24 Februari 2021

Fasilitas Floating Dock "Surabaya" PT PAL

24 Februari 2021

LST KRI Teluk Banten sedang melaksanakan docking di floating dock Surabaya PT PAL (photo : PAL)

PT PAL akan berbagi informasi mengenai fasilitas PT PAL Indonesia (Persero) yaitu Floating Dock atau disebut juga Dok Apung namanya Floating Dok "Surabaya".

Floating Dock Surabaya memiliki panjang keseluruhan 138 m, lebar 26,50 meter, tinggi 12 meter dan sarat 2,74 meter. 

Floating Dock Surabaya juga dapat memuat kapal hingga 5.000 ton. 

Fasilitas dok apung ini menjadi sarana perbaikan tidak hanya bagi kapal perang namun juga untuk kapal niaga seluruh Indonesia. 

PTPALIndonesia siap menjadi mitra pendukung pemeliharaan dan perbaikan bagi setiap industri maritim di bidang transportasi di Indonesia.

(PAL)

Royal Thai Navy Demonstrates MARCUS, UAV for Maritime Patrols

24 Februari 2021

Naval Research & Development Office (NRDO), Royal Thai Navy (RTN) with Thailand companies SDT Composites and Pims Technologies was demonstrated MARCUS Vertical Take-Off and Landing (VTOL) UAV in 18 February 2021 (all photos : AAG)

Research and development project for unmanned aerial vehicles for marine reconnaissance MARCUS (Maritime Aerial Reconnaissance Craft Unmanned System) by the Royal Thai Navy Research and Development Agency, together with the Thai private sector is SDT Composites as designer and manufacturer of aerial structures, and PIMS Technologies as developer of flight control and communication systems. This is the latest development of the Royal Thai Navy.

Prior to that, the Royal Thai Navy developed a Falcon-V FUVEC (Fixed wing Unmanned aerial vehicle with Vertical takeoff and landing Enabled Capability) unmanned aerial vehicle in collaboration with TOP Engineering Corporation that has been tested for actual use, MARCUS unmanned aerial vehicle is a system of similar flight design but different size.

The Royal Thai Navy has supplied UAV systems that are developed domestically, especially those that NEDA has collaborated with public and private agencies such as the Narai 3.0 vertical plane, Ongkot and Tarem, which have mass production lines and have been put into operation.

The latest is the D-Eyes 02 Mini UAV, a small unmanned aerial vehicle system in collaboration with the Defense Technology Institute of Thailand.

National Research Council of Thailand (NRCT) has funded research and development to in the framework of the limit 10.000,000 baht for the VTOL UAV fixed wing, payload 4-5kg, can fly for 4-5 hours and take off from an area of ​​only 3x3 meters.

After the demonstration of the latest operational test on February 18, 2011 at the Naval Aviation Division Royal Navy MARCUS unmanned aircraft will be launched into production and delivered into the Royal Thai Navy as well as UAV systems that have been previously researched and developed.

(AAG)

Lot 4/5 LRASM Production for Australia ?

24 Februari 2021

AGM-158C stealth anti-ship missile has a range in excess of 370 kilometres (photo : US Navy)

Contract awarded for first Australian LRASM stocks?

The USAF has awarded a US$414.2m (A$523m) contract to Lockheed Martin for the production of 137 AGM-158C Long Range Anti-Ship Missiles (LRASM) for an unnamed foreign military sales (FMS) customer under a sole-source acquisition contract.

A review of the US’s Defense Security Cooperation Agency’s website reveals Australia is the only country to have an approved FMS case for LRASM to date after its February 2020 notification of approval to buy up to 200 LRASMs and up to eleven ATM-158C LRASM Telemetry Variants. The plan to buy the weapon was confirmed in the June 2020 release of the government’s Defence Strategy Update and Force Structure Plan.

The award notice states the missiles will come from Lot 4 and Lot 5 production, and includes tooling and test equipment. The LRASM has been successfully integrated with the Rockwell B-1B and Boeing F/A-18E/F Super Hornet to date, and the US Navy plans to employ it from the Boeing P-8A Poseidon.

The Super Hornet will probably be the initial LRASM launch platform for the RAAF, although it will likely also find its way onto the P-8A, and possibly the F-35A in future.

The LRASM is based on the AGM-158A JASSM which Australia operates on its F/A-18A/B classic Hornets, and the extended range USAF-only AGM-158B JASSM-ER.

