07 September 2026

8 dari 20 jet F-35 Singapura akan Ditempatkan di Pangkalan Udara Tengah, Sisanya di AS: Laporan Departemen Pertahanan AS

07 September 2026

Tengah AFB, Singapore (image: GoogleMaps)

SINGAPURA – Pembelian 20 jet tempur siluman F-35 beserta peralatan terkait oleh Singapura menelan biaya sebesar US$4,06 miliar (S$5,17 miliar), menurut laporan Departemen Pertahanan AS.

Ini merupakan pengungkapan resmi pertama mengenai total nilai kontrak tersebut. Laporan yang diterbitkan pada bulan April dan dirilis ke publik pada 3 Agustus itu juga merinci jadwal pengiriman jet tempur generasi kelima tersebut serta lokasi penempatannya.

Jet tempur F-35 pertama untuk Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) akan dikirim ke pangkalan udara AS pada akhir tahun 2026, sementara Singapura diperkirakan baru akan menempatkan pesawat-pesawat tersebut di dalam negeri pada tahun 2029.

Sebanyak 12 unit di antaranya adalah varian F-35B, yang semuanya akan ditempatkan secara permanen di Pangkalan Ebbing Air National Guard di Fort Smith, Arkansas, menurut laporan tersebut. Pelatihan F-35 bagi personel RSAF akan dilaksanakan di lokasi ini.

Komparasi kebutuhan runway F-35A dan F-35B (image: The Straits Times)

F-35B memiliki kemampuan lepas landas jarak pendek dan pendaratan vertikal, yang memungkinkannya lepas landas dari landasan pacu yang lebih pendek, serta melayang dan mendarat layaknya helikopter.

Fitur-fitur ini memberikan "fleksibilitas operasional yang lebih besar" bagi Singapura yang memiliki keterbatasan lahan, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Pertahanan Ng Eng Hen di Parlemen pada Februari 2024 saat debat anggaran.

Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) awalnya membeli empat unit pesawat tersebut pada tahun 2019, dengan opsi untuk membeli delapan unit tambahan; nilai penjualan saat itu mencapai sekitar US$2,75 miliar menurut pemerintah AS.

Kementerian tersebut kemudian menggunakan opsi pembelian untuk delapan pesawat tambahan itu pada tahun 2023.

Delapan unit sisanya dari total 20 jet F-35 yang dibeli MINDEF akan ditempatkan di Pangkalan Udara Tengah. Pesawat-pesawat ini merupakan varian F-35A.

Komparasi kemampuan pesawat F-35A dan F-35B (image: The Straits Times)

Saat dihubungi, kementerian tersebut mengarahkan The Straits Times pada tanggapan media yang mereka keluarkan pada 9 Februari mengenai pengiriman ke dalam negeri dan lokasi pangkalan jet tempur tersebut. Saat itu, pihak kementerian menyatakan akan membagikan informasi lebih lanjut setelah rinciannya dipastikan, dengan menyebutkan bahwa jadwal pengiriman lokal pesawat F-35 serta lokasi pangkalan utamanya akan bergantung pada jadwal keseluruhan proyek dan kebutuhan pelatihan.

MINDEF juga menambahkan saat itu bahwa rincian spesifik belum difinalisasi karena proses perencanaan dan produksi masih berlangsung.

Varian F-35A mampu membawa muatan senjata yang lebih besar, yakni 8.160 kg, dibandingkan dengan F-35B yang berkapasitas 6.800 kg. Pesawat ini juga memiliki kapasitas bahan bakar yang lebih besar dan mampu menempuh jarak terbang hingga 2.200 km. Sebagai perbandingan, F-35B memiliki jangkauan terbang yang lebih pendek, yaitu 1.667 km.

Laporan Departemen Pertahanan AS menambahkan bahwa MINDEF telah mulai merancang pangkalan operasi utama bagi F-35A di Singapura, yang diperkirakan akan mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun fiskal AS 2029. Tahun fiskal AS tersebut berlangsung dari 1 Oktober 2028 hingga 30 September 2029.

MINDEF belum mengungkapkan secara terbuka biaya pengadaan jet tempur siluman tersebut, yang ditujukan untuk menggantikan armada F-16 yang sudah tua.

149 komentar:

  1. Ngapain lagian beli tapi ditempatkan di negara lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda sama negara utaranya (Malondesh) beli A4 skyhawk tapi setengahnya gaib entah kemana
      🀣🀣🀣🀣🀣

      Hapus
    2. parkir di amrik, karna sing kahsiyan, masa mantan propinsi pake jet baruw, sedangkam si banana repablik kl jet nya rongsokan semua om esen haha!πŸ˜„πŸŒπŸ€£

      Hapus
  2. KLAIM BANTU ...
    DEBT GOVt 70,%%
    HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
    -
    FAKTA =
    1. BANTUAN MALONYET 1997/1998 : DITOLAK/BATAL
    2. BANTUAN ACEh : DITOLAK/BATAL
    3. MALONYET BAKAR LAHAN .SUMATERA DAN KALIMANTAN
    4. PESAWAT 1 UNIT DIPERBATASAN SEAWAK versus 11 PESAWAT
    5. BANTUAN MALONYET DITOLAK/BATAL
    6. NGEMIS BERAS
    7. NGEMIS COAL
    8. NGEMIS LNG
    -
    PERBANDINGAN ARMADA UDARA
    INDONESIA (TOTAL 11 PESAWAT DI KALIMANTAN):
    3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
    8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
    -
    MALONYET (TOTAL 1 PESAWAT DI PERBATASAN):
    1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
    --------------------------------------------
    PERUSAHAAN MALONYET =
    BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    -
    1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
    2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
    3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
    4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
    5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
    --------------------------------------------
    NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    -
    • Batubara (Kemendag RI): Angka 21,84 juta MT (pemenuhan 69% listrik TNB Malonyet) adalah laporan resmi tahun 2021 hasil pertemuan bilateral Wamendag RI dan Menteri Energi Malonyet.
    o Sumber Berita: Ipotnews (30 Mei 2022) dan Liputan6 (9 Juni 2022).
    • LNG (OEC / UN Comtrade PBB): Data total impor LNG Malonyet ($1,74 miliar) dan kontribusi Indonesia ($8,23 juta) ditarik dari statistik resmi laporan bea cukai global (HS Code 271111).
    o Sumber Data: OEC (The Observatory of Economic Complexity) berdasarkan basis data perdagangan dunia UN Comtrade.
    --------------------------------------------
    NGEMIS BERAS
    FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton..
    --------------------------------------------
    FAKTA :
    PEMBATALAN PINJAMAN MALONYET KE INDONESIA (1997/1998)
    -
    • Status Pinjaman: Batal total; dana USD 1 miliar sama sekali tidak pernah dicairkan.
    • Penyebab dari Malonyet: Fokus menyelamatkan likuiditas domestik akibat Krisis Finansial Asia dan penerapan kebijakan kontrol modal (capital control) pada September 1998.
    • Penyebab dari Indonesia: Risiko politik ekstrem pasca-Kerusuhan Mei 1998 dan runtuhnya rezim Orde Baru yang membekukan proses administrasi.
    • Sumber: Arsip Perdana Leadership Foundation, The Wall Street Journal, serta kajian ekonomi politik UI dan UNPAR.
    --------------------------------------------
    BANTUAN LUAR NEGERI MALONYET = DITOLAK
    -
    • Sinar Harian (Malonyet): Melaporkan respons dan keheranan pihak luar negeri terkait pengembalian bantuan kemanusiaan
    https://www.sinarharian.com.my/article/768623/global/indonesia-tolak-bantuan-beras-diaspora-aceh-di-malonyet
    -
    • CNA Indonesia: Melaporkan arahan Presiden Prabowo yang menegaskan kemampuan domestik RI dalam menangani bencana
    --------------------------------------------
    1. πŸ—’ Utang Rumah Tangga (Household Debt) 84,3%
    • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malonyet.
    2. πŸ“Š Utang Pemerintah (Govt Debt) 70,5%
    • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.

    BalasHapus
  3. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
    • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
    -
    2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
    • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
    -
    3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
    • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
    -
    4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
    • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
    • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
    --------------------------------
    MALONYET.......
    NSM = BANNED
    NSM = BANNED
    NSM = BANNED
    KRISIS ALUTSISTA (LCS FAILURE):
    NORWAY EXPORT BLOCKADE: Keputusan sepihak Norwegia (April 2026) melarang pengiriman rudal NSM. Kontrak dibatalkan tanpa pemberitahuan awal.
    PCU MAHARAJA LELA (LCS1): Dudukan peluncur (ramps) NSM yang sudah terpasang harus DICOPOT/UNINSTALLED dari kapal. Kapal perang baru tanpa taring rudal strategis.
    STRATEGIC VACUUM: Kegagalan ini menciptakan kekosongan sistem pertahanan udara dan permukaan yang fatal.
    ________________________________________
    "CLAIM OF WEALTH = RISING DEBT BURDEN"
    TOTAL BEBAN HUTANG PER KAPITA (GOVT + HOUSEHOLD):
    2026: RM 94,544 (Lonjakan drastis RM 12,546 dalam setahun).
    2025: RM 81,998
    2024: RM 79,315
    2023: RM 74,587
    2022: RM 70,901
    2021: RM 67,667 (Puncak pandemi).
    STATUS FISKAL 2026:
    GOVT DEBT-TO-GDP: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
    HOUSEHOLD DEBT-TO-GDP: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
    ________________________________________
    ANALISA PEMIMPIN (INTERNAL CRITIC):
    MAHATHIR (MALAS/MISKIN): Mengkritik etnis mayoritas tetap miskin karena enggan bekerja keras dan cenderung menyalahkan pihak lain (NYT 2025, Kompas 2019).
    ANWAR IBRAHIM (MISKIN/TADBIR): Menyoroti kemiskinan tegar yang menyiksa rakyat, terutama korban banjir. Menunda proyek triliunan karena masalah tata kelola (Bernama 2025, ST 2022).
    ________________________________________
    RINCIAN DATA HUTANG 2026:
    Hutang Kerajaan: RM 1,79 Triliun (Beban per orang: RM 49,196).
    Hutang Isi Rumah: RM 1,65 Triliun (Beban per orang: RM 45,348).
    Total Populasi: 36.385.115 Jiwa.
    Status: FISCAL PARALYSIS – Beban hutang akumulatif melumpuhkan daya beli dan kemampuan belanja pertahanan.
    ________________________________________
    INDONESIA .....
    KONDISI FISKAL (CONTRAST):
    GOV. DEBT: 40% OF GDP (Jauh di bawah batas 60%).
    GDP: USD 1,44 TRILIUN.
    STATUS: LENGKAP – Pembayaran tunai alutsista Rafale, M346FA, dan KAAN tetap berjalan stabil di tengah krisis tetangga.

    BalasHapus
  4. TIM ELIT SHOPPING SOPING haha!πŸ€‘πŸ₯³πŸ‘

    ✅️kita MRCA RAFALE BARUW
    ✅️kita MRCA SURABAYA NO.35 BARUW
    ✅️kita MRCA JULIET NO.10CE BARUW
    ✅️thai MRCA JAS 39 BARUW
    ✅️mya MRCA ESYU 30 SM BARUW
    ✅️sing MRCA F35 BARUW BARUW

    TIM SULIT Banana🍌Repablik
    ❌️MRCA HORNET RONGSOK KUWAIT BATALLLLL haha!πŸ‘ŽπŸŒπŸ€₯

    BalasHapus
  5. f 35 dan KAAN fighter elit di kawasan milik RSAf dan TNI AU sementara sebelah hanya mampu beli FA 50 versi basic sebagai jet tempur utama paling baru... LCA dijadikan jet tempur utama sungguh lawak Diraja beruk satu ini MISSQUEEN

    BalasHapus
  6. SKANDAL SEKS = SKANDAL SESAMA JENIS
    -
    1. Sultan Ibrahim – Cissie Hill
    Kisah hubungan asmara antara Sultan Ibrahim dari Johor dengan penari asal Inggris, Cissie Hill, pada dekade 1930-an tercatat dalam arsip sejarah Inggris dan diliput oleh berbagai media dokumenter.
    • BBC News: Mengulas detail sejarah hubungan ini dalam artikel khusus bertajuk The sultan and the showgirl: A tragic tale of star-crossed love.
    • Arsip Dokumenter / The Mixed Museum: Menyimpan catatan sejarah mengenai penolakan hubungan tersebut oleh otoritas Inggris dan Johor kala itu melalui pameran Helen Bartholomew and the Sultan of Johore.
    -
    2. Sultan Muhammad V – Oksana Voevodina
    Pemberitaan mengenai pernikahan singkat dan kontroversi perceraian talak tiga antara Sultan Kelantan (mantan Yang di-Pertuan Agong) dengan mantan Miss Moscow ini diliput secara masif oleh media lokal Malonyet dan internasional pada tahun 2019.
    • New Straits Times (NST) & Asia One: Menjadi media regional pertama yang mengungkap dokumen otentik salinan sertifikat perceraian mereka.
    • Kompas.com: Melaporkan konfirmasi keabsahan dokumen perceraian dalam artikel Mantan Raja Malonyet Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia.
    -
    3. Najib Abdul Razak – Altantuya Shaariibuu
    Kasus pembunuhan model asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, pada tahun 2006 dikaitkan dengan skandal politik dan dugaan korupsi pembelian kapal selam Prancis yang menyeret nama Najib Razak (saat itu menjabat Menteri Pertahanan). Najib Razak secara konsisten membantah keterlibatan dirinya maupun adanya hubungan khusus.
    • South China Morning Post (SCMP): Menyediakan rangkuman investigasi mendalam mengenai dinamika kasus, hubungannya dengan analis pertahanan Abdul Razak Baginda, serta dampaknya terhadap karier Najib dalam artikel The murder of Altantuya Shaariibuu.
    • DetikNews & Kompas.com: Memuat pengakuan mengejutkan dari terpidana mati (mantan polisi Azilah Hadri) pada tahun 2019 yang mengklaim mendapat perintah langsung, serta pernyataan bantahan resmi dari pihak Najib Razak.
    -
    4. Mohamed Azmin Ali – Video Intim
    Pada Juni 2019, publik Malonyet digegerkan oleh penyebaran video intim sesama jenis yang dituduhkan melibatkan menteri ekonomi saat itu, Azmin Ali, bersama seorang staf politik bernama Haziq Aziz. Azmin Ali dengan tegas menyebut video tersebut sebagai fitnah politik yang keji untuk menjatuhkan kariernya.
    • Reuters: Merilis pernyataan penolakan dan bantahan resmi dari Azmin Ali melalui laporan Malonyetn cabinet minister denies links to sex video.
    • Channel News Asia (CNA): Mengulas analisis politik mengenai bagaimana rekaman video tersebut dijadikan senjata politik di Malonyet dalam artikel Sex videos a weapon of choice in Malonyetn politics.
    -
    5. Anwar Ibrahim – Kasus Sodomi (Sodomy I & II)
    Kasus hukum Anwar Ibrahim merupakan salah satu drama politik hukum paling besar di Asia Tenggara, di mana ia didakwa melakukan hubungan seksual sesama jenis (sodomi, yang merupakan tindakan ilegal di bawah hukum Malonyet) pada tahun 1998 dan kembali digugat pada tahun 2008. Anwar selalu menegaskan bahwa semua tuduhan tersebut direkayasa demi kepentingan politik.
    • BBC Audio / Witness History: Mendokumentasikan wawancara eksklusif retrospektif mengenai penangkapan tahun 1998 dalam siaran The corruption and sodomy trials of Anwar Ibrahim.
    • Amnesty International: Merilis laporan HAM berkala yang mengkategorikan Anwar Ibrahim sebagai prisoner of conscience (tahanan keyakinan) karena menilai persidangannya bermuatan politis hingga akhirnya ia menerima pengampunan penuh (full royal pardon) pada tahun 2018.
    --------------------------------------------
    RM25.000 ATAU RM30.000 = TETAP BEBAN ISTRI : BANCI MALONYET
    -
    MMW 21 April 2025 pukul 10.48
    YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
    Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........

    BalasHapus
  7. Manakala INDIANESIA..... F15 VERSI MEMBUAL.... JOM GELAKKAN GORILLA.... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣



    Indonesia Muncul di Kontrak F-15 AS, Kemenhan Pastikan Belum Ada Kesepakatan

    https://www.kompas.id/artikel/indonesia-muncul-di-kontrak-f-15-as-kemenhan-pastikan-belum-ada-kesepakatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
      10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
      7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      ---------------------------------
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
      --------------------------------
      THE MALONYET LITTORAL COMBAT SHIP (LCS) PROGRAM HAS FACED A NUMBER OF ISSUES, INCLUDING:
      • Delayed delivery
      The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
      • Design issues
      The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
      • Financial issues
      Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
      -------------------------------------------------
      MALONYET 's combat equipment has several weaknesses, including:
      Ageing equipment: The MALONYET military's equipment is aging due to small procurement budgets over the past 25 years.
      Lack of modern assets: The MALONYET Armed Forces (MAF) lacks modern military assets, which puts them at risk from both internal and external threats.
      Russian-made weapons: MALONYET has been struggling to keep its Russian-made Su-30MKM ground-attack aircraft operational. The country is also wary of Russian-made weapons due to sanctions imposed on Russia after its invasion of Ukraine.
      Local production: The MAF is reluctant to use locally produced products. Local companies have produced prototypes of pistols and rifles, but none have materialized.
      Procurement system: The MALONYET procurement system needs reform.
      Political interference and corruption: Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      ------------------------------------------------
      The MALONYET Army's readiness is affected by a number of factors, including corruption, poor planning, and inadequate funding.
      Factors affecting readiness
      • Corruption: The MALONYET military has been affected by corruption.
      • Poor planning: The MALONYET military has been affected by poor planning.
      • Political interference: Political leaders have interfered in the procurement process.
      • Inadequate funding: The MALONYET military has not received adequate funding.
      • Unsuitable equipment: The MALONYET military has been affected by unsuitable equipment and weapons.
      • Logistical problems: The MALONYET military has been affected by logistical problems.

      Hapus
    2. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      ---------------------------------
      FA-50 BLOCK 70 = PINOY
      FA-50Murah BLOCK 20 = MALONYET
      Harga pesawat FA-50 Fighting Eagle buatan Korea Selatan bervariasi antar negara:
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      -
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      -
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      --------------------------------
      INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS

      Hapus
    3. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      MALONYET 's military has faced several challenges, including outdated equipment, corruption, and budgetary constraints.
      Outdated equipment
      • Aircraft
      The Royal MALONYET Air Force (RMAF) has a large fleet of aging aircraft that are expensive to maintain.
      • Ships
      The Royal MALONYET Navy (RMN) has many old ships, including the KD Sri Perlis and KD SRI Johor gunboats that were commissioned in the late 1960s.
      • Submarines
      The KD Rahman submarine had technical problems that prevented it from submerging in 2010.
      Corruption
      • The Public Accounts Committee found that the RMN recommended purchasing Dutch-made Sigma littoral combat ships (LCS), but the Ministry of Defence (MOD) chose the French-made Govind LCS EXCLUDING consulting the RMN.
      Budgetary constraints
      • The 1997 Asian financial crisis limited the funds available for military procurements.
      • MALONYET 's military budget is limited, and some say that spending too much on outdated equipment is not a good use of funds.
      -----------------------------------------------
      The Littoral Combat Ship (LCS) program in MALONYET was plagued by construction delays, cost overruns, and fraud.
      • Weak financials: Boustead Naval Shipyard (BNS) had weak financials when the program began.
      • Construction delays: The lead ship, KD Maharaja Lela, was launched in 2017, but work on the ships halted in 2022.
      • Cost overruns: The program experienced significant cost overruns.
      • Fraud: There were allegations of fraud, including misappropriation of funds and duplication of contracts.
      • Political interference: Some say that politics and personal gain compromised the procurement process.
      • Lack of consultation: Some say that the project was approved EXCLUDING proper consultations with experts.

      Hapus
    4. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO (PERKESO) mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KONTRAKSI FINANSIAL PERTAHANAN (FINANCIAL CONSTRAINTS):
      Alokasi Anggaran Terbatas: Belanja pertahanan hanya berkisar 1,2%–1,5% dari PDB, jauh di bawah standar regional untuk modernisasi.
      Biaya Operasional vs Modernisasi: Sebagian besar anggaran habis untuk gaji, pensiun, dan biaya harian, menyisakan dana sangat minim untuk pengadaan senjata canggih atau Litbang (R&D).
      Kompetisi Prioritas Domestik: Anggaran militer sering dikalahkan oleh prioritas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial.
      Ketergantungan Teknologi Asing: Biaya tinggi pengadaan alutsista impor membuat MALONYET terpaksa membeli barang bekas (second-hand) atau menunda program pengadaan.
      Dampak Kesiapan Strategis: Peralatan tua (kapal, pesawat, kendaraan) dipaksa beroperasi melampaui usia teknisnya; pelatihan pasukan dikurangi demi penghematan.
      ________________________________________
      KELEMAHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Aging Fleet (Armada Tua): Kapal utama seperti KD Kasturi dan KD Lekir berusia lebih dari 30 tahun dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas.
      Skandal & Penundaan LCS: Program RM 11 miliar penuh mismanajemen dan korupsi. Hingga 2025, hanya mencapai 72% progres tanpa satu pun kapal yang siap tempur.
      Struktur Armada Terfragmentasi: Terlalu banyak kelas kapal yang berbeda menyebabkan logistik, pelatihan, dan perawatan menjadi sangat tidak efisien dan mahal.
      Lemahnya Pengawasan Maritim: Kurangnya radar jarak jauh, UAV, dan sistem deteksi kapal selam membuat zona ekonomi eksklusif (ZEE) sangat rentan terhadap infiltrasi asing.
      Vulnerabilitas Strategis: Tanpa daya getar angkatan laut yang kredibel, MALONYET kehilangan pengaruh strategis di Laut Cina Selatan menghadapi asertivitas kapal-kapal asing.
      ________________________________________
      RINGKASAN MASALAH UTAMA:
      Armada Tua: Kesiapan tempur terus menurun.
      Penundaan LCS: Tidak ada kapal kombatan permukaan modern.
      Logistik Inefisien: Akibat terlalu banyak jenis kelas kapal.
      Keterbatasan Anggaran: Modernisasi berjalan sangat lambat.
      ZEE Rentan: Pengawasan pantai dan laut sangat lemah.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS + ARMADA TUA = KELUMPUHAN TOTAL KEDAULATAN LAUT.

      Hapus
    5. 2 TAHUN SIPRI KOSONG = MALONYET NGEMIS F18 - INDONESIA RELEASE F15 BY USA
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Status SIPRI & Realisasi Alutsista (2020–2026)
      Indonesia (Dominasi Mutlak - Peringkat 18 Importir Dunia):
      Daftar Belanja Penuh: Rafale F4, A400M Atlas, Kapal PPA-L-Plus, Rudal BORA & KHAN, Drone ANKA-S, hingga mesin LM-2500.
      Status: Kontrak efektif dan dalam proses pengiriman (Realistis).
      MALONYET (Vakum Total - "Lembar Kosong"):
      2020–2025: Status SIPRI KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Peringkat: Absen dari daftar 40 importir senjata terbesar dunia (Setara Laos & Kamboja).
      Status 2026: Pembekuan Total (Freeze) seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi.
      -
      Timeline "Prank" & Kegagalan Kontrak MALONYET
      Daftar panjang janji pengadaan yang berakhir tanpa realisasi (Zonk):
      2005-2017: Kegagalan rencana Rudal KS-1A (China), Rafale (Prancis), Nexter Caesar, dan JF-17 (Pakistan).
      2018-2023: Kapal MRSS (PT PAL) tidak terwujud, HAL Tejas gagal, Artileri Yavuz & EVA mangkrak, serta Ranpur IAG Guardian gagal spek PBB.
      2024-2026: Helikopter Blackhawk mangkrak (proses sewa berbelit) dan F/A-18 Hornet Kuwait RESMI BATAL (Masalah logistik/teknis).
      -
      Peringkat Militer ASEAN (Global Firepower 2026)
      Terjadi pergeseran peta kekuatan di Asia Tenggara:
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN).
      Vietnam: Peringkat 23.
      Thailand: Peringkat 24.
      Singapura: Peringkat 29.
      Myanmar: Peringkat 35.
      Filipina: Peringkat 41 (Resmi menyalip MALONYET).
      MALONYET: Peringkat 42 (Posisi terendah dalam sejarah persaingan dengan Filipina).
      -
      Perbandingan Kekuatan Ekonomi (PDB 2026)
      Jurang pemisah (Gap) ekonomi yang melebar tajam:
      PDB PPP (Daya Beli): Indonesia ($5,69 T) vs MALONYET ($1,34 T). Indonesia 4,24x lebih besar.
      PDB Nominal: Indonesia ($1,69 T) vs MALONYET ($0,46 T). Indonesia 3,67x lebih besar.
      Status: Indonesia mengukuhkan posisi sebagai The Giant (Raksasa), sementara MALONYET terkunci dalam status The Stagnant (Statis).
      -
      Krisis Fiskal & Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Evolusi Utang: Meningkat dari RM 407 Miliar (2010) menjadi RM 1,79 Triliun (2026).
      Beban Cicilan: 58% pinjaman baru hanya untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Utang Rumah Tangga: Mencapai 84,3% dari GDP (Sangat berisiko bagi stabilitas domestik).
      Model "Negara Penyewa": Akibat krisis kas, militer terpaksa menggunakan skema Leasing (Sewa) untuk helikopter, pesawat latihan, hingga kendaraan polisi.
      -
      Risiko Administrasi & Geopolitik
      Skandal Aset: Catatan buruk mengenai hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur.
      Tekanan Internasional: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301 & IEEPA) yang mengancam sektor manufaktur dan ekspor

      Hapus
  8. Manakala INDIANESIA..... F15 VERSI MEMBUAL.... JOM GELAKKAN GORILLA.... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣



    Indonesia Muncul di Kontrak F-15 AS, Kemenhan Pastikan Belum Ada Kesepakatan

    https://www.kompas.id/artikel/indonesia-muncul-di-kontrak-f-15-as-kemenhan-pastikan-belum-ada-kesepakatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
      10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
      7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      ---------------------------------
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
      --------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA (HASIL KERAJAAN)
      RM334,1 Miliar: Estimasi total pendapatan pemerintah MALONYET.
      -
      75,8% Sumber Pendapatan: Berasal dari sektor pajak (pajak penghasilan individu dan perusahaan).
      -
      24,2% Sektor Non-Pajak: Berasal dari royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan lainnya.
      -
      RM343,1 Miliar: Target proyeksi pendapatan negara.
      --------------------------------------------
      TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
      RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah MALONYET.
      -
      RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
      -
      RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
      --------------------------------------------
      MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALONYET BERUTANG?
      BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
      Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
      Hal ini membuat pemerintah MALONYET sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
      -
      Defisit Anggaran Kronis
      Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
      Satu-satunya jalan bagi pemerintah MALONYET untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.

      Hapus
    2. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      MALONYET 's military budget faces several challenges, including a lack of transparency, budget constraints, and limited parliamentary oversight.
      Lack of transparency
      • The Ministry of Defense (MINDEF) has limited transparency, and most defense spending controls are internal.
      • The published defense budget is a general outline, not a detailed breakdown.
      • The Official Secrets Act limits the publication of defense data.
      Budget constraints
      • Successive governments have been unwilling to cut government spending elsewhere to fund defense.
      • The country has faced delays and cancellations of military modernization initiatives due to economic limitations.
      Limited parliamentary oversight
      • Parliament has limited time to discuss and approve the budget.
      • Before 2019, Parliament lacked a specialized committee to exercise budgetary oversight.
      Most MPs lack expertise in defense-related issues
      ------------------------------------------------
      MALONYET 's armed forces have a limited budget due to a number of factors, including the government's focus on other priorities and the need to reduce the national deficit.
      Factors
      • Economic priorities: The government's focus on socio-economic development and stabilizing the economy and political climate means that defense may not be a top priority.
      • National deficit: The government needs to cut spending and reduce the national deficit.
      • Frequent government changes: Since 2018, MALONYET has had four Prime Ministers and governments, which has hindered defense development.
      Impact
      • Outdated equipment
      The military may have outdated equipment, which can make it difficult to maintain and operate.
      • Limited modernization
      The military may have limited funds for modernization, which can make it difficult to keep up with new threats.
      • Limited access to defense information
      It can be difficult to access information about the military's defense budget and operations.


