6 komponen penting pesawat, termasuk sistem kursi pelontar Martin-Baker.
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA-50M TUDM (Malaysia)
Radar: AESA PhantomStrike (100+ km, senyap & presisi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek, 10–20 km).
Payload: Maks. 4,5 Ton (7 cantelan).
Radius: ± 444 km.
Kelemahan: BBM internal kecil (butuh drop tank) dan tanpa kemampuan jarak jauh (AMRAAM di-banned).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
• F-16 BLOCK 15 EMLU TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (296 km + fitur SAR darat).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah/BVR, 70–105 km).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: 550 – 860 km.
Keunggulan: BBM internal besar, cocok untuk patroli jauh dengan senjata berat dan dominasi BVR.
-
• F-16 BLOCK 52ID TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (296 km, optimal cuaca buruk/malam).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X, dan intergrasi JHMCS (helm canggih).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: ± 550 km.
Keunggulan: Mesin lebih bertenaga, rangka lebih awet, unggul dogfight (JHMCS), dan dilengkapi pod Sniper ATP.
--------------------------------
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
--------------------------------
MALAYSEWA BADUT ASEAN : BUAL CASH = UTANG
-
1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
BELUM PERANG = FA50MOGOK : FA50MURAH
Hapus• Malaysia (FA-50M): USD 51,1 juta/unit (18 unit, RM 4 miliar). Versi downgrade ekonomis.
• Filipina: USD 58,3 juta/unit (12 unit, USD 700 juta). Versi standar.
• Polandia (FA-50PL): USD 63,8 juta/unit (36 unit, USD 2,3 miliar). Varian tertinggi/kustom NATO.
(Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News)
--------------------------------
HAK SENJATA & AKSES AS
• Polandia (NATO): AS mengizinkan integrasi rudal jarak jauh BVR AIM-120C AMRAAM karena status sekutu inti NATO. (Sumber: Kemenhan Polandia, Army Recognition, Aviation News Europe)
• Malaysia (Non-NATO): AS memblokir rudal AMRAAM untuk FA-50M. Embargo ITAR AS atas giroskop Raytheon juga membatalkan sepihak rudal anti-kapal NSM untuk kapal LCS Malaysia. (Sumber: Laporan Industri Pertahanan, Defense Express, Indomiliter)
--------------------------------
HEAD-TO-HEAD: FA-50M MALAYSIA VS F-16 INDONESIA (EMLU/BLOCK 52ID)
• Pertempuran Jarak Jauh (BVR): F-16 Indonesia unggul mutlak dengan rudal AIM-120C-7 AMRAAM (105 km). FA-50M Malaysia mandul di luar jangkauan visual akibat blokade AS.
• Radius Tempur: F-16 Indonesia jauh lebih luas (550–860 km) dibanding FA-50M Malaysia yang terbatas (±444 km).
• Radar & Avionik: FA-50M memakai radar AESA PhantomStrike berukuran kecil (±500 modul T/R). F-16 Indonesia didukung komputer misi baru, radar AN/APG-68(V)9, dan helm JHMCS.
• Kapasitas Senjata: F-16 Indonesia mampu membawa hingga 7,7 ton (9 cantelan), mengungguli FA-50M yang hanya 4,5 ton (7 cantelan).
(Sumber: Raytheon, TNI AU, KAI, Lockheed Martin)
---------------------------------
LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
-
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM (DELAY 2035)
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
----------------------------------
MALONYET ……
-
5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
-
2017:
MiG-29N → PENSIUN
Operasional berhenti total; tidak ada pengganti kelas berat hingga kini.
-
2018 - 2022:
RAFALE, TYPHOON, GRIPEN, JF-17 → WACANA
Semua batal karena masalah anggaran dan peralihan fokus ke jet tempur ringan.
-
2023:
TEJAS → GAGAL
Kalah saing dalam tender jet tempur ringan (FLIT-LCA).-
-
2023:
FA-50 (M) → DEAL
Kontrak 18 unit dari Korea Selatan (RM4 miliar) resmi ditandatangani.
-
2026: FA-50 → VETO USA
AS dilaporkan memblokir integrasi rudal jarak menengah AMRAAM; jet terancam hanya bersenjata jarak pendek.
-
2026:
F-18 KUWAIT → BATAL
Pembelian 33 unit Hornet bekas resmi dibatalkan karena masalah teknis dan jadwal.
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA50M RUSAK DI FILIPINA =
BELUM SAMPAI : RUSAK!!!! = MURAHAN
BELUM PERANG : RUSAK!!!! = MURAHAN
--------------------------------
Sumber Pernyataan Resmi
Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin: Konferensi pers resmi Menteri Pertahanan Malaysia pada 30 Oktober 2026 di Pangkalan Udara Labuan mengenai ferry flight pengiriman dari Korea Selatan.
-
Kementerian Pertahanan Malaysia (MINDEF) & TUDM: Rilis teknis terkait penanganan malafungsi komponen bersama tim teknisi Korea Aerospace Industries (KAI).
--------------------------------
Media Berita Utama Malaysia
Berita RTM: Saluran penyiaran publik nasional Malaysia yang menyiarkan kepastian bahwa insiden tersebut murni kendala mekanis dan bukan kecelakaan fatal (crash).
-
New Straits Times (NST): Surat kabar harian utama Malaysia yang mengulas prosedur keselamatan penerbangan jarak jauh armada baru tersebut.
--------------------------------
Media Kedirgantaraan & Analisis Pertahanan
Airspace Review: Portal militer regional yang merinci rute penerbangan pengiriman serta keputusan transit di Filipina demi pemeriksaan menyeluruh.
-
Air Times News Network: Media siber pertahanan Malaysia yang memantau kondisi kelaikan terbang komponen pesawat.
-
Defense Studies: Blog analisis pertahanan Asia Tenggara yang membahas evaluasi teknis operasional jet tempur Block 20 pasca-insiden transit.
-------------------------------
KASIH PAHAM = UDARA
• FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
• F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
• Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
• F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
• UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
-
KASIH PAHAM = DARAT
• Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
• AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
-
KASIH PAHAM = LAUT
• LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
• LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
BalasHapus-
FA-50M TUDM (Malaysia)
Radar: AESA PhantomStrike (100+ km, senyap & presisi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek, 10–20 km).
Payload: Maks. 4,5 Ton (7 cantelan).
Radius: ± 444 km.
Kelemahan: BBM internal kecil (butuh drop tank) dan tanpa kemampuan jarak jauh (AMRAAM di-banned).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
• F-16 BLOCK 15 EMLU TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (296 km + fitur SAR darat).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah/BVR, 70–105 km).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: 550 – 860 km.
Keunggulan: BBM internal besar, cocok untuk patroli jauh dengan senjata berat dan dominasi BVR.
-
• F-16 BLOCK 52ID TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (296 km, optimal cuaca buruk/malam).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X, dan intergrasi JHMCS (helm canggih).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: ± 550 km.
Keunggulan: Mesin lebih bertenaga, rangka lebih awet, unggul dogfight (JHMCS), dan dilengkapi pod Sniper ATP.
--------------------------------
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
1. DENDA= USUSD83,8 juta
Seperti dikutip The Edge MALONSIA (19/9/2025), Kontraktor pertahanan Aerotree Defence and Services Sdn Bhd telah mengajukan gugatan sebesar RM353 juta (USUSD83,8 juta) terhadap pemerintah dan Kementerian Pertahanan MALONSIA atas pembatalan perjanjian sewa lima tahun
-------------
2. SKANDAL KAPAL TEMPUR PESISIR (LITTORAL COMBAT SHIP/LCS)
Ini adalah salah satu skandal pengadaan militer terbesar dan paling kontroversial di MALONSIA.
Proyek: Pengadaan enam kapal tempur pesisir untuk Angkatan Laut Kerajaan MALONSIA (Royal MALONSIAn Navy/RMN).
Nilai Proyek: Kontrak senilai RM9 miliar (sekitar USUSD2 miliar) ditandatangani pada tahun 2011.
Masalah Utama:
Tidak ada kapal yang selesai: Meskipun pemerintah telah membayar lebih dari RM6 miliar, hingga kini belum ada satu pun dari enam kapal yang selesai dan dikirimkan.
Penyalahgunaan dana: Laporan investigasi menemukan adanya dugaan penyalahgunaan dana, pembayaran yang tidak semestinya, dan penggelembungan harga (mark-up). Dana yang seharusnya digunakan untuk proyek justru digunakan untuk tujuan lain.
Politik dan korupsi: Skandal ini menyeret sejumlah nama pejabat tinggi, termasuk mantan menteri pertahanan, yang diduga terlibat dalam praktik korupsi dan nepotisme.
-------------
3. SKANDAL KAPAL SELAM SCORPENE
Skandal ini telah menjadi berita utama selama bertahun-tahun, bahkan melibatkan pengadilan di Prancis.
Proyek: Pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dari perusahaan Prancis, DCNS (sekarang Naval Group), pada tahun 2002.
Nilai Proyek: Sekitar RM5,4 miliar.
Masalah Utama:
Komisi besar-besaran: Terdapat dugaan pembayaran komisi sebesar 114 juta Euro kepada sebuah perusahaan yang terkait dengan pejabat senior MALONSIA.
Kasus pembunuhan: Skandal ini juga terkait dengan pembunuhan seorang penerjemah wanita asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, yang diduga memiliki informasi terkait kontrak tersebut. Kasus ini telah menjadi salah satu babak tergelap dalam sejarah politik MALONSIA.
BELUM PERANG = FA50MOGOK : FA50MURAH
BalasHapus• Malaysia (FA-50M): USD 51,1 juta/unit (18 unit, RM 4 miliar). Versi downgrade ekonomis.
-
• Filipina: USD 58,3 juta/unit (12 unit, USD 700 juta). Versi standar.
-
• Polandia (FA-50PL): USD 63,8 juta/unit (36 unit, USD 2,3 miliar). Varian tertinggi/kustom NATO.
(Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News)
--------------------------------
HAK SENJATA & AKSES AS
• Polandia (NATO): AS mengizinkan integrasi rudal jarak jauh BVR AIM-120C AMRAAM karena status sekutu inti NATO. (Sumber: Kemenhan Polandia, Army Recognition, Aviation News Europe)
-
• Malaysia (Non-NATO): AS memblokir rudal AMRAAM untuk FA-50M. Embargo ITAR AS atas giroskop Raytheon juga membatalkan sepihak rudal anti-kapal NSM untuk kapal LCS Malaysia. (Sumber: Laporan Industri Pertahanan, Defense Express, Indomiliter)
--------------------------------
HEAD-TO-HEAD: FA-50M MALAYSIA VS F-16 INDONESIA (EMLU/BLOCK 52ID)
• Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
F-16 Indonesia unggul mutlak dengan rudal AIM-120C-7 AMRAAM (105 km).
FA-50M Malaysia mandul di luar jangkauan visual akibat blokade AS.
-
• Radius Tempur:
F-16 Indonesia jauh lebih luas (550–860 km)
FA-50M Malaysia yang terbatas (±444 km).
-
• Radar & Avionik:
F-16 Indonesia didukung komputer misi baru, radar AN/APG-68(V)9, dan helm JHMCS
FA-50M memakai radar AESA PhantomStrike berukuran kecil (±500 modul T/R).
-
• Kapasitas Senjata:
F-16 Indonesia mampu membawa hingga 7,7 ton (9 cantelan),
FA-50M yang hanya 4,5 ton (7 cantelan).
(Sumber: Raytheon, TNI AU, KAI, Lockheed Martin)
--------------------------------
2026 = CANCELLED F18
2025-2021 = NGEMIS F18
2025-2021 = MEMBUAL F18
-
Sumber Berita Utama
New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
Bernama: Kantor berita nasional MALONYET yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah MALONYET berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
-
Detail Konfirmasi Resmi
Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan MALONYET, Adly Zahari.
Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen MALONYET) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
Landasan Keputusan: Keputusan formal dicapai dalam rapat Kabinet pada 6 Februari 2026, menyusul hasil evaluasi tim teknis TUDM yang dikirim ke Kuwait pada 11-27 November 2025.
Alasan Teknis: Pesawat Hornet Kuwait (varian C/D) dinilai memiliki risiko logistik jangka panjang dan secara teknis lebih tua dari armada F/A-18D yang saat ini dioperasikan MALONYET
Ngebongkar pusat mafia Si kacung M 😁
BalasHapus
Ternyata 5 pejabat tinggi militer Si M menjadi dalang ekspor narkoboy dari malaydesh dan 4000 lebih warga Si M ditangkap di 40 negara wouu.. 🤓
The truly asean common enemy dan munafikun, sebelas duabelas dengan si upil genk perkacungan, duo pusat mafia perekonomian. Dua negara yg direkayasa dg paspor terkuat oleh majikan2 nya untuk mempermudah operasi kotornya di seluruh dunia 😁
1. TERBARU!! KAMPUNG NARKOBOY BAHARI DI PRIOK DI OBRAK ABRIK KEPOLISIAN
2. MENGEJUTKANNYA TERNYATA PENGENDALINYA MALAYDES
3. BAHKAN DISEBUT JUGA KALAU MALAYSIA INI JADI PEMASOK UTAMA NARKOBOY, WAH GILA SIH INI!
4. PANTESAN FAKTA MEMALUKAN AKHIRNYA TERUNGKAP!! KALAU TERNNYATA ADA 1000 LEBIH RAKYAT MALAYSIA DITAHAN KARENA NARKOBOY DI 40 NEGARA
5. KOCAKNYA KEPOLISIAN MALAYDES MAU MINTA DIAJARIN INDONESIA TANGKAP PENYELUNDUPAN NARKOBOY … HALAH NANTI JANGAN JANGAN KALAIAN MAU NYARI CELAH LAGI BIAR BISA LOLOS
6. MAKANYA GA HERAN KALAU DPR KITA GERAM SAMPAI TERIAK GANYANG MALAYSIA
7. ADA YANG JANGGAL SAMA MALAYDES AKHIR AKHIR INI
8. GILANYA TERNYATA PEJABAT MALAYSIA TERLIBAT NARKOBOY, PANTESAN BISA. BEBAR TERUS
9. TERUS TERUSAN MALAYDES SELUNDUPKAN NARKOBOY
https://youtu.be/xBeUcpIMPhM?si=f_az8gLqUGkmPPOk
FAKTANYA dari semua segi FA50M BLOCK 20 jauh di ATAS M346 FA MASTER guys... 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapushttps://vt.tiktok.com/ZSpeJThJo/
FAKTANYA dari semua segi FA50M BLOCK 20 jauh di ATAS M346 FA MASTER guys... 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapushttps://vt.tiktok.com/ZSpeJThJo/
Ngebongkar pusat mafia Si kacung M 😁
BalasHapus
Ternyata 5 pejabat tinggi militer Si M menjadi dalang ekspor narkoboy dari malaydesh dan Eh maap 2000 an warga Si M ditangkap karena kasus narkoboy di 40 negara wouu.. 🤓
The truly asean common enemy dan munafikun, sebelas duabelas dengan si upil genk perkacungan, duo pusat mafia perekonomian. Dua negara yg direkayasa dg istilah paspor terkuat oleh majikan2 nya untuk mempermudah operasi kotornya di seluruh dunia 😁
1. TERBARU!! KAMPUNG NARKOBOY BAHARI DI PRIOK DI OBRAK ABRIK KEPOLISIAN
2. MENGEJUTKANNYA TERNYATA PENGENDALINYA MALAYDES
3. BAHKAN DISEBUT JUGA KALAU MALAYSIA INI JADI PEMASOK UTAMA NARKOBOY, WAH GILA SIH INI!
4. PANTESAN FAKTA MEMALUKAN AKHIRNYA TERUNGKAP!! KALAU TERNNYATA ADA 1000 LEBIH RAKYAT MALAYSIA DITAHAN KARENA NARKOBOY DI 40 NEGARA
5. KOCAKNYA KEPOLISIAN MALAYDES MAU MINTA DIAJARIN INDONESIA TANGKAP PENYELUNDUPAN NARKOBOY … HALAH NANTI JANGAN JANGAN KALAIAN MAU NYARI CELAH LAGI BIAR BISA LOLOS
6. MAKANYA GA HERAN KALAU DPR KITA GERAM SAMPAI TERIAK GANYANG MALAYSIA
7. ADA YANG JANGGAL SAMA MALAYDES AKHIR AKHIR INI
8. GILANYA TERNYATA PEJABAT MALAYSIA TERLIBAT NARKOBOY, PANTESAN BISA. BEBAR TERUS
9. TERUS TERUSAN MALAYDES SELUNDUPKAN NARKOBOY
https://youtu.be/xBeUcpIMPhM?si=f_az8gLqUGkmPPOk
Keledai Malaya pake sumber berita dari Tiktok 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
BalasHapusMakanan EMPUK tambahan FA50 BLOCK 20 guys.... 🔥🔥😎😎🤣🤣🤣
BalasHapus1. F16 RADAR RONGSOK
2. T50 BASIC OMPONG RADAR
3. HAWK RONGSOK
4. M346 FA
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA50M RUSAK DI FILIPINA =
BELUM SAMPAI : RUSAK!!!! = MURAHAN
BELUM PERANG : RUSAK!!!! = MURAHAN
--------------------------------
Sumber Pernyataan Resmi
Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin: Konferensi pers resmi Menteri Pertahanan Malaysia pada 30 Oktober 2026 di Pangkalan Udara Labuan mengenai ferry flight pengiriman dari Korea Selatan.