Tanda-tanda Tambahan Pesanan Tank Medium Pindad

24 Februari 2021

Tank medium Harimau Hitam Pindad-FNSS (photo : Hurriyet)

Batch pertama pesanan Tank Medium Harimau Hitam telah diungkapkan PT Pindad dalam acara dengar pendapat dengan DPR RI pada bulan Februari 2020. Pindad mengungkapkan bahwa telah menerima pesanan 18 unit Tank Medium dari Kemhan dalam periode 2020-2023 dengan nilai kontrak seharga US$ 135 juta, atau kurang lebih senilai 7,5 juta USD per unitnya (Rp 105 milyar sebuahnya pada kurs Rp 14.000,-). Dengan demikian pengiriman pesanan tank ini akan dilakukan pada tahun 2023. 

Pertanda pesanan batch kedua Tank Medium Pindad telah muncul dan telah menjadi bahan perbincangan. Dalam penyusunan anggaran pertahanan tahun 2020-2024 telah ada alokasi anggaran untuk penambahan Tank Medium Pindad ini dengan jumlah unit dibawah pesanan batch pertama.

Sekarang kita tinjau, berapa banyak Tank Medium Pindad ini dibutuhkan untuk dapat membentuk satu Batalyon Kavaleri. Mengacu pada Jurnal Unhan 2017 maka hanya ada dua jenis batalyon kavaleri. Dalam satuan kavaleri dikenal Rangka Organisasi Kavaleri, ROK 2011 diberlakukan kepada Batalyon Kavaleri Kewilayahan (organik Kodam) dan ROK 2013 diberlakukan kepada Batalyon Kavaleri di bawah Kostrad selaku pasukan pemukul terpusat.

Tank medium Harimau Hitam Pindad-FNSS (photo : Savunma Sanayi)

Sesuai Orgas ROK 2011 maka dalam 1 Batalyon Kavaleri Kodam terdiri dari sejumlah ranpur dengan rincian : 27 tank kanon, 5 ranpur komando, 9 tank APC, dan 9 ranpur pendukung,  sehingga dalam 1 Batalyon secara TOP (Tabel Organisasi dan Peralatan) terdiri dari 50 unit kendaraan tempur. Adapun untuk ranpur komando bukan berupa tank kanon, dengan demikian maka untuk 1 Batalyon Kavaleri Kodam dibutuhkan 27 tank kanon.

Sesuai Orgas ROK 2013 maka dalam 1 Batalyon Kavaleri Kostrad terdiri dari sejumlah ranpur dengan rincian : 39 tank kanon, 2 tank kanon komando, dan 9 ranpur  pendukung, sehingga dalam 1 Batalyon secara TOP terdiri dari 50 unit kendaraan tempur. Adapun ranpur komando untuk danyon dan wadanyon berupa tank kanon juga maka untuk 1 Batalyon Kavaleri Kostrad dibutuhkan 41 tank kanon.

Dari perbandingan dua ROK ini, maka dari pesanan batch pertama sebanyak 18 unit untuk membentuk 1 Batalyon Kavaleri Kodam cukup dibutuhkan tambahan 9 tank medium, namun untuk membentuk 1 Batalyon Kavaleri Kostrad masih dibutuhkan 23 tank medium lagi. Kita masih belum tahu akan kemana Tank Medium ini ditugaskan apakah di Kodam atau Kostrad.

(Defense Studies)

23 Februari 2021

Fregat dan Pesawat Tempur Inggris akan Pensiun Dini

23 Februari 2021

Rencana pemotongan anggaran Inggris (image : Daily Mail)

4 Jenderal Tinggi Inggris Minta Penarikan 10.000 Tentara Angkatan Darat Dibatalkan

NGGRIS - Empat jenderal Inggris meminta Perdana Menteri (PM) Boris Johnson untuk membatalkan penarikan 10.000 tentara Angkatan Darat. Ini merupakan permohonan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Angkatan Darat diperkirakan secara luas akan dikurangi menjadi 72.000 pasukan reguler selama dekade berikutnya karena Kementerian Pertahanan berupaya memangkas anggaran pasukan militernya sehingga dapat membeli teknologi medan perang terbaru.

Namun hal ini ditentang para komandan. Mereka mengatakan Inggris tidak akan lagi dianggap serius sebagai kekuatan militer jika jumlah pasukannya dipotong.

Komandan Lord Dannatt, Lord Richards, Letnan Jenderal Jonathon Riley dan Mayor Jenderal Tim Cross menilai pengurangan jumlah pasukan akan merusak hubungan Inggris dengan Amerika Serikat (AS) dan posisi mereka di NATO.

Ini termasuk penghentian awal empat fregat Tipe 23 dan penarikan dipercepat dari layanan 53 jet tempur Typhoon. Komandan telah menyetujui pengurangan Resimen RAF, unit spesialis berkekuatan 1.900 yang didirikan pada tahun 1942 yang melindungi pesawat dan pangkalan udara dari serangan pasukan darat.