      Hapus
    3. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
      Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
      Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
      Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
      Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
      Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
      Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
      -
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari Indonesia (13).
      Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.

      Hapus
    4. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap yang melibatkan pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      MASALAH PENUAAN ALUTSISTA (AGEING EQUIPMENT):
      TUDM (Udara): MiG-29 dan F-5E Tiger II berusia di atas 30 tahun; biaya pemeliharaan membengkak, suku cadang langka, dan kesiapan operasional sangat rendah.
      TLDM (Laut): Korvet kelas Kasturi dan kapal patroli kelas Perdana sudah berusia dekadean dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas dibanding kapal modern.
      TDM (Darat): Kendaraan lapis baja Condor dan sistem artileri lama masih dipaksa bertugas meski sudah tidak memadai untuk ancaman perang asimetris modern.
      Konsekuensi: Efektivitas tempur menurun drastis dan platform lama sering kali tidak kompatibel dengan sistem komunikasi/senjata modern.
      ________________________________________
      KEGAGALAN MODERNISASI (DELAYED MODERNIZATION):
      Penundaan Jet Tempur: Penggantian MiG-29 dan F-5E terus tertunda; akuisisi Su-30MKM dan M346 jauh di bawah rencana awal.
      Skala Armada Laut Mengecil: Rencana pengadaan frigat, kapal selam, dan kapal kombatan multi-peran sering kali dipangkas atau berjalan sangat lambat.
      Prioritas Terbalik: Fokus lebih banyak pada peningkatan (upgrade) peralatan usang daripada penggantian penuh karena keterbatasan biaya.
      ________________________________________
      TANTANGAN KEBIJAKAN & ANGGARAN (STRATEGIC CHALLENGES):
      Ketidakpastian Politik: Perubahan pemerintah sejak 2018 mengganggu kontinuitas perencanaan pertahanan dan eksekusi kebijakan.
      Anomali Anggaran: Meski anggaran mencapai RM 19,73 Miliar (2024), lebih dari 40% habis hanya untuk gaji dan tunjangan, bukan untuk sistem baru.
      Hancurnya Daya Beli: Depresiasi Ringgit membuat harga peralatan impor menjadi sangat mahal bagi kas negara yang menipis.
      Industri Domestik Lemah: Kurangnya investasi R&D dan ketergantungan pada vendor asing (OEM) menghambat kemandirian pertahanan.
      Kelemahan Sinergi: Konsep Pertahanan Komprehensif (HANRUH) sering salah diartikan dan kolaborasi sipil-militer semakin melemah sejak era Kedaruratan Malaya.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + POLITIK TIDAK STABIL + ASET USANG = KELUMPUHAN TOTAL DAYA GENTAR.

      Hapus
    5. 2 TAHUN SIPRI KOSONG = MALONYET NGEMIS F18 - INDONESIA RELEASE F15 BY USA
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Status Pengadaan Alutsista SIPRI (2020–2025)
      Tren menunjukkan kegagalan total dalam merealisasikan pembelian senjata berat:
      2020–2021: Status Planned (Hanya rencana di atas kertas).
      2022: Status Selected Not Yet Ordered (Dipilih tapi tidak sanggup bayar kontrak).
      2023: Status Not Yet Ordered (Tanpa pesanan resmi).
      2024–2025: Status KOSONG (Vakum total selama 2 tahun berturut-turut).
      Realisasi Kawasan: Indonesia memimpin dengan porsi 1,5% (impor Rafale, Scorpène, PPA), sementara MALONYET hanya 0,3%.
      -
      Peringkat Militer Global Firepower (GFP) 2026
      Terjadi pergeseran drastis di mana MALONYET kehilangan daya gentar di ASEAN:
      Peringkat 1: Indonesia (Skor 0,2582 — Peringkat 13 Dunia).
      Peringkat 6: Filipina (Skor 0,6993 — Peringkat 41 Dunia).
      Peringkat 7: MALONYET (Skor 0,7379 — Peringkat 42 Dunia).
      Catatan Strategis: Untuk pertama kalinya, MALONYET resmi berada di bawah Filipina dalam kekuatan tempur riil.
      -
      Krisis Fiskal & Spiral Utang "Debt-Servicing"
      Kondisi keuangan negara yang mematikan anggaran pertahanan:
      Total Utang: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026.
      Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru digunakan hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama.
      Utang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka 85,8% dari PDB, menekan daya beli rakyat.
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze (Januari 2026) akibat korupsi sistemik dan kartel proyek.
      -
      Kegagalan Kontrak & Fenomena "Prank" (2005–2026)
      Daftar panjang janji akuisisi yang berakhir batal atau mangkrak:
      F/A-18 Hornet Kuwait: RESMI BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi.
      Helikopter Blackhawk: Mangkrak, proses sewa berbelit dan gagal operasional.
      Proyek LCS & OPV: Kapal karatan di galangan, melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak.
      Aset Hilang: Catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur.
      -
      Krisis Ketahanan Pangan & Sosial
      Negara terjebak dalam ketergantungan impor dasar:
      Pangan: Ketergantungan tinggi impor beras (termasuk dari Indonesia) dan daging merah (<15% mandiri).
      Subsidi: Pencabutan total subsidi telur (Agustus 2025) memperparah inflasi.
      Reputasi: Sanksi CAS/AFC akibat 7 pemain naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 yang memalukan.
      -
      Perbandingan Ekonomi (PDB 2026)
      PDB PPP: Indonesia ($5,69 T) vs MALONYET ($1,34 T). Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar.
      Status Regional: Indonesia menjadi satu-satunya raksasa (The Giant) ASEAN, sementara MALONYET masuk kategori negara statis (The Stagnant).

      Hapus
  9. Manakala INDIANESIA..... F15 VERSI MEMBUAL.... JOM GELAKKAN GORILLA.... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣



    Indonesia Muncul di Kontrak F-15 AS, Kemenhan Pastikan Belum Ada Kesepakatan

    https://www.kompas.id/artikel/indonesia-muncul-di-kontrak-f-15-as-kemenhan-pastikan-belum-ada-kesepakatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------

      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
      -
      Krisis Administrasi & Tekanan Internasional
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Kehilangan Pengaruh: Posisi di Piala Asia 2027 resmi direbut oleh Vietnam, mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi regional.
      Tekanan Ekonomi AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan MALAYSEWA.

      Hapus
    2. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
      10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
      7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      ---------------------------------
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
      --------------------------------
      2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      -
      ANKA = LEVEL ANGOLA
      SIPRI = LEVEL TIMOR LESTE
      -------------------------
      KLASIFIKASI OPERASIONAL DRONE ANKA
      -
      Kategori Dual-Role (UCAV & ISR - Serang & Intai):
      Indonesia: Kontrak 12 unit ($300 juta), Kazakhstan (produksi lisensi), Aljazair (10 unit Anka-S), Tunisia (pembeli ekspor pertama), Kirgistan, dan Chad.
      -
      Kategori Spesialis ISR & Patroli Maritim (Hanya Intai):
      MALONYET: Kontrak 3 unit varian maritim (Radar SAR) khusus pemantauan ZEE.
      Angola: Pengawasan infrastruktur minyak dan wilayah pesisir.
      -------------------------
      2025-2024 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      -
      SIPRI 2025 INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      SIPRI 2025 MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      TIMOR LESTE | BRUNEI | LAOS | KAMBOJA
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      ---------------------------------
      SIPRI 2024 INDONESIA 2 LEMBAR = KHAN | KAPLAN / HARIMAU | H225M CARACAL | AL-TARIQ (UEA) – KIT BOM | A400M ATLAS | SCORPENE EVOLVED | PPA (THAON DI REVEL CLASS) | RAFALE | BAYRAKTAR TB2 | C-130J-30 | KF-21 BORAMAE
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan.html
      -
      SIPRI 2024 MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html

      Hapus
    3. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) are modernizing their equipment and increasing their military spending, but some say that political interference and corruption are undermining their combat readiness.
      Equipment
      • Main Battle Tanks (MBT): The MAF has acquired MBTs to make the army more powerful in the region
      • Armored Personnel Carriers (APC): The MAF has acquired APCs to make the army more powerful in the region
      • Infantry Fighting Vehicles (IFV): The MAF has acquired IFVs to make the army more powerful in the region
      • Modern artillery: The MAF has acquired modern artillery to make the army more powerful in the region
      • Personal Protection Equipment (PPE): The MAF has a program to equip all soldiers with PPE like Kevlar helmets, Kevlar vests, Oakley goggles, and ear protection equipment
      Military spending
      • MALONYET has increased its military spending, joining the global trend of rising defense budgets
      • The country's 2025 defense allocation was RM21.2 billion (USD4.5 billion), which is a 7.08% increase from the previous year
      Other factors
      • The MAF's strategic plan, known as the Fourth Dimension MALONYET Armed Forces (4D MAF), aims to develop capabilities to tackle multi-spectral challenges
      • The MAF faces challenges from big power politics and non-traditional security threats
      ------------------------------------------------
      -MALONYET 's armed forces budget faces several challenges, including limited funding, a lack of transparency, and an aging equipment inventory.
      Funding
      • Limited funding
      MALONYET 's defense budget is modest compared to other countries. The government is reluctant to cut spending elsewhere to fund defense.
      • Economic downturns
      The global financial crisis and slower economic growth have impacted defense spending.
      Transparency
      • Budget transparency: The published defense budget is general, not a detailed breakdown.
      • Access to information: The Official Secrets Act limits the publication of defense data.
      Aging equipment
      • Small procurement budgets
      Small procurement budgets over the last quarter-century have led to gaps in military capabilities.
      • Outdated equipment
      The withdrawal of the MiG-29 Fulcrum fighter aircraft in 2017 and the challenge of keeping the Su-30MKM Flanker fighter operational have contributed to the aging equipment inventory.
      Other challenges
      • Parliamentary oversight: Parliament has limited time to discuss and approve the budget.

      Hapus
    4. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      FAKTOR PEMBATAS ANGGARAN MILITER (BUDGETARY CONSTRAINTS):
      Prioritas Ekonomi Domestik: Pertahanan harus berbagi dana dengan sektor kesehatan, pendidikan, dan subsidi sosial di tengah perlambatan ekonomi.
      Alokasi PDB Rendah: Belanja militer umumnya hanya 1,5% - 2% dari PDB, jauh di bawah Singapura (~3%) atau Thailand (~2,5%).
      Beban Hutang & Kebijakan Fiskal: Defisit anggaran membatasi ruang gerak pemerintah untuk melakukan upgrade militer yang bersifat diskresioner.
      Dampak Riil: Penundaan modernisasi jet tempur dan kapal selam hingga dekadean; ketergantungan pada pemeliharaan aset tua daripada pengadaan baru.
      ________________________________________
      SKANDAL PEMBENGKAKAN BIAYA (COST OVERRUNS):
      Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar untuk 6 kapal, membengkak jadi RM 11 Miliar+ namun hanya menghasilkan 5 kapal (target selesai 2026-2029).
      Program NGPV (Patrol Vessel): Anggaran awal RM 5,35 Miliar untuk 27 kapal, berakhir dengan biaya RM 6,75 Miliar namun hanya mendapatkan sebagian kecil dari jumlah awal.
      Pengadaan Kapal Selam Scorpene: Tuduhan suap dan biaya tambahan logistik yang tidak terduga meningkatkan beban pengeluaran negara secara masif.
      Kasus Helikopter MD530G: Kontrak bermasalah dan kegagalan pengiriman yang menyebabkan kerugian finansial dan kekosongan operasional.
      ________________________________________
      PENYEBAB UTAMA MISMANAJEMEN:
      Intervensi Politik: Keputusan sering didasarkan pada koneksi politik daripada kebutuhan operasional murni.
      Korupsi & Kronisme: Penggunaan perusahaan cangkang dan perantara (intermediaries) yang menggelembungkan nilai kontrak.
      Lemahnya Pengawasan: Kurangnya transparansi parlemen dan penggunaan UU Rahasia Rasmi (OSA) untuk menyembunyikan penyimpangan keuangan.
      Tantangan Teknis: Akuisisi peralatan yang tidak kompatibel menuntut modifikasi mahal di kemudian hari.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS/NGPV + KORUPSI SISTEMIK = KELUMPUHAN TOTAL KEDAULATAN.

      Hapus
    5. 2 TAHUN SIPRI KOSONG = MALONYET NGEMIS F18 - INDONESIA RELEASE F15 BY USA
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Status Kelumpuhan Alutsista (SIPRI 2020–2026)
      Vakum Total (2024–2025): Status KOSONG dalam laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
      Tren Janji Palsu (Prank): Riwayat panjang kegagalan kontrak mulai dari Rafale (2014), JF-17 (2017), hingga pembatalan resmi F/A-18 Hornet Kuwait (2026) yang gagal total setelah 4 kali upaya.
      Pembekuan Total (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk Procurement Freeze (pembekuan pengadaan) akibat skandal suap dan kartel proyek di angkatan darat.
      -
      Krisis Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% hingga 58,9% pinjaman baru negara hanya habis untuk membayar cicilan dan bunga utang lama (Debt-Servicing).
      Beban Utang Per Kapita (2025):
      Utang Kerajaan Federal: RM 36.139 per orang.
      Utang Rumah Tangga: RM 45.859 per orang.
      Total Beban per Jiwa: RM 81.998.
      Eskalasi Utang: Melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menuju proyeksi RM 1,79 Triliun pada 2026.
      -
      Pergeseran Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Kehilangan Dominasi: MALONYET merosot ke Peringkat 42 Dunia (Posisi ke-7 di ASEAN).
      Disalip Filipina: Untuk pertama kalinya, Filipina (Peringkat 41) secara resmi melampaui kekuatan tempur MALONYET.
      Model "Military-for-Rent": Akibat krisis kas (cash crunch), militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan polisi).
      -
      Perbandingan Kontras Regional (Indonesia vs MALONYET)
      Indonesia (The Giant): Status SIPRI "Satu Lembar Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA). Ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP.
      MALONYET (The Stagnant): Status SIPRI "Satu Lembar Kosong". Terjebak dalam utang rumah tangga tertinggi di ASEAN (85,8% GDP).
      -
      Degradasi Administrasi & Reputasi Internasional
      Skandal Aset: Catatan buruk mengenai 48 pesawat Skyhawk yang hilang dan 2 mesin jet tempur yang raib dari gudang.
      Sanksi Olahraga: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal; kalah WO 0-3 dan kehilangan tiket Piala Asia 2027 yang diambil alih oleh Vietnam.
      Tekanan AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang mengincar sektor manufaktur utama.
      -
      Krisis Ketahanan Nasional
      Kemandirian Pangan Rendah: Ketergantungan pada impor beras (termasuk dari Indonesia) dan daging merah yang hanya mampu dipenuhi <15% secara domestik.
      Pencabutan Subsidi: Kebijakan pencabutan total subsidi telur pada Agustus 2025 menjadi indikator tekanan fiskal yang sudah menyentuh kebutuhan pokok rakyat.

      Hapus
  10. KAH.. KAH.. KAH...... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣


    Kemenhan Belum Bahas Lebih Lanjut Pengadaan Jet Tempur F-15 Produksi AS

    https://nasional.kompas.com/read/2026/08/28/11213991/kemenhan-belum-bahas-lebih-lanjut-pengadaan-jet-tempur-f-15-produksi-as

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
      10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
      7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      ---------------------------------
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
      --------------------------------
      F16 UPGRADE VS F18 USANG
      -
      PERBANDINGAN KEMAMPUAN F-16 INDONESIA DAN F-18 MALONYET =
      ________________________________________
      Kemampuan Rudal AMRAAM:
      F-16 Indonesia: Sudah mampu penuh mengoperasikan AIM-120C-7 (jarak jauh, fire-and-forget).
      -
      F-18 MALONYET: Terbatas; senjata utama jarak jauh masih mengandalkan AIM-7 Sparrow (teknologi lebih tua) atau R-77 pada jet tempur lain.
      ________________________________________
      Status Modernisasi:
      F-16 Indonesia: Sangat tinggi berkat program Falcon STAR-eMLU yang meremajakan seluruh sistem pesawat.
      -
      F-18 MALONYET: Masih menggunakan standar lama tanpa pembaruan besar pada sistem integrasi senjata BVR.
      ________________________________________
      Radar & Avionik:
      F-16 Indonesia: Menggunakan AN/APG-68(V) hasil upgrade yang lebih sensitif mendeteksi target jarak jauh.
      -
      F-18 MALONYET: Menggunakan AN/APG-73 standar yang kemampuannya mulai tertinggal dari versi eMLU Indonesia.
      ________________________________________
      Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
      F-16 Indonesia: Tinggi (jangkauan AMRAAM C-7 bisa mencapai lebih dari 100 km).
      -
      F-18 MALONYET: Sedang (ketergantungan pada rudal Sparrow membatasi jarak serang efektif).
      ________________________________________
      Teknologi Helm Pilot:
      F-16 Indonesia: Dilengkapi JHMCS (pilot bisa mengunci lawan hanya dengan menoleh).
      -
      F-18 MALONYET: Masih menggunakan sistem helm Standar (belum terintegrasi penuh untuk pencarian target via helm

      Hapus
    2. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      MALONYET 's defense policy has faced several weaknesses, including a lack of funding, outdated equipment, and political interference.
      Funding
      • Small procurement budgets
      The military has had small procurement budgets for decades, which has led to a lack of resources to update equipment
      • Fiscal constraints
      The government has been focused on reducing the national deficit and the fiscal cost of the COVID-19 pandemic, which has limited defense funding
      Equipment
      • Outdated equipment
      The military's equipment is aging, and the country has struggled to keep its aircraft operational
      • Imported equipment
      Most of the military's equipment is imported from other countries, and local companies have struggled to develop the capabilities to produce their own equipment
      Political interference
      • Political connections
      Political connections can be a key factor in promotion and appointment decisions, especially at senior levels
      • Lack of transparency
      The process for promoting and appointing military personnel is not transparent, and Parliament is not involved in reviewing senior-level appointments
      Other challenges include:
      • Frequent government changes
      • Weak whistleblower legislation
      • The Official Secrets Act, which limits the ability of military personnel to report wrongdoing
      ------------------------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including a lack of modern equipment, corruption, and supply chain management issues.
      Lack of modern equipment
      • Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s, and is now outdated
      • The government has been unable to provide the MAF with modern defense assets
      • The MAF has faced issues with the maintenance of its equipment
      Corruption
      • Corruption has been a recurring issue within the MAF
      • Corruption has affected the MAF's supply chain management, which includes the procurement of weapons, uniforms, food, and other military supplies
      Supply chain management issues

      Hapus
    3. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN ALUTSISTA & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      PENUAAN ALUTSISTA DI SELURUH MATRA (AGING EQUIPMENT):
      Aset di Atas 30 Tahun: Sebanyak 171 aset militer telah melewati usia pakai 30 tahun (Darat: 108 unit, Udara: 29 unit, Laut: 34 unit).
      Beban Pemeliharaan: Platform tua menuntut biaya perawatan tinggi dengan hasil performa dan reliabilitas yang terus menurun.
      Teknologi Usang: Sistem persenjataan ketinggalan zaman, sulit diintegrasikan dengan platform baru, dan tidak efektif dalam pertempuran modern.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Kapal Melewati Usia Pakai: Dari 53 kapal RMN, 34 unit melampaui usia teknis, bahkan 28 kapal di antaranya sudah berusia di atas 40 tahun.
      Gap Kapabilitas: Kapal tua (KD Lekiu & KD Kasturi) kehilangan teknologi sensor dan sistem senjata modern, melumpuhkan kemampuan patroli di zona maritim luas.
      Kegagalan Program 15-to-5: Rencana penyederhanaan kelas kapal terhambat kekurangan dana dan hambatan birokrasi pengadaan.
      Skandal LCS: Proyek 6 kapal yang tidak kunjung terkirim hingga 2025 akibat mismanajemen, meninggalkan celah kritis di ZEE dan Laut Cina Selatan.
      ________________________________________
      MASALAH PENGADAAN & OPERASIONAL (POLICY GAPS):
      Skandal "Peti Mati Terbang": Raja MALONYET membatalkan kesepakatan helikopter Black Hawk berusia 30 tahun yang dijuluki "peti mati terbang" dan mengecam penggunaan aset usang.
      Korupsi Makelar: Ketergantungan pada perantara (pensiunan perwira) menyebabkan harga melambung tinggi dan kesepakatan yang meragukan.
      Kurangnya Tender Terbuka: Hanya 20–30% kontrak besar diberikan melalui tender terbuka, merusak transparansi dan efisiensi nilai uang.
      Gap Teknologi & Pelatihan: Pasukan berlatih menggunakan platform yang tidak lagi mewakili kondisi medan perang modern, membatasi kesiapan taktis.
      Ketergantungan OEM Asing: Lemahnya industri pertahanan domestik memaksa ketergantungan penuh pada teknologi luar yang mahal dan lambat.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL "PETI MATI TERBANG" + ARMADA 40 TAHUN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL


      Hapus
    4. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
      ________________________________________
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      ________________________________________
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALONYET household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALONYET (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALONYET .....

      Hapus
  11. KAH.. KAH.. KAH...... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣


    Kemenhan Belum Bahas Lebih Lanjut Pengadaan Jet Tempur F-15 Produksi AS

    https://nasional.kompas.com/read/2026/08/28/11213991/kemenhan-belum-bahas-lebih-lanjut-pengadaan-jet-tempur-f-15-produksi-as

    BalasHapus
    Balasan
    1. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: MALAYSEWA (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
      MALAYSEWA: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

      Hapus
    2. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced problems with spare parts for a number of reasons, including:
      • Outdated inventory
      The MAF has had trouble keeping its older equipment operational, such as the MiG-29 fighter aircraft and the Su-30MKM ground-attack aircraft.
      • Budgetary constraints
      The MAF has faced funding shortages, which have limited its ability to purchase new equipment and spare parts.
      • Lack of research and development
      The MAF has had minimal research and development (R&D) activities, which has made it difficult to develop new equipment and spare parts.
      • Imported equipment
      The MAF has sourced most of its equipment from outside the country, which has made it difficult to find spare parts.
      • Sanctions
      Sanctions against Russia have made it difficult for MALONYET to buy spare parts for Russian-made equipment.
      ------------------------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) are modernizing their equipment and increasing their military spending, but some say that political interference and corruption are undermining their combat readiness.
      Equipment
      • Main Battle Tanks (MBT): The MAF has acquired MBTs to make the army more powerful in the region
      • Armored Personnel Carriers (APC): The MAF has acquired APCs to make the army more powerful in the region
      • Infantry Fighting Vehicles (IFV): The MAF has acquired IFVs to make the army more powerful in the region
      • Modern artillery: The MAF has acquired modern artillery to make the army more powerful in the region
      • Personal Protection Equipment (PPE): The MAF has a program to equip all soldiers with PPE like Kevlar helmets, Kevlar vests, Oakley goggles, and ear protection equipment
      Military spending
      • MALONYET has increased its military spending, joining the global trend of rising defense budgets
      • The country's 2025 defense allocation was RM21.2 billion (USD4.5 billion), which is a 7.08% increase from the previous year
      Other factors
      • The MAF's strategic plan, known as the Fourth Dimension MALONYET Armed Forces (4D MAF), aims to develop capabilities to tackle multi-spectral challenges
      • The MAF faces challenges from big power politics and non-traditional security threats

      Hapus
    3. MALONYET BANGKRUT/GAGAL = SESAMA JENIS BEBAN WANITA : ADZAB!!!!!!!
      ----------------------------------
      RM25.000 ATAU RM30.000 = TETAP BEBAN ISTRI : BANCI MALONYET
      -
      MMW 21 April 2025 pukul 10.48
      YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
      Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........
      --------------------------------
      171 USANG =
      TDM 108 UNIT
      TLDM 34 KAPAL
      TUDM 29 PESAWAT
      -
      Angkatan Tentera MALONYET (ATM) mencatat ada 171 unit aset strategis yang telah berusia lebih dari 30 tahun (tiga dekade), dengan rincian unit usang per cabang dinas sebagai berikut:
      -
      Tentera Darat Malaysdesh (TDM): Memiliki jumlah tertinggi dengan 108 unit kendaraan dan aset taktis yang berusia di atas 30 tahun.
      -
      Tentera Laut Diraja MALONYET (TLDM): Memiliki 34 unit kapal/aset yang berusia di atas 30 tahun (bahkan 28 di antaranya telah melepasi usia 40 tahun).
      -
      Tentera Udara Diraja MALONYET (TUDM): Memiliki 29 unit pesawat dan aset udara tempur/angkut yang telah berusia di atas 30 tahun.
      -
      Sumber = Astro Awani, MALONYETkini, DagangNews, dan Airtimes MALONYET.
      --------------------------------------------
      1.FOREST CITY = USD 100 BILLION
      2. ECRL= USD 20 BILLION
      3.CHINA-MALONYET QINZHOU INDUSTRIAL PARK (CMQIP) = USD 4,2 BILLION
      4. MALONYET -CHINA KUANTAN INDUSTRIAL PARK (MCKIP) = USD 3,77 BILLION
      5.CHINA RAILWAY ROLLING STOCK CORP’S ROLLING STOCK CENTER = USD 131 MILLION
      6. 1 MDB = USD 4,5 BILLION
      --------------------------------------------

      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      --------------------------------------------
      BLACKHAWK = GAGAL
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin berkata, ia susulan pelanjutan kontrak oleh syarikat itu pada Oktober lalu selepas gagal mematuhi kontrak penyerahannya.
      "Oktober sudah berakhir. Tiada apa-apa (Black Hawks), tiada apa-apa.
      --------------------------------------------

      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      2017:
      MiG-29N → PENSIUN
      Operasional berhenti total; tidak ada pengganti kelas berat hingga kini.
      -
      2018 - 2022:
      RAFALE, TYPHOON, GRIPEN, JF-17 → WACANA
      Semua batal karena masalah anggaran dan peralihan fokus ke jet tempur ringan.
      -
      2023:
      TEJAS → GAGAL
      Kalah saing dalam tender jet tempur ringan (FLIT-LCA).-
      -
      2023:
      FA-50 (M) → DEAL
      Kontrak 18 unit dari Korea Selatan (RM4 miliar) resmi ditandatangani.
      -
      2026: FA-50 → VETO USA
      AS dilaporkan memblokir integrasi rudal jarak menengah AMRAAM; jet terancam hanya bersenjata jarak pendek.
      -
      2026:
      F-18 KUWAIT → BATAL
      Pembelian 33 unit Hornet bekas resmi dibatalkan karena masalah teknis dan jadwal.

