16 Juni 2026
Kawasan bandara Kertajati, Jawa Barat (photo: BIJB)
Bandung - Indonesia dibidik untuk memiliki fasilitas perakitan pesawat sekaligus memperkuat industri manufaktur komponen penerbangan lewat kerja sama dengan Turkish Aerospace. Rencana itu mengemuka dalam Indonesia Aerospace Ecosystem Forum 2026 yang digelar di Bandung, Selasa (9/6/2026).
Selain mendorong investasi baru di sektor penerbangan, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri dirgantara lewat penyediaan bahan baku, manufaktur komponen, hingga perakitan pesawat.
Managing Director Turkish Aerospace Indonesia, Adi Aviantoro mengatakan, Indonesia sebenarnya memiliki fondasi yang kuat di bidang dirgantara. Setelah sempat mengalami kelesuan, ia berharap investasi yang akan masuk lewat Turkish Aerospace dapat menjadi suntikan modal yang dapat membangkitkan kembali kejayaan aviasi nasional.
"Indonesia ini secara sejarah memang background industrinya sudah diarahkan ke arah industri aerospace. Kemudian ada jeda masa waktu ketika industri aerospace itu lesu. Mulai tahun 2022, setelah Turkish Aerospace Indonesia berinvestasi di Indonesia, kami harapkan industri aerospace dan pendukungnya mulai berkembang, terutama di industri manufaktur," kata Adi saat ditemui di sela acara.
Adi mengatakan, Turkish Aerospace melihat Indonesia sebagai negara yang telah memiliki basis industri penerbangan sejak lama. Karena itu, Indonesia dipandang memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan industri dirgantara di kawasan.
"Turki melihat Indonesia sudah mempunyai potensi ke arah industri aerospace. Oleh karenanya memang Turki berinvestasi di Indonesia untuk industri pesawat terbang yang sudah ada basisnya di Indonesia, terutama di Bandung," ujarnya.
Menurut Adi, fokus utama pengembangan saat ini adalah memperkuat industri manufaktur komponen atau part manufacturing. Penguatan sektor tersebut dinilai menjadi fondasi penting sebelum Indonesia dapat meningkatkan kapasitas produksinya di bidang pesawat terbang.
"Sekarang ini yang harus kita perkuat secara fundamental adalah mengembangkan industri part manufacturing yang kemudian akan berkembang ke arah pesawat terbang yang akan mendukung industri pesawat terbang di Turki. Tapi kita di Indonesia sekarang ini lebih fokus kepada industri part manufacturing," katanya.
Dimulai dari produksi helikopter komersial
Selain membentuk Turkish Aerospace Indonesia sebagai perusahaan yang beroperasi di dalam negeri, pihaknya juga tengah menyiapkan rencana pembangunan fasilitas perakitan pesawat. Meski demikian, nilai investasi yang akan digelontorkan masih dalam tahap kajian.
"Selain membuat perusahaan Turkish Aerospace Indonesia, Turki juga berinvestasi untuk ke depannya membuat fasilitas assembly pesawat terbang. Sampai saat ini kita masih dalam studi untuk menyimpulkan besaran nilai investasi," ujar Adi.
Terkait lokasi pembangunan fasilitas tersebut, Turkish Aerospace Indonesia masih mempertimbangkan sejumlah alternatif. Namun, kawasan Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka disebut menjadi salah satu lokasi yang memiliki peluang besar.
"Saat ini kita ada beberapa pilihan yang belum diputuskan. Kemarin sudah didengar mengenai GMF yang diberikan fasilitas di Kertajati. Mungkin arahan ke depannya juga arahnya akan ke Kertajati," katanya.
Adi menilai Jawa Barat, khususnya Bandung, memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri dirgantara nasional. Selain memiliki sejarah sebagai pusat industri penerbangan Indonesia, Bandung juga didukung oleh perguruan tinggi yang menghasilkan sumber daya manusia di bidang penerbangan.
"Bandung harusnya paling siap karena didukung dari universitas yang jurusannya penerbangan yang ada di Bandung. Kemudian ada industrinya, industri penerbangan memang pusatnya dari dulu ada di Bandung," ujarnya.
Untuk tahap awal, ia mengatakan, Turkish Aerospace Indonesia akan fokus pada pengembangan helikopter komersial. Produk Turkish Aerospace sendiri mencakup pesawat sayap tetap maupun helikopter untuk kebutuhan sipil dan militer.
"Sementara ini kita masih fokus untuk helikopter yang komersial. Produk Turkish Aerospace ada yang fixed wing dan rotary wing. Yang rotary wing itu ada yang militer dan ada yang komersial, sekarang ini kita fokus untuk yang komersial," kata Adi.
Ia menjelaskan pasar utama untuk produk tersebut saat ini masih berada di Turki. Namun peluang pemasaran di Indonesia sangat terbuka.
Di sisi lain, Adi mengakui industri dirgantara nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya terkait ketersediaan bahan baku. Hingga saat ini sebagian besar kebutuhan raw material masih bergantung pada impor.
Menurutnya, dukungan pembiayaan menjadi salah satu faktor penting untuk mengatasi persoalan tersebut. Dengan ketersediaan pendanaan yang memadai, industri dalam negeri akan lebih mudah memperoleh bahan baku untuk memenuhi kebutuhan produksi.
"Saat ini memang kesulitan yang paling utama adalah raw material. Tapi dengan adanya dukungan finansial, maka mudah-mudahan kendala ini bisa diatasi. Kemudian raw material bisa kita sediakan untuk para supplier di Indonesia. Akhirnya secara financing sudah tidak ada masalah untuk pengadaan material," ujarnya.
Sementara itu, Chairman Indonesian Aircraft Components Manufacturers Organization (INACOM), J. Adi Sasongko menilai, kehadiran Turkish Aerospace Indonesia dapat menjadi angin segar untuk memperkuat industri komponen yang tersebar di berbagai daerah.
"Kita beruntung sekarang ini kita ketemu Turkish Aerospace Indonesia yang mencoba membangun ekosistem. Harapannya kita bisa didukung oleh industri yang banyak tersebar di seluruh Indonesia untuk mensupport Turkish Aerospace Indonesia," katanya.
Adi Sasongko menilai peluang pengembangan industri dirgantara nasional masih sangat besar. Ia mencontohkan bagaimana Amerika Serikat membangun industri penerbangannya dengan memanfaatkan kemampuan industri otomotif yang kemudian ditingkatkan menjadi produsen komponen pesawat.
