03 Februari 2026

Singapore Memilih Pesawat C-130H Bekas Sebagai Pesawat Interim C-130 Hercules

03 Januari 2026

Satu peawat C-130 Hercules ex Angkatan Udara Singapura telah tiba (photo: Alert5)

SINGAPORE—Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) memilih untuk mengakuisisi pesawat Lockheed Martin C-130H bekas sebagai langkah sementara untuk menggantikan sebagian armada C-130B/H yang sudah tua, seiring dengan evaluasi kebutuhan pengangkutan udara jangka panjang dan kemampuan yang dibutuhkan.

Dalam wawancara tertulis, Kepala RSAF Mayjen Kelvin Fan mengatakan C-130 tetap menjadi “platform terbaik” untuk memenuhi kebutuhan operasional angkatan udara selama 15 hingga 20 tahun ke depan.

“Oleh karena itu, RSAF mengakuisisi pesawat C-130H bekas, tetapi masih terawat dengan baik, untuk menggantikan C-130B kami yang sudah tua. Pengiriman telah dimulai, dan pesawat-pesawat ini akan dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan RSAF,” katanya.

Fan tidak mengungkapkan sumber pesawat atau perkiraan jangka waktu pengoperasiannya.

Pengamat pesawat di Singapura telah melacak sebuah C-130H yang dioperasikan oleh Blue Aerospace LLC, dengan nomor registrasi AS N973BA, yang tiba di negara itu pada akhir Januari. Pesawat tersebut adalah bekas C-130H Angkatan Udara Spanyol.

Menurut data Aviation Week Fleet Discovery Military, RSAF saat ini mengoperasikan sembilan pesawat C-130B/H—empat model B dan lima model H. Sepasang pertama C-130B bekas Angkatan Udara AS diproduksi pada tahun 1958, sementara sepasang pesawat bekas Yordania lainnya berasal dari tahun 1960, meskipun semuanya diintegrasikan ke dalam layanan RSAF pada tahun 1977.

Pada tahun 2007, armada tersebut menjalani salah satu program peningkatan paling ekstensifnya, yang dipimpin oleh ST Engineering, yang mencakup pemasangan glass cockpit, avionik baru, mesin yang ditingkatkan, dan unit auxiliary power unit baru.

Keputusan ini patut diperhatikan karena RSAF belum pernah membeli pesawat bekas sejak program KC-135R pada tahun 1990-an, dan penggantian pesawat angkut taktis tetap menjadi salah satu prioritas modernisasi yang belum terpenuhi. Langkah ini juga menunjukkan evaluasi berkelanjutan terhadap opsi jangka panjang, termasuk Airbus A400M, Embraer C-390, dan Lockheed Martin C-130J.

12 komentar:

  1. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69%
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
    --------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
    --------------
    BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
    Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 69.0
    --------------
    HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
    utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
    2010: 150 miliar USD
    2011: 165 miliar USD
    2012: 180 miliar USD
    2013: 195 miliar USD
    2014: 210 miliar USD
    2015: 225 miliar USD
    2016: 240 miliar USD
    2017: 255 miliar USD
    2018: 270 miliar USD
    2019: 285 miliar USD
    2020: 300 miliar USD
    2021: 315 miliar USD
    2022: 330 miliar USD
    2023: 345 miliar USD
    2024: 360 miliar USD
    2025: 375 miliar USD
    --------------
    OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
    HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
    GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
    ---------------
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
    • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
    • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
    1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
    --------------
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
    • Persentase terhadap PDB: 84.3%
    • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
    2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
    Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
    --------------
    5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
    6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
    SERIUS!!! BADUT GORILA IQ BOTOL = MEMBUAL SHOPPING
    -
    5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
    5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    SERIUS!!! BADUT GORILA IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
    -
    5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
    SERIUS!!! BADUT GORILA IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
    --------------
    MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
    5x GANTI PM
    6x GANTI MOD
    -
    SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

