28 September 2026

Thailand Orders Indra's Lanza 3D Long Range Radar for Phuket Air Base

28 September 2026

Lanza 3D new long-range radar will be deployed at Phuket Air Base (photo: Indra)

Indra to Strengthen Thailand’s Air Surveillance with a New Long-range LANZA 3D Radar

Indra will strengthen Thailand’s air surveillance and control capabilities with the deployment of a new long-range Lanza 3D radar at Phuket Air Base.

Located opposite one of the most important maritime routes between the Indian Ocean and the Strait of Malacca, this base occupies a position of significant strategic value. Indra’s radar will help reinforce airspace surveillance and control operations in an environment that is key to regional security.

With this contract, Indra consolidates its position as a trusted technology partner of the Royal Thai Air Force and the country’s Armed Forces, which already operate several types of systems supplied by the company. It is also the third long-range LANZA 3D radar contracted from Indra by the Thai Air Force, reflecting the customer’s confidence in a solution that has already been operationally proven.

This new award gives continuity to Thailand’s air surveillance capability modernization program and reinforces Indra’s role as a long-term partner.

The new contract was recently signed at Indra’s headquarters in Madrid, during a visit by Thai authorities who travelled to see the facilities where the company develops some of the most advanced defence technologies, which are set to shape the future of the sector in the coming years, as well as the systems to be delivered under this agreement.

The Lanza 3D LRR radar offers a high long-range detection capability against different types of threats, from small, slow-moving drones to stealth aircraft, projectiles and different types of missiles. These systems are specifically designed to operate in adverse atmospheric environments and high-humidity conditions thanks to their operation in the L band. They also provide a high capacity to operate in saturated scenarios and withstand interference. The new award confirms international confidence in the Lanza radar family, a mature and proven technology used by countries around the world and by organizations such as NATO in some of the most demanding scenarios.

The contract also includes command and control capabilities based on Indra’s AIRDEF system, expanding the operational capabilities of the solution and reinforcing its integrated nature.

Indra is one of the world’s leading manufacturers of military and civil radars and a leader in the development of this technology. Its knowledge and experience have enabled it to develop a broad range of systems tailored to the specific needs of each situation, operating environment and end user. All its systems are also characterized by their high level of digitalization and ability to interoperate and integrate as part of other systems to ensure maximum protection. Air surveillance capabilities have become one of the main assets for the defence of any country in recent years, especially with the emergence of drones and saturation attacks that require the simultaneous detection and neutralization of a large number of targets.

(IndraGroup)

55 komentar:

  1. Balasan
    1. Panser AAV7 M35 Marinir total akan punya 105 bijik.
      Makanya punya Marinir gempork... wkwkwk

      Hapus
  2. SEJAK 2010 : MADE IN INDONESIA
    RINGGIT DAN PASPOR MALONYET
    RINGGIT DAN PASPOR MALONYET
    RINGGIT DAN PASPOR MALONYET
    -
    Daftar ringkas negara yang mata uang atau dokumen negaranya dicetak oleh Perum Peruri, lengkap dengan tautan sumber berita resminya:
    🪙 Daftar Negara & Produk
    • Peru – Mata Uang: Soles
    • Malonyet – Mata Uang: Ringgit & Paspor
    • Nepal – Mata Uang: Rupee, Pita Cukai, & Prangko
    • Bangladesh – Mata Uang: Taka
    • Sri Lanka – Mata Uang: Rupee & Paspor
    • Somalia – Mata Uang: Shilling
    • Argentina – Mata Uang: Peso
    • Pakistan – Dokumen Negara: Pita Cukai
    • Filipina – Dokumen Negara: Prangko
    • Guinea – Dokumen Negara: Paspor
    ----------------------------------
    Sumber Berita Resmi & Media Nasional
    1. Situs Resmi Peruri (Rilis Pers) – Laporan sejak tahun 2010, di mana Bank Negara Malonsia memercayakan pemenuhan kebutuhan pencetakan lembaran kertas mata uang Ringgit kepada Peruri
    2. Situs Resmi Peruri (Paspor Sri Lanka) – Detail kerja sama pencetakan dokumen imigrasi paspor Sri Lanka.
    3. detikFinance – Wawancara resmi terkait pencetakan mata uang Nepal, Somalia, hingga Argentina di Indonesia.
    4. Kompas Interaktif – Catatan detail mengenai pencetakan prangko Filipina dan pita cukai Pakistan.
    ----------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

    BalasHapus
  3. LON ... IMPOR ALAT MILITER MADE IN INDONESIA
    CN235
    NC212i
    FPB 57
    SERAGAM MILITER
    SS2
    TENDA
    PARASUT
    MPCD HAWK
    RHIB
    AMUNISI KECIL DAN BESAR
    -
    📦 Ekspor Alat Militer Buatan Indonesia
    • CN235 (Pesawat): Digunakan oleh Brunei (1 unit), Malaydesh (8 unit), Korea Selatan (8 unit AU, 4 unit Polisi), Pakistan (4 unit), UEA (7 unit), Burkina Faso (1 unit), dan Senegal (3 unit). (Sumber: Data Rilis Produsen / FlightGlobal)
    • RHIB (Kapal Patroli Cepat): Sekoci cepat buatan Banyuwangi. Dibeli oleh Singapura (18 unit) dan Malaydesh (24 unit). Brunei berminat membeli 12 unit. (Sumber: Laporan Pengadaan Kontrak Maritim)
    • Parasut & Tenda Militer: Diproduksi oleh pabrik Paiman. Militer Malaydesh memesan 7.000 unit tenda. (Sumber: Laporan Industri Manufaktur Pertahanan)
    • MPCD Hawk (Avionik Cockpit): Ekspor perdana produk komponen kokpit buatan Infoglobal Surabaya ke Malaydesh pada Oktober 2021. (Sumber: Rilis Resmi Infoglobal)
    • MRSS (Multimission Vessel): PT PAL memenangkan kontrak senilai USD 408,32 juta untuk memasok kapal ini ke Uni Emirat Arab. (Sumber: Janes Defence News / Naval News - IDEX 2023)
    • SSV (Strategic Sealift Vessel): Angkatan Laut Filipina memesan kembali 2 unit kapal Landing Dock tambahan karena kepuasan performa batch pertama. (Sumber: Rilis Resmi Hubungan Masyarakat PT PAL Indonesia)
    • Senapan Serbu SS2: Senjata andalan buatan PT Pindad. Varian SS2-V5 diperkenalkan dan diserahkan secara simbolis kepada militer Malaydesh, serta seri senapan serbu dan amunisinya turut diekspor ke Bangladesh. (Sumber: ANTARA News / Tempo / Laporan Ekspor PT Pindad)
    • NC212i (Pesawat Angkut Ringan): Buatan PTDI. Dioperasikan AU Malaydesh untuk misi angkut taktis, penerjun payung, dan modifikasi cuaca. (Sumber: PTDI / Armada ASEAN)
    • Amunisi Kaliber Kecil & Besar: Buatan PT Pindad Malang. Diimpor rutin oleh Malaydesh untuk kebutuhan latihan operasional pasukannya. (Sumber: Laporan PT Pindad)
    • Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat buatan PT PAL. Diadopsi armada maritim Malaydesh untuk memperkuat pengawasan perbatasan laut. (Sumber: PT PAL / Janes)
    • Seragam Militer & Atribut Taktis: Buatan industri tekstil Indonesia (seperti Sritex). Berupa PDL dan rompi antipeluru untuk standar militer Malaydesh. (Sumber: AIPPI)
    --------------------------------------------
    🏆 Pencapaian "Satu-satunya di ASEAN"
    • Industri Penerbangan: PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menjadi produsen pesawat terbang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara. (Sumber: Profil Korporat PT Dirgantara Indonesia / FlightGlobal)
    • Produksi Tank Medium: PT Pindad menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memproduksi tank tempurnya sendiri. (Sumber: Janes Land Warfare / Rilis Resmi PT Pindad)
    • Kapal Selam Scorpène Evolved: Kerja sama PT PAL dan Naval Group Prancis untuk membangun 2 kapal selam diesel-elektrik di Surabaya lewat transfer teknologi penuh. Kontrak efektif per Juli 2025. (Sumber: Janes / Naval Technology)
    • Kapal Selam Type 209 (Nagapasa Class): Sukses memproduksi kapal selam melalui kolaborasi PT PAL dengan Hanwha Ocean (eks DSME) Korea Selatan. (Sumber: Defensenews.com / Komite Kebijakan Industri Pertahanan - KKIP)
    • Kapal Selam Otonom berbasis AI (KSOT): PT PAL mengembangkan 30 unit kapal selam tanpa awak untuk mengamankan jalur maritim strategis. Menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia setelah AS, Rusia, dan China yang memiliki kapabilitas ini. (Sumber: Pengumuman Resmi Kementerian Pertahanan RI)
    --------------------------------------------
    FAKTA : USD 20 MILLIAR/SHOPPING versus USD 4,5 MILLIAR/LEASING
    -
    INDONESIA 🇮🇩
    Anggaran: Rp335,2 triliun (~USD 20 miliar) | Naik 37% dari 2025.
    Sumber: CNBC Indonesia - Anggaran Pertahanan RI Loncat ke Rp335 T.
    -
    MALONSIA 🇲🇾
    Anggaran: RM 21,74 miIiar (~USD 4,5–4,7 miliar).
    Sumber: The Sun Malonsia - Budget: Over RM21 billion allocated to boost national security

    BalasHapus
  4. MALAYSIA SHOPING 4 BUAH RADAR GM400 ALPHA...CASH....ORANG KAYA

    INDIANESIA TIADA RADAR GM400 ALPHA ya guys...itu pun radar mereka HUTANG....HAHAHAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 5 RADAR RUSAK
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoTIADAmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
      --------------------
      2023 GIFTED PAID BY USA
      Back in 2006, the US gifted MALONYET an unkTIADAwn number and type of coastal surveillance radars which were kTIADAwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
      --------------------
      2023 DONATED BY US
      Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
      --------------------
      2023 DONATED BY JAPAN
      It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALONYET for use by the RMAF.
      --------------------
      READINESS AIR FORCE = 43%
      READINESS AIR FORCE = 43%
      READINESS AIR FORCE = 43%
      On readiness levels, Azalina cited a 2017 Universiti TekNOLogi MALONYET study titled Aircraft Acquisition Conceptual Framework, which found that the Royal MALONYET Air Force's (RMAF) aircraft readiness was at just 43 per cent between 2011 and 2015 compared to the minimum 70 per cent mark.
      --------------------
      READINESS NAVY = 58,6%
      READINESS NAVY = 58,6%
      READINESS NAVY = 58,6%
      Panglima Tentera Laut, Laksamana Tan Sri Abdul Rahman Ayob hari ini menyatakan tahap kesiagaan armada Tentera Laut Diraja MALONYET (TLDM) adalah di bawah sasaran.
      Perkara tersebut dinyatakan oleh beliau semasa menyampaikan Perutusan Tahun Baharu 2024 dan Setahun Pemerintahan Panglima Tentera Laut di Wisma Pertahanan
      --------------------
      One weakness of the MALONYET Armed Forces (MAF) is logistic management, which can limit the ability to maintain combat power. Logistics is a fundamental aspect of combat power and national service ability.
      Explanation
      • Logistic management is a key factor that limits the ability of the MAF to apply and maintain combat power.
      • To achieve good logistics support, the MAF has organized logistics principles that should be followed.
      • Identifying principles that have priorities in certain situations is important to form effective support.
      --------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) faces challenges such as corruption, excessive commissions, and budgetary constraints. The MAF also needs to adapt to new threats and techNOLogies.
      Challenges
      • Corruption: The MAF has been involved in corruption.
      • Excessive commissions: Excessive commissions undermine the MAF's operational readiness.
      • Budgetary constraints: The MAF's defense budget may not be adequate to meet its needs.
      • Non-conventional threats: The MAF needs to be able to address non-conventional threats, such as those that are transboundary in nature.