"Saya rasa industri aviasi ini sangat besar peluangnya. Seperti di Amerika, industri aviasi dibuat pertama kali dengan mengonversi industri komponen otomotif untuk di-upgrade menjadi industri komponen pesawat. Harapannya kita bisa mengikuti seperti Amerika," ujarnya.
Meski demikian, ia menilai persoalan birokrasi dan regulasi dalam negeri masih menjadi salah satu hambatan utama. Namun, ia mengatakan, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menunda pengembangan industri.
"Birokrasi dan regulasi itu tetanggaan, sama-sama ruwet. Kita tidak akan menunggu birokrasi maupun regulasi sampai benar-benar ideal. Karena kalau kita menunggu ideal mungkin tidak akan pernah datang," katanya.
Ia optimistis pasar domestik Indonesia mampu menjadi motor pertumbuhan industri penerbangan nasional. Sebagai negara kepulauan, kebutuhan transportasi udara dinilai akan terus meningkat dalam jangka panjang.
"Sebenarnya kita merupakan pasar yang sangat besar. Mulai Sabang sampai Merauke membutuhkan transportasi udara yang begitu banyak. Dengan 17.000 pulau, harusnya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Sekarang yang beterbangan di atas kita ini kebanyakan pesawat impor semua," tutupnya.
(Detik)

MALONDESH CUT DEFENSE BUDGET
BalasHapus-
• Kementerian Dalam Negeri (KDN): Dipotong RM674 juta.
• Perbendaharaan (Kementerian Kewangan): Dipotong RM664 juta.
• Kementerian Kemajuan Desa dan Wilayah (KKDW): Dipotong RM571 juta.
• Kementerian Pertahanan (MINDEF): Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Pendidikan (KPM): Dipotong RM466 juta.
--------------------------------
2026 APRIL = CUT BUDGET
Malondesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict, according to a government directive reviewed by Reuters.
--------------------------------
2026 JANUARY = FREEZE PROCUREMENT
The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
--------------------------------
1️⃣ DATA UTANG MALONDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
Utang Household: RM 1,65 triliun
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
Jumlah Penduduk Malondesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Household: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
TOTAL AKUMULASI PHK NASIONAL
BalasHapus38.953 Orang: Total jumlah pekerja di Malaydesh yang terkena PHK dalam lima bulan pertama (Januari hingga Mei).
-
TREN ANGKA PHK BULANAn
Data bulanan menunjukkan dinamika pergerakan angka PHK yang fluktuatif sejak awal tahun:
Januari: 10.658 hingga 10.700 orang terkena PHK (puncak tertinggi akibat restrukturisasi awal tahun).
Februari: 7.512 orang kehilangan pekerjaan.
Maret: 5.855 orang kehilangan pekerjaan (titik terendah di awal tahun).
April: 7.057 orang terkena PHK (mengalami lonjakan sebesar 21% dibanding bulan Maret)
--------------------------------------------
PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALAYDESH
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BEBAN SUBSIDI 23,9%
PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
--------------------------------------------
PENDAPATAN NEGARA:
Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
-
TOTAL PENGELUARAN:
Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
-
ALOKASI BELANJA:
Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
-
ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
-
DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
-
PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.
NGAPAIN KAPAL CIPUT DAN OMPONG TLDM MALAYDESH SINGGAH DI SURABAYA !!!!
BalasHapushttps://youtu.be/5nKScRFgc18?si=IOE0-s5RJ_AWOlzl
AWAS KAPAL TNI AL KENA TETANUS 🤣🤣🤣🤣🤣
MALONS TAK DIAJAK KEHH🤣🤣🤣
BalasHapusKontrak M346 akan di sign bulan Juli…horeeyyy aset baru lagi ☺️👍
BalasHapuswahh kertajati...td lewatin haha!😆🚀🤗
BalasHapusIyaaa donggg...efek kontrak efektif KAAN MRCA gen 5 .... Diboyong deh ToK dan ToT nya dimari....
BalasHapusLanjutkan !
Heli TAI T-625 bentuknya mirip Heli AS365 Douphin..🤔
BalasHapusKayaknya lebih mirip sama AW139 atau AW149 deh.😅
HapusAdalah beberapa GORILLA klaim konon minyak mereka murah..... HAHAHAHAHHA
BalasHapusHarga Pertamax Indonesia vs ASEAN, RI Paling Mahal
https://www.google.com/amp/s/www.trenasia.id/amp/harga-pertamax-indonesia-vs-asean-ri-paling-mahal
GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
Hapushttps://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
-
1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
-
2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
-
3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
-
4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
-
5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
-
6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
-
7. Malondesh – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
-
8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
-
9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
-
Catatan: Brunei Darussalam dan Timor Leste biasanya tidak dimasukkan dalam pemeringkatan GFP karena skala militer yang sangat terbatas.