    BalasHapus
    Balasan
    1. 10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      ------------------
      20 NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun

      Hapus
  2. MALAYDESH 2018-2026 .....
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    Belanjawan 2025 (Anggaran 2025): Menyebutkan target pengurangan pinjaman bersih (net borrowing) menjadi sekitar RM75 miliar.
    Laporan Tinjauan Ekonomi: Memberikan data tentang rincian biaya layanan hutang (Debt Service Charges) yang diproyeksikan mencapai RM54,3 miliar pada 2025.
    -
    GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
    HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
    -
    1.ECRL= USD 20 BILLION
    2. FOREST CITY = USD 100 BILLION
    3.CHINA-MALAYDESH QINZHOU INDUSTRIAL PARK (CMQIP) = USD 4,2 BILLION
    4. MALAYDESH -CHINA KUANTAN INDUSTRIAL PARK (MCKIP) = USD 3,77 BILLION
    5.CHINA RAILWAY ROLLING STOCK CORP’S ROLLING STOCK CENTER = USD 131 MILLION
    6. 1 MDB (USD 4,5 BILLION) (USD 4,5 BILLION) = The 1MALAYDESH Development Berhad scandal, often referred to as the 1MDB scandal or just 1MDB, is an ongoing corruption, bribery and money laundering conspiracy

    BalasHapus
  3. 1. Tahun 2018: Fase "Open Donasi" (Tabung Harapan)
    Sumber: Rekening resmi ini diluncurkan oleh Kementerian Kewangan Malaydesh di bawah pemerintahan Tun Dr. Mahathir Mohamad.
    Berita Terkait: Kurang dari 24 Jam, Donasi Tabungan Harapan Malaydesh Terkumpul Rp 24 Miliar (Kompas) dan pengumuman resmi Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF).
    Konteks: Total donasi mencapai RM202,7 juta yang akhirnya digunakan untuk melunasi utang skandal 1MDB.
    2. Tahun 2019-2023: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang"
    Data persentase pinjaman baru untuk membayar utang lama (prinsipal utang matang) berasal dari Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) dan Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan:
    2019 (59%): Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2019 mencatat RM82,72 miliar (59,9%) dari pinjaman baru digunakan untuk bayar utang Malaydesh Gazette.
    2020 (60%): Berdasarkan LKAN 2020, ketergantungan pada utang baru untuk membayar utang lama disebut "mengkhawatirkan" oleh Ketua Audit Negara Astro Awani.
    2021-2023: Data ini tertuang dalam Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan tahunan yang dirilis oleh Jabatan Audit Negara dan dibahas di Parlimen Malaydesh. Pada 2023, angka melonjak ke 64,3% karena tingginya utang yang jatuh tempo.
    3. Tahun 2024-2026: Proyeksi dan Konsolidasi
    Data ini bersumber dari dokumen anggaran yang diterbitkan oleh Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh:
    Tinjauan Fiskal 2025 & Proyeksi 2026: Dokumen resmi ini dirilis bersamaan dengan Belanjawan 2025 (Anggaran 2025).
    Detail Utama: Pemerintah memproyeksikan penurunan pinjaman bersih (net borrowing) ke angka RM75 miliar pada 2025, namun pembayaran prinsipal tetap tinggi sekitar RM106 miliar dari total pinjaman bruto RM184 miliar The Edge Malaydesh.
    Dokumen Resmi: Anda dapat mengunduh rincian lengkapnya melalui portal resmi Belanjawan Malaydesh - Kementerian Kewangan
    ----------------
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

