06 September 2026

Thailand Sukses Uji Coba Drone Kamikaze K-18M

06 September 2026

Drone Kamikaze K-18M (photos: RVConnex)

Kendaraan udara nirawak/unmanned aerial vehicle (UAV) K-18M, yang dirancang untuk misi loitering munition dan serangan sekali pakai (one-way attack atau OWA), pertama kali diperkenalkan oleh perusahaan Thailand, RV Connex, dan dipamerkan dalam acara Royal Thai Army Innovation Day 2026 pada tanggal 22 Juli 2026.


Sebuah video yang dirilis pada 4 Agustus 2026 memperlihatkan UAV serangan bunuh diri K-18M melakukan penerbangan perdananya—diluncurkan menggunakan katapel—serta uji coba serangan terhadap target berupa kendaraan di lokasi dan waktu yang tidak diungkapkan.


Wahana ini memiliki berat lepas landas maksimum 55 kg, rentang sayap 2 meter, durasi operasional 5 jam, jangkauan lebih dari 600 km, kecepatan maksimum 100 knot, kecepatan jelajah 80 knot, serta mampu membawa hulu ledak seberat 5 kg.


Selanjutnya, pada 7 Agustus 2026, RV Connex juga mengumumkan kerja sama dengan Sammitr Motors Manufacturing PCL asal Thailand untuk merancang dan memproduksi sistem peluncuran katapel bagi berbagai ukuran sistem pesawat nirawak (UAS). 

Drone Kamikaze K-18M (video: RVConnex)

Hal ini menandai kemajuan signifikan dalam industri pertahanan Thailand.

(AAG)

86 komentar:

  1. Sebelah kalau punya drone kamikaze pasti dinamakan drone beruk hitam😁😁😁

    BalasHapus
  2. Negara GAGAL yang menuju kehancuran!

    https://www.youtube.com/watch?v=1CTKKHjeC4o

    😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keledai Dengan Gangguan Jiwa muncul 😂😂😂😂

      Hapus
    2. MALONYET BAKAR LAHAN .......
      1 PESAWAT DIPERBATASAN SERAWAK versus 11 PESAWAT
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      Malaysia (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      -
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 juta metrik ton batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      --------------------------------------------
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      --------------------------------------------
      PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      Hapus
    3. SKANDAL SEKS = SKANDAL SESAMA JENIS
      -
      1. Sultan Ibrahim – Cissie Hill
      Kisah hubungan asmara antara Sultan Ibrahim dari Johor dengan penari asal Inggris, Cissie Hill, pada dekade 1930-an tercatat dalam arsip sejarah Inggris dan diliput oleh berbagai media dokumenter.
      • BBC News: Mengulas detail sejarah hubungan ini dalam artikel khusus bertajuk The sultan and the showgirl: A tragic tale of star-crossed love.
      • Arsip Dokumenter / The Mixed Museum: Menyimpan catatan sejarah mengenai penolakan hubungan tersebut oleh otoritas Inggris dan Johor kala itu melalui pameran Helen Bartholomew and the Sultan of Johore.
      -
      2. Sultan Muhammad V – Oksana Voevodina
      Pemberitaan mengenai pernikahan singkat dan kontroversi perceraian talak tiga antara Sultan Kelantan (mantan Yang di-Pertuan Agong) dengan mantan Miss Moscow ini diliput secara masif oleh media lokal Malonyet dan internasional pada tahun 2019.
      • New Straits Times (NST) & Asia One: Menjadi media regional pertama yang mengungkap dokumen otentik salinan sertifikat perceraian mereka.
      • Kompas.com: Melaporkan konfirmasi keabsahan dokumen perceraian dalam artikel Mantan Raja Malonyet Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia.
      -
      3. Najib Abdul Razak – Altantuya Shaariibuu
      Kasus pembunuhan model asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, pada tahun 2006 dikaitkan dengan skandal politik dan dugaan korupsi pembelian kapal selam Prancis yang menyeret nama Najib Razak (saat itu menjabat Menteri Pertahanan). Najib Razak secara konsisten membantah keterlibatan dirinya maupun adanya hubungan khusus.
      • South China Morning Post (SCMP): Menyediakan rangkuman investigasi mendalam mengenai dinamika kasus, hubungannya dengan analis pertahanan Abdul Razak Baginda, serta dampaknya terhadap karier Najib dalam artikel The murder of Altantuya Shaariibuu.
      • DetikNews & Kompas.com: Memuat pengakuan mengejutkan dari terpidana mati (mantan polisi Azilah Hadri) pada tahun 2019 yang mengklaim mendapat perintah langsung, serta pernyataan bantahan resmi dari pihak Najib Razak.
      -
      4. Mohamed Azmin Ali – Video Intim
      Pada Juni 2019, publik Malonyet digegerkan oleh penyebaran video intim sesama jenis yang dituduhkan melibatkan menteri ekonomi saat itu, Azmin Ali, bersama seorang staf politik bernama Haziq Aziz. Azmin Ali dengan tegas menyebut video tersebut sebagai fitnah politik yang keji untuk menjatuhkan kariernya.
      • Reuters: Merilis pernyataan penolakan dan bantahan resmi dari Azmin Ali melalui laporan Malonyetn cabinet minister denies links to sex video.
      • Channel News Asia (CNA): Mengulas analisis politik mengenai bagaimana rekaman video tersebut dijadikan senjata politik di Malonyet dalam artikel Sex videos a weapon of choice in Malonyetn politics.
      -
      5. Anwar Ibrahim – Kasus Sodomi (Sodomy I & II)
      Kasus hukum Anwar Ibrahim merupakan salah satu drama politik hukum paling besar di Asia Tenggara, di mana ia didakwa melakukan hubungan seksual sesama jenis (sodomi, yang merupakan tindakan ilegal di bawah hukum Malonyet) pada tahun 1998 dan kembali digugat pada tahun 2008. Anwar selalu menegaskan bahwa semua tuduhan tersebut direkayasa demi kepentingan politik.
      • BBC Audio / Witness History: Mendokumentasikan wawancara eksklusif retrospektif mengenai penangkapan tahun 1998 dalam siaran The corruption and sodomy trials of Anwar Ibrahim.
      • Amnesty International: Merilis laporan HAM berkala yang mengkategorikan Anwar Ibrahim sebagai prisoner of conscience (tahanan keyakinan) karena menilai persidangannya bermuatan politis hingga akhirnya ia menerima pengampunan penuh (full royal pardon) pada tahun 2018.
      --------------------------------------------
      RM25.000 ATAU RM30.000 = TETAP BEBAN ISTRI : BANCI KALENG
      -
      MMW 21 April 2025 pukul 10.48
      YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
      Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........