------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
HapusINDONESIA = SIPRI SHOPPING
MALONDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
-
5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
-
5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
Hapus-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
----------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
Hapus-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
----------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
HapusPENGELUARAN : RM470 Miliar
RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
-
ASET MILITER USANG
SEWA ALAT MILITER
KORUPSI MILITER
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
HapusPENGELUARAN : RM470 Miliar
RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
-
FA-50M VERSI MURAH FA50PL✔️
LMS B2 VERSI MURAH BABUR CLASS✔️
MD530G VERSI SIPIL MURAH AH-6i✔️
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
1998 - 2026 = 28 TAHUN
HapusPENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BEBAN SUBSIDI 23,9%
RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
1998 : RM 165,4 Miliar
1999 : RM 178,3 Miliar
2000 : RM 192,2 Miliar
2001 : RM 207,2 Miliar
2002 : RM 223,3 Miliar
2003 : RM 240,7 Miliar
2004 : RM 259,5 Miliar
2005 : RM 279,7 Miliar
2006 : RM 301,5 Miliar
2007 : RM 325,0 Miliar
2008 : RM 350,4 Miliar
2009 : RM 377,7 Miliar
2010 : RM 407,1 Miliar
2011 : RM 456,1 Miliar
2012 : RM 501,6 Miliar
2013 : RM 547,7 Miliar
2014 : RM 582,8 Miliar
2015 : RM 630,5 Miliar
2016 : RM 648,5 Miliar
2017 : RM 686,8 Miliar
2018 : RM 1,19 Triliun
2019 : RM 1,25 Triliun
2020 : RM 1,32 Triliun
2021 : RM 1,38 Triliun
2022 : RM 1,45 Triliun
2023 : RM 1,53 Triliun
2024 : RM 1,63 Triliun
2025 : RM 1,71 Triliun
2026 : RM 1,79 Triliun
-
SUMBER :
Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
--------------------------------_
TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
1998 : 35,8%
1999 : 40,4%
2000 : 36,1%
2001 : 42,5%
2002 : 44,9%
2003 : 45,9%
2004 : 45,1%
2005 : 43,8%
2006 : 41,5%
2007 : 41,1%
2008 : 41,3%
2009 : 51,1%
2010 : 52.4%
2011 : 51.8
2012 : 53.3
2013 : 54.7
2014 : 55.0
2015 : 55.1
2016 : 52.7
2017 : 51.9
2018 : 52.5
2019 : 52.4
2020 : 62.0
2021 : 63.3
2022 : 60.2
2023 : 64.3
2024 : 70.4
2025 : 70.5
-
SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
--------------------------------
DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
-
SUMBER:
IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONDESH = PHK MASSAL
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENT
=============
=============
INDONESIA
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
(Note: The safety threshold of 60%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
(Note: The safety threshold of 60%)
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
Hapus-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
1998 : RM 165,4 Miliar
1999 : RM 178,3 Miliar
2000 : RM 192,2 Miliar
2001 : RM 207,2 Miliar
2002 : RM 223,3 Miliar
2003 : RM 240,7 Miliar
2004 : RM 259,5 Miliar
2005 : RM 279,7 Miliar
2006 : RM 301,5 Miliar
2007 : RM 325,0 Miliar
2008 : RM 350,4 Miliar
2009 : RM 377,7 Miliar
2010 : RM 407,1 Miliar
2011 : RM 456,1 Miliar
2012 : RM 501,6 Miliar
2013 : RM 547,7 Miliar
2014 : RM 582,8 Miliar
2015 : RM 630,5 Miliar
2016 : RM 648,5 Miliar
2017 : RM 686,8 Miliar
2018 : RM 1,19 Triliun
2019 : RM 1,25 Triliun
2020 : RM 1,32 Triliun
2021 : RM 1,38 Triliun
2022 : RM 1,45 Triliun
2023 : RM 1,53 Triliun
2024 : RM 1,63 Triliun
2025 : RM 1,71 Triliun
2026 : RM 1,79 Triliun
-
SUMBER :
Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
--------------------------------
TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
1998 : 35,8%
1999 : 40,4%
2000 : 36,1%
2001 : 42,5%
2002 : 44,9%
2003 : 45,9%
2004 : 45,1%
2005 : 43,8%
2006 : 41,5%
2007 : 41,1%
2008 : 41,3%
2009 : 51,1%
2010 : 52.4%
2011 : 51.8
2012 : 53.3
2013 : 54.7
2014 : 55.0
2015 : 55.1
2016 : 52.7
2017 : 51.9
2018 : 52.5
2019 : 52.4
2020 : 62.0
2021 : 63.3
2022 : 60.2
2023 : 64.3
2024 : 70.4
2025 : 70.5
-
SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
Hapus-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
----------------------------------
MAHATHIR = MALAS MISKIN
menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
-
Sumber Berita:
The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
-
ANWAR IBRAHIM = MISKIN
“Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu.
-
Sumber Berita:
Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
Kementerian Kewangan Malondesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
The Straits Times (2022): "Malondesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
=============
=============
INDONESIA
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
(Note: The safety threshold of 60%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
(Note: The safety threshold of 60%)
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
Hapus-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
--------------------------------
SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
📌 2. Dampak Ekonomi
Negatif:
Menambah beban utang luar negeri.
Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
📊 Alur Sederhana
Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
Hapus-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
--------------------------------
MALAYDESH UP TO =
DEBT 97% OF GDP
DEBT 97% OF GDP
DEBT 97% OF GDP
Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
Baseline projections:
The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
Stress test results:
In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
Risks:
This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
Government response:
The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability.
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
--------------------------------
Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. Malaydesh kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
-
Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.
-
Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
-
Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh Malaydesh di ASEAN.
Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
--------------------------------
Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
Data resmi menunjukkan Malaydesh terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
-
Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
Posisi Regional: Malaydesh kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
-
Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
-
Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
2010: RM 407,1 Miliar.
2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
-
Penurunan Daya Gentar & Reputasi
Global Firepower (GFP) 2026: Malaydesh (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
-
Kesimpulan Strategis
Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
Malaydesh: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
BalasHapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
--------------------------------
Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. Malaydesh kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
-
Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.
-
Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
-
Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh Malaydesh di ASEAN.
Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.
faktanya minyak diesel dan petrol kita Paling murah sekawasan haha!👍😎😉
BalasHapussementara NSM, KENSEL..Aduhayyy NGAMUK🔥 haha!🍌🤥😋
Alhamdulillah...... MALAYSIA SHOPING SPH CAESAR... HOREYYYYYY........😎😎🇲🇾🇲🇾
BalasHapusMALAYSIA BECOMES THE 15TH CAESAR CUSTOMER COUNTRY WITH AN INITIAL ORDER OF 18 ARTILLERY SYSTEMS
https://knds.com/en/press-releases/malaysia-becomes-the-15-th-caesar-customer-country-with-an-initial-order-of-18-artillery-systems
Alhamdulillah...... MALAYSIA SHOPING SPH CAESAR... HOREYYYYYY........😎😎🇲🇾🇲🇾
BalasHapusMALAYSIA BECOMES THE 15TH CAESAR CUSTOMER COUNTRY WITH AN INITIAL ORDER OF 18 ARTILLERY SYSTEMS
https://knds.com/en/press-releases/malaysia-becomes-the-15-th-caesar-customer-country-with-an-initial-order-of-18-artillery-systems
GORILLA MISKIN KEPANASAN.... 🤣🤣🤣
BalasHapusPenantian perolehan SPH Malaysia berakhir, ATM pilih 18 CAESAR
https://www.airtimes.my/2026/06/16/penantian-perolehan-sph-malaysia-berakhir-atm-pilih-18-caesar/
Ternyata minyak subsidi yang GORILLA klaim murah dari MALAYSIA tu adalah hanya RON 90 guys... Manakala MALAYSIA yang di subsidi ni MINYAK yang jauh hh lebih berkualiti RON 95....Baca guys....🤣🤣🤣🤣
BalasHapusBBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90) tetap dengan harga Rp10.000 dan Solar bersubsidi masih tetap Rp6.800 per liter.