      Hapus

    2. 25 RADAR =
      13 PERANCIS
      12 RETIA
      Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto mengatakan, tambahan 12 radar militer untuk TNI Angkatan Udara (AU) dibeli dari Republik Retia.
      “Kalau enggak salah dari Retia, dari Retia ya,” kata Prabowo usai prosesi serah terima lima unit pesawat angkut ringan NC-212i kepada TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (12/12/2023).
      Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan bahwa suatu negara harus memiliki pertahanan yang kuat.
      Diketahui, Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengungkapkan bahwa TNI AU merencanakan pengadaan 25 radar baru untuk ditempatkan di sejumlah titik untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia.
      "Ke depan ada rencana pengadaan sebanyak 13, ditambah 12, jadi 25 radar baru," kata Fadjar saat berbicara bersama para pemimpin redaksi di Mabes TNI AU (Mabesau), Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/12/2023), dikutip dari Antaranews.
      Fadjar mengatakan, jumlah radar yang ada saat ini belum mencakup seluruh wilayah Indonesia.
      Nantinya, sejumlah radar yang didatangkan akan menggantikan yang sudah tak berfungsi maksimal. Kemudian, sebagian lagi akan ditempatkan di titik baru.
      Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah memesan 13 radar jarak jauh Ground Master 400 Alpha (GM400a) produksi perusahaan asal Perancis, Thales untuk keperluan TNI AU.
      “Kemenhan yang beli, nanti yang operasionalnya di TNI AU,” kata Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra saat ditemui di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat pada 19 Juni 2023.
      Dalam kesepatakannya, Herindra menyebutkan bahwa akan ada transfer of technology (ToT) yang dilakukan antara Perancis dan Indonesia.
      “Nanti ToT-nya sama PT Len Industri,” ujar Herindra.
      ============
      ============
      2023 GIFTED PAID BY USA
      Back in 2006, the US gifted MALONYET an unkNOwn number and type of coastal surveillance radars which were kNOwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
      ---
      5 RADAR RUSAK
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoNOmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
      ---
      2023 DONATED BY US
      Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
      ---
      2023 DONATED BY JAPAN
      It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALONYET for use by the RMAF.
      -------------------------------------
      🦧GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
      SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
      •HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
      •28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
      •USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
      ----
      4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
      SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
      BELI BARU = RM3.954 BILION
      SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALONYET (ATM)
      -------------------------------------
      CHEAPEST PLATFORM VARIANT :
      -
      HARGA CN 235 = USUSD 27,50 Juta
      -
      HARGA ATR 72 = USUSD24.7 Juta
      -------------------------------------
      DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
      DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
      DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
      CHEAPEST VARIANT LMS
      -
      1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
      -
      2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
      -
      3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALONYET USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      -------------------------------------
      CHEAPEST VARIANT FA50
      CHEAPEST VARIANT FA50
      CHEAPEST VARIANT FA50
      -
      1. FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA ALIAS USD 58,75 JUTA/UNIT
      -
      2. FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA ALIAS USD 63,89 JUTA/UNIT
      -
      3. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT


      Hapus
    3. MALONYET = 5 RADAR RUSAK
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoTIADAmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
      -
      2023 GIFTED PAID BY USA
      Back in 2006, the US gifted MALONYET an unkTIADAwn number and type of coastal surveillance radars which were kTIADAwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
      -
      2023 DONATED BY US
      Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
      -
      2023 DONATED BY JAPAN
      It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALONYET for use by the RMAF.
      ==============
      ==============
      INDONESIA 25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
      25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
      25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
      -
      pengadaan 25 radar baru TNI AU untuk mencapai target 33 Satrad pada tahun 2029:
      1. Esensi Strategis Pengadaan
      Total Kekuatan: Integrasi 13 unit Thales GM400 Alpha (jarak jauh/515 km) dan 12 unit radar Retia (Ceko) untuk menutup blind spot secara nasional.
      Target Akhir: Mencapai 33 Satuan Radar (Satrad) yang beroperasi penuh pada tahun 2029.
      -
      2. Fokus Penempatan Geografis
      Poros IKN & ALKI II: Pembangunan infrastruktur di Banjarbaru dan Takalar sebagai benteng udara ibu kota baru dan jalur pelayaran internasional Januari 2025.
      Sabuk Luar (Perbatasan): Penempatan di titik krusial seperti Morotai, NTT, dan Papua untuk memastikan cakupan deteksi dini terhadap target berkecepatan tinggi dan manuver ekstrem.
      -
      3. Kemandirian Industri Pertahanan (ToT)
      Mitra Lokal: PT Len Industri memegang peran sentral dalam membangun infrastruktur, perakitan komponen lokal, serta pemeliharaan jangka panjang (Life Cycle Cost).
      Integrasi Sistem: Kolaborasi ini memungkinkan Indonesia memiliki kontrol penuh atas integrasi data radar ke dalam jaringan komando pertahanan udara nasional (NADS).
      -
      4. Garis Waktu Operasional
      2023: Finalisasi kontrak legal (Thales & Retia).
      2025: Puncak pembangunan fisik stasiun radar di lokasi baru.
      2026-2028: Kedatangan alutsista dan fase instalasi teknis.
      2029: Pencapaian Full Operational Capability (FOC) dengan 33 Satrad.
      ________________________________________
      2023: FASE PENANDATANGANAN KONTRAK
      Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
      Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
      -
      2024: FASE PERSIAPAN INFRASTRUKTUR
      Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
      Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
      -
      2025: FASE KONSTRUKSI FISIK
      Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
      Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
      -
      2026 - 2028: FASE PENGIRIMAN & INSTALASI
      2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
      2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
      -
      2029: TARGET OPERASIONAL PENUH
      Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI

      Hapus
    4. MALONYET = 5 RADAR RUSAK
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoTIADAmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
      -
      2023 GIFTED PAID BY USA
      Back in 2006, the US gifted MALONYET an unkTIADAwn number and type of coastal surveillance radars which were kTIADAwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
      -
      2023 DONATED BY US
      Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
      -
      2023 DONATED BY JAPAN
      It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALONYET for use by the RMAF.
      ==============
      ==============
      INDONESIA 25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
      25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
      25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
      -
      pengadaan 25 radar baru TNI AU untuk mencapai target 33 Satrad pada tahun 2029:
      1. Esensi Strategis Pengadaan
      Total Kekuatan: Integrasi 13 unit Thales GM400 Alpha (jarak jauh/515 km) dan 12 unit radar Retia (Ceko) untuk menutup blind spot secara nasional.
      Target Akhir: Mencapai 33 Satuan Radar (Satrad) yang beroperasi penuh pada tahun 2029.
      -
      2. Fokus Penempatan Geografis
      Poros IKN & ALKI II: Pembangunan infrastruktur di Banjarbaru dan Takalar sebagai benteng udara ibu kota baru dan jalur pelayaran internasional Januari 2025.
      Sabuk Luar (Perbatasan): Penempatan di titik krusial seperti Morotai, NTT, dan Papua untuk memastikan cakupan deteksi dini terhadap target berkecepatan tinggi dan manuver ekstrem.
      -
      3. Kemandirian Industri Pertahanan (ToT)
      Mitra Lokal: PT Len Industri memegang peran sentral dalam membangun infrastruktur, perakitan komponen lokal, serta pemeliharaan jangka panjang (Life Cycle Cost).
      Integrasi Sistem: Kolaborasi ini memungkinkan Indonesia memiliki kontrol penuh atas integrasi data radar ke dalam jaringan komando pertahanan udara nasional (NADS).
      -
      4. Garis Waktu Operasional
      2023: Finalisasi kontrak legal (Thales & Retia).
      2025: Puncak pembangunan fisik stasiun radar di lokasi baru.
      2026-2028: Kedatangan alutsista dan fase instalasi teknis.
      2029: Pencapaian Full Operational Capability (FOC) dengan 33 Satrad.
      ________________________________________
      2023: FASE PENANDATANGANAN KONTRAK
      Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
      Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
      -
      2024: FASE PERSIAPAN INFRASTRUKTUR
      Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
      Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
      -
      2025: FASE KONSTRUKSI FISIK
      Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
      Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
      -
      2026 - 2028: FASE PENGIRIMAN & INSTALASI
      2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
      2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
      -
      2029: TARGET OPERASIONAL PENUH
      Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI

      Hapus
    5. 25 RADAR = 13 GM400a + 12 RETIA
      33 SATUAN RADAR (SATRAD) HINGGA 2029
      ________________________________________
      2023: FASE PENANDATANGANAN KONTRAK
      Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
      Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
      -
      2024: FASE PERSIAPAN INFRASTRUKTUR
      Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
      Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
      -
      2025: FASE KONSTRUKSI FISIK
      Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
      Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
      -
      2026 - 2028: FASE PENGIRIMAN & INSTALASI
      2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
      2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
      -
      2029: TARGET OPERASIONAL PENUH
      Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI.
      -------------------------------
      Kerjasama Produksi & ToT
      Transfer of Technology (ToT) antara Thales dan PT Len Industri:
      Thales Group Official: Menyatakan secara resmi bahwa kontrak 13 radar GM400a melibatkan PT Len Industri untuk membangun infrastruktur radar serta melakukan perakitan komponen tertentu secara lokal di Indonesia.
      -
      Janes Defense: Menjelaskan detail kolaborasi strategis di mana PT Len Industri akan memproduksi komponen radar dan bertanggung jawab atas pemeliharaan jangka panjang sistem sensor tersebut.
      -------------------------------
      USD 20 MILLIAR/SHOPPING versus USD 4,5 MILLIAR/LEASING
      -
      1. INDONESIA 🇮🇩
      Anggaran: Rp335,2 triliun (~USD 20 miliar) | Naik 37% dari 2025.
      Sumber: CNBC Indonesia - Anggaran Pertahanan RI Loncat ke Rp335 T.
      -
      2. SINGAPURA 🇸🇬
      Anggaran: SGD 24,9 miliar (~USD 19,5–20 miliar) | 3–4% dari PDB.
      Sumber: Bloomberg - Singapore Projects Nearly $20 Billion Defense Spend.
      -
      3. VIETNAM 🇻🇳
      Anggaran: USD 6–7 miliar (Estimasi) | Target USD 10,2 miliar (2029).
      Sumber: Data indeks militer regional Lowy Institute Asia Power Index.
      -
      4. THAILAND 🇹🇭
      Anggaran: 204.434 juta Baht (~USD 5,7 miliar).
      Sumber: Laporan belanja sektor publik Lowy Institute - Military Expenditure.
      -
      5. FILIPINA 🇵🇭
      Anggaran: PHP 295–299 miliar (~USD 5,2 miliar) | Naik 16% dari 2025.
      Sumber: Dokumen resmi Department of Budget and Management (DBM) Philippines.
      -
      6. MALONSIA 🇲🇾
      Anggaran: RM 21,74 miIiar (~USD 4,5–4,7 miliar).
      Sumber: The Sun Malonsia - Budget: Over RM21 billion allocated to boost national security.