      Hapus
    4. RM25.000 ATAU RM30.000 = TETAP BEBAN ISTRI : BANCI KALENG
      -
      MMW 21 April 2025 pukul 10.48
      YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
      Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........
      --------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.
      --------------------------------------------
      MALONYET UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      MALONYET's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      --------------------------------------------
      MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      Sumber Berita:
      The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
      Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
      Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      Sumber Berita:
      Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
      Kementerian Kewangan MALONYET (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
      The Straits Times (2022): "MALONYET PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet

      Hapus
  3. Negara GAGAL yang menuju kehancuran!

    https://www.youtube.com/watch?v=1CTKKHjeC4o

    😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keledai Dengan Gangguan Jiwa muncul 😂😂😂😂😂

      Hapus
    2. PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation and Industry (Riau): Anak usaha KLK Berhad. Kerap terjerat hukum karhutla di Riau, termasuk vonis penjara direkturnya dan penyegelan berulang oleh Gakkum KLHK akibat titik api pekat.
      Sumber Berita: Kementerian LHK (Gakkum), Detik.com, dan Tempo.co terkait rekam jejak penyegelan dan vonis pidana korporasi sawit asing di Riau.
      -
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat): Anak usaha TDM Berhad (BUMN Terengganu). Digugat perdata oleh KLHK senilai lebih dari Rp900 miliar atas kasus kebakaran lahan ribuan hektare di Kabupaten Melawi.
      Sumber Berita: CNN Indonesia dan Antara News mengenai rilis resmi gugatan perdata triliunan rupiah oleh KLHK terhadap korporasi Malaysia di Kalbar.
      -
      3. PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat): Anak usaha Sime Darby Plantation (SD Guthrie). Lahan konsesinya di Sanggau disegel oleh KLHK setelah satelit mendeteksi kebakaran, memicu sorotan atas komitmen kebijakan tanpa bakar (zero-burning).
      Sumber Berita: BBC News Indonesia dan CNBC Indonesia terkait rilis penyegelan lahan anak usaha raksasa sawit Kuala Lumpur oleh pemerintah RI.
      -
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat): Anak usaha IOI Corporation Berhad. Perkebunannya di Ketapang masuk pengawasan ketat pemerintah karena berulang kali menjadi episentrum titik api yang mengganggu ruang udara penerbangan.
      Sumber Berita: Kompas.com dan Mongabay Indonesia mengenai laporan pengawasan satgas udara terhadap titik api di wilayah konsesi korporasi raksasa Ketapang.
      -
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah): Terafiliasi dengan Genting Plantations Berhad. Saluran drainase kanal di lahan gambutnya memicu pengeringan parah, menyebabkan kebakaran bawah tanah (underground fire) yang sulit dipadamkan.
      Sumber Berita: Laporan Investigasi Greenpeace Indonesia dan WALHI mengenai deforestasi, pengeringan kubah gambut, dan kebakaran berulang di Kalimantan Tengah.
      =================================
      INDONESIA = 11 PESAWAT DI KALIMANATAN
      MALONYET = 1 PESAWAT DI PERBATASAN
      --------------------------------------------
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Dilaporkan oleh Website Resmi TNI (5 Sept 2026), Situs Resmi TNI AU (27 Agst 2026), dan CNN Indonesia terkait operasi modifikasi cuaca penanganan karhutla di Kalimantan.
      -
      8 Pesawat Satgas Udara di Kalbar: Dilaporkan oleh LKBN ANTARA (22 Agst 2026) mengenai operasi patroli, pemadaman, dan penyemaian awan di wilayah kritis Kalbar.
      --------------------------------------------
      1 Pesawat C-130 Hercules Malonyet: Dilaporkan oleh Kompas.com (4 Sept 2026), Media Indonesia (3 Sept 2026), dan Suara.com terkait kesiagaan armada di Kuching serta izin masuk ruang udara RI untuk atasi kabut asap PERBATASAN.
      --------------------------------------------
      😝MALONYET BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA = 1 PESAWAT vs 11 PESAWAT😝