Aneh bagaimana GORILLA boleh klaim minyak subsidi mereka konon MURAH...mereka RON 90 manakala MALAYSIA RON 95.....? KETOLOLAN APAKAH INI.. ? 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapusMALAYSIA RON 95 Subsidi
RON 95 - RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter
INDIANESIA RON 90 Subsidi
RON 90 - RM2.29 SEN / Rp10,000 per liter
Aneh bagaimana GORILLA boleh klaim minyak subsidi mereka konon MURAH...mereka RON 90 manakala MALAYSIA RON 95.....? KETOLOLAN APAKAH INI.. ? 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapusMALAYSIA RON 95 Subsidi
RON 95 - RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter
INDIANESIA RON 90 Subsidi
RON 90 - RM2.29 SEN / Rp10,000 per liter
Aneh bagaimana GORILLA boleh klaim minyak subsidi mereka konon MURAH...mereka RON 90 manakala MALAYSIA RON 95.....? KETOLOLAN APAKAH INI.. ? 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapusMALAYSIA RON 95 Subsidi
RON 95 - RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter
INDIANESIA RON 90 Subsidi
RON 90 - RM2.29 SEN / Rp10,000 per liter
Aneh bagaimana GORILLA boleh klaim minyak subsidi mereka konon MURAH...mereka RON 90 manakala MALAYSIA RON 95.....? KETOLOLAN APAKAH INI.. ? 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapusMALAYSIA RON 95 Subsidi
RON 95 - RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter
INDIANESIA RON 90 Subsidi
RON 90 - RM2.29 SEN / Rp10,000 per liter
Alhamdulillah...... MALAYSIA SHOPING SPH CAESAR... HOREYYYYYY........😎😎🇲🇾🇲🇾
BalasHapusMALAYSIA BECOMES THE 15TH CAESAR CUSTOMER COUNTRY WITH AN INITIAL ORDER OF 18 ARTILLERY SYSTEMS
https://knds.com/en/press-releases/malaysia-becomes-the-15-th-caesar-customer-country-with-an-initial-order-of-18-artillery-systems
Alhamdulillah...... MALAYSIA SHOPING SPH CAESAR... HOREYYYYYY........😎😎🇲🇾🇲🇾
BalasHapusMALAYSIA BECOMES THE 15TH CAESAR CUSTOMER COUNTRY WITH AN INITIAL ORDER OF 18 ARTILLERY SYSTEMS
https://knds.com/en/press-releases/malaysia-becomes-the-15-th-caesar-customer-country-with-an-initial-order-of-18-artillery-systems
LAWAK.... RON 90 SUBSIDI saja dijual RM2.29 SEN / Rp10,000 per liter... Manakala MALAYSIA minyak RON 95 subsidi yang jauh lebih berkualiti dijual hanya RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter
BalasHapusRON 95 subsidi RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter 🇲🇾🇲🇾
Harga petrol bersubsidi RON95 bagi rakyat Malaysia kekal pada RM1.99 seliter melalui inisiatif BUDI MADANI (BUDI95)
______________
RON 90 subsidi RM2.29 SEN / Rp10,000🇵🇱🇵🇱🤣🤣🤣
Harga BBM bersubsidi jenis Pertalite (RON 90) saat ini tetap dipertahankan pada Rp10.000 per liter oleh pemerintah melalui PT Pertamina (Persero). Kebijakan ini memastikan harga bahan bakar penugasan tersebut tidak mengalami perubahan meskipun harga BBM non-subsidi (seperti Pertamax) telah disesuaikan.
LAWAK.... RON 90 SUBSIDI saja dijual RM2.29 SEN / Rp10,000 per liter... Manakala MALAYSIA minyak RON 95 subsidi yang jauh lebih berkualiti dijual hanya RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter
BalasHapusRON 95 subsidi RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter 🇲🇾🇲🇾
Harga petrol bersubsidi RON95 bagi rakyat Malaysia kekal pada RM1.99 seliter melalui inisiatif BUDI MADANI (BUDI95)
______________
RON 90 subsidi RM2.29 SEN / Rp10,000🇵🇱🇵🇱🤣🤣🤣
Harga BBM bersubsidi jenis Pertalite (RON 90) saat ini tetap dipertahankan pada Rp10.000 per liter oleh pemerintah melalui PT Pertamina (Persero). Kebijakan ini memastikan harga bahan bakar penugasan tersebut tidak mengalami perubahan meskipun harga BBM non-subsidi (seperti Pertamax) telah disesuaikan.
Geng GORILLA tengah IRI ke tu..? RASMI MALAYSIA SHOPING CAESAR SPH.....🔥🔥🤣🤣🤣🤣🤣🤣
BalasHapusMALAYSIA BECOMES THE 15TH CAESAR CUSTOMER COUNTRY WITH AN INITIAL ORDER OF 18 ARTILLERY SYSTEMS
https://knds.com/en/press-releases/malaysia-becomes-the-15-th-caesar-customer-country-with-an-initial-order-of-18-artillery-systems
LAST CANCEL OR SEWA MODE ON MALAYDESH 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
HapusDah lah pur jangan sembang kari, kapal mahalelah bila nak selesai tu,,,,cakap orang rum belajar bina kapal di semenanjung,,,belajar tentang kesalahan bina kapal ya? 🤭😁
HapusHarga Biosolar di Indonesia dipatok pada angka Rp6.800 per liter. Di MALAYDESH, harga solar bervariasi berdasarkan wilayah; di MALAYDESH Barat (Semenanjung) mencapai sekitar RM 6,02 atau setara Rp25.357 per liter, sedangkan di MALAYDESH Timur (Sabah, Sarawak, dan Labuan) dipatok lebih murah yaitu RM 2,15 atau sekitar Rp9.056 per liter.
BalasHapusKASTA SUBSIDI TERNYATA LEBIH MAHAL 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
LAWAK.... RON 90 SUBSIDI saja dijual RM2.29 SEN / Rp10,000 per liter... Manakala MALAYSIA minyak RON 95 subsidi yang jauh lebih berkualiti dijual hanya RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter
BalasHapusRON 95 subsidi RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter 🇲🇾🇲🇾
Harga petrol bersubsidi RON95 bagi rakyat Malaysia kekal pada RM1.99 seliter melalui inisiatif BUDI MADANI (BUDI95)
______________
RON 90 subsidi RM2.29 SEN / Rp10,000🇵🇱🇵🇱🤣🤣🤣
Harga BBM bersubsidi jenis Pertalite (RON 90) saat ini tetap dipertahankan pada Rp10.000 per liter oleh pemerintah melalui PT Pertamina (Persero). Kebijakan ini memastikan harga bahan bakar penugasan tersebut tidak mengalami perubahan meskipun harga BBM non-subsidi (seperti Pertamax) telah disesuaikan.