Empat fregat Type 23 Inggris adalah jenis ASW fregat dengan perlindungan udara yang mumpuni (photo : SavetheRoyalNavy)

Menurut Kementerian Pertahanan, Tinjauan Terpadu bulan depan akan'menentukan visi Pemerintah untuk peran Inggris di dunia selama dekade berikutnya.

Ini akan mencakup semua aspek kebijakan keamanan internasional dan nasional, seperti pertahanan, diplomasi, pembangunan dan ketahanan nasional.

Hal ini terjadi setelah Johnson mengumumkan pada November tahun lalu jika dia meningkatkan pengeluaran pertahanan sebesar 16,5 miliar poundsterling (Rp326 triliun) selama empat tahun ke depan.

Namun terlepas dari hal ini, komandan Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara berada di bawah tekanan untuk melakukan penghematan anggaran.

“Sebagai pemimpin G7 Inggris Global pasca-Brexit, adalah salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, dan bercita-cita untuk tetap sebagai mitra Eropa terkemuka di NATO, sekutu utama kami, AS, khawatir di depan umum tentang kemampuan berperang kami yang berkurang dan musuh utama kami, Rusia, tidak dapat mempercayai keberuntungannya,” terang Lord Dannatt, yang memimpin Angkatan Darat dari 2006 hingga 2009.

See full article Okezone

S. Korea to Deploy Light Aircraft Carrier by 2033

23 Februari 2021

South Korean CVX (image : RoK Armed Forces)

SEOUL (Yonhap) -- South Korea will push to deploy a light aircraft carrier by 2033 to boost the country's defense capabilities, the arms procurement agency said Monday.

The defense project promotion committee held a videoconference, presided over by Defense Minister Suh Wook, and approved the plan to build a 30,000-ton-class light aircraft carrier with indigenous technologies, according to the Defense Acquisition Program Administration.

Around 2.03 trillion won (US$1.82 billion) is expected to be spent to build the ship, though the amount is pending approval from the finance ministry and the parliament, the agency said. It is pushing to complete the feasibility study by the finance ministry by August.

"Once the parliament approves the budget, we will be able to push forward with a detailed plan," an agency official said.


Critics and some lawmakers have raised questions about the usefulness and cost-effectiveness of the project, but the military gave the green light to push for the plan in December.

Announcing the meeting results, the agency said the procurement plan is aimed at better responding to various security threats and deterring provocations in waters where conflicts are expected.

The committee also approved a plan to upgrade the mobile TPQ-36/37 radars and to domestically develop a new combat system for the KDX-II destroyer, it said.

Len Jajaki Joint Production and Development Peralatan C4ISR dengan Rohde & Scwarz

23 Februari 2021

Penjajakan kerja sama untuk Joint production & development Alkom guna membangun kemampuan Network Centric Warfare TNI melalui sistem C4ISR yang terintegrasi (photo : Rohde & Schwarz)

Len Industri dan Rohde & Schwarz telah melakukan penandatanganan NDA dan penjajakan kerja sama joint production and development alat komunikasi militer untuk membangun kemampuan network centric warfare (NCW) TNI melalui sistem C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance) yang terintegrasi. Penandatangan disaksikan oleh Dirjen Pothan Kemhan Mayjen TNI Dadang Hendrayudha di booth Len Industri, IDEX & Navdex 2021, pada Senin (22/02).

Direktur Bisnis dan Kerjasama PT Len Industri, Wahyu Sofiadi menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan pameran seperti ini adalah untuk melakukan promosi produk industri pertahanan di pasar luar negeri. Selain itu juga sebagai ajang temu dalam membangun jaringan mitra di luar negeri, terutama partner teknologi kunci yang ikut hadir dalam pameran.

“BUMN Indhan di Abu Dhabi sekarang sedang menawarkan portofolio yang sudah dimiliki, sudah banyak pengalaman sebagai mitra kerja Kemhan dan TNI di bidang pertahanan. Contohnya, PT Len Industri sudah memproduksi radio sendiri, target drone, sistem senjata, command and control,” ujarnya.

Sebagai langkah untuk masuk ke global supply chain technology partner, Len Industri dan BUMN Industri Pertahanan memiliki rencana strategic partnership dengan perusahaan global di 3 matra (darat, laut, udara). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kompetensi kunci dan memandirikan industri pertahanan dalam negeri. Sehingga berimbas pada peningkatan sustainability dan skala bisnis, adanya recurring income dari bisnis MRO (Maintenance, Repair & Overhaul), hingga pengurangan ketergantungan impor produk utama.

(Len)