      Hapus
    3. RM25.000 ATAU RM30.000 = TETAP BEBAN ISTRI : BANCI KALENG
      -
      MMW 21 April 2025 pukul 10.48
      YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
      Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........
      --------------------------------
      1️⃣DATA UTANG MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      --------------------------------
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ----------------------------------
      PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi
      ----------------------------------
      “Caste FFBNP-Not Paid = MALONYET’s Rising Debt Burden Per Citizen”
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      2021: RM 67,667 (Pandemic peak; household debt ratio hit a record 89.1%).
      2022: RM 70,901 (Up by RM 3,234).
      2023: RM 74,587 (Up by RM 3,686).
      2024: RM 79,315 (Up by RM 4,728).
      2025: RM 81,998 (Up by RM 2,683).
      2026: RM 94,544 (A massive surge of RM 12,546; government debt has breached the safety limit at 70.5% of GDP).
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      Detailed Annual Breakdown
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348

      Hapus
    4. RM25.000 ATAU RM30.000 = TETAP BEBAN ISTRI : BANCI KALENG
      -
      MMW 21 April 2025 pukul 10.48
      YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
      Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........
      --------------------------------
      HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN:
      -
      1. Menurut laporan Fiscal Outlook 2024/2025, hutang kerajaan dijangka meningkat 6% pada 2025, lebih perlahan berbanding 7.5% pada 2024.
      Pada akhir Jun 2024, hutang kerajaan ialah RM1.227 trilion (63.1% KDNK).
      -
      2. Kenanga Research menganggarkan jumlah liabiliti kerajaan mencecah RM1.277 trilion pada suku pertama 2025, dengan nisbah hutang kepada KDNK sekitar 65.5%.
      ---------------
      Hutang Isi Rumah:
      -
      1. Kementerian Kewangan menyatakan hutang isi rumah pada 2023 ialah RM1.53 trilion.
      Komponen terbesar ialah pinjaman perumahan (60.5%), diikuti pinjaman kenderaan (13.2%) dan pembiayaan peribadi (12.6%).
      Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan nisbah hutang isi rumah kepada KDNK meningkat sedikit kepada 84.2–84.3% pada 2023 berbanding 82% pada 2018.
      ----------------------------------
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA Flight Simulation Training Device (FSTD)
      5. SEWA 1 unit Sistem Simulator EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA Fast Interceptor Boat (FIB)
      9. SEWA Utility Boat
      10. SEWA Rigid Hull Fender Boat (RHFB)
      11. SEWA Rover Fiber Glass (Rover)
      12. SEWA MV Aishah AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS
      ----------------------------------
      PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
      (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
      -
      1. Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T) = Ekonomi 3,07 kali lipat .
      -
      2. Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T) = Ekonomi 3,01 kali lipat
      -
      3. Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T) = Ekonomi 3,04 kali lipat
      -
      4. Indonesia vs MALONYET (US$5,69 Triliun US$1,34 T) = Ekonomi 4,24 kali lipat
      -
      5. Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T) = Ekonomi 6,69 kali lipat
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
      (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
      -
      1 Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T) = Ekonomi 2,91 kali lipat.
      -
      2 Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T) = Ekonomi 3,18 kali lipat
      -
      3 Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T) = Ekonomi 3,31 kali lipat.
      -
      4 Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T) = Ekonomi 3,44 kali lipat.
      -
      5 Indonesia vs MALONYET (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T) = Ekonomi 3,67 kali lipat