Harga Biosolar di Indonesia dipatok pada angka Rp6.800 per liter. Di MALAYDESH, harga solar bervariasi berdasarkan wilayah; di MALAYDESH Barat (Semenanjung) mencapai sekitar RM 6,02 atau setara Rp25.357 per liter, sedangkan di MALAYDESH Timur (Sabah, Sarawak, dan Labuan) dipatok lebih murah yaitu RM 2,15 atau sekitar Rp9.056 per liter.
BalasHapusKASTA SUBSIDI TERNYATA LEBIH MAHAL 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
BEZA KASTA... Ternyata RON 90.....masa rakyat di TIPU TERUS......🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapusINDIANESIA RON 90 yang kualiti minyaknya yang rendah dijual Rp10, 000
Manakala MALAYSIA RON 95 subsidi dijual semurah Rp 8,673
MARI BANDINGKAN SIAPA MURAH...... RON 90 🇵🇱 Vs RON 95 🇲🇾.....🤣🤣🤣
BalasHapusRON 95 subsidi RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter 🇲🇾🇲🇾
RON 90 subsidi RM2.29 SEN / Rp10,000🇵🇱🇵🇱🤣🤣
MARI BANDINGKAN SIAPA MURAH...... RON 90 🇵🇱 Vs RON 95 🇲🇾.....🤣🤣🤣
BalasHapusRON 95 subsidi RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter 🇲🇾🇲🇾
RON 90 subsidi RM2.29 SEN / Rp10,000🇵🇱🇵🇱🤣🤣
KING INDO TA BUTUH RON 95 SUBSIDI , CUKUP RON 90 BEDA SAMA MALAYDESH BOTOL KASTA SUBSIDI SAMPAI TELOR PUN KENA SUBSIDI KENAPA TAK MINTA KONDOM SEKALIAN KENA SUBSIDI LON 🤡🤡🤡
BalasHapusHarga Biosolar di Indonesia dipatok pada angka Rp6.800 per liter. Di MALAYDESH, harga solar bervariasi berdasarkan wilayah; di MALAYDESH Barat (Semenanjung) mencapai sekitar RM 6,02 atau setara Rp25.357 per liter, sedangkan di MALAYDESH Timur (Sabah, Sarawak, dan Labuan) dipatok lebih murah yaitu RM 2,15 atau sekitar Rp9.056 per liter.
KASTA SUBSIDI TERNYATA LEBIH MAHAL 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
Minyak RON 90 ni kualiti jauhhhhhhhh di BAWAH RON 95 ya guys...... Di MALAYSIA saja tidak dijual ni RON 90....🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapusMinyak RON 90 ni kualiti jauhhhhhhhh di BAWAH RON 95 ya guys...... Di MALAYSIA saja tidak dijual ni RON 90....🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapusKING INDO TA BUTUH RON 95 SUBSIDI , CUKUP RON 90 BEDA SAMA MALAYDESH BOTOL KASTA SUBSIDI SAMPAI TELOR PUN KENA SUBSIDI KENAPA TAK MINTA KONDOM SEKALIAN KENA SUBSIDI LON 🤡🤡🤡
BalasHapusHarga Biosolar di Indonesia dipatok pada angka Rp6.800 per liter. Di MALAYDESH, harga solar bervariasi berdasarkan wilayah; di MALAYDESH Barat (Semenanjung) mencapai sekitar RM 6,02 atau setara Rp25.357 per liter, sedangkan di MALAYDESH Timur (Sabah, Sarawak, dan Labuan) dipatok lebih murah yaitu RM 2,15 atau sekitar Rp9.056 per liter.
KASTA SUBSIDI TERNYATA LEBIH MAHAL 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
Alhamdulillah,,,Turkiye ajak Indonesia bina pesawat canggih,,mereka paham mana negara yg capable di ajak kerjasama,,,lanjutken! 👍😎
BalasHapusMARI BANDINGKAN SIAPA MURAH...... RON 90 🇵🇱 Vs RON 95 🇲🇾.....🤣🤣🤣
BalasHapusRON 95 subsidi RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter 🇲🇾🇲🇾
RON 90 subsidi RM2.29 SEN / Rp10,000🇵🇱🇵🇱🤣🤣
MARI BANDINGKAN SIAPA MURAH...... RON 90 🇵🇱 Vs RON 95 🇲🇾.....🤣🤣🤣
BalasHapusRON 95 subsidi RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter 🇲🇾🇲🇾
RON 90 subsidi RM2.29 SEN / Rp10,000🇵🇱🇵🇱🤣🤣
FAKTA........MARI BANDINGKAN SIAPA MURAH...... RON 90 🇵🇱 Vs RON 95 🇲🇾.....🤣🤣🤣
BalasHapusRON 95 subsidi RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter 🇲🇾🇲🇾
RON 90 subsidi RM2.29 SEN / Rp10,000🇵🇱🇵🇱🤣🤣
KING INDO TA BUTUH RON 95 SUBSIDI , CUKUP RON 90 BEDA SAMA MALAYDESH BOTOL KASTA SUBSIDI SAMPAI TELOR PUN KENA SUBSIDI KENAPA TAK MINTA KONDOM SEKALIAN KENA SUBSIDI LON 🤡🤡🤡
BalasHapusHarga Biosolar di Indonesia dipatok pada angka Rp6.800 per liter. Di MALAYDESH, harga solar bervariasi berdasarkan wilayah; di MALAYDESH Barat (Semenanjung) mencapai sekitar RM 6,02 atau setara Rp25.357 per liter, sedangkan di MALAYDESH Timur (Sabah, Sarawak, dan Labuan) dipatok lebih murah yaitu RM 2,15 atau sekitar Rp9.056 per liter.
KASTA SUBSIDI TERNYATA LEBIH MAHAL 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
Serius la RON 90 woiiiii.....itu minyak kurang berkualiti....🔥🔥🤣🤣🤣🤣
BalasHapusKING INDO TA BUTUH RON 95 SUBSIDI , CUKUP RON 90 BEDA SAMA MALAYDESH BOTOL KASTA SUBSIDI SAMPAI TELOR PUN KENA SUBSIDI KENAPA TAK MINTA KONDOM SEKALIAN KENA SUBSIDI LON 🤡🤡🤡
BalasHapusFAKTA WOY !!!!