-
Kementerian Pertahanan Malaysia (MINDEF) & TUDM: Rilis teknis terkait penanganan malafungsi komponen bersama tim teknisi Korea Aerospace Industries (KAI).
--------------------------------
Media Berita Utama Malaysia
Berita RTM: Saluran penyiaran publik nasional Malaysia yang menyiarkan kepastian bahwa insiden tersebut murni kendala mekanis dan bukan kecelakaan fatal (crash).
-
New Straits Times (NST): Surat kabar harian utama Malaysia yang mengulas prosedur keselamatan penerbangan jarak jauh armada baru tersebut.
--------------------------------
Media Kedirgantaraan & Analisis Pertahanan
Airspace Review: Portal militer regional yang merinci rute penerbangan pengiriman serta keputusan transit di Filipina demi pemeriksaan menyeluruh.
-
Air Times News Network: Media siber pertahanan Malaysia yang memantau kondisi kelaikan terbang komponen pesawat.
-
Defense Studies: Blog analisis pertahanan Asia Tenggara yang membahas evaluasi teknis operasional jet tempur Block 20 pasca-insiden transit.
-------------------------------
BUKTI FA50M B1 = NO AMRAAM
BUKTI FA50M B2 = AKAN/USUL AMRAAM
-
Korea Aerospace Industries (KAI) berupaya memperkuat posisinya dalam program pesawat tempur ringan Malaysia dengan mengusulkan integrasi persenjataan yang lebih luas untuk batch kedua FA-50 yang direncanakan.
Seorang perwakilan perusahaan mengatakan kepada Janes di Singapore Airshow 2026 bahwa KAI menawarkan kemampuan bagi pesawat dalam pesanan lanjutan untuk menggunakan Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120 (AMRAAM), yang menandai langkah signifikan dalam meningkatkan kemampuan peperangan di luar jangkauan visual (BVR) platform tersebut.
Perwakilan tersebut mengatakan tawaran itu adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempermanis kesepakatan bagi pemerintah Malaysia seiring kemajuannya menuju akuisisi tambahan 18 FA-50 yang telah lama dinantikan.
Kemungkinan untuk pengiriman batch kedua ini pertama kali diakui oleh KAI pada tahun 2023, ketika perusahaan tersebut mengatakan bahwa Malaysia telah menyetujui pengadaan lanjutan tak lama setelah menandatangani kontrak senilai USD920 juta untuk 18 pesawat pertama pada bulan Februari tahun itu.
https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/kai-usulkan-paket-fa-50-malaysia-batch.html
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA-50M TUDM (Malaysia)
Radar: AESA PhantomStrike (100+ km, senyap & presisi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek, 10–20 km).
Payload: Maks. 4,5 Ton (7 cantelan).
Radius: ± 444 km.
Kelemahan: BBM internal kecil (butuh drop tank) dan tanpa kemampuan jarak jauh (AMRAAM di-banned).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
• F-16 BLOCK 15 EMLU TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (296 km + fitur SAR darat).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah/BVR, 70–105 km).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: 550 – 860 km.
Keunggulan: BBM internal besar, cocok untuk patroli jauh dengan senjata berat dan dominasi BVR.
-
• F-16 BLOCK 52ID TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (296 km, optimal cuaca buruk/malam).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X, dan intergrasi JHMCS (helm canggih).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: ± 550 km.
Keunggulan: Mesin lebih bertenaga, rangka lebih awet, unggul dogfight (JHMCS), dan dilengkapi pod Sniper ATP.
-
LCA AESA 100KM = NO BVR BARTER SAWIT
(F-16 Indonesia vs FA-50M Malaysia) :
• Jarak Tembak (BVR): Indonesia unggul. F-16: AIM-120 AMRAAM (70–105 km) vs FA-50M: Jarak pendek (AMRAAM diblokir).
• Deteksi Radar: Indonesia lebih cepat. F-16: 296 km vs FA-50M: 100+ km.
• Stamina & Radius: Indonesia lebih lama. F-16: 550–860 km vs FA-50M: ± 444 km.
• Dogfight: Indonesia unggul. F-16: Mesin lebih kuat & helm JHMCS
--------------------------------
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
--------------------------------
1. KONTROVERSI PENGADAAN JET TEMPUR A-4 SKYHAWK
Kasus ini sering diangkat kembali, termasuk oleh Raja MALONSIA sendiri, sebagai contoh kegagalan pengadaan di masa lalu.
Proyek: Pembelian 88 unit jet tempur A-4 Skyhawk bekas dari Amerika Serikat pada tahun 1980-an.
Masalah Utama:
Kondisi buruk: Dari 88 unit yang dibeli, hanya sekitar 40 unit yang bisa digunakan dan sisanya dianggap tidak layak terbang.
Tingkat kecelakaan tinggi: Jet-jet yang dioperasikan mengalami tingkat kecelakaan yang tinggi, membahayakan nyawa pilot, dan akhirnya dipensiunkan. Raja MALONSIA menyebutnya sebagai "peti mati terbang" (flying coffin), istilah yang juga digunakan untuk mengkritik rencana pengadaan helikopter Black Hawk yang usianya sudah tua.
-------------
2. SKANDAL PENCURIAN MESIN PESAWAT TEMPUR F-5E
Kasus ini adalah salah satu contoh nyata kelemahan dalam pengawasan aset militer.
Kasus: Hilangnya dua mesin pesawat tempur Northrop F-5E milik Angkatan Udara Kerajaan MALONSIA (RMAF) senilai sekitar USUSD29 juta.
Masalah Utama: Investigasi mengungkapkan bahwa mesin-mesin tersebut telah dicuri dari pangkalan militer dan kemudian dijual kepada perusahaan di Amerika Selatan.
BELUM PERANG = FA50MOGOK : FA50MURAH
Hapus• Malaysia (FA-50M): USD 51,1 juta/unit (18 unit, RM 4 miliar). Versi downgrade ekonomis.
-
• Filipina: USD 58,3 juta/unit (12 unit, USD 700 juta). Versi standar.
-
• Polandia (FA-50PL): USD 63,8 juta/unit (36 unit, USD 2,3 miliar). Varian tertinggi/kustom NATO.
(Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News)
--------------------------------
HAK SENJATA & AKSES AS
• Polandia (NATO): AS mengizinkan integrasi rudal jarak jauh BVR AIM-120C AMRAAM karena status sekutu inti NATO. (Sumber: Kemenhan Polandia, Army Recognition, Aviation News Europe)
-
• Malaysia (Non-NATO): AS memblokir rudal AMRAAM untuk FA-50M. Embargo ITAR AS atas giroskop Raytheon juga membatalkan sepihak rudal anti-kapal NSM untuk kapal LCS Malaysia. (Sumber: Laporan Industri Pertahanan, Defense Express, Indomiliter)
--------------------------------
HEAD-TO-HEAD: FA-50M MALAYSIA VS F-16 INDONESIA (EMLU/BLOCK 52ID)
• Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
F-16 Indonesia unggul mutlak dengan rudal AIM-120C-7 AMRAAM (105 km).
FA-50M Malaysia mandul di luar jangkauan visual akibat blokade AS.
-
• Radius Tempur:
F-16 Indonesia jauh lebih luas (550–860 km)
FA-50M Malaysia yang terbatas (±444 km).
-
• Radar & Avionik:
F-16 Indonesia didukung komputer misi baru, radar AN/APG-68(V)9, dan helm JHMCS
FA-50M memakai radar AESA PhantomStrike berukuran kecil (±500 modul T/R).
-
• Kapasitas Senjata:
F-16 Indonesia mampu membawa hingga 7,7 ton (9 cantelan),
FA-50M yang hanya 4,5 ton (7 cantelan).
(Sumber: Raytheon, TNI AU, KAI, Lockheed Martin)
--------------------------------
F16 UPGRADE VS F18 USANG
-
PERBANDINGAN KEMAMPUAN F-16 INDONESIA DAN F-18 MALONYET =
________________________________________
Kemampuan Rudal AMRAAM:
F-16 Indonesia: Sudah mampu penuh mengoperasikan AIM-120C-7 (jarak jauh, fire-and-forget).
-
F-18 MALONYET: Terbatas; senjata utama jarak jauh masih mengandalkan AIM-7 Sparrow (teknologi lebih tua) atau R-77 pada jet tempur lain.
________________________________________
Status Modernisasi:
F-16 Indonesia: Sangat tinggi berkat program Falcon STAR-eMLU yang meremajakan seluruh sistem pesawat.
-
F-18 MALONYET: Masih menggunakan standar lama tanpa pembaruan besar pada sistem integrasi senjata BVR.
________________________________________
Radar & Avionik:
F-16 Indonesia: Menggunakan AN/APG-68(V) hasil upgrade yang lebih sensitif mendeteksi target jarak jauh.
-
F-18 MALONYET: Menggunakan AN/APG-73 standar yang kemampuannya mulai tertinggal dari versi eMLU Indonesia.
________________________________________
Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
F-16 Indonesia: Tinggi (jangkauan AMRAAM C-7 bisa mencapai lebih dari 100 km).
-
F-18 MALONYET: Sedang (ketergantungan pada rudal Sparrow membatasi jarak serang efektif).
________________________________________
Teknologi Helm Pilot:
F-16 Indonesia: Dilengkapi JHMCS (pilot bisa mengunci lawan hanya dengan menoleh).
-
F-18 MALONYET: Masih menggunakan sistem helm Standar (belum terintegrasi penuh untuk pencarian target via helm
Makanan EMPUK tambahan FA50 BLOCK 20 guys.... 🔥🔥😎😎🤣🤣🤣
BalasHapus1. F16 RADAR RONGSOK
2. T50 BASIC OMPONG RADAR
3. HAWK RONGSOK
4. M346 FA
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA-50M TUDM (Malaysia)
Radar: AESA PhantomStrike (100+ km, senyap & presisi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek, 10–20 km).
Payload: Maks. 4,5 Ton (7 cantelan).
Radius: ± 444 km.
Kelemahan: BBM internal kecil (butuh drop tank) dan tanpa kemampuan jarak jauh (AMRAAM di-banned).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
• F-16 BLOCK 15 EMLU TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (296 km + fitur SAR darat).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah/BVR, 70–105 km).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: 550 – 860 km.
Keunggulan: BBM internal besar, cocok untuk patroli jauh dengan senjata berat dan dominasi BVR.
-
• F-16 BLOCK 52ID TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (296 km, optimal cuaca buruk/malam).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X, dan intergrasi JHMCS (helm canggih).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: ± 550 km.
Keunggulan: Mesin lebih bertenaga, rangka lebih awet, unggul dogfight (JHMCS), dan dilengkapi pod Sniper ATP.
-
LCA AESA 100KM = NO BVR BARTER SAWIT
(F-16 Indonesia vs FA-50M Malaysia) :
• Jarak Tembak (BVR): Indonesia unggul. F-16: AIM-120 AMRAAM (70–105 km) vs FA-50M: Jarak pendek (AMRAAM diblokir).
• Deteksi Radar: Indonesia lebih cepat. F-16: 296 km vs FA-50M: 100+ km.
• Stamina & Radius: Indonesia lebih lama. F-16: 550–860 km vs FA-50M: ± 444 km.
• Dogfight: Indonesia unggul. F-16: Mesin lebih kuat & helm JHMCS
--------------------------------
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
DENDA= USUSD83,8 juta
RM17.5 million in special damages
RM38.7 million in further damages
USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
-------------
Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONSIAn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONSIAn army's air force unit.
Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
RM17.5 million in special damages
RM38.7 million in further damages
USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
Aerotree is also seeking to block the government from using a RM1.87 million bank guarantee it provided, and is asking for general damages for loss of reputation, plus exemplary and aggravated damages to be decided by the court.
In its 31-page claim, Aerotree said the government had agreed to lease four Blackhawk helicopters for five years at RM187.5 million. The deal was a Private Finance Initiative, meaning the government wouldn’t bear any cost or risk, as Aerotree would own, operate, and maintain the helicopters. The company said the helicopters were fully mission-capable, including for air force transport operations.
Aerotree is seeking a court declaration that the government’s termination of the agreement on Oct 31, 2024, is null and void.
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA50M RUSAK DI FILIPINA =
BELUM SAMPAI : RUSAK!!!! = MURAHAN
BELUM PERANG : RUSAK!!!! = MURAHAN
--------------------------------
Sumber Pernyataan Resmi
Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin: Konferensi pers resmi Menteri Pertahanan Malaysia pada 30 Oktober 2026 di Pangkalan Udara Labuan mengenai ferry flight pengiriman dari Korea Selatan.
-
Kementerian Pertahanan Malaysia (MINDEF) & TUDM: Rilis teknis terkait penanganan malafungsi komponen bersama tim teknisi Korea Aerospace Industries (KAI).
--------------------------------
Media Berita Utama Malaysia
Berita RTM: Saluran penyiaran publik nasional Malaysia yang menyiarkan kepastian bahwa insiden tersebut murni kendala mekanis dan bukan kecelakaan fatal (crash).
-
New Straits Times (NST): Surat kabar harian utama Malaysia yang mengulas prosedur keselamatan penerbangan jarak jauh armada baru tersebut.
--------------------------------
Media Kedirgantaraan & Analisis Pertahanan
Airspace Review: Portal militer regional yang merinci rute penerbangan pengiriman serta keputusan transit di Filipina demi pemeriksaan menyeluruh.
-
Air Times News Network: Media siber pertahanan Malaysia yang memantau kondisi kelaikan terbang komponen pesawat.
-
Defense Studies: Blog analisis pertahanan Asia Tenggara yang membahas evaluasi teknis operasional jet tempur Block 20 pasca-insiden transit.
-------------------------------
KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
-
1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
BELUM PERANG = FA50MOGOK : FA50MURAH
Hapus• Malaysia (FA-50M): USD 51,1 juta/unit (18 unit, RM 4 miliar). Versi downgrade ekonomis.
-
• Filipina: USD 58,3 juta/unit (12 unit, USD 700 juta). Versi standar.
-
• Polandia (FA-50PL): USD 63,8 juta/unit (36 unit, USD 2,3 miliar). Varian tertinggi/kustom NATO.
(Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News)
--------------------------------
HAK SENJATA & AKSES AS
• Polandia (NATO): AS mengizinkan integrasi rudal jarak jauh BVR AIM-120C AMRAAM karena status sekutu inti NATO. (Sumber: Kemenhan Polandia, Army Recognition, Aviation News Europe)
-
• Malaysia (Non-NATO): AS memblokir rudal AMRAAM untuk FA-50M. Embargo ITAR AS atas giroskop Raytheon juga membatalkan sepihak rudal anti-kapal NSM untuk kapal LCS Malaysia. (Sumber: Laporan Industri Pertahanan, Defense Express, Indomiliter)
--------------------------------
HEAD-TO-HEAD: FA-50M MALAYSIA VS F-16 INDONESIA (EMLU/BLOCK 52ID)
• Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
F-16 Indonesia unggul mutlak dengan rudal AIM-120C-7 AMRAAM (105 km).
FA-50M Malaysia mandul di luar jangkauan visual akibat blokade AS.
-
• Radius Tempur:
F-16 Indonesia jauh lebih luas (550–860 km)
FA-50M Malaysia yang terbatas (±444 km).
-
• Radar & Avionik:
F-16 Indonesia didukung komputer misi baru, radar AN/APG-68(V)9, dan helm JHMCS
FA-50M memakai radar AESA PhantomStrike berukuran kecil (±500 modul T/R).
-
• Kapasitas Senjata:
F-16 Indonesia mampu membawa hingga 7,7 ton (9 cantelan),
FA-50M yang hanya 4,5 ton (7 cantelan).
(Sumber: Raytheon, TNI AU, KAI, Lockheed Martin)
--------------------------------
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
-
Harga pesawat FA-50 Fighting Eagle buatan Korea Selatan bervariasi antar negara:
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
-
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
-
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
-------------
ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
-
angsuran untuk proyek Jet Tempur FA-50 Block 20 dengan skema Hybrid (Kredit & Barter) yang sangat unik:
Parameter Simulasi
Total Kontrak: US$ 920.000.000 (Sekitar RM 4,08 Miliar).
Pembagian Skema (50:50):
50% Kredit (Hutang): US$ 460.000.000
50% Barter (Sawit): US$ 460.000.000
Tenor (Jangka Waktu): 10 Tahun.
Estimasi Bunga KEXIM: 4,5% per tahun (mengikuti standar OECD CIRR)..
FAKTANYA dari semua segi FA50M BLOCK 20 jauh di ATAS M346 FA MASTER guys... 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapushttps://vt.tiktok.com/ZSpeJThJo/
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA50M RUSAK DI FILIPINA = MURAHAN
BELUM SAMPAI = SUDAH RUSAK!!!!
BELUM PERANG = SUDAH RUSAK!!!!
-
"rusaknya FA-50M Malaysia di Filipina" merujuk pada kendala teknis (termasuk kendala mekanis/mesin) yang dialami oleh jet tempur ringan baru milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).