      Hapus
    6. INDONESIA 25 RADAR
      • Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
      • Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
      =====================================
      =====================================
      MALAYDESH 1 RADAR
      • Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
      • Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malaysian Defence/Indomiliter)
      • Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
      --------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
    7. LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
      https://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
      -------------------------------
      INDONESIA 25 RADAR
      • Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
      • Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
      =====================================
      =====================================
      MALAYDESH 1 RADAR
      • Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
      • Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malaysian Defence/Indomiliter)
      • Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
      --------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
    8. LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
      https://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
      -------------------------------
      INDONESIA 25 RADAR
      • Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
      • Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
      =====================================
      =====================================
      MALAYDESH 1 RADAR
      • Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
      • Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malaysian Defence/Indomiliter)
      • Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
      --------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
      2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
      1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
      1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
  5. MALAYSIA SHOPING 4 BUAH RADAR GM400 ALPHA...CASH....ORANG KAYA

    INDIANESIA TIADA RADAR GM400 ALPHA ya guys...itu pun radar mereka HUTANG....HAHAHAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 5 RADAR RUSAK
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoTIADAmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
      --------------------
      2023 GIFTED PAID BY USA
      Back in 2006, the US gifted MALONYET an unkTIADAwn number and type of coastal surveillance radars which were kTIADAwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
      --------------------
      2023 DONATED BY US
      Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
      --------------------
      2023 DONATED BY JAPAN
      It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALONYET for use by the RMAF.
      --------------------
      READINESS AIR FORCE = 43%
      READINESS AIR FORCE = 43%
      READINESS AIR FORCE = 43%
      On readiness levels, Azalina cited a 2017 Universiti TekNOLogi MALONYET study titled Aircraft Acquisition Conceptual Framework, which found that the Royal MALONYET Air Force's (RMAF) aircraft readiness was at just 43 per cent between 2011 and 2015 compared to the minimum 70 per cent mark.
      --------------------
      READINESS NAVY = 58,6%
      READINESS NAVY = 58,6%
      READINESS NAVY = 58,6%
      Panglima Tentera Laut, Laksamana Tan Sri Abdul Rahman Ayob hari ini menyatakan tahap kesiagaan armada Tentera Laut Diraja MALONYET (TLDM) adalah di bawah sasaran.
      Perkara tersebut dinyatakan oleh beliau semasa menyampaikan Perutusan Tahun Baharu 2024 dan Setahun Pemerintahan Panglima Tentera Laut di Wisma Pertahanan
      --------------------
      One weakness of the MALONYET Armed Forces (MAF) is logistic management, which can limit the ability to maintain combat power. Logistics is a fundamental aspect of combat power and national service ability.
      Explanation
      • Logistic management is a key factor that limits the ability of the MAF to apply and maintain combat power.
      • To achieve good logistics support, the MAF has organized logistics principles that should be followed.
      • Identifying principles that have priorities in certain situations is important to form effective support.
      --------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) faces challenges such as corruption, excessive commissions, and budgetary constraints. The MAF also needs to adapt to new threats and techNOLogies.
      Challenges
      • Corruption: The MAF has been involved in corruption.
      • Excessive commissions: Excessive commissions undermine the MAF's operational readiness.
      • Budgetary constraints: The MAF's defense budget may not be adequate to meet its needs.
      • Non-conventional threats: The MAF needs to be able to address non-conventional threats, such as those that are transboundary in nature.


      Hapus

    2. 25 RADAR = 13 GM400a + 12 RETIA
      33 SATUAN RADAR (SATRAD) HINGGA 2029
      ________________________________________
      2023: FASE PENANDATANGANAN KONTRAK
      Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
      Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
      -
      2024: FASE PERSIAPAN INFRASTRUKTUR
      Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
      Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
      -
      2025: FASE KONSTRUKSI FISIK
      Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
      Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
      -
      2026 - 2028: FASE PENGIRIMAN & INSTALASI
      2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
      2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
      -
      2029: TARGET OPERASIONAL PENUH
      Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI.
      ________________________________________
      Rencana Pengadaan 25 Radar (13 Thales & 12 Retia)
      Thales Group Official: Mengonfirmasi kontrak pengadaan 13 unit Ground Master 400 Alpha yang mencakup kolaborasi dengan PT Len Industri untuk memperkuat kedaulatan udara Indonesia.
      -
      Janes Defense: Melaporkan detail teknis mengenai akuisisi radar jarak jauh GM400a oleh Indonesia serta langkah TNI AU dalam memodernisasi sensor pertahanan udaranya.
      -
      Airforce Technology: Menjelaskan bahwa sistem GM400 Alpha milik Indonesia dirancang untuk deteksi target berkecepatan tinggi dan manuver ekstrem pada jarak yang sangat jauh.
      The Defense Post: Memuat berita tentang pengadaan radar dari Republik Ceko (Retia) sebagai bagian dari paket 25 radar baru untuk menutup celah wilayah udara (blind spots).
      ________________________________________
      Target 33 Satuan Radar (Satrad) hingga 2029
      Antara News (English Edition): Memberitakan pernyataan KSAU mengenai rencana penempatan radar pertahanan udara baru di titik-titik strategis seperti Morotai untuk mencapai cakupan penuh.
      -
      Asia Pacific Defense Journal: Mengulas ambisi Indonesia untuk memiliki total 33 stasiun radar operasional pada tahun 2029 guna mendukung sistem pertahanan udara nasional yang terintegrasi.
      -
      Defense News: Melaporkan strategi jangka panjang Indonesia dalam memperluas jaringan radar
      -
      Indonesia Defense: Memberitakan target strategis TNI AU untuk memiliki total 33 Satuan Radar (Satrad) pada tahun 2029.
      -
      Kompas.id: Menjelaskan visi agar seluruh wilayah udara Indonesia terlindungi radar sepenuhnya pada 2029.
      ________________________________________
      Kerjasama Produksi & ToT
      Transfer of Technology (ToT) antara Thales dan PT Len Industri:
      Thales Group Official: Menyatakan secara resmi bahwa kontrak 13 radar GM400a melibatkan PT Len Industri untuk membangun infrastruktur radar serta melakukan perakitan komponen tertentu secara lokal di Indonesia.
      -
      Janes Defense: Menjelaskan detail kolaborasi strategis di mana PT Len Industri akan memproduksi komponen radar dan bertanggung jawab atas pemeliharaan jangka panjang sistem sensor tersebut.

      Hapus
    3. 25 RADAR = 13 GM400a + 12 RETIA
      33 SATUAN RADAR (SATRAD) HINGGA 2029
      ________________________________________
      2023: FASE PENANDATANGANAN KONTRAK
      Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
      Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
      -
      2024: FASE PERSIAPAN INFRASTRUKTUR
      Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
      Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
      -
      2025: FASE KONSTRUKSI FISIK
      Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
      Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
      -
      2026 - 2028: FASE PENGIRIMAN & INSTALASI
      2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
      2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
      -
      2029: TARGET OPERASIONAL PENUH
      Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI.
      ________________________________________
      Rencana Pengadaan 25 Radar (13 Thales & 12 Retia)
      Thales Group Official: Mengonfirmasi kontrak pengadaan 13 unit Ground Master 400 Alpha yang mencakup kolaborasi dengan PT Len Industri untuk memperkuat kedaulatan udara Indonesia.
      -
      Janes Defense: Melaporkan detail teknis mengenai akuisisi radar jarak jauh GM400a oleh Indonesia serta langkah TNI AU dalam memodernisasi sensor pertahanan udaranya.
      -
      Airforce Technology: Menjelaskan bahwa sistem GM400 Alpha milik Indonesia dirancang untuk deteksi target berkecepatan tinggi dan manuver ekstrem pada jarak yang sangat jauh.
      The Defense Post: Memuat berita tentang pengadaan radar dari Republik Ceko (Retia) sebagai bagian dari paket 25 radar baru untuk menutup celah wilayah udara (blind spots).
      ________________________________________
      Target 33 Satuan Radar (Satrad) hingga 2029
      Antara News (English Edition): Memberitakan pernyataan KSAU mengenai rencana penempatan radar pertahanan udara baru di titik-titik strategis seperti Morotai untuk mencapai cakupan penuh.
      -
      Asia Pacific Defense Journal: Mengulas ambisi Indonesia untuk memiliki total 33 stasiun radar operasional pada tahun 2029 guna mendukung sistem pertahanan udara nasional yang terintegrasi.
      -
      Defense News: Melaporkan strategi jangka panjang Indonesia dalam memperluas jaringan radar
      -
      Indonesia Defense: Memberitakan target strategis TNI AU untuk memiliki total 33 Satuan Radar (Satrad) pada tahun 2029.
      -
      Kompas.id: Menjelaskan visi agar seluruh wilayah udara Indonesia terlindungi radar sepenuhnya pada 2029.
      ________________________________________
      Kerjasama Produksi & ToT
      Transfer of Technology (ToT) antara Thales dan PT Len Industri:
      Thales Group Official: Menyatakan secara resmi bahwa kontrak 13 radar GM400a melibatkan PT Len Industri untuk membangun infrastruktur radar serta melakukan perakitan komponen tertentu secara lokal di Indonesia.
      -
      Janes Defense: Menjelaskan detail kolaborasi strategis di mana PT Len Industri akan memproduksi komponen radar dan bertanggung jawab atas pemeliharaan jangka panjang sistem sensor tersebut.