Harga Biosolar di Indonesia dipatok pada angka Rp6.800 per liter. Di MALAYDESH, harga solar bervariasi berdasarkan wilayah; di MALAYDESH Barat (Semenanjung) mencapai sekitar RM 6,02 atau setara Rp25.357 per liter, sedangkan di MALAYDESH Timur (Sabah, Sarawak, dan Labuan) dipatok lebih murah yaitu RM 2,15 atau sekitar Rp9.056 per liter.
KASTA SUBSIDI TERNYATA LEBIH MAHAL 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
Bukan warga INDIANESIA tak mahubRON 95...TAPI PEMERINTAHNYA hanya beri RON 90 minyak berkualiti rendah..
BalasHapusManakala RON 95 dijual MAHAL Rp17, 000....🔥🔥🤣🤣🤣
Bukan warga INDIANESIA tak mahubRON 95...TAPI PEMERINTAHNYA hanya beri RON 90 minyak berkualiti rendah..
BalasHapusManakala RON 95 dijual MAHAL Rp17, 000....🔥🔥🤣🤣🤣
Kesian rakyat INDIANESIA....
BalasHapusRON 90 Subsidi - Rp10, 000
RON 95 non subsidi - Rp17, 000
Di MALAYSIA RON 95 diberi subsidi - Rp8,673 / RM1. 99SWN sahaja....
Kesian rakyat INDIANESIA....🤣🤣🤣
BalasHapusDi INDIANESIA.....
RON 90 Subsidi - Rp10, 000
RON 95 non subsidi - Rp17, 000
Di MALAYSIA RON 95 diberi subsidi - Rp8,673 / RM1. 99 SEN sahaja....
LEBIH KASIHAN WARGA BERUK BOTOL MALAYDESH SUDAH DIKASIH SUBSIDI SOLAR TETAP LEBIH MAHAL, KING INDO TA BUTUH RON 95 SUBSIDI , CUKUP RON 90 BEDA SAMA MALAYDESH BOTOL KASTA SUBSIDI SAMPAI TELOR PUN KENA SUBSIDI KENAPA TAK MINTA KONDOM SEKALIAN KENA SUBSIDI LON 🤡🤡🤡
BalasHapusHarga Biosolar di Indonesia dipatok pada angka Rp6.800 per liter. Di MALAYDESH, harga solar bervariasi berdasarkan wilayah; di MALAYDESH Barat (Semenanjung) mencapai sekitar RM 6,02 atau setara Rp25.357 per liter, sedangkan di MALAYDESH Timur (Sabah, Sarawak, dan Labuan) dipatok lebih murah yaitu RM 2,15 atau sekitar Rp9.056 per liter.
KASTA SUBSIDI TERNYATA LEBIH MAHAL 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
Minyak RON 90 ni kualiti jauhhhhhhhh di BAWAH RON 95 ya guys...... Di MALAYSIA saja tidak dijual ni RON 90....🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapusLAWAK.... RON 90 SUBSIDI saja dijual RM2.29 SEN / Rp10,000 per liter... Manakala MALAYSIA minyak RON 95 subsidi yang jauh lebih berkualiti dijual hanya RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter
BalasHapusRON 95 subsidi RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter 🇲🇾🇲🇾
Harga petrol bersubsidi RON95 bagi rakyat Malaysia kekal pada RM1.99 seliter melalui inisiatif BUDI MADANI (BUDI95)
______________
RON 90 subsidi RM2.29 SEN / Rp10,000🇵🇱🇵🇱🤣🤣🤣
Harga BBM bersubsidi jenis Pertalite (RON 90) saat ini tetap dipertahankan pada Rp10.000 per liter oleh pemerintah melalui PT Pertamina (Persero). Kebijakan ini memastikan harga bahan bakar penugasan tersebut tidak mengalami perubahan meskipun harga BBM non-subsidi (seperti Pertamax) telah disesuaikan.
LAWAK.... RON 90 SUBSIDI saja dijual RM2.29 SEN / Rp10,000 per liter... Manakala MALAYSIA minyak RON 95 subsidi yang jauh lebih berkualiti dijual hanya RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter
BalasHapusRON 95 subsidi RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter 🇲🇾🇲🇾
Harga petrol bersubsidi RON95 bagi rakyat Malaysia kekal pada RM1.99 seliter melalui inisiatif BUDI MADANI (BUDI95)
______________
RON 90 subsidi RM2.29 SEN / Rp10,000🇵🇱🇵🇱🤣🤣🤣
Harga BBM bersubsidi jenis Pertalite (RON 90) saat ini tetap dipertahankan pada Rp10.000 per liter oleh pemerintah melalui PT Pertamina (Persero). Kebijakan ini memastikan harga bahan bakar penugasan tersebut tidak mengalami perubahan meskipun harga BBM non-subsidi (seperti Pertamax) telah disesuaikan.
Soalan kenapa RON 90 di INDIANESIA dijual jauh lebih MAHAL dari minyak RON 95 MALAYSIA yang jauh lebih berkualiti....?
BalasHapusLEBIH KASIHAN WARGA BERUK BOTOL MALAYDESH SUDAH DIKASIH SUBSIDI SOLAR TETAP LEBIH MAHAL KENA TIPU GENK KUNYIT SONGSANG, KING INDO TA BUTUH RON 95 SUBSIDI , CUKUP RON 90 BEDA SAMA MALAYDESH BOTOL KASTA SUBSIDI SAMPAI TELOR PUN KENA SUBSIDI KENAPA TAK MINTA KONDOM SEKALIAN KENA SUBSIDI LON 🤡🤡🤡
BalasHapusHarga Biosolar di Indonesia dipatok pada angka Rp6.800 per liter. Di MALAYDESH, harga solar bervariasi berdasarkan wilayah; di MALAYDESH Barat (Semenanjung) mencapai sekitar RM 6,02 atau setara Rp25.357 per liter, sedangkan di MALAYDESH Timur (Sabah, Sarawak, dan Labuan) dipatok lebih murah yaitu RM 2,15 atau sekitar Rp9.056 per liter.