Berikut adalah poin-poin penting terkait peristiwa tersebut berdasarkan situasi terbaru:
Kronologi Singkat: Jet tempur FA-50M Block 20 pertama milik Malaysia dijadwalkan terbang menuju pangkalan TUDM di Malaysia setelah resmi dikirim dari Korea Selatan. Namun, dalam rute penerbangan pengiriman (ferry flight) tersebut, pesawat terpaksa transit dan tertahan sementara di Filipina akibat adanya masalah teknis.
Kondisi Pesawat: Pesawat tersebut tidak mengalami kecelakaan fatal (crash), melainkan mengalami malafungsi komponen atau kendala mekanis yang membuatnya dinilai tidak aman untuk melanjutkan penerbangan jarak jauh sebelum diperbaiki atau diperiksa secara menyeluruh oleh tim teknisi Korea Aerospace Industries (KAI) dan TUDM.
-------------------------------
HARGA & VARIAN FA-50
Polandia (FA-50PL): USD 63,8 juta/unit (36 unit). Varian tertinggi standar NATO.
Filipina: USD 58,3 juta/unit (12 unit). Versi standar.
Malaysia (FA-50M): USD 51,1 juta/unit (18 unit). Versi downgrade ekonomis.
--------------------------------
AKSES SENJATA AS (DAMPAK STATUS NATO)
Polandia (NATO): Diizinkan mengintegrasikan rudal jarak jauh AIM-120C AMRAAM.
Malaysia (Non-NATO): Diblokir dari rudal AMRAAM dan komponen Raytheon (membatalkan rudal NSM untuk LCS).
--------------------------------
F-16 INDONESIA VS FA-50M MALAYSIA
Jarak Tempur: F-16 Indonesia unggul mutlak dengan AIM-120C-7 (105 km). FA-50M Malaysia tidak punya kemampuan jarak jauh akibat blokade AS.
Radius Tempur: F-16 lebih luas (550–860 km) vs FA-50M (±444 km).
Radar & Avionik: F-16 memakai AN/APG-68(V)9 & JHMCS (296 km) vs FA-50M dengan AESA PhantomStrike kecil (100 km).
Beban Senjata: F-16 membawa hingga 7,7 ton (9 cantelan) vs FA-50M yang hanya 4,5 ton (7 cantelan).
--------------------------------
PERBANDINGAN HARGA LCA & JET TEMPUR
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (Setara 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (Setara 4 unit FA-50M).
(Sumber: Janes, TNI AU, KAI, Lockheed Martin, Raytheon, Kemenhan Polandia)
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA-50M TUDM (Malaysia)
Radar: AESA PhantomStrike (100+ km, senyap & presisi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek, 10–20 km).
Payload: Maks. 4,5 Ton (7 cantelan).
Radius: ± 444 km.
Kelemahan: BBM internal kecil (butuh drop tank) dan tanpa kemampuan jarak jauh (AMRAAM di-banned).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
• F-16 BLOCK 15 EMLU TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (296 km + fitur SAR darat).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah/BVR, 70–105 km).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: 550 – 860 km.
Keunggulan: BBM internal besar, cocok untuk patroli jauh dengan senjata berat dan dominasi BVR.
-
• F-16 BLOCK 52ID TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (296 km, optimal cuaca buruk/malam).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X, dan intergrasi JHMCS (helm canggih).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: ± 550 km.
Keunggulan: Mesin lebih bertenaga, rangka lebih awet, unggul dogfight (JHMCS), dan dilengkapi pod Sniper ATP.
-
LCA AESA 100KM = NO BVR BARTER SAWIT
(F-16 Indonesia vs FA-50M Malaysia) :
• Jarak Tembak (BVR): Indonesia unggul. F-16: AIM-120 AMRAAM (70–105 km) vs FA-50M: Jarak pendek (AMRAAM diblokir).
• Deteksi Radar: Indonesia lebih cepat. F-16: 296 km vs FA-50M: 100+ km.
• Stamina & Radius: Indonesia lebih lama. F-16: 550–860 km vs FA-50M: ± 444 km.
• Dogfight: Indonesia unggul. F-16: Mesin lebih kuat & helm JHMCS
--------------------------------
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
--------------------------------
Helicopter deal timeline and delays
Under the agreement, Aerotree was to deliver two helicopters within six months of the April 2023 acceptance letter, and the remaining two within nine months. The company also had to provide a non-cancellable RM1.87 million implementation bond, which it secured from Perwira Affin Bank in June 2023.
Aerotree was also required to run a training and industrial collaboration programme. For this, it requested access to the Kuantan Air Force base to prepare a maintenance manual and obtain certification as an Approved Maintenance Organisation.
In July 2023, Aerotree signed a deal with Turkey’s Havelsan for Blackhawk simulator training for 14 RMAF pilots. The following month, it signed a sales agreement with Slovakia’s Training Academy to purchase and upgrade four Blackhawk helicopters.
BELUM PERANG = FA50MOGOK : FA50MURAH
Hapus• Malaysia (FA-50M): USD 51,1 juta/unit (18 unit, RM 4 miliar). Versi downgrade ekonomis.
-
• Filipina: USD 58,3 juta/unit (12 unit, USD 700 juta). Versi standar.
-
• Polandia (FA-50PL): USD 63,8 juta/unit (36 unit, USD 2,3 miliar). Varian tertinggi/kustom NATO.
(Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News)
--------------------------------
HAK SENJATA & AKSES AS
• Polandia (NATO): AS mengizinkan integrasi rudal jarak jauh BVR AIM-120C AMRAAM karena status sekutu inti NATO. (Sumber: Kemenhan Polandia, Army Recognition, Aviation News Europe)
-
• Malaysia (Non-NATO): AS memblokir rudal AMRAAM untuk FA-50M. Embargo ITAR AS atas giroskop Raytheon juga membatalkan sepihak rudal anti-kapal NSM untuk kapal LCS Malaysia. (Sumber: Laporan Industri Pertahanan, Defense Express, Indomiliter)
--------------------------------
HEAD-TO-HEAD: FA-50M MALAYSIA VS F-16 INDONESIA (EMLU/BLOCK 52ID)
• Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
F-16 Indonesia unggul mutlak dengan rudal AIM-120C-7 AMRAAM (105 km).
FA-50M Malaysia mandul di luar jangkauan visual akibat blokade AS.
-
• Radius Tempur:
F-16 Indonesia jauh lebih luas (550–860 km)
FA-50M Malaysia yang terbatas (±444 km).
-
• Radar & Avionik:
F-16 Indonesia didukung komputer misi baru, radar AN/APG-68(V)9, dan helm JHMCS
FA-50M memakai radar AESA PhantomStrike berukuran kecil (±500 modul T/R).
-
• Kapasitas Senjata:
F-16 Indonesia mampu membawa hingga 7,7 ton (9 cantelan),
FA-50M yang hanya 4,5 ton (7 cantelan).
(Sumber: Raytheon, TNI AU, KAI, Lockheed Martin)
--------------------------------
PENDAPATAN NEGARA (HASIL KERAJAAN)
RM334,1 Miliar: Estimasi total pendapatan pemerintah MALONYET.
-
75,8% Sumber Pendapatan: Berasal dari sektor pajak (pajak penghasilan individu dan perusahaan).
-
24,2% Sektor Non-Pajak: Berasal dari royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan lainnya.
-
RM343,1 Miliar: Target proyeksi pendapatan negara.
--------------------------------------------
TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah MALONYET.
-
RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
-
RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
--------------------------------------------
MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALONYET BERUTANG?
BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
Hal ini membuat pemerintah MALONYET sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
-
Defisit Anggaran Kronis
Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
Satu-satunya jalan bagi pemerintah MALONYET untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
FAKTANYA dari semua segi FA50M BLOCK 20 jauh di ATAS M346 FA MASTER guys... 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapushttps://vt.tiktok.com/ZSpeJThJo/
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA50M RUSAK DI FILIPINA = MURAHAN
BELUM SAMPAI = SUDAH RUSAK!!!!
BELUM PERANG = SUDAH RUSAK!!!!
-
"rusaknya FA-50M Malaysia di Filipina" merujuk pada kendala teknis (termasuk kendala mekanis/mesin) yang dialami oleh jet tempur ringan baru milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).
Berikut adalah poin-poin penting terkait peristiwa tersebut berdasarkan situasi terbaru:
Kronologi Singkat: Jet tempur FA-50M Block 20 pertama milik Malaysia dijadwalkan terbang menuju pangkalan TUDM di Malaysia setelah resmi dikirim dari Korea Selatan. Namun, dalam rute penerbangan pengiriman (ferry flight) tersebut, pesawat terpaksa transit dan tertahan sementara di Filipina akibat adanya masalah teknis.
Kondisi Pesawat: Pesawat tersebut tidak mengalami kecelakaan fatal (crash), melainkan mengalami malafungsi komponen atau kendala mekanis yang membuatnya dinilai tidak aman untuk melanjutkan penerbangan jarak jauh sebelum diperbaiki atau diperiksa secara menyeluruh oleh tim teknisi Korea Aerospace Industries (KAI) dan TUDM.
-------------------------------
LCA Murah NO BVR vs MRCA Mahal WITH BVR
-
FA-50M TUDM (Malaysia)
Radar: AESA PhantomStrike (100+ km, senyap & presisi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek, 10–20 km).
Payload: Maks. 4,5 Ton (7 cantelan).
Radius: ± 444 km.
Kelemahan: BBM internal kecil (butuh drop tank) dan tanpa kemampuan jarak jauh (AMRAAM di-banned).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
• F-16 BLOCK 15 EMLU TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (296 km + fitur SAR darat).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah/BVR, 70–105 km).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: 550 – 860 km.
Keunggulan: BBM internal besar, cocok untuk patroli jauh dengan senjata berat dan dominasi BVR.
-
• F-16 BLOCK 52ID TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (296 km, optimal cuaca buruk/malam).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X, dan intergrasi JHMCS (helm canggih).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: ± 550 km.
Keunggulan: Mesin lebih bertenaga, rangka lebih awet, unggul dogfight (JHMCS), dan dilengkapi pod Sniper ATP.
-
LCA AESA 100KM = NO BVR BARTER SAWIT
(F-16 Indonesia vs FA-50M Malaysia) :
Jarak Tembak (BVR): Indonesia unggul. F-16: AIM-120 AMRAAM (70–105 km) vs FA-50M: Jarak pendek (AMRAAM diblokir).
Deteksi Radar: Indonesia lebih cepat. F-16: 296 km vs FA-50M: 100+ km.
Stamina & Radius: Indonesia lebih lama. F-16: 550–860 km vs FA-50M: ± 444 km.
Dogfight: Indonesia unggul. F-16: Mesin lebih kuat & helm JHMCS
--------------------------------
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA50M RUSAK DI FILIPINA = MURAHAN
BELUM SAMPAI = SUDAH RUSAK!!!!
BELUM PERANG = SUDAH RUSAK!!!!
-
"rusaknya FA-50M Malaysia di Filipina" merujuk pada kendala teknis (termasuk kendala mekanis/mesin) yang dialami oleh jet tempur ringan baru milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).
Berikut adalah poin-poin penting terkait peristiwa tersebut berdasarkan situasi terbaru:
Kronologi Singkat: Jet tempur FA-50M Block 20 pertama milik Malaysia dijadwalkan terbang menuju pangkalan TUDM di Malaysia setelah resmi dikirim dari Korea Selatan. Namun, dalam rute penerbangan pengiriman (ferry flight) tersebut, pesawat terpaksa transit dan tertahan sementara di Filipina akibat adanya masalah teknis.
Kondisi Pesawat: Pesawat tersebut tidak mengalami kecelakaan fatal (crash), melainkan mengalami malafungsi komponen atau kendala mekanis yang membuatnya dinilai tidak aman untuk melanjutkan penerbangan jarak jauh sebelum diperbaiki atau diperiksa secara menyeluruh oleh tim teknisi Korea Aerospace Industries (KAI) dan TUDM.
-------------------------------
LCA Murah NO BVR vs MRCA Mahal WITH BVR
-
FA-50M TUDM (Malaysia)
Radar: AESA PhantomStrike (100+ km, senyap & presisi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek, 10–20 km).
Payload: Maks. 4,5 Ton (7 cantelan).
Radius: ± 444 km.
Kelemahan: BBM internal kecil (butuh drop tank) dan tanpa kemampuan jarak jauh (AMRAAM di-banned).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
• F-16 BLOCK 15 EMLU TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (296 km + fitur SAR darat).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah/BVR, 70–105 km).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: 550 – 860 km.
Keunggulan: BBM internal besar, cocok untuk patroli jauh dengan senjata berat dan dominasi BVR.
-
• F-16 BLOCK 52ID TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (296 km, optimal cuaca buruk/malam).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X, dan intergrasi JHMCS (helm canggih).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: ± 550 km.
Keunggulan: Mesin lebih bertenaga, rangka lebih awet, unggul dogfight (JHMCS), dan dilengkapi pod Sniper ATP.
-
LCA AESA 100KM = NO BVR BARTER SAWIT
(F-16 Indonesia vs FA-50M Malaysia) :
Jarak Tembak (BVR): Indonesia unggul. F-16: AIM-120 AMRAAM (70–105 km) vs FA-50M: Jarak pendek (AMRAAM diblokir).
Deteksi Radar: Indonesia lebih cepat. F-16: 296 km vs FA-50M: 100+ km.
Stamina & Radius: Indonesia lebih lama. F-16: 550–860 km vs FA-50M: ± 444 km.
Dogfight: Indonesia unggul. F-16: Mesin lebih kuat & helm JHMCS
--------------------------------
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
BELUM PERANG = FA50MOGOK : FA50MURAH
Hapus• Malaysia (FA-50M): USD 51,1 juta/unit (18 unit, RM 4 miliar). Versi downgrade ekonomis.
-
• Filipina: USD 58,3 juta/unit (12 unit, USD 700 juta). Versi standar.
-
• Polandia (FA-50PL): USD 63,8 juta/unit (36 unit, USD 2,3 miliar). Varian tertinggi/kustom NATO.
(Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News)
--------------------------------
HAK SENJATA & AKSES AS
• Polandia (NATO): AS mengizinkan integrasi rudal jarak jauh BVR AIM-120C AMRAAM karena status sekutu inti NATO. (Sumber: Kemenhan Polandia, Army Recognition, Aviation News Europe)
-
• Malaysia (Non-NATO): AS memblokir rudal AMRAAM untuk FA-50M. Embargo ITAR AS atas giroskop Raytheon juga membatalkan sepihak rudal anti-kapal NSM untuk kapal LCS Malaysia. (Sumber: Laporan Industri Pertahanan, Defense Express, Indomiliter)
--------------------------------
HEAD-TO-HEAD: FA-50M MALAYSIA VS F-16 INDONESIA (EMLU/BLOCK 52ID)
• Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
F-16 Indonesia unggul mutlak dengan rudal AIM-120C-7 AMRAAM (105 km).
FA-50M Malaysia mandul di luar jangkauan visual akibat blokade AS.
-
• Radius Tempur:
F-16 Indonesia jauh lebih luas (550–860 km)
FA-50M Malaysia yang terbatas (±444 km).
-
• Radar & Avionik:
F-16 Indonesia didukung komputer misi baru, radar AN/APG-68(V)9, dan helm JHMCS
FA-50M memakai radar AESA PhantomStrike berukuran kecil (±500 modul T/R).
-
• Kapasitas Senjata:
F-16 Indonesia mampu membawa hingga 7,7 ton (9 cantelan),
FA-50M yang hanya 4,5 ton (7 cantelan).
(Sumber: Raytheon, TNI AU, KAI, Lockheed Martin)
--------------------------------
THE MALONYET LITTORAL COMBAT SHIP (LCS) PROGRAM HAS FACED A NUMBER OF ISSUES, INCLUDING:
• Delayed delivery
The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
• Design issues
The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
• Financial issues
Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
-------------------------------------------------
MALONYET 's combat equipment has several weaknesses, including:
Ageing equipment: The MALONYET military's equipment is aging due to small procurement budgets over the past 25 years.
Lack of modern assets: The MALONYET Armed Forces (MAF) lacks modern military assets, which puts them at risk from both internal and external threats.
Russian-made weapons: MALONYET has been struggling to keep its Russian-made Su-30MKM ground-attack aircraft operational. The country is also wary of Russian-made weapons due to sanctions imposed on Russia after its invasion of Ukraine.
Local production: The MAF is reluctant to use locally produced products. Local companies have produced prototypes of pistols and rifles, but none have materialized.
Procurement system: The MALONYET procurement system needs reform.
Political interference and corruption: Political interference and corruption are undermining combat readiness.
------------------------------------------------
The MALONYET Army's readiness is affected by a number of factors, including corruption, poor planning, and inadequate funding.
Factors affecting readiness
• Corruption: The MALONYET military has been affected by corruption.
• Poor planning: The MALONYET military has been affected by poor planning.
• Political interference: Political leaders have interfered in the procurement process.
• Inadequate funding: The MALONYET military has not received adequate funding.
• Unsuitable equipment: The MALONYET military has been affected by unsuitable equipment and weapons.
• Logistical problems: The MALONYET military has been affected by logistical problems.
RADAR LEONARDO M346 FA... Hanya 92KM..? 🔥🔥🤣🤣🤣🤣🤣
BalasHapusThe Leonardo Grifo-346 (Grifo-M-346) in air-to-air mode and a tracking range of more than 50 NM (92 km).
