01 Maret 2021

Pindad Presentasi Senjata CAR 816 ke Pussenif

01 Maret 2021

Varian senapan Caracal CAR 816 (photo : Pussenif)

Wadanpussenif Menerima Presentasi Senjata CAR 816 dari Pindad

Bandung. Wadanpussenif Mayjen TNI A. Daniel Chardin, S.E., M.Si.,membuka acara presentasi senjata CAR 816 dari PT. Pindad (Persero), bertempat di ruang Ahmad Yani Mapussenif, jalan Supratman No. 60 Bandung Jawa Barat, Rabu (24/02/2021).
 
Dalam sambutannya mengatakan “pelaksanaan kegiatan presentasi selain menambah ilmu pengetahuan juga merupakan salah satu upaya dalam rangka menentukan pemilihan alutsista yang tepat untuk melengkapi materiil satuan infanteri guna menjawab tantangan tugas kedepan yang semakin kompleks” jelasnya.

Caracal CAR 816 (photo : firearmblog)
 
Lebih lanjut disampaikan “Pussenif Kodiklatad selaku Lapangan kekuasaan Teknis (LKT) Infanteri senantiasa berupaya mengikuti perkembangan teknologi kemiliteran dihadapkan pada doktrin dan taktik bertempur infanteri dimasa kini dan masa yang akan datang.” sambutan Wadanpussenif
 
Acara tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan. Tampak hadir presentasi ini Irpussenif, Danpusdikif, para Direktur dan para Pamen ahli Pussenif serta Direktur dan staf PT. Pindad.

28 Februari 2021

Bandar Abadi Shipyard Luncurkan LST AT-8

28 Februari 2021

Acara peluncuran kapal LST AT-8 di PT Bandar Abadi, Batam (photos : Bandar Abadi)

Hari sabtu pagi 27 Februari 2021 bertempat di galangan kapal PT Bandar Abadi, di Tanjung Uncang, Batam berlangsung acara peluncuran kapal LST (kapal pendarat tank) Bintuni class yang diberi kode AT-8. Nama AT-8 ini artinya adalah kapal Angkut Tank (AT) kelas LST-117 meter ke-8 yang dibangun untuk TNI AL.

Kapal AT-8 dan AT-9 dengan nomor lambung 526 dan 527 ini dibangun dengan anggaran 2015-2019. PT Bandar Abadi Shipyard mendapatkan kontrak dari Kementerian Pertahanan pada tanggal 10 Januari 2019 dengan jangka waktu 30 bulan, namun kontrak baru dinyatakan efektif pada bulan September 2019.

Saat acara peluncuran dilakukan progres pembangunan kapal ini memasuki 17 bulan, PT Bandar Abadi memperkirakan bahwa serah terima kapal dapat dilakukan pada bulan Juni 2021, ini artinya membutuhkan waktu 4 bulan lagi sehingga secara keseluruhan pembangunan kapal membutuhkan waktu 21 bulan atau lebih cepat 9 bulan dari kontrak.

Dengan peluncuran kapal AT-8 (KRI 526) maka sebentar lagi di tempat yang sama juga akan dilakukan peluncuran kapal AT-9 (KRI 527), setelah itu kita akan menunggu acara komisioning sekaligus penamaan 2 kapal ini secara resmi. 

Bagi galangan kapal yang berdiri pada tahun 2001 ini pekerjaan kapal militer ini adalah proyek pertamanya dalam bidang naval ship (kapal angkatan laut). Ke depan PT Bandar Abadi berharap untuk bisa mendapatkan kontrak kapal angkatan laut lagi dari Kementerian Pertahanan RI.

(Defense Studies)

PUTA SE-01 Drone Maritim Buatan Puspenerbal

 28 Februari 20211

PUTA SE-01 sebelum lepas landas di Skuadron 700 Puspenerbal Juanda (photo : JawaPos)

Ketika Tim Khusus Puspenerbal Juanda Membuat Pesawat tanpa Awak

Bentang sayapnya 4,5 meter. Tingginya tak kurang dari 1 meter. Desainnya unik. Terlebih di bagian ekor. Penempatan engine juga dirancang khusus. Yakni, di bagian atas. Semuanya menyesuaikan dengan misi PUTA SE-01. Yakni, tangguh di segala medan. Termasuk saat harus mendarat dan lepas landas di air.