    BalasHapus
  4. MALAYDESH 2018-2026 .....
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    -
    pernyataan resmi Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaydesh melalui Direktur Jenderalnya, Badrul Hisham Alias.
    -
    Berikut adalah rincian detail mengenai tren pelepasan kewarganegaraan tersebut:
    Statistik Utama (Periode 2020 – 17 Desember 2025)
    Total Warga Melepas Kewarganegaraan: Sebanyak 61.116 orang resmi menanggalkan status warga negara Malaydesh dalam rentang waktu lima tahun terakhir.
    Destinasi Utama:
    1. Singapura (93,78%): Sekitar 57.315 orang memilih menjadi warga negara Singapura. Kedekatan geografis dan peluang ekonomi menjadi faktor penentu utama.
    2. Australia (2,15%): Menempati posisi kedua sebagai tujuan migrasi.
    3. Brunei Darussalam (0,97%): Berada di posisi ketiga.
    Negara Lain (3,1%): Tersebar di berbagai negara di seluruh dunia.
    -
    Profil Demografis & Penyebab
    Mayoritas Wanita: Sekitar 57,9% (35.356 orang) dari mereka yang pindah kewarganegaraan adalah perempuan.
    Kelompok Usia: Kelompok usia produktif 31 hingga 40 tahun menjadi penyumbang terbesar, yakni sekitar 31,6% dari total pemohon.
    -
    Faktor Pendorong: Keputusan ini didorong oleh dua faktor utama: ekonomi (mencari standar hidup dan nilai tukar mata uang yang lebih baik) serta alasan keluarga (seperti pernikahan dengan warga negara asing).

    BalasHapus
  5. ADOINAA.....HERO MALONDESH MAKIN TERKENAL....πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    PMX HOMO MALONDESH muncul di file pelaku kejahatan seksual, mendiang Jeffrey Epstein.
    https://youtube.com/shorts/rF0jcpGLth0?si=Y_wPzSxx_Lhf-YW0

    PANTAS SAJA ADABNYA PMX SEPERTI EPSTEIN 🀣🀣🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi paham, kenapa kemarin langsung tekuk lutut dan bahkan nari2 sama si jambul koneng walau dipaksa jual kedaulatan negaranya, menyedihkan sekali..
      Si mbah Mahathir sampai kebakaran jenggot..

      Hapus
    2. MAU HERAN TAPI INI MALONDESH YANG BOTOL NYA SUDAH AKUT PARAH....MEMANG TAK ADA MANUSIA LAGI DI MALONDESH 🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣

      Hapus
  6. Singapore ngejar target setoran


    Malaydesh ngejar sedekah dan sewa..🀣

    BalasHapus
  7. 60 Bayraktar TB3, untuk si gari gari.. 😊
    9 Akinci
    12 Anka
    Local production, plus missiles/smart ammunitions

    Diluar Hartam, istif, FAC 70, Kaan dll πŸ€—

    https://x.com/i/status/2018287852639998299

    BalasHapus
  8. πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA
    Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
    🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
    Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
    1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
    2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
    3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
    4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
    5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
    6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
    7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
    8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
    9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
    10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
    ------------------
    20 NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
    1. Tiongkok – US$40,7 triliun
    2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
    3. India – US$17,6 triliun
    4. Rusia – US$7,19 triliun
    5. Jepang – US$6,74 triliun
    6. Indonesia – US$5,69 triliun
    7. Jerman – US$5,65 triliun
    8. Brasil – US$5,27 triliun
    9. Turki – US$3,91 triliun
    10. Meksiko – US$3,88 triliun
    11. Mesir – US$3,85 triliun
    12. Inggris – US$3,82 triliun
    13. Prancis – US$3,80 triliun
    14. Iran – US$3,74 triliun
    15. Pakistan – US$2,09 triliun
    16. Bangladesh – US$2,05 triliun
    17. Italia – US$2,04 triliun
    18. Vietnam – US$1,89 triliun
    19. Filipina – US$1,87 triliun
    20. Thailand – US$1,85 triliun
    ------------------
    DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
    1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
    2. Tiongkok – US$19,90 triliun
    3. Jerman – US$5,36 triliun
    4. Jepang – US$4,46 triliun
    5. India – US$4,26 triliun
    6. Inggris – US$3,70 triliun
    7. Prancis – US$3,26 triliun
    8. Italia – US$2,56 triliun
    9. Brasil – US$2,52 triliun
    10. Kanada – US$2,49 triliun
    11. Rusia – US$2,48 triliun
    12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
    13. Meksiko – US$1,99 triliun
    14. Spanyol – US$1,82 triliun
    15. Indonesia – US$1,69 triliun
    16. Australia – US$1,68 triliun
    17. Turki – US$1,34 triliun
    18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
    19. Belanda – US$1,27 triliun
    20. Swiss – US$1,16 triliun
    πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