      Hapus
    4. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KORUPSI SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      SKANDAL MAKELAR & KRONISME (PROCUREMENT CORRUPTION):
      Dominasi Makelar (Middlemen): Pengadaan alutsista dikendalikan oleh "agen" yang mayoritas adalah pensiunan perwira militer untuk menggelembungkan harga.
      Kecaman Raja (Sultan Ibrahim): Pada 2025, Raja mengecam praktik makelar di Kemenhan dan membatalkan sewa helikopter Black Hawk berusia 30 tahun yang dijuluki "Peti Mati Terbang".
      Favoritisme Politik: Hanya 20–30% kontrak yang melalui tender terbuka; sisanya diberikan kepada perusahaan yang memiliki koneksi politik atau eks-militer.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Kasus suap masif yang melibatkan penyelidik Prancis (2018), mengungkap risiko kebocoran rahasia negara akibat pengaruh kontraktor asing.
      Lemahnya Pengawasan: Tidak ada komite parlemen independen yang mengaudit kontrak, sehingga konflik kepentingan terus berlanjut tanpa konsekuensi hukum.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN ARMADA UDARA (RMAF LIMITATIONS):
      Armada Tua & Terbatas: Su-30MKM, F/A-18D, dan Hawk 208/108 sudah berusia di atas 20 tahun dengan biaya perawatan yang mencekik kas negara.
      Gap Superioritas Udara: Armada MiG-29N dipensiunkan (2015) tanpa pengganti sepadan, menciptakan kekosongan kekuatan tempur udara.
      Tanpa Jangkauan Strategis: Tidak memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara (Air Refueling) dan tidak ada sistem peringatan dini (AEW&C).
      Logistik Campur Aduk: Bergantung pada campuran platform Barat (AS/Eropa) dan Rusia, mempersulit manajemen suku cadang dan mengurangi interoperabilitas.
      Opsi "Murah" FA-50: Karena miskin, pemerintah terpaksa memilih jet ringan FA-50 Korea Selatan yang kapabilitasnya terbatas dibanding pesawat multirole murni seperti Rafale.
      Krisis ISR & Drone: Kemampuan intelijen dan pengawasan sangat minimal; ketergantungan pada drone Turki masih dalam tahap awal dan belum terintegrasi penuh.

      Hapus
    5. 2 TAHUN SIPRI KOSONG = MALONYET NGEMIS F18 - INDONESIA RELEASE F15 BY USA
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      ---------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALONYET – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ----------------------------------
      Analisa SIPRI & Pengadaan Alutsista (2024-2025)
      Status Indonesia (Dominan): Memiliki "Lembar Belanja Penuh" dengan aset generasi terbaru (Rafale F4, KAAN Gen-5, KF-21, Kapal PPA-L-Plus, Rudal Khan/Bora).
      Status MALONYET (Vakum): Status "KOSONG" di laporan SIPRI selama 2 tahun berturut-turut.
      Tren Kegagalan: Proyek F/A-18 Hornet Kuwait batal 4 kali; proyek LCS dan OPV mangkrak/karatan.
      Kawasan ASEAN: Singapura, Vietnam, Thailand, dan Filipina terus aktif berbelanja, sementara MALONYET setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya transfer senjata berat.
      -
      Analisa Ekonomi & Spiral Utang MALONYET
      Beban Fiskal: Utang negara menembus RM 1,79 Triliun dengan rasio 84,3% dari GDP.
      Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan/bunga utang lama.
      Krisis Kas: Ketidakmampuan bayar tunai memicu penggunaan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) untuk FA-50, PT-91M, dan Sukhoi MKM.
      Sanksi Internasional: Tekanan dagang AS (Section 301) dan ancaman blokir transaksi (IEEPA) memperparah ruang gerak ekonomi.
      Analisa Militer: Dari Kepemilikan ke "Sewa" (Leasing)
      -
      Akibat keterbatasan anggaran, kekuatan militer MALONYET bergeser menjadi "Military-for-Rent":
      Aset Sewaan (32+ Item): Helikopter Blackhawk, AW139, AW149, pesawat latihan L-39, hingga kendaraan operasional (Honda Civic, BMW R1250RT).
      Kondisi Aset Milik: Banyak yang grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau hilang (48 Skyhawk & 2 mesin jet).
      Daya Gentar: Peringkat GFP merosot ke posisi 42 dunia (Posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      -
      Analisa Sosial-Politik: Kemiskinan & Reputasi
      Kritik Internal: Pernyataan Mahathir Mohamad tentang etnis Melayu yang "Malas & Miskin" serta Anwar Ibrahim mengenai korupsi proyek banjir yang memukul rakyat kecil.
      Reputasi Olahraga: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal; kalah WO 0-3 dan gagal lolos Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam).
      Ketidakstabilan Administrasi: Kegagalan federasi sepak bola (FAM) dianggap sebagai cerminan kegagalan administrasi di level yang lebih tinggi.

      Hapus
  12. PANTAS MALONYET BANGKRUT/GAGAL = SESAMA JENIS : ADZAB TUHAN
    ----------------------------------
    MMW7 September 2026 pukul 08.42
    Negara yang ditimpa bencana;

    1. Bencana Korupsi.
    2. Bencana Kemiskinan.
    3. Bencana Kebodohan
    ----------------------------------
    SKANDAL SEKS = SKANDAL SESAMA JENIS
    -
    1. Sultan Ibrahim – Cissie Hill
    Kisah hubungan asmara antara Sultan Ibrahim dari Johor dengan penari asal Inggris, Cissie Hill, pada dekade 1930-an tercatat dalam arsip sejarah Inggris dan diliput oleh berbagai media dokumenter.
    • BBC News: Mengulas detail sejarah hubungan ini dalam artikel khusus bertajuk The sultan and the showgirl: A tragic tale of star-crossed love.
    • Arsip Dokumenter / The Mixed Museum: Menyimpan catatan sejarah mengenai penolakan hubungan tersebut oleh otoritas Inggris dan Johor kala itu melalui pameran Helen Bartholomew and the Sultan of Johore.
    -
    2. Sultan Muhammad V – Oksana Voevodina
    Pemberitaan mengenai pernikahan singkat dan kontroversi perceraian talak tiga antara Sultan Kelantan (mantan Yang di-Pertuan Agong) dengan mantan Miss Moscow ini diliput secara masif oleh media lokal Malonyet dan internasional pada tahun 2019.
    • New Straits Times (NST) & Asia One: Menjadi media regional pertama yang mengungkap dokumen otentik salinan sertifikat perceraian mereka.
    • Kompas.com: Melaporkan konfirmasi keabsahan dokumen perceraian dalam artikel Mantan Raja Malonyet Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia.
    -
    3. Najib Abdul Razak – Altantuya Shaariibuu
    Kasus pembunuhan model asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, pada tahun 2006 dikaitkan dengan skandal politik dan dugaan korupsi pembelian kapal selam Prancis yang menyeret nama Najib Razak (saat itu menjabat Menteri Pertahanan). Najib Razak secara konsisten membantah keterlibatan dirinya maupun adanya hubungan khusus.
    • South China Morning Post (SCMP): Menyediakan rangkuman investigasi mendalam mengenai dinamika kasus, hubungannya dengan analis pertahanan Abdul Razak Baginda, serta dampaknya terhadap karier Najib dalam artikel The murder of Altantuya Shaariibuu.
    • DetikNews & Kompas.com: Memuat pengakuan mengejutkan dari terpidana mati (mantan polisi Azilah Hadri) pada tahun 2019 yang mengklaim mendapat perintah langsung, serta pernyataan bantahan resmi dari pihak Najib Razak.
    -
    4. Mohamed Azmin Ali – Video Intim
    Pada Juni 2019, publik Malonyet digegerkan oleh penyebaran video intim sesama jenis yang dituduhkan melibatkan menteri ekonomi saat itu, Azmin Ali, bersama seorang staf politik bernama Haziq Aziz. Azmin Ali dengan tegas menyebut video tersebut sebagai fitnah politik yang keji untuk menjatuhkan kariernya.
    • Reuters: Merilis pernyataan penolakan dan bantahan resmi dari Azmin Ali melalui laporan Malonyetn cabinet minister denies links to sex video.
    • Channel News Asia (CNA): Mengulas analisis politik mengenai bagaimana rekaman video tersebut dijadikan senjata politik di Malonyet dalam artikel Sex videos a weapon of choice in Malonyetn politics.
    -
    5. Anwar Ibrahim – Kasus Sodomi (Sodomy I & II)
    Kasus hukum Anwar Ibrahim merupakan salah satu drama politik hukum paling besar di Asia Tenggara, di mana ia didakwa melakukan hubungan seksual sesama jenis (sodomi, yang merupakan tindakan ilegal di bawah hukum Malonyet) pada tahun 1998 dan kembali digugat pada tahun 2008. Anwar selalu menegaskan bahwa semua tuduhan tersebut direkayasa demi kepentingan politik.
    • BBC Audio / Witness History: Mendokumentasikan wawancara eksklusif retrospektif mengenai penangkapan tahun 1998 dalam siaran The corruption and sodomy trials of Anwar Ibrahim.
    • Amnesty International: Merilis laporan HAM berkala yang mengkategorikan Anwar Ibrahim sebagai prisoner of conscience (tahanan keyakinan)
    --------------------------------------------
    RM25.000 ATAU RM30.000 = TETAP BEBAN ISTRI : BANCI MALONYET
    -
    MMW 21 April 2025 pukul 10.48
    YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
    Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........

    BalasHapus
  13. JOM GELAKKAN GORILLA.... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣



    Indonesia Muncul di Kontrak F-15 AS, Kemenhan Pastikan Belum Ada Kesepakatan

    https://www.kompas.id/artikel/indonesia-muncul-di-kontrak-f-15-as-kemenhan-pastikan-belum-ada-kesepakatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      ---------------------------------
      FA-50 BLOCK 70 = PINOY
      FA-50Murah BLOCK 20 = MALONYET
      Harga pesawat FA-50 Fighting Eagle buatan Korea Selatan bervariasi antar negara:
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      -
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      -
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      --------------------------------
      INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS

      Hapus
    2. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      MALONYET 's military has faced a number of challenges in maintaining its equipment, including:
      • Budgetary limitations
      Successive governments have been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Corruption
      Defence procurement has been characterized by corruption, budgetary uncertainty, and opaque decision making.
      • Outdated equipment
      The Royal MALONYET Air Force (RMAF) has a large fleet of aging aircraft that are difficult to maintain.
      • Political interference
      Political interference has undermined combat readiness.
      • Logistics weaknesses
      There are issues with the quality of logistics equipment and the delivery of spares to soldiers .
      ------------------------------------------------=
      MALONYET 's armed forces face several problems related to cost, including fiscal limitations, outdated equipment, and a lack of investment in research and development.
      Fiscal limitations
      • Limited defense budget
      MALONYET 's defense budget has been limited by fiscal constraints, with governments unwilling to cut spending in other areas.
      • Low percentage of GDP
      MALONYET 's defense budget has never exceeded 1.5% of GDP in the last 20 years.
      Outdated equipment
      • Old ships
      The Royal MALONYET Navy (RMN) has many old ships, including some that are over 40 years old.
      • Outdated inventory
      The MAF has outdated inventory stock, which can affect the country's security.
      Lack of investment in research and development
      ------------------------------------------------=
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of problems with its assets, including outdated equipment, limited procurement budgets, and political interference.
      Outdated equipment
      • Many of the MAF's assets are outdated, with most of the equipment purchased between the 1970s and 1990s.
      • The Royal MALONYET Navy (RMN) has many vessels that are past their intended service life.
      • The Royal MALONYET Air Force (RMAF) needs to replace its Nuri helicopters, which were first commissioned in 1968.
      Limited procurement budgets
      • The MAF has had limited procurement budgets for the past quarter-century.
      • The global financial crisis caused the MAF to postpone large purchases.
      • The MAF has struggled to acquire modern military assets.
      Political interference
      • Political interference and corruption have undermined the MAF's combat readiness.
      • The MAF has faced challenges in engaging with non-traditional security challenges.

      Hapus
    3. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: MALAYSEWA (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
      MALAYSEWA: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

      Hapus
    4. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: TATA KELOLA HANCUR & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KEGAGALAN MANAJEMEN KONTRAK (AUDITOR GENERAL 2025):
      Skandal Kendaraan Gempita: Keterlambatan pengiriman 68 unit kendaraan lapis baja mengakibatkan denda RM 162,75 Juta, namun denda baru diklaim terlambat dua tahun.
      Pembayaran Buta: Pembayaran penuh tetap dilakukan kepada kontraktor meskipun tenggat waktu pengiriman telah terlewati.
      Denda Tak Tertagih: Sebanyak RM 167 Juta total denda keterlambatan belum ditagih oleh Kemenhan (Mindef) dari para kontraktor bermasalah.
      Pelanggaran Regulasi: Pengadaan batch kecil senilai RM 107,54 Juta (2020-2023) dilakukan tanpa tender terbuka, melanggar aturan pengadaan di atas RM 500.000.
      Krisis Suku Cadang: Layanan pemeliharaan dan suku cadang tertunda lebih dari 200 hari, melumpuhkan kesiapan tempur pasukan di lapangan.
      ________________________________________
      KORUPSI, KRONISME & KETERGANTUNGAN MAKELAR:
      Kecaman Raja: Raja MALONYET mengutuk ketergantungan Kemenhan pada "salesmen" dan membatalkan sewa Black Hawk 30 tahun yang disebut sebagai "Peti Mati Terbang".
      Tender Tertutup: Hanya 20–30% kontrak besar yang melalui tender terbuka; sisanya adalah penunjukan langsung ke perusahaan kroni politik.
      Skandal Scorpene: Kasus kapal selam yang melibatkan komisi ilegal dan perantara asing, merusak integritas rahasia negara.
      Otomatisasi Mismanajemen: Penggunaan perusahaan cangkang (shell companies) dalam proyek LCS untuk mengalihkan dana negara sebesar RM 1,4 Miliar demi menutup hutang proyek gagal masa lalu.
      ________________________________________
      KELEMAHAN STRATEGIS & SUMBER DAYA MANUSIA:
      Ketergantungan Asing: Kemampuan produksi pertahanan domestik yang sangat lemah menyebabkan ketergantungan total pada vendor asing yang mahal.
      Brain Drain: Angkatan Bersenjata kesulitan mempertahankan personel terampil di bidang teknis (teknisi kapal dan pemeliharaan penerbangan).
      Doktrin Usang: Pelatihan menggunakan alutsista kuno mengurangi efisiensi operasional dan interoperabilitas dengan militer modern.
      Kebijakan Reaktif: Keputusan pengadaan lebih didasarkan pada kepentingan politik sesaat daripada kebutuhan strategis jangka panjang.
      KESIMPULAN:
      MISMANAJEMEN KONTRAK + DENDA RM 167 JUTA TAK TERTAGIH + ASET "PETI MATI" = KEBANGKRUTAN TOTAL

      Hapus
    5. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Analisa "The Great Decoupling" (Pemisahan Kasta Ekonomi)
      Indonesia keluar dari level regional dan masuk ke elit global:
      Skala Ekonomi (PPP): Indonesia Peringkat 6 Dunia (US$ 5,69 Triliun). Secara riil, ekonomi Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar dari MALAYSEWA.
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia aman (<40%), sedangkan MALAYSEWA kritis (>60%) dengan beban bunga utang yang mencekik belanja alutsista.
      Leverage Global: Indonesia mengontrol 60% nikel dunia dan menjadi pusat gravitasi energi kawasan (Batu Bara).
      -
      Fenomena Demiliterisasi De Facto MALAYSEWA
      Kondisi yang menyebabkan kelumpuhan pertahanan tetangga:
      Negara Tukang Sewa (Leasing State): Akibat gagal bayar tunai, mobilitas militer bergantung pada sewa (Helikopter Black Hawk/AW139).
      Siklus "Prank" Pertahanan: Kegagalan kontrak berulang sejak 2005 (Rafale, Tejas, hingga F-18 Kuwait yang resmi batal pada 2026).
      Pembekuan Total: Kebijakan PM Anwar Ibrahim untuk menghentikan seluruh pengadaan akibat skandal korupsi sistemik di Kemenhan.
      -
      Kesimpulan Strategis 2026
      Indonesia: Menjadi Hegemon Mutlak di Asia Tenggara dengan kekuatan finansial dan militer yang setara dengan negara G7 (Prancis/Inggris).
      MALAYSEWA: Terjebak dalam Stagnasi Permanen dan penurunan kelas menjadi negara berkekuatan militer lemah di level ASEAN (Grup "Salam Kosong").

      Hapus
  14. GORILLA JANGAN LUPA BAYAR HUTANG MALAYSIA USD 1.25 BILLION ya.... 🦍🦍πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
      10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
      7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      ---------------------------------
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
      --------------------------------
      KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      -------------------------
      MALONYET 's first foreign Islamic bank Kuwait Finance House (MALONYET ) Bhd (KFH MALONYET ) is exiting MALONYET after 19 years of operation.
      In a statement today, the group said Kuwait Finance House (MALONYET ) Berhad (KFHMB) will be closed, aligned with its international business strategic review to focus and expand its regional market in Gulf Cooperation Council (GCC) and Middle East
      ________________________________________
      F18 2021-2025
      PEJABAT MALONYET = MEMBUAL
      BERUK MALONYET = MEMBUAL
      -
      πŸ—“️ 2021: Pernyataan Minat & Evaluasi Awal
      Minat Resmi: MALONYET menyatakan ketertarikan resmi terhadap 33 unit Hornet Kuwait.
      Kondisi: Pejabat menilai pesawat ini sebagai solusi cepat (stop-gap measure) yang sangat layak untuk meningkatkan kekuatan udara TUDM tanpa menunggu produksi pesawat baru yang lama.
      Kompatibilitas: Penekanan bahwa pesawat ini cocok karena TUDM sudah memiliki infrastruktur perawatan dan pilot yang berpengalaman dengan platform Hornet.
      -
      πŸ—“️ 2022 - 2023: Diplomasi & Penilaian Teknis
      Kunjungan Teknis: Delegasi TUDM melakukan penilaian mendalam di Kuwait.
      Hasil Evaluasi: Pejabat militer melaporkan bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi oleh Angkatan Udara Kuwait, memastikan sistem avionik dan badan pesawat dalam kondisi sangat baik.
      -
      πŸ—“️ 2024: Penegasan Kualitas (Data Jam Terbang)
      Pernyataan Menhan: Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, memberikan detail teknis kepada publik dan parlemen.
      Data Jam Terbang: Ditegaskan bahwa pesawat hanya memiliki 1.500 hingga 3.000 jam terbang.
      Justifikasi: Angka ini jauh di bawah batas service life (6.000-8.000 jam), sehingga secara operasional pesawat ini masih dianggap sangat "muda".
      -
      πŸ—“️ 2025 (Januari - Agustus): Tahap Negosiasi Akhir
      Kesiapan Tempur: Pejabat militer terus memberikan testimoni bahwa pesawat dalam kondisi siap tempur dan akan langsung meningkatkan kesiapan ruang udara MALONYET segera setelah tiba.
      Agustus 2025: Meskipun kondisi fisik pesawat diakui sangat bagus, MALONYET resmi membatalkan rencana akuisisi karena ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait yang masih menunggu pesawat baru mereka tiba.

      Hapus
    2. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      MALONYET 's military has faced a number of challenges in maintaining its equipment, including:
      • Budgetary limitations
      Successive governments have been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Corruption
      Defence procurement has been characterized by corruption, budgetary uncertainty, and opaque decision making.
      • Outdated equipment
      The Royal MALONYET Air Force (RMAF) has a large fleet of aging aircraft that are difficult to maintain.
      • Political interference
      Political interference has undermined combat readiness.
      • Logistics weaknesses
      There are issues with the quality of logistics equipment and the delivery of spares to soldiers .
      ------------------------------------------------=
      MALONYET 's armed forces face several problems related to cost, including fiscal limitations, outdated equipment, and a lack of investment in research and development.
      Fiscal limitations
      • Limited defense budget
      MALONYET 's defense budget has been limited by fiscal constraints, with governments unwilling to cut spending in other areas.
      • Low percentage of GDP
      MALONYET 's defense budget has never exceeded 1.5% of GDP in the last 20 years.
      Outdated equipment
      • Old ships
      The Royal MALONYET Navy (RMN) has many old ships, including some that are over 40 years old.
      • Outdated inventory
      The MAF has outdated inventory stock, which can affect the country's security.
      Lack of investment in research and development
      ------------------------------------------------=
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of problems with its assets, including outdated equipment, limited procurement budgets, and political interference.
      Outdated equipment
      • Many of the MAF's assets are outdated, with most of the equipment purchased between the 1970s and 1990s.
      • The Royal MALONYET Navy (RMN) has many vessels that are past their intended service life.
      • The Royal MALONYET Air Force (RMAF) needs to replace its Nuri helicopters, which were first commissioned in 1968.
      Limited procurement budgets
      • The MAF has had limited procurement budgets for the past quarter-century.
      • The global financial crisis caused the MAF to postpone large purchases.
      • The MAF has struggled to acquire modern military assets.
      Political interference
      • Political interference and corruption have undermined the MAF's combat readiness.
      • The MAF has faced challenges in engaging with non-traditional security challenges.

      Hapus
    3. 2 TAHUN SIPRI KOSONG = MALONYET NGEMIS F18 - INDONESIA RELEASE F15 BY USA
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALONYET – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Sektor Pertahanan: Stagnasi & Penurunan Deterensi
      Data SIPRI 2020-2025 menunjukkan tren "Vakum Alutsista". Sementara tetangga di ASEAN (Indonesia, Singapura, Filipina) melakukan modernisasi besar-besaran, MALONYET tertahan pada tahap perencanaan (Planned) tanpa realisasi kontrak (Ordered).
      Krisis Kredibilitas: Kegagalan akuisisi F/A-18 Hornet dari Kuwait dan ketergantungan pada skema Leasing (sewa) menandakan ketidakmampuan finansial untuk membeli aset secara tunai/kredit ekspor.
      Degradasi Operasional: Peringkat GFP yang disalip Filipina mencerminkan dampak nyata dari proyek mangkrak (LCS) dan hilangnya aset-aset kunci (mesin jet/Skyhawk).
      -
      Sektor Ekonomi: Perangkap Utang (Debt Trap)
      Kondisi fiskal berada pada titik nadir dengan proyeksi utang yang sangat mengkhawatirkan:
      Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan 58% pinjaman baru hanya untuk membayar utang lama adalah indikator insolvensi terselubung.
      Risiko Sistemik: Jika kewajiban kontinjensi (jaminan pemerintah) terealisasi, rasio utang terhadap GDP yang melonjak ke 96,7% dapat memicu kebangkrutan nasional serupa skenario Sri Lanka.
      Beban Ganda: Tingginya utang rumah tangga (84,3% GDP) memperlemah daya beli domestik, sementara tekanan tarif dari AS (Section 301) memukul sektor ekspor.
      -
      Sektor Sosial & Politik: Krisis Identitas & Narasi Internal
      Kritik tajam dari dua tokoh sentral (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengonfirmasi adanya masalah struktural:
      Mahathir: Menyoroti hilangnya daya saing etnis mayoritas akibat ketergantungan pada subsidi.
      Anwar Ibrahim: Menitikberatkan pada korupsi sistemik dalam proyek infrastruktur (seperti tebatan banjir) yang justru memiskinkan rakyat.
      Reputasi Internasional: Kegagalan di bidang olahraga dan diplomasi regional mempertegas bahwa degradasi ini terjadi secara menyeluruh, tidak hanya di sektor militer.

      Hapus
    4. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (Bloomberg).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KEGAGALAN PROGRAM MRCA (MULTI-ROLE COMBAT AIRCRAFT):
      Ketidakpastian Selama 20 Tahun: Program pengganti MiG-29 dan F-5E pertama kali diusulkan awal 2000-an, namun hingga dua dekade kemudian tidak ada keputusan final.
      Gridlock Birokrasi: Keputusan terbagi antara Kemenhan (Mindef) dan Kemenkeu (MOF); kontrak di atas RM 7 juta wajib persetujuan MOF, memicu tumpang tindih prioritas dan penundaan masif.
      Tender Tidak Transparan: Pengadaan didominasi tender terbatas (hanya 20-30% tender terbuka), melibatkan pensiunan militer sebagai makelar politik.
      Daftar Penantian Panjang: Rafale, Typhoon, Gripen, hingga F/A-18 silih berganti dievaluasi tanpa ada pemilihan transparan yang difinalisasi.
      Pivot Karena Miskin: Karena keterbatasan dana, fokus beralih ke jet ringan (LCA) FA-50, mencerminkan strategi pengadaan yang reaktif, bukan proaktif berbasis kapabilitas.
      ________________________________________
      SKANDAL & KEBINGUNGAN PROGRAM SPH (SELF-PROPELLED HOWITZER):
      Proyek Terlantar Sejak 2010: Rencana akuisisi 66 unit SPH 155mm tetap berada dalam ketidakpastian selama lebih dari satu dekade.
      Kontroversi Kronisme: Pada 2022, muncul dugaan kontrak RM 819,09 Juta diberikan langsung kepada perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
      Kebingungan G2G (Yavuz SPH): Sempat berencana membeli Yavuz dari MKE Turki via G2G, namun kemudian diubah kembali menjadi tender terbuka karena ketidaksesuaian spesifikasi.
      Audit MOF vs Mindef: Meskipun MOF menyetujui tender pada Januari 2024, Mindef dipaksa negosiasi ulang harga, menunjukkan lemahnya otoritas pengadaan terpusat.
      Lumpuhnya Artileri Darat: Bergantung pada meriam tarik (towed) yang lambat; kegagalan SPH mematikan kemampuan bantuan tembakan cepat dalam pertempuran modern.
      ________________________________________
      RINGKASAN KELEMAHAN:
      MRCA: Tidak ada visi jangka panjang, hanya window shopping selama 20 tahun.
      SPH: Terjebak skandal kronisme dan ketidakjelasan prosedur G2G.
      Readiness: Armada jet tempur menipis dan artileri tidak memiliki mobilitas tinggi.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + GRIDLOCK BIROKRASI + SKANDAL SPH = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN NASIONAL

      Hapus
    5. 2 TAHUN SIPRI KOSONG = MALONYET NGEMIS F18 - INDONESIA RELEASE F15 BY USA
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALONYET – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Analisa Utang & Fiskal: "Spiral Debt-Pay-Debt"
      Klaim belanja militer seringkali disebut "Cash", namun data menunjukkan ketergantungan total pada hutang luar negeri dan barter:
      Total Utang & Liabilitas (2026): Mencapai RM 1,79 Triliun (Meningkat drastis dari RM 407 Miliar pada 2010).
      Rasio Utang Federal: Konsisten di angka 68% - 69% terhadap GDP (Melebihi plafon aman).
      Beban Utang Isi Rumah (Household Debt): 85,8% dari GDP (Tertinggi di ASEAN menurut BNM).
      Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan pinjaman baru hanya untuk membayar bunga utang lama, membatasi anggaran belanja modal (CAPEX) militer.
      -
      Analisa Model Pembiayaan Alutsista (Bukan Tunai)
      Hampir seluruh aset utama MALONYET dibeli melalui skema hutang jangka panjang atau barter komoditas:
      Turki (LMS Batch 2): Pinjaman G2G tenor 10-15 tahun (Bunga 4-6%).
      Korea Selatan (FA-50): Hybrid antara Kredit KEXIM dan Barter CPO 50%.
      China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor dari China Eximbank.
      Polandia (PT-91M): Barter CPO (30-40%) + cicilan 10 tahun.
      Kredit Sindikasi (Proyek LCS): Melibatkan 17 kreditor dengan bunga 6% yang terus membengkak akibat penundaan.
      -
      Analisa SIPRI: Vakum Alutsista (2024-2025)
      MALONYET (Status Kosong): Selama dua tahun berturut-turut, tidak ada transfer senjata berat yang tercatat di SIPRI. Menempatkan MALONYET sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Timor Leste, Laos, dan Kamboja.
      Indonesia (Status Dominan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, Pesawat KAAN, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
      Kegagalan Regional: Di saat Singapura, Vietnam, dan Filipina memperkuat armada, MALONYET terjebak dalam pembatalan (Hornet Kuwait batal 4 kali).
      -
      Analisa Militer: Penurunan Daya Gentar & Budaya Sewa
      Military-for-Rent: Karena ketiadaan kas, MALONYET beralih ke skema sewa untuk 32+ item (Blackhawk, AW139, simulator, hingga motor polisi).
      Aset Grounded/Hilang: MiG-29 jadi monumen, 48 Skyhawk hilang, dan 2 mesin jet hilang menjadi bukti kegagalan manajemen aset.
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      Analisa Sosial-Reputasi: Krisis Identitas & Administrasi
      Kritik Pemimpin: Pernyataan Mahathir tentang "Melayu Malas/Miskin" dan Anwar Ibrahim tentang korupsi proyek banjir mempertegas masalah struktural ekonomi.