Didukung material full komposit serta mesin 2 tak kapasitas 170 cc, PUTA SE-01 mampu terbang dengan jarak 25−30 kilometer. Drone jenis amfibi itu memang tidak ringan.

Beratnya sekitar 50 kilogram. Bahkan, maksimalnya bisa mencapai 75 kilogram. Artinya, masih bisa ditambah beban hingga 25 kilogram lagi.

Meski begitu, kecepatan jelajahnnya bisa sampai 130 kilometer per jam. Waktu terbang maksimal empat jam. Bentuknya yang aerodinamis membuatnya bisa terbang hingga ketinggian 6.000 kaki. Karena itu, PUTA SE-01 digadang-gadang memiliki tugas dan misi khusus.

Pengerjaannya dimulai pada 2019. Tepatnya pada Oktober. Dibutuhkan sekitar enam bulan untuk merancang pesawat agar benar-benar terbang. ”Meski anggota tim terbatas, alhamdulillah semua lancar,” ucap main project PUTA SE-01 Letda Laut (T) Henkky Muharrajun Nasaf.

Alumnus Aeronautika dan Astronotika Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menuturkan, kendalanya hanya soal minimnya anggota tim. Akibatnya, untuk menganalisis mulai bentuk desain sampai mau terbang, dibutuhkan waktu yang lama. Apalagi saat itu dilakukan sendiri.

Jenisnya yang amfibi membuat desainnya harus berbeda. Khususnya pada ekor dan sayap pesawat. Ekornya menggunakan jenis T-tile. Sayapnya high wing. Sehingga mampu terbang dan mendarat di air. Sejauh ini, semuanya berjalan lancar. Termasuk saat digunakan di air.

Bahkan, PUTA SE-01 bakal di-upgrade ulang. Khususnya soal jarak tempuh. Jika sekarang hanya sekitar 30 kilometer, ke depan bisa sampai 250 kilometer. Kata Henkky, alatnya sudah ada dan siap dipasang. Tinggal soal penataan dan upgrade ulang.

Meski memiliki fungsi sebagai pengintai dan pengawasan, tak dimungkiri, drone itu akan menjadi sebuah kendaraan tempur. Sebab, masih terdapat sisa berat 25 kilogram di bodi pesawat. Sangat memungkinkan untuk dilengkapi senjata. ”Tergantung arahan dari pimpinan, nanti gimana,” kata Henkky.

Kalaupun nanti dilengkapi bom, akan ada sedikit tambahan di bodi pesawat. Termasuk sistem pengoperasian bom agar tepat sasaran. Tapi yang jelas, fungsi utamanya nanti menjaga batas wilayah. Khususnya wilayah laut yang berbatasan langsung dengan negara lain.

See full article JawaPos

Passage Exercise with the People's Liberation Army (PLA) Navy

28 Februari 2021

(From left to right) RSN's RSS Sovereignty, PLA(N)'s Zaozhuang and RSN's RSS Intrepid during the conduct of the simulated joint search and rescue exercise (photo : PLAN)

Amidst the ongoing COVID-19 situation, the Republic of Singapore Navy (RSN) continues to cooperate with friends at sea to enhance mutual understanding and strengthen friendships. 

Yesterday, our Formidable-class frigate RSS Intrepid and Independence-class littoral mission vessel RSS Sovereignty conducted a passage exercise (PASSEX) with the People's Liberation Army Navy [PLA(N)]'s destroyer Guiyang and frigate Zaozhuang in the southern reaches of the South China Sea within international waters. 

Planned virtually, the ships conducted a series of drills employing the Code for Unplanned Encounters at Sea. In addition to the manoeuvring and communications exercises, the two navies also worked together to respond to a simulated joint search and rescue mission. The exercise concluded with a sailpast at sea.

We wish our PLA(N) friends fair winds and following seas – and we hope to exercise together again in the future!

Pindad Mulai Perkenalkan Kendaraan ATV

28 Januari 2021

Menhan Prabowo mengamati kendaraan ATV Pindad Maverick pada Juli 2020 lalu (photo : CNN)

Setelah pada bulan Juli 2020 lalu diperkenalkan kepada Menhan Prabowo Subianto saat melakukan uji coba rantis Maung 4x4. Pada tanggal 20 Oktober 2020 yang lalu Pindad mempresentasikan produk terbarunya berupa kendaraan ATV ke Pussenif.