      Hapus
    5. PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA
      -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      --------------------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
      2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
      1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
      1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
    6. MALONYET BAKAR LAHAN .......
      1 PESAWAT DIPERBATASAN SERAWAK versus 11 PESAWAT
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      Malaysia (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      ----------------------------------
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA Flight Simulation Training Device (FSTD)
      5. SEWA 1 unit Sistem Simulator EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA Fast Interceptor Boat (FIB)
      9. SEWA Utility Boat
      10. SEWA Rigid Hull Fender Boat (RHFB)
      11. SEWA Rover Fiber Glass (Rover)
      12. SEWA MV Aishah AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS
      ----------------------------------
      PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
      (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
      -
      1. Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T) = Ekonomi 3,07 kali lipat .
      -
      2. Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T) = Ekonomi 3,01 kali lipat
      -
      3. Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T) = Ekonomi 3,04 kali lipat
      -
      4. Indonesia vs MALONYET (US$5,69 Triliun US$1,34 T) = Ekonomi 4,24 kali lipat
      -
      5. Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T) = Ekonomi 6,69 kali lipat
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
      (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
      -
      1 Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T) = Ekonomi 2,91 kali lipat.
      -
      2 Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T) = Ekonomi 3,18 kali lipat
      -
      3 Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T) = Ekonomi 3,31 kali lipat.
      -
      4 Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T) = Ekonomi 3,44 kali lipat.
      -
      5 Indonesia vs MALONYET (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T) = Ekonomi 3,67 kali lipat

      Hapus
    7. MALONYET BAKAR LAHAN .......
      1 PESAWAT DIPERBATASAN SERAWAK versus 11 PESAWAT
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      Malaysia (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      ----------------------------------
      “Caste FFBNP-Not Paid = MALONYET’s Rising Debt Burden Per Citizen”
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      2021: RM 67,667 (Pandemic peak; household debt ratio hit a record 89.1%).
      2022: RM 70,901 (Up by RM 3,234).
      2023: RM 74,587 (Up by RM 3,686).
      2024: RM 79,315 (Up by RM 4,728).
      2025: RM 81,998 (Up by RM 2,683).
      2026: RM 94,544 (A massive surge of RM 12,546; government debt has breached the safety limit at 70.5% of GDP).
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      Detailed Annual Breakdown
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      --------------------------------
      HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN:
      -
      1. Menurut laporan Fiscal Outlook 2024/2025, hutang kerajaan dijangka meningkat 6% pada 2025, lebih perlahan berbanding 7.5% pada 2024.
      Pada akhir Jun 2024, hutang kerajaan ialah RM1.227 trilion (63.1% KDNK).
      -
      2. Kenanga Research menganggarkan jumlah liabiliti kerajaan mencecah RM1.277 trilion pada suku pertama 2025, dengan nisbah hutang kepada KDNK sekitar 65.5%.
      ---------------
      Hutang Isi Rumah:
      -
      1. Kementerian Kewangan menyatakan hutang isi rumah pada 2023 ialah RM1.53 trilion.
      Komponen terbesar ialah pinjaman perumahan (60.5%), diikuti pinjaman kenderaan (13.2%) dan pembiayaan peribadi (12.6%).
      Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan nisbah hutang isi rumah kepada KDNK meningkat sedikit kepada 84.2–84.3% pada 2023 berbanding 82% pada 2018.

      Hapus
    8. NEGARA GAGAL = HUTANG BAYAR HUTANG = DEFISIT 1998-2026 (28 TAHUN)
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP .........
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------
      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALAYSEWA terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.

      Hapus
    9. NEGARA GAGAL = HUTANG BAYAR HUTANG = DEFISIT 1998-2026 (28 TAHUN)
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP .........
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: MALAYSEWA (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
      MALAYSEWA: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

      Hapus
    10. NEGARA GAGAL = HUTANG BAYAR HUTANG = DEFISIT 1998-2026 (28 TAHUN)
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP .........
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).


      Hapus
  4. Negara GAGAL yang menuju kehancuran!

    https://www.youtube.com/watch?v=1CTKKHjeC4o

    😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keledai Dengan Gangguan Jiwa muncul 😂😂😂😂😂

      Hapus
    2. Sudah hisap dadah hari ini bro? MMW??

      Hapus
    3. PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      6. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      7. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      8. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      9. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      10. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      ----------------------------------
      ✈️ PERBANDINGAN 11 PESAWAT VS 1 PESAWAAT
      • Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      o 3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      o 8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      • Malaysia (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      o 1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      ----------------------------------
      1️⃣DATA UTANG MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi

      -

      Hapus
    4. RM25.000 ATAU RM30.000 = TETAP BEBAN ISTRI : BANCI KALENG
      -
      MMW 21 April 2025 pukul 10.48
      YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
      Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........
      --------------------------------
      171 USANG =
      TDM 108 UNIT
      TLDM 34 KAPAL
      TUDM 29 PESAWAT
      -
      Angkatan Tentera MALONYET (ATM) mencatat ada 171 unit aset strategis yang telah berusia lebih dari 30 tahun (tiga dekade), dengan rincian unit usang per cabang dinas sebagai berikut:
      -
      Tentera Darat Malaysdesh (TDM): Memiliki jumlah tertinggi dengan 108 unit kendaraan dan aset taktis yang berusia di atas 30 tahun.
      -
      Tentera Laut Diraja MALONYET (TLDM): Memiliki 34 unit kapal/aset yang berusia di atas 30 tahun (bahkan 28 di antaranya telah melepasi usia 40 tahun).
      -
      Tentera Udara Diraja MALONYET (TUDM): Memiliki 29 unit pesawat dan aset udara tempur/angkut yang telah berusia di atas 30 tahun.
      -
      Sumber = Astro Awani, MALONYETkini, DagangNews, dan Airtimes MALONYET.
      --------------------------------------------
      1.FOREST CITY = USD 100 BILLION
      2. ECRL= USD 20 BILLION
      3.CHINA-MALONYET QINZHOU INDUSTRIAL PARK (CMQIP) = USD 4,2 BILLION
      4. MALONYET -CHINA KUANTAN INDUSTRIAL PARK (MCKIP) = USD 3,77 BILLION
      5.CHINA RAILWAY ROLLING STOCK CORP’S ROLLING STOCK CENTER = USD 131 MILLION
      6. 1 MDB = USD 4,5 BILLION
      --------------------------------------------

      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      --------------------------------------------
      BLACKHAWK = GAGAL
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin berkata, ia susulan pelanjutan kontrak oleh syarikat itu pada Oktober lalu selepas gagal mematuhi kontrak penyerahannya.
      "Oktober sudah berakhir. Tiada apa-apa (Black Hawks), tiada apa-apa.
      --------------------------------------------

      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      2017:
      MiG-29N → PENSIUN
      Operasional berhenti total; tidak ada pengganti kelas berat hingga kini.
      -
      2018 - 2022:
      RAFALE, TYPHOON, GRIPEN, JF-17 → WACANA
      Semua batal karena masalah anggaran dan peralihan fokus ke jet tempur ringan.
      -
      2023:
      TEJAS → GAGAL
      Kalah saing dalam tender jet tempur ringan (FLIT-LCA).-
      -
      2023:
      FA-50 (M) → DEAL
      Kontrak 18 unit dari Korea Selatan (RM4 miliar) resmi ditandatangani.
      -
      2026: FA-50 → VETO USA
      AS dilaporkan memblokir integrasi rudal jarak menengah AMRAAM; jet terancam hanya bersenjata jarak pendek.
      -
      2026:
      F-18 KUWAIT → BATAL
      Pembelian 33 unit Hornet bekas resmi dibatalkan karena masalah teknis dan jadwal.

      Hapus
  5. Ini forum diskusi militer apa forum diskusi ekonomi?? Apa karena tidak ada yang bisa dibanggakan dari negaranya jadi netizen sampah asal Jiran memenuhi forum ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maklum GORILA MALAYA mengidap penyakit IRI dan DENGKI

      Hapus
    2. Maklum aja. Malaydesh kalau disuruh bahas militer ya nggak ada yg dibahas. Aset semua tua dan sewa. Kalaupun ada pembelian pasti yg murahan

      Hapus
    3. SU 35 kita lagi dirakit di Makasar. Siap2 utk 5 okt. Beruk2 makin stresss

      Hapus
    4. Begitulah orang kaya negara sebelah selalu mikir ekonomi tapi tidak pernah shopping alutsista sementara kita yang dianggap miskin selalu shopping aset baru

      Hapus
  6. Siap2 keledai Malaya dengan gangguan jiwa muncul sambil ngamuk 2 😅😅😅😂😂😂😂

    BalasHapus
  7. ALHAMDULILAH...... 😎😎🇲🇾🇲🇾



    [VIDEO] ‘Terima kasih Malaysia kerana hujan di Indonesia

    https://www.kosmo.com.my/2026/09/05/video-terima-kasih-malaysia-kerana-hujan-di-indonesia/