      Hapus
    6. HUTANG BAYAR HUTANG = DEFISIT 1998-2026 (28 TAHUN)
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP .........
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------
      Status SIPRI: Vakum Total vs. Dominasi Regional
      MALAYSEWA (Zonk): Mencatatkan status KOSONG pada lembar laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada kontrak atau transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Full Shopping): Memiliki lembar belanja penuh dengan aset strategis seperti Rafale F-4, A400M, Rudal Khan/Bora, drone Anka-S, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Alutsista Usang & Krisis Pemeliharaan
      Armada Tua: Mengoperasikan aset berusia 30–40 tahun seperti panser Condor (1980-an) dan kapal Lekiu-class (1990-an).
      Masalah Kesiapan: Jet tempur utama (Su-30MKM & F/A-18D) memiliki jumlah armada kecil dan biaya perawatan yang mencekik anggaran.
      Pensiun Tanpa Pengganti: Mundurnya MiG-29 pada 2017 tanpa pengganti langsung meninggalkan celah pertahanan udara yang lebar.
      -
      Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
      Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
      Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.

      Hapus
  15. GORILLA JANGAN LUPA BAYAR HUTANG MALAYSIA USD 1.25 BILLION ya.... 🦍🦍πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
      10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
      7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      ---------------------------------
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
      --------------------------------
      pernyataan pejabat MALONYET mengenai F/A-18 Hornet Kuwait (2021–2025):
      -
      2021 (Solusi Instan): Pemerintah menyatakan minat pada 33 unit Hornet sebagai solusi cepat (stop-gap) karena kompatibel dengan infrastruktur perawatan dan pilot TUDM yang sudah ada.
      -
      2022–2023 (Kondisi Prima): Hasil inspeksi langsung delegasi TUDM ke Kuwait mengonfirmasi bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi, serta memiliki sistem avionik dan rangka (airframe) yang masih prima.
      -
      2024 (Jam Terbang Rendah): Menhan Mohamed Khaled Nordin menegaskan di Parlemen bahwa pesawat masih "sangat muda" dengan 1.500–3.000 jam terbang, jauh di bawah batas usia pakai 6.000–8.000 jam.
      -
      2025 (Siap Tempur & Pembatalan): Pejabat militer menyatakan pesawat dalam kondisi siap tempur (combat ready). Namun, pada Agustus 2025 rencana dibatalkan akibat ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait.
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      ________________________________________
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional MALONYET yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah MALONYET berdasarkan laporan teknis dari TUDM.

      Hapus
    2. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALAYSEWA terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.

      Hapus
    3. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several challenges that have contributed to its aircraft fleet weakness, including budget constraints, techNOLogical obsolescence, and frequent government changes.
      Budget constraints
      • The MALONYET government's military budget fluctuates with the economy. The 1997 Asian financial crisis and the COVID-19 pandemic have both held back defense spending.
      • The government has limited defense modernization funds.
      TechNOLogical obsolescence
      • The RMAF's fleet of legacy Hornets are rapidly becoming techNOLogically obsolete.
      • Maintaining a large fleet of aging aircraft can be expensive and burdensome.
      Frequent government changes
      • Since 2018, MALONYET has had four Prime Ministers and governments.
      • The government is focused on other priorities, such as revitalizing the economy and reducing the national deficit.
      ------------------------------------------------=
      Some say that MALONYET 's military has outdated aircraft, but the country has also been modernizing its military with new equipment and programs.
      Outdated aircraft
      • Some say that MALONYET 's aircraft are becoming techNOLogically obsolete.
      • A larger fleet of older aircraft could be difficult to maintain.
      Modernization programs
      • The MALONYET Army has a program called the Future Soldier System (FSS) to equip soldiers with personal protection equipment.
      • The MALONYET government has allocated funds for maintenance, repairs, and new military assets.
      Defense budget
      • MALONYET 's defense budget is USD4 billion, which supports a modest ground force and an improving air force.
      • The government has allocated funds for maintenance, repairs, and new military assets
      -------------------------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including outdated equipment, financial constraints, and corruption.
      Outdated equipment
      • Most of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s.
      • Some of the navy's fleet and helicopters were commissioned in the 1960s.
      • The government auditor-general found that half of the navy's ships were beyond their serviceable lifespan.
      • The KD Rahman submarine had technical problems that prevented it from submerging.
      Financial constraints
      • The government's financial ability may limit the MAF's ability to develop and equip modern assets.
      • The government's budget allocation may need to be spent prudently.
      Corruption
      • The MAF has been involved in several corruption scandals

      Hapus
  16. JOM GELAKKAN GORILLA.... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣



    Indonesia Muncul di Kontrak F-15 AS, Kemenhan Pastikan Belum Ada Kesepakatan

    https://www.kompas.id/artikel/indonesia-muncul-di-kontrak-f-15-as-kemenhan-pastikan-belum-ada-kesepakatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
    2. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      -
      Sumber Referensi:
      Defence Security Asia | Air Times | Okezone | Asian Military Review | Military Watch Magazine | Global Air Forces | New Straits Times | The Star Malaysia | USNI News | Channel NewsAsia | RMN Equipment List | Malonyet Defence | Detik Oto | Deftech | The Edge
      --------------------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.

      Hapus
    3. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      MALONYET 's military procurement has several weaknesses, including:
      • Corruption: The defense sector is vulnerable to corruption, and there is a high risk of corruption.
      • Weak parliamentary oversight: Parliamentary oversight is weak, and financial scrutiny is limited by excessive secrecy.
      • External influences: Decisions are often influenced by vendors and are against strategic interests. For example, MALONYET sometimes procures hardware in exchange for palm oil.
      • Mixing and matching equipment: The MALONYET military sources weapons systems and platforms from a large variety of foreign suppliers. This makes it difficult to find personnel to manage the equipment.
      • Budgetary uncertainty: There is budgetary uncertainty in defense procurement.
      • Opaque decision making: Decision making in defense procurement is opaque.
      • Shifting priorities: Priorities in defense procurement shift.
      =================
      The MALONYET Armed Forces (MAF) face a number of challenges, including limited funding, aging equipment, and a lack of modern assets.
      Funding
      • Small procurement budgets: The MAF has had small procurement budgets over the past 25 years.
      • Fiscal limitations: The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      Aging equipment
      • Outdated assets: The MAF's equipment is aging, and the government has been unable to provide modern assets.
      • Withdrawal of MiG-29 Fulcrum fighter aircraft: The MAF withdrew its MiG-29 Fulcrum fighter aircraft from service in 2017.
      • Su-30MKM Flanker fighter aircraft: The MAF is struggling to keep its Su-30MKM Flanker fighter ground-attack aircraft operational.
      Other challenges
      -------------------------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) face several problems with their combat ships, including funding, delays, and corruption.
      Funding
      • The MAF has been underfunded for years, especially for buying new assets.
      • The government has allocated more money to maintenance and repairs than to new naval assets.
      • The government has been unwilling to reduce government spending.
      Delays
      • The Littoral Combat Ship (LCS) program has been delayed due to technical difficulties, cost overruns, and corruption.
      • The first LCS was originally scheduled for delivery in 2019, but has not yet been delivered.
      Corruption
      • The MALONYET Anti-Corruption Commission (MACC) arrested two senior executives involved in the LCS project.

      Hapus
  17. JOM GELAKKAN GORILLA.... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣



    Indonesia Muncul di Kontrak F-15 AS, Kemenhan Pastikan Belum Ada Kesepakatan

    https://www.kompas.id/artikel/indonesia-muncul-di-kontrak-f-15-as-kemenhan-pastikan-belum-ada-kesepakatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.


      Hapus
    2. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.

      Hapus
    3. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      SOME WEAKNESSES OF THE MALONYET SHIPBUILDING INDUSTRY INCLUDE:
      1. Delays
      Consistent delays in delivering ships to customers has reduced profitability and financial results.
      2. Small tonnage
      MALONYET shipbuilding industry is relatively weak compared to other countries in the region, as the tonnage of ships manufactured is relatively small.
      3. Supply chain disruptions
      Disruptions caused by COVID-19 and the Russia-Ukraine conflict have led to supply chain disruptions and shortages of skilled personnel.
      ------------------------------------------------
      MALONYET military procurement faces challenges due to budget constraints, outdated equipment, and political influence.
      Budget constraints
      • The MALONYET government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • The government has had small procurement budgets over the last quarter-century.
      • The government has had to deal with the economic impact of COVID-19.
      Outdated equipment
      • Most of the MALONYET military's equipment was purchased between the 1970s and 1990s.
      • The air force's MiG-29 Fulcrum fighter aircraft were withdrawn from service in 2017.
      • The KD Rahman submarine had technical problems and could not submerge in 2010.
      Political influence
      • The procurement process is subject to political influence from suppliers.
      • The procurement process is sometimes vendor-driven and against strategic interests.
      ------------------------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced challenges with its equipment due to a lack of resources, outdated equipment, and corruption.
      Lack of resources
      • The government's defense budget is limited, making it difficult to afford modern equipment
      • The government has not provided clear guidance for the future of the defense industry
      • The government has not been able to increase the local content of equipment
      Outdated equipment
      • The RMAF's main fighter fleet includes the Su-30MKMs and Boeing F/A-18 Hornets, which are considered techNOLogically obsolete
      • The RMN has many old ships, including the Kasturi-class Corvette and the Laksamana Corvette class, which were built in the 1980s
      • The KD Rahman submarine had technical problems that prevented it from submerging
      Corruption
      • The MAF has been involved in many corruption scandals
      Other challenges

      Hapus
    4. HUTANG BAYAR HUTANG = DEFISIT 1998-2026 (28 TAHUN)
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP .........
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------Tantangan Operasional & Internal
      Alutsista Tua: Ketergantungan pada Su-30MKM dan F/A-18D yang mulai menua; pensiunnya MiG-29 tanpa pengganti instan.
      Keamanan Maritim: Kewalahan menghadapi intrusi di Laut China Selatan (LCS) dan Selat Malaka akibat kurangnya kapal patroli.
      SDM: Gaji rendah dan kurangnya minat generasi muda menyebabkan sulitnya retensi tenaga ahli (pilot & insinyur).
      Koordinasi Rendah: Kurangnya integrasi operasi gabungan antara Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
      -
      Sorotan Skandal & Opini Publik
      Kritik Kerajaan: Sultan Ibrahim menyebut helikopter Black Hawk tua sebagai "peti mati terbang".
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang membocorkan data ke penyelundup.
      Kasus Kekerasan: Insiden penganiayaan kadet di UPNM yang memicu kemarahan publik di media sosial (#ReformATM).
      Konspirasi: Keterlibatan sindikat yang membayar petugas hingga RM50.000 per perjalanan untuk aktivitas ilegal.
      -
      Kesimpulan Perbandingan
      Indonesia: Fokus pada pengadaan besar-besaran (Big Ticket Items) dari berbagai negara (Perancis, Turki, AS).
      MALAYSEWA: Mengalami stagnasi akibat jeratan utang proyek lama, skandal korupsi, dan krisis kepercayaan publik terhadap manajemen pengadaan.

      Hapus
  18. F18 MALONYET NGEMIS
    F15 INDONESIA RILIS
    -
    KATA KUNCI : CONTRACT
    KATA KUNCI : CONTRACT
    KATA KUNCI : CONTRACT
    This contract provides for aircraft production, systems integration, modernization, upgrades, retrofits, sustainment, and the establishment of organic depot maintenance capabilities to deliver and maintain critical F-15 Eagle Weapon System capabilities for the Air Force, Air National Guard, and other Department of War customers.
    This contract involves Foreign Military Sales to Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
    https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
    -
    INDONESIA
    a. 48 KAAN Gen 5
    b. 42 RAFALE Gen 4.5
    c. 16 Sukhoi 27/30
    d. 33 F16
    e. 12 M346FA
    f. 20 T50i
    g. 24 HAWK
    =============================
    =============================
    MALONYET
    a. 18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM
    b. 18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE
    c. 7 F18 = LACK SOURCE CODE
    d. 16 HAWK = LACK SPAREPART
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar
    --------------------------------------------
    🀣NGEMIS F18 versus RILIS F15🀣

    BalasHapus
  19. Singapore shoping f35. Sementara jirannya malaydesh ngemis2 f18 usang gurun. Ha ha ha ha Singapura pasti bersyukur pisah dari malaydesh

    BalasHapus
  20. Taruhlah sikit di malaydesh. Kasihan mereka hanya punya pesawat murahan

    BalasHapus
  21. Aset Baruw sudah dan bentar lagi datang haha!πŸ˜‰✌️😎
    ✅️kita MRCA RAFALE BARUW
    ✅️kita MRCA SURABAYA NO.35 BARUW
    ✅️kita MRCA JULIET NO.10CE BARUW

    Aset Baruw sudah kontrak lagi produksi
    ✅️MRCA GEN 5 KAAN
    ✅️MRCA F15 EAGLE II
    Kontrak Resmi Kemhan eh Kementerian Perang Amrik haha!πŸ€‘πŸ˜‰
    πŸ‘ŒπŸ‘

    warganyet kl, dipersilakan NGAMUKπŸ”₯

    This contract provides for ✅️aircraft production, systems integration, modernization, upgrades, retrofits, sustainment, and the establishment of organic depot maintenance capabilities to deliver and maintain critical F-15 Eagle Weapon System capabilities for the Air Force, Air National Guard, and other Department of War customers.
    This contract involves Foreign Military Sales to Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore,✅️Indonesia, and Poland.
    https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/

    BalasHapus
  22. Taruhlah di malaydesh sedikit. Biar malaydesh bisa jadi tukang cuci pesawat tsb.

    BalasHapus
  23. F18 MALONYET NGEMIS
    F15 INDONESIA RILIS
    -
    F-15 Eagle Contract
    • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
    • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
    https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
    --------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

    --------------------------------------------
    Matra Udara
    • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
    • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
    • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
    • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
    • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
    • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
    Matra Darat & Laut
    • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
    • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
    • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
    • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
    Beban Keuangan & Embargo
    • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
    • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    --------------------------------------------
    Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
    Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
    2010: RM 407,1 Miliar.
    2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
    2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
    Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
    -
    Penurunan Daya Gentar & Reputasi
    Global Firepower (GFP) 2026: MALAYSEWA (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
    Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
    Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
    -
    Kesimpulan Strategis
    Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
    MALAYSEWA: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

    BalasHapus
  24. F18 MALONYET NGEMIS
    F15 INDONESIA RILIS
    -
    F-15 Eagle Contract
    • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
    • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
    https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
    --------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

    --------------------------------------------
    Matra Udara
    • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
    • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
    • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
    • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
    • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
    • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
    Matra Darat & Laut
    • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
    • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
    • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
    • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
    Beban Keuangan & Embargo
    • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
    • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    --------------------------------------------
    Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
    Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
    2010: RM 407,1 Miliar.
    2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
    2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
    Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
    -
    Penurunan Daya Gentar & Reputasi
    Global Firepower (GFP) 2026: MALAYSEWA (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
    Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
    Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
    -
    Kesimpulan Strategis
    Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
    MALAYSEWA: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

    BalasHapus
  25. GARIBALDI=GAJAH MADA datang, bisa jadi F35B dalam genggaman kita haha!πŸ‘πŸ¦ΎπŸ˜Ž

    sementara negri🎰kasino putrajaya, makan Asap & Fisank haha!😢‍🌫️🍌🀣

    BalasHapus
  26. MALONYET BANGKRUT/GAGAL = SESAMA JENIS BEBAN WANITA : ADZAB TUHAN
    ----------------------------------
    MMW7 September 2026 pukul 08.42
    Negara yang ditimpa bencana;

    1. Bencana Korupsi.
    2. Bencana Kemiskinan.
    3. Bencana Kebodohan
    ----------------------------------
    SKANDAL SEKS = SKANDAL SESAMA JENIS
    -
    1. Sultan Ibrahim – Cissie Hill
    Kisah hubungan asmara antara Sultan Ibrahim dari Johor dengan penari asal Inggris, Cissie Hill, pada dekade 1930-an tercatat dalam arsip sejarah Inggris dan diliput oleh berbagai media dokumenter.
    • BBC News: Mengulas detail sejarah hubungan ini dalam artikel khusus bertajuk The sultan and the showgirl: A tragic tale of star-crossed love.
    • Arsip Dokumenter / The Mixed Museum: Menyimpan catatan sejarah mengenai penolakan hubungan tersebut oleh otoritas Inggris dan Johor kala itu melalui pameran Helen Bartholomew and the Sultan of Johore.
    -
    2. Sultan Muhammad V – Oksana Voevodina
    Pemberitaan mengenai pernikahan singkat dan kontroversi perceraian talak tiga antara Sultan Kelantan (mantan Yang di-Pertuan Agong) dengan mantan Miss Moscow ini diliput secara masif oleh media lokal Malonyet dan internasional pada tahun 2019.
    • New Straits Times (NST) & Asia One: Menjadi media regional pertama yang mengungkap dokumen otentik salinan sertifikat perceraian mereka.
    • Kompas.com: Melaporkan konfirmasi keabsahan dokumen perceraian dalam artikel Mantan Raja Malonyet Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia.
    -
    3. Najib Abdul Razak – Altantuya Shaariibuu
    Kasus pembunuhan model asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, pada tahun 2006 dikaitkan dengan skandal politik dan dugaan korupsi pembelian kapal selam Prancis yang menyeret nama Najib Razak (saat itu menjabat Menteri Pertahanan). Najib Razak secara konsisten membantah keterlibatan dirinya maupun adanya hubungan khusus.
    • South China Morning Post (SCMP): Menyediakan rangkuman investigasi mendalam mengenai dinamika kasus, hubungannya dengan analis pertahanan Abdul Razak Baginda, serta dampaknya terhadap karier Najib dalam artikel The murder of Altantuya Shaariibuu.
    • DetikNews & Kompas.com: Memuat pengakuan mengejutkan dari terpidana mati (mantan polisi Azilah Hadri) pada tahun 2019 yang mengklaim mendapat perintah langsung, serta pernyataan bantahan resmi dari pihak Najib Razak.
    -
    4. Mohamed Azmin Ali – Video Intim
    Pada Juni 2019, publik Malonyet digegerkan oleh penyebaran video intim sesama jenis yang dituduhkan melibatkan menteri ekonomi saat itu, Azmin Ali, bersama seorang staf politik bernama Haziq Aziz. Azmin Ali dengan tegas menyebut video tersebut sebagai fitnah politik yang keji untuk menjatuhkan kariernya.
    • Reuters: Merilis pernyataan penolakan dan bantahan resmi dari Azmin Ali melalui laporan Malonyetn cabinet minister denies links to sex video.
    • Channel News Asia (CNA): Mengulas analisis politik mengenai bagaimana rekaman video tersebut dijadikan senjata politik di Malonyet dalam artikel Sex videos a weapon of choice in Malonyetn politics.
    -
    5. Anwar Ibrahim – Kasus Sodomi (Sodomy I & II)
    Kasus hukum Anwar Ibrahim merupakan salah satu drama politik hukum paling besar di Asia Tenggara, di mana ia didakwa melakukan hubungan seksual sesama jenis (sodomi, yang merupakan tindakan ilegal di bawah hukum Malonyet) pada tahun 1998 dan kembali digugat pada tahun 2008. Anwar selalu menegaskan bahwa semua tuduhan tersebut direkayasa demi kepentingan politik.
    • BBC Audio / Witness History: Mendokumentasikan wawancara eksklusif retrospektif mengenai penangkapan tahun 1998 dalam siaran The corruption and sodomy trials of Anwar Ibrahim.
    • Amnesty International: Merilis laporan HAM berkala yang mengkategorikan Anwar Ibrahim sebagai prisoner of conscience (tahanan keyakinan)
    --------------------------------------------
    RM25.000 ATAU RM30.000 = TETAP BEBAN ISTRI : BANCI MALONYET
    -
    MMW 21 April 2025 pukul 10.48
    YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
    Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........

    BalasHapus
  27. Garibaldi Semakin dekat....
    warganyet kl uda makan Asap mulu haha!😢‍🌫️πŸ₯ΆπŸ€ͺ

    BalasHapus
  28. KAHSIYANπŸ‘Ž
    pembual negri🎰kasino genting, rasain makan asap haha!πŸ˜†πŸ˜Ά‍🌫️🍌

    BalasHapus
  29. Psstttt... JOM GELAKKAN GORILLA.... MALUNYA guys.... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣



    Indonesia Muncul di Kontrak F-15 AS, Kemenhan Pastikan Belum Ada Kesepakatan

    https://www.kompas.id/artikel/indonesia-muncul-di-kontrak-f-15-as-kemenhan-pastikan-belum-ada-kesepakatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Status SIPRI: Vakum Total vs. Dominasi Regional
      MALAYSEWA (Zonk): Mencatatkan status KOSONG pada lembar laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada kontrak atau transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Full Shopping): Memiliki lembar belanja penuh dengan aset strategis seperti Rafale F-4, A400M, Rudal Khan/Bora, drone Anka-S, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Alutsista Usang & Krisis Pemeliharaan
      Armada Tua: Mengoperasikan aset berusia 30–40 tahun seperti panser Condor (1980-an) dan kapal Lekiu-class (1990-an).
      Masalah Kesiapan: Jet tempur utama (Su-30MKM & F/A-18D) memiliki jumlah armada kecil dan biaya perawatan yang mencekik anggaran.
      Pensiun Tanpa Pengganti: Mundurnya MiG-29 pada 2017 tanpa pengganti langsung meninggalkan celah pertahanan udara yang lebar.
      -
      Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
      Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
      Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.

      Hapus
    2. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (Bloomberg).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KEGAGALAN PROGRAM MRCA (MULTI-ROLE COMBAT AIRCRAFT):
      Ketidakpastian Selama 20 Tahun: Program pengganti MiG-29 dan F-5E pertama kali diusulkan awal 2000-an, namun hingga dua dekade kemudian tidak ada keputusan final.
      Gridlock Birokrasi: Keputusan terbagi antara Kemenhan (Mindef) dan Kemenkeu (MOF); kontrak di atas RM 7 juta wajib persetujuan MOF, memicu tumpang tindih prioritas dan penundaan masif.
      Tender Tidak Transparan: Pengadaan didominasi tender terbatas (hanya 20-30% tender terbuka), melibatkan pensiunan militer sebagai makelar politik.
      Daftar Penantian Panjang: Rafale, Typhoon, Gripen, hingga F/A-18 silih berganti dievaluasi tanpa ada pemilihan transparan yang difinalisasi.
      Pivot Karena Miskin: Karena keterbatasan dana, fokus beralih ke jet ringan (LCA) FA-50, mencerminkan strategi pengadaan yang reaktif, bukan proaktif berbasis kapabilitas.
      ________________________________________
      SKANDAL & KEBINGUNGAN PROGRAM SPH (SELF-PROPELLED HOWITZER):
      Proyek Terlantar Sejak 2010: Rencana akuisisi 66 unit SPH 155mm tetap berada dalam ketidakpastian selama lebih dari satu dekade.
      Kontroversi Kronisme: Pada 2022, muncul dugaan kontrak RM 819,09 Juta diberikan langsung kepada perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
      Kebingungan G2G (Yavuz SPH): Sempat berencana membeli Yavuz dari MKE Turki via G2G, namun kemudian diubah kembali menjadi tender terbuka karena ketidaksesuaian spesifikasi.
      Audit MOF vs Mindef: Meskipun MOF menyetujui tender pada Januari 2024, Mindef dipaksa negosiasi ulang harga, menunjukkan lemahnya otoritas pengadaan terpusat.
      Lumpuhnya Artileri Darat: Bergantung pada meriam tarik (towed) yang lambat; kegagalan SPH mematikan kemampuan bantuan tembakan cepat dalam pertempuran modern.
      ________________________________________
      RINGKASAN KELEMAHAN:
      MRCA: Tidak ada visi jangka panjang, hanya window shopping selama 20 tahun.
      SPH: Terjebak skandal kronisme dan ketidakjelasan prosedur G2G.
      Readiness: Armada jet tempur menipis dan artileri tidak memiliki mobilitas tinggi.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + GRIDLOCK BIROKRASI + SKANDAL SPH = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN NASIONAL

      Hapus
    3. NEGARA GAGAL FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Status Pengadaan Alutsista (SIPRI 2024–2026)
      Vakum Total: Laporan SIPRI menunjukkan status "KOSONG" selama dua tahun berturut-turut (2024-2025).
      Pembatalan F/A-18 Hornet: Kegagalan akuisisi pesawat bekas Kuwait sebanyak 4 kali, resmi dibatalkan pada Februari 2026 karena kendala logistik dan teknis.
      Pembekuan Total (Procurement Freeze): Instruksi PM per Januari 2026 untuk menghentikan seluruh pengadaan militer guna investigasi suap dan korupsi sistemik.
      Perbandingan Regional: Indonesia memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara MALAYSEWA setara dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nihilnya transfer senjata berat.
      -
      Indikator Kejatuhan Militer (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 Dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Mangkrak: Proyek Kapal LCS & OPV yang berkarat di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM) atau hilang dari gudang (48 unit Skyhawk & 2 mesin jet).