RADAR AESA MURAH
Hapus-
Kompromi desain : Radar ini adalah kompromi jenius di mana performa jarak jauh dan daya pancar masif sengaja dikorbankan (dibatasi) demi mendapatkan radar AESA yang murah, sangat ringan, hemat daya, dan fleksibel untuk segala platform.
Arsitektur sangat kompak (Low SWaP): Pemangkasan bobot secara drastis hingga di bawah 68 kg (150 pon) bertujuan agar radar mampu masuk ke ruang hidung (radome) pesawat yang sangat terbatas.
Efisiensi konsumsi daya: Pengurangan kebutuhan pasokan listrik hingga hanya 65% dari standar radar konvensional menyesuaikan dengan keterbatasan generator listrik pada jet tempur ringan dan drone.
Inovasi pendingin udara: Penggunaan sistem pendingin udara penuh (fully air-cooled) berhasil menghilangkan kompleksitas, bobot, dan biaya perawatan tinggi dari sistem pendingin cairan tradisional.
Teknologi mutakhir tetap terjaga: Meskipun skalanya diperkecil (versi lite), radar ini tetap membawa fitur canggih seperti pemindaian berbasis Gallium Nitride (GaN) dan prosesor CHIRP untuk ketahanan jamming yang tinggi.
Fleksibilitas platform taktis: Pembatasan performa secara sengaja ini menjadi solusi optimal untuk memodernisasi jet tempur ringan (seperti KAI FA-50) serta drone tempur masa depan (CCA).
--------------------------------
RILIS RESMI PRODUSEN (RTX / RAYTHEON):
Laman Produk Resmi Raytheon PhantomStrike: Menjelaskan detail spesifikasi Low SWaP (bobot di bawah 150 pon/68 kg), pemangkasan biaya produksi hingga 50%, pemakaian daya yang hanya 65% dari radar konvensional, serta penggunaan prosesor CHIRP berbasis semikonduktor Gallium Nitride (GaN).
-
Media Analisis Militer & Pertahanan Internasional:
The War Zone (TWZ): Mengulas secara mendalam mengapa terobosan desain sistem pendingin udara penuh (fully air-cooled design) menjadi aspek penting yang menghilangkan kompleksitas pipa cairan pendingin pada radar AESA konvensional, sekaligus menganalisis kompromi keterbatasan fisiknya.
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA-50M TUDM (Malaysia)
Radar: AESA PhantomStrike (100+ km, senyap & presisi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek, 10–20 km).
Payload: Maks. 4,5 Ton (7 cantelan).
Radius: ± 444 km.
Kelemahan: BBM internal kecil (butuh drop tank) dan tanpa kemampuan jarak jauh (AMRAAM di-banned).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
• F-16 BLOCK 15 EMLU TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (296 km + fitur SAR darat).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah/BVR, 70–105 km).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: 550 – 860 km.
Keunggulan: BBM internal besar, cocok untuk patroli jauh dengan senjata berat dan dominasi BVR.
-
• F-16 BLOCK 52ID TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (296 km, optimal cuaca buruk/malam).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X, dan intergrasi JHMCS (helm canggih).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: ± 550 km.
Keunggulan: Mesin lebih bertenaga, rangka lebih awet, unggul dogfight (JHMCS), dan dilengkapi pod Sniper ATP.
-
LCA AESA 100KM = NO BVR BARTER SAWIT
(F-16 Indonesia vs FA-50M Malaysia) :
• Jarak Tembak (BVR): Indonesia unggul. F-16: AIM-120 AMRAAM (70–105 km) vs FA-50M: Jarak pendek (AMRAAM diblokir).
• Deteksi Radar: Indonesia lebih cepat. F-16: 296 km vs FA-50M: 100+ km.
• Stamina & Radius: Indonesia lebih lama. F-16: 550–860 km vs FA-50M: ± 444 km.
• Dogfight: Indonesia unggul. F-16: Mesin lebih kuat & helm JHMCS
--------------------------------
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
LOAN-BASED PROCUREMENT IN MALONSIA’S MILITARY
MALONSIA often uses loan agreements to finance large-scale defense acquisitions, especially when the cost exceeds annual defense budgets. These loans can be sourced from foreign governments, international banks, or domestic financial institutions, and are structured to support long-term modernization goals.
🔑 Key Features of Loan Procurement
Feature Description
Source of Loan Foreign governments (e.g., Poland, France, Korea), export credit agencies, or domestic banks.
Tenor & Terms Typically 5–15 years, with grace periods and interest rates negotiated based on bilateral ties.
Repayment Structure Paid in installments tied to delivery milestones or operational readiness.
Currency Often denominated in USD, EUR, or local currency depending on supplier.
Guarantees May involve sovereign guarantees or performance bonds.
Offset Clauses Includes industrial participation, technology transfer, or local assembly.
🛡️ Examples of Loan-Based Military Procurement
1. Scorpene Submarines (France)
Loan Type: Foreign loan via French financial institutions.
Value: RM3.4 billion.
Offset: Training, infrastructure, and technology transfer to Boustead Naval Shipyard.
2. PT-91M Pendekar Tanks (Poland)
Loan Type: Bilateral loan agreement with Poland.
Value: USD 370 million.
Offset: Crew training and maintenance support.
3. FA-50M Fighter Jets (South Korea)
Loan Type: Export credit facility from Korean financial institutions.
Value: RM4.08 billion.
Offset: Pilot training, simulator systems, and potential local maintenance hub.
4. NGPV Patrol Vessels (Germany)
Loan Type: Structured financing with German partners.
Value: RM5.35 billion.
Offset: Local shipbuilding capacity and technology transfer.
BELUM PERANG = FA50MOGOK : FA50MURAH
Hapus• Malaysia (FA-50M): USD 51,1 juta/unit (18 unit, RM 4 miliar). Versi downgrade ekonomis.
-
• Filipina: USD 58,3 juta/unit (12 unit, USD 700 juta). Versi standar.
-
• Polandia (FA-50PL): USD 63,8 juta/unit (36 unit, USD 2,3 miliar). Varian tertinggi/kustom NATO.
(Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News)
--------------------------------
HAK SENJATA & AKSES AS
• Polandia (NATO): AS mengizinkan integrasi rudal jarak jauh BVR AIM-120C AMRAAM karena status sekutu inti NATO. (Sumber: Kemenhan Polandia, Army Recognition, Aviation News Europe)
-
• Malaysia (Non-NATO): AS memblokir rudal AMRAAM untuk FA-50M. Embargo ITAR AS atas giroskop Raytheon juga membatalkan sepihak rudal anti-kapal NSM untuk kapal LCS Malaysia. (Sumber: Laporan Industri Pertahanan, Defense Express, Indomiliter)
--------------------------------
HEAD-TO-HEAD: FA-50M MALAYSIA VS F-16 INDONESIA (EMLU/BLOCK 52ID)
• Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
F-16 Indonesia unggul mutlak dengan rudal AIM-120C-7 AMRAAM (105 km).
FA-50M Malaysia mandul di luar jangkauan visual akibat blokade AS.
-
• Radius Tempur:
F-16 Indonesia jauh lebih luas (550–860 km)
FA-50M Malaysia yang terbatas (±444 km).
-
• Radar & Avionik:
F-16 Indonesia didukung komputer misi baru, radar AN/APG-68(V)9, dan helm JHMCS
FA-50M memakai radar AESA PhantomStrike berukuran kecil (±500 modul T/R).
-
• Kapasitas Senjata:
F-16 Indonesia mampu membawa hingga 7,7 ton (9 cantelan),
FA-50M yang hanya 4,5 ton (7 cantelan).
(Sumber: Raytheon, TNI AU, KAI, Lockheed Martin)
--------------------------------
2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
-
ANKA = LEVEL ANGOLA
SIPRI = LEVEL TIMOR LESTE
-------------------------
KLASIFIKASI OPERASIONAL DRONE ANKA
-
Kategori Dual-Role (UCAV & ISR - Serang & Intai):
Indonesia: Kontrak 12 unit ($300 juta), Kazakhstan (produksi lisensi), Aljazair (10 unit Anka-S), Tunisia (pembeli ekspor pertama), Kirgistan, dan Chad.
-
Kategori Spesialis ISR & Patroli Maritim (Hanya Intai):
MALONYET: Kontrak 3 unit varian maritim (Radar SAR) khusus pemantauan ZEE.
Angola: Pengawasan infrastruktur minyak dan wilayah pesisir.
-------------------------
2025-2024 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
-
SIPRI 2025 INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
-
SIPRI 2025 MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
TIMOR LESTE | BRUNEI | LAOS | KAMBOJA
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
---------------------------------
SIPRI 2024 INDONESIA 2 LEMBAR = KHAN | KAPLAN / HARIMAU | H225M CARACAL | AL-TARIQ (UEA) – KIT BOM | A400M ATLAS | SCORPENE EVOLVED | PPA (THAON DI REVEL CLASS) | RAFALE | BAYRAKTAR TB2 | C-130J-30 | KF-21 BORAMAE
https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan.html
-
SIPRI 2024 MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
RADAR LEONARDO M346 FA... Hanya 92KM..? 🔥🔥🤣🤣🤣🤣🤣
BalasHapusThe Leonardo Grifo-346 (Grifo-M-346) in air-to-air mode and a tracking range of more than 50 NM (92 km).
RADAR AESA MURAH
Hapus-
1. PEMBATASAN FISIK DAN UKURAN ANTENA (JUMLAH ELEMEN T/R)
Radar AESA konvensional (seperti APG-83 pada F-16 Viper atau APG-81 pada F-35) memiliki ukuran penampang antena yang besar dengan ribuan modul pemancar-penerima (Transmit/Receive Modules). PhantomStrike dirancang sangat mini dengan berat di bawah 68 kg (150 pon) agar muat di hidung pesawat kecil seperti FA-50 atau drone tempur (CCA).
-
👉Pembatasannya: Ukuran penampang yang kecil otomatis membatasi jumlah modul T/R yang bisa dipasang. Semakin sedikit modul T/R, semakin kecil pula penguatan sinyal (gain) yang dihasilkan.
--------------------------------
2. SISTEM PENDINGIN UDARA (AIR-COOLED SYSTEM)
Sebagian besar radar AESA kelas berat menggunakan sistem pendingin cairan (liquid-cooled) yang kompleks dan berat untuk meredam panas ekstrem. PhantomStrike membuat terobosan sebagai radar AESA yang sepenuhnya didinginkan oleh udara (air-cooled design).
-
👉Pembatasannya: Ketiadaan pendingin cairan menghemat ruang dan memangkas biaya perawatan, tetapi membatasi batas atas daya termal radar. Radar tidak bisa dipacu memancarkan gelombang dengan daya konvensional yang terlalu ekstrem dalam waktu lama karena keterbatasan pelepasan panas dari sistem pendingin udara.
--------------------------------
3. KONSUMSI DAYA YANG DIBATASI (LOW SWAP)
Radar ini dioptimalkan untuk konsep SWaP (Size, Weight, and Power yang rendah). Raytheon mendesainnya agar hanya mengonsumsi sekitar 65% daya dari sistem radar AESA warisan terdahulu.
-
👉Pembatasannya: Pesawat jet ringan (seperti FA-50) atau drone tidak memiliki generator listrik sebesar jet tempur berat (seperti F-15 atau Su-35). Karena asupan listrik dari pesawat terbatas, daya pancar maksimum (peak output power) radar juga terbatasi.
--------------------------------
4. IMPLIKASI PADA JARAK JANGKAU (DETECTION RANGE)
Secara hukum fisika radar, jarak jangkauan berbanding lurus dengan ukuran antena (jumlah modul) dan kekuatan daya pancar.
-
👉Pembatasannya: Karena ukuran antena lebih kecil dan dayanya dibatasi, jarak jangkauan deteksi operasional PhantomStrike tidak akan sejauh radar AESA kelas berat yang terpasang pada jet tempur superioritas udara.
--------------------------------
KESIMPULAN =
PhantomStrike disebut "versi lite" bukan karena fiturnya dipotong—ia tetap memiliki kemampuan canggih seperti digital beam forming, ketahanan jamming, serta pelacakan target udara dan darat secara simultan (interleaved). Namun, radar ini adalah kompromi jenius di mana performa jarak jauh dan daya pancar masif sengaja dikorbankan (dibatasi) demi mendapatkan radar AESA yang murah, sangat ringan, hemat daya, dan fleksibel untuk segala platform.
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA-50M TUDM (Malaysia)
Radar: AESA PhantomStrike (100+ km, senyap & presisi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek, 10–20 km).
Payload: Maks. 4,5 Ton (7 cantelan).
Radius: ± 444 km.
Kelemahan: BBM internal kecil (butuh drop tank) dan tanpa kemampuan jarak jauh (AMRAAM di-banned).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
• F-16 BLOCK 15 EMLU TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (296 km + fitur SAR darat).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah/BVR, 70–105 km).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: 550 – 860 km.
Keunggulan: BBM internal besar, cocok untuk patroli jauh dengan senjata berat dan dominasi BVR.
-
• F-16 BLOCK 52ID TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (296 km, optimal cuaca buruk/malam).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X, dan intergrasi JHMCS (helm canggih).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: ± 550 km.
Keunggulan: Mesin lebih bertenaga, rangka lebih awet, unggul dogfight (JHMCS), dan dilengkapi pod Sniper ATP.
-
LCA AESA 100KM = NO BVR BARTER SAWIT
(F-16 Indonesia vs FA-50M Malaysia) :
• Jarak Tembak (BVR): Indonesia unggul. F-16: AIM-120 AMRAAM (70–105 km) vs FA-50M: Jarak pendek (AMRAAM diblokir).
• Deteksi Radar: Indonesia lebih cepat. F-16: 296 km vs FA-50M: 100+ km.
• Stamina & Radius: Indonesia lebih lama. F-16: 550–860 km vs FA-50M: ± 444 km.
• Dogfight: Indonesia unggul. F-16: Mesin lebih kuat & helm JHMCS
--------------------------------
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
--------------------------------
FA-50M FIGHTER JET PROCUREMENT: FINANCIAL BREAKDOWN
🔹 Overview
Contract Value: USD 920 million (≈ RM4.08 billion)
Quantity: 18 FA-50M Block 20 light combat aircraft
Supplier: Korea Aerospace Industries (KAI)
Contract Signed: May 2023 at LIMA (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition)
Delivery Timeline: First batch expected in 20262
💰 Financial Structure
Component Description
Loan Source Export credit facility from South Korean financial institutions, likely backed by KEXIM (Korea Export-Import Bank).
Loan Type Government-to-government structured loan with sovereign guarantee.
Tenor Estimated 10–15 years, with grace period during manufacturing phase.
Interest Rate Preferential rate negotiated under bilateral defense cooperation.
Repayment Schedule Milestone-based: tied to aircraft delivery and acceptance testing.
Currency USD-denominated, with hedging options to mitigate forex risk.
BELUM PERANG = FA50MOGOK : FA50MURAH
Hapus• Malaysia (FA-50M): USD 51,1 juta/unit (18 unit, RM 4 miliar). Versi downgrade ekonomis.
-
• Filipina: USD 58,3 juta/unit (12 unit, USD 700 juta). Versi standar.
-
• Polandia (FA-50PL): USD 63,8 juta/unit (36 unit, USD 2,3 miliar). Varian tertinggi/kustom NATO.
(Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News)
--------------------------------
HAK SENJATA & AKSES AS
• Polandia (NATO): AS mengizinkan integrasi rudal jarak jauh BVR AIM-120C AMRAAM karena status sekutu inti NATO. (Sumber: Kemenhan Polandia, Army Recognition, Aviation News Europe)
-
• Malaysia (Non-NATO): AS memblokir rudal AMRAAM untuk FA-50M. Embargo ITAR AS atas giroskop Raytheon juga membatalkan sepihak rudal anti-kapal NSM untuk kapal LCS Malaysia. (Sumber: Laporan Industri Pertahanan, Defense Express, Indomiliter)
--------------------------------
HEAD-TO-HEAD: FA-50M MALAYSIA VS F-16 INDONESIA (EMLU/BLOCK 52ID)
• Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
F-16 Indonesia unggul mutlak dengan rudal AIM-120C-7 AMRAAM (105 km).
FA-50M Malaysia mandul di luar jangkauan visual akibat blokade AS.
-
• Radius Tempur:
F-16 Indonesia jauh lebih luas (550–860 km)
FA-50M Malaysia yang terbatas (±444 km).
-
• Radar & Avionik:
F-16 Indonesia didukung komputer misi baru, radar AN/APG-68(V)9, dan helm JHMCS
FA-50M memakai radar AESA PhantomStrike berukuran kecil (±500 modul T/R).
-
• Kapasitas Senjata:
F-16 Indonesia mampu membawa hingga 7,7 ton (9 cantelan),
FA-50M yang hanya 4,5 ton (7 cantelan).
(Sumber: Raytheon, TNI AU, KAI, Lockheed Martin)
--------------------------------
SOME WEAKNESSES OF THE MALONYET SHIPBUILDING INDUSTRY INCLUDE:
1. Delays
Consistent delays in delivering ships to customers has reduced profitability and financial results.
2. Small tonnage
MALONYET shipbuilding industry is relatively weak compared to other countries in the region, as the tonnage of ships manufactured is relatively small.
3. Supply chain disruptions
Disruptions caused by COVID-19 and the Russia-Ukraine conflict have led to supply chain disruptions and shortages of skilled personnel.