    BalasHapus
    Balasan
    1. PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation and Industry (Riau): Anak usaha KLK Berhad. Kerap terjerat hukum karhutla di Riau, termasuk vonis penjara direkturnya dan penyegelan berulang oleh Gakkum KLHK akibat titik api pekat.
      Sumber Berita: Kementerian LHK (Gakkum), Detik.com, dan Tempo.co terkait rekam jejak penyegelan dan vonis pidana korporasi sawit asing di Riau.
      -
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat): Anak usaha TDM Berhad (BUMN Terengganu). Digugat perdata oleh KLHK senilai lebih dari Rp900 miliar atas kasus kebakaran lahan ribuan hektare di Kabupaten Melawi.
      Sumber Berita: CNN Indonesia dan Antara News mengenai rilis resmi gugatan perdata triliunan rupiah oleh KLHK terhadap korporasi Malaysia di Kalbar.
      -
      3. PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat): Anak usaha Sime Darby Plantation (SD Guthrie). Lahan konsesinya di Sanggau disegel oleh KLHK setelah satelit mendeteksi kebakaran, memicu sorotan atas komitmen kebijakan tanpa bakar (zero-burning).
      Sumber Berita: BBC News Indonesia dan CNBC Indonesia terkait rilis penyegelan lahan anak usaha raksasa sawit Kuala Lumpur oleh pemerintah RI.
      -
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat): Anak usaha IOI Corporation Berhad. Perkebunannya di Ketapang masuk pengawasan ketat pemerintah karena berulang kali menjadi episentrum titik api yang mengganggu ruang udara penerbangan.
      Sumber Berita: Kompas.com dan Mongabay Indonesia mengenai laporan pengawasan satgas udara terhadap titik api di wilayah konsesi korporasi raksasa Ketapang.
      -
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah): Terafiliasi dengan Genting Plantations Berhad. Saluran drainase kanal di lahan gambutnya memicu pengeringan parah, menyebabkan kebakaran bawah tanah (underground fire) yang sulit dipadamkan.
      Sumber Berita: Laporan Investigasi Greenpeace Indonesia dan WALHI mengenai deforestasi, pengeringan kubah gambut, dan kebakaran berulang di Kalimantan Tengah.
      =================================
      INDONESIA = 11 PESAWAT DI KALIMANATAN
      MALONYET = 1 PESAWAT DI PERBATASAN
      --------------------------------------------
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Dilaporkan oleh Website Resmi TNI (5 Sept 2026), Situs Resmi TNI AU (27 Agst 2026), dan CNN Indonesia terkait operasi modifikasi cuaca penanganan karhutla di Kalimantan.
      -
      8 Pesawat Satgas Udara di Kalbar: Dilaporkan oleh LKBN ANTARA (22 Agst 2026) mengenai operasi patroli, pemadaman, dan penyemaian awan di wilayah kritis Kalbar.
      --------------------------------------------
      1 Pesawat C-130 Hercules Malonyet: Dilaporkan oleh Kompas.com (4 Sept 2026), Media Indonesia (3 Sept 2026), dan Suara.com terkait kesiagaan armada di Kuching serta izin masuk ruang udara RI untuk atasi kabut asap PERBATASAN.
      --------------------------------------------
      😝MALONYET BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA = 1 PESAWAT vs 11 PESAWAT😝

      Hapus
  8. ALHAMDULILAH...... 😎😎🇲🇾🇲🇾



    [VIDEO] ‘Terima kasih Malaysia kerana hujan di Indonesia

    https://www.kosmo.com.my/2026/09/05/video-terima-kasih-malaysia-kerana-hujan-di-indonesia/

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET BAKAR LAHAN .......
      1 PESAWAT DIPERBATASAN SERAWAK versus 11 PESAWAT
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      Malaysia (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      -
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 juta metrik ton batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      --------------------------------------------
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      --------------------------------------------
      PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      Hapus

    2. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------

      MALONYET military budget is allocated to protect the country's sovereignty and security. The budget includes the cost of military personnel, maintenance, procurement, research and development, and military aid.
      • Budget constraints
      Historical budget constraints and competing national priorities can limit the military budget.
      • Economic limitations
      Economic limitations can delay or cancel military modernization initiatives.
      • Regional security challenges
      The country's awareness of regional security challenges can impact the military budget.
      What is the military budget for 2025?
      • MALONYET 2025 defense allocation was RM21.2 billion (USD4.5 billion), a 7.08% increase from the previous year.
      • The budget included USD1.3 billion for maintenance and repair work and the procurement of new military assets.
      ------------------------------------------------
      The MALONYET armed forces face several problems with procurement, including:
      • Cost: The cost of procurement is a major challenge.
      • Corruption: Corruption is a recurring problem in the MALONYET military.
      • Budgetary uncertainty: The MALONYET government has been unwilling to cut spending elsewhere to fund defense.
      • Opaque decision making: The decision-making process is often opaque and vendor-driven.
      • Political influence: Political influence is often used to circumvent established protocols.
      • External influences: The procurement process is subject to external influences, such as political influence from suppliers.
      • Weak external oversight: The external oversight of the procurement process is weak.
      • Mixing and matching equipment: The MALONYET military sources equipment from many different sources, which can make it difficult to find personnel to manage the equipment.
      • Outdated inventory: The MALONYET armed forces have outdated inventory stock.