      Hapus
  30. Psstttt... JOM GELAKKAN GORILLA.... MALUNYA guys.... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣



    Indonesia Muncul di Kontrak F-15 AS, Kemenhan Pastikan Belum Ada Kesepakatan

    https://www.kompas.id/artikel/indonesia-muncul-di-kontrak-f-15-as-kemenhan-pastikan-belum-ada-kesepakatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (Bloomberg).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KEGAGALAN PROGRAM MRCA (MULTI-ROLE COMBAT AIRCRAFT):
      Ketidakpastian Selama 20 Tahun: Program pengganti MiG-29 dan F-5E pertama kali diusulkan awal 2000-an, namun hingga dua dekade kemudian tidak ada keputusan final.
      Gridlock Birokrasi: Keputusan terbagi antara Kemenhan (Mindef) dan Kemenkeu (MOF); kontrak di atas RM 7 juta wajib persetujuan MOF, memicu tumpang tindih prioritas dan penundaan masif.
      Tender Tidak Transparan: Pengadaan didominasi tender terbatas (hanya 20-30% tender terbuka), melibatkan pensiunan militer sebagai makelar politik.
      Daftar Penantian Panjang: Rafale, Typhoon, Gripen, hingga F/A-18 silih berganti dievaluasi tanpa ada pemilihan transparan yang difinalisasi.
      Pivot Karena Miskin: Karena keterbatasan dana, fokus beralih ke jet ringan (LCA) FA-50, mencerminkan strategi pengadaan yang reaktif, bukan proaktif berbasis kapabilitas.
      ________________________________________
      SKANDAL & KEBINGUNGAN PROGRAM SPH (SELF-PROPELLED HOWITZER):
      Proyek Terlantar Sejak 2010: Rencana akuisisi 66 unit SPH 155mm tetap berada dalam ketidakpastian selama lebih dari satu dekade.
      Kontroversi Kronisme: Pada 2022, muncul dugaan kontrak RM 819,09 Juta diberikan langsung kepada perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
      Kebingungan G2G (Yavuz SPH): Sempat berencana membeli Yavuz dari MKE Turki via G2G, namun kemudian diubah kembali menjadi tender terbuka karena ketidaksesuaian spesifikasi.
      Audit MOF vs Mindef: Meskipun MOF menyetujui tender pada Januari 2024, Mindef dipaksa negosiasi ulang harga, menunjukkan lemahnya otoritas pengadaan terpusat.
      Lumpuhnya Artileri Darat: Bergantung pada meriam tarik (towed) yang lambat; kegagalan SPH mematikan kemampuan bantuan tembakan cepat dalam pertempuran modern.
      ________________________________________
      RINGKASAN KELEMAHAN:
      MRCA: Tidak ada visi jangka panjang, hanya window shopping selama 20 tahun.
      SPH: Terjebak skandal kronisme dan ketidakjelasan prosedur G2G.
      Readiness: Armada jet tempur menipis dan artileri tidak memiliki mobilitas tinggi.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + GRIDLOCK BIROKRASI + SKANDAL SPH = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN NASIONAL

      Hapus
    2. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (Bloomberg).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KEGAGALAN PROGRAM MRCA (MULTI-ROLE COMBAT AIRCRAFT):
      Ketidakpastian Selama 20 Tahun: Program pengganti MiG-29 dan F-5E pertama kali diusulkan awal 2000-an, namun hingga dua dekade kemudian tidak ada keputusan final.
      Gridlock Birokrasi: Keputusan terbagi antara Kemenhan (Mindef) dan Kemenkeu (MOF); kontrak di atas RM 7 juta wajib persetujuan MOF, memicu tumpang tindih prioritas dan penundaan masif.
      Tender Tidak Transparan: Pengadaan didominasi tender terbatas (hanya 20-30% tender terbuka), melibatkan pensiunan militer sebagai makelar politik.
      Daftar Penantian Panjang: Rafale, Typhoon, Gripen, hingga F/A-18 silih berganti dievaluasi tanpa ada pemilihan transparan yang difinalisasi.
      Pivot Karena Miskin: Karena keterbatasan dana, fokus beralih ke jet ringan (LCA) FA-50, mencerminkan strategi pengadaan yang reaktif, bukan proaktif berbasis kapabilitas.
      ________________________________________
      SKANDAL & KEBINGUNGAN PROGRAM SPH (SELF-PROPELLED HOWITZER):
      Proyek Terlantar Sejak 2010: Rencana akuisisi 66 unit SPH 155mm tetap berada dalam ketidakpastian selama lebih dari satu dekade.
      Kontroversi Kronisme: Pada 2022, muncul dugaan kontrak RM 819,09 Juta diberikan langsung kepada perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
      Kebingungan G2G (Yavuz SPH): Sempat berencana membeli Yavuz dari MKE Turki via G2G, namun kemudian diubah kembali menjadi tender terbuka karena ketidaksesuaian spesifikasi.
      Audit MOF vs Mindef: Meskipun MOF menyetujui tender pada Januari 2024, Mindef dipaksa negosiasi ulang harga, menunjukkan lemahnya otoritas pengadaan terpusat.
      Lumpuhnya Artileri Darat: Bergantung pada meriam tarik (towed) yang lambat; kegagalan SPH mematikan kemampuan bantuan tembakan cepat dalam pertempuran modern.
      ________________________________________
      RINGKASAN KELEMAHAN:
      MRCA: Tidak ada visi jangka panjang, hanya window shopping selama 20 tahun.
      SPH: Terjebak skandal kronisme dan ketidakjelasan prosedur G2G.
      Readiness: Armada jet tempur menipis dan artileri tidak memiliki mobilitas tinggi.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + GRIDLOCK BIROKRASI + SKANDAL SPH = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN NASIONAL

      Hapus
    3. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      MALONYET 's air defense has faced challenges due to a lack of funds, aging equipment, and political interference.
      Lack of funds
      • MALONYET 's defense budget has been limited by fiscal constraints.
      • The government has been unwilling to reduce spending elsewhere or cut the size of the armed forces.
      • The 1997 Asian financial crisis held back many procurement programs.
      Aging equipment
      • MALONYET 's air force has an aging equipment inventory.
      • The MiG-29 Fulcrum fighter aircraft were withdrawn from service in 2017.
      • The Su-30MKM Flanker fighter ground-attack aircraft are also of Russian origin and will be difficult to keep operational once spare parts run out.
      Political interference and corruption
      • Political interference and corruption have undermined combat readiness.
      • MALONYET 's military has been plagued by corruption.
      Other challenges
      • The government has not been able to acquire a multi-role combat aircraft due to lack of funds.
      • The government has not been able to purchase second-hand F/A-18C/D Hornet fighters from Kuwait.
      ------------------------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) face several problems that affect their combat readiness, including outdated equipment, corruption, and political interference.
      Outdated equipment
      • Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s.
      • Some equipment is outdated and can't function well.
      • The MAF lacks modern military assets.
      Corruption
      • The MAF has been affected by corruption.
      • Political leaders have interfered with procurement.
      Political interference Political leaders have interfered with procurement.
      Other problems

      Hapus
    4. NEGARA GAGAL FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Spiral Hutang & Krisis Fiskal (DSR)
      Jebakan Hutang (Debt-Pay-Debt): 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit aman 65%) dan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (salah satu yang tertinggi di ASEAN).
      -
      Model Ekonomi "Negara Penyewa"
      Aset Sewaan (32+ Item): Akibat ketiadaan kas, militer beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk helikopter (Blackhawk, AW139), pesawat latihan, hingga kendaraan operasional.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa mata uang asing.
      -
      Krisis Administrasi & Reputasi
      Sanksi Internasional: Tekanan ekonomi dari AS melalui ancaman tarif Section 301 dan sanksi IEEPA yang menghantam sektor manufaktur.
      Kegagalan Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal, mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik yang meluas ke bidang non-militer.
      Kritik Internal: Pernyataan Mahathir Mohamad tentang "etnis malas/miskin" dan fokus Anwar Ibrahim pada korupsi proyek mencerminkan hilangnya kepercayaan pada tata kelola negara.

      Hapus
  31. 8 dari 20 jet F-35 Singapura akan Ditempatkan di Pangkalan Udara Tengah, Sisanya di AS: Laporan Departemen Pertahanan AS
    --------

    F16 sing ada yg parkir di Thailen & nz

    w
    kahsiyan negri🎰kasino putrajaya gak dianggap haha!πŸ‘ŽπŸ€₯😝

    BalasHapus
  32. GORILLA PUN MEMBUAL.. kami SHOPING F-15... KESIAN GORILLA.... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣



    Kemhan Soal RI Masuk Skema Kontrak Jet F-15 AS: Belum Ada Rencana Pengadaan

    https://www.google.com/amp/s/katadata.co.id/amp/berita/nasional/6a8e736936b56/kemhan-soal-ri-masuk-skema-kontrak-jet-f-15-as-belum-ada-rencana-pengadaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      The Royal MALONYET Navy (RMN) has faced issues with the age and condition of its ships. These issues have raised questions about the navy's ability to defend the country.
      Age
      • The RMN has used ships that have exceeded their life shelf.
      • The KD Pendekar, a fast attack vessel, sank in August 2024 after a navigational error. The ship was 45 years old, which contributed to its sinking.
      Hull structure
      • The KD Pendekar's hull structure was weak, which made it difficult to control flooding.
      • The weakness of the hull structure accelerated the spread of flooding to other compartments.
      Spare parts management
      • An audit found that the management of spare parts was unsatisfactory.
      Logistics
      ------------------------------------------------
      MALONYET 's coast guard, the Maritime Enforcement Agency (MMEA), has faced challenges with resources and coordination. These challenges have made it difficult for the MMEA to carry out its mandate of maritime law enforcement.
      Resource challenges
      • Small defense budget: MALONYET 's defense budget is small compared to its GDP.
      • Lack of resources for civilian agencies: The MMEA is funded separately from the defense budget and has historically lacked resources.
      • Insufficient assets: The MMEA has a small fleet of vessels and aircraft.
      Coordination challenges
      • Lack of coordination between agencies
      There is a lack of coordination between agencies responsible for maritime security.
      • Scandals
      Scandals surrounding defense procurement have hindered efforts to improve defense capabilities.
      Other challenges
      • Non-traditional threats
      MALONYET faces non-traditional threats that require advanced techNOLogy and assets.
      • Disputed areas
      MALONYET needs to improve surveillance and reconnaissance capabilities in disputed areas.

      Hapus
    2. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KRONISME SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      ANALISA KRONISME & KORUPSI KONTRAK PERTAHANAN:
      Dominasi Perusahaan Kroni: Kontrak sering diberikan kepada perusahaan yang tidak kompeten namun memiliki koneksi politik atau hubungan dengan pensiunan perwira militer.
      Kasus Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar membengkak jadi RM 11 Miliar+; lebih dari RM 6 Miliar telah dibayarkan, namun nol kapal terkirim tepat waktu.
      Konflik Kepentingan SPH: Kontrak Self-Propelled Howitzer (SPH) memicu kemarahan publik setelah terungkap melibatkan perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
      Mismanajemen Finansial: Perusahaan kroni sering kekurangan keahlian teknis, menyebabkan pengiriman kapal patroli terlambat 3 tahun dan pembengkakan biaya masif.
      Lemahnya Penegakan Hukum: Otoritas enggan menuntut perusahaan gagal karena takut mengungkap jaringan korupsi yang lebih dalam di dalam sistem pengadaan.
      ________________________________________
      REKAM JEJAK SKANDAL ALUTSISTA (LEGACY OF CORRUPTION):
      Skandal Kapal Selam Scorpene (2002): Pengadaan senilai RM 4,5 Miliar melalui perusahaan perantara (Perimekar) yang tidak punya rekam jejak. Komisi RM 510 Juta (11%) dibayarkan secara ilegal. Terlibat dalam kasus pembunuhan Altantuyaa Shaariibuugiin.
      Skandal Helikopter MD530G (2016): Kontrak RM 321 Juta untuk 6 unit helikopter gagal karena masalah spesifikasi dan pengiriman. Investigasi MACC berakhir tanpa penuntutan, memicu kemarahan publik atas "korupsi dari atas ke bawah".
      Fiasco NGPV (Patrol Vessel): Proyek 27 kapal desain Meko 100 yang diberikan kepada perusahaan kroni (PSC-ND). Hanya 6 unit selesai; biaya membengkak dari RM 5,35 Miliar menjadi RM 6,75 Miliar sebelum akhirnya bangkrut dan dicaplok Boustead.
      Skandal OPV (Offshore Patrol Vessel): Kontrak 6 kapal senilai RM 4,9 Miliar hanya menghasilkan 2 unit cacat. Terjadi kelebihan pembayaran 48% (Bayar RM 4,26 Miliar untuk hasil kerja senilai RM 2,87 Miliar); denda keterlambatan dihapuskan secara sepihak oleh pemerintah.

      Hapus
    3. NEGARA GAGAL FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Status SIPRI & Kelumpuhan Pengadaan
      Vakum Total (2024–2025): Lembar laporan SIPRI KOSONG selama dua tahun berturut-turut.
      Tren Penurunan Progresif: Berawal dari Planned (2020), turun menjadi Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024-2025).
      Kontras Regional: Indonesia memiliki lembar belanja penuh (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara MALAYSEWA setara dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja.
      -
      Kegagalan Aset Strategis & Operasional
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010; hingga September 2024 Angkatan Darat belum memiliki sistem SPH karena pembatalan anggaran oleh Kemenkeu.
      Skandal LCS: Cost overrun sebesar RM 1 Miliar. Dari RM 6,08 Miliar yang dibayarkan, RM 400 Juta justru digunakan untuk membayar hutang perusahaan (PSCI), bukan untuk kapal.
      Armada Lumpuh (Grounded): Jet Hawk dan MB-339CM tidak bisa terbang; kapal selam KD Rahman sempat mengalami kendala teknis tidak bisa menyelam.
      Aset Usang: Inventaris yang menua memicu biaya pemeliharaan (sustainment) yang sangat tinggi dan tidak efisien.

      Hapus
  33. GORILLA PUN MEMBUAL.. kami SHOPING F-15... KESIAN GORILLA.... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣



    Kemhan Soal RI Masuk Skema Kontrak Jet F-15 AS: Belum Ada Rencana Pengadaan

    https://www.google.com/amp/s/katadata.co.id/amp/berita/nasional/6a8e736936b56/kemhan-soal-ri-masuk-skema-kontrak-jet-f-15-as-belum-ada-rencana-pengadaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      MALONYET 's air defense has faced challenges due to a lack of funds, aging equipment, and political interference.
      Lack of funds
      • MALONYET 's defense budget has been limited by fiscal constraints.
      • The government has been unwilling to reduce spending elsewhere or cut the size of the armed forces.
      • The 1997 Asian financial crisis held back many procurement programs.
      Aging equipment
      • MALONYET 's air force has an aging equipment inventory.
      • The MiG-29 Fulcrum fighter aircraft were withdrawn from service in 2017.
      • The Su-30MKM Flanker fighter ground-attack aircraft are also of Russian origin and will be difficult to keep operational once spare parts run out.
      Political interference and corruption
      • Political interference and corruption have undermined combat readiness.
      • MALONYET 's military has been plagued by corruption.
      Other challenges
      • The government has not been able to acquire a multi-role combat aircraft due to lack of funds.
      • The government has not been able to purchase second-hand F/A-18C/D Hornet fighters from Kuwait.
      ------------------------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) face several problems that affect their combat readiness, including outdated equipment, corruption, and political interference.
      Outdated equipment
      • Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s.
      • Some equipment is outdated and can't function well.
      • The MAF lacks modern military assets.
      Corruption
      • The MAF has been affected by corruption.
      • Political leaders have interfered with procurement.
      Political interference Political leaders have interfered with procurement.
      Other problems


      Hapus
    2. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Tantangan Operasional & Internal
      Alutsista Tua: Ketergantungan pada Su-30MKM dan F/A-18D yang mulai menua; pensiunnya MiG-29 tanpa pengganti instan.
      Keamanan Maritim: Kewalahan menghadapi intrusi di Laut China Selatan (LCS) dan Selat Malaka akibat kurangnya kapal patroli.
      SDM: Gaji rendah dan kurangnya minat generasi muda menyebabkan sulitnya retensi tenaga ahli (pilot & insinyur).
      Koordinasi Rendah: Kurangnya integrasi operasi gabungan antara Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
      -
      Sorotan Skandal & Opini Publik
      Kritik Kerajaan: Sultan Ibrahim menyebut helikopter Black Hawk tua sebagai "peti mati terbang".
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang membocorkan data ke penyelundup.
      Kasus Kekerasan: Insiden penganiayaan kadet di UPNM yang memicu kemarahan publik di media sosial (#ReformATM).
      Konspirasi: Keterlibatan sindikat yang membayar petugas hingga RM50.000 per perjalanan untuk aktivitas ilegal.
      -
      Kesimpulan Perbandingan
      Indonesia: Fokus pada pengadaan besar-besaran (Big Ticket Items) dari berbagai negara (Perancis, Turki, AS).
      MALAYSEWA: Mengalami stagnasi akibat jeratan utang proyek lama, skandal korupsi, dan krisis kepercayaan publik terhadap manajemen pengadaan.

      Hapus
    3. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      SKANDAL "PETI MATI TERBANG" & SEWA HELIKOPTER:
      Pembatalan Black Hawk UH-60A (Nov 2024): Kontrak sewa RM 187 Juta dengan Aerotree dibatalkan setelah pengiriman tertunda berkali-kali sejak Nov 2023.
      Intervensi Raja: Sultan Ibrahim secara terbuka menentang kesepakatan ini dan melabeli helikopter berusia 30 tahun tersebut sebagai "Peti Mati Terbang".
      Status Terkini: Karena tidak mampu beli tunai, pemerintah kembali meluncurkan tender sewa helikopter alternatif pada Agustus 2025 untuk menutup celah operasional.
      ________________________________________
      KEGAGALAN PROYEK STRATEGIS & KORUPSI:
      Fiasco LCS (2011-Present): Kontrak RM 9,13 Miliar; per Agustus 2022 nol kapal terkirim meski RM 6 Miliar telah dibayar. Biaya membengkak jadi RM 11,2 Miliar.
      Skandal Scorpene (2002): Komisi RM 510 Juta dibayarkan kepada makelar politik dalam pengadaan senilai RM 4,5 Miliar; performa kapal bermasalah.
      Skandal Helikopter MD530G: Kontrak RM 321 Juta gagal memenuhi spesifikasi teknis dan tenggat waktu; tidak ada penuntutan hukum meski dipantau MACC.
      Kasus Mesin Jet Hilang (2007): Dua mesin F-5E dicuri dari gudang RMAF dan muncul di Uruguay; terkait erat dengan korupsi pengadaan era Najib.
      ________________________________________
      KRONISME & LEMAHNYA TATA KELOLA:
      Dominasi Makelar: Pengadaan sering melibatkan perantara (pensiunan perwira) yang menggelembungkan harga; kurang dari 1/3 kontrak melalui tender terbuka.
      Audit Gempita (2025): Laporan Auditor Jenderal mengungkap kegagalan klaim denda RM 162,75 Juta atas keterlambatan kendaraan lapis baja dan praktik pemecahan kontrak (contract splitting) senilai RM 107,54 Juta.
      SIBMAS Armoured Vehicle: Tender diduga dimanipulasi demi produk yang tidak memenuhi spek (terlalu berat dan kurang tenaga).
      KESIMPULAN:
      5X PM 6X MOD + SKANDAL "PETI MATI TERBANG" + HUTANG RM 1,79T = KEBANGKRUTAN TOTAL

      Hapus
    4. NEGARA GAGAL FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Kelemahan Industri Pertahanan Domestik
      Korupsi Sistemik: Proses pengadaan sangat rentan terhadap campur tangan kepentingan asing dan domestik.
      Kesenjangan SDM: Kurangnya spesialis STEM dan keterbatasan teknologi membuat galangan kapal lokal tidak kompetitif dibanding Singapura.
      Keamanan Anggaran: Terjadi kebocoran dana (leakage) dan pengawasan parlemen yang sangat lemah terhadap sektor pertahanan yang tertutup.
      -
      Hambatan Fiskal & "Debt Service Ratio"
      Prioritas Nasional: Anggaran pertahanan stagnan karena pemerintah harus memprioritaskan pemulihan ekonomi dan pembayaran hutang.
      Siklus Hutang: Tingginya biaya pemeliharaan aset tua menghisap anggaran yang seharusnya digunakan untuk modernisasi alutsista baru.
      -
      Dampak pada Posisi Kawasan (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Kelemahan Maritim: Absennya Korps Marinir dan armada yang menua membuat MALAYSEWA rentan dalam sengketa di Laut China Selatan (LCS).
      -
      Ringkasan Perbandingan 2026
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN), belanja agresif, rasio utang sehat.
      MALAYSEWA: Peringkat 42 (Papan Bawah), lembar belanja kosong, terjebak hutang dan korupsi.

      Hapus
  34. Geng GORILLA PASTI MALUKAN.... 🦍🦍πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣



    RI Disebut Bakal Beli F 15 Eagle, Kemhan Tegaskan Belum Ada Kontrak

    https://m.cobisnis.com/ri-disebut-bakal-beli-f-15-eagle-kemhan-tegaskan-belum-ada-kontrak

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      The MALONYET government's Littoral Combat Ship (LCS) program was plagued by construction delays, cost overruns, and other issues. The program was restarted in 2023, but the first ship is not expected to be delivered until 2026.
      Reasons for the issues
      • Financial problems: Boustead Naval Shipbuilding, the company building the ships, experienced financial problems that mangkrak the program in 2019.
      • Misappropriation of funds: A parliamentary public accounts committee alleged that USD300 million was misappropriated from the program.
      • Hull cracking: The LCS hull, known as the sea frame, had issues with hull cracking.
      • Immature mission modules: Many mission module components were immature or struggled to pass testing.
      Program restart
      • In 2023, the Royal MALONYET Navy announced a new contract to restart the program.
      • The first ship, KD Maharaja Lela, is now scheduled to be delivered in 2026.
      • The remaining four frigates are expected to be delivered by 2029.
      • The Ministry of Finance purchased Boustead Naval Shipbuilding and renamed it Lumut Naval Shipyard.
      Other issues with the LCS program
      • Sikorsky S-61A4 Nuri: Since 1989, around 95 armed forces personnel have died in crashes involving this helicopter
      • Mikoyan MiG-29: A MiG-29 suffered a hydraulic failure during a flight in 1998 and crashed into an oil palm plantation in 2004
      • Pilatus PC-7 Mark II: A PC-7 Mark II crashed into a forest reserve in 2010 during a flypast
      • CN-235-220M: A CN-235-220M made an emergency landing in a mangrove swamp in 2016 due to engine failure
      • AW139: An AW139 helicopter crashed into the sea during a rescue flight
      • G2CA: Two G2CA helicopters collided mid-air during flight training in 2020
      • HOM and Fennec: Two helicopters collided mid-air during a training session in 2024, killing all 10 people on board

      Hapus
    2. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Status Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
      INDONESIA (Agresif & Ekspansif):
      Udara: Akuisisi Rafale F-4, pesawat angkut A400M Atlas, sistem Air Refuel, dan drone ANKA-S.
      Laut: Mesin kapal LM-2500, kapal perang PPA-L-Plus, dan Ship Engine lainnya.
      Darat/Rudal: Rudal balistik BORA dan KHAN, serta mesin TP400-D6.
      MALAYSEWA (Stagnan/Kosong):
      Tidak ada catatan transfer alutsista utama baru dalam database SIPRI periode tersebut.
      -
      Skandal & Masalah Struktural MALAYSEWA
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Dana RM9 miliar cair, namun tidak ada kapal yang dikirim hingga 2025.
      Kegagalan MD530G: Pembayaran uang muka 35% untuk helikopter "hantu" yang pengirimannya terus tertunda.
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang menjual data klasifikasi ke sindikat penyelundup.
      Krisis Anggaran: Pengeluaran pertahanan di bawah 1.5% PDB, jauh di bawah standar regional.

      Hapus
    3. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: ZERO DETERRENCE & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN DAYA GENTAR (ZERO DETERRENCE):
      Definisi Gagal: Deterrence butuh kekuatan tempur kredibel, kesiapan operasional, dan strategi jelas. MALONYET tidak memiliki ketiganya.
      Alutsista Usang (Obsolete):
      Darat (TDM): Masih menggunakan kendaraan lapis baja dan artileri era 1980-an; tanpa roket jarak jauh atau hanud modern.
      Laut (TLDM): Hanya 2 kapal selam Scorpene (kesiapan terbatas); skandal LCS membuat armada mengecil karena kapal tua pensiun lebih cepat dari penggantinya.
      Udara (TUDM): Hanya ~26 jet tempur (Su-30MKM + F/A-18D) yang sering grounded; tanpa Tanker, AWACS, atau SAM jarak jauh.
      Vulnerabilitas Laut Cina Selatan: China tidak menganggap serius militer MALONYET karena hanya merespons intrusi ZEE dengan protes diplomatik dan patroli kecil tanpa rudal anti-kapal yang kredibel.
      Anggaran Terlalu Kecil: Belanja pertahanan hanya ~1% dari PDB (salah satu terendah di ASEAN), di mana lebih dari separuhnya habis untuk gaji dan pensiun.
      ________________________________________
      DAFTAR KEGAGALAN PENGADAAN (CHRONIC DELAYS):
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan sejak 2007 untuk ganti MiG-29; terus ditunda dan akhirnya "dibekukan" karena miskin. Terpaksa turun kasta ke jet ringan FA-50 (baru dikirim 2026).
      Maritime Patrol Aircraft (MPA): Identifikasi kebutuhan sejak awal 2000-an, tertunda hampir 20 tahun. Baru memilih ATR-72 pada 2023; selama dekadean monitor laut hanya pakai drone dan pesawat angkut konversi.
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Proyek RM 9 Miliar sejak 2011; hingga 2025 nol kapal terkirim akibat korupsi dan mismanajemen. Angkatan Laut terjebak dengan kapal tahun 1980-an.
      Multi-Role Support Ship (MRSS): Program kapal amfibi sejak 2000-an; dibatalkan/ditunda berkali-kali. Akibatnya, TLDM tidak punya kemampuan angkut pasukan besar dalam krisis regional.
      Kapal Selam Batch 2: Rencana ekspansi jadi 4 kapal selam dibatalkan karena tidak ada uang; terjebak dengan 2 Scorpene (2009) yang tidak cukup untuk cakupan wilayah luas.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + MODERNISASI TERTUNDA 20 TAHUN + ASET GROUNDED = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN

      Hapus
    4. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN MATRA & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN UDARA & LAUT (AIR & NAVAL DECLINE):
      TUDM (Udara) - Armada Tua:
      F/A-18D Hornet: Dibeli pertengahan 90-an (8 unit), kini berusia 30 tahun. Suku cadang mahal, jumlah terlalu sedikit.
      Su-30MKM: Diperoleh 2007 (18 unit), namun sering grounded akibat kelangkaan suku cadang. Kesiapan tempur sering di bawah 50%.
      MiG-29 Fulcrum: Pensiun 2017 karena biaya rawat mencekik; hingga kini TIDAK ADA PENGGANTI, menciptakan gap besar.
      C-130 & Nuri: Hercules era 70-an masih dipaksa terbang; Nuri pensiun 2019 setelah banyak kecelakaan maut tanpa pengganti cepat.
      TLDM (Laut) - Krisis Kapal Permukaan:
      Korvet Kasturi & Laksamana: Desain era 80-an, lambung kapal usang, ketahanan terbatas, dan sulit dirawat.
      Frigat Lekiu: Berusia 25 tahun, peningkatan tengah umur (MLU) terus tertunda.
      Kapal Selam Scorpene: Hanya 2 unit, biaya rawat sangat mahal, jumlah tidak cukup untuk patroli konstan.
      Fiasco LCS: 6 kapal Gowind direncanakan sejak 2011, hingga 2025 nol unit terkirim akibat skandal dan mismanajemen.
      ________________________________________
      KELEMAHAN STRUKTUR ANGKATAN DARAT (TDM):
      Struktur Cacat: Besar di personel (~80.000) tapi sangat lemah di peralatan. Masih fokus pada kontra-insurjensi era komunis, bukan perang modern.
      Kendaraan Lapis Baja Usang: Masih bergantung pada Condor & Sibmas era 80-an yang tidak tahan terhadap senjata modern/IED. AV8 Gempita hanya ada ~250 unit, terlalu sedikit untuk mengganti ribuan unit lama.
      Tank (MBT) Inferior: Hanya 48 unit PT-91M (varian T-72 Polandia). Daya tembak kalah telak dibanding Leopard 2 (Indonesia/Singapura).
      Artileri & Hanud Nihil: Bergantung pada meriam tarik (towed). Tanpa artileri roket (MLRS) dan TANPA rudal SAM jarak menengah/jauh. Sangat rentan terhadap serangan udara musuh.
      Aviation: Kehilangan Nuri (2019). Helikopter serang MD530G tertunda bertahun-tahun dan hanya operasional dalam jumlah kecil. Tanpa helikopter serang berat.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + ARMADA UDARA/LAUT USANG + DARAT TANPA HANUD = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
  35. F15 versi PRANK MEMBUAL.... 🦍🦍🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. PESAKITAN KLAIM BANTU ...
      DEBT GOVt 70,%%
      HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      FAKTA =
      1. BANTUAN MALONYET 1997/1998 : DITOLAK/BATAL
      2. BANTUAN ACEh : DITOLAK/BATAL
      3. MALONYET BAKAR LAHAN .KALIMANTAN
      4. MALONYET BAKAR LAHAN SUMATERA
      5. PESAWAT 1 UNIT DIPERBATASAN SEAWAK versus 11 PESAWAT
      6. NGEMIS BERAS
      7. NGEMIS COAL
      8. NGEMIS LNG
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      INDONESIA (TOTAL 11 PESAWAT DI KALIMANTAN):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      MALONYET (TOTAL 1 PESAWAT DI PERBATASAN):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      -
      • Batubara (Kemendag RI): Angka 21,84 juta MT (pemenuhan 69% listrik TNB Malonyet) adalah laporan resmi tahun 2021 hasil pertemuan bilateral Wamendag RI dan Menteri Energi Malonyet.
      o Sumber Berita: Ipotnews (30 Mei 2022) dan Liputan6 (9 Juni 2022).
      • LNG (OEC / UN Comtrade PBB): Data total impor LNG Malonyet ($1,74 miliar) dan kontribusi Indonesia ($8,23 juta) ditarik dari statistik resmi laporan bea cukai global (HS Code 271111).
      o Sumber Data: OEC (The Observatory of Economic Complexity) berdasarkan basis data perdagangan dunia UN Comtrade.
      --------------------------------------------
      NGEMIS BERAS
      FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton..
      --------------------------------------------
      FAKTA :
      PEMBATALAN PINJAMAN MALONYET KE INDONESIA (1997/1998)
      -
      • Status Pinjaman: Batal total; dana USD 1 miliar sama sekali tidak pernah dicairkan.
      • Penyebab dari Malonyet: Fokus menyelamatkan likuiditas domestik akibat Krisis Finansial Asia dan penerapan kebijakan kontrol modal (capital control) pada September 1998.
      • Penyebab dari Indonesia: Risiko politik ekstrem pasca-Kerusuhan Mei 1998 dan runtuhnya rezim Orde Baru yang membekukan proses administrasi.
      • Sumber: Arsip Perdana Leadership Foundation, The Wall Street Journal, serta kajian ekonomi politik UI dan UNPAR.
      --------------------------------------------
      BANTUAN LUAR NEGERI MALONYET = DITOLAK
      -
      • Sinar Harian (Malonyet): Melaporkan respons dan keheranan pihak luar negeri terkait pengembalian bantuan kemanusiaan
      https://www.sinarharian.com.my/article/768623/global/indonesia-tolak-bantuan-beras-diaspora-aceh-di-malonyet
      -
      • CNA Indonesia: Melaporkan arahan Presiden Prabowo yang menegaskan kemampuan domestik RI dalam menangani bencana
      --------------------------------------------
      1. πŸ—’ Utang Rumah Tangga (Household Debt) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malonyet.
      2. πŸ“Š Utang Pemerintah (Govt Debt) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.