------------------------------------------------
MALONYET military procurement faces challenges due to budget constraints, outdated equipment, and political influence.
Budget constraints
• The MALONYET government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
• The government has had small procurement budgets over the last quarter-century.
• The government has had to deal with the economic impact of COVID-19.
Outdated equipment
• Most of the MALONYET military's equipment was purchased between the 1970s and 1990s.
• The air force's MiG-29 Fulcrum fighter aircraft were withdrawn from service in 2017.
• The KD Rahman submarine had technical problems and could not submerge in 2010.
Political influence
• The procurement process is subject to political influence from suppliers.
• The procurement process is sometimes vendor-driven and against strategic interests.
------------------------------------------------
The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced challenges with its equipment due to a lack of resources, outdated equipment, and corruption.
Lack of resources
• The government's defense budget is limited, making it difficult to afford modern equipment
• The government has not provided clear guidance for the future of the defense industry
• The government has not been able to increase the local content of equipment
Outdated equipment
• The RMAF's main fighter fleet includes the Su-30MKMs and Boeing F/A-18 Hornets, which are considered techNOLogically obsolete
• The RMN has many old ships, including the Kasturi-class Corvette and the Laksamana Corvette class, which were built in the 1980s
• The KD Rahman submarine had technical problems that prevented it from submerging
Corruption
• The MAF has been involved in many corruption scandals
FAKTANYA dari semua segi FA50M BLOCK 20 jauh di ATAS M346 FA MASTER guys... 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapushttps://vt.tiktok.com/ZSpeJThJo/
RADAR AESA MURAH = "hukum fisika radar tetap berlaku; luas antena yang lebih kecil dan batasan daya membuat jangkauan deteksi absolutnya berada di bawah radar AESA kelas berat".
Hapus-
1. Pembatasan Fisik dan Ukuran Antena
Sumber Berita: Laman Spesifikasi Resmi Raytheon (RTX) & Laporan Janes Defence Weekly
Narasi pada Sumber: Raytheon secara eksplisit menyatakan bahwa radar ini dirancang dengan prinsip Low SWaP-C (Size, Weight, Power, and Cost). Narasi resminya menyebutkan berat radar "di bawah 150 pon (68 kg)" dan berukuran "sepertiga dari berat radar AESA konvensional". Publikasi Janes menegaskan bahwa ukuran penampang yang sangat mini ini disesuaikan khusus agar muat di dalam hidung sempit (radome) jet tempur ringan seperti KAI FA-50, yang secara fisik membatasi jumlah baris elemen modul T/R (Transmit/Receive).
-------------------------------
2. Sistem Pendingin Udara (Air-Cooled System)
Sumber Berita: Analisis Teknologi The War Zone (TWZ)
Narasi pada Sumber: Redaksi The War Zone mengulas inovasi mekanis radar ini dengan narasi bahwa PhantomStrike adalah "radar AESA yang sepenuhnya didinginkan oleh udara (fully air-cooled design)". Narasi analisisnya menjelaskan bahwa Raytheon sengaja menghilangkan ekosistem pipa, pompa, dan cairan pendingin (liquid-cooling loops) yang berat demi menyederhanakan perawatan. Konsekuensinya, manajemen termal radar bergantung pada aliran udara pesawat, yang membatasi ambang atas pemancaran gelombang kontinu berdaya ekstrem.
-------------------------------
3. Konsumsi Daya yang Dibatasi (Low SWaP)
Sumber Berita: Raytheon Newsroom / Media Release
Narasi pada Sumber: Dalam rilis pers integrasi sistem, produsen mencantumkan narasi teknis bahwa PhantomStrike "hanya membutuhkan sekitar 65 persen daya dari radar AESA generasi sebelumnya". Narasi ini merujuk pada kenyataan bahwa generator listrik pada platform target (seperti jet FA-50 atau drone CCA) tidak sebesar milik jet tempur berat (F-15EX atau F-22), sehingga asupan daya listrik (peak power) dipangkas demi mencegah malafungsi sistem kelistrikan pesawat.
-------------------------------
4. Implikasi Jarak Jangkau & Kesimpulan "Kompromi Jenius"
Sumber Berita: Laporan Strategis Defence Security Asia & Dokumen Produk RTX
Narasi pada Sumber: Defence Security Asia menggarisbawahi kemampuan tempur jarak jauh (Beyond-Visual-Range / BVR) pesawat ringan pasca-instalasi radar ini. Narasinya menekankan bahwa meskipun dibekali teknologi semikonduktor Gallium Nitride (GaN) yang sangat sensitif, "hukum fisika radar tetap berlaku; luas antena yang lebih kecil dan batasan daya membuat jangkauan deteksi absolutnya berada di bawah radar AESA kelas berat". Oleh karena itu, industri sepakat menarasikannya sebagai "kompromi taktis terbaik"—sebuah radar kompak yang mengorbankan performa jarak ekstrem demi mendapatkan fleksibilitas, harga murah, dan kemampuan dipasang di semua platform udara kecil.
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA-50M TUDM (Malaysia)
Radar: AESA PhantomStrike (100+ km, senyap & presisi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek, 10–20 km).
Payload: Maks. 4,5 Ton (7 cantelan).
Radius: ± 444 km.
Kelemahan: BBM internal kecil (butuh drop tank) dan tanpa kemampuan jarak jauh (AMRAAM di-banned).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
• F-16 BLOCK 15 EMLU TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (296 km + fitur SAR darat).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah/BVR, 70–105 km).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: 550 – 860 km.
Keunggulan: BBM internal besar, cocok untuk patroli jauh dengan senjata berat dan dominasi BVR.
-
• F-16 BLOCK 52ID TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (296 km, optimal cuaca buruk/malam).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X, dan intergrasi JHMCS (helm canggih).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: ± 550 km.
Keunggulan: Mesin lebih bertenaga, rangka lebih awet, unggul dogfight (JHMCS), dan dilengkapi pod Sniper ATP.
-
LCA AESA 100KM = NO BVR BARTER SAWIT
(F-16 Indonesia vs FA-50M Malaysia) :
• Jarak Tembak (BVR): Indonesia unggul. F-16: AIM-120 AMRAAM (70–105 km) vs FA-50M: Jarak pendek (AMRAAM diblokir).
• Deteksi Radar: Indonesia lebih cepat. F-16: 296 km vs FA-50M: 100+ km.
• Stamina & Radius: Indonesia lebih lama. F-16: 550–860 km vs FA-50M: ± 444 km.
• Dogfight: Indonesia unggul. F-16: Mesin lebih kuat & helm JHMCS
--------------------------------
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
1. SOURCES OF LOANS
Foreign Governments / Export Credit Agencies (ECAs):
Example: when MALONSIA buys equipment from France, Germany, or South Korea, financing is often backed by the exporting country’s credit agency (e.g., COFACE in France, KEXIM in Korea).
These loans reduce the upfront burden but tie MALONSIA to the supplier’s country.
International Banks / Syndicated Loans:
Commercial banks may finance large contracts, usually guaranteed by government sovereign commitments.
Domestic Financial Institutions:
In some cases, MALONSIA uses state-owned banks or domestic bonds to raise funds for major defense projects.
________________________________________
2. Loan Structures
Export Credit Facilities:
Structured specifically for defense acquisitions, with repayment terms of 5–15 years.
Tied Loans / Buyer’s Credit:
Funds must be spent on equipment or services from the lending country. This is common in deals with European or Asian suppliers.
Mixed Financing:
A combination of loans + government budget allocations (often for training, infrastructure, or local offsets).
Grace Periods:
Many defense loans have grace periods (e.g., 3–5 years before repayment starts), matching delivery and commissioning timelines.
________________________________________
3. Why MALONSIA Uses Loans
Budget Constraints: Annual defense budget (about RM 15–20 billion in recent years) is too small for multi-billion ringgit projects like submarines, fighters, or frigates.
Modernization Goals: Loans allow simultaneous modernization (air, sea, land) instead of waiting decades.
Political Timing: Loans make it easier for governments to announce big procurements without overwhelming a single year’s budget.
Industry Development: Loans tied to offsets/technology transfers can support local shipyards (e.g., Boustead for LCS, local assembly of vehicles).
BELUM PERANG = FA50MOGOK : FA50MURAH
Hapus• Malaysia (FA-50M): USD 51,1 juta/unit (18 unit, RM 4 miliar). Versi downgrade ekonomis.
-
• Filipina: USD 58,3 juta/unit (12 unit, USD 700 juta). Versi standar.
-
• Polandia (FA-50PL): USD 63,8 juta/unit (36 unit, USD 2,3 miliar). Varian tertinggi/kustom NATO.
(Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News)
--------------------------------
HAK SENJATA & AKSES AS
• Polandia (NATO): AS mengizinkan integrasi rudal jarak jauh BVR AIM-120C AMRAAM karena status sekutu inti NATO. (Sumber: Kemenhan Polandia, Army Recognition, Aviation News Europe)
-
• Malaysia (Non-NATO): AS memblokir rudal AMRAAM untuk FA-50M. Embargo ITAR AS atas giroskop Raytheon juga membatalkan sepihak rudal anti-kapal NSM untuk kapal LCS Malaysia. (Sumber: Laporan Industri Pertahanan, Defense Express, Indomiliter)
--------------------------------
HEAD-TO-HEAD: FA-50M MALAYSIA VS F-16 INDONESIA (EMLU/BLOCK 52ID)
• Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
F-16 Indonesia unggul mutlak dengan rudal AIM-120C-7 AMRAAM (105 km).
FA-50M Malaysia mandul di luar jangkauan visual akibat blokade AS.
-
• Radius Tempur:
F-16 Indonesia jauh lebih luas (550–860 km)
FA-50M Malaysia yang terbatas (±444 km).
-
• Radar & Avionik:
F-16 Indonesia didukung komputer misi baru, radar AN/APG-68(V)9, dan helm JHMCS
FA-50M memakai radar AESA PhantomStrike berukuran kecil (±500 modul T/R).
-
• Kapasitas Senjata:
F-16 Indonesia mampu membawa hingga 7,7 ton (9 cantelan),
FA-50M yang hanya 4,5 ton (7 cantelan).
(Sumber: Raytheon, TNI AU, KAI, Lockheed Martin)
--------------------------------
MALONYET 's military procurement has several weaknesses, including:
• Corruption: The defense sector is vulnerable to corruption, and there is a high risk of corruption.
• Weak parliamentary oversight: Parliamentary oversight is weak, and financial scrutiny is limited by excessive secrecy.
• External influences: Decisions are often influenced by vendors and are against strategic interests. For example, MALONYET sometimes procures hardware in exchange for palm oil.
• Mixing and matching equipment: The MALONYET military sources weapons systems and platforms from a large variety of foreign suppliers. This makes it difficult to find personnel to manage the equipment.
• Budgetary uncertainty: There is budgetary uncertainty in defense procurement.
• Opaque decision making: Decision making in defense procurement is opaque.
• Shifting priorities: Priorities in defense procurement shift.
=================
The MALONYET Armed Forces (MAF) face a number of challenges, including limited funding, aging equipment, and a lack of modern assets.
Funding
• Small procurement budgets: The MAF has had small procurement budgets over the past 25 years.
• Fiscal limitations: The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
Aging equipment
• Outdated assets: The MAF's equipment is aging, and the government has been unable to provide modern assets.
• Withdrawal of MiG-29 Fulcrum fighter aircraft: The MAF withdrew its MiG-29 Fulcrum fighter aircraft from service in 2017.
• Su-30MKM Flanker fighter aircraft: The MAF is struggling to keep its Su-30MKM Flanker fighter ground-attack aircraft operational.
Other challenges
-------------------------------------------------
The MALONYET Armed Forces (MAF) face several problems with their combat ships, including funding, delays, and corruption.
Funding
• The MAF has been underfunded for years, especially for buying new assets.
• The government has allocated more money to maintenance and repairs than to new naval assets.
• The government has been unwilling to reduce government spending.
Delays
• The Littoral Combat Ship (LCS) program has been delayed due to technical difficulties, cost overruns, and corruption.
• The first LCS was originally scheduled for delivery in 2019, but has not yet been delivered.
Corruption
• The MALONYET Anti-Corruption Commission (MACC) arrested two senior executives involved in the LCS project.
FAKTANYA dari semua segi FA50M BLOCK 20 jauh di ATAS M346 FA MASTER guys... 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapushttps://vt.tiktok.com/ZSpeJThJo/
RADAR PHANTOMSTRIKE = 100+ KM
HapusRUDAL AIM-9 Sidewinder = 20 KM
NO AMRAAM.........
-
1. Masalah Teknis: "Otak" Ada, "Tangan" Tidak Sampai
Varian FA-50PL (Block 20) yang dipesan Polandia sebenarnya sudah dilengkapi dengan radar canggih PhantomStrike AESA buatan Raytheon (AS). Radar ini mampu melacak target dari jarak jauh dengan sangat akurat.
Masalahnya: Radar tersebut bisa "melihat" musuh sejauh 100+ km, tetapi tanpa rudal AMRAAM, FA-50 tidak punya senjata untuk menyerang target tersebut.
Ketergantungan pada AS: Karena AMRAAM adalah teknologi sensitif Amerika, meskipun pesawatnya buatan Korea Selatan (KAI), izin integrasi perangkat lunak (source code) dan izin ekspor rudal tetap harus datang dari Washington. Hingga awal 2026, izin ini belum turun.
-
2. Kesenjangan Kemampuan Tempur
Tanpa AMRAAM, FA-50 hanya bisa mengandalkan rudal jarak pendek seperti AIM-9 Sidewinder (jangkauan sekitar 10–20 km). Dalam skenario perang modern di Eropa Timur:
Kalah Jangkauan: Jet tempur Rusia (Su-35 atau Mig-31) membawa rudal R-77 yang jangkauannya melebihi 100 km.
Risiko Tinggi: FA-50 harus mendekat sangat dekat ke pesawat musuh untuk menembak, yang artinya mereka akan ditembak jatuh lebih dulu oleh musuh sebelum bisa membalas. Inilah alasan mengapa pesawat ini disebut "ompong" untuk misi superioritas udara.
-
3. Biaya Integrasi yang Membengkak
Salah satu alasan mengapa "restu" dari AS sulit didapat adalah masalah biaya dan hak intelektual.
Pemerintah AS dan perusahaan Lockheed Martin meminta biaya integrasi sistem senjata yang sangat mahal kepada pihak Korea dan Polandia.
Polandia merasa biaya tambahan ini tidak masuk akal jika dibandingkan dengan harga awal kontrak, sehingga terjadi kebuntuan negosiasi.
-
4. Perubahan Strategi: Dari "Striker" Menjadi "Pelatih"
Karena ketidakpastian senjata jarak jauh ini, Kementerian Pertahanan Polandia mengambil keputusan pahit pada akhir 2025:
Pembatalan Upgrade: 12 unit pertama (FA-50GF) yang awalnya ingin ditingkatkan ke standar tempur penuh, dibatalkan rencananya.
Fungsi Latih (LIFT): Pesawat-pesawat ini kini difokuskan untuk tugas Lead-In Fighter Trainer (LIFT). Artinya, FA-50 hanya digunakan untuk melatih pilot agar terbiasa dengan sistem kokpit digital sebelum mereka pindah ke jet tempur "sungguhan" seperti F-16 atau F-35.
Patroli Ringan: Pesawat ini tetap bisa digunakan untuk patroli udara wilayah dalam kondisi damai (Air Policing) guna mencegat helikopter atau pesawat sipil yang melanggar batas, tetapi tidak untuk bertempur di garis depan melawan jet tempur musuh.
--------------------------------
BUKTI FA50M B1 = NO AMRAAM
BUKTI FA50M B2 = AKAN/USUL AMRAAM
-
Korea Aerospace Industries (KAI) berupaya memperkuat posisinya dalam program pesawat tempur ringan Malaysia dengan mengusulkan integrasi persenjataan yang lebih luas untuk batch kedua FA-50 yang direncanakan.
Seorang perwakilan perusahaan mengatakan kepada Janes di Singapore Airshow 2026 bahwa KAI menawarkan kemampuan bagi pesawat dalam pesanan lanjutan untuk menggunakan Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120 (AMRAAM), yang menandai langkah signifikan dalam meningkatkan kemampuan peperangan di luar jangkauan visual (BVR) platform tersebut.
Perwakilan tersebut mengatakan tawaran itu adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempermanis kesepakatan bagi pemerintah Malaysia seiring kemajuannya menuju akuisisi tambahan 18 FA-50 yang telah lama dinantikan.
Kemungkinan untuk pengiriman batch kedua ini pertama kali diakui oleh KAI pada tahun 2023, ketika perusahaan tersebut mengatakan bahwa Malaysia telah menyetujui pengadaan lanjutan tak lama setelah menandatangani kontrak senilai USD920 juta untuk 18 pesawat pertama pada bulan Februari tahun itu.
https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/kai-usulkan-paket-fa-50-malaysia-batch.html
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA-50M TUDM (Malaysia)
Radar: AESA PhantomStrike (100+ km, senyap & presisi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek, 10–20 km).
Payload: Maks. 4,5 Ton (7 cantelan).
Radius: ± 444 km.
Kelemahan: BBM internal kecil (butuh drop tank) dan tanpa kemampuan jarak jauh (AMRAAM di-banned).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
• F-16 BLOCK 15 EMLU TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (296 km + fitur SAR darat).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah/BVR, 70–105 km).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: 550 – 860 km.
