21 Mei 2026

Pemerintah Berencana Bangun MRO Pesawat Hercules di Bandara Kertajati

21 Mei 2026

Elephant Walk C-130 Hercules TNI AU (photo: TNI AU)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertahanan (Kemhan) berencana menyiapkan Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sebagai pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat C-130/Hercules di kawasan Asia.

Hal tersebut dilakukan Kemhan RI setelah sebelumnya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Pentagon, Amerika Serikat itu, Pete menyampaikan niatnya untuk membangun pusat pemeliharaan mesin pesawat Hercules.

"Saat ini, terdapat rencana untuk menyiapkan kawasan Bandara Kertajati sebagai salah satu pusat MRO pesawat C-130/Hercules. Pemilihan Kertajati mempertimbangkan ketersediaan lahan yang luas serta fasilitas pendukung penerbangan yang sudah memadai," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Rico menilai langkah tersebut sangat strategis karena akan memberikan dampak baik bagi penguatan pertahanan Indonesia.

Salah satu dampak baiknya, yakni Indonesia menjadi semakin mudah dalam membangun kerja sama dan hubungan diplomasi dengan negara-negara Asia pengguna pesawat angkut Hercules.

"Langkah ini juga sejalan dengan upaya penguatan kemandirian industri pertahanan dan dukungan logistik penerbangan strategis nasional," ungkap dia.

Kendati demikian, Rico tidak menjelaskan secara rinci seperti apa progres pembangunan MRO itu. Dia juga tidak menjelaskan tenggat waktu pembangunannya.

14 komentar:

  1. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    MALAYDESH.......
    STATUS 2023-2026: TATA KELOLA HANCUR & MISKIN
    2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat tinggi.
    2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
    2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
    ________________________________________
    KEGAGALAN MANAJEMEN KONTRAK (AUDITOR GENERAL 2025):
    Skandal Kendaraan Gempita: Keterlambatan pengiriman 68 unit kendaraan lapis baja mengakibatkan denda RM 162,75 Juta, namun denda baru diklaim terlambat dua tahun.
    Pembayaran Buta: Pembayaran penuh tetap dilakukan kepada kontraktor meskipun tenggat waktu pengiriman telah terlewati.
    Denda Tak Tertagih: Sebanyak RM 167 Juta total denda keterlambatan belum ditagih oleh Kemenhan (Mindef) dari para kontraktor bermasalah.
    Pelanggaran Regulasi: Pengadaan batch kecil senilai RM 107,54 Juta (2020-2023) dilakukan tanpa tender terbuka, melanggar aturan pengadaan di atas RM 500.000.
    Krisis Suku Cadang: Layanan pemeliharaan dan suku cadang tertunda lebih dari 200 hari, melumpuhkan kesiapan tempur pasukan di lapangan.
    ________________________________________
    KORUPSI, KRONISME & KETERGANTUNGAN MAKELAR:
    Kecaman Raja: Raja Malaydesh mengutuk ketergantungan Kemenhan pada "salesmen" dan membatalkan sewa Black Hawk 30 tahun yang disebut sebagai "Peti Mati Terbang".
    Tender Tertutup: Hanya 20–30% kontrak besar yang melalui tender terbuka; sisanya adalah penunjukan langsung ke perusahaan kroni politik.
    Skandal Scorpene: Kasus kapal selam yang melibatkan komisi ilegal dan perantara asing, merusak integritas rahasia negara.
    Otomatisasi Mismanajemen: Penggunaan perusahaan cangkang (shell companies) dalam proyek LCS untuk mengalihkan dana negara sebesar RM 1,4 Miliar demi menutup hutang proyek gagal masa lalu.
    ________________________________________
    KELEMAHAN STRATEGIS & SUMBER DAYA MANUSIA:
    Ketergantungan Asing: Kemampuan produksi pertahanan domestik yang sangat lemah menyebabkan ketergantungan total pada vendor asing yang mahal.
    Brain Drain: Angkatan Bersenjata kesulitan mempertahankan personel terampil di bidang teknis (teknisi kapal dan pemeliharaan penerbangan).
    Doktrin Usang: Pelatihan menggunakan alutsista kuno mengurangi efisiensi operasional dan interoperabilitas dengan militer modern.
    Kebijakan Reaktif: Keputusan pengadaan lebih didasarkan pada kepentingan politik sesaat daripada kebutuhan strategis jangka panjang.
    KESIMPULAN:
    MISMANAJEMEN KONTRAK + DENDA RM 167 JUTA TAK TERTAGIH + ASET "PETI MATI" = KEBANGKRUTAN TOTAL