KASTA SUBSIDI TERNYATA LEBIH MAHAL 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
KASIHAN LIHAT MALAYDESH SUDAH NEGARA CIPUT WARGANYA SEDIKIT KASTA SUBSIDI SEJATI PULA 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
BalasHapusGORILLA lupa ya siapa yang MENCURI BERAS DAN GULA SUBSIDI MALAYSIA..... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣
BalasHapusTerus terang saja yang pemerintah kamu tak beri banyak bantuan ke rakyat... 🔥🔥🤣🤣🤣
BERUK BOTOL MALAYDESH SUKA HALU YANG MENCURI YA WARGA BERUK SENDIRI UNTUK KEUNTUNGAN PRIBADI KOK MENYALAHKAN ORANG LAIN .....DASAR TOLOL 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
Hapuskukira kontrak mindef ternyata midelmen alias orang tengah lagiii...pembual kontrak kosonk haha!🍌🤥🤪
BalasHapusteringat MCS DSME, last last sunyi senyap haha!👻🍌😬
apalagi Yavuz...last last mof kensel haha!❌️🍌😝
yg kocak, NSM=NORWAY ST⛔️P MISSILES haha!🤣🍌😵💫
Ada ada saja GORILLA.... BERAS & GULA SUBSIDI MALAYSIA saja di CURI......🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapusPenyelundupan 19 Ton Beras-Gula Subsidi dari Malaysia di Sebatik Digagalkan
https://www.detik.com/kalimantan/hukum-dan-kriminal/d-7888664/penyelundupan-19-ton-beras-gula-subsidi-dari-malaysia-di-sebatik-digagalkan
ORANG KAYA...... CASH....😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
BalasHapusPenantian perolehan SPH Malaysia berakhir, ATM pilih 18 CAESAR
https://www.airtimes.my/2026/06/16/penantian-perolehan-sph-malaysia-berakhir-atm-pilih-18-caesar/
CASH BERPERINGKAT BARU ITU MALAYDESH ,,,,KOCAK 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
Hapusfaktanya minyak diesel dan petrol kita Paling murah sekawasan haha!👍😎😉
BalasHapussementara NSM, KENSEL..Aduhayyy NGAMUK🔥 haha!🍌🤥😋
SHOPING... SHOPING... SHOPING.... HOREYYYYY...🔥🔥😎😎🇲🇾🇲🇾
BalasHapusMalaysia orders 18 Caesar artillery systems from KNDS
https://seekingalpha.com/news/4604084-malaysia-orders-18-caesar-artillery-systems-from-knds
Petrol RON 90 .,..? 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapusPssstttt..... RON 95 subsidi MALAYSIA jauh lagi MURAH dari RON 90 subsidi INDIANESIA.... KAH... KAH... KAH... 🤣🤣🤣
SHOPING... SHOPING... SHOPING.... HOREYYYYY...🔥🔥😎😎🇲🇾🇲🇾
BalasHapusMalaysia orders 18 Caesar artillery systems from KNDS
https://seekingalpha.com/news/4604084-malaysia-orders-18-caesar-artillery-systems-from-knds
kukira caesar yg kontrak mindef ternyata midelmen alias orang tengah lagiii...pembual kontrak kosonk haha!🍌🤥🤪
BalasHapusomaigat ngutang lagi kah kahhaha!🍌😆🤥
teringat MCS DSME, last last sunyi senyap haha!👻🍌😬
apalagi Yavuz...last last mof kensel haha!❌️🍌😝
yg kocak, NSM=NORWAY ST⛔️P MISSILES haha!🤣🍌😵💫
LAWAK.... RON 90 SUBSIDI saja dijual RM2.29 SEN / Rp10,000 per liter... Manakala MALAYSIA minyak RON 95 subsidi yang jauh lebih berkualiti dijual hanya RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter
BalasHapusRON 95 subsidi RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter 🇲🇾🇲🇾
Harga petrol bersubsidi RON95 bagi rakyat Malaysia kekal pada RM1.99 seliter melalui inisiatif BUDI MADANI (BUDI95)
______________
RON 90 subsidi RM2.29 SEN / Rp10,000🇵🇱🇵🇱🤣🤣🤣
Harga BBM bersubsidi jenis Pertalite (RON 90) saat ini tetap dipertahankan pada Rp10.000 per liter oleh pemerintah melalui PT Pertamina (Persero). Kebijakan ini memastikan harga bahan bakar penugasan tersebut tidak mengalami perubahan meskipun harga BBM non-subsidi (seperti Pertamax) telah disesuaikan.
PADU GUYS.....😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
BalasHapusMalaysia negara ke-15 peroleh sistem artileri CAESAR
https://www.google.com/amp/s/www.bharian.com.my/amp/berita/nasional/2026/06/1572997/malaysia-negara-ke-15-peroleh-sistem-artileri-caesar
PADU GUYS.....😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
BalasHapusMalaysia negara ke-15 peroleh sistem artileri CAESAR
https://www.google.com/amp/s/www.bharian.com.my/amp/berita/nasional/2026/06/1572997/malaysia-negara-ke-15-peroleh-sistem-artileri-caesar
RASMI...... Alhamdulillah...😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
BalasHapusMALAYSIA BECOMES THE 15TH CAESAR CUSTOMER COUNTRY WITH AN INITIAL ORDER OF 18 ARTILLERY SYSTEMS
https://knds.com/en/press-releases/malaysia-becomes-the-15-th-caesar-customer-country-with-an-initial-order-of-18-artillery-systems
RASMI...... Alhamdulillah...😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
BalasHapusMALAYSIA BECOMES THE 15TH CAESAR CUSTOMER COUNTRY WITH AN INITIAL ORDER OF 18 ARTILLERY SYSTEMS
https://knds.com/en/press-releases/malaysia-becomes-the-15-th-caesar-customer-country-with-an-initial-order-of-18-artillery-systems
faktanya minyak diesel dan petrol kita Paling murah sekawasan haha!👍😎😉
BalasHapussementara NSM, KENSEL..Aduhayyy NGAMUK🔥 haha!🍌🤥😋
kukira caesar yg kontrak mindef ternyata midelmen alias orang tengah lagiii...pembual kontrak kosonk haha!🍌🤥🤪
BalasHapusomaigat ngutang lagi kah kahhaha!🍌😆🤥
teringat MCS DSME, last last sunyi senyap haha!👻🍌😬
apalagi Yavuz...last last mof kensel haha!❌️🍌😝
yg kocak, NSM=NORWAY ST⛔️P MISSILES haha!🤣🍌😵💫
RASMI...... Alhamdulillah...😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
BalasHapusMALAYSIA BECOMES THE 15TH CAESAR CUSTOMER COUNTRY WITH AN INITIAL ORDER OF 18 ARTILLERY SYSTEMS
https://knds.com/en/press-releases/malaysia-becomes-the-15-th-caesar-customer-country-with-an-initial-order-of-18-artillery-systems
Berita GEMBIRA buat rakyat MALAYSIA..... HOREYYYYY.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾🇲🇾
BalasHapusGORILLA KETAR KETIR guys... 🤣🤣🤣
BalasHapusMalaysia orders 18 Caesar artillery systems from KNDS
https://seekingalpha.com/news/4604084-malaysia-orders-18-caesar-artillery-systems-from-knds
AI JUGA BISA BUAT BERITA SEPERTI INI, TA SEKALIAN MALAYDESH ORDER HWASONG KORUT JUGA .....KOCAK WOY 💩💩💩💩💩💩🤡🤡🤡🤡🤡🤡
HapusINI BARU BERITA GEMBIRA MALAYDESH, MAKIN TERUK SANGAT KONDISI MALAYDESH BOTOL 🤡🤡🤡🤡🤡
BalasHapusHutang Kerajaan MALAYDESH meningkat ke RM1.33 Triliun pada Mei 2026, berbanding RM1.03 Triliun pada awal 2023 semasa Kerajaan Madani mula memerintah, peningkatan sebanyak hampir RM300 billion sepanjang 3 tahun setengah Anwar AHLI SONGSANG menjadi Perdana Menteri !!!!