Keunggulan: BBM internal besar, cocok untuk patroli jauh dengan senjata berat dan dominasi BVR.
-
• F-16 BLOCK 52ID TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (296 km, optimal cuaca buruk/malam).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X, dan intergrasi JHMCS (helm canggih).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: ± 550 km.
Keunggulan: Mesin lebih bertenaga, rangka lebih awet, unggul dogfight (JHMCS), dan dilengkapi pod Sniper ATP.
-
LCA AESA 100KM = NO BVR BARTER SAWIT
(F-16 Indonesia vs FA-50M Malaysia) :
• Jarak Tembak (BVR): Indonesia unggul. F-16: AIM-120 AMRAAM (70–105 km) vs FA-50M: Jarak pendek (AMRAAM diblokir).
• Deteksi Radar: Indonesia lebih cepat. F-16: 296 km vs FA-50M: 100+ km.
• Stamina & Radius: Indonesia lebih lama. F-16: 550–860 km vs FA-50M: ± 444 km.
• Dogfight: Indonesia unggul. F-16: Mesin lebih kuat & helm JHMCS
--------------------------------
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
LOAN-BASED DEFENSE PROCUREMENT: A STRATEGIC FINANCIAL MODEL
🔹 Why Loans Are Used
MALONSIA’s annual defense budget is limited and must cover personnel, operations, maintenance, and development. When major acquisitions—such as submarines, fighter jets, or armored vehicles—exceed available funds, the government turns to loan agreements to:
Spread payments over multiple years.
Avoid sudden budget shocks.
Enable long-term modernization without compromising operational readiness.
-----------------
🔸 Sources of Loans
Source Type Description
Foreign Governments Bilateral defense deals often include soft loans or export credits. Example: Poland for PT-91M tanks.
Export Credit Agencies Institutions like Korea Eximbank or France’s Coface offer financing tied to defense exports.
International Banks Commercial banks may offer syndicated loans for large naval or aerospace projects.
Domestic Institutions MALONSIAn banks or government-linked investment entities may co-finance local components.
-----------------
🔸 Structure of Loan Agreements
Component Details
Tenor Typically 5–15 years depending on asset lifespan and delivery schedule.
Grace Period Often 1–3 years during manufacturing phase before repayment begins.
Interest Rate Negotiated based on bilateral ties; may be fixed or floating.
Repayment Terms Milestone-based: payments tied to delivery, testing, or commissioning.
Currency Usually USD or EUR; hedging used to manage forex risk.
Guarantees Sovereign guarantees or performance bonds to secure repayment.
BELUM PERANG = FA50MOGOK : FA50MURAH
Hapus• Malaysia (FA-50M): USD 51,1 juta/unit (18 unit, RM 4 miliar). Versi downgrade ekonomis.
-
• Filipina: USD 58,3 juta/unit (12 unit, USD 700 juta). Versi standar.
-
• Polandia (FA-50PL): USD 63,8 juta/unit (36 unit, USD 2,3 miliar). Varian tertinggi/kustom NATO.
(Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News)
--------------------------------
HAK SENJATA & AKSES AS
• Polandia (NATO): AS mengizinkan integrasi rudal jarak jauh BVR AIM-120C AMRAAM karena status sekutu inti NATO. (Sumber: Kemenhan Polandia, Army Recognition, Aviation News Europe)
-
• Malaysia (Non-NATO): AS memblokir rudal AMRAAM untuk FA-50M. Embargo ITAR AS atas giroskop Raytheon juga membatalkan sepihak rudal anti-kapal NSM untuk kapal LCS Malaysia. (Sumber: Laporan Industri Pertahanan, Defense Express, Indomiliter)
--------------------------------
HEAD-TO-HEAD: FA-50M MALAYSIA VS F-16 INDONESIA (EMLU/BLOCK 52ID)
• Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
F-16 Indonesia unggul mutlak dengan rudal AIM-120C-7 AMRAAM (105 km).
FA-50M Malaysia mandul di luar jangkauan visual akibat blokade AS.
-
• Radius Tempur:
F-16 Indonesia jauh lebih luas (550–860 km)
FA-50M Malaysia yang terbatas (±444 km).
-
• Radar & Avionik:
F-16 Indonesia didukung komputer misi baru, radar AN/APG-68(V)9, dan helm JHMCS
FA-50M memakai radar AESA PhantomStrike berukuran kecil (±500 modul T/R).
-
• Kapasitas Senjata:
F-16 Indonesia mampu membawa hingga 7,7 ton (9 cantelan),
FA-50M yang hanya 4,5 ton (7 cantelan).
(Sumber: Raytheon, TNI AU, KAI, Lockheed Martin)
--------------------------------
The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several challenges that have contributed to its aircraft fleet weakness, including budget constraints, techNOLogical obsolescence, and frequent government changes.
Budget constraints
• The MALONYET government's military budget fluctuates with the economy. The 1997 Asian financial crisis and the COVID-19 pandemic have both held back defense spending.
• The government has limited defense modernization funds.
TechNOLogical obsolescence
• The RMAF's fleet of legacy Hornets are rapidly becoming techNOLogically obsolete.
• Maintaining a large fleet of aging aircraft can be expensive and burdensome.
Frequent government changes
• Since 2018, MALONYET has had four Prime Ministers and governments.
• The government is focused on other priorities, such as revitalizing the economy and reducing the national deficit.
------------------------------------------------=
Some say that MALONYET 's military has outdated aircraft, but the country has also been modernizing its military with new equipment and programs.
Outdated aircraft
• Some say that MALONYET 's aircraft are becoming techNOLogically obsolete.
• A larger fleet of older aircraft could be difficult to maintain.
Modernization programs
• The MALONYET Army has a program called the Future Soldier System (FSS) to equip soldiers with personal protection equipment.
• The MALONYET government has allocated funds for maintenance, repairs, and new military assets.
Defense budget
• MALONYET 's defense budget is USD4 billion, which supports a modest ground force and an improving air force.
• The government has allocated funds for maintenance, repairs, and new military assets
-------------------------------------------------
The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including outdated equipment, financial constraints, and corruption.
Outdated equipment
• Most of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s.
• Some of the navy's fleet and helicopters were commissioned in the 1960s.
• The government auditor-general found that half of the navy's ships were beyond their serviceable lifespan.
• The KD Rahman submarine had technical problems that prevented it from submerging.
Financial constraints
• The government's financial ability may limit the MAF's ability to develop and equip modern assets.
• The government's budget allocation may need to be spent prudently.
Corruption
BELUM PERANG = FA50MOGOK : FA50MURAH
BalasHapus• Malaysia (FA-50M): USD 51,1 juta/unit (18 unit, RM 4 miliar). Versi downgrade ekonomis.
-
• Filipina: USD 58,3 juta/unit (12 unit, USD 700 juta). Versi standar.
-
• Polandia (FA-50PL): USD 63,8 juta/unit (36 unit, USD 2,3 miliar). Varian tertinggi/kustom NATO.
(Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News)
--------------------------------
HAK SENJATA & AKSES AS
• Polandia (NATO): AS mengizinkan integrasi rudal jarak jauh BVR AIM-120C AMRAAM karena status sekutu inti NATO. (Sumber: Kemenhan Polandia, Army Recognition, Aviation News Europe)
-
• Malaysia (Non-NATO): AS memblokir rudal AMRAAM untuk FA-50M. Embargo ITAR AS atas giroskop Raytheon juga membatalkan sepihak rudal anti-kapal NSM untuk kapal LCS Malaysia. (Sumber: Laporan Industri Pertahanan, Defense Express, Indomiliter)
--------------------------------
HEAD-TO-HEAD: FA-50M MALAYSIA VS F-16 INDONESIA (EMLU/BLOCK 52ID)
• Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
F-16 Indonesia unggul mutlak dengan rudal AIM-120C-7 AMRAAM (105 km).
FA-50M Malaysia mandul di luar jangkauan visual akibat blokade AS.
-
• Radius Tempur:
F-16 Indonesia jauh lebih luas (550–860 km)
FA-50M Malaysia yang terbatas (±444 km).
-
• Radar & Avionik:
F-16 Indonesia didukung komputer misi baru, radar AN/APG-68(V)9, dan helm JHMCS
FA-50M memakai radar AESA PhantomStrike berukuran kecil (±500 modul T/R).
-
• Kapasitas Senjata:
F-16 Indonesia mampu membawa hingga 7,7 ton (9 cantelan),
FA-50M yang hanya 4,5 ton (7 cantelan).
(Sumber: Raytheon, TNI AU, KAI, Lockheed Martin)
--------------------------------
MALONYET 's military has faced a number of challenges in maintaining its equipment, including:
• Budgetary limitations
Successive governments have been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
• Corruption
Defence procurement has been characterized by corruption, budgetary uncertainty, and opaque decision making.
• Outdated equipment
The Royal MALONYET Air Force (RMAF) has a large fleet of aging aircraft that are difficult to maintain.
• Political interference
Political interference has undermined combat readiness.
• Logistics weaknesses
There are issues with the quality of logistics equipment and the delivery of spares to soldiers .
------------------------------------------------=
MALONYET 's armed forces face several problems related to cost, including fiscal limitations, outdated equipment, and a lack of investment in research and development.
Fiscal limitations
• Limited defense budget
MALONYET 's defense budget has been limited by fiscal constraints, with governments unwilling to cut spending in other areas.
• Low percentage of GDP
MALONYET 's defense budget has never exceeded 1.5% of GDP in the last 20 years.
Outdated equipment
• Old ships
The Royal MALONYET Navy (RMN) has many old ships, including some that are over 40 years old.
• Outdated inventory
The MAF has outdated inventory stock, which can affect the country's security.
Lack of investment in research and development
------------------------------------------------=
The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of problems with its assets, including outdated equipment, limited procurement budgets, and political interference.
Outdated equipment
• Many of the MAF's assets are outdated, with most of the equipment purchased between the 1970s and 1990s.
• The Royal MALONYET Navy (RMN) has many vessels that are past their intended service life.
• The Royal MALONYET Air Force (RMAF) needs to replace its Nuri helicopters, which were first commissioned in 1968.
Limited procurement budgets
• The MAF has had limited procurement budgets for the past quarter-century.
• The global financial crisis caused the MAF to postpone large purchases.
• The MAF has struggled to acquire modern military assets.
Political interference
• Political interference and corruption have undermined the MAF's combat readiness.
• The MAF has faced challenges in engaging with non-traditional security challenges.
BELUM PERANG = FA50MOGOK : FA50MURAH
BalasHapus• Malaysia (FA-50M): USD 51,1 juta/unit (18 unit, RM 4 miliar). Versi downgrade ekonomis.
-
• Filipina: USD 58,3 juta/unit (12 unit, USD 700 juta). Versi standar.
-
• Polandia (FA-50PL): USD 63,8 juta/unit (36 unit, USD 2,3 miliar). Varian tertinggi/kustom NATO.
(Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News)
--------------------------------
HAK SENJATA & AKSES AS
• Polandia (NATO): AS mengizinkan integrasi rudal jarak jauh BVR AIM-120C AMRAAM karena status sekutu inti NATO. (Sumber: Kemenhan Polandia, Army Recognition, Aviation News Europe)
-
• Malaysia (Non-NATO): AS memblokir rudal AMRAAM untuk FA-50M. Embargo ITAR AS atas giroskop Raytheon juga membatalkan sepihak rudal anti-kapal NSM untuk kapal LCS Malaysia. (Sumber: Laporan Industri Pertahanan, Defense Express, Indomiliter)
--------------------------------
HEAD-TO-HEAD: FA-50M MALAYSIA VS F-16 INDONESIA (EMLU/BLOCK 52ID)
• Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
F-16 Indonesia unggul mutlak dengan rudal AIM-120C-7 AMRAAM (105 km).
FA-50M Malaysia mandul di luar jangkauan visual akibat blokade AS.
-
• Radius Tempur:
F-16 Indonesia jauh lebih luas (550–860 km)
FA-50M Malaysia yang terbatas (±444 km).
-
• Radar & Avionik:
F-16 Indonesia didukung komputer misi baru, radar AN/APG-68(V)9, dan helm JHMCS
FA-50M memakai radar AESA PhantomStrike berukuran kecil (±500 modul T/R).
-
• Kapasitas Senjata:
F-16 Indonesia mampu membawa hingga 7,7 ton (9 cantelan),
FA-50M yang hanya 4,5 ton (7 cantelan).
(Sumber: Raytheon, TNI AU, KAI, Lockheed Martin)
--------------------------------
MALONYET 's military has faced a number of challenges in maintaining its equipment, including:
• Budgetary limitations
Successive governments have been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
• Corruption
Defence procurement has been characterized by corruption, budgetary uncertainty, and opaque decision making.
• Outdated equipment
The Royal MALONYET Air Force (RMAF) has a large fleet of aging aircraft that are difficult to maintain.
• Political interference
Political interference has undermined combat readiness.
• Logistics weaknesses
There are issues with the quality of logistics equipment and the delivery of spares to soldiers .
------------------------------------------------=
MALONYET 's armed forces face several problems related to cost, including fiscal limitations, outdated equipment, and a lack of investment in research and development.
Fiscal limitations
• Limited defense budget
MALONYET 's defense budget has been limited by fiscal constraints, with governments unwilling to cut spending in other areas.
• Low percentage of GDP
MALONYET 's defense budget has never exceeded 1.5% of GDP in the last 20 years.
Outdated equipment
• Old ships
The Royal MALONYET Navy (RMN) has many old ships, including some that are over 40 years old.
• Outdated inventory
The MAF has outdated inventory stock, which can affect the country's security.
Lack of investment in research and development
------------------------------------------------=
The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of problems with its assets, including outdated equipment, limited procurement budgets, and political interference.
Outdated equipment
• Many of the MAF's assets are outdated, with most of the equipment purchased between the 1970s and 1990s.
• The Royal MALONYET Navy (RMN) has many vessels that are past their intended service life.
• The Royal MALONYET Air Force (RMAF) needs to replace its Nuri helicopters, which were first commissioned in 1968.
Limited procurement budgets
• The MAF has had limited procurement budgets for the past quarter-century.
• The global financial crisis caused the MAF to postpone large purchases.
• The MAF has struggled to acquire modern military assets.
Political interference
• Political interference and corruption have undermined the MAF's combat readiness.
• The MAF has faced challenges in engaging with non-traditional security challenges.
AMRAAM = BLOKIR USA
BalasHapusNSM = BANNED NORWEGIA
-
AESA MURAH 100 KM = PENDEK
FA50M AESA PhantomStrike kecil (±500 modul T/R) = 100 KM
-
T50i = 296 KM
F16 = 396 KM
--------------------------------
🇲🇾 Kelompok Pesawat TUDM (Malaysia)
FA-50M
Radar: AESA Raytheon PhantomStrike (Jangkauan 100+ km, senyap, andal, LPI, dan presisi tinggi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek berpandu inframerah canggih, 10–20 km).
Payload: Maksimal 4,5 Ton dengan 7 cantelan (hardpoints) persenjataan.
Radius Tempur: Kisaran ± 444 km (bergantung pada profil misi).
Kelemahan & Batasan: Kapasitas bahan bakar internal relatif kecil (sangat bergantung pada tangki cadangan/drop tank), serta saat ini belum memiliki kemampuan tempur jarak jauh / BVR karena integrasi rudal AIM-120 AMRAAM di-banned (belum mendapat lisensi ekspor AS).
Komposisi & Sumber: Armada terdiri dari 10 LCA (Light Combat Aircraft) + 8 LIFT (Lead-In Fighter Trainer). Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News, Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
T-50i Golden Eagle
Radar: Mekanis Multi-mode Elta EL/M-2032 (Jangkauan udara/darat 150 km, jangkauan laut hingga 296 km).
Senjata: Kanon internal Gatling M197 20 mm, rudal jarak pendek AIM-9 Sidewinder, rudal udara-ke-darat AGM-65 Maverick.
Peran & Status: Peningkatan (upgrade) kontrak 2018 senilai USD 89 juta mengubah fungsinya dari pesawat latih menjadi pesawat tempur ringan taktis (light fighter).
-
F-16 Block 15 EMLU
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (Jangkauan deteksi udara maksimal 296 km dilengkapi fitur Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemetaan darat presisi tinggi).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah hingga BVR, jangkauan 70–105 km).
Payload: Maksimal 7,7 Ton dengan 9 cantelan persenjataan.
Radius Tempur: 550 – 860 km (fleksibilitas jelajah tinggi).
Keunggulan Utama: Kapasitas BBM internal besar dan struktur rangka yang diperkuat melalui program EMLU (Enhanced Mid-Life Update), sangat ideal untuk patroli maritim jarak jauh dengan senjata berat dan dominasi pertempuran di luar jangkauan visual (BVR).
-
F-16 Block 52ID
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (Jangkauan maksimal 296 km, dioptimalkan untuk performa cuaca buruk dan operasi malam hari).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X Sidewinder, dan terintegrasi penuh dengan sistem helm canggih JHMCS (Joint Helmet Mounted Cueing System).
Payload: Maksimal 7,7 Ton dengan 9 cantelan persenjataan.
Radius Tempur: Kisaran ± 550 km.