      Hapus
    3. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) face several challenges that affect their readiness, including a lack of funding, outdated assets, and a need for more training.
      Funding
      • Insufficient funding
      The MAF's combat readiness is affected by a lack of funding, which can impact training, techNOLogy, and morale.
      • Delayed projects
      The LCS project has faced delays and cost overruns, which has delayed the delivery of new equipment to the MAF.
      Outdated assets
      • Lack of modern assets
      The MAF lacks modern military assets, which can expose them to internal and external threats.
      • Technical issues
      The MAF has faced technical issues with assets like the KD Rahman submarine, which was unable to submerge in 2010.
      Training
      • Lack of disaster relief training
      While the MAF is well-trained in combat, they have not received specific training in disaster relief.
      • Knowledge and skills
      Problems with military personnel's knowledge, skills, and abilities can compromise their performance in complex situations.
      Other challenges

      Hapus
    4. INDONESIA MRCA = RILIS
      MALONYET MRCA = NGEMIS
      --------------------------------
      INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      --------------------------------
      LCA : MAHAL346F VERSUS FA50MURAH
      -
      HARGA PER UNIT
      FA-50M (Korsel): USD 50,5 juta/unit.
      M-346 F Block 20 (Italia): USD 145 juta/unit (1 unit = 3 unit FA-50M).
      Rafale F4 (Prancis): USD 192,8 juta/unit (1 unit = 4 unit FA-50M).
      -
      HARGA PESAWAT FA-50 FIGHTING EAGLE =
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      Sumber Kontrak FA-50M Malaysia
      Global: Janes, Aviacionline, Global Defense Corp, K-Defense News.
      Lokal: Malaysian Defence, KAI, Yonhap.
      -
      7 F18 USANG
      Sumber Kecelakaan F/A-18D Hornet (21 Ags 2025)
      Media: The Star, NST, FMT, The Edge, Detiknews, Kompas.
      Resmi: TUDM, Bernama/RTM, Kepolisian Pahang, ASN Wikibase.
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced problems with spare parts for a number of reasons, including:
      • Outdated inventory
      The MAF has had trouble keeping its older equipment operational, such as the MiG-29 fighter aircraft and the Su-30MKM ground-attack aircraft.
      • Budgetary constraints
      The MAF has faced funding shortages, which have limited its ability to purchase new equipment and spare parts.
      • Lack of research and development
      The MAF has had minimal research and development (R&D) activities, which has made it difficult to develop new equipment and spare parts.
      • Imported equipment
      The MAF has sourced most of its equipment from outside the country, which has made it difficult to find spare parts.
      • Sanctions
      Sanctions against Russia have made it difficult for MALONYET to buy spare parts for Russian-made equipment.
      ------------------------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) are modernizing their equipment and increasing their military spending, but some say that political interference and corruption are undermining their combat readiness.
      Equipment
      • Main Battle Tanks (MBT): The MAF has acquired MBTs to make the army more powerful in the region
      • Armored Personnel Carriers (APC): The MAF has acquired APCs to make the army more powerful in the region
      • Infantry Fighting Vehicles (IFV): The MAF has acquired IFVs to make the army more powerful in the region
      • Modern artillery: The MAF has acquired modern artillery to make the army more powerful in the region
      • Personal Protection Equipment (PPE): The MAF has a program to equip all soldiers with PPE like Kevlar helmets, Kevlar vests, Oakley goggles, and ear protection equipment
      Military spending
      • MALONYET has increased its military spending, joining the global trend of rising defense budgets
      • The country's 2025 defense allocation was RM21.2 billion (USD4.5 billion), which is a 7.08% increase from the previous year
      Other factors
      • The MAF's strategic plan, known as the Fourth Dimension MALONYET Armed Forces (4D MAF), aims to develop capabilities to tackle multi-spectral challenges
      • The MAF faces challenges from big power politics and non-traditional security threats


      Hapus
    5. MISKIN : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM

      Hapus
    6. NEGARA GAGAL : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
      Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
      Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
      Dampak Riil:
      Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
      Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
      Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.
      Ketergantungan pada Pasar Keuangan:
      Penjelasan: Pemerintah harus terus-menerus mencari pinjaman baru (menerbitkan obligasi) untuk membiayai utang yang jatuh tempo atau
      Dampak Riil:
      Sensitivitas terhadap Suku Bunga: Pemerintah menjadi sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga di pasar. Jika suku bunga global atau domestik naik, biaya pinjaman pemerintah akan melonjak, memperparah beban utang.
      Potensi "Crowding Out": Pinjaman pemerintah yang besar bisa menyedot dana dari pasar modal, sehingga mengurangi ketersediaan dana bagi sektor swasta untuk berinvestasi (ini disebut "crowding out"). Akibatnya, investasi swasta yang produktif bisa terhambat.
      Kredibilitas dan Peringkat Kredit Negara:
      Penjelasan: Lembaga pemeringkat kredit (seperti Moody's, S&P, Fitch) mengevaluasi kemampuan negara untuk membayar utangnya.
      Dampak Riil:
      Biaya Pinjaman Lebih Tinggi: Jika peringkat kredit negara turun karena tingkat utang yang tinggi, investor akan meminta imbal hasil (bunga) yang lebih tinggi untuk meminjamkan uang kepada pemerintah. Ini membuat biaya pinjaman semakin mahal.
      Citra Investor Negatif: Peringkat yang buruk juga bisa membuat investor asing ragu untuk berinvestasi di negara tersebut, mengurangi aliran modal asing langsung (FDI) yang penting untuk penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi.