https://youtu.be/1iKweRIKf_M?si=js3a0I4I2MZBtzsT
KONON MALAYDESH :
1.KAPAL BOLEH LEWAT SELAT HORMUZ
2. EKONOMI MAKIN KUKUH
3. RINGGIT MAKIN BERJAYA
TAPI RAKYAT BERUK YANG KENA BERJIMAT .....KOCAK WOY 💩💩💩💩💩💩🤡🤡🤡🤡🤡🤡
Malaysia negara ke-15 peroleh sistem artileri CAESAR
BalasHapushttps://www.google.com/amp/s/www.bharian.com.my/amp/berita/nasional/2026/06/1572997/malaysia-negara-ke-15-peroleh-sistem-artileri-caesar
GORILLA kelihatannya mulai panik guys.... 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapusPenantian perolehan SPH Malaysia berakhir, ATM pilih 18 CAESAR
https://www.airtimes.my/2026/06/16/penantian-perolehan-sph-malaysia-berakhir-atm-pilih-18-caesar/
AI JUGA BISA BUAT BERITA SEPERTI INI, TA SEKALIAN MALAYDESH ORDER HWASONG KORUT JUGA .....KOCAK WOY 💩💩💩💩💩💩🤡🤡🤡🤡🤡🤡
BalasHapusINI BARU BERITA GEMBIRA MALAYDESH, MAKIN TERUK SANGAT KONDISI MALAYDESH BOTOL 🤡🤡🤡🤡🤡
BalasHapusHutang Kerajaan MALAYDESH meningkat ke RM1.33 Triliun pada Mei 2026, berbanding RM1.03 Triliun pada awal 2023 semasa Kerajaan Madani mula memerintah, peningkatan sebanyak hampir RM300 billion sepanjang 3 tahun setengah ANUAR AHLI SONGSANG menjadi Perdana Menteri !!!!
https://youtu.be/1iKweRIKf_M?si=js3a0I4I2MZBtzsT
KONON MALAYDESH :
1.KAPAL BOLEH LEWAT SELAT HORMUZ
2. EKONOMI MAKIN KUKUH
3. RINGGIT MAKIN BERJAYA
TAPI RAKYAT BERUK YANG KENA BERJIMAT .....KOCAK WOY 💩💩💩💩💩💩🤡🤡🤡🤡🤡🤡
Pssstttt.... RON 90 seharga Rp10, 000...? manakala rakyat MALAYSIA minyak subsidi nya sebagus RON 95......Malah hanya Rp8,674.. 🤭🤭🤭🤭🤭
BalasHapusMUDAH SAJA KALO RON 95 MALAYDESH TAK SUBSIDI BERAPA HARGANYA .....TOLOL 🤭🤭🤭🤭🤭
HapusAda ada saja GORILLA.... BERAS & GULA SUBSIDI MALAYSIA saja di CURI......🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapusPenyelundupan 19 Ton Beras-Gula Subsidi dari Malaysia di Sebatik Digagalkan
https://www.detik.com/kalimantan/hukum-dan-kriminal/d-7888664/penyelundupan-19-ton-beras-gula-subsidi-dari-malaysia-di-sebatik-digagalkan
Ada ada saja GORILLA.... BERAS & GULA SUBSIDI MALAYSIA saja di CURI......🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapusPenyelundupan 19 Ton Beras-Gula Subsidi dari Malaysia di Sebatik Digagalkan
https://www.detik.com/kalimantan/hukum-dan-kriminal/d-7888664/penyelundupan-19-ton-beras-gula-subsidi-dari-malaysia-di-sebatik-digagalkan
MALAYSIA SHOPING TERUS guys.... 😎🇲🇾🇲🇾
BalasHapusMalaysia negara ke-15 peroleh sistem artileri CAESAR
https://www.google.com/amp/s/www.bharian.com.my/amp/berita/nasional/2026/06/1572997/malaysia-negara-ke-15-peroleh-sistem-artileri-caesar
RASMI..... MERIAM CAESAR SPH
BalasHapusParis, June 16th 2026 – On the occasion of the Eurosatory 2026 international defence and security exhibition, KNDS announces the acquisition of 18 CAESAR artillery systems by the Malaysian Ministry of Defence, marking a major milestone in its commitment alongside the Malaysian Armed Forces.
MERIAM CAESAR SPH guys........ HOREYYYY.. . 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
BalasHapusAda GORILLA yang panasssss... 🔥🔥🤣🤣🤣
LAST CANCEL AKA PRANK 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapusGEMPURWIRA17 Juni 2026 pukul 00.12
BalasHapusPssstttt.... RON 90 seharga Rp10, 000...? manakala rakyat MALAYSIA minyak subsidi nya sebagus RON 95......Malah hanya Rp8,674.. 🤭🤭🤭🤭🤭
========================
ADA BERUK BOTOL MAU DIBANDINGKAN HARGA RON 95 NON SUBSIDI DENGAN RON 95 SUBSIDI MALAYDESH....COBA KALO RON 95 MALAYDESH TA ADA SUBSIDI PASTI HARGANYA LEBIH MAHAL DARI RON 95 KING INDO 🔥🔥🤣🤣🤣
FAKTA SAJA SOLAR MALAYDESH WALAUPUN SUDAH SUBSIDI HARGANYA LEBIH MAHAL DARI KING INDO....KOCAK 🔥🔥🤣🤣🤣