Keunggulan Utama: Menggunakan mesin yang jauh lebih bertenaga, ketahanan rangka pesawat lebih panjang, keunggulan mutlak dalam pertempuran jarak dekat (dogfight) berkat kombinasi JHMCS + AIM-9X, serta dilengkapi pod pengintai/penargetan pintar Sniper ATP.
--------------------------------
TERMURAH
TERMURAH
TERMURAH
TERMURAH
TERMURAH
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit)
KA-350i King Air...
BalasHapusini Beechcraft 350, ini yg di apgred bareng cn235 mpa ituw kaan...bravooo haha!✌️😉👍
kahsiyan negri🎰kasino genting mana punyak yg elit sperti ini haha!🤣👌⚡️
FAKTANYA dari semua segi FA50M BLOCK 20 jauh di ATAS M346 FA MASTER guys... 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapushttps://vt.tiktok.com/ZSpeJThJo/
AMRAAM = BLOKIR USA
HapusNSM = BANNED NORWEGIA
-
MALINGSIAL KLAIM FA50PL
MALINGSIAL KLAIM FA50PL
MALINGSIAL KLAIM FA50PL
MALINGSIAL KLAIM FA50PL
MALINGSIAL KLAIM FA50PL
MALINGSIAL KLAIM FA50PL
-
NON NATO = BANNED NSM BLOKIR AMRAAM
GEMPURWIRA31 Oktober 2026 pukul 15.10
Jaga Jaga F16 RADAR RONGSOK... ANDA dalam jangkauan misil AMRAAM .... 🤣🤣🤣
U.S. Approves AIM-120 AMRAAM Missiles for Poland FA-50PL Jets Unlocking Beyond Visual Range Combat.
https://www.armyrecognition.com/news/aerospace-news/2026/u-s-approves-aim-120-amraam-missiles-for-poland-fa-50pl-jets-unlocking-beyond-visual-range-combat
-
🇲🇾 Malaysia (Non-NATO / Blok Netral)
Status Radar AESA: PhantomStrike Terbatas Otomatis.
Integrasi AIM-120 AMRAAM: Mengalami Hambatan / Ditangguhkan. AS menahan pelepasan source code enkripsi taktis radar ke rudal.
Jangkauan Tempur Nyata: Terpangkas ke Jarak Dekat (<30 KM). Radar mampu melihat target jarak jauh, namun senjata udara terjauh saat ini terbatas pada AIM-9X Sidewinder.
Kasus Rudal Anti-Kapal (NSM): Dibatalkan Sepihak oleh Norwegia (2026). Izin ekspor NSM untuk proyek kapal LCS Maharaja Lela dicabut total.
-
FA-50M
Radar: AESA Raytheon PhantomStrike (Jangkauan 100+ km, senyap, andal, LPI, dan presisi tinggi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek berpandu inframerah canggih, 10–20 km).
Payload: Maksimal 4,5 Ton dengan 7 cantelan (hardpoints) persenjataan.
Radius Tempur: Kisaran ± 444 km (bergantung pada profil misi).
Kelemahan & Batasan: Kapasitas bahan bakar internal relatif kecil (sangat bergantung pada tangki cadangan/drop tank), serta saat ini belum memiliki kemampuan tempur jarak jauh / BVR karena integrasi rudal AIM-120 AMRAAM di-banned (belum mendapat lisensi ekspor AS).
Komposisi & Sumber: Armada terdiri dari 10 LCA (Light Combat Aircraft) + 8 LIFT (Lead-In Fighter Trainer). Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News, Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
🇵🇱 Polandia (Anggota NATO)
Status Radar AESA: PhantomStrike Aktif Otomatis.
Integrasi AIM-120 AMRAAM: Disetujui Resmi (April 2026). Mendapat izin penuh varian C-5, C-7, dan C-8 untuk armada FA-50PL.
Jangkauan Tempur Nyata: Penuh (100 - 150+ KM). Radar mampu mengunci target BVR jarak jauh dan langsung mengeksekusinya dengan AMRAAM.
Kasus Rudal Anti-Kapal (NSM): Akses Penuh Tanpa Hambatan. Sebagai sekutu dekat, Polandia leluasa membeli rudal NSM untuk sistem pertahanan pantai mereka.
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit)
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA-50M TUDM (Malaysia)
Radar: AESA PhantomStrike (100+ km, senyap & presisi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek, 10–20 km).
Payload: Maks. 4,5 Ton (7 cantelan).
Radius: ± 444 km.
Kelemahan: BBM internal kecil (butuh drop tank) dan tanpa kemampuan jarak jauh (AMRAAM di-banned).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
• F-16 BLOCK 15 EMLU TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (296 km + fitur SAR darat).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah/BVR, 70–105 km).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: 550 – 860 km.
Keunggulan: BBM internal besar, cocok untuk patroli jauh dengan senjata berat dan dominasi BVR.
-
• F-16 BLOCK 52ID TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (296 km, optimal cuaca buruk/malam).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X, dan intergrasi JHMCS (helm canggih).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: ± 550 km.
Keunggulan: Mesin lebih bertenaga, rangka lebih awet, unggul dogfight (JHMCS), dan dilengkapi pod Sniper ATP.
-
LCA AESA 100KM = NO BVR BARTER SAWIT
(F-16 Indonesia vs FA-50M Malaysia) :
• Jarak Tembak (BVR): Indonesia unggul. F-16: AIM-120 AMRAAM (70–105 km) vs FA-50M: Jarak pendek (AMRAAM diblokir).
• Deteksi Radar: Indonesia lebih cepat. F-16: 296 km vs FA-50M: 100+ km.
• Stamina & Radius: Indonesia lebih lama. F-16: 550–860 km vs FA-50M: ± 444 km.
• Dogfight: Indonesia unggul. F-16: Mesin lebih kuat & helm JHMCS
--------------------------------
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
MALONSIA's approach to financing large-scale defense acquisitions often involves the use of loan agreements :
The Need for Loan Agreements
• High Cost of Modern Defense Systems: Modern military equipment, such as fighter jets, naval vessels, submarines, air defense systems, and advanced armored vehicles, are extremely expensive. A single major acquisition can easily exceed MALONSIA's annual defense budget.
• Budgetary Constraints: While MALONSIA allocates a significant portion of its budget to defense, there are always competing demands from other sectors like education, healthcare, infrastructure, and social welfare. This limits the amount that can be immediately spent on defense acquisitions.
• Long-Term Modernization Goals: MALONSIA has a continuous need to modernize its armed forces to maintain regional security, protect its sovereignty, and respond to evolving threats. Loan agreements facilitate these long-term strategic objectives by spreading the financial burden over several years.
BELUM PERANG = FA50MOGOK : FA50MURAH
Hapus• Malaysia (FA-50M): USD 51,1 juta/unit (18 unit, RM 4 miliar). Versi downgrade ekonomis.
-
• Filipina: USD 58,3 juta/unit (12 unit, USD 700 juta). Versi standar.
-
• Polandia (FA-50PL): USD 63,8 juta/unit (36 unit, USD 2,3 miliar). Varian tertinggi/kustom NATO.
(Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News)
--------------------------------
HAK SENJATA & AKSES AS
• Polandia (NATO): AS mengizinkan integrasi rudal jarak jauh BVR AIM-120C AMRAAM karena status sekutu inti NATO. (Sumber: Kemenhan Polandia, Army Recognition, Aviation News Europe)
-
• Malaysia (Non-NATO): AS memblokir rudal AMRAAM untuk FA-50M. Embargo ITAR AS atas giroskop Raytheon juga membatalkan sepihak rudal anti-kapal NSM untuk kapal LCS Malaysia. (Sumber: Laporan Industri Pertahanan, Defense Express, Indomiliter)
--------------------------------
HEAD-TO-HEAD: FA-50M MALAYSIA VS F-16 INDONESIA (EMLU/BLOCK 52ID)
• Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
F-16 Indonesia unggul mutlak dengan rudal AIM-120C-7 AMRAAM (105 km).
FA-50M Malaysia mandul di luar jangkauan visual akibat blokade AS.
-
• Radius Tempur:
F-16 Indonesia jauh lebih luas (550–860 km)
FA-50M Malaysia yang terbatas (±444 km).
-
• Radar & Avionik:
F-16 Indonesia didukung komputer misi baru, radar AN/APG-68(V)9, dan helm JHMCS
FA-50M memakai radar AESA PhantomStrike berukuran kecil (±500 modul T/R).
-
• Kapasitas Senjata:
F-16 Indonesia mampu membawa hingga 7,7 ton (9 cantelan),
FA-50M yang hanya 4,5 ton (7 cantelan).
(Sumber: Raytheon, TNI AU, KAI, Lockheed Martin)
--------------------------------
MALONYET military budget is allocated to protect the country's sovereignty and security. The budget includes the cost of military personnel, maintenance, procurement, research and development, and military aid.
• Budget constraints
Historical budget constraints and competing national priorities can limit the military budget.
• Economic limitations
Economic limitations can delay or cancel military modernization initiatives.
• Regional security challenges
The country's awareness of regional security challenges can impact the military budget.
What is the military budget for 2025?
• MALONYET 2025 defense allocation was RM21.2 billion (USD4.5 billion), a 7.08% increase from the previous year.
• The budget included USD1.3 billion for maintenance and repair work and the procurement of new military assets.
------------------------------------------------
The MALONYET armed forces face several problems with procurement, including:
• Cost: The cost of procurement is a major challenge.
• Corruption: Corruption is a recurring problem in the MALONYET military.
• Budgetary uncertainty: The MALONYET government has been unwilling to cut spending elsewhere to fund defense.
• Opaque decision making: The decision-making process is often opaque and vendor-driven.
• Political influence: Political influence is often used to circumvent established protocols.
• External influences: The procurement process is subject to external influences, such as political influence from suppliers.
• Weak external oversight: The external oversight of the procurement process is weak.
• Mixing and matching equipment: The MALONYET military sources equipment from many different sources, which can make it difficult to find personnel to manage the equipment.
• Outdated inventory: The MALONYET armed forces have outdated inventory stock.
FAKTANYA dari semua segi FA50M BLOCK 20 jauh di ATAS M346 FA MASTER guys... 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapushttps://vt.tiktok.com/ZSpeJThJo/
TIMELINE IMPOR BERAS = DEFISIT BERAS
HapusTahun 2006
• Konsumsi: 2,21 Juta Ton
• Produksi: 1,57 Juta Ton
• Defisit: 0,64 Juta Ton
• Impor: 0,64 Juta Ton
-
Tahun 2007
• Konsumsi: 2,25 Juta Ton
• Produksi: 1,59 Juta Ton
• Defisit: 0,66 Juta Ton
• Impor: 0,66 Juta Ton
-
Tahun 2008
• Konsumsi: 2,30 Juta Ton
• Produksi: 1,61 Juta Ton
• Defisit: 0,69 Juta Ton
• Impor: 0,69 Juta Ton
-
Tahun 2009
• Konsumsi: 2,36 Juta Ton
• Produksi: 1,66 Juta Ton
• Defisit: 0,70 Juta Ton
• Impor: 0,70 Juta Ton
-
Tahun 2010
• Konsumsi: 2,42 Juta Ton
• Produksi: 1,64 Juta Ton
• Defisit: 0,78 Juta Ton
• Impor: 0,78 Juta Ton
-
Tahun 2011
• Konsumsi: 2,47 Juta Ton
• Produksi: 1,61 Juta Ton
• Defisit: 0,86 Juta Ton
• Impor: 0,86 Juta Ton
-
Tahun 2012
• Konsumsi: 2,52 Juta Ton
• Produksi: 1,67 Juta Ton
• Defisit: 0,85 Juta Ton
• Impor: 0,85 Juta Ton
-
Tahun 2013
• Konsumsi: 2,57 Juta Ton
• Produksi: 1,69 Juta Ton
• Defisit: 0,88 Juta Ton
• Impor: 0,88 Juta Ton
-
Tahun 2014
• Konsumsi: 2,62 Juta Ton
• Produksi: 1,71 Juta Ton
• Defisit: 0,91 Juta Ton
• Impor: 0,91 Juta Ton
-
Tahun 2015
• Konsumsi: 2,67 Juta Ton
• Produksi: 1,73 Juta Ton
• Defisit: 0,94 Juta Ton
• Impor: 0,94 Juta Ton
________________________________________
Era 2016–2022 (Stagnasi Produksi)
Tahun 2016
• Konsumsi: 2,70 Juta Ton
• Produksi: 1,68 Juta Ton
• Defisit: 1,02 Juta Ton
• Impor: 1,02 Juta Ton
-
Tahun 2017
• Konsumsi: 2,72 Juta Ton
• Produksi: 1,70 Juta Ton
• Defisit: 1,02 Juta Ton
• Impor: 1,02 Juta Ton
-
Tahun 2018
• Konsumsi: 2,75 Juta Ton
• Produksi: 1,65 Juta Ton
• Defisit: 1,10 Juta Ton
• Impor: 1,10 Juta Ton
-
Tahun 2019
• Konsumsi: 2,78 Juta Ton
• Produksi: 1,51 Juta Ton
• Defisit: 1,27 Juta Ton
• Impor: 1,27 Juta Ton
-
Tahun 2020
• Konsumsi: 2,82 Juta Ton
• Produksi: 1,55 Juta Ton
• Defisit: 1,27 Juta Ton
• Impor: 1,27 Juta Ton
-
Tahun 2021
• Konsumsi: 2,85 Juta Ton
• Produksi: 1,60 Juta Ton
• Defisit: 1,25 Juta Ton
• Impor: 1,25 Juta Ton
-
Tahun 2022
• Konsumsi: 2,68 Juta Ton
• Produksi: 1,50 Juta Ton
• Defisit: 1,18 Juta Ton
• Impor: 1,18 Juta Ton
________________________________________
Era 2023–2025 (Krisis SSL & Lonjakan Kebutuhan)
Tahun 2023
• Konsumsi: 2,72 Juta Ton
• Produksi: 1,44 Juta Ton
• Defisit: 1,28 Juta Ton
• Swasembada (SSL): 56,2%
• Impor: 43,8% (atau sekitar 1,19 Juta Ton)
-
Tahun 2024
• Konsumsi: 3,00 Juta Ton
• Produksi: 1,44 Juta Ton
• Defisit: 1,56 Juta Ton
• Swasembada (SSL): 52,9%
• Impor: 47,1% (atau sekitar 1,41 Juta Ton)
-
Tahun 2025
• Konsumsi: 3,10 Juta Ton
• Produksi: 1,48 Juta Ton
• Defisit: 1,62 Juta Ton
• Swasembada (SSL): 54,3%
• Impor: 45,7% (atau sekitar 1,42 Juta Ton)
📌 Sumber Data Terintegrasi: KPKM, DOSM, BERNAMA, BERNAS, dan EPU Malaysia.
FA50Murah Barter Sawit = 100KM NO BVR
HapusT50i = 296KM
T50TH = 296KM
F16 = 296KM
--------------------------------
PERBANDINGAN RADAR & JANGKAUAN (MAKSIMAL)
FA-50M (Malaysia): Radar AESA PhantomStrike (100 km) | Radius Tempur: ±444 km
T-50i (Indonesia): Radar Elta EL/M-2032 (Udara/Darat 150 km, Laut 296 km)
T-50TH (Thailand): Jangkauan radar 296 km
F-16 (Indonesia): Radar AN/APG-68(V)9 (296 km) | Rudal BVR AIM-120C-7 (105 km) | Radius Tempur: 550–860 km
-
SPESIFIKASI TEMPUR & MUATAN
FA-50M: Muatan 4,5 ton | 7 cantelan | Jarak tempur terbatas (blokade AS, tanpa BVR).
F-16 Indonesia : Muatan 7,7 ton | 9 cantelan | Jangkauan luas & unggul mutlak.
T-50i Indonesia : Kanon 20mm, AIM-9, AGM-65 | Upgrade dari pesawat latih ke tempur ringan taktis.
-
PERBANDINGAN HARGA PER UNIT
FA-50 (Korsel):
Polandia: ±USD 58 juta (GF) / ±USD 64 juta (PL)
Filipina: ±USD 58 juta
Malaysia: ±USD 51 juta (Barter Sawit)
M-346F Block 20 (Italia): USD 145 juta (Setara 3 unit FA-50M)
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta (Setara 4 unit FA-50M)
--------------------------------
AMRAAM = BLOKIR USA
NSM = BANNED NORWEGIA
-
MALINGSIAL KLAIM FA50PL
MALINGSIAL KLAIM FA50PL
MALINGSIAL KLAIM FA50PL
MALINGSIAL KLAIM FA50PL
MALINGSIAL KLAIM FA50PL
MALINGSIAL KLAIM FA50PL
-
NON NATO = BANNED NSM BLOKIR AMRAAM
GEMPURWIRA31 Oktober 2026 pukul 15.10
Jaga Jaga F16 RADAR RONGSOK... ANDA dalam jangkauan misil AMRAAM .... 🤣🤣🤣
U.S. Approves AIM-120 AMRAAM Missiles for Poland FA-50PL Jets Unlocking Beyond Visual Range Combat.
https://www.armyrecognition.com/news/aerospace-news/2026/u-s-approves-aim-120-amraam-missiles-for-poland-fa-50pl-jets-unlocking-beyond-visual-range-combat
-
🇲🇾 Malaysia (Non-NATO / Blok Netral)
Status Radar AESA: PhantomStrike Terbatas Otomatis.
