05 September 2026

G7 Aerospace Kunjungi Infoglobal, Bahas Penguatan Kolaborasi Avionik

05 September 2026

G7 Aerospace Malaysia kunjungi Infoglobal di Surabaya (photos: Infoglobal)

Infoglobal menerima kunjungan G7 Aerospace untuk membahas peluang penguatan kolaborasi di bidang avionik.

Kunjungan ini meliputi diskusi peluang kerja sama jangka pendek, menengah, dan panjang, facility tour dan pemaparan teknologi yang dikembangkan Infoglobal, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menghadirkan solusi avionik yang andal dan berkelanjutan di Asia Tenggara.


Agenda dilanjutkan dengan kunjungan fasilitas dan pemaparan teknologi yang sedang dikembangkan Infoglobal. Melalui pertemuan ini, kedua pihak diharapkan dapat memperkuat sinergi dan mengidentifikasi langkah-langkah kerjasama yang kongkret dalam mendukung ketersediaan, keandalan dan pengembangan sistem avionik pada masa mendatang. Infoglobal berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi strategis dengan mitra industri dalam menghadirkan solusi avionik yang andal, relevan dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat rantai pasok avionik di Asia Tenggara.

8 komentar:

  1. Balasan
    1. nyoihhh...kena lockdown om haha!😂🤫🤭

      Hapus
  2. Hancurkan malaydes! Ini perintah!

    BalasHapus
  3. FAKTA VALID MAKAYDESH BOTOL KASTA DADAH NGEMIS TEKNOLOGI KING INDO 🔥🔥🔥🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  4. Malaydesh kalau kalah yaa begini merepek, merajuk, Memaksa minta bantuan utk TOT..katanya IQ tinggi kok mencari Ilmu di Indonesia....

    BalasHapus
  5. PERUSAHAAN MALONYET =
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    -
    1. PT Adei Plantation and Industry (Riau): Anak usaha KLK Berhad. Kerap terjerat hukum karhutla di Riau, termasuk vonis penjara direkturnya dan penyegelan berulang oleh Gakkum KLHK akibat titik api pekat.
    Sumber Berita: Kementerian LHK (Gakkum), Detik.com, dan Tempo.co terkait rekam jejak penyegelan dan vonis pidana korporasi sawit asing di Riau.
    -
    2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat): Anak usaha TDM Berhad (BUMN Terengganu). Digugat perdata oleh KLHK senilai lebih dari Rp900 miliar atas kasus kebakaran lahan ribuan hektare di Kabupaten Melawi.
    Sumber Berita: CNN Indonesia dan Antara News mengenai rilis resmi gugatan perdata triliunan rupiah oleh KLHK terhadap korporasi Malaysia di Kalbar.
    -
    3. PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat): Anak usaha Sime Darby Plantation (SD Guthrie). Lahan konsesinya di Sanggau disegel oleh KLHK setelah satelit mendeteksi kebakaran, memicu sorotan atas komitmen kebijakan tanpa bakar (zero-burning).
    Sumber Berita: BBC News Indonesia dan CNBC Indonesia terkait rilis penyegelan lahan anak usaha raksasa sawit Kuala Lumpur oleh pemerintah RI.
    -
    4. PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat): Anak usaha IOI Corporation Berhad. Perkebunannya di Ketapang masuk pengawasan ketat pemerintah karena berulang kali menjadi episentrum titik api yang mengganggu ruang udara penerbangan.
    Sumber Berita: Kompas.com dan Mongabay Indonesia mengenai laporan pengawasan satgas udara terhadap titik api di wilayah konsesi korporasi raksasa Ketapang.
    -
    5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah): Terafiliasi dengan Genting Plantations Berhad. Saluran drainase kanal di lahan gambutnya memicu pengeringan parah, menyebabkan kebakaran bawah tanah (underground fire) yang sulit dipadamkan.
    Sumber Berita: Laporan Investigasi Greenpeace Indonesia dan WALHI mengenai deforestasi, pengeringan kubah gambut, dan kebakaran berulang di Kalimantan Tengah.
    =================================
    INDONESIA = 11 PESAWAT DI KALIMANATAN
    MALONYET = 1 PESAWAT DI PERBATASAN
    --------------------------------------------
    3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Dilaporkan oleh Website Resmi TNI (5 Sept 2026), Situs Resmi TNI AU (27 Agst 2026), dan CNN Indonesia terkait operasi modifikasi cuaca penanganan karhutla di Kalimantan.
    -
    8 Pesawat Satgas Udara di Kalbar: Dilaporkan oleh LKBN ANTARA (22 Agst 2026) mengenai operasi patroli, pemadaman, dan penyemaian awan di wilayah kritis Kalbar.
    --------------------------------------------
    1 Pesawat C-130 Hercules Malonyet: Dilaporkan oleh Kompas.com (4 Sept 2026), Media Indonesia (3 Sept 2026), dan Suara.com terkait kesiagaan armada di Kuching serta izin masuk ruang udara RI untuk atasi kabut asap PERBATASAN.
    --------------------------------------------
    😝MALONYET BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA = 1 PESAWAT vs 11 PESAWAT😝

    BalasHapus
  6. MALONYET BAKAR LAHAN .......
    1 PESAWAT DIPERBATASAN SERAWAK versus 11 PESAWAT
    -
    PERBANDINGAN ARMADA UDARA
    Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
    3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
    8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
    -
    Malaysia (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
    1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
    --------------------------------------------
    PERUSAHAAN MALONYET =
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    -
    1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
    2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
    3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
    4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
    5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
    --------------------------------------------
    NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    -
    IMPORT COAL INDONESIA
    IMPORT COAL INDONESIA
    IMPORT COAL INDONESIA
    Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 juta metrik ton batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
    --------------------------------------------
    IMPORT LNG INDONESIA
    IMPORT LNG INDONESIA
    IMPORT LNG INDONESIA
    Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
    --------------------------------------------
    PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
    -
    • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
    -
    • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

    BalasHapus