07 Januari 2025

Politeknik TNI AD Ciptakan Alat Pembersih Laras Tank Otomatis

07 Januari 2025

Alat pembersih laras tank otomatis (automatic bore cleaner) (photos: Poltekad)

Tak henti-hentinya inovasi diciptakan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) TNI AD. Terbaru dalam postingan instagram resminya @poltekad_official, Senin, (6/7) lembaga pendidikan yang didirikan 7 Oktober 1988 ini memamerkan inovasi Alat Pembersih Laras Tank Otomatis (Outomatic Bore Cleaner).



Alat Outomatic Bore Cleaner dibuat dengan sistem hidrolik dan elektrik. Alat ini berbentuk selongsong. Jika sebelumnya laras tank dibersihkan dengan besi panjang yang butuh banyak tenaga kini alat ini tinggal dimasukan ke dalam laras dan akan bergerak sendiri menggunakan sistem hidrolik dan elektrik.

(Poltekad)

Final Hercules for RNZAF Successfully Delivered

07 Januari 2025

Fifth and final C-130J-30 Hercules for RNZAF (photos: RNZAF)

New Zealand’s fifth and final C-130J-30 Hercules landed in Auckland on December 18, completing the delivery of the New Zealand Defence Force’s new fleet of aircraft.

A Ministry of Defence-led project team has been working alongside New Zealand Defence Force personnel, the United States Government, United States Air Force and Lockheed Martin for four years to procure the new fleet and deliver a suite of support arrangements.


“The arrival of the fifth Hercules is a significant milestone for the team, who have been working hard to bring all the aircraft home before Christmas – ahead of schedule, on budget and to specification,” said Sarah Minson, Deputy Secretary, Capability Delivery.

Now the full fleet has arrived, the project team is focused on the delivery of a new full-motion flight simulator. The building to house it at the Royal New Zealand Air Force’s (RNZAF) Base Auckland, Whenuapai, has been completed.


“From the moment the first C-130J arrived in September, the aircraft have been put to work and are already proving their value as a national asset. They have made a number of successful flights to Antarctica, carrying cargo to support the work of the New Zealand and United States scientific research programmes at Scott Base and McMurdo Station. They have also made multiple flights to deliver mission critical supplies and personnel across New Zealand and the Pacific region,” said Sarah Minson.

“The RNZAF is now equipped with a modern and fit-for-purpose capability. Operators have said that the aircraft is quieter and smoother to fly,” she said. 

RNZAF crew training continues in the United States and New Zealand.

GlobalData: Belanja Pertahanan Singapura Mencapai $19,7 Miliar Pada Tahun 2029

07 Januari 2025

Kapal selam Type 218SG milik Singapura RSS Invincible, terlihat sedang melakukan sea trial di bawah Bendera Jerman pada tahun 2020 (photo: USNI)

Menurut GlobalData, sebuah perusahaan data dan analitik, belanja pertahanan Singapura diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $19,7 miliar pada tahun 2029.

Laporan berjudul “Singapore Defense Market Size and Trends, Budget Allocation, Regulations, Key Acquisitions, Competitive Landscape and Forecast, 2024–29” mencatat bahwa akuisisi yang mendukung modernisasi militernya meliputi jet tempur multiperan F-35A/B, kapal selam kelas Invincible (Tipe 218SG), Kapal Tempur Multiperan (MRCV), dan Kendaraan Tempur Lapis Baja Hunter.

Negara ini mengalokasikan sebagian PDB-nya, rata-rata 3,5%, untuk belanja pertahanan dari tahun 2020 hingga 2024.

Strategi pemerintah untuk melawan keterbatasan kekuatan militer yang kecil mencakup investasi yang kuat dalam teknologi dan aset pertahanan modern untuk mendukung kemampuan operasionalnya.

Arah ini telah menghasilkan anggaran pertahanan sebesar $63 miliar selama periode lima tahun.

Analis GlobalData Aerospace & Defense Akash Pratim Debbarma mengatakan: “Singapura telah lama mengandalkan kemitraan internasional untuk transfer teknologi, berbagi pengetahuan, dan inovasi digital. Pendekatan ini terbukti ketika Singapura menandatangani kesepakatan senilai $2,7 miliar pada tahun 2020 dengan Lockheed Martin untuk mendapatkan 12 pesawat multiperan F-35B untuk menggantikan armada F-16 yang sudah tua.