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
      Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
      ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
      inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
      RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
      ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
      patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    2. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (Bloomberg).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KEGAGALAN PROGRAM MRCA (MULTI-ROLE COMBAT AIRCRAFT):
      Ketidakpastian Selama 20 Tahun: Program pengganti MiG-29 dan F-5E pertama kali diusulkan awal 2000-an, namun hingga dua dekade kemudian tidak ada keputusan final.
      Gridlock Birokrasi: Keputusan terbagi antara Kemenhan (Mindef) dan Kemenkeu (MOF); kontrak di atas RM 7 juta wajib persetujuan MOF, memicu tumpang tindih prioritas dan penundaan masif.
      Tender Tidak Transparan: Pengadaan didominasi tender terbatas (hanya 20-30% tender terbuka), melibatkan pensiunan militer sebagai makelar politik.
      Daftar Penantian Panjang: Rafale, Typhoon, Gripen, hingga F/A-18 silih berganti dievaluasi tanpa ada pemilihan transparan yang difinalisasi.
      Pivot Karena Miskin: Karena keterbatasan dana, fokus beralih ke jet ringan (LCA) FA-50, mencerminkan strategi pengadaan yang reaktif, bukan proaktif berbasis kapabilitas.
      ________________________________________
      SKANDAL & KEBINGUNGAN PROGRAM SPH (SELF-PROPELLED HOWITZER):
      Proyek Terlantar Sejak 2010: Rencana akuisisi 66 unit SPH 155mm tetap berada dalam ketidakpastian selama lebih dari satu dekade.
      Kontroversi Kronisme: Pada 2022, muncul dugaan kontrak RM 819,09 Juta diberikan langsung kepada perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
      Kebingungan G2G (Yavuz SPH): Sempat berencana membeli Yavuz dari MKE Turki via G2G, namun kemudian diubah kembali menjadi tender terbuka karena ketidaksesuaian spesifikasi.
      Audit MOF vs Mindef: Meskipun MOF menyetujui tender pada Januari 2024, Mindef dipaksa negosiasi ulang harga, menunjukkan lemahnya otoritas pengadaan terpusat.
      Lumpuhnya Artileri Darat: Bergantung pada meriam tarik (towed) yang lambat; kegagalan SPH mematikan kemampuan bantuan tembakan cepat dalam pertempuran modern.
      ________________________________________
      RINGKASAN KELEMAHAN:
      MRCA: Tidak ada visi jangka panjang, hanya window shopping selama 20 tahun.
      SPH: Terjebak skandal kronisme dan ketidakjelasan prosedur G2G.
      Readiness: Armada jet tempur menipis dan artileri tidak memiliki mobilitas tinggi.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + GRIDLOCK BIROKRASI + SKANDAL SPH = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN NASIONAL