    BalasHapus
  9. TOP TEN ASIA
    -
    Berikut adalah daftar 10 negara dengan ekonomi terbesar di Asia berdasarkan PDB (GDP) PPP (Purchasing Power Parity) untuk tahun 2025, merujuk pada data IMF World Economic Outlook dan Statista:
    Tiongkok – US$ 37,07 triliun
    (Ekonomi terbesar di dunia dan Asia dalam hal daya beli riil).
    India – US$ 16,19 triliun
    (Kekuatan raksasa Asia Selatan dengan pertumbuhan domestik yang masif).
    Jepang – US$ 6,70 triliun
    (Tetap kuat meski pertumbuhan melambat, didorong sektor industri canggih).
    Indonesia – US$ 5,03 triliun
    (Ekonomi terbesar di Asia Tenggara; berada di peringkat 4 Asia dan 7 dunia dalam versi PPP).
    Turki – US$ 3,83 triliun
    (Ekonomi lintas benua dengan basis manufaktur dan perdagangan yang kuat).
    Korea Selatan – US$ 3,06 triliun
    (Pusat inovasi teknologi dengan efisiensi produksi yang tinggi).
    Arab Saudi – US$ 2,42 triliun
    (Negara terkaya di Timur Tengah yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi).
    Iran – US$ 1,85 triliun
    (Memiliki basis industri dan energi yang besar di wilayah Asia Barat).
    Taiwan – US$ 1,81 triliun
    (Sangat efisien dalam nilai ekonomi riil berkat dominasi semikonduktor global).
    Pakistan – US$ 1,72 triliun
    (Masuk 10 besar karena jumlah populasi besar yang mendorong volume ekonomi domestik).
    -
    Berikut adalah daftar 10 negara dengan PDB (GDP) Nominal terbesar di Asia untuk tahun 2025 berdasarkan data proyeksi dari IMF World Economic Outlook dan analisis Forbes India:
    Tiongkok – US$ 19,39 triliun
    (Tetap menjadi pemimpin ekonomi di Asia dan pusat manufaktur global).
    Jepang – US$ 4,28 triliun
    (Ekonomi maju yang mengandalkan sektor otomotif dan teknologi presisi).
    India – US$ 4,12 triliun
    (Ekonomi dengan pertumbuhan tercepat, diprediksi segera melampaui Jepang).
    Korea Selatan – US$ 1,86 triliun
    (Raksasa teknologi dan ekspor semikonduktor global).
    Indonesia – US$ 1,55 triliun
    (Ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan kekuatan baru di G20).
    Turki – US$ 1,32 triliun
    (Pusat industri yang menghubungkan pasar Asia dan Eropa).
    Arab Saudi – US$ 1,14 triliun
    (Pemimpin pasar energi yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi masif).
    Taiwan – US$ 884,39 miliar
    (Pemain kunci dunia dalam industri chip dan sirkuit terpadu).
    Uni Emirat Arab – US$ 548,51 miliar
    (Pusat keuangan, perdagangan, dan logistik internasional).
    Thailand – US$ 546,21 miliar
    (Kuat di sektor pariwisata dan rantai pasok otomotif regional)
    -
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA
    Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
    🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
    Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
    1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
    2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
    3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
    4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
    5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
    6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
    7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
    8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
    9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
    10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
    πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

    BalasHapus