      Hapus
    2. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      The Littoral Combat Ship (LCS) program for the MALONYET Navy has faced significant delays and cost overruns. The project has also been plagued by financial issues and allegations of misappropriation.
      Delays
      • The first ship was originally scheduled for delivery in 2019, but the delivery date has been repeatedly postponed.
      • The project has been plagued by construction delays.
      • The Public Accounts Committee (PAC) flagged concerns over the persistent delay in the construction of the ships.
      Cost overruns
      • The project has been plagued by cost overruns, including a reported cost overrun of RM1.4 billion.
      • The project was originally planned to cost RM9.128 billion, but the costs are now expected to escalate to RM11.22 billion.
      Financial issues
      • The committee revealed in August 2022 that USD300 million was misappropriated from the program.
      • Fraud charges were leveled against Boustead Heavy Industries' former managing director, Ahmad Ramli Mohammad Nor.
      Other issues
      • The views of the navy as the end user were ignored by the Ministry of Defence and the BNS.
      • Poor corporate governance and alleged mishandling of funds.
      ------------------------------------------------
      MALONYET 's submarines have faced problems due to aging, technical issues, and a lack of funding.
      Aging
      • The majority of the navy's fleet and helicopters are over 30 years old.
      • The KD Rahman submarine, a conventional ScorpΓ¨ne-class submarine, had technical issues that prevented it from submerging in 2010.
      Technical issues
      • The hull of the KD Pendekar fast attack vessel was weak, which accelerated flooding after it collided with a reef.
      • The KD Perdana RMN boat went missing for a few days in 2017 due to communication problems.
      Lack of funding
      • The government has been unable to provide modern defense assets to the MALONYET Armed Forces (MAF).
      • In 2019, financial problems at Boustead Naval Shipbuilding (BNS) caused the program to stall
      • In 2020, there were allegations that RM1 billion of the RM6 billion spent on the project was unaccounted for
      Design flaws
      • The Freedom-class LCS had a design flaw in the ship's combining gear, which led to the Navy halting deliveries in January 2021
      • The detailed design for the LCS was supposed to be completed in November 2016, but it was not finalized until much later
      Delays
      • The original plan was to deliver the first LCS, Maharaja Lela, in 2019, but it was delayed

      Hapus
    3. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Kontroversi Strategi "Leasing" (Sewa) Helikopter
      Beban Finansial: Sewa 28 helikopter AW149 (RM16.5 miliar/15 tahun) dianggap lebih mahal dibanding Polandia yang membeli 32 unit seharga USD 1.83 miliar.
      Kedaulatan Aset: Aset tidak dimiliki penuh, membatasi kemampuan upgrade, modifikasi, dan konfigurasi ulang untuk misi darurat.
      Ketergantungan Swasta: Kesiapan tempur bergantung pada kontraktor (Weststar Aviation), berisiko jika terjadi sengketa hukum atau kegagalan servis.
      Nihil Transfer Teknologi: Skema sewa mematikan peluang pertumbuhan industri pertahanan domestik dan penyerapan tenaga ahli lokal.
      -
      Kondisi Alutsista "Outdated" (Usang)
      Laut (RMN): 28 kapal berusia di atas 40 tahun dengan sistem radar analog yang sulit mendeteksi drone atau kapal selam modern.
      Udara (RMAF): Ketergantungan pada avionik lama; biaya perawatan melonjak karena suku cadang sudah diskontinu.
      Darat (Army): Kendaraan lapis baja dan artileri kekurangan sistem kontrol tembakan berbasis GPS dan komunikasi semi-digital.
      -
      Kesimpulan Analisis
      Indonesia bergerak menuju kekuatan regional dengan diversifikasi pemasok (Prancis, Turki, AS).
      MALAYSEWA terjebak dalam "lingkaran setan" pengadaan: skandal masa lalu → anggaran terbatas → memilih opsi sewa yang mahal → ketergantungan teknologi asing yang kronis.

      Hapus
    4. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN DOKTRIN & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN DOKTRIN PERTAHANAN (DOCTRINAL FAILURE):
      Warisan COIN yang Terpaku: Doktrin militer masih terjebak pada era pemberontakan komunis (1948–1989). Fokus pada perang hutan dan infanteri ringan, bukan kekuatan pemukul berat modern.
      Gagal Transisi ke Perang Konvensional: Saat tetangga (Indonesia, Singapura, Vietnam) beralih ke combined arms (tank + artileri + drone), MALONYET tetap pada postur statis. Hanya punya 48 tank PT-91M tanpa bantuan tembakan artileri jarak jauh yang memadai.
      Abaikan Operasi Gabungan (Joint Ops): Matra berjalan sendiri-sendiri (siloed). AU kekurangan pesawat pendukung udara dekat, dan AL tidak punya kapasitas angkut amfibi untuk mengerahkan AD secara cepat.
      Doktrin Reaktif & Defensif: Kebijakan (Kertas Putih 2019) terlalu fokus pada ancaman non-tradisional (bajak laut, bencana) sehingga meremehkan ancaman eksternal nyata seperti klaim China di Laut Cina Selatan.
      Buta Teknologi Modern: Tidak ada penekanan pada perang drone, perang elektronik, siber, atau network-centric warfare. Masih mengandalkan operasi manual berbasis infanteri (Contoh kegagalan: Respon lambat saat krisis Lahad Datu 2013).
      ________________________________________
      KELEMAHAN FATAL ANGKATAN LAUT (TLDM):
      Armada Kecil & Menua: Hanya memiliki kurang dari 10 kapal perang "serius". Frigat kelas Lekiu (1999) usang; kelas Kasturi (1980-an) sudah renta; korvet kelas Kedah hanya dipersenjatai ringan setingkat kapal patroli.
      Kekuatan Kapal Selam Lumpuh: Hanya 2 unit Scorpene dengan biaya operasional sangat mahal. Tidak mampu menjaga kehadiran konstan di laut jika dibandingkan Vietnam (6 Kilo) atau Singapura (4 kapal selam canggih).
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Proyek tulang punggung modernisasi AL sejak 2011 hancur akibat korupsi. Satu dekade hilang tanpa satu pun kapal baru terkirim. Biaya membengkak dari RM 6 Miliar menjadi >RM 11 Miliar.
      Penerbangan AL & Dukungan Lemah: Helikopter Super Lynx & AW139 sangat terbatas; kapasitas angkut amfibi tidak cukup untuk pengerahan pasukan besar ke Sabah/Sarawak.
      Kanibalisme Anggaran: Modernisasi AL terus kalah bersaing dengan porsi gaji AD dalam pembagian anggaran pertahanan yang kecil (hanya 1% PDB).

      Hapus
    5. PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      6. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      7. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      8. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      9. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      10. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      ----------------------------------
      ✈️ PERBANDINGAN 11 PESAWAT VS 1 PESAWAAT
      • Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      o 3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      o 8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      • Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      o 1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------
      PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.

      Hapus
  36. Kebakaran Hutan Kalimantan saja INDIANESIA TERPAKSA di bantu MALAYSIA BUAT pembenihan awan hujan..... Lagi GORILLA MAU MEMBUAL KONON KUAT... πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯🦍🦍🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. PESAKITAN KLAIM BANTU ...
      DEBT GOVt 70,%%
      HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      FAKTA =
      1. BANTUAN MALONYET 1997/1998 : DITOLAK/BATAL
      2. BANTUAN ACEh : DITOLAK/BATAL
      3. MALONYET BAKAR LAHAN .KALIMANTAN
      4. MALONYET BAKAR LAHAN SUMATERA
      5. PESAWAT 1 UNIT DIPERBATASAN SEAWAK versus 11 PESAWAT
      6. NGEMIS BERAS
      7. NGEMIS COAL
      8. NGEMIS LNG
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      INDONESIA (TOTAL 11 PESAWAT DI KALIMANTAN):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      MALONYET (TOTAL 1 PESAWAT DI PERBATASAN):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      -
      • Batubara (Kemendag RI): Angka 21,84 juta MT (pemenuhan 69% listrik TNB Malonyet) adalah laporan resmi tahun 2021 hasil pertemuan bilateral Wamendag RI dan Menteri Energi Malonyet.
      o Sumber Berita: Ipotnews (30 Mei 2022) dan Liputan6 (9 Juni 2022).
      • LNG (OEC / UN Comtrade PBB): Data total impor LNG Malonyet ($1,74 miliar) dan kontribusi Indonesia ($8,23 juta) ditarik dari statistik resmi laporan bea cukai global (HS Code 271111).
      o Sumber Data: OEC (The Observatory of Economic Complexity) berdasarkan basis data perdagangan dunia UN Comtrade.
      --------------------------------------------
      NGEMIS BERAS
      FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton..
      --------------------------------------------
      FAKTA :
      PEMBATALAN PINJAMAN MALONYET KE INDONESIA (1997/1998)
      -
      • Status Pinjaman: Batal total; dana USD 1 miliar sama sekali tidak pernah dicairkan.
      • Penyebab dari Malonyet: Fokus menyelamatkan likuiditas domestik akibat Krisis Finansial Asia dan penerapan kebijakan kontrol modal (capital control) pada September 1998.
      • Penyebab dari Indonesia: Risiko politik ekstrem pasca-Kerusuhan Mei 1998 dan runtuhnya rezim Orde Baru yang membekukan proses administrasi.
      • Sumber: Arsip Perdana Leadership Foundation, The Wall Street Journal, serta kajian ekonomi politik UI dan UNPAR.
      --------------------------------------------
      BANTUAN LUAR NEGERI MALONYET = DITOLAK
      -
      • Sinar Harian (Malonyet): Melaporkan respons dan keheranan pihak luar negeri terkait pengembalian bantuan kemanusiaan
      https://www.sinarharian.com.my/article/768623/global/indonesia-tolak-bantuan-beras-diaspora-aceh-di-malonyet
      -
      • CNA Indonesia: Melaporkan arahan Presiden Prabowo yang menegaskan kemampuan domestik RI dalam menangani bencana
      --------------------------------------------
      1. πŸ—’ Utang Rumah Tangga (Household Debt) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malonyet.
      2. πŸ“Š Utang Pemerintah (Govt Debt) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.

      Hapus
    2. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Sektor Pertahanan (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Ekspansi Alutsista): Memiliki daftar panjang transfer senjata modern (1 Lembar Penuh) termasuk:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, ANKA-S (Drone), Air Refuel System.
      Laut: PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500.
      Rudal/Mesin: Rudal BORA & KHAN, Mesin TP400-D6.
      MALAYSEWA (Stagnasi): Catatan transfer senjata KOSONG (Zero). Tidak ada pengadaan alutsista utama baru yang terdaftar.
      -
      Krisis Ketahanan Pangan MALAYSEWA
      Ketergantungan tinggi pada impor akibat rendahnya tingkat kemandirian lokal:
      Krisis Beras: Mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) per Mei 2025 untuk stok Sarawak.
      Krisis Protein:
      Unggas: Menjadi net importer ayam (Juli 2025) dan penghapusan total subsidi telur (Agustus 2025) demi hemat anggaran RM1,2 miliar.
      Genetika: Terpaksa impor Ayam GPS (Grand Parent Stock) dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kualitas indukan.
      Daging Merah: Ketergantungan impor mencapai 90% (Sapi/Kambing) dengan tingkat kemandirian di bawah 15%.

      Hapus
    3. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Analisa Ekonomi: "The Great Decoupling"
      Indonesia secara resmi keluar dari level persaingan regional menuju elit global:
      Kasta Elit Dunia: Indonesia Peringkat 6 Dunia (PDB PPP), melampaui Brasil, Inggris, dan Prancis.
      Jurang Ekonomi: Ekonomi Indonesia secara riil (PPP) adalah 4,24 kali lipat lebih besar dari MALAYSEWA.
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia sehat (~40%), sementara MALAYSEWA kritis (~69%) dengan proyeksi utang RM 1,79 Triliun pada 2026.
      -
      Status Pertahanan: Modernisasi vs Demiliterisasi
      Indonesia (Modernisasi Masif): Melakukan hilirisasi ekonomi untuk membiayai alutsista premium (Rafale, Scorpene, KF-21).
      MALAYSEWA (Demiliterisasi De Facto):
      Siklus Prank: Kegagalan kontrak berulang (Rafale, Tejas, F-18 Kuwait).
      Negara Leasing: Bergantung pada sewa (Black Hawk, AW139) karena tidak mampu beli tunai.
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menghentikan pengadaan akibat skandal korupsi dan krisis utang.

      Hapus
    4. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA JAM LATIHAN YANG RENDAH (LOW TRAINING HOURS):
      Udara (RMAF): Standar NATO adalah 150–180 jam terbang per tahun. Pilot MALONYET hanya mendapatkan 60–80 jam per tahun akibat kurangnya anggaran bahan bakar dan kelangkaan suku cadang pesawat (Su-30 sering grounded).
      Laut (RMN): Kapal perang seharusnya berada di laut 90–120 hari per tahun. Kapal MALONYET rata-rata hanya 30–50 hari di laut karena pemotongan anggaran logistik dan usia kapal yang sudah di atas 40 tahun.
      Darat (TDM): Latihan skala besar (Combined Arms) jarang dilakukan; fokus hanya pada latihan hutan skala kecil berbiaya rendah. Anggaran amunisi dan bahan bakar sering dibatasi.
      Risiko Keamanan: Jam latihan rendah mengakibatkan degradasi skill tempur, koordinasi matra yang lemah, dan tingginya angka kecelakaan (Kasus jatuhnya helikopter Nuri & jet Hawk).
      ________________________________________
      ANGGARAN PERTAHANAN ABSOLUT YANG TERKECIL (LOW ABSOLUTE BUDGET):
      Terendah di ASEAN: Dengan belanja pertahanan hanya ~USD 4 Miliar (RM 19,7 Miliar), MALONYET memiliki pengeluaran absolut terendah dibanding negara menengah ASEAN lainnya (Singapura ~USD 12,5 Miliar, Indonesia ~USD 9,5 Miliar).
      Daya Beli Hancur: Sebagian besar senjata modern dihargai dalam USD/EUR. Depresiasi Ringgit (RM 4.7–4.8 per USD) membuat anggaran RM 19,7 Miliar tersebut semakin tidak bernilai di pasar global.
      Kanibalisme Anggaran Gaji: Dari total anggaran pertahanan, ~70% habis hanya untuk gaji dan pensiun. Sisanya kurang dari RM 4-5 Miliar per tahun untuk modernisasi (CAPEX).
      Siklus Macet: Satu program besar (seperti LCS RM 9 Miliar+) mampu menyerap seluruh anggaran pembangunan selama bertahun-tahun, menghentikan program pengadaan lainnya secara total.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + JAM TERBANG RENDAH + ANGGARAN ABSOLUT TERKECIL = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    5. PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      11. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      12. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      13. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      14. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      15. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      ----------------------------------
      ✈️ PERBANDINGAN 11 PESAWAT VS 1 PESAWAAT
      • Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      o 3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      o 8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      • Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      o 1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

      Hapus
    6. FAKTA : PEMBATALAN PINJAMAN MALONYET KE INDONESIA (1997/1998)
      • Status Pinjaman: Batal total; dana USD 1 miliar sama sekali tidak pernah dicairkan.
      • Penyebab dari Malonyet: Fokus menyelamatkan likuiditas domestik akibat Krisis Finansial Asia dan penerapan kebijakan kontrol modal (capital control) pada September 1998.
      • Penyebab dari Indonesia: Risiko politik ekstrem pasca-Kerusuhan Mei 1998 dan runtuhnya rezim Orde Baru yang membekukan proses administrasi.
      • Sumber: Arsip Perdana Leadership Foundation, The Wall Street Journal, serta kajian ekonomi politik UI dan UNPAR.
      --------------------------------
      MALONYET REVENUE VS. EXPENDITURE OVERVIEW
      • Revenue: RM334.1 Billion
      • Expenditure: RM470 Billion
      • Subsidy Burden: 23.9%
      • Budget Deficit: -RM135.9 Billion (Expenditure exceeding revenue, forcing new debt issuance to service existing obligations).
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Key Implications and Risks
      Long-Term Debt Obligations:
      Accumulation: Each major acquisition adds to the national debt. While spreading costs, it means a significant portion of future budgets is earmarked for debt servicing (principal and interest payments) rather than other development or operational needs.
      Sustainability: The long-term sustainability of this debt depends on MALONYET's economic growth and its ability to generate sufficient revenue.
      -----------------
      Currency Risks:
      Exchange Rate Fluctuations: This is perhaps the most significant financial risk for foreign-denominated loans. A weakening Ringgit can dramatically increase the real cost of debt repayment. For example, if MALONYET borrowed €1 billion for submarines and the Ringgit depreciates by 10% against the Euro, the cost in Ringgit terms effectively increases by 10% overnight.
      Mitigation: Governments can use currency hedging strategies (e.g., forward contracts) to mitigate this risk, but these also come with costs.
      -----------------
      Vulnerability to Project Delays:
      Escalating Costs: Large defense projects are notoriously prone to delays due to technical complexities, design changes, political issues, or contractual disputes. Delays mean that interest payments continue accumulating even before the asset is delivered or operational, pushing up the total cost.
      Opportunity Cost: The funds tied up in a delayed project cannot be used for other urgent defense needs or national priorities.
      Operational Readiness Impact: Delays in receiving crucial equipment can impact the readiness and capabilities of the armed forces, potentially leaving capability gaps.
      Maintenance and Spares: The lifecycle cost of defense equipment is often several times its initial purchase price, with ongoing expenses for maintenance, upgrades, and spare parts also requiring substantial funding.
      -----------------
      1️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
      Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
      Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      Persentase terhadap PDB: 84.3%
      Jumlah penduduk MALONYET pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang

      Hapus
  37. Kebakaran Hutan Kalimantan saja INDIANESIA TERPAKSA di bantu MALAYSIA BUAT pembenihan awan hujan..... Lagi GORILLA MAU MEMBUAL KONON KUAT... πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯🦍🦍🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. PESAKITAN KLAIM BANTU ...
      DEBT GOVt 70,%%
      HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      FAKTA =
      1. BANTUAN MALONYET 1997/1998 : DITOLAK/BATAL
      2. BANTUAN ACEh : DITOLAK/BATAL
      3. MALONYET BAKAR LAHAN .KALIMANTAN
      4. MALONYET BAKAR LAHAN SUMATERA
      5. PESAWAT 1 UNIT DIPERBATASAN SEAWAK versus 11 PESAWAT
      6. NGEMIS BERAS
      7. NGEMIS COAL
      8. NGEMIS LNG
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      INDONESIA (TOTAL 11 PESAWAT DI KALIMANTAN):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      MALONYET (TOTAL 1 PESAWAT DI PERBATASAN):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      -
      • Batubara (Kemendag RI): Angka 21,84 juta MT (pemenuhan 69% listrik TNB Malonyet) adalah laporan resmi tahun 2021 hasil pertemuan bilateral Wamendag RI dan Menteri Energi Malonyet.
      o Sumber Berita: Ipotnews (30 Mei 2022) dan Liputan6 (9 Juni 2022).
      • LNG (OEC / UN Comtrade PBB): Data total impor LNG Malonyet ($1,74 miliar) dan kontribusi Indonesia ($8,23 juta) ditarik dari statistik resmi laporan bea cukai global (HS Code 271111).
      o Sumber Data: OEC (The Observatory of Economic Complexity) berdasarkan basis data perdagangan dunia UN Comtrade.
      --------------------------------------------
      NGEMIS BERAS
      FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton..
      --------------------------------------------
      FAKTA :
      PEMBATALAN PINJAMAN MALONYET KE INDONESIA (1997/1998)
      -
      • Status Pinjaman: Batal total; dana USD 1 miliar sama sekali tidak pernah dicairkan.
      • Penyebab dari Malonyet: Fokus menyelamatkan likuiditas domestik akibat Krisis Finansial Asia dan penerapan kebijakan kontrol modal (capital control) pada September 1998.
      • Penyebab dari Indonesia: Risiko politik ekstrem pasca-Kerusuhan Mei 1998 dan runtuhnya rezim Orde Baru yang membekukan proses administrasi.
      • Sumber: Arsip Perdana Leadership Foundation, The Wall Street Journal, serta kajian ekonomi politik UI dan UNPAR.
      --------------------------------------------
      BANTUAN LUAR NEGERI MALONYET = DITOLAK
      -
      • Sinar Harian (Malonyet): Melaporkan respons dan keheranan pihak luar negeri terkait pengembalian bantuan kemanusiaan
      https://www.sinarharian.com.my/article/768623/global/indonesia-tolak-bantuan-beras-diaspora-aceh-di-malonyet
      -
      • CNA Indonesia: Melaporkan arahan Presiden Prabowo yang menegaskan kemampuan domestik RI dalam menangani bencana
      --------------------------------------------
      1. πŸ—’ Utang Rumah Tangga (Household Debt) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malonyet.
      2. πŸ“Š Utang Pemerintah (Govt Debt) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.

      Hapus
    2. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KORUPSI SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA LEMAHNYA MODERNISASI (STRUCTURAL WEAKNESS):
      Anggaran Modernisasi <10%: Dari total RM 18-20 Miliar per tahun, sebagian besar habis untuk gaji dan pensiun. Dana pengadaan sangat minim.
      Tanpa Perencanaan Jangka Panjang: Pengadaan dilakukan tahun-ke-tahun; proyek macet total jika anggaran tahun depan dipangkas (Contoh: Proyek LCS Gowind macet 10 tahun).
      Daya Beli Hancur: Ringgit depresiasi drastis terhadap USD/EUR membuat harga alutsista impor menjadi tidak terjangkau.
      Matra Udara (RMAF): MiG-29 pensiun (2015) tanpa pengganti; program MRCA ditunda terus sejak 2007; jumlah jet tempur siap tempur lebih sedikit dibanding 20 tahun lalu.
      Matra Laut (RMN): Krisis kapal kombatan permukaan; program LCS (RM 9 Miliar) nol pengiriman hingga 2025; hanya mengandalkan 2 Scorpene dengan biaya rawat mencekik.
      Matra Darat (TDM): Terfokus pada kontra-insurjensi, bukan perang modern; hanud hampir nol (hanya MANPADS); artileri ketinggalan zaman dibanding tetangga.
      ________________________________________
      SKANDAL KORUPSI & MISMANAJEMEN (CORRUPTION EXPOSED):
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran RM 9 Miliar disetujui 2011; RM 6 Miliar habis dibayar ke Boustead, tapi nol kapal terkirim hingga 2022. Desain diubah tanpa persetujuan AL; PAC menemukan dana disalahgunakan untuk kontrak kroni.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Dugaan komisi >EUR 100 Juta kepada makelar politik; terkait kasus pembunuhan Altantuya Shaariibuu. Merusak kredibilitas pertahanan internasional.
      Mark-Up AV8 Gempita: Kontrak RM 7,5 Miliar untuk 257 kendaraan; harga per unit sangat mahal (~USD 7 Juta), jauh melampaui harga IFV Barat, namun kapabilitas tidak sebanding.
      Skandal Helikopter MD530G: Pesanan 2016 (RM 321 Juta) tertunda bertahun-tahun; pengadaan suku cadang Nuri diduga digelembungkan (inflated prices) oleh firma yang memiliki koneksi politik tanpa keahlian teknis.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS RM 9 MILIAR + MODERNISASI MACET 20 TAHUN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN

      Hapus
    3. 2 TAHUN SIPRI KOSONG = MALONYET NGEMIS F18 - INDONESIA RELEASE F15 BY USA
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALONYET – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Status Pengadaan Alutsista (SIPRI 2020–2025)
      2020–2021: Status Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022: Status Selected Not Yet Ordered (Pemenang dipilih, tapi kontrak belum diteken).
      2023: Status Not Yet Ordered (Tanpa pesanan resmi).
      2024–2025: Status KOSONG (Vakum total, setara negara ekonomi kecil di ASEAN).
      Kegagalan Utama: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali.
      -
      Metodologi Pembiayaan "Non-Tunai"
      Karena krisis likuiditas, pengadaan alutsista beralih ke skema:
      Leasing (Sewa): Digunakan untuk 32+ item (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator).
      Barter Komoditas: Penggunaan CPO (Minyak Sawit) untuk FA-50 (Korsel) dan PT-91M (Polandia).
      Hutang G2G/Kredit Ekspor: Pinjaman jangka panjang dari Korea Selatan (KEXIM), China (Eximbank), dan Turki untuk proyek LMS.
      -
      Eskalasi Utang & Liabilitas (2010–2026)
      Tren kenaikan beban finansial nasional:
      2010: RM 407,1 Miliar (Awal pertumbuhan).
      2018: RM 1,19 Triliun (Lonjakan akibat pengungkapan utang 1MDB & PPP).
      2023: RM 1,53 Triliun (Warisan utang yang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim).
      2025: RM 1,71 Triliun (Proyeksi Tinjauan Fiskal).
      2026: RM 1,79 Triliun (Target manajemen utang tertinggi).
      -
      Indikator Krisis Ekonomi & Fiskal
      Spiral Debt-Pay-Debt: 58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan/bunga utang lama.
      Debt-to-GDP Ratio: Mendekati 97% dalam skenario stres (jika jaminan pemerintah/kontinjensi terealisasi).
      Household Debt: Mencapai 85,8% dari GDP (Tertinggi di ASEAN).
      Tekanan AS (2026): Ancaman Section 301 (Tarif 10-25%) dan IEEPA (Pemblokiran transaksi) oleh USTR.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Militer: Peringkat 42 GFP (Ke-7 di ASEAN), resmi berada di bawah Filipina.
      Manajemen Aset: Skandal proyek LCS mangkrak, hilangnya 48 pesawat Skyhawk, dan 2 mesin jet tempur.
      Administrasi & Olahraga: Sanksi AFC/CAS terkait pemain naturalisasi ilegal, kalah WO 0-3, dan gagal lolos ke Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam).
      Kritik Internal: Narasi "Melayu Malas/Miskin" (Mahathir) dan korupsi proyek banjir (Anwar Ibrahim) sebagai cerminan kegagalan sistemik.