      Hapus
    3. CONTOH KASUS RUSIA PERANCIS = 79%
      BOTOL KLAIM RM 1 BILLION = 100%
      BOTOL KLAIM RM 1 BILLION = 100%
      BOTOL KLAIM RM 1 BILLION = 100%
      NORWEGIA ANGGOTA NATO .......
      ---------------------------------
      Biaya Langsung (Peluang: 90% - 100%)
      Estimasi: €126 juta (~RM583,47 juta).
      Dasar Hukum: Unjust Enrichment (uang muka wajib dikembalikan karena barang gagal dikirim).
      Bentuk Realisasi: Pengembalian tunai (refund) penuh atau pengalihan menjadi kredit sistem militer lain.
      Biaya Tidak Langsung (Peluang: 10% - 20%)
      -
      Estimasi Tuntutan: ~RM416,53 juta.
      Estimasi Realisasi: RM50 juta – RM100 juta.
      Alasan Pemotongan: Kerugian non-fisik (waktu operasional, pelatihan) sulit dibuktikan di pengadilan internasional.
      Komponen Dibayar: Hanya biaya fisik pembongkaran (dismantling) dudukan rudal yang sudah terpasang.
      -
      Pelajaran Kasus Serupa (Prancis-Rusia, 2015)
      Kasus: Prancis batalkan kirim 2 kapal perang ke Rusia karena sanksi geopolitik.
      Hasil: Prancis hanya mengembalikan uang muka (€950 juta) dan biaya modifikasi alat. Tuntutan denda lainnya ditolak.
      ----------------------------------
      PLANGA PLONGO = 2021-2025
      -
      🚨 Patroli Kapal Pengawal Pantai China (CCG) di Beting Patinggi Ali
      • 2021: 310 Hari (Pantauan ketat proyek Kasawari Petronas).
      • 2022: 316 Hari (Data referensi awal, kapal menetap hampir sepanjang tahun).
      • 2023: 338 Hari (Manuver agresif dekat platform migas Malaydesh).
      • 2024: 365 Hari (Hadir setiap hari penuh tanpa terputus).
      • 2025: 257 Hari (Menurun karena armada dialihkan ke konflik Filipina).
      -
      ✈️ Kasus Pencerobohan Ruang Udara Malaydesh
      • 2021: 16 Pesawat (Insiden formasi taktis jet China di dekat Sarawak).
      • 2022: 0 Kasus Besar (Hanya aktivitas radar rutin transnasional).
      • 2023: 43 Kasus (Data referensi awal, akumulasi Januari–Mei 2023).
      • 2024: ~12 Kasus (Misi pengintaian udara di sekitar Laut China Selatan).
      • 2025: Meningkat (Aktivitas penerbangan logistik militer China ke Spratly).
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KRONISME SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      ANALISA KRONISME & KORUPSI KONTRAK PERTAHANAN:
      Dominasi Perusahaan Kroni: Kontrak sering diberikan kepada perusahaan yang tidak kompeten namun memiliki koneksi politik atau hubungan dengan pensiunan perwira militer.
      Kasus Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar membengkak jadi RM 11 Miliar+; lebih dari RM 6 Miliar telah dibayarkan, namun nol kapal terkirim tepat waktu.
      Konflik Kepentingan SPH: Kontrak Self-Propelled Howitzer (SPH) memicu kemarahan publik setelah terungkap melibatkan perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
      Mismanajemen Finansial: Perusahaan kroni sering kekurangan keahlian teknis, menyebabkan pengiriman kapal patroli terlambat 3 tahun dan pembengkakan biaya masif.
      Lemahnya Penegakan Hukum: Otoritas enggan menuntut perusahaan gagal karena takut mengungkap jaringan korupsi yang lebih dalam di dalam sistem pengadaan.
      ________________________________________
      REKAM JEJAK SKANDAL ALUTSISTA (LEGACY OF CORRUPTION):
      Skandal Kapal Selam Scorpene (2002): Pengadaan senilai RM 4,5 Miliar melalui perusahaan perantara (Perimekar) yang tidak punya rekam jejak. Komisi RM 510 Juta (11%) dibayarkan secara ilegal. Terlibat dalam kasus pembunuhan Altantuyaa Shaariibuugiin.
      Skandal Helikopter MD530G (2016): Kontrak RM 321 Juta untuk 6 unit helikopter gagal karena masalah spesifikasi dan pengiriman. Investigasi MACC berakhir tanpa penuntutan, memicu kemarahan publik atas "korupsi dari atas ke bawah".
      Fiasco NGPV (Patrol Vessel): Proyek 27 kapal desain Meko 100 yang diberikan kepada perusahaan kroni (PSC-ND). Hanya 6 unit selesai; biaya membengkak dari RM 5,35 Miliar menjadi RM 6,75 Miliar sebelum akhirnya bangkrut dan dicaplok Boustead.
      Skandal OPV (Offshore Patrol Vessel): Kontrak 6 kapal senilai RM 4,9 Miliar hanya menghasilkan 2 unit cacat. Terjadi kelebihan pembayaran 48% (Bayar RM 4,26 Miliar untuk hasil kerja senilai RM 2,87 Miliar); denda keterlambatan dihapuskan secara sepihak oleh pemerintah.
      ________________________________________
      DAMPAK NYATA PADA MILITER:
      Operational Collapse: Keterlambatan helikopter, kapal, dan artileri membuat militer tidak siap tempur (under-equipped).
      Vulnerabilitas Strategis: Celah pertahanan di wilayah kunci (Laut Cina Selatan) semakin terbuka lebar akibat hilangnya daya getar alutsista modern.
      KESIMPULAN:
      KORUPSI KRONI + KELEBIHAN BAYAR 48% + "SILUMAN" SCORPENE = KEBANGKRUTAN TOTAL