ATV atau All Terrain Vehicle adalah kendaraan segala medan, karena Pindad merupakan pabrik senjata dan kendaraan tempur maka kendaraan ini sudah disesuaikan dengan standar militer (military standard). Kendaraan ini akan berguna bagi infanteri untuk kegiatan teritorial dan pengawasan perbatasan.

Jenis ATV yang dipresentasikan kepada TNI AD ada tiga yaitu Outlander, Defender dan Maverick, dengan variannya :
-Pindad Outlander Max 450 DSP
-Pindad Outlander 1000 XT-P
-Pindad Outlander Concept for TNI AD
-Pindad Defender DPS HD 8
-Pindad Maverick X3 MAX X RS TURBO RR
-Pindad Maverick X3 RS Turbo R

Presentasi ATV Pindad ke Pussenif (photo : Pindad)

Produk kendaraan ATV Pindad ini diklaim mempunyai beberapa keunggulan :
-Military Standard ATV
-High quality & realibility
-Stlylish design
-Suitable for Indonesia territory
-After sales service warranty

Dalam paparannya Pindad telah mempersiapkan kendaraan ini dengan kelengkapan :
-Body protection,
-Konektor standar (15-A),
-Tempat penyimpanan barang di belakang,
-Dudukan senjata kaliber 5,56mm dan ATGM.

Kerjasama dengan perusahaan Kanada

Kendaraan ATV Pindad belakangan ini sering dijumpai fotonya di media massa, setiap ada kunjungan ke Pindad mulai dari Ketua MPR, Komisi 1 DPR atau bahkan artis yang berkunjung, Pindad tidak lupa mem-branding-kan dengan foto bersama produk ATV ini.

Produk ATV Pindad merupakan bentuk kerjasama dengan perusahaan Kanada BRP (Bombardier Recreational Products) yang dulunya adalah entitas anak dibawah Bombardier Inc sebelum akhirnya dilepas kepada group investor. Salah satu mereknya adalah Can Am yang khusus memproduksi ATV dan kendaraan Off Road. 

Kunjungan Komisi 1 DPR ke Pindad (photo : DPR RI)

Can Am Kanada sejak 1972 menggeluti produk motocross dirtbikes dan sejak 1998 mulai memasuki produk ATV dan dipasarkan ke seluruh dunia. Produknya memang bukan produk kacangan, terbukti Can Am Maverick X3 memenangkan reli Paris Dakkar selama 4 kali berturut-turut (2018-2021) menyelesaikan lebih dari 114.024 mil (183.504 km) balapan off-road ekstrem dengan medan terberat di dunia.

Jika mengikuti nomenklatur Can Am maka lini produknya dibagi menjadi :
-Side by Side Vehicle (SXS) : Defender, Maverick dan Commander, kemudinya berupa setir seperti mobil,
-All Terrain Vehicle (ATV) : Outlander, Renegade, DS, kemudinya berupa stang seperti sepeda motor skuter.
Jika mengikuti nomenklatur Can Am, maka yang kita namakan ATV saat ini sebenarnya adalah SXS (Side by Syde Vehicle), namun apalah arti sebuah nama.

Kendaraan ATV Can Am yang telah disesuaikan oleh Pindad sehingga memenuhi military standard (photo : Istimewa)

BRP Indonesia menyebutkan, bahwa dalam kerjasama ini BRP bersama PT Pindad merancang kit aksesori yang inovatif dan tangguh pada kendaraan khusus untuk sektor militer dan pertahanan. Armor protection adalah satu upgrade yang umum pada kendaraan Rantis Ringan 4×4 ini. Mengikuti model aslinya, ATV Maverick buatan Pindad mampu tetap menjelajahi jalanan, balap melalui bebatuan, rumput, dan medan berpasir, dengan semua yang dibutuhkan untuk perjalanan disimpan dengan aman di belakang.

Di websitenya sendiri Can Am memberikan harga jual produk kendaraan ini, sebagai contoh tipe  Commander SXS dipatok seharga USD 20.499 (Rp 287 juta pada kurs Rp 14.000,-) belum lagi ketika diubah menjadi military standard, tambahan perlengkapan, biaya kirim serta pajak-pajak, tidak murah memang.