      Hapus
    4. 25 RADAR = 13 GM400a + 12 RETIA
      33 SATUAN RADAR (SATRAD) HINGGA 2029
      ________________________________________
      2023: FASE PENANDATANGANAN KONTRAK
      Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
      Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
      -
      2024: FASE PERSIAPAN INFRASTRUKTUR
      Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
      Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
      -
      2025: FASE KONSTRUKSI FISIK
      Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
      Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
      -
      2026 - 2028: FASE PENGIRIMAN & INSTALASI
      2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
      2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
      -
      2029: TARGET OPERASIONAL PENUH
      Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI.
      -------------------------------
      Kerjasama Produksi & ToT
      Transfer of Technology (ToT) antara Thales dan PT Len Industri:
      Thales Group Official: Menyatakan secara resmi bahwa kontrak 13 radar GM400a melibatkan PT Len Industri untuk membangun infrastruktur radar serta melakukan perakitan komponen tertentu secara lokal di Indonesia.
      -
      Janes Defense: Menjelaskan detail kolaborasi strategis di mana PT Len Industri akan memproduksi komponen radar dan bertanggung jawab atas pemeliharaan jangka panjang sistem sensor tersebut.
      -------------------------------
      USD 20 MILLIAR/SHOPPING versus USD 4,5 MILLIAR/LEASING
      -
      1. INDONESIA 🇮🇩
      Anggaran: Rp335,2 triliun (~USD 20 miliar) | Naik 37% dari 2025.
      Sumber: CNBC Indonesia - Anggaran Pertahanan RI Loncat ke Rp335 T.
      -
      2. SINGAPURA 🇸🇬
      Anggaran: SGD 24,9 miliar (~USD 19,5–20 miliar) | 3–4% dari PDB.
      Sumber: Bloomberg - Singapore Projects Nearly $20 Billion Defense Spend.
      -
      3. VIETNAM 🇻🇳
      Anggaran: USD 6–7 miliar (Estimasi) | Target USD 10,2 miliar (2029).
      Sumber: Data indeks militer regional Lowy Institute Asia Power Index.
      -
      4. THAILAND 🇹🇭
      Anggaran: 204.434 juta Baht (~USD 5,7 miliar).
      Sumber: Laporan belanja sektor publik Lowy Institute - Military Expenditure.
      -
      5. FILIPINA 🇵🇭
      Anggaran: PHP 295–299 miliar (~USD 5,2 miliar) | Naik 16% dari 2025.
      Sumber: Dokumen resmi Department of Budget and Management (DBM) Philippines.
      -
      6. MALONSIA 🇲🇾
      Anggaran: RM 21,74 miIiar (~USD 4,5–4,7 miliar).
      Sumber: The Sun Malonsia - Budget: Over RM21 billion allocated to boost national security.

      Hapus
    5. INDONESIA 25 RADAR
      • Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
      • Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
      =====================================
      =====================================
      MALAYDESH 1 RADAR
      • Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
      • Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malaysian Defence/Indomiliter)
      • Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
      --------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
      2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
      1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
      1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
    6. LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
      https://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
      -------------------------------
      INDONESIA 25 RADAR
      • Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
      • Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
      =====================================
      =====================================
      MALAYDESH RADAR
      • Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
      • Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malaysian Defence/Indomiliter)
      • Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
      -------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

      Hapus
    7. LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
      https://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
      -------------------------------
      INDONESIA 25 RADAR
      • Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
      • Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI))
      -------------------------------
      INDONESIA=
      KAPAL INDUK✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      48 KAAN Gen 5✔️
      42 RAFALE Gen 4.5✔️
      16 Sukhoi 27/30✔️
      33 F16✔️
      12 M346FA✔️
      20 T50i✔️
      24 HAWK✔️
      4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
      2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
      2 FREEGAT ISTIF✔️
      4 SCORPENE EVOLVED✔️
      --------------------------------
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      ===============
      ===============
      MALONYET
      18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
      18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
      7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
      16 HAWK = LACK SPAREPART❌
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      MALAYDESH RADAR
      • Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
      • Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malaysian Defence/Indomiliter)
      • Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).

      Hapus
  6. 25 RADAR = 13 GM400a + 12 RETIA
    33 SATUAN RADAR (SATRAD) HINGGA 2029
    ________________________________________
    2023: FASE PENANDATANGANAN KONTRAK
    Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
    Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
    -
    2024: FASE PERSIAPAN INFRASTRUKTUR
    Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
    Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
    -
    2025: FASE KONSTRUKSI FISIK
    Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
    Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
    -
    2026 - 2028: FASE PENGIRIMAN & INSTALASI
    2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
    2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
    -
    2029: TARGET OPERASIONAL PENUH
    Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI.
    ________________________________________
    Rencana Pengadaan 25 Radar (13 Thales & 12 Retia)
    Thales Group Official: Mengonfirmasi kontrak pengadaan 13 unit Ground Master 400 Alpha yang mencakup kolaborasi dengan PT Len Industri untuk memperkuat kedaulatan udara Indonesia.
    -
    Janes Defense: Melaporkan detail teknis mengenai akuisisi radar jarak jauh GM400a oleh Indonesia serta langkah TNI AU dalam memodernisasi sensor pertahanan udaranya.
    -
    Airforce Technology: Menjelaskan bahwa sistem GM400 Alpha milik Indonesia dirancang untuk deteksi target berkecepatan tinggi dan manuver ekstrem pada jarak yang sangat jauh.
    The Defense Post: Memuat berita tentang pengadaan radar dari Republik Ceko (Retia) sebagai bagian dari paket 25 radar baru untuk menutup celah wilayah udara (blind spots).
    ________________________________________
    Target 33 Satuan Radar (Satrad) hingga 2029
    Antara News (English Edition): Memberitakan pernyataan KSAU mengenai rencana penempatan radar pertahanan udara baru di titik-titik strategis seperti Morotai untuk mencapai cakupan penuh.
    -
    Asia Pacific Defense Journal: Mengulas ambisi Indonesia untuk memiliki total 33 stasiun radar operasional pada tahun 2029 guna mendukung sistem pertahanan udara nasional yang terintegrasi.
    -
    Defense News: Melaporkan strategi jangka panjang Indonesia dalam memperluas jaringan radar
    -
    Indonesia Defense: Memberitakan target strategis TNI AU untuk memiliki total 33 Satuan Radar (Satrad) pada tahun 2029.
    -
    Kompas.id: Menjelaskan visi agar seluruh wilayah udara Indonesia terlindungi radar sepenuhnya pada 2029.
    ________________________________________
    Kerjasama Produksi & ToT
    Transfer of Technology (ToT) antara Thales dan PT Len Industri:
    Thales Group Official: Menyatakan secara resmi bahwa kontrak 13 radar GM400a melibatkan PT Len Industri untuk membangun infrastruktur radar serta melakukan perakitan komponen tertentu secara lokal di Indonesia.
    -
    Janes Defense: Menjelaskan detail kolaborasi strategis di mana PT Len Industri akan memproduksi komponen radar dan bertanggung jawab atas pemeliharaan jangka panjang sistem sensor tersebut.

    BalasHapus
  7. MALONYET = 5 RADAR RUSAK
    Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoTIADAmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
    -
    2023 GIFTED PAID BY USA
    Back in 2006, the US gifted MALONYET an unkTIADAwn number and type of coastal surveillance radars which were kTIADAwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
    -
    2023 DONATED BY US
    Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
    -
    2023 DONATED BY JAPAN
    It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALONYET for use by the RMAF.
    ==============
    ==============
    INDONESIA 25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
    25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
    25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
    -
    pengadaan 25 radar baru TNI AU untuk mencapai target 33 Satrad pada tahun 2029:
    1. Esensi Strategis Pengadaan
    Total Kekuatan: Integrasi 13 unit Thales GM400 Alpha (jarak jauh/515 km) dan 12 unit radar Retia (Ceko) untuk menutup blind spot secara nasional.
    Target Akhir: Mencapai 33 Satuan Radar (Satrad) yang beroperasi penuh pada tahun 2029.
    -
    2. Fokus Penempatan Geografis
    Poros IKN & ALKI II: Pembangunan infrastruktur di Banjarbaru dan Takalar sebagai benteng udara ibu kota baru dan jalur pelayaran internasional Januari 2025.
    Sabuk Luar (Perbatasan): Penempatan di titik krusial seperti Morotai, NTT, dan Papua untuk memastikan cakupan deteksi dini terhadap target berkecepatan tinggi dan manuver ekstrem.
    -
    3. Kemandirian Industri Pertahanan (ToT)
    Mitra Lokal: PT Len Industri memegang peran sentral dalam membangun infrastruktur, perakitan komponen lokal, serta pemeliharaan jangka panjang (Life Cycle Cost).
    Integrasi Sistem: Kolaborasi ini memungkinkan Indonesia memiliki kontrol penuh atas integrasi data radar ke dalam jaringan komando pertahanan udara nasional (NADS).
    -
    4. Garis Waktu Operasional
    2023: Finalisasi kontrak legal (Thales & Retia).
    2025: Puncak pembangunan fisik stasiun radar di lokasi baru.
    2026-2028: Kedatangan alutsista dan fase instalasi teknis.
    2029: Pencapaian Full Operational Capability (FOC) dengan 33 Satrad.
    ________________________________________
    2023: FASE PENANDATANGANAN KONTRAK
    Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
    Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
    -
    2024: FASE PERSIAPAN INFRASTRUKTUR
    Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
    Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
    -
    2025: FASE KONSTRUKSI FISIK
    Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
    Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
    -
    2026 - 2028: FASE PENGIRIMAN & INSTALASI
    2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
    2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
    -
    2029: TARGET OPERASIONAL PENUH
    Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI

    BalasHapus
  8. INDONESIA 25 RADAR
    • Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
    • Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
    =====================================
    =====================================
    MALAYDESH 1 RADAR
    • Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
    • Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malaysian Defence/Indomiliter)
    • Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
    --------------------------------
    BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
    2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
    2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
    2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
    2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
    2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
    2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
    2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
    2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
    2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
    2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
    2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
    2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
    2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
    2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
    2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
    2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
    2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
    2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
    2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
    2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
    2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
    2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
    2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
    2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
    2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
    2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
    2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
    1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
    1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus
  9. INDONESIA 25 RADAR
    • Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
    • Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI))
    -------------------------------
    INDONESIA=
    KAPAL INDUK✔️
    AMRAAM✔️
    METEOR✔️
    HAMMER✔️
    FREGAT✔️
    SIPRI SHOPPING✔️
    48 KAAN Gen 5✔️
    42 RAFALE Gen 4.5✔️
    16 Sukhoi 27/30✔️
    33 F16✔️
    12 M346FA✔️
    20 T50i✔️
    24 HAWK✔️
    4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
    2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
    2 FREEGAT ISTIF✔️
    4 SCORPENE EVOLVED✔️
    --------------------------------
    1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
    2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
    3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
    4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
    5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
    6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
    7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
    8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
    9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
    ===============
    ===============
    MALONYET
    18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
    18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
    7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
    16 HAWK = LACK SPAREPART❌
    NSM BANNED❌
    AMRAAM BLOKIR❌
    F18 BATAL❌
    UH60A BATAL❌
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
    SIPRI KOSONG❌
    --------------------------------
    2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
    2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
    2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
    1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
    1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
    1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
    2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
    1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
    1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
    1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
    --------------------------------
    1967: USCG DECISIVE
    1968: USCGC STEADFAST
    1980: KM PERWIRA
    1984: LERICI CLASS
    1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
    1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
    1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
    --------------------------------
    MALAYDESH 1 RADAR
    • Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
    • Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malaysian Defence/Indomiliter)
    • Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).