      Hapus
    4. FAKTA : PEMBATALAN PINJAMAN MALONYET KE INDONESIA (1997/1998)
      • Status Pinjaman: Batal total; dana USD 1 miliar sama sekali tidak pernah dicairkan.
      • Penyebab dari Malonyet: Fokus menyelamatkan likuiditas domestik akibat Krisis Finansial Asia dan penerapan kebijakan kontrol modal (capital control) pada September 1998.
      • Penyebab dari Indonesia: Risiko politik ekstrem pasca-Kerusuhan Mei 1998 dan runtuhnya rezim Orde Baru yang membekukan proses administrasi.
      • Sumber: Arsip Perdana Leadership Foundation, The Wall Street Journal, serta kajian ekonomi politik UI dan UNPAR.
      --------------------------------
      MALONYET REVENUE VS. EXPENDITURE OVERVIEW
      • Revenue: RM334.1 Billion
      • Expenditure: RM470 Billion
      • Subsidy Burden: 23.9%
      • Budget Deficit: -RM135.9 Billion (Expenditure exceeding revenue, forcing new debt issuance to service existing obligations).
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Key Implications and Risks
      Long-Term Debt Obligations:
      Accumulation: Each major acquisition adds to the national debt. While spreading costs, it means a significant portion of future budgets is earmarked for debt servicing (principal and interest payments) rather than other development or operational needs.
      Sustainability: The long-term sustainability of this debt depends on MALONYET's economic growth and its ability to generate sufficient revenue.
      -----------------
      Currency Risks:
      Exchange Rate Fluctuations: This is perhaps the most significant financial risk for foreign-denominated loans. A weakening Ringgit can dramatically increase the real cost of debt repayment. For example, if MALONYET borrowed €1 billion for submarines and the Ringgit depreciates by 10% against the Euro, the cost in Ringgit terms effectively increases by 10% overnight.
      Mitigation: Governments can use currency hedging strategies (e.g., forward contracts) to mitigate this risk, but these also come with costs.
      -----------------
      Vulnerability to Project Delays:
      Escalating Costs: Large defense projects are notoriously prone to delays due to technical complexities, design changes, political issues, or contractual disputes. Delays mean that interest payments continue accumulating even before the asset is delivered or operational, pushing up the total cost.
      Opportunity Cost: The funds tied up in a delayed project cannot be used for other urgent defense needs or national priorities.
      Operational Readiness Impact: Delays in receiving crucial equipment can impact the readiness and capabilities of the armed forces, potentially leaving capability gaps.
      Maintenance and Spares: The lifecycle cost of defense equipment is often several times its initial purchase price, with ongoing expenses for maintenance, upgrades, and spare parts also requiring substantial funding.
      -----------------
      1️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
      Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
      Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      Persentase terhadap PDB: 84.3%
      Jumlah penduduk MALONYET pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang

      Hapus
    5. NEGARA GAGAL = DEBT GOVT 70,5% HOUSE 84,3% TO GDP
      NEGARA GAGAL = DEBT GOVT 70,5% HOUSE 84,3% TO GDP
      ---------------------------------
      MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = MASS LAYOFFS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2024 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
      Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
      Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
      Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
      Skala Ekonomi (PDB 2026):
      PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
      PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
      Ketahanan Fiskal:
      Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
      Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONYET PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

      Hapus
  38. JOM GELAKKAN GORILLA GUYS.... 🦍🦍πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣



    Kemhan Soal RI Masuk Skema Kontrak Jet F-15 AS: Belum Ada Rencana Pengadaan

    https://www.google.com/amp/s/katadata.co.id/amp/berita/nasional/6a8e736936b56/kemhan-soal-ri-masuk-skema-kontrak-jet-f-15-as-belum-ada-rencana-pengadaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. PESAKITAN KLAIM BANTU ...
      DEBT GOVt 70,%%
      HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      FAKTA =
      1. BANTUAN MALONYET 1997/1998 : DITOLAK/BATAL
      2. BANTUAN ACEh : DITOLAK/BATAL
      3. MALONYET BAKAR LAHAN .KALIMANTAN
      4. MALONYET BAKAR LAHAN SUMATERA
      5. PESAWAT 1 UNIT DIPERBATASAN SEAWAK versus 11 PESAWAT
      6. NGEMIS BERAS
      7. NGEMIS COAL
      8. NGEMIS LNG
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      INDONESIA (TOTAL 11 PESAWAT DI KALIMANTAN):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      MALONYET (TOTAL 1 PESAWAT DI PERBATASAN):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      -
      • Batubara (Kemendag RI): Angka 21,84 juta MT (pemenuhan 69% listrik TNB Malonyet) adalah laporan resmi tahun 2021 hasil pertemuan bilateral Wamendag RI dan Menteri Energi Malonyet.
      o Sumber Berita: Ipotnews (30 Mei 2022) dan Liputan6 (9 Juni 2022).
      • LNG (OEC / UN Comtrade PBB): Data total impor LNG Malonyet ($1,74 miliar) dan kontribusi Indonesia ($8,23 juta) ditarik dari statistik resmi laporan bea cukai global (HS Code 271111).
      o Sumber Data: OEC (The Observatory of Economic Complexity) berdasarkan basis data perdagangan dunia UN Comtrade.
      --------------------------------------------
      NGEMIS BERAS
      FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton..
      --------------------------------------------
      FAKTA :
      PEMBATALAN PINJAMAN MALONYET KE INDONESIA (1997/1998)
      -
      • Status Pinjaman: Batal total; dana USD 1 miliar sama sekali tidak pernah dicairkan.
      • Penyebab dari Malonyet: Fokus menyelamatkan likuiditas domestik akibat Krisis Finansial Asia dan penerapan kebijakan kontrol modal (capital control) pada September 1998.
      • Penyebab dari Indonesia: Risiko politik ekstrem pasca-Kerusuhan Mei 1998 dan runtuhnya rezim Orde Baru yang membekukan proses administrasi.
      • Sumber: Arsip Perdana Leadership Foundation, The Wall Street Journal, serta kajian ekonomi politik UI dan UNPAR.
      --------------------------------------------
      BANTUAN LUAR NEGERI MALONYET = DITOLAK
      -
      • Sinar Harian (Malonyet): Melaporkan respons dan keheranan pihak luar negeri terkait pengembalian bantuan kemanusiaan
      https://www.sinarharian.com.my/article/768623/global/indonesia-tolak-bantuan-beras-diaspora-aceh-di-malonyet
      -
      • CNA Indonesia: Melaporkan arahan Presiden Prabowo yang menegaskan kemampuan domestik RI dalam menangani bencana
      --------------------------------------------
      1. πŸ—’ Utang Rumah Tangga (Household Debt) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malonyet.
      2. πŸ“Š Utang Pemerintah (Govt Debt) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.

      Hapus
    2. 2 TAHUN SIPRI KOSONG = MALONYET NGEMIS F18 - INDONESIA RELEASE F15 BY USA
      -
      GFP RANK 43
      F18 BATAL
      CAS KALAH
      SANKSI AFC
      HUTANG BAYAR HUTANG
      SANKSI SECTION 301 USA
      SANKSI IEPA US
      -
      PERTAHANAN & MILITER
      SIPRI: Laporan impor senjata kosong selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      Pengadaan F/A-18: Rencana pembelian Hornet bekas Kuwait resmi batal setelah 4 kali upaya (laporan NST & Bernama).
      Peringkat GFP: Berada di peringkat 42 dunia (posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      Perbandingan: Indonesia jauh memimpin (Peringkat 13) dengan daftar belanja alutsista baru (Rafale, A400M, kapal selam, dll).
      -
      KRISIS EKONOMI & UTANG
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren membayar utang dengan utang baru terus berlanjut (Proyeksi 58% pinjaman baru di 2026 hanya untuk cicilan).
      Sanksi Dagang AS: Terkena Section 301 (kenaikan tarif 10-25% produk ekspor) dan ancaman IEEPA (pemblokiran aset/transaksi) oleh USTR Amerika Serikat.
      -
      SEPAK BOLA (FAM)
      Putusan CAS: Banding ditolak, wajib bayar denda Rp7,5 Miliar, dan 7 pemain naturalisasi dilarang bermain selamanya.
      Sanksi AFC: Kemenangan kualifikasi diubah menjadi kalah WO (0-3) karena pemain ilegal.
      Gagal Total: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi digantikan oleh Vietnam.
      --------------------------------
      1. Fenomena "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data menunjukkan adanya jebakan fiskal di mana porsi pinjaman baru digunakan mayoritas (58% - 64,3%) hanya untuk melunasi cicilan pokok dan bunga utang lama.
      Dampak Militer: Anggaran belanja modal (Capital Expenditure) untuk alutsista baru tergerus oleh biaya operasional dan cicilan utang. Akibatnya, pengadaan besar seperti F/A-18 Hornet bekas dari Kuwait pun mengalami pembatalan berulang kali (4x) karena keterbatasan dana tunai.
      2. Pergeseran Model Pengadaan: Dari Cash ke Barter/Kredit
      Keterbatasan likuiditas memaksa skema pengadaan yang tidak lazim:
      Barter CPO: Digunakan pada kesepakatan dengan Korea Selatan (FA-50) dan Polandia (PT-91M). Ini menunjukkan upaya mempertahankan cadangan devisa dengan menukar komoditas.
      Kredit Ekspor 100%: Seperti pada LMS Batch 1 (China), yang meskipun bunganya murah (3,5%), menambah eksposur utang luar negeri jangka panjang.
      3. Stagnasi Kekuatan Tempur (Analisis SIPRI & GFP)
      SIPRI Kosong: Absennya data transfer senjata dalam 2 tahun terakhir (2024-2025) menandakan tidak adanya pengiriman aset strategis yang signifikan. Bandingkan dengan Indonesia yang memiliki daftar panjang (Rafale, A400M, dll).
      Penurunan Rank GFP: Peringkat 42 (di bawah Filipina) mencerminkan efek domino dari penundaan proyek (seperti LCS yang melibatkan 17 kreditor) dan kegagalan regenerasi pesawat tempur (MRCA/LCA).
      4. Risiko Eksternal: Sanksi Internasional & Reputasi
      Sanksi Olahraga (CAS/AFC): Kekalahan hukum terkait pemain naturalisasi ilegal bukan hanya soal sepak bola, tapi mencerminkan kelemahan administrasi dan diplomasi internasional yang berdampak pada citra negara.
      Tekanan Ekonomi AS (Section 301/IEEPA): Ancaman tarif pembalasasan dari AS pada sektor manufaktur (E&E) dapat memperburuk rasio Debt-to-GDP yang diprediksi menembus 69% pada 2025-2029.

      Hapus
    3. NEGARA GAGAL = DEBT GOVT 70,5% HOUSE 84,3% TO GDP
      NEGARA GAGAL = DEBT GOVT 70,5% HOUSE 84,3% TO GDP
      ---------------------------------
      MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = MASS LAYOFFS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2024 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
      Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Radius Tempur & Dominasi Geografis:
      Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
      Kesehatan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
      Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
      Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
      F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
      MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
      Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

      Hapus
  39. JOM GELAKKAN GORILLA GUYS.... 🦍🦍πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣



    Kemhan Soal RI Masuk Skema Kontrak Jet F-15 AS: Belum Ada Rencana Pengadaan

    https://www.google.com/amp/s/katadata.co.id/amp/berita/nasional/6a8e736936b56/kemhan-soal-ri-masuk-skema-kontrak-jet-f-15-as-belum-ada-rencana-pengadaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. PESAKITAN KLAIM BANTU ...
      DEBT GOVt 70,%%
      HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      FAKTA =
      1. BANTUAN MALONYET 1997/1998 : DITOLAK/BATAL
      2. BANTUAN ACEh : DITOLAK/BATAL
      3. MALONYET BAKAR LAHAN .KALIMANTAN
      4. MALONYET BAKAR LAHAN SUMATERA
      5. PESAWAT 1 UNIT DIPERBATASAN SEAWAK versus 11 PESAWAT
      6. NGEMIS BERAS
      7. NGEMIS COAL
      8. NGEMIS LNG
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      INDONESIA (TOTAL 11 PESAWAT DI KALIMANTAN):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      MALONYET (TOTAL 1 PESAWAT DI PERBATASAN):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      -
      • Batubara (Kemendag RI): Angka 21,84 juta MT (pemenuhan 69% listrik TNB Malonyet) adalah laporan resmi tahun 2021 hasil pertemuan bilateral Wamendag RI dan Menteri Energi Malonyet.
      o Sumber Berita: Ipotnews (30 Mei 2022) dan Liputan6 (9 Juni 2022).
      • LNG (OEC / UN Comtrade PBB): Data total impor LNG Malonyet ($1,74 miliar) dan kontribusi Indonesia ($8,23 juta) ditarik dari statistik resmi laporan bea cukai global (HS Code 271111).
      o Sumber Data: OEC (The Observatory of Economic Complexity) berdasarkan basis data perdagangan dunia UN Comtrade.
      --------------------------------------------
      NGEMIS BERAS
      FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton..
      --------------------------------------------
      FAKTA :
      PEMBATALAN PINJAMAN MALONYET KE INDONESIA (1997/1998)
      -
      • Status Pinjaman: Batal total; dana USD 1 miliar sama sekali tidak pernah dicairkan.
      • Penyebab dari Malonyet: Fokus menyelamatkan likuiditas domestik akibat Krisis Finansial Asia dan penerapan kebijakan kontrol modal (capital control) pada September 1998.
      • Penyebab dari Indonesia: Risiko politik ekstrem pasca-Kerusuhan Mei 1998 dan runtuhnya rezim Orde Baru yang membekukan proses administrasi.
      • Sumber: Arsip Perdana Leadership Foundation, The Wall Street Journal, serta kajian ekonomi politik UI dan UNPAR.
      --------------------------------------------
      BANTUAN LUAR NEGERI MALONYET = DITOLAK
      -
      • Sinar Harian (Malonyet): Melaporkan respons dan keheranan pihak luar negeri terkait pengembalian bantuan kemanusiaan
      https://www.sinarharian.com.my/article/768623/global/indonesia-tolak-bantuan-beras-diaspora-aceh-di-malonyet
      -
      • CNA Indonesia: Melaporkan arahan Presiden Prabowo yang menegaskan kemampuan domestik RI dalam menangani bencana
      --------------------------------------------
      1. πŸ—’ Utang Rumah Tangga (Household Debt) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malonyet.
      2. πŸ“Š Utang Pemerintah (Govt Debt) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.

      Hapus
    2. HUTANG BAYAR HUTANG = DEFISIT 1998-2026 (28 TAHUN)
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP .........
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------
      Status Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
      INDONESIA (Agresif & Ekspansif):
      Udara: Akuisisi Rafale F-4, pesawat angkut A400M Atlas, sistem Air Refuel, dan drone ANKA-S.
      Laut: Mesin kapal LM-2500, kapal perang PPA-L-Plus, dan Ship Engine lainnya.
      Darat/Rudal: Rudal balistik BORA dan KHAN, serta mesin TP400-D6.
      MALAYSEWA (Stagnan/Kosong):
      Tidak ada catatan transfer alutsista utama baru dalam database SIPRI periode tersebut.
      -
      Skandal & Masalah Struktural MALAYSEWA
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Dana RM9 miliar cair, namun tidak ada kapal yang dikirim hingga 2025.
      Kegagalan MD530G: Pembayaran uang muka 35% untuk helikopter "hantu" yang pengirimannya terus tertunda.
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang menjual data klasifikasi ke sindikat penyelundup.
      Krisis Anggaran: Pengeluaran pertahanan di bawah 1.5% PDB, jauh di bawah standar regional.

      Hapus
    3. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN UDARA & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi konflik global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN ARMADA UDARA (RMAF / TUDM):
      Krisis Jet Tempur (2025):
      F/A-18D Hornet (1997): Menua, butuh peningkatan tengah umur (MLU), jangkauan serang terbatas.
      Su-30MKM (2007): Sering grounded akibat kelangkaan suku cadang dan pemeliharaan tertunda. Kesiapan sering di bawah 50%.
      Kegagalan MiG-29: Dipensiunkan dini (2015) karena biaya operasional tinggi. Program pengganti (MRCA) tertunda lebih dari satu dekade. Hasil: "Air Power Gap" fatal.
      Kelemahan Maritim & Transportasi: Bergantung pada King Air B200T yang usang untuk monitor Laut Cina Selatan; tidak mampu beli P-8 Poseidon karena miskin.
      Krisis Helikopter: Nuri pensiun (2019) setelah banyak kecelakaan maut. Pengganti sangat minim (hanya AW139/EC725 terbatas), melumpuhkan SAR dan mobilitas pasukan.
      Hanud Nihil: TANPA sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) jarak jauh. Hanya mengandalkan MANPADS jarak pendek; wilayah udara sangat rentan ditembus.
      ________________________________________
      KRISIS ANGGARAN & MISMANAJEMEN KRONIS:
      Alokasi Terendah ASEAN: Belanja pertahanan hanya ~1% PDB (2024), jauh di bawah Singapura (3%) atau Vietnam. MALONYET tidak mampu membiayai militer modern.
      Kanibalisme Gaji: 50-55% anggaran habis untuk gaji dan pensiun; modernisasi (procurement) hanya dapat sisa 15-20%. Pasukan banyak tapi under-equipped.
      Skandal LCS & Alutsista: Korupsi dan campur tangan politik membuat miliaran ringgit terbuang (Skandal LCS sejak 2011 nol kapal). Kepercayaan perwira ATM terhadap sistem pengadaan hancur.
      Kebijakan Jangka Pendek: Setiap ganti pemerintah, prioritas diatur ulang (reset). Kertas Putih Pertahanan 2019 diabaikan total karena krisis fiskal.
      Readiness Rendah: Dana untuk suku cadang dan bahan bakar tidak cukup. Kapal selam dan jet tempur sering tidak operasional karena kurangnya pemeliharaan rutin.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + ARMADA UDARA USANG + TANPA HANUD SAM = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
  40. F-15 dalam MIMPI GORILLA... 🦍🦍🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Sektor Pertahanan (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Ekspansi Alutsista): Memiliki daftar panjang transfer senjata modern (1 Lembar Penuh) termasuk:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, ANKA-S (Drone), Air Refuel System.
      Laut: PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500.
      Rudal/Mesin: Rudal BORA & KHAN, Mesin TP400-D6.
      MALAYSEWA (Stagnasi): Catatan transfer senjata KOSONG (Zero). Tidak ada pengadaan alutsista utama baru yang terdaftar.
      -
      Krisis Ketahanan Pangan MALAYSEWA
      Ketergantungan tinggi pada impor akibat rendahnya tingkat kemandirian lokal:
      Krisis Beras: Mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) per Mei 2025 untuk stok Sarawak.
      Krisis Protein:
      Unggas: Menjadi net importer ayam (Juli 2025) dan penghapusan total subsidi telur (Agustus 2025) demi hemat anggaran RM1,2 miliar.
      Genetika: Terpaksa impor Ayam GPS (Grand Parent Stock) dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kualitas indukan.
      Daging Merah: Ketergantungan impor mencapai 90% (Sapi/Kambing) dengan tingkat kemandirian di bawah 15%.

      Hapus
    2. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Krisis Hutang & Beban Rakyat MALAYSEWA (2025)
      Beban finansial yang mencapai titik kritis secara nasional maupun personal:
      Hutang Pemerintah: Proyeksi melonjak hingga RM1,71 Triliun (69% dari PDB).
      Hutang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka RM1,73 Triliun (85,8% dari PDB).
      Beban Per Kapita (Rata-rata per orang):
      Tanggungan Hutang Pemerintah: RM36.139 / orang.
      Tanggungan Hutang Rumah Tangga: RM45.859 / orang.
      Total Beban Hutang Gabungan: Mendekati RM82.000 per warga negara.
      -
      Perbandingan Strategis
      Indonesia: Fokus pada penguatan kedaulatan militer dan menjadi eksportir pangan (beras) bagi tetangga.
      MALAYSEWA: Menghadapi "Triple Crisis" (Hutang, Pangan, dan Alutsista). Prioritas anggaran bergeser dari modernisasi militer ke stabilitas perut rakyat dan pembayaran bunga hutang.

      Hapus
    3. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN INDUSTRI & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN INDUSTRI PERTAHANAN LOKAL:
      Ketergantungan Teknologi Asing: Perusahaan lokal (BNS, DefTech, SME Ordnance) hanya menjadi tukang rakit atau pemegang lisensi; AV-8 Gempita (Turki), LCS (Prancis). Industri lumpuh saat mitra asing mundur atau dana ToT habis.
      Riset & Inovasi Nihil: Anggaran R&D pertahanan jauh di bawah 1% dari total belanja militer. Tidak ada ekosistem riset yang mandiri seperti di Singapura atau Korea Selatan.
      Mismanajemen Proyek Masif: Proyek prestisius diberikan melampaui kapasitas perusahaan; contoh Boustead Naval Shipyard (BNS) gagal kirim 1 pun kapal LCS meski sudah habiskan RM 9 Miliar.
      Pasar Domestik Kecil: Anggaran rendah membuat pesanan dalam negeri tidak cukup untuk produksi skala besar; tanpa ekspor, perusahaan tidak mencapai economies of scale.
      Intervensi Politik: Kontrak sering diberikan kepada firma yang memiliki koneksi politik daripada keahlian teknis, menjadikannya alat patronase, bukan kapabilitas.
      ________________________________________
      KRISIS ANGGARAN KRONIS & KELEMAHAN OPERASIONAL:
      Pendanaan Rendah (Chronic Underfunding): Belanja militer hanya ~1% dari PDB, terendah di ASEAN. Program ditarik paksa hingga dekadean, dikurangi skalanya, atau akhirnya dibatalkan.
      Instabilitas Politik: 5 PM dalam 7 tahun menyebabkan kebijakan berubah-ubah. Rencana jangka panjang (Kertas Putih Pertahanan 2019) runtuh karena tidak ada konsistensi eksekusi.
      Distribusi Anggaran Cacat: 50-60% dana habis untuk gaji dan pensiun; kurang dari 20% tersisa untuk modernisasi (procurement). Hasilnya: pasukan besar tapi under-equipped.
      Skandal & Penundaan: Program MRCA untuk ganti MiG-29 dibahas sejak 2007, namun hingga 2025 nol pesawat baru yang operasional. Skandal LCS mengikis kepercayaan publik.
      Kelemahan Pemeliharaan: Kesiapan tempur Su-30MKM sering di bawah 50%; suku cadang langka dan rantai pasok lemah mengakibatkan downtime peralatan yang sangat lama.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + INDUSTRI "TUKANG RAKIT" + MISMANAJEMEN LCS = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    4. NEGARA GAGAL = DEBT GOVT 70,5% HOUSE 84,3% TO GDP
      NEGARA GAGAL = DEBT GOVT 70,5% HOUSE 84,3% TO GDP
      ---------------------------------
      MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = MASS LAYOFFS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2024 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

      Hapus
    5. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Dominasi Skala Ekonomi: Indonesia sebagai Gajah Asia
      Indonesia telah melakukan decoupling (pemisahan kasta) dari ekonomi regional ASEAN:
      PDB PPP (Daya Beli Riil): Dengan angka US$ 5,69 Triliun, Indonesia menempati Peringkat 6 Dunia, melampaui Jerman, Inggris, dan Prancis.
      Skala Banding: Ekonomi riil Indonesia setara dengan gabungan Thailand + Vietnam + Filipina.
      Rasio vs MALAYSEWA: Indonesia 4,24x lebih besar.
      PDB Nominal (Nilai Pasar): Indonesia mencapai US$ 1,69 Triliun (Peringkat 15 Dunia).
      Rasio vs MALAYSEWA: Indonesia 3,67x lebih besar.
      -
      Kontras Kesehatan Fiskal & Profil Risiko
      Perbedaan fundamental dalam pengelolaan keuangan negara:
      Indonesia (Pruden & Sehat):
      Rasio Utang: Terjaga stabil di kisaran 40%, jauh di bawah batas aman UU (60%).
      Utang Rumah Tangga: Sangat rendah (16%), memberikan ruang konsumsi domestik yang kuat tanpa beban cicilan ekstrem.
      MALAYSEWA (Zona Merah Fiskal):
      Rasio Utang: Melonjak hingga 69% - 70,5% (2024-2025), melewati limit internal 65%.
      Bom Waktu Rumah Tangga: Rasio utang rumah tangga mencapai 84,3%, salah satu yang tertinggi di Asia, yang mencekik daya beli rakyat.

      Hapus

  41. KAH.. KAH.. KAH.... MALUNYA GUYS... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣



    RI Disebut Bakal Beli F 15 Eagle, Kemhan Tegaskan Belum Ada Kontrak

    https://m.cobisnis.com/ri-disebut-bakal-beli-f-15-eagle-kemhan-tegaskan-belum-ada-kontrak

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      MALONYET ARMED FORCES LOGISTIC MANAGEMENT PROBLEM
      MALONYET ARMED FORCES LOGISTIC MANAGEMENT PROBLEM
      MALONYET ARMED FORCES LOGISTIC MANAGEMENT PROBLEM
      Most of the assets bought by the MALONYET government in solidify the country’s defence were used and outdated. This creates various problems; and the used and outdated airforce assets will expose to the air threat from the enemy [5]. This is because most of the MALONYET Army (MA), Royal MALONYET Navy (RMN) and Royal MALONYET Air Force (RMAF) equipments were bought between 1970s to the end of 1990s and still in MAF main inventory [6]. Other than that, lack of modern and latest military assets faced by MAF, will expose it to the internal threat and especially external threat that is escalating with the uncontrollable situation in the southern Philippines and China’s aggressive stand in the island conflict issue in the South China Sea [7]. Besides, the government is incapable to provide and equip modern and latest defence assets to MAF. Moreover, KD Rahman submarine issue (Scorpene) that cannot submerge in the demersal because of technical problem in 2010. It was a conventional submarine that can hold 10 torpedo and 30 mine destructors, was able to observe the country’s waters between 100 to 200 meters in depth. This also shows that the defence asset is outdated and cannot function well [8]. With various reports on pirates’ attacks and abductions in Sabah waters, terrorists attack in Lahad Datu in February 2013 and recently the missing RMN boat KD Perdana on 22 May 2017 for a few days due to communication problem. This scenario creates concern towards MAF logistics to ensure and guarantee the country’s security. With many series of RMAF training and fighter aircrafts crashes and accidents involving MA and vehicles damages that happen quite often, raise questions to the government policy that still maintain the outdated vehicles for country’s defence. Therefore, this study examines the problem in MAF logistic aspect and the effect towards the country’s security.....