      Hapus
    5. KLAIM BERANI?
      PLANGA PLONGO = CINA 2021-2025
      PLANGA PLONGO = NORWEGIA ANGGOTA NATO
      ---------------------------------
      • Tahun 2021: 310 HARI
      • Catatan: Kehadiran kapal CCG sangat konisten sepanjang tahun, dibarengi dengan insiden pemantauan ketat terhadap proyek pengeboran Kasawari milik Petronas.
      -
      • Tahun 2022: 316 HARI
      • Catatan: Ini adalah data referensi yang Anda sebutkan di atas (meningkat dari 279 hari pada 2020), di mana kapal China berada di sana hampir sepanjang tahun.
      -
      • Tahun 2023: 338 HARI
      • Catatan: Patroli semakin intensif dan kapal-kapal China dilaporkan melakukan manuver agresif mendekati platform operasi minyak dan gas Malaydesh.
      -
      • Tahun 2024: 365 HARI
      • Catatan: Laporan AMTI mengonfirmasi bahwa selama tahun 2024, setidaknya ada satu kapal CCG yang berada di perairan Malaydesh setiap hari tanpa terputus (kontinuitas 100%).
      -
      • Tahun 2025: 257 HARI
      • Catatan: Mengalami penurunan hari kalender di wilayah Luconia Shoals karena armada CCG dialihkan secara masif untuk memperkuat tekanan di Scarborough Shoal dan Sabina Shoal (konflik dengan Filipina).
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    6. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: ZERO DETERRENCE & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN DAYA GENTAR (ZERO DETERRENCE):
      Definisi Gagal: Deterrence butuh kekuatan tempur kredibel, kesiapan operasional, dan strategi jelas. Malaydesh tidak memiliki ketiganya.
      Alutsista Usang (Obsolete):
      Darat (TDM): Masih menggunakan kendaraan lapis baja dan artileri era 1980-an; tanpa roket jarak jauh atau hanud modern.
      Laut (TLDM): Hanya 2 kapal selam Scorpene (kesiapan terbatas); skandal LCS membuat armada mengecil karena kapal tua pensiun lebih cepat dari penggantinya.
      Udara (TUDM): Hanya ~26 jet tempur (Su-30MKM + F/A-18D) yang sering grounded; tanpa Tanker, AWACS, atau SAM jarak jauh.
      Vulnerabilitas Laut Cina Selatan: China tidak menganggap serius militer Malaydesh karena hanya merespons intrusi ZEE dengan protes diplomatik dan patroli kecil tanpa rudal anti-kapal yang kredibel.
      Anggaran Terlalu Kecil: Belanja pertahanan hanya ~1% dari PDB (salah satu terendah di ASEAN), di mana lebih dari separuhnya habis untuk gaji dan pensiun.
      ________________________________________
      DAFTAR KEGAGALAN PENGADAAN (CHRONIC DELAYS):
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan sejak 2007 untuk ganti MiG-29; terus ditunda dan akhirnya "dibekukan" karena miskin. Terpaksa turun kasta ke jet ringan FA-50 (baru dikirim 2026).
      Maritime Patrol Aircraft (MPA): Identifikasi kebutuhan sejak awal 2000-an, tertunda hampir 20 tahun. Baru memilih ATR-72 pada 2023; selama dekadean monitor laut hanya pakai drone dan pesawat angkut konversi.
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Proyek RM 9 Miliar sejak 2011; hingga 2025 nol kapal terkirim akibat korupsi dan mismanajemen. Angkatan Laut terjebak dengan kapal tahun 1980-an.
      Multi-Role Support Ship (MRSS): Program kapal amfibi sejak 2000-an; dibatalkan/ditunda berkali-kali. Akibatnya, TLDM tidak punya kemampuan angkut pasukan besar dalam krisis regional.
      Kapal Selam Batch 2: Rencana ekspansi jadi 4 kapal selam dibatalkan karena tidak ada uang; terjebak dengan 2 Scorpene (2009) yang tidak cukup untuk cakupan wilayah luas.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + MODERNISASI TERTUNDA 20 TAHUN + ASET GROUNDED = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN

      Hapus
    7. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: ZERO DETERRENCE & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN DAYA GENTAR (ZERO DETERRENCE):
      Definisi Gagal: Deterrence butuh kekuatan tempur kredibel, kesiapan operasional, dan strategi jelas. Malaydesh tidak memiliki ketiganya.
      Alutsista Usang (Obsolete):
      Darat (TDM): Masih menggunakan kendaraan lapis baja dan artileri era 1980-an; tanpa roket jarak jauh atau hanud modern.
      Laut (TLDM): Hanya 2 kapal selam Scorpene (kesiapan terbatas); skandal LCS membuat armada mengecil karena kapal tua pensiun lebih cepat dari penggantinya.
      Udara (TUDM): Hanya ~26 jet tempur (Su-30MKM + F/A-18D) yang sering grounded; tanpa Tanker, AWACS, atau SAM jarak jauh.
      Vulnerabilitas Laut Cina Selatan: China tidak menganggap serius militer Malaydesh karena hanya merespons intrusi ZEE dengan protes diplomatik dan patroli kecil tanpa rudal anti-kapal yang kredibel.
      Anggaran Terlalu Kecil: Belanja pertahanan hanya ~1% dari PDB (salah satu terendah di ASEAN), di mana lebih dari separuhnya habis untuk gaji dan pensiun.
      ________________________________________
      DAFTAR KEGAGALAN PENGADAAN (CHRONIC DELAYS):
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan sejak 2007 untuk ganti MiG-29; terus ditunda dan akhirnya "dibekukan" karena miskin. Terpaksa turun kasta ke jet ringan FA-50 (baru dikirim 2026).
      Maritime Patrol Aircraft (MPA): Identifikasi kebutuhan sejak awal 2000-an, tertunda hampir 20 tahun. Baru memilih ATR-72 pada 2023; selama dekadean monitor laut hanya pakai drone dan pesawat angkut konversi.
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Proyek RM 9 Miliar sejak 2011; hingga 2025 nol kapal terkirim akibat korupsi dan mismanajemen. Angkatan Laut terjebak dengan kapal tahun 1980-an.
      Multi-Role Support Ship (MRSS): Program kapal amfibi sejak 2000-an; dibatalkan/ditunda berkali-kali. Akibatnya, TLDM tidak punya kemampuan angkut pasukan besar dalam krisis regional.
      Kapal Selam Batch 2: Rencana ekspansi jadi 4 kapal selam dibatalkan karena tidak ada uang; terjebak dengan 2 Scorpene (2009) yang tidak cukup untuk cakupan wilayah luas.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + MODERNISASI TERTUNDA 20 TAHUN + ASET GROUNDED = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN

      Hapus
    8. ISHAM JALIL =
      RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
      -
      Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malaydesh saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
      Poin Utama Analisis:
      1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
      -
      2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
      -
      3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malaydesh yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
      --------------------------------
      Status Krisis PDB 2026
      • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
      • Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
      --------------------------------
      Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
      2026 (Populasi: 36,3jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      -
      2025 (Populasi: 35,9jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
      -
      2024 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
      Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
      -
      2023 (Populasi: 35,1jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
      Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
      -
      2022 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
      Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
      -
      2021 (Populasi: 34,2jt)
      Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
      Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    9. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN DOKTRIN & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN DOKTRIN PERTAHANAN (DOCTRINAL FAILURE):
      Warisan COIN yang Terpaku: Doktrin militer masih terjebak pada era pemberontakan komunis (1948–1989). Fokus pada perang hutan dan infanteri ringan, bukan kekuatan pemukul berat modern.
      Gagal Transisi ke Perang Konvensional: Saat tetangga (Indonesia, Singapura, Vietnam) beralih ke combined arms (tank + artileri + drone), Malaydesh tetap pada postur statis. Hanya punya 48 tank PT-91M tanpa bantuan tembakan artileri jarak jauh yang memadai.
      Abaikan Operasi Gabungan (Joint Ops): Matra berjalan sendiri-sendiri (siloed). AU kekurangan pesawat pendukung udara dekat, dan AL tidak punya kapasitas angkut amfibi untuk mengerahkan AD secara cepat.
      Doktrin Reaktif & Defensif: Kebijakan (Kertas Putih 2019) terlalu fokus pada ancaman non-tradisional (bajak laut, bencana) sehingga meremehkan ancaman eksternal nyata seperti klaim China di Laut Cina Selatan.
      Buta Teknologi Modern: Tidak ada penekanan pada perang drone, perang elektronik, siber, atau network-centric warfare. Masih mengandalkan operasi manual berbasis infanteri (Contoh kegagalan: Respon lambat saat krisis Lahad Datu 2013).
      ________________________________________
      KELEMAHAN FATAL ANGKATAN LAUT (TLDM):
      Armada Kecil & Menua: Hanya memiliki kurang dari 10 kapal perang "serius". Frigat kelas Lekiu (1999) usang; kelas Kasturi (1980-an) sudah renta; korvet kelas Kedah hanya dipersenjatai ringan setingkat kapal patroli.
      Kekuatan Kapal Selam Lumpuh: Hanya 2 unit Scorpene dengan biaya operasional sangat mahal. Tidak mampu menjaga kehadiran konstan di laut jika dibandingkan Vietnam (6 Kilo) atau Singapura (4 kapal selam canggih).
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Proyek tulang punggung modernisasi AL sejak 2011 hancur akibat korupsi. Satu dekade hilang tanpa satu pun kapal baru terkirim. Biaya membengkak dari RM 6 Miliar menjadi >RM 11 Miliar.
      Penerbangan AL & Dukungan Lemah: Helikopter Super Lynx & AW139 sangat terbatas; kapasitas angkut amfibi tidak cukup untuk pengerahan pasukan besar ke Sabah/Sarawak.
      Kanibalisme Anggaran: Modernisasi AL terus kalah bersaing dengan porsi gaji AD dalam pembagian anggaran pertahanan yang kecil (hanya 1% PDB).
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + DOKTRIN KUNO + FIASCO LCS RM 11 MILIAR = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
  2. CONTOH KASUS RUSIA PERANCIS = 79%
    BOTOL KLAIM RM 1 BILLION = 100%
    BOTOL KLAIM RM 1 BILLION = 100%
    BOTOL KLAIM RM 1 BILLION = 100%
    NORWEGIA ANGGOTA NATO .......
    ----------------------------------
    1. Biaya Langsung (Peluang Realisasi: Sangat Tinggi / 90% - 100%)Estimasi Angka: €126 juta (~RM583,47 juta).Dasar Hukum: Ini adalah uang tunai yang sudah dibayarkan (down payment/milestone payment) oleh Malaysia kepada Kongsberg. Karena barang gagal dikirim akibat pembatalan lisensi dari pemerintah Norwegia, uang ini wajib dikembalikan berdasarkan asas hukum Unjust Enrichment (pihak penjual tidak boleh memperkaya diri dari dana kontrak yang gagal dipenuhi).Bentuk Realisasi: Kemungkinan besar dikembalikan penuh dalam bentuk uang tunai (refund) atau dialihkan menjadi kredit untuk pengadaan sistem militer Norwegia jenis lain yang tidak diblokir.
    ----------------------------------
    2. Biaya Tidak Langsung (Peluang Realisasi: Rendah / 10% - 20%)Estimasi Angka Tuntutan: ~RM416,53 juta (Sisa dari total tuntutan RM1 miliar).Estimasi Realisasi: Maksimal RM50 miliar – RM100 miliar (Hanya untuk komponen fisik yang terbukti).Alasan Pemotongan: Di pengadilan internasional, biaya tidak langsung (consequential damages) seperti biaya melatih ulang personel, hilangnya waktu operasional kapal, dan kerugian strategis sangat sulit dibuktikan nilainya secara hukum.Komponen yang Mungkin Dibayar: Kongsberg atau Norwegia hanya akan bersedia mengganti biaya pembongkaran teknis (dismantling cost) pada dudukan rudal di kapal LCS Malaysia yang telanjur dipasang, karena ada bukti fisik kerugiannya.
    ----------------------------------
    Pelajaran dari Kasus Serupa di Dunia
    Kasus ini mirip dengan pembatalan kontrak kapal mistral oleh Prancis kepada Rusia pada tahun 2015 akibat sanksi geopolitik:Kasus Prancis-Rusia (2015): Prancis membatalkan pengiriman 2 kapal perang ke Rusia karena situasi Krimea. Rusia menuntut ganti rugi masif termasuk biaya tidak langsung.Hasil Akhir: Prancis hanya mengembalikan uang muka yang telah dibayar Rusia sebesar €950 juta ditambah biaya modifikasi peralatan Rusia yang telanjur dipasang di kapal. Tuntutan denda penalti lainnya dari Rusia ditolak
    ======================
    2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
    ----------------------------------
    2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
    ----------------------------------
    2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
    ----------------------------------
    2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
    ----------------------------------
    2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
    ----------------------------------
    2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
    ----------------------------------
    2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
    ----------------------------------
    😝KLAIM PINTAR 15 TAHUN MANGKRAK = BOTOL😝