Integrasi AIM-120 AMRAAM: Mengalami Hambatan / Ditangguhkan. AS menahan pelepasan source code enkripsi taktis radar ke rudal.
Jangkauan Tempur Nyata: Terpangkas ke Jarak Dekat (<30 KM). Radar mampu melihat target jarak jauh, namun senjata udara terjauh saat ini terbatas pada AIM-9X Sidewinder.
Kasus Rudal Anti-Kapal (NSM): Dibatalkan Sepihak oleh Norwegia (2026). Izin ekspor NSM untuk proyek kapal LCS Maharaja Lela dicabut total.
===========================
===========================
🇵🇱 Polandia (Anggota NATO)
Status Radar AESA: PhantomStrike Aktif Otomatis.
Integrasi AIM-120 AMRAAM: Disetujui Resmi (April 2026). Mendapat izin penuh varian C-5, C-7, dan C-8 untuk armada FA-50PL.
Jangkauan Tempur Nyata: Penuh (100 - 150+ KM). Radar mampu mengunci target BVR jarak jauh dan langsung mengeksekusinya dengan AMRAAM.
Kasus Rudal Anti-Kapal (NSM): Akses Penuh Tanpa Hambatan. Sebagai sekutu dekat, Polandia leluasa membeli rudal NSM untuk sistem pertahanan pantai mereka.
BELUM PERANG = FA50Mogok : FA50Murah
Hapus-
FA-50M TUDM (Malaysia)
Radar: AESA PhantomStrike (100+ km, senyap & presisi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek, 10–20 km).
Payload: Maks. 4,5 Ton (7 cantelan).
Radius: ± 444 km.
Kelemahan: BBM internal kecil (butuh drop tank) dan tanpa kemampuan jarak jauh (AMRAAM di-banned).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
• F-16 BLOCK 15 EMLU TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (296 km + fitur SAR darat).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah/BVR, 70–105 km).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: 550 – 860 km.
Keunggulan: BBM internal besar, cocok untuk patroli jauh dengan senjata berat dan dominasi BVR.
-
• F-16 BLOCK 52ID TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (296 km, optimal cuaca buruk/malam).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X, dan intergrasi JHMCS (helm canggih).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: ± 550 km.
Keunggulan: Mesin lebih bertenaga, rangka lebih awet, unggul dogfight (JHMCS), dan dilengkapi pod Sniper ATP.
-
LCA AESA 100KM = NO BVR BARTER SAWIT
(F-16 Indonesia vs FA-50M Malaysia) :
• Jarak Tembak (BVR): Indonesia unggul. F-16: AIM-120 AMRAAM (70–105 km) vs FA-50M: Jarak pendek (AMRAAM diblokir).
• Deteksi Radar: Indonesia lebih cepat. F-16: 296 km vs FA-50M: 100+ km.
• Stamina & Radius: Indonesia lebih lama. F-16: 550–860 km vs FA-50M: ± 444 km.
• Dogfight: Indonesia unggul. F-16: Mesin lebih kuat & helm JHMCS
--------------------------------
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
--------------------------------
🔸 Offset & Industrial Participation
Loan-based deals often include offset clauses, which benefit MALONSIA’s local defense industry:
Technology Transfer: Training, simulators, or assembly know-how.
Local Manufacturing: Involvement of Boustead Naval Shipyard, SME Ordnance, or AIROD.
Maintenance Contracts: Long-term MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) agreements with MALONSIAn firms.
-----------------
🔸 Examples of Loan-Based Defense Deals
Program Supplier Country Loan Type & Offset
Scorpene Submarines France Export credit + training + infrastructure development
PT-91M Tanks Poland Bilateral loan + crew training + spare parts support
FA-50M Fighter Jets South Korea Export credit + pilot training + simulator systems
NGPV Patrol Vessels Germany Structured financing + local shipbuilding capacity
⚠️ Risks & Safeguards
Risk Mitigation Strategy
Exchange Rate Volatility Use of currency hedging and multi-currency reserves.
Delivery Delays Penalty clauses and performance guarantees in contract.
Budget Overruns Parliamentary oversight and audit mechanisms.
Political Sensitivity Transparency initiatives and public reporting (e.g., LCS scandal).
AMRAAM = BLOKIR USA
BalasHapusNSM = BANNED NORWEGIA
-
AESA MURAH 100 KM = PENDEK
FA50M AESA PhantomStrike kecil (±500 modul T/R) = 100 KM
-
T50i = 296 KM
F16 = 396 KM
--------------------------------
🇲🇾 Kelompok Pesawat TUDM (Malaysia)
FA-50M
Radar: AESA Raytheon PhantomStrike (Jangkauan 100+ km, senyap, andal, LPI, dan presisi tinggi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek berpandu inframerah canggih, 10–20 km).
Payload: Maksimal 4,5 Ton dengan 7 cantelan (hardpoints) persenjataan.
Radius Tempur: Kisaran ± 444 km (bergantung pada profil misi).
Kelemahan & Batasan: Kapasitas bahan bakar internal relatif kecil (sangat bergantung pada tangki cadangan/drop tank), serta saat ini belum memiliki kemampuan tempur jarak jauh / BVR karena integrasi rudal AIM-120 AMRAAM di-banned (belum mendapat lisensi ekspor AS).
Komposisi & Sumber: Armada terdiri dari 10 LCA (Light Combat Aircraft) + 8 LIFT (Lead-In Fighter Trainer). Sumber: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News, Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
T-50i Golden Eagle
Radar: Mekanis Multi-mode Elta EL/M-2032 (Jangkauan udara/darat 150 km, jangkauan laut hingga 296 km).
Senjata: Kanon internal Gatling M197 20 mm, rudal jarak pendek AIM-9 Sidewinder, rudal udara-ke-darat AGM-65 Maverick.
Peran & Status: Peningkatan (upgrade) kontrak 2018 senilai USD 89 juta mengubah fungsinya dari pesawat latih menjadi pesawat tempur ringan taktis (light fighter).
-
F-16 Block 15 EMLU
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (Jangkauan deteksi udara maksimal 296 km dilengkapi fitur Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemetaan darat presisi tinggi).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah hingga BVR, jangkauan 70–105 km).
Payload: Maksimal 7,7 Ton dengan 9 cantelan persenjataan.
Radius Tempur: 550 – 860 km (fleksibilitas jelajah tinggi).
Keunggulan Utama: Kapasitas BBM internal besar dan struktur rangka yang diperkuat melalui program EMLU (Enhanced Mid-Life Update), sangat ideal untuk patroli maritim jarak jauh dengan senjata berat dan dominasi pertempuran di luar jangkauan visual (BVR).
-
F-16 Block 52ID
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (Jangkauan maksimal 296 km, dioptimalkan untuk performa cuaca buruk dan operasi malam hari).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X Sidewinder, dan terintegrasi penuh dengan sistem helm canggih JHMCS (Joint Helmet Mounted Cueing System).
Payload: Maksimal 7,7 Ton dengan 9 cantelan persenjataan.
Radius Tempur: Kisaran ± 550 km.
Keunggulan Utama: Menggunakan mesin yang jauh lebih bertenaga, ketahanan rangka pesawat lebih panjang, keunggulan mutlak dalam pertempuran jarak dekat (dogfight) berkat kombinasi JHMCS + AIM-9X, serta dilengkapi pod pengintai/penargetan pintar Sniper ATP.
--------------------------------
TERMURAH
TERMURAH
TERMURAH
TERMURAH
TERMURAH
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit)
MALINGSIAL AESA 100 KM = NO BVR
BalasHapusMALINGSIAL KLAIM FA50PL
-
FA-50M TUDM (Malaysia)
Radar: AESA PhantomStrike (100+ km, senyap & presisi).
Senjata: AIM-9X Sidewinder (Jarak pendek, 10–20 km).
Payload: Maks. 4,5 Ton (7 cantelan).
Radius: ± 444 km.
Kelemahan: BBM internal kecil (butuh drop tank) dan tanpa kemampuan jarak jauh (AMRAAM di-banned).
-
10 LCA + 8 LIFT
Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap
===========================
===========================
• F-16 BLOCK 15 EMLU TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68(V)9 (296 km + fitur SAR darat).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (Jarak menengah/BVR, 70–105 km).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: 550 – 860 km.
Keunggulan: BBM internal besar, cocok untuk patroli jauh dengan senjata berat dan dominasi BVR.
-
• F-16 BLOCK 52ID TNI AU (INDONESIA)
Radar: Mekanis AN/APG-68 Multi-mode (296 km, optimal cuaca buruk/malam).
Senjata: AIM-120 AMRAAM (BVR), AIM-9X, dan intergrasi JHMCS (helm canggih).
Payload: Maks. 7,7 Ton (9 cantelan).
Radius: ± 550 km.
Keunggulan: Mesin lebih bertenaga, rangka lebih awet, unggul dogfight (JHMCS), dan dilengkapi pod Sniper ATP.
--------------------------------
LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
-
HARGA PER UNIT
FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
-
HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
===========================
===========================
GEMPURWIRA30 Oktober 2026 pukul 12.32
ALHAMDULILAH... FA50 BLOCK 20 AESA.... pemusnah F16 RONGSOK selamat mendarat di labuan guys... 😎😎😎
Pesawat Pejuang FA 50M Pertama Daripada 18 Unit Mendarat Di Pangkalan Udara Labuan
https://newswav.com/article/pesawat-pejuang-fa-50m-pertama-daripada-18-unit-mendarat-di-pangkalan-udara-A2610_lIfaV7
-
GEMPURWIRA30 Oktober 2026 pukul 16.00
FA50 BLOCK 20 MALAYSIA... 😎😎🇲🇾🇲🇾
1. RADAR AESA PHANTOMSTRIKE - PERTEMPURAN UDARA KE UDARA
2. SNIPER PODS - SERANGAN UDARA KE DARAT
3. SISTEM AIR REFUELLING - KEUPAYAAN MEMBUAT SERANGAN JARAK JAUH
4. SISTEM IFF - untuk mengenal KAWAN atau LAWAN
-
GEMPURWIRA30 Oktober 2026 pukul 15.37
PEMBURU - F16 Radar RONGSOK, T50 BASIC dan HAWK RONGSOKAN telah tiba guys.....jaga jaga ya.............HAHAHAHAH
-
GEMPURWIRA30 Oktober 2026 pukul 15.59
Memang jelas F16 yang radar nya USANG sangat takut jika bertemu dengan FA50 yang dilengkapi RADAR AESA bersama MISIL AMRAAM... 😎😎😎😎
Catat yaaa ini LCA € 1 Bililion Euro🏆
BalasHapuskontrak untuk 12 bijik
✅️artinya € 83 juta/ bijik,
€URO AMA $ besar mana hayooo
wowww..2x fa50Murahan negri🎰kasino semenanjung kuala lumpo nan DMISKINOS hahah!😂😂🤣
kahsiyan warganyet kl, KALAH LAGGGIIII...👎
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Indonesia’s €1 BILLION Deal: Why the M-346F Block 20 is a Game Changer!
Indonesia just signed a $1 billion deal for 12 Leonardo M-346F Block 20 light combat jets — making it the FIRST country in Asia to get this brand-new upgraded fighter, and the 23rd operator worldwide! 🇮🇩✈️
https://youtube.com/watch?v=YBdiFVhpGWY&t=9s&pp=2AEJkAIB
Catat yaaa ini LCA € 1 Bililion Euro🏆
BalasHapuskontrak untuk 12 bijik
✅️artinya € 83 juta/ bijik,
€URO AMA $ besar mana hayooo
wowww..2x fa50Murahan negri🎰kasino semenanjung kuala lumpo nan DMISKINOS hahah!😂😂🤣
kahsiyan warganyet kl, KALAH LAGGGIIII...👎
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Indonesia’s €1 BILLION Deal: Why the M-346F Block 20 is a Game Changer!
Indonesia just signed a $1 billion deal for 12 Leonardo M-346F Block 20 light combat jets — making it the FIRST country in Asia to get this brand-new upgraded fighter, and the 23rd operator worldwide! 🇮🇩✈️
https://youtube.com/watch?v=YBdiFVhpGWY&t=9s&pp=2AEJkAIB
€ 1 Bilion Euro, € 83 juta/bijik
BalasHapusM346 FA BLOK 20 ASET PREMIUM MAHAL & MEWAH haha!✌️🤑😎
sudah kubilang,
BEDA LEVEL BEDA KASTA haha!👎🍌😝
kahsiyan warhanyet kl, KALAAAH LAGIII..
⬇️⬇️⬇️⬇️
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia secara resmi menandatangani kontrak pengadaan 12 unit M-346F Block 20 senilai €1 miliar pada 21 Juli 2026 di ajang Farnborough International Airshow 2026.
SALAM yaaa dari pemilik ASET LCA PREMIUM YUROP...
BalasHapus€ 1 Bilion Euro
bukan dolar murah sperti fa50MURAHAAN
warganyet negri🎰kasino semenanjing kuala lumpo oasti KEFANASAAN LAGI haha!😤🔥👎
MANAKALA BERUK MELAYU TOLOL MALAYDESH CUMA HOBBY MEMBUAL SAJA...LOL 🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🇲🇾🐷🐷🐷🐷🐷🐷🐷🇲🇾💩💩💩💩💩💩💩💩🇲🇾
BalasHapusPerbandingan antara Leonardo M-346FA / M-346F (Italia) dan KAI FA-50 Fighting Eagle (Korea Selatan) bukanlah soal mana yang mutlak lebih baik, melainkan unggul di kategori dan filosofi operasional yang berbeda:
1. Kecepatan dan Performa Terbang (Unggul: FA-50)
• KAI FA-50 Block 20: Ditenagai satu mesin General Electric F404 dengan afterburner, mampu melesat hingga kecepatan supersonik Mach 1.5 (sekitar 1.840 km/jam). Dirancang sebagai "miniatur F-16" untuk reaksi cepat, intersepsi kilat, dan pertempuran udara jarak jauh.
• Leonardo M-346F: Merupakan pesawat sub-sonik dengan kecepatan maksimal sekitar 1.092 km/jam. M-346 tidak mengandalkan kecepatan tinggi, melainkan kelincahan ekstrem (high-angle of attack) untuk pelatihan dogfight dan manuver taktis.
2. Mesin dan Keamanan (Unggul: M-346F)
• Leonardo M-346F: Menggunakan dua mesin (twin-engine), memberikan faktor redundansi yang lebih aman untuk patroli maritim jarak jauh dan keselamatan lebih tinggi jika salah satu mesin mengalami gangguan (engine-out).
• KAI FA-50: Menggunakan satu mesin (single-engine), lebih hemat ruang dan biaya, tetapi memiliki margin keselamatan lebih rendah jika terjadi kegagalan mesin tunggal di tengah laut. Selain itu, mesin FA-50 terikat aturan ekspor militer AS (ITAR).
3. Radar dan Teknologi (Imbang / Saling Unggul)
• FA-50 Block 20: Unggul dalam kecepatan bereaksi dan kompatibilitas rudal jarak jauh (Beyond Visual Range / BVR) seperti AIM-120 AMRAAM.
• M-346F (pilihan TNI AU): Dilengkapi radar AESA Grifo E-600 buatan Leonardo yang bebas dari aturan ITAR (Amerika Serikat), serta kompatibel dengan persenjataan modern seperti rudal IRIS-T dan sistem Link 16.
4. Biaya dan Fungsi Utama
• FA-50: Lebih cocok sebagai Light Combat Aircraft (LCA) yang mengutamakan daya gempur cepat, intersepsi wilayah, dan efisiensi biaya tempur.
• M-346F: Lebih unggul sebagai Lead-In Fighter Trainer (LIFT) sekaligus pesawat serang ringan yang jago melatih insting tempur pilot sebelum naik ke jet tempur generasi 4.5/5, dengan biaya operasional harian yang kompetitif.
Leonardo M346 lebih dijadikan pesawat tempur ringan bukan pesawat tempur utama macam diraja beruk sebelah ya Pur karena pesawat tempur utama kita sudah punya banyak pilihan yang baru dari Rafale sampai KAAN
BalasHapusMALAYSIA EKSPORT BERAS KE INDIANESIA SEBANYAK 254.641.000KG ya guys...FAKTA 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapushttps://wits.worldbank.org/trade/comtrade/en/country/MYS/year/2025/tradeflow/Exports/partner/ALL/product/1006
MALAYSIA EKSPORT BERAS KE INDIANESIA SEBANYAK 254.641.000KG ya guys...FAKTA 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapushttps://wits.worldbank.org/trade/comtrade/en/country/MYS/year/2025/tradeflow/Exports/partner/ALL/product/1006
MALAYSIA EKSPORT BERAS 2025 KE INDIANESIA SEBANYAK 254.641.000KG ya guys...FAKTA 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapushttps://wits.worldbank.org/trade/comtrade/en/country/MYS/year/2025/tradeflow/Exports/partner/ALL/product/1006
MANAKALA SEKEDAR MINIATUR F-16 SEMBANG LEBIH UNGGUL DARI REAL F-16.....BENAR BENAR IQ BERUK MELAYU TOLOL MALAYDESH LEBIH BODOH DARI KELEDAI !!!!
BalasHapusPASAL TU ORG TUA DULU² SELALU PESAN.. BODOH JANGAN TUNJUK KAT ORG...
🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