    BalasHapus
  10. Pembelian radar Thales Ground Master 400 (GM400 / GM400α) oleh Malaysia dilakukan melalui kontrak pengadaan pertahanan resmi (government-to-corporate procurement) menggunakan anggaran belanja pertahanan negara, bukan pembayaran tunai ritel atau "cash" secara langsung di tempat.
    Berikut adalah detail pengadaan tersebut:
    - Pembelian radar GM400 di Bintulu bernilai sekitar RM170,6 juta yang mencakup perangkat radar, dukungan, serta pembangunan infrastruktur.
    - Kontrak tambahan untuk dua unit radar GM400 Alpha bernilai RM277 juta diberikan melalui mekanisme Letter of Award (LOA) resmi antara Kementerian Pertahanan Malaysia dan Thales.
    - Pembayaran proyek pertahanan berskala besar ini menggunakan mekanisme Anggaran Belanja Perbadanan/Negara (anggaran pertahanan nasional) yang dicairkan bertahap sesuai progres pengadaan dan perjanjian kontrak.

    https://www.malaysiandefence.com/loa-for-long-range-radar/

    BERUK BOTOL IQ SAMPAH MALAYDESH KALO MEMBUAL CASH NGERI GUYS.....LOL !!!!

    PASAL TU ORG TUA DULU² SELALU PESAN.. BODOH,TOLOL DAN HAL MEMALUKAN JANGAN TUNJUK KAT ORG...APALAGI REKAM JEJAK DIGITAL
    🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣

    https://www.cnnindonesia.com/internasional/20150210145127-106-31025/kronologi-kasus-sodomi-anwar-ibrahim

    🙈🙈🙈🙈🙈🙈🇲🇾🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🇲🇾🐷🐷🐷🐷🐷🐷🐷🇲🇾💩💩💩💩💩💩💩💩🇲🇾

    BalasHapus
    Balasan
    1. a.k.a bayar berperingkat alias nyicil om Dob xaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxa cash???? Ga asik ahhh, ntar malah tak dapat uang kopi xaxaxaxaxaxaxaxa SEADPNYE UANG KOPI, JOM SONGLAP!!!!!!!! xaxaxaxaxaxaxaxxaxaxa nih lon🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤪🤪🤪🤪🤪🤪🤪

      Hapus
  11. LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
    https://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
    -------------------------------
    25 RADAR = 13 GM400a + 12 RETIA
    33 SATUAN RADAR (SATRAD) HINGGA 2029
    ________________________________________
    2023: FASE PENANDATANGANAN KONTRAK
    Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
    Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
    -
    2024: FASE PERSIAPAN INFRASTRUKTUR
    Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
    Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
    -
    2025: FASE KONSTRUKSI FISIK
    Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
    Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
    -
    2026 - 2028: FASE PENGIRIMAN & INSTALASI
    2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
    2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
    -
    2029: TARGET OPERASIONAL PENUH
    Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI.
    -------------------------------
    Kerjasama Produksi & ToT
    Transfer of Technology (ToT) antara Thales dan PT Len Industri:
    Thales Group Official: Menyatakan secara resmi bahwa kontrak 13 radar GM400a melibatkan PT Len Industri untuk membangun infrastruktur radar serta melakukan perakitan komponen tertentu secara lokal di Indonesia.
    -
    Janes Defense: Menjelaskan detail kolaborasi strategis di mana PT Len Industri akan memproduksi komponen radar dan bertanggung jawab atas pemeliharaan jangka panjang sistem sensor tersebut.
    -------------------------------
    USD 20 MILLIAR/SHOPPING versus USD 4,5 MILLIAR/LEASING
    -
    1. INDONESIA 🇮🇩
    Anggaran: Rp335,2 triliun (~USD 20 miliar) | Naik 37% dari 2025.
    Sumber: CNBC Indonesia - Anggaran Pertahanan RI Loncat ke Rp335 T.
    -
    2. SINGAPURA 🇸🇬
    Anggaran: SGD 24,9 miliar (~USD 19,5–20 miliar) | 3–4% dari PDB.
    Sumber: Bloomberg - Singapore Projects Nearly $20 Billion Defense Spend.
    -
    3. VIETNAM 🇻🇳
    Anggaran: USD 6–7 miliar (Estimasi) | Target USD 10,2 miliar (2029).
    Sumber: Data indeks militer regional Lowy Institute Asia Power Index.
    -
    4. THAILAND 🇹🇭
    Anggaran: 204.434 juta Baht (~USD 5,7 miliar).
    Sumber: Laporan belanja sektor publik Lowy Institute - Military Expenditure.
    -
    5. FILIPINA 🇵🇭
    Anggaran: PHP 295–299 miliar (~USD 5,2 miliar) | Naik 16% dari 2025.
    Sumber: Dokumen resmi Department of Budget and Management (DBM) Philippines.
    -
    6. MALONSIA 🇲🇾
    Anggaran: RM 21,74 miIiar (~USD 4,5–4,7 miliar).
    Sumber: The Sun Malonsia - Budget: Over RM21 billion allocated to boost national security.


    BalasHapus
  12. NGERI GUYS....KING INDO PESAN 13 RADAR BARU MANAKALA MALAYDESH CUMA 4 SAJA....BEDA KASTA DAN LEVEL 🙈🙈🙈🙈🙈🙈🇲🇾🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🇲🇾🐷🐷🐷🐷🐷🐷🐷🇲🇾💩💩💩💩💩💩💩💩🇲🇾

    https://nasional.kompas.com/read/2023/06/20/06300071/mengintip-kecanggihan-radar-gm400a-pesanan-indonesia-mampu-deteksi-target

    BalasHapus
  13. LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
    https://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
    -------------------------------
    INDONESIA 25 RADAR
    • Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
    • Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
    =====================================
    =====================================
    MALAYDESH 1 RADAR
    • Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
    • Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malaysian Defence/Indomiliter)
    • Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
    --------------------------------
    BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
    2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
    2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
    2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
    2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
    2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
    2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
    2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
    2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
    2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
    2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
    2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
    2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
    2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
    2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
    2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
    2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
    2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
    2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
    2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
    2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
    2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
    2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
    2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
    2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
    2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
    2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
    2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
    1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
    1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus
  14. Sukan ASIA 2026 ....MALAYSIA di ATAS INDIANESIA...INDIANESIA KALAH lagi...HOREYYYYYY....HAHAHAHAHA

    MALAYSIA
    6 EMAS

    INDIANESIA
    2 EMAS

    BalasHapus
    Balasan
    1. LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
      https://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
      -------------------------------
      INDONESIA 25 RADAR
      • Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
      • Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI))
      -------------------------------
      INDONESIA=
      KAPAL INDUK✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      48 KAAN Gen 5✔️
      42 RAFALE Gen 4.5✔️
      16 Sukhoi 27/30✔️
      33 F16✔️
      12 M346FA✔️
      20 T50i✔️
      24 HAWK✔️
      4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
      2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
      2 FREEGAT ISTIF✔️
      4 SCORPENE EVOLVED✔️
      --------------------------------
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      ===============
      ===============
      MALONYET
      18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
      18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
      7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
      16 HAWK = LACK SPAREPART❌
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      MALAYDESH RADAR
      • Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
      • Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malaysian Defence/Indomiliter)
      • Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).

      Hapus
    2. LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
      https://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
      -------------------------------
      INDONESIA 25 RADAR
      • Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
      • Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI))
      -------------------------------
      INDONESIA=
      KAPAL INDUK✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      48 KAAN Gen 5✔️
      42 RAFALE Gen 4.5✔️
      16 Sukhoi 27/30✔️
      33 F16✔️
      12 M346FA✔️
      20 T50i✔️
      24 HAWK✔️
      4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
      2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
      2 FREEGAT ISTIF✔️
      4 SCORPENE EVOLVED✔️
      --------------------------------
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      ===============
      ===============
      MALONYET
      18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
      18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
      7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
      16 HAWK = LACK SPAREPART❌
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      MALAYDESH RADAR
      • Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
      • Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malaysian Defence/Indomiliter)
      • Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).

      Hapus
    3. JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      ---------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
      Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
      Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
      Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
      Skala Ekonomi (PDB 2026):
      PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONSIA.
      PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
      Ketahanan Fiskal:
      Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
      Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONSIA PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA


      Hapus
    4. JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      ---------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
      Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Radius Tempur & Dominasi Geografis:
      Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
      Kesehatan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
      Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
      Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
      F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
      MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
      Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

      Hapus
    5. JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      ---------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

      Hapus
    6. JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      ---------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

      Hapus
    7. JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      ---------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
      2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
      2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
      2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
      ________________________________________
      ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
      Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.

      Hapus
    8. LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
      https://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
      -------------------------------
      25 RADAR = 13 GM400a + 12 RETIA
      33 SATUAN RADAR (SATRAD) HINGGA 2029
      ________________________________________
      2023: FASE PENANDATANGANAN KONTRAK
      Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
      Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
      -
      2024: FASE PERSIAPAN INFRASTRUKTUR
      Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
      Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
      -
      2025: FASE KONSTRUKSI FISIK
      Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
      Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
      -
      2026 - 2028: FASE PENGIRIMAN & INSTALASI
      2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
      2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
      -
      2029: TARGET OPERASIONAL PENUH
      Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI.
      -------------------------------
      Kerjasama Produksi & ToT
      Transfer of Technology (ToT) antara Thales dan PT Len Industri:
      Thales Group Official: Menyatakan secara resmi bahwa kontrak 13 radar GM400a melibatkan PT Len Industri untuk membangun infrastruktur radar serta melakukan perakitan komponen tertentu secara lokal di Indonesia.
      -
      Janes Defense: Menjelaskan detail kolaborasi strategis di mana PT Len Industri akan memproduksi komponen radar dan bertanggung jawab atas pemeliharaan jangka panjang sistem sensor tersebut.
      -------------------------------
      USD 20 MILLIAR/SHOPPING versus USD 4,5 MILLIAR/LEASING
      -
      1. INDONESIA 🇮🇩
      Anggaran: Rp335,2 triliun (~USD 20 miliar) | Naik 37% dari 2025.
      Sumber: CNBC Indonesia - Anggaran Pertahanan RI Loncat ke Rp335 T.
      -
      2. SINGAPURA 🇸🇬
      Anggaran: SGD 24,9 miliar (~USD 19,5–20 miliar) | 3–4% dari PDB.
      Sumber: Bloomberg - Singapore Projects Nearly $20 Billion Defense Spend.
      -
      3. VIETNAM 🇻🇳
      Anggaran: USD 6–7 miliar (Estimasi) | Target USD 10,2 miliar (2029).
      Sumber: Data indeks militer regional Lowy Institute Asia Power Index.
      -
      4. THAILAND 🇹🇭
      Anggaran: 204.434 juta Baht (~USD 5,7 miliar).
      Sumber: Laporan belanja sektor publik Lowy Institute - Military Expenditure.
      -
      5. FILIPINA 🇵🇭
      Anggaran: PHP 295–299 miliar (~USD 5,2 miliar) | Naik 16% dari 2025.
      Sumber: Dokumen resmi Department of Budget and Management (DBM) Philippines.
      -
      6. MALONSIA 🇲🇾
      Anggaran: RM 21,74 miIiar (~USD 4,5–4,7 miliar).
      Sumber: The Sun Malonsia - Budget: Over RM21 billion allocated to boost national security.