Beredar rumor bahwa Singapura akan memesan tambahan 2 kapal selam Type 218 SG lagi (image: Armchair General)

“Sebagai negara Asia Tenggara pertama yang memperoleh pesawat F-35, Singapura menunjukkan ambisinya untuk menjadi kekuatan militer utama di kawasan tersebut. Selain itu, negara tersebut mendapatkan kontrak untuk memperoleh empat kapal selam kelas Invincible (Tipe 218SG) dari Thyssenkrupp Marine Systems, yang akan memungkinkan negara tersebut untuk menjaga titik-titik kunci perdagangan maritim di sekitarnya, seperti Selat Singapura dan Malaka.”

Singapura juga bekerja sama dengan ST Engineering untuk memproduksi 580 kendaraan tempur lapis baja (AFV) generasi mendatang, yang juga dikenal sebagai Hunter AFV, dan enam Kapal Tempur Multi-Peran (MRCV) di dalam negeri.

Debbarma menyimpulkan: “Singapura, bersama Malaysia, Thailand, dan Indonesia, menghadapi tantangan berkelanjutan dalam menjaga Selat Malaka, yang rawan pembajakan. Akuisisi platform pertahanan canggih oleh Singapura menunjukkan upaya strategisnya untuk memerangi pembajakan dan memastikan navigasi yang aman melalui Selat Malaka.

“Lebih jauh, negara tersebut juga menghadapi kerentanan terseret ke dalam perebutan kekuasaan regional antara pemain yang lebih besar seperti AS dan Tiongkok. Oleh karena itu, Singapura akan terus berinvestasi secara stabil dalam pertahanan selama dekade ini.”

Pada tahun 2023, dilaporkan bahwa belanja pertahanan Singapura telah meningkat sebagai bagian dari modernisasi militernya, dengan rencana untuk meningkat dari $13,5 miliar pada tahun 2024 menjadi $16,3 miliar pada tahun 2028, yang menandai tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 4,7%.

Menurut laporan “Singapore Defense Market Data 2023-2033” dari GlobalData, Singapura memprioritaskan belanja pertahanan karena risiko terorisme yang tinggi dari kelompok-kelompok seperti Jemaah Islamiyah yang terkait dengan Al-Qaeda, di samping kebutuhan untuk menjaga wilayah teritorialnya yang kecil.

(Army Technology)

06 Januari 2025

TNI AU Akan Bangun 2 Sistem Radar Baru di Takalar dan Banjarmasin

06 Januari 2025

Radar-radar di lokasi baru akan menutup blind spot yang masih ada (photo: Thales)

TNI AU hadirkan 25 radar baru untuk tutupi "blind spot" wilayah udara

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengatakan pihaknya akan mendapatkan 25 radar baru untuk menutup blind spot wilayah udara Indonesia.

"Jadi ke depan nanti tidak ada lagi area-area yang blind spot atau yang tidak tercover radar. Seluruh wilayah Indonesia nanti akan tercover radar. Tidak ada pergerakan pesawat yang tidak dicover radar," kata Tonny saat ditemui di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin.

Tonny menjelaskan, 25 radar tersebut didatangkan dari dua pabrikan yang berbeda yakni 13 buatan perusahaan Prancis dan 12 buatan Ceko.

Nantinya, 13 dari 25 radar baru akan ditempatkan di 13 titik menggantikan radar pemantau yang lama. Sedangkan 12 radar baru lainya akan ditempatkan di titik-titik strategis yang berfungsi menutupi blind spot.

"Rencananya di bulan Januari (2025) saya akan ground breaking (titik baru) di Takalar Sulawesi Selatan, itu ada di Selatan Makassar dengan di Banjarmasin," jelas Tonny.

Tonny menjelaskan proses pembangunan titik hingga pemasangan radar akan dimulai pada 2025 mendatang dan akan selesai 2029.

Dengan adanya radar-radar tersebut, Tonny yakin di tahun 2029 seluruh kawasan udara Indonesia akan terpantau dengan ketat.

"Doakan saja semua sesuai rencana, modernisasi alutsista juga mudah-mudahan sebelum 2029, 2030 AU menjadi AU yang disegani di kawasan," tutup Tonny.