    BalasHapus
  3. Amerika Tunjuk Kita jadi Pusat MRO C130 Herkules SE ASIA hore haha!✌️👍✌️
    Dolar masyuk ini haha!🤑👌🤑
    wahh LM, F35 bersemi kembali donk haha!🥳😉🥳

    Kalo Perluw request Himars ama Typhoon MRC donk🚀


    taktakala MAIROD seblah tak dianggap lagi kahsiyan haha!👎😭👎

    BalasHapus
  4. Pemerintah Berencana Bangun MRO Pesawat Hercules di Bandara Kertajati
    -----------

    hmmn yg akan di kertajati ini dana dari Amrik khan?? Wah tetangga pada NGIRI tuch haha!😤😄😤

    entar yg running siapa..SDM GMF & FETEDEI? ato malah full baruw haha!🤭😎🤭
    dua entitas bumn ini uda bisa MRO C130,
    mreka uda punyak SAPRAS(Sarana & Prasarana) khusus Herki kita
    emang gak mao digabung yak?

    ngarep kedepannya tak hanya Herki,
    LM ada jet tempur kan silakan palkon ama si petir haha!🤗✌️🤗
    dr Bowing, semua aset dari si Pose, C17 kenari gih haha!👍🤑👍

    mungkin kelak aset laut jugak nich..pal uda dapet kunjungan kaan, tinggal lanjut pengembangan dok, kalo bisa di batam lanjut tuch, mayan nyomot klien si upil haha!😬✌️😬

    BalasHapus