      Hapus
    9. MALONYET = 5 RADAR RUSAK
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoTIADAmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
      -
      2023 GIFTED PAID BY USA
      Back in 2006, the US gifted MALONYET an unkTIADAwn number and type of coastal surveillance radars which were kTIADAwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
      -
      2023 DONATED BY US
      Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
      -
      2023 DONATED BY JAPAN
      It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALONYET for use by the RMAF.
      ==============
      ==============
      INDONESIA 25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
      25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
      25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
      -
      pengadaan 25 radar baru TNI AU untuk mencapai target 33 Satrad pada tahun 2029:
      1. Esensi Strategis Pengadaan
      Total Kekuatan: Integrasi 13 unit Thales GM400 Alpha (jarak jauh/515 km) dan 12 unit radar Retia (Ceko) untuk menutup blind spot secara nasional.
      Target Akhir: Mencapai 33 Satuan Radar (Satrad) yang beroperasi penuh pada tahun 2029.
      -
      2. Fokus Penempatan Geografis
      Poros IKN & ALKI II: Pembangunan infrastruktur di Banjarbaru dan Takalar sebagai benteng udara ibu kota baru dan jalur pelayaran internasional Januari 2025.
      Sabuk Luar (Perbatasan): Penempatan di titik krusial
      -
      3. Kemandirian Industri Pertahanan (ToT)
      Mitra Lokal: PT Len Industri memegang peran sentral dalam membangun infrastruktur, perakitan komponen lokal, serta pemeliharaan jangka panjang (Life Cycle Cost).
      Integrasi Sistem: Kolaborasi ini memungkinkan Indonesia memiliki kontrol penuh atas integrasi data radar ke dalam jaringan komando pertahanan udara nasional (NADS).
      -
      4. Garis Waktu Operasional
      2023: Finalisasi kontrak legal (Thales & Retia).
      2025: Puncak pembangunan fisik stasiun radar di lokasi baru.
      2026-2028: Kedatangan alutsista dan fase instalasi teknis.
      2029: Pencapaian Full Operational Capability (FOC) dengan 33 Satrad.
      ________________________________________
      2023: FASE PENANDATANGANAN KONTRAK
      Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
      Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
      -
      2024: FASE PERSIAPAN INFRASTRUKTUR
      Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
      Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
      -
      2025: FASE KONSTRUKSI FISIK
      Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
      Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
      -
      2026 - 2028: FASE PENGIRIMAN & INSTALASI
      2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
      2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
      -
      2029: TARGET OPERASIONAL PENUH
      Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI
      ________________________________________
      LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
      https://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities

      Hapus
  15. Sukan ASIA 2026 ....MALAYSIA di ATAS INDIANESIA...INDIANESIA KALAH lagi...HOREYYYYYY....HAHAHAHAHA

    MALAYSIA
    6 EMAS

    INDIANESIA
    2 EMAS

    BalasHapus
    Balasan
    1. LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
      https://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
      -------------------------------
      INDONESIA 25 RADAR
      • Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
      • Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI))
      -------------------------------
      INDONESIA=
      KAPAL INDUK✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      48 KAAN Gen 5✔️
      42 RAFALE Gen 4.5✔️
      16 Sukhoi 27/30✔️
      33 F16✔️
      12 M346FA✔️
      20 T50i✔️
      24 HAWK✔️
      4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
      2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
      2 FREEGAT ISTIF✔️
      4 SCORPENE EVOLVED✔️
      --------------------------------
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      ===============
      ===============
      MALONYET
      18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
      18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
      7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
      16 HAWK = LACK SPAREPART❌
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      MALAYDESH RADAR
      • Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
      • Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malaysian Defence/Indomiliter)
      • Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).

      Hapus
    2. KAH KAH .... SEWA LAGI
      SEWA = BATAL
      NGEMIS = BATAL
      -
      KEMENTERIAN PERTAHANAN MALONYET(MINDEF) RESMI BUKA TENDER SEWA HELIKOPTER TEMPUR UTILITI UNTUK PUTD
      KUALA LUMPUR – Kementerian Pertahanan MALONYET(MINDEF) secara resmi mengumumkan pelaksanaan tender terbuka untuk layanan penyewaan helikopter tempur utiliti (Combat Utility Helicopter - CUH). Proyek pengadaan jasa sewa ini direncanakan akan berlangsung selama jangka waktu lima tahun.
      Langkah strategis ini diambil menyusul pembatalan kontrak pengadaan helikopter Black Hawk yang terjadi sebelumnya. Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, menjelaskan bahwa keputusan ini dilakukan secara bertahap guna memastikan kemampuan operasional Pasukan Udara Tentera Darat (PUTD) tetap terjaga dan tidak terganggu.
      "Kementerian Pertahanan telah mengambil tindakan susulan secara bertahap demi memastikan kesiapan operasi PUTD," ujar Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin dalam jawaban lisan di Dewan Rakyat.
      Selain membuka tender baru, kementerian juga menjalankan langkah mitigasi dengan mengoptimalkan penggunaan aset-aset yang sudah ada saat ini. Hal ini dilakukan untuk menjamin tingkat kesiapsiagaan operasi PUTD selalu berada pada level yang diperlukan.
      Pendekatan tersebut dinilai sebagai langkah yang pragmatis serta bertanggung jawab. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan operasional angkatan bersenjata tanpa mengabaikan tata kelola pengadaan, keselamatan personel, serta kepentingan pertahanan negara secara menyeluruh.
      Penjelasan ini disampaikan Menhan untuk menjawab pertanyaan dari Ahli Parlemen Setiawangsa, Nik Nazmi Nik Ahmad, terkait langkah kementerian dalam pengadaan helikopter baru setelah pembatalan kontrak Black Hawk.
      https://www.airtimes.my/tag/cuh/
      ________________________________________
      BLACKHAWK = GAGAL
      BLACKHAWK = GAGAL
      BLACKHAWK = GAGAL
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin berkata, ia susulan pelanjutan kontrak oleh syarikat itu pada Oktober lalu selepas gagal mematuhi kontrak penyerahannya.
      "Oktober sudah berakhir. Tiada apa-apa (Black Hawks), tiada apa-apa.
      ________________________________________
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      2017:
      MiG-29N → PENSIUN
      Operasional berhenti total; tidak ada pengganti kelas berat hingga kini.
      -
      2018 - 2022:
      RAFALE, TYPHOON, GRIPEN, JF-17 → WACANA
      Semua batal karena masalah anggaran dan peralihan fokus ke jet tempur ringan.
      -
      2023:
      TEJAS → GAGAL
      Kalah saing dalam tender jet tempur ringan (FLIT-LCA).-
      -
      2023:
      FA-50 (M) → DEAL
      Kontrak 18 unit dari Korea Selatan (RM4 miliar) resmi ditandatangani.
      -
      2026: FA-50 → VETO USA
      AS dilaporkan memblokir integrasi rudal jarak menengah AMRAAM; jet terancam hanya bersenjata jarak pendek.
      -
      2026:
      F-18 KUWAIT → BATAL
      Pembelian 33 unit Hornet bekas resmi dibatalkan karena masalah teknis dan jadwal.

      Hapus
    3. JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      ---------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: SUPERIOR & LENGKAP
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 20 Miliar (Rp 335,2 Triliun).
      Pertumbuhan: Melonjak 37% dari tahun sebelumnya.
      Status SIPRI 2024-2025: LENGKAP (Transfer alutsista aktif).
      Daftar Belanja Alutsista Utama:
      42 Jet Rafale F-4 (Prancis).
      F-15IDN (USA).
      Kapal Selam Scorpene Evolved (Full Li-Ion Battery).
      Kapal Perang PPA-L-Plus & Frigat Merah Putih.
      Drone Tempur Anka-S (Turki).
      Rudal Balistik Khan & Bora.
      Kesehatan Fiskal:
      GDP: USD 1,44 Triliun.
      Hutang Pemerintah: 40% dari GDP (Jauh di bawah limit 60%).
      HUtang Household: 16% dari GDP.
      Defisit: 2,9%.
      Kekuatan Militer: Doktrin Pertahanan Total dengan integrasi teknologi tinggi.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KRISIS & MISKIN
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 4,7 Miliar (DIPANGKAS TOTAL).
      Status SIPRI 2024-2025: KOSONG (Nol transfer senjata global).
      Krisis 2026:
      PHK Massal: 24.100 pekerja (Data SOCSO Januari 2026).
      Freeze Procurement: Pembekuan seluruh kontrak akibat skandal suap pejabat senior.
      Cut Budget: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional karena krisis finansial.
      Kegagalan Alutsista (Daftar Prank):
      NSM BANNED: Rudal NSM dilarang ekspor oleh Norwegia; dudukan rudal di kapal LCS harus dicopot.
      F/A-18 Kuwait: Batal (4x surat resmi ditolak).
      LCS Mangkrak: Proyek kapal perang karatan dan penuh cacat kabel/pipa.
      Prank Global: Pembatalan minat pada Tejas (India), JF-17 (Pakistan), Yavuz (Turki), dan Rafale (Prancis).
      Kesehatan Fiskal (Darurat):
      GDP: USD 416,90 Miliar.
      Hutang Pemerintah: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HUtang Household: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      Defisit: 3,8% (Tidak pernah surplus sejak 1998).
      Beban Hutang Per Kapita (2026): RM 94,544 per jiwa.
      Sistem "Serba Sewa" (Rental Defence):
      Sewa Helikopter Black Hawk & AW139 (Bukan milik sendiri).
      Sewa Jet L-39 di Kanada untuk latihan pilot.
      Sewa Motor Polis, Truk, dan Kapal Hidrografi.
      Kondisi Internal: Ketidakstabilan politik (5x Ganti PM & 6x Ganti Menhan) melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      KESIMPULAN:
      INDONESIA BELI TUNAI VS MALONSIA SERBA SEWA KARENA HUTANG MENUMPUK.