Philippine Conducts Training of Heavy Mechanized Bridge System (HMBS) 60T from China

06 Januari 2024

Training on HMBS 60T from China for (all photos: 525th Combat Engineer)

The 525th Combat Engineer “Forerunner” Battalion of the Combat Engineer Regiment, Philippine Army, under the command of Lt. Col. Michael Rey L. Bautista, provided Eight (525CEB Subject Matter Experts (SME) in the conduct of Heavy Mechanized Bridge System (HMBS) Training to the twenty-one (21) participants conducted at Forerunner Training Area, 525CEB, CER, PA, and 33rd Combat Engineer Company, 3rd Naval Combat Engineer Battalion (3NCEB) based at Naval Station Jose Francisco Fort Bonifacio, Taguig City from 16-21 December 2024.


The training commenced with a comprehensive lecture on the capabilities and functions of the Heavy Mechanized Bridge System (HMBS). The 60T HMBS, from China, is a truck-mounted bridge designed for deliberate crossings of both dry and wet gaps. 

Each HMBS can transport and launch a single bridge, providing critical bridging support for Combat Engineer and Disaster Response Operations.

Personnel from the Philippine Army and Philippine Navy, specifically from 525CEB, CER, PA, and 33rd CEC, 3rd NCEB, participated in the training, aimed at equipping them with the knowledge and skills necessary for the operation and maintenance of the HMBS. 

The training was led by Subject Matter Expert (SME) 1LT Nazar Louie O. Edma (CE) PA, from the 525CEB, CER, PA.

Throughout the duration of the training, which covered numerous practical exercises using the issued two (2) units HMBS os PN, both 525CEB and 3rd NCEB personnel demonstrated integrity and proficiency in deploying the HMBS, culminating in successful practical exercises at FTA LNMB, showcasing their capability to operate and maintain the equipment effectively.

The Said sailors are now confident to utilize and operate the Heavy Mechanized Bridge System (HMBS). 

(Philippine Army)

Bukan PPA, KSAL Sebut Fregat Merah Putih Akan Gantikan Kelas Ahmad Yani

06 Januari 2025

Kapal PPA buatan Fincantieri (photo: naturalsciences)

Jakarta, IDM – Pembangunan dua unit fregat merah putih yang saat ini tengah dikerjakan oleh galangan kapal dalam negeri, PT PAL Indonesia, akan menggantikan operasional fregat kelas Van Speijk atau Ahmad Yani.

Sebelumnya, disebutkan pengadaan dua unit kapal patroli multiguna atau Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) dari Italia digadang-gadang untuk menggantikan fregat kelas Ahmad Yani di artileri persenjataan angkatan laut (arsenal) yang usianya tidak muda lagi.

“Apakah PPA ini menggantikan kelas Ahmad Yani?Belum, ya. Kelas Ahmad Yani ini sebagian masih kita gunakan, karena selain dari PPA Italia, kita juga akan memproduksi fregat dari PT PAL Indonesia, yaitu fregat merah putih,” kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, Jakarta, Jumat (3/1).

Nantinya, lanjut Ali, kehadiran dua fregat merah putih produksi dalam negeri akan menggantikan fregat kelas Ahmad Yani secara bertahap, bukan sekaligus untuk di-nonaktifkan, karena dia menilai jumlah unit kapal perang eks Belanda itu masih cukup dalam menjaga perairan Indonesia.

Fregat Merah Putih (photo: PAL)

“Kalau misalnya dua (fregat merah putih) datang, nanti dua (fregat Van Speijk) akan di-nonaktifkan. Jadi, ini dilaksanakan secara bertahap sehingga jumlahnya masih tetap bisa mencukupi dan menjaga perairan kita,” lanjutnya.

Mengutip dari berbagai sumber, dari ke-6 fregat kelas Ahmad Yani yang dimiliki oleh TNI AL, saat ini hanya tersisa 5 unit kapal yang masih beroperasi. Adapun satu kapal yang pensiun adalah KRI Slamet Riyadi-352 sementara lainnya tersisa KRI Ahmad Yani-351, KRI Yos Sudarso-353, KRI Oswald Siahaan-354, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, dan KRI Karel Satsuitubun-356.