      Hapus
    2. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      ---------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) faces a number of challenges, including:
      • Outdated equipment
      Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s, and the government is unable to provide modern assets. For example, the KD Rahman submarine was unable to submerge due to technical issues in 2010.
      • Misappropriation of funds
      There have been multiple instances of public funds being misappropriated under the guise of meeting defense needs.
      • Army-centric mindset
      MALONYET has an army-centric mindset, even though the country is surrounded by water.
      • Double budgetary allocation
      The army receives more of the budget than the other services.
      • Lack of standard operating procedures
      There are issues with standard operating procedures, from the e-procurement process to inventory receipts.
      • Tension between public and military
      There is tension between the public's right to know and the military's "need-to-know" policies
      --------------------------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html

      Hapus
    3. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KELUMPUHAN KEBIJAKAN & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      ANALISA KEBIJAKAN "PLIN-PLAN" (POLICY FLIP-FLOPS):
      Instabilitas Politik Masif: 5 PM dalam 7 tahun (Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar) menyebabkan prioritas pertahanan berubah setiap ganti pemimpin.
      Fokus Jangka Pendek: Politisi mengutamakan siklus pemilu 5 tahun daripada modernisasi pertahanan jangka panjang (15-20 tahun).
      Tekanan Hutang: Hutang nasional mencapai 69% PDB (2025) membuat program alutsista mahal selalu menjadi yang pertama dipotong atau ditunda.
      Siklus "Tunda Nanti": Program strategis seperti MRCA dan kapal selam terus terjebak dalam siklus penundaan tanpa kepastian eksekusi.
      CONTOH NYATA KEGAGALAN KEBIJAKAN:
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan ganti MiG-29 sejak 2007. Diuji, ditunda, dibatalkan, lalu turun kasta ke jet ringan FA-50 (pengiriman baru mulai 2026). Hasil: 20 tahun nol pesawat tempur baru.
      Program LCS (Kapal Perang): Disetujui 2011 (6 kapal), dihentikan 2018 (mismanajemen), dimulai lagi 2020 (restrukturisasi). Hasil: 15 tahun nol kapal terkirim.
      ________________________________________
      KELEMAHAN FATAL STRUKTUR MATRA (ATM):
      Angkatan Darat (TDM) - Lemah & Kuno:
      Tank: Tanpa Main Battle Tank (MBT) modern; hanya PT-91M Pendekar (teknologi 2000-an) yang kalah kelas dibanding Leopard 2 atau T-90.
      Artileri: Bergantung pada meriam 105mm tua; tanpa MLRS jarak jauh seperti ASTROS (Indonesia) atau HIMARS (Singapura).
      Hanud: Tanpa rudal SAM jarak menengah/jauh; wilayah udara terbuka lebar terhadap serangan musuh.
      Angkatan Laut (TLDM) - Menyusut & Menua:
      Frigat/Korvet: Kapal kelas Lekiu (1990-an) dan Laksamana (1980-an) sudah mencapai batas usia pakai.
      Kapal Selam: Hanya 2 unit Scorpene yang menua dengan biaya perawatan sangat mahal; tidak cukup menutupi wilayah semenanjung dan timur sekaligus.
      Skandal LCS: Kegagalan pengiriman 6 kapal Gowind sejak 2011 melumpuhkan kemampuan patroli di ZEE Laut Cina Selatan.
      KESIMPULAN:
      5X GANTI PM + KEBIJAKAN PLIN-PLAN + ARMADA TAHUN 80-AN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    4. FAKTA : PEMBATALAN PINJAMAN MALONYET KE INDONESIA (1997/1998)
      • Status Pinjaman: Batal total; dana USD 1 miliar sama sekali tidak pernah dicairkan.
      • Penyebab dari Malonyet: Fokus menyelamatkan likuiditas domestik akibat Krisis Finansial Asia dan penerapan kebijakan kontrol modal (capital control) pada September 1998.
      • Penyebab dari Indonesia: Risiko politik ekstrem pasca-Kerusuhan Mei 1998 dan runtuhnya rezim Orde Baru yang membekukan proses administrasi.
      • Sumber: Arsip Perdana Leadership Foundation, The Wall Street Journal, serta kajian ekonomi politik UI dan UNPAR.
      --------------------------------
      MALONYET REVENUE VS. EXPENDITURE OVERVIEW
      • Revenue: RM334.1 Billion
      • Expenditure: RM470 Billion
      • Subsidy Burden: 23.9%
      • Budget Deficit: -RM135.9 Billion (Expenditure exceeding revenue, forcing new debt issuance to service existing obligations).
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Examples of MALONYETn Procurement / Defense Asset Lawsuits or Legal Claims
      Case Parties / Claimant Issue / Cause of Suit Outcome / Status
      Black Hawk Helicopter Lease Aerotree Defence and Services Sdn Bhd (claimant) vs Government / Ministry of Defence / Secretary-General Aerotree leased four UH-60A Black Hawk helicopters (5-year lease). The government cancelled the lease, and Aerotree filed suit seeking compensation for damages from cancellation. Government says it had “clear grounds” to cancel (supplier failed to deliver even after extension). The lawsuit is in the High Court. Aerotree is seeking RM353 million in damages.
      Littoral Combat Ship (LCS) Project – Subcontractors vs BHIC / Directors Contraves Advanced Devices Sdn Bhd (CAD) & Contraves Electrodynamics Sdn Bhd (CED) vs Boustead Heavy Industries Corp Bhd (BHIC), BHIC Defence Technologies, and certain directors (Salihin Abang, Syed Zahiruddin Putra Syed Osman) After LOAs (Letters of Award) for equipment/weaponry supply in the LCS project were terminated, the subcontractors claimed: that LOAs were still valid, sought payment of claimed outstanding amounts (around RM470.8 million), and alleged breach of fiduciary duties by the directors. In September 2025, the Kuala Lumpur High Court struck out the lawsuit: BHIC and its unit’s applications to strike out the suit were allowed; likewise the directors’ applications. CAD and CED’s claims were dismissed. Costs were ordered against CAD/CED and their CEO.
      Scorpene Submarine Deal – French Indictments / Civil Lawsuits Thales / DCN (France) & associated individuals vs MALONYETn interests (or public / NGOs) Accusations of kickbacks / bribery in the 2002 Scorpene submarine deal: specifically allegations that in the financing or “support service” contract, funds were misused, or that commissions were paid improperly to intermediaries linked to MALONYETn political persons. NGOs like Suaram filed complaints; French courts have indicted some individuals. Investigations are ongoing or have been reopened. Some indictments in France; however, full outcomes / accountability in MALONYET have been contentious and politically sensitive.
      ________________________________________
      Insights / Observations from These Cases
      Many of the lawsuits or claims revolve around contract cancellation, non-delivery, termination of sub-contracts, or non-payment for services or parts.
      A recurring theme is cost overruns / delays in delivery (especially in large naval shipbuilding or vessel projects).
      Another common claim is misconduct, misuse of funds, or alleged corruption / bribery associated with procurement deals.
      The government often responds by citing breach of contract by the private company (e.g. supplier failure to deliver or meet obligations).
      Many suits are either struck out, settled, or remain pending, often complicated by political, legal, or evidentiary issues.


      Hapus
    5. FAKTA : PEMBATALAN PINJAMAN MALONYET KE INDONESIA (1997/1998)
      • Status Pinjaman: Batal total; dana USD 1 miliar sama sekali tidak pernah dicairkan.
      • Penyebab dari Malonyet: Fokus menyelamatkan likuiditas domestik akibat Krisis Finansial Asia dan penerapan kebijakan kontrol modal (capital control) pada September 1998.
      • Penyebab dari Indonesia: Risiko politik ekstrem pasca-Kerusuhan Mei 1998 dan runtuhnya rezim Orde Baru yang membekukan proses administrasi.
      • Sumber: Arsip Perdana Leadership Foundation, The Wall Street Journal, serta kajian ekonomi politik UI dan UNPAR.
      --------------------------------
      MALONYET REVENUE VS. EXPENDITURE OVERVIEW
      • Revenue: RM334.1 Billion
      • Expenditure: RM470 Billion
      • Subsidy Burden: 23.9%
      • Budget Deficit: -RM135.9 Billion (Expenditure exceeding revenue, forcing new debt issuance to service existing obligations).
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      MALONYET's defense procurement, like that of many nations, often involves significant financial arrangements, including loans. Here's a detailed breakdown of how loans typically factor into MALONYET's defense spending:
      1. The Need for Loans in Defense Procurement:
      High Costs: Modern military equipment (fighter jets, warships, submarines, advanced weaponry, radar systems) is incredibly expensive. A single major platform can cost hundreds of millions or even billions of dollars.
      Budgetary Constraints: Even with a dedicated defense budget, it's rare for a nation to have enough readily available cash to make outright purchases of all desired equipment, especially for large-scale modernization programs.
      Strategic Importance: Defense capabilities are crucial for national security, sovereignty, and regional stability. Delays in procurement due to lack of immediate funds can have serious strategic implications.
      Long-Term Investments: Military assets have long operational lifespans, often decades. Financing them over a longer period through loans aligns with the long-term utility of the assets.
      -----------------
      2. Types of Loans and Financing Mechanisms:
      Government-to-Government (G2G) Loans:
      Description: These are loans provided directly by the government of the exporting country to the MALONYETn government. They often come with favorable terms (lower interest rates, longer repayment periods) as they are part of broader bilateral defense cooperation agreements.
      Example: A country like France or Germany might offer a G2G loan to MALONYET to facilitate the purchase of their defense industry's products.
      Export Credit Agencies (ECAs):
      Description: Many exporting nations have ECAs (e.g., France's Bpifrance, Germany's Euler Hermes, UK's UK Export Finance) that provide guarantees or direct loans to support their domestic industries' exports, including defense. These loans are usually attractive because they reduce risk for commercial banks and often have competitive terms.
      Mechanism: The ECA might guarantee a loan from a commercial bank to MALONYET, making it easier and cheaper for MALONYET to borrow. Or, the ECA might provide direct financing.
      Commercial Bank Loans/Syndicated Loans:
      Description: MALONYET can also secure loans from international commercial banks or consortia of banks (syndicated loans). These are typically market-rate loans, but for large defense projects, they can still be a viable option.
      Considerations: Interest rates and terms will depend on MALONYET's credit rating and prevailing market conditions.
      Vendor Financing:
      Description: Sometimes, the defense contractor itself (the vendor) or its associated financial arm might offer financing solutions to the buyer. This is less common for entire platforms but can occur for components or upgrades.
      Leasing Agreements:
      Description: While not strictly a "loan," leasing allows MALONYET to use defense assets for a specified period by paying regular installments, without immediately owning them. This can be attractive for certain types of equipment or to manage budget cycles.

      Hapus

  42. KAH.. KAH.. KAH.... MALUNYA GUYS... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣



    RI Disebut Bakal Beli F 15 Eagle, Kemhan Tegaskan Belum Ada Kontrak

    https://m.cobisnis.com/ri-disebut-bakal-beli-f-15-eagle-kemhan-tegaskan-belum-ada-kontrak

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      MALONYET 's defense policy faces a number of challenges, including:
      • Corruption
      The military has been accused of corruption in defense procurement. The government's Integrity Plan addresses corruption, but it's not a strategic document.
      • Recruitment
      The military has difficulty recruiting and retaining qualified personnel. This is partly due to poor service conditions.
      • Infrastructure
      The defense infrastructure needs to be fixed, but the government is prioritizing other needs.
      • Ethnic composition
      The armed forces are overrepresented by Indigenous MALONYET s (Bumiputeras) and underrepresented by ethnic Chinese MALONYET s.
      • Budget
      MALONYET has consistently underspent on defense needs.
      • Defense industry
      The defense industry has challenges with research and development, techNOLogy transfer, and job creation.
      • Territorial disputes
      MALONYET has territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a negative impact on MALONYET 's economy and social activities.
      • Maritime defense
      The Strait of Singapore is critical for MALONYET 's maritime defense, but it's also important for international commerce.
      Some of the challenges have been addressed by the Anwar government, which has implemented plans to attract more non-Bumiputeras to the military.
      ------------------------------------------------
      Some factors that contribute to the MALONYET Army's perceived weakness include:
      • Political instability: Frequent government changes since 2018 have made it difficult for the MALONYET Armed Forces (MAF) to receive the support it needs.
      • Corruption: The MAF has been plagued by corruption.
      • Poor planning: The MAF has been criticized for poor planning.
      • Political interference: Political leaders have interfered in the MAF's procurement process.
      • Outdated equipment: Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s, and the government has been unable to provide modern equipment.
      Lack of military knowledge: Military personnel have struggled with decision-making and problem-solving during military operations

      Hapus
    2. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Realisasi Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
      Daftar ini menunjukkan negara dengan kontrak nyata yang sedang berjalan:
      Peringkat 18 (Dunia): Indonesia (Pemimpin di Asia Tenggara dengan pangsa 1,5%).
      Peringkat 23: Filipina.
      Peringkat 26: Singapura.
      Peringkat 40: Thailand.
      Status MALAYSEWA: KOSONG (Absen dari daftar 40 besar; status hanya Planned atau Not Yet Ordered).
      -
      Daftar Belanja Utama Indonesia (2024–2025)
      Indonesia mencatatkan satu lembar penuh realisasi alutsista strategis:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, LM-2500 Gas Turbines.
      Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
      -
      Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
      Vietnam – Peringkat 23
      Thailand – Peringkat 24
      Singapura – Peringkat 29
      Myanmar – Peringkat 35
      Filipina – Peringkat 41
      MALAYSEWA – Peringkat 42

      Hapus
    3. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN FISKAL & PROCUREMENT FLIP-FLOP
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA "PROCUREMENT FLIP-FLOP" (PENGADAAN PLIN-PLAN):
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan ganti MiG-29 sejak 2007. Setelah 20 tahun hanya window shopping Rafale hingga Gripen, akhirnya turun kasta ke jet ringan FA-50 (tiba 2026). Hasil: Gagal total menjaga superioritas udara.
      Fiasco LCS (Kapal Perang): Disetujui 2011 (6 kapal); dihentikan 2019 karena audit korupsi; dimulai lagi 2022 dengan pengurangan jumlah kapal dan kenaikan biaya masif. Hasil: 15 tahun nol kapal terkirim.
      Penggantian Helikopter Nuri: Nuri dipensiunkan mendadak (2017). Kontrak sewa Black Hawk 2023 runtuh karena sengketa dan usia aset tua ("Peti Mati Terbang"). Hasil: Bergantung pada helikopter sewa ad-hoc.
      Kendaraan Lapis Baja TDM: Rencana tender 4x4 dan 6x6 baru dibatalkan dan dibekukan berulang kali. Hasil: Terjebak menggunakan APC Condor era 1980-an.
      ________________________________________
      KEBATASAN RUANG FISKAL (LIMITED FISCAL SPACE):
      Beban Hutang Raksasa: Per pertengahan 2025, hutang mencapai RM 1,3 Triliun (69% PDB). Cicilan bunga hutang saja memakan 15-17% pendapatan federal.
      Pendapatan Terbatas: Penghapusan GST (2018) mempersempit basis pajak; ketergantungan pada minyak yang volatil (20-25% pendapatan) memicu stres fiskal saat harga turun.
      Prioritas Sosial yang Memaksa: Dana terserap habis untuk subsidi bahan bakar, bantuan tunai, serta sektor pendidikan dan kesehatan. Pertahanan dianggap "bukan prioritas".
      Rigiditas Anggaran Operasional: 70% anggaran pertahanan terkunci untuk gaji, pensiun, dan tunjangan. Sangat sedikit yang tersisa untuk modernisasi (CAPEX).
      Pelemahan Ringgit: Depresiasi Ringgit terhadap USD (RM 4.70 - 4.80) menghancurkan daya beli alutsista impor. Kontrak dalam USD menjadi jauh lebih mahal dalam mata uang lokal.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + KEBIJAKAN PLIN-PLAN + HUTANG 69% PDB = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    4. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
      Perbandingan aktivitas transfer senjata internasional berdasarkan laporan terbaru:
      INDONESIA (1 Lembar Penuh - Aktif): Berhasil mengamankan aset strategis:
      Matra Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
      Matra Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin Gas Turbin LM-2500.
      Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
      MALAYSEWA (Lembar Kosong - Lumpuh): Status pengadaan 6 tahun terakhir:
      2020–2021: Planned (Hanya wacana).
      2022: Selected Not Yet Ordered (Pilih tapi tidak beli).
      2023: Not Yet Ordered (Tanpa pesanan).
      2024–2025: KOSONG (Absen total dari radar SIPRI).
      -
      Hirarki Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
      Pergeseran peringkat yang menunjukkan penurunan drastis kredibilitas pertahanan MALAYSEWA:
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
      Vietnam – Peringkat 23
      Thailand – Peringkat 24
      Singapura – Peringkat 29
      Myanmar – Peringkat 35
      Filipina – Peringkat 41
      MALAYSEWA – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina & Myanmar).

      Hapus
  43. F18 MALONYET NGEMIS
    F15 INDONESIA RILIS
    -
    F-15 Eagle Contract
    • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
    • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
    https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
    --------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

    --------------------------------------------
    Matra Udara
    • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
    • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
    • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
    • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
    • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
    • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
    Matra Darat & Laut
    • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
    • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
    • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
    • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
    Beban Keuangan & Embargo
    • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
    • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    --------------------------------------------
    Realisasi Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
    Daftar ini menunjukkan negara dengan kontrak nyata yang sedang berjalan:
    Peringkat 18 (Dunia): Indonesia (Pemimpin di Asia Tenggara dengan pangsa 1,5%).
    Peringkat 23: Filipina.
    Peringkat 26: Singapura.
    Peringkat 40: Thailand.
    Status MALAYSEWA: KOSONG (Absen dari daftar 40 besar; status hanya Planned atau Not Yet Ordered).
    -
    Daftar Belanja Utama Indonesia (2024–2025)
    Indonesia mencatatkan satu lembar penuh realisasi alutsista strategis:
    Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
    Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, LM-2500 Gas Turbines.
    Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
    -
    Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
    Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
    Vietnam – Peringkat 23
    Thailand – Peringkat 24
    Singapura – Peringkat 29
    Myanmar – Peringkat 35
    Filipina – Peringkat 41
    MALAYSEWA – Peringkat 42

    BalasHapus
  44. F18 MALONYET NGEMIS
    F15 INDONESIA RILIS
    -
    F-15 Eagle Contract
    • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
    • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
    https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
    --------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

    --------------------------------------------
    Matra Udara
    • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
    • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
    • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
    • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
    • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
    • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
    Matra Darat & Laut
    • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
    • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
    • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
    • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
    Beban Keuangan & Embargo
    • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
    • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    --------------------------------------------
    Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
    Perbandingan realisasi transfer senjata internasional (2024–2025):
    INDONESIA (1 Lembar Penuh): Sukses mengamankan aset strategis:
    Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refuel System.
    Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin LM-2500.
    Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
    GRUP "SALAM KOSONG": Tidak mencatatkan aktivitas belanja/transfer senjata signifikan di SIPRI:
    MALAYSEWA (Stagnasi total 6 tahun).
    Timor Leste, Kamboja, Laos, Brunei.
    -
    Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
    Dominasi Indonesia di puncak hirarki regional:
    Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Hegemon Mutlak
    Vietnam (Peringkat 23)
    Thailand (Peringkat 24)
    Singapura (Peringkat 29)
    Myanmar (Peringkat 35)
    Filipina (Peringkat 41)
    MALAYSEWA (Peringkat 42) – Terlempar ke papan bawah

    BalasHapus
  45. 2 TAHUN SIPRI KOSONG = MALONYET NGEMIS F18 - INDONESIA RELEASE F15 BY USA
    GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    --------------------------------------------------
    SIPRI 2025-2024 = KOSONG
    -
    INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
    -
    MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
    --------------------------------------------------
    2025 = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    -
    2024 = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    -
    2023 = NOT YET ORDERED
    https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
    -
    2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
    https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
    -
    2021 = PLANNED
    https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
    -
    2020 = PLANNED
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
    ---------------------------------
    Perbandingan Status SIPRI (Transfer Senjata Berat)
    Indonesia (Dominan - "Lembar Belanja Penuh"):
    Udara: Akuisisi Rafale F4 (Prancis), pesawat angkut A400M Atlas, dan Air Refueling System.
    Darat: Rudal Balistik BORA & KHAN (Turki).
    Laut: Kapal PPA-L-Plus, mesin LM-2500, dan mesin kapal perang canggih.
    Teknologi: Drone ANKA-S dan mesin TP400-D6.
    MALONYET (Stagnan - "Lembar Kosong"):
    2020–2021: Hanya sebatas rencana (Planned).
    2022: Terpilih tanpa kontrak (Selected Not Yet Ordered).
    2023–2025: Vakum total (KOSONG) di laporan SIPRI, setara dengan Laos, Kamboja, dan Timor Leste.
    2026: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait (Batal 4 kali).
    -
    Peringkat & Kekuatan Militer (ASEAN 2026)
    Global Firepower (GFP):
    Indonesia: Peringkat 13 Dunia (Pemimpin ASEAN).
    Filipina: Peringkat 41 (Naik signifikan).
    MALONYET: Peringkat 42 (Merosot ke posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
    Skala Ekonomi (PDB PPP):
    Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar dari MALONYET ($5,69 T vs $1,34 T).
    Ekonomi Indonesia 6,69x lebih besar dari Singapura ($5,69 T vs $0,85 T).
    -
    Model Pengadaan: "Belanja vs Sewa"
    Indonesia: Pembayaran tunai/kredit ekspor untuk Kepemilikan Aset baru.
    MALONYET: Beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk 32+ item strategis:
    Helikopter Blackhawk, AW139, AW149.
    Pesawat latihan L-39.
    Kendaraan operasional (Honda Civic & BMW R1250RT).
    Barter: Penggunaan Kelapa Sawit (CPO) untuk FA-50 dan PT-91M.
    -
    Krisis Fiskal & Spiral Utang MALONYET
    Evolusi Utang & Liabilitas:
    2010: RM 407 Miliar.
    2018: RM 1,19 Triliun (Efek transparansi 1MDB).
    2023: RM 1,53 Triliun (Konfirmasi PM Anwar Ibrahim).
    2026: RM 1,79 Triliun (Target kritis).
    Kesehatan Fiskal:
    Spiral Debt: 58% pinjaman baru (2026) hanya untuk membayar bunga/cicilan utang lama.
    Debt-to-GDP: Rasio pemerintah 69% (Melewati batas aman 65%).
    Household Debt: 84,3% dari GDP (Tertinggi di ASEAN).
    Risiko Geopolitik & Administrasi (2026)
    Freezes Procurement: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM (Januari 2026) akibat skandal suap yang diselidiki MACC.
    Tekanan Amerika Serikat: Ancaman tarif Section 301 (10-25%) dan pemblokiran transaksi melalui IEEPA oleh USTR.
    Degradasi Reputasi:
    Sanksi CAS/AFC akibat 7 pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3).
    Gagal lolos Piala Asia 2027 (Digantikan Vietnam).
    Skandal aset hilang (48 Skyhawk & 2 mesin jet tempur).
    -
    Profil Risiko Negara (Head-to-Head)
    Indonesia: Utang pemerintah sehat (40% GDP), utang rumah tangga rendah (16% GDP), belanja militer agresif dan terealisasi.
    MALONYET: Utang pemerintah kritis (69% GDP), utang rumah tangga sangat tinggi (84,3% GDP), belanja militer membeku dan bergantung pada sewa.

    BalasHapus
  46. MALONYET BANGKRUT/GAGAL = SESAMA JENIS BEBAN WANITA : ADZAB!!!!!!!
    ----------------------------------
    MMW7 September 2026 pukul 08.42
    Negara yang ditimpa bencana;

    1. Bencana Korupsi.
    2. Bencana Kemiskinan.
    3. Bencana Kebodohan
    ----------------------------------
    SKANDAL SEKS = SKANDAL SESAMA JENIS
    -
    1. Sultan Ibrahim – Cissie Hill
    Kisah hubungan asmara antara Sultan Ibrahim dari Johor dengan penari asal Inggris, Cissie Hill, pada dekade 1930-an tercatat dalam arsip sejarah Inggris dan diliput oleh berbagai media dokumenter.
    • BBC News: Mengulas detail sejarah hubungan ini dalam artikel khusus bertajuk The sultan and the showgirl: A tragic tale of star-crossed love.
    • Arsip Dokumenter / The Mixed Museum: Menyimpan catatan sejarah mengenai penolakan hubungan tersebut oleh otoritas Inggris dan Johor kala itu melalui pameran Helen Bartholomew and the Sultan of Johore.
    -
    2. Sultan Muhammad V – Oksana Voevodina
    Pemberitaan mengenai pernikahan singkat dan kontroversi perceraian talak tiga antara Sultan Kelantan (mantan Yang di-Pertuan Agong) dengan mantan Miss Moscow ini diliput secara masif oleh media lokal Malonyet dan internasional pada tahun 2019.
    • New Straits Times (NST) & Asia One: Menjadi media regional pertama yang mengungkap dokumen otentik salinan sertifikat perceraian mereka.
    • Kompas.com: Melaporkan konfirmasi keabsahan dokumen perceraian dalam artikel Mantan Raja Malonyet Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia.
    -
    3. Najib Abdul Razak – Altantuya Shaariibuu
    Kasus pembunuhan model asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, pada tahun 2006 dikaitkan dengan skandal politik dan dugaan korupsi pembelian kapal selam Prancis yang menyeret nama Najib Razak (saat itu menjabat Menteri Pertahanan). Najib Razak secara konsisten membantah keterlibatan dirinya maupun adanya hubungan khusus.
    • South China Morning Post (SCMP): Menyediakan rangkuman investigasi mendalam mengenai dinamika kasus, hubungannya dengan analis pertahanan Abdul Razak Baginda, serta dampaknya terhadap karier Najib dalam artikel The murder of Altantuya Shaariibuu.
    • DetikNews & Kompas.com: Memuat pengakuan mengejutkan dari terpidana mati (mantan polisi Azilah Hadri) pada tahun 2019 yang mengklaim mendapat perintah langsung, serta pernyataan bantahan resmi dari pihak Najib Razak.
    -
    4. Mohamed Azmin Ali – Video Intim
    Pada Juni 2019, publik Malonyet digegerkan oleh penyebaran video intim sesama jenis yang dituduhkan melibatkan menteri ekonomi saat itu, Azmin Ali, bersama seorang staf politik bernama Haziq Aziz. Azmin Ali dengan tegas menyebut video tersebut sebagai fitnah politik yang keji untuk menjatuhkan kariernya.
    • Reuters: Merilis pernyataan penolakan dan bantahan resmi dari Azmin Ali melalui laporan Malonyetn cabinet minister denies links to sex video.
    • Channel News Asia (CNA): Mengulas analisis politik mengenai bagaimana rekaman video tersebut dijadikan senjata politik di Malonyet dalam artikel Sex videos a weapon of choice in Malonyetn politics.
    -
    5. Anwar Ibrahim – Kasus Sodomi (Sodomy I & II)
    Kasus hukum Anwar Ibrahim merupakan salah satu drama politik hukum paling besar di Asia Tenggara, di mana ia didakwa melakukan hubungan seksual sesama jenis (sodomi, yang merupakan tindakan ilegal di bawah hukum Malonyet) pada tahun 1998 dan kembali digugat pada tahun 2008. Anwar selalu menegaskan bahwa semua tuduhan tersebut direkayasa demi kepentingan politik.
    • BBC Audio / Witness History: Mendokumentasikan wawancara eksklusif retrospektif mengenai penangkapan tahun 1998 dalam siaran The corruption and sodomy trials of Anwar Ibrahim.
    • Amnesty International: Merilis laporan HAM berkala yang mengkategorikan Anwar Ibrahim sebagai prisoner of conscience (tahanan keyakinan)
    --------------------------------------------
    RM25.000 ATAU RM30.000 = TETAP BEBAN ISTRI : BANCI MALONYET
    -
    MMW 21 April 2025 pukul 10.48
    YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
    Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........

    BalasHapus
  47. NEGARA GAGAL FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    -
    Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
    ------------------------------
    GOVERNMENT REVENUE =
    Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
    -
    TOTAL EXPENDITURE =
    Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
    -
    BUDGET ALLOCATION =
    RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
    -
    MAIN REASONS FOR BORROWING =
    REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
    Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
    Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
    MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
    -
    DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
    Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
    Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
    ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
    ------------------------------
    Status Pengadaan Alutsista (SIPRI 2024–2026)
    Vakum Total: Laporan SIPRI menunjukkan status "KOSONG" selama dua tahun berturut-turut (2024-2025).
    Pembatalan F/A-18 Hornet: Kegagalan akuisisi pesawat bekas Kuwait sebanyak 4 kali, resmi dibatalkan pada Februari 2026 karena kendala logistik dan teknis.
    Pembekuan Total (Procurement Freeze): Instruksi PM per Januari 2026 untuk menghentikan seluruh pengadaan militer guna investigasi suap dan korupsi sistemik.
    Perbandingan Regional: Indonesia memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara MALAYSEWA setara dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nihilnya transfer senjata berat.
    -
    Indikator Kejatuhan Militer (GFP 2026)
    Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 Dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
    Aset Mangkrak: Proyek Kapal LCS & OPV yang berkarat di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
    Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM) atau hilang dari gudang (48 unit Skyhawk & 2 mesin jet).

    BalasHapus
  48. MALONYET BAKAR LAHAN .......
    1 PESAWAT DIPERBATASAN SERAWAK versus 11 PESAWAT
    -
    PERBANDINGAN ARMADA UDARA
    Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
    3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
    8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
    -
    Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
    1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
    --------------------------------------------
    PERUSAHAAN MALONYET =
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    -
    1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
    2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
    3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
    4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
    5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
    --------------------------------------------
    NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    -
    IMPORT COAL INDONESIA
    IMPORT COAL INDONESIA
    IMPORT COAL INDONESIA
    Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 juta metrik ton batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
    --------------------------------------------
    IMPORT LNG INDONESIA
    IMPORT LNG INDONESIA
    IMPORT LNG INDONESIA
    Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
    --------------------------------------------
    PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
    -
    • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
    -
    • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

    BalasHapus