      Hapus
    4. JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      ---------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: MISKIN & PROCUREMENT COLLAPSE
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh kementerian memangkas anggaran operasional akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK dengan puncak di Januari 2026; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi sejak 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      2025 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Tidak ada transfer senjata besar yang tercatat dalam database global.
      2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Kelanjutan stagnasi modernisasi alutsista selama dua tahun berturut-turut.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: MINDEF membatalkan secara resmi 5 tender bekalan dan infrastruktur.
      ________________________________________
      LIMITASI STRUKTUR KEKUATAN (FORCE LIMITATIONS):
      Ukuran Pasukan Kecil: Hanya memiliki ~113.000 personel aktif; sangat kontras dibandingkan Indonesia (~400.000) atau Vietnam (~600.000).
      Fragmentasi Matra: Kurangnya doktrin gabungan (Joint Doctrine) dan interoperabilitas antara Darat, Laut, dan Udara.
      Lemahnya Proyeksi Kekuatan: Tidak memiliki kapal induk, pembom berat, sistem rudal balistik, serta keterbatasan kapasitas pengisian bahan bakar di udara.
      Ketimpangan Anggaran: Lebih dari 40% anggaran habis untuk biaya personel (gaji/pensiun), mencekik dana modernisasi (CAPEX).
      Ketergantungan Impor: Industri pertahanan domestik sangat terbatas, hanya mampu untuk pemeliharaan dan kendaraan ringan.
      ________________________________________
      KETERGANTUNGAN PADA TEKNOLOGI USANG (LEGACY PLATFORMS):
      Definisi: Mengoperasikan alutsista tua yang mahal perawatannya namun terbatas secara operasional dalam perang modern.
      Penyebab: Siklus pengadaan yang tertunda (LCS Mangkrak) dan strategi modernisasi yang terfragmentasi (politik).
      Beban Pemeliharaan: Alutsista lama mengonsumsi anggaran besar untuk suku cadang tanpa memberikan peningkatan kapabilitas nyata.
      Daftar Aset Usang (Legacy List):
      MiG-29N Fulcrum: Dioperasikan sejak 1995, pensiun terlambat tanpa pengganti sepadan.
      F/A-18D Hornet: Aktif sejak 1997 dalam jumlah yang sangat terbatas.
      C-130 Hercules: Berasal dari era 1970-an; masih dipaksa beroperasi.
      Condor APC: Kendaraan lapis baja dari tahun 1980-an yang masih digunakan angkatan darat.
      Scorpene Submarine: Diperkenalkan 2009; kini mulai menua dengan jumlah armada yang tidak memadai.
      ________________________________________
      RISIKO STRATEGIS:
      Deterrence Collapse: Hilangnya daya getar di Laut Cina Selatan.
      Vulnerabilitas: Sangat rentan terhadap ancaman modern seperti drone, perang siber, dan serangan presisi.
      Fiscal Trap: Pembayaran cicilan tahunan (FA-50/A400M) menutup peluang untuk investasi alutsista baru.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + PHK MASSAL + ASET KARATAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN.

      Hapus
    5. JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      ---------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh instansi memangkas anggaran operasional 2026 akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis di Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF.
      ________________________________________
      PENYEBAB PELEMAHAN DAYA GETAR (REDUCED DETERRENCE):
      Keterbatasan Aset Strategis: Tidak memiliki rudal jarak jauh, pesawat siluman (stealth), atau platform laut canggih.
      Armada Udara Minim: Hanya bergantung pada 18 F/A-18D tua; pengadaan FA-50 jet tempur ringan dianggap tidak cukup untuk standar deterrence.
      Struktur Pasukan Terfragmentasi: Operasi antar matra berjalan sendiri-sendiri (silos) dengan koordinasi komando gabungan yang sangat lemah.
      Kekalahan Teknologi: Tertinggal jauh dalam kemampuan perang siber, perang elektronik, dan sistem nirawak (drone).
      Kerentanan Geostrategis: Ketidakmampuan merespons secara tegas intrusi kapal penjaga pantai dan pelanggaran wilayah udara oleh China di Laut Cina Selatan.
      Ambiguitas Diplomatik: Kebijakan luar negeri non-konfrontatif sering dianggap sebagai pasivitas strategis oleh lawan.
      ________________________________________
      MENGAPA MODERNISASI BERJALAN LAMBAT? (FISCAL PARALYSIS):
      Ketidakseimbangan Anggaran: 60-70% dana habis untuk gaji, pensiun, dan pemeliharaan rutin. Hanya sedikit yang tersisa untuk sistem baru.
      Skandal & Penundaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) menghadapi penundaan bertahun-tahun, pembengkakan biaya, dan investigasi korupsi.
      Strategi Reaktif: Pengadaan alutsista didorong oleh siklus politik, bukan perencanaan strategis jangka panjang, menciptakan logistik yang rumit.
      Industri Domestik Lemah: Hanya fokus pada pemeliharaan dasar, gagal memenuhi kebutuhan sistem persenjataan canggih.
      Depresiasi Ringgit: Pelemahan nilai tukar menghancurkan daya beli alutsista impor sementara pendapatan negara dari minyak menurun.
      ________________________________________
      MENGAPA KESIAPAN TEMPUR (READINESS) SANGAT BURUK?
      Aging Equipment: Bergantung pada platform usang seperti C-130 (1970-an), Condor APC (1980-an), dan kapal selam Scorpene (2009) yang mulai menua.
      No Joint Command: Angkatan Darat, Laut, dan Udara minim integrasi, mengurangi efektivitas dalam misi multi-domain.
      Gap Pelatihan: Pembatasan anggaran berdampak pada frekuensi latihan tempur, pengadaan sistem simulasi, dan pengembangan doktrin modern.

      Hapus
    6. JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      ---------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
      Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
      Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
      Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
      Ledakan Biaya (Financial Overrun):
      Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
      Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
      Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
      Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
      ________________________________________
      MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
      Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
      Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
      Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
      Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
      Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat MALONSIA menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
      Birokrasi & Politik: Perubahan spesifikasi dan kepemimpinan yang sering terjadi mengganggu jadwal pembayaran dan kepatuhan regulasi.
      KESIMPULAN:
      MISMANAJEMEN + HUTANG MENUMPUK + PROYEK MANGKRAK = KEGAGALAN TOTAL PERTAHANAN.

      Hapus
    7. JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      ---------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      ---------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO (PERKESO) mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KONTRAKSI FINANSIAL PERTAHANAN (FINANCIAL CONSTRAINTS):
      Alokasi Anggaran Terbatas: Belanja pertahanan hanya berkisar 1,2%–1,5% dari PDB, jauh di bawah standar regional untuk modernisasi.
      Biaya Operasional vs Modernisasi: Sebagian besar anggaran habis untuk gaji, pensiun, dan biaya harian, menyisakan dana sangat minim untuk pengadaan senjata canggih atau Litbang (R&D).
      Kompetisi Prioritas Domestik: Anggaran militer sering dikalahkan oleh prioritas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial.
      Ketergantungan Teknologi Asing: Biaya tinggi pengadaan alutsista impor membuat MALONSIA terpaksa membeli barang bekas (second-hand) atau menunda program pengadaan.
      Dampak Kesiapan Strategis: Peralatan tua (kapal, pesawat, kendaraan) dipaksa beroperasi melampaui usia teknisnya; pelatihan pasukan dikurangi demi penghematan.
      ________________________________________
      KELEMAHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Aging Fleet (Armada Tua): Kapal utama seperti KD Kasturi dan KD Lekir berusia lebih dari 30 tahun dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas.
      Skandal & Penundaan LCS: Program RM 11 miliar penuh mismanajemen dan korupsi. Hingga 2025, hanya mencapai 72% progres tanpa satu pun kapal yang siap tempur.
      Struktur Armada Terfragmentasi: Terlalu banyak kelas kapal yang berbeda menyebabkan logistik, pelatihan, dan perawatan menjadi sangat tidak efisien dan mahal.
      Lemahnya Pengawasan Maritim: Kurangnya radar jarak jauh, UAV, dan sistem deteksi kapal selam membuat zona ekonomi eksklusif (ZEE) sangat rentan terhadap infiltrasi asing.
      Vulnerabilitas Strategis: Tanpa daya getar angkatan laut yang kredibel, MALONSIA kehilangan pengaruh strategis di Laut Cina Selatan menghadapi asertivitas kapal-kapal asing.
      ________________________________________
      RINGKASAN MASALAH UTAMA:
      Armada Tua: Kesiapan tempur terus menurun.
      Penundaan LCS: Tidak ada kapal kombatan permukaan modern.
      Logistik Inefisien: Akibat terlalu banyak jenis kelas kapal.
      Keterbatasan Anggaran: Modernisasi berjalan sangat lambat.
      ZEE Rentan: Pengawasan pantai dan laut sangat lemah.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS + ARMADA TUA = KELUMPUHAN TOTAL KEDAULATAN LAUT.

      Hapus
    8. JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      ---------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap yang melibatkan pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      MASALAH PENUAAN ALUTSISTA (AGEING EQUIPMENT):
      TUDM (Udara): MiG-29 dan F-5E Tiger II berusia di atas 30 tahun; biaya pemeliharaan membengkak, suku cadang langka, dan kesiapan operasional sangat rendah.
      TLDM (Laut): Korvet kelas Kasturi dan kapal patroli kelas Perdana sudah berusia dekadean dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas dibanding kapal modern.
      TDM (Darat): Kendaraan lapis baja Condor dan sistem artileri lama masih dipaksa bertugas meski sudah tidak memadai untuk ancaman perang asimetris modern.
      Konsekuensi: Efektivitas tempur menurun drastis dan platform lama sering kali tidak kompatibel dengan sistem komunikasi/senjata modern.
      ________________________________________
      KEGAGALAN MODERNISASI (DELAYED MODERNIZATION):
      Penundaan Jet Tempur: Penggantian MiG-29 dan F-5E terus tertunda; akuisisi Su-30MKM dan M346 jauh di bawah rencana awal.
      Skala Armada Laut Mengecil: Rencana pengadaan frigat, kapal selam, dan kapal kombatan multi-peran sering kali dipangkas atau berjalan sangat lambat.
      Prioritas Terbalik: Fokus lebih banyak pada peningkatan (upgrade) peralatan usang daripada penggantian penuh karena keterbatasan biaya.
      ________________________________________
      TANTANGAN KEBIJAKAN & ANGGARAN (STRATEGIC CHALLENGES):
      Ketidakpastian Politik: Perubahan pemerintah sejak 2018 mengganggu kontinuitas perencanaan pertahanan dan eksekusi kebijakan.
      Anomali Anggaran: Meski anggaran mencapai RM 19,73 Miliar (2024), lebih dari 40% habis hanya untuk gaji dan tunjangan, bukan untuk sistem baru.
      Hancurnya Daya Beli: Depresiasi Ringgit membuat harga peralatan impor menjadi sangat mahal bagi kas negara yang menipis.
      Industri Domestik Lemah: Kurangnya investasi R&D dan ketergantungan pada vendor asing (OEM) menghambat kemandirian pertahanan.
      Kelemahan Sinergi: Konsep Pertahanan Komprehensif (HANRUH) sering salah diartikan dan kolaborasi sipil-militer semakin melemah sejak era Kedaruratan Malaya.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + POLITIK TIDAK STABIL + ASET USANG = KELUMPUHAN TOTAL DAYA GENTAR.