(Defense Studies)

27 Februari 2021

KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR-332) Latihan Buru Kapal Selam Asing

27 Februari 2021

Latihan anti kapal selam TNI AL (all photos : Koarmada2)

KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 yang dikomandanai oleh Kolonel Laut (P) S. Bimo Aji yang sedang melaksanakan Operasi dibawah kendali Guspurla Koarmada II  mendeteksi adanya kapal selam asing yang berada di perairan laut yurisdiksi nasional Indonesia.

Menghadapi situasi tersebut perwira jaga KRI melaporkan kepada Komandan KRI GNR-332 Kolonel Laut (P) S. Bimo Aji dan diteruskan kepada Dansatgasla operasi gabungan pengamanan perbatasan Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo yang ikut dalam pelayaran. Guna memastikan deteksi awal tersebut selanjutnya Dansatgasla yang jabatan sehari-harinya sebagai Komandan Guspurla Koarmada II memerintahkan kepada Komandan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 untuk mengambil langkah taktis selanjutnya.

 
Menindaklajuti situasi tersebut, Komandan KRI GNR-332 memerintahkan kepada pilot heli Panther HS 4211 yang dilengkapi dengan Dipping Sonar L-3 Ocean Systems DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS) membantu mencari dan menemukan keberadaan kapal selam asing tersebut.

Dari pencarian tersebut Heli Panther HS 4211 mendeteksi keberadaan kapal selam asing selanjutnya mengirimkan data ke KRI GNR-332 untuk dilaksanakan penghancuran kapal selam asing dengan menembakan torpedo.


Demikian skenario latihan peperangan AKS yang perankan oleh prajurit KRI GNR-332 dan Crew Heli Panther HS 4211 pada hari Kamis (25/02). Disela kegiatan Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo mengatakan, “Latihan perang anti kapal selam ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan tempur pengawak KRI GNR-332 dan Crew Heli dalam simulasi pertempuran anti kapal selam,” jelas Laksma Rahmat Eko.

Sementara itu, ditempat terpisah Pangkoarmada II Laksda TNI I N.G. Sudhihartawan menjelaskan simulasi latihan unsur gelar KRI dan Heli merupakan bentuk interoperabilty antar unsur sehingga dibutuhkan kerjasama taktis  yang meliputi komando, pengendalian dan komunikasi. Selama kegiatan latihan  melaksanakan prosedur latihan secara cermat dan benar guna terwujudnya Zero Accident. Hal ini  juga dalam rangka melaksanakan kebijakan dan prioritas Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono bidang pembambangun SDM TNI AL yang unggul.

Yon Kapa 1 Marinir Lakukan Harwat Ranpur K-61 dan Kapa PTS

27 Februari 2021

Pemeliharan dan perawatan (harwat) kendaraan tempur KAPA jenis K-61 dan PTS (all photos : PasMar1)

Dalam rangka memelihara kesiapan kendaraan tempurnya, prajurit "Kuda Putih" Batalyon Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri 1 Marinir (Yonkapa 1 Mar) melaksanakan pemeliharaan dan perawatan kendaraan tempur bertempat di Garase Ranpur Yonkapa 1 Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (22/02/2021).

Sebagai prajurit Kavaleri Marinir, memelihara kesiapan kendaraan tempur merupakan hal yang wajib, dengan pemeliharaan ini dapat menjadikan Alutsista dalam keadaan siap siaga menerima tugas dari satuan atas baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) ataupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Pemeliharaan Ranpur ini ditujukan pada Ranpur Kapa K-61 dan Kapa PTS. Selain pemeliharaan gerak Ranpur, dilaksanakan juga pengecekan kepada seluruh Alutsista meliputi sistem kemudi, pengereman, kelistrikan dan pengapian Ranpur, dengan pengecekan ini dapat diketahui sistem yang terdapat pada Alutsista tersebut dapat berfungsi dengan baik atau tidak.

"Kegiatan ini merupakan suatu kegiatan rutin dalam memperpanjang usia pakai Alutsista yang dimiliki Batalyon Kapa 1 Marinir dan menjaga kemampuan mobilitas kendaraan tempur yang dimiliki, sehingga dapat membantu tugas pokok Korps Marinir yaitu sebagai pasukan pendarat," jelas Danyon Kapa 1 Marinir Mayor Nana Widiyanto, M.Tr.Opsla.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya memutus rantai penyebaran COVID-19.

(PasMar1)