“Kemudian, kelas Ahmad Yani juga sebenarnya ada beberapa yang masih tetap kita aktifkan, karena dia sebagai kapal pengangkut pesawat nirawak atau drone (UAV)yang kita miliki. Ada beberapa yang tetap kita pertahankan,” kata Ali.

Dalam doktrin perang di laut, keberadaan kapal perang jenis fregat sangat menentukan. Fregat tidak didedikasikan untuk pasukan pendarat dan berada di atas kelas korvet serta di bawah kelas destroyer.

Dengan ukurannya yang menengah dari sisi dimensi dan tonase, dia mampu menjadi pangkalan udara terapung, pijakan peluncuran peluru kendali permukaan dan bawah laut, penginderaan, intelijen (peluncuran tim pasukan khusus), dan pengamatan, hingga “jangkar” eksistensi angkatan laut di perairan.

(IDM)

05 Januari 2025

TNI AL Terima 5 KRI Pada 2024, Armada Kapal Perang Capai 165 unit

05 Januari 2025

Kapal tanker KRI Balongan 908 (photos: Koarmada 3)

Jakarta (ANTARA) - TNI Angkatan Laut sepanjang 2024 menerima tujuh kapal perang (KRI) baru, yang seluruhnya dibuat oleh galangan kapal dalam negeri, sehingga saat ini total kapal perang yang memperkuat TNI AL mencapai 165 unit.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut kapal-kapal perang baru TNI AL itu mencakup satu kapal tanker/kapal bantu curah minyak (BCM) KRI Balongan-908, dua kapal patroli cepat (PC) 40 meter KRI Butana-878 dan KRI Selar-879, dan dua kapal patroli cepat 60 meter yaitu KRI Lumba-Lumba-881 dan KRI Hampala-880.

Di samping itu, TNI AL juga menerima dua kapal Angkatan Laut (KAL) baru, yaitu KAL Hinako dan KAL Sembulungan.

“Kemudian, ada juga helikopter antikapal selam dengan peluncur torpedo (Panther HS-1307) dan upgrade avionic untuk lima helikopter Panther,” kata Ali saat jumpa pers pencapaian TNI AL sepanjang 2024 di Jakarta, Jumat.

Di samping itu, sepanjang 2024, TNI juga membeli berbagai senjata dan munisi baru, dan membangun sistem komunikasi satelit Hub Siskomsat di Kabupaten Bogor, serta gedung simulator Submarine Machinery Propulsion System (SMPS) di Surabaya, Jawa Timur.


Tidak hanya terus memperkuat sistem senjata armada terpadu (SSAT)-nya, TNI AL juga meningkatkan kesejahteraan jajaran prajuritnya dengan membangun rumah dinas dan flat untuk prajurit, dan sarana-prasarana untuk pendidikan yang bertujuan kegiatan pembinaan prajurit.

Dengan demikian, kekuatan armada tempur TNI AL saat ini mencakup 165 kapal perang (KRI), 136 KAL, kapal-kapal patroli keamanan laut (patkamla), 113 pesawat udara, dan 388 kendaraan tempur.

Dari 165 KRI yang saat ini memperkuat TNI AL, 62 kapal berada di bawah kendali Komando Armada (Koarmada) I, 63 KRI di bawah kendali Koarmada II, 21 KRI di Koarmada III, 15 KRI di bawah kendali Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), dan empat KRI berkemampuan hidro-oseanografi berada di bawah kendali Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).

Sementara itu, dari 136 KAL yang saat ini dimiliki TNI AL, 54 KAL di bawah kendali Koarmada I, 47 KAL di Koarmada II, 22 KAL di Koarmada III, tiga KAL di Kolinlamil, dua KAL di Pushidrosal, enam KAL di bawah kendali Akademi Angkatan Laut (AAL) untuk kebutuhan latihan taruna-taruna, dan dua KAL di bawah kendali pasukan elite TNI AL Detasemen Jalamangkara (Denjaka) Korps Marinir TNI AL.

Kemudian, 113 pesawat udara yang saat ini memperkuat TNI AL terdiri atas 68 pesawat tipe fixed wing, 30 pesawat udara tipe rotary wing, dan 15 pesawat tanpa awak (UAV). Pesawat-pesawat udara yang dimiliki TNI AL itu terbagi ke tiga satuan, yaitu Wing Udara 1, Wing Udara 2, dan Wing Udara 3.