      Hapus
    9. JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      JAGA-JAGA KLAIM KAYA = BANGKRUT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      ---------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      FAKTOR PEMBATAS ANGGARAN MILITER (BUDGETARY CONSTRAINTS):
      Prioritas Ekonomi Domestik: Pertahanan harus berbagi dana dengan sektor kesehatan, pendidikan, dan subsidi sosial di tengah perlambatan ekonomi.
      Alokasi PDB Rendah: Belanja militer umumnya hanya 1,5% - 2% dari PDB, jauh di bawah Singapura (~3%) atau Thailand (~2,5%).
      Beban Hutang & Kebijakan Fiskal: Defisit anggaran membatasi ruang gerak pemerintah untuk melakukan upgrade militer yang bersifat diskresioner.
      Dampak Riil: Penundaan modernisasi jet tempur dan kapal selam hingga dekadean; ketergantungan pada pemeliharaan aset tua daripada pengadaan baru.
      ________________________________________
      SKANDAL PEMBENGKAKAN BIAYA (COST OVERRUNS):
      Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar untuk 6 kapal, membengkak jadi RM 11 Miliar+ namun hanya menghasilkan 5 kapal (target selesai 2026-2029).
      Program NGPV (Patrol Vessel): Anggaran awal RM 5,35 Miliar untuk 27 kapal, berakhir dengan biaya RM 6,75 Miliar namun hanya mendapatkan sebagian kecil dari jumlah awal.
      Pengadaan Kapal Selam Scorpene: Tuduhan suap dan biaya tambahan logistik yang tidak terduga meningkatkan beban pengeluaran negara secara masif.
      Kasus Helikopter MD530G: Kontrak bermasalah dan kegagalan pengiriman yang menyebabkan kerugian finansial dan kekosongan operasional.
      ________________________________________
      PENYEBAB UTAMA MISMANAJEMEN:
      Intervensi Politik: Keputusan sering didasarkan pada koneksi politik daripada kebutuhan operasional murni.
      Korupsi & Kronisme: Penggunaan perusahaan cangkang dan perantara (intermediaries) yang menggelembungkan nilai kontrak.
      Lemahnya Pengawasan: Kurangnya transparansi parlemen dan penggunaan UU Rahasia Rasmi (OSA) untuk menyembunyikan penyimpangan keuangan.
      Tantangan Teknis: Akuisisi peralatan yang tidak kompatibel menuntut modifikasi mahal di kemudian hari.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS/NGPV + KORUPSI SISTEMIK = KELUMPUHAN TOTAL KEDAULATAN.

      Hapus
    10. LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
      https://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
      -------------------------------
      25 RADAR = 13 GM400a + 12 RETIA
      33 SATUAN RADAR (SATRAD) HINGGA 2029
      ________________________________________
      2023: FASE PENANDATANGANAN KONTRAK
      Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
      Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
      -
      2024: FASE PERSIAPAN INFRASTRUKTUR
      Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
      Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
      -
      2025: FASE KONSTRUKSI FISIK
      Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
      Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
      -
      2026 - 2028: FASE PENGIRIMAN & INSTALASI
      2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
      2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
      -
      2029: TARGET OPERASIONAL PENUH
      Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI.
      ________________________________________
      Rencana Pengadaan 25 Radar (13 Thales & 12 Retia)
      Thales Group Official: Mengonfirmasi kontrak pengadaan 13 unit Ground Master 400 Alpha yang mencakup kolaborasi dengan PT Len Industri untuk memperkuat kedaulatan udara Indonesia.
      -
      Janes Defense: Melaporkan detail teknis mengenai akuisisi radar jarak jauh GM400a oleh Indonesia serta langkah TNI AU dalam memodernisasi sensor pertahanan udaranya.
      -
      Airforce Technology: Menjelaskan bahwa sistem GM400 Alpha milik Indonesia dirancang untuk deteksi target berkecepatan tinggi dan manuver ekstrem pada jarak yang sangat jauh.
      The Defense Post: Memuat berita tentang pengadaan radar dari Republik Ceko (Retia) sebagai bagian dari paket 25 radar baru untuk menutup celah wilayah udara (blind spots).
      ________________________________________
      Target 33 Satuan Radar (Satrad) hingga 2029
      Antara News (English Edition): Memberitakan pernyataan KSAU mengenai rencana penempatan radar pertahanan udara baru di titik-titik strategis seperti Morotai untuk mencapai cakupan penuh.
      -
      Asia Pacific Defense Journal: Mengulas ambisi Indonesia untuk memiliki total 33 stasiun radar operasional pada tahun 2029 guna mendukung sistem pertahanan udara nasional yang terintegrasi.
      -
      Defense News: Melaporkan strategi jangka panjang Indonesia dalam memperluas jaringan radar
      -
      Indonesia Defense: Memberitakan target strategis TNI AU untuk memiliki total 33 Satuan Radar (Satrad) pada tahun 2029.
      -
      Kompas.id: Menjelaskan visi agar seluruh wilayah udara Indonesia terlindungi radar sepenuhnya pada 2029.
      ________________________________________
      Kerjasama Produksi & ToT
      Transfer of Technology (ToT) antara Thales dan PT Len Industri:
      Thales Group Official: Menyatakan secara resmi bahwa kontrak 13 radar GM400a melibatkan PT Len Industri untuk membangun infrastruktur radar serta melakukan perakitan komponen tertentu secara lokal di Indonesia.
      -
      Janes Defense: Menjelaskan detail kolaborasi strategis di mana PT Len Industri akan memproduksi komponen radar dan bertanggung jawab atas pemeliharaan jangka panjang sistem sensor tersebut.

      Hapus
    11. LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
      https://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
      -------------------------------
      NATUNA RADAR WEIBEL : 1000 KM
      RADAR VERA NG SPESIALIS PERAWAT SILUMAN
      Natuna Sabah : 960 KM
      Natuna Kuala lumpur : 736 KM
      Natuna Kedah : 884 KM
      Natuna Johor : 589 KM
      --------------
      25 RADAR (13 THALES 12 RETIA)
      25 RADAR (13 THALES 12 RETIA)
      25 RADAR (13 THALES 12 RETIA)
      Diketahui, Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengungkapkan bahwa TNI AU merencanakan pengadaan 25 radar baru untuk ditempatkan di sejumlah titik untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia.
      "Ke depan ada rencana pengadaan sebanyak 13, ditambah 12, jadi 25 radar baru," kata Fadjar saat berbicara bersama para pemimpin redaksi di Mabes TNI AU (Mabesau), Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/12/2023), dikutip dari Antaranews.
      ===================
      ===================
      1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      ===================
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
  16. LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
    https://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
    -------------------------------
    INDONESIA 25 RADAR
    • Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
    • Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
    =====================================
    =====================================
    MALAYDESH RADAR
    • Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
    • Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malaysian Defence/Indomiliter)
    • Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
    --------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

    BalasHapus
  17. Nasib Si M 😁

    ‎Malaysia Lewat! ADB Ramal Ekonomi RI Tercepat Kedua di ASEAN https://share.google/Vx4IlvIdS0AuPg7Ox
    ‎
    ‎Adapun proyeksi terbaru negara-negara ASEAN untuk 2026 secara lengkap dari ADB sebagai berikut:
    ‎
    ‎Brunei Darussalam 1,2%
    ‎Kamboja 3,9%
    ‎Indonesia 5,2%
    ‎Laos 4%
    ‎Malaysia 4,9%
    ‎Myanmar 2,2%
    ‎Filipina 3,3%
    ‎Thailand 2%
    ‎Timor-Leste 4%
    ‎Viet Nam 7,8%
    ‎
    ‎Adapun untuk negara besar Asia, ADB memperkirakan, untuk China pertumbuhannya akan tetap di level 4,6% pada 2026 dari sebelumnya 5% pada 2025.
    ‎
    ‎Sedangkan India 7,% dari perkiraan sebelumnya 6,6%, masih lebih rendah dari pertumbuhan 7,8% pada 2025. Untuk Jepang proyeksinya tetap tumbuh 0,7% pada 2026, sedangkan Korea Selatan 3,2% dari proyeksi sebelumnya 2,6%.

    BalasHapus
  18. Pembelian radar Thales Ground Master 400 (GM400 / GM400α) oleh Malaysia dilakukan melalui kontrak pengadaan pertahanan resmi (government-to-corporate procurement) menggunakan anggaran belanja pertahanan negara, bukan pembayaran tunai ritel atau "cash" secara langsung di tempat.
    Berikut adalah detail pengadaan tersebut:
    - Pembelian radar GM400 di Bintulu bernilai sekitar RM170,6 juta yang mencakup perangkat radar, dukungan, serta pembangunan infrastruktur.
    - Kontrak tambahan untuk dua unit radar GM400 Alpha bernilai RM277 juta diberikan melalui mekanisme Letter of Award (LOA) resmi antara Kementerian Pertahanan Malaysia dan Thales.
    - Pembayaran proyek pertahanan berskala besar ini menggunakan mekanisme Anggaran Belanja Perbadanan/Negara (anggaran pertahanan nasional) yang dicairkan bertahap sesuai progres pengadaan dan perjanjian kontrak.

    https://www.malaysiandefence.com/loa-for-long-range-radar/

    BERUK BOTOL IQ SAMPAH MALAYDESH KALO MEMBUAL CASH NGERI GUYS.....LOL !!!!

    PASAL TU ORG TUA DULU² SELALU PESAN.. BODOH,TOLOL DAN HAL MEMALUKAN JANGAN TUNJUK KAT ORG...APALAGI REKAM JEJAK DIGITAL
    🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣

    https://www.cnnindonesia.com/internasional/20150210145127-106-31025/kronologi-kasus-sodomi-anwar-ibrahim

    🙈🙈🙈🙈🙈🙈🇲🇾🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🇲🇾🐷🐷🐷🐷🐷🐷🐷🇲🇾💩💩💩💩💩💩💩💩🇲🇾

    BalasHapus