      Hapus
    7. NEGARA GAGAL : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
      Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
      Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
      Dampak Riil:
      Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
      Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
      Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.
      Ketergantungan pada Pasar Keuangan:
      Penjelasan: Pemerintah harus terus-menerus mencari pinjaman baru (menerbitkan obligasi) untuk membiayai utang yang jatuh tempo atau
      Dampak Riil:
      Sensitivitas terhadap Suku Bunga: Pemerintah menjadi sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga di pasar. Jika suku bunga global atau domestik naik, biaya pinjaman pemerintah akan melonjak, memperparah beban utang.
      Potensi "Crowding Out": Pinjaman pemerintah yang besar bisa menyedot dana dari pasar modal, sehingga mengurangi ketersediaan dana bagi sektor swasta untuk berinvestasi (ini disebut "crowding out"). Akibatnya, investasi swasta yang produktif bisa terhambat.
      Kredibilitas dan Peringkat Kredit Negara:
      Penjelasan: Lembaga pemeringkat kredit (seperti Moody's, S&P, Fitch) mengevaluasi kemampuan negara untuk membayar utangnya.
      Dampak Riil:
      Biaya Pinjaman Lebih Tinggi: Jika peringkat kredit negara turun karena tingkat utang yang tinggi, investor akan meminta imbal hasil (bunga) yang lebih tinggi untuk meminjamkan uang kepada pemerintah. Ini membuat biaya pinjaman semakin mahal.
      Citra Investor Negatif: Peringkat yang buruk juga bisa membuat investor asing ragu untuk berinvestasi di negara tersebut, mengurangi aliran modal asing langsung (FDI) yang penting untuk penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi.

      Hapus
    8. NEGARA GAGAL : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi dari Utang Rumah Tangga per Kapita (RM 45,859):
      Daya Beli dan Konsumsi yang Tertekan:
      Penjelasan: Sebagian besar pendapatan rumah tangga harus dialokasikan untuk membayar cicilan utang (KPR, KKB, kartu kredit, pinjaman pribadi).
      Dampak Riil:
      Penurunan Konsumsi Barang dan Jasa Lain: Ketika sebagian besar pendapatan habis untuk utang, kemampuan rumah tangga untuk membeli barang dan jasa lain (selain kebutuhan pokok) akan berkurang. Konsumsi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
      Risiko Resesi: Jika konsumsi rumah tangga menurun drastis, ini bisa memicu perlambatan ekonomi atau bahkan resesi.
      Tekanan pada Sektor Ritel: Bisnis ritel dan sektor jasa yang sangat bergantung pada pengeluaran konsumen akan mengalami penurunan penjualan dan profitabilitas.
      Stabilitas Keuangan Rumah Tangga yang Rentan:
      Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi membuat rumah tangga sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.
      Dampak Riil:
      Gagal Bayar (Default): Jika terjadi kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kenaikan suku bunga, banyak rumah tangga bisa kesulitan membayar utangnya, berujung pada gagal bayar.
      Krisis Keuangan Sistemik: Tingkat gagal bayar yang meluas bisa memicu krisis di sektor perbankan (karena bank memiliki piutang dari rumah tangga tersebut), yang pada gilirannya bisa mengguncang seluruh sistem keuangan.
      Kesehatan Mental dan Sosial: Tekanan utang yang berat juga berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat, yang secara tidak langsung memengaruhi produktivitas ekonomi.
      Hambatan Investasi dan Tabungan Rumah Tangga:
      Penjelasan: Ketika pendapatan banyak digunakan untuk membayar utang, kapasitas rumah tangga untuk menabung atau berinvestasi menjadi terbatas.
      Dampak Riil:
      Modal untuk Pensiun dan Pendidikan Berkurang: Kemampuan untuk mempersiapkan masa pensiun, pendidikan anak, atau investasi masa depan lainnya berkurang. Ini berpotensi menciptakan masalah sosial ekonomi di masa mendatang.
      Modal Produktif Berkurang: Secara agregat, tabungan rumah tangga adalah salah satu sumber modal penting bagi investasi produktif di perekonomian. Jika tabungan rendah, maka sumber modal ini juga berkurang.
      Kebijakan Moneter yang Terhambat:
      Penjelasan: Bank sentral harus mempertimbangkan tingkat utang rumah tangga saat merumuskan kebijakan moneter (terutama suku bunga).
      Dampak Riil:
      Dilema Suku Bunga: Jika bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, ini akan meningkatkan