01 Maret 2021
Pindad Presentasi Senjata CAR 816 ke Pussenif
28 Februari 2021
Bandar Abadi Shipyard Luncurkan LST AT-8
28 Februari 2021
Hari sabtu pagi 27 Februari 2021 bertempat di galangan kapal PT Bandar Abadi, di Tanjung Uncang, Batam berlangsung acara peluncuran kapal LST (kapal pendarat tank) Bintuni class yang diberi kode AT-8. Nama AT-8 ini artinya adalah kapal Angkut Tank (AT) kelas LST-117 meter ke-8 yang dibangun untuk TNI AL.
Kapal AT-8 dan AT-9 dengan nomor lambung 526 dan 527 ini dibangun dengan anggaran 2015-2019. PT Bandar Abadi Shipyard mendapatkan kontrak dari Kementerian Pertahanan pada tanggal 10 Januari 2019 dengan jangka waktu 30 bulan, namun kontrak baru dinyatakan efektif pada bulan September 2019.
Saat acara peluncuran dilakukan progres pembangunan kapal ini memasuki 17 bulan, PT Bandar Abadi memperkirakan bahwa serah terima kapal dapat dilakukan pada bulan Juni 2021, ini artinya membutuhkan waktu 4 bulan lagi sehingga secara keseluruhan pembangunan kapal membutuhkan waktu 21 bulan atau lebih cepat 9 bulan dari kontrak.
Dengan peluncuran kapal AT-8 (KRI 526) maka sebentar lagi di tempat yang sama juga akan dilakukan peluncuran kapal AT-9 (KRI 527), setelah itu kita akan menunggu acara komisioning sekaligus penamaan 2 kapal ini secara resmi.
Bagi galangan kapal yang berdiri pada tahun 2001 ini pekerjaan kapal militer ini adalah proyek pertamanya dalam bidang naval ship (kapal angkatan laut). Ke depan PT Bandar Abadi berharap untuk bisa mendapatkan kontrak kapal angkatan laut lagi dari Kementerian Pertahanan RI.
(Defense Studies)
PUTA SE-01 Drone Maritim Buatan Puspenerbal
28 Februari 20211
PUTA SE-01 sebelum lepas landas di Skuadron 700 Puspenerbal Juanda (photo : JawaPos)Ketika Tim Khusus Puspenerbal Juanda Membuat Pesawat tanpa Awak
Bentang sayapnya 4,5 meter. Tingginya tak kurang dari 1 meter. Desainnya unik. Terlebih di bagian ekor. Penempatan engine juga dirancang khusus. Yakni, di bagian atas. Semuanya menyesuaikan dengan misi PUTA SE-01. Yakni, tangguh di segala medan. Termasuk saat harus mendarat dan lepas landas di air.
Didukung material full komposit serta mesin 2 tak kapasitas 170 cc, PUTA SE-01 mampu terbang dengan jarak 25−30 kilometer. Drone jenis amfibi itu memang tidak ringan.
Beratnya sekitar 50 kilogram. Bahkan, maksimalnya bisa mencapai 75 kilogram. Artinya, masih bisa ditambah beban hingga 25 kilogram lagi.
Meski begitu, kecepatan jelajahnnya bisa sampai 130 kilometer per jam. Waktu terbang maksimal empat jam. Bentuknya yang aerodinamis membuatnya bisa terbang hingga ketinggian 6.000 kaki. Karena itu, PUTA SE-01 digadang-gadang memiliki tugas dan misi khusus.
Pengerjaannya dimulai pada 2019. Tepatnya pada Oktober. Dibutuhkan sekitar enam bulan untuk merancang pesawat agar benar-benar terbang. ”Meski anggota tim terbatas, alhamdulillah semua lancar,” ucap main project PUTA SE-01 Letda Laut (T) Henkky Muharrajun Nasaf.
Alumnus Aeronautika dan Astronotika Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menuturkan, kendalanya hanya soal minimnya anggota tim. Akibatnya, untuk menganalisis mulai bentuk desain sampai mau terbang, dibutuhkan waktu yang lama. Apalagi saat itu dilakukan sendiri.
Jenisnya yang amfibi membuat desainnya harus berbeda. Khususnya pada ekor dan sayap pesawat. Ekornya menggunakan jenis T-tile. Sayapnya high wing. Sehingga mampu terbang dan mendarat di air. Sejauh ini, semuanya berjalan lancar. Termasuk saat digunakan di air.
Bahkan, PUTA SE-01 bakal di-upgrade ulang. Khususnya soal jarak tempuh. Jika sekarang hanya sekitar 30 kilometer, ke depan bisa sampai 250 kilometer. Kata Henkky, alatnya sudah ada dan siap dipasang. Tinggal soal penataan dan upgrade ulang.
Meski memiliki fungsi sebagai pengintai dan pengawasan, tak dimungkiri, drone itu akan menjadi sebuah kendaraan tempur. Sebab, masih terdapat sisa berat 25 kilogram di bodi pesawat. Sangat memungkinkan untuk dilengkapi senjata. ”Tergantung arahan dari pimpinan, nanti gimana,” kata Henkky.
Kalaupun nanti dilengkapi bom, akan ada sedikit tambahan di bodi pesawat. Termasuk sistem pengoperasian bom agar tepat sasaran. Tapi yang jelas, fungsi utamanya nanti menjaga batas wilayah. Khususnya wilayah laut yang berbatasan langsung dengan negara lain.
See full article JawaPos
Passage Exercise with the People's Liberation Army (PLA) Navy
Pindad Mulai Perkenalkan Kendaraan ATV
27 Februari 2021
KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR-332) Latihan Buru Kapal Selam Asing
Yon Kapa 1 Marinir Lakukan Harwat Ranpur K-61 dan Kapa PTS
27 Februari 2021
Pemeliharan dan perawatan (harwat) kendaraan tempur KAPA jenis K-61 dan PTS (all photos : PasMar1)Dalam rangka memelihara kesiapan kendaraan tempurnya, prajurit "Kuda Putih" Batalyon Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri 1 Marinir (Yonkapa 1 Mar) melaksanakan pemeliharaan dan perawatan kendaraan tempur bertempat di Garase Ranpur Yonkapa 1 Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (22/02/2021).
Sebagai prajurit Kavaleri Marinir, memelihara kesiapan kendaraan tempur merupakan hal yang wajib, dengan pemeliharaan ini dapat menjadikan Alutsista dalam keadaan siap siaga menerima tugas dari satuan atas baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) ataupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Pemeliharaan Ranpur ini ditujukan pada Ranpur Kapa K-61 dan Kapa PTS. Selain pemeliharaan gerak Ranpur, dilaksanakan juga pengecekan kepada seluruh Alutsista meliputi sistem kemudi, pengereman, kelistrikan dan pengapian Ranpur, dengan pengecekan ini dapat diketahui sistem yang terdapat pada Alutsista tersebut dapat berfungsi dengan baik atau tidak.
"Kegiatan ini merupakan suatu kegiatan rutin dalam memperpanjang usia pakai Alutsista yang dimiliki Batalyon Kapa 1 Marinir dan menjaga kemampuan mobilitas kendaraan tempur yang dimiliki, sehingga dapat membantu tugas pokok Korps Marinir yaitu sebagai pasukan pendarat," jelas Danyon Kapa 1 Marinir Mayor Nana Widiyanto, M.Tr.Opsla.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya memutus rantai penyebaran COVID-19.
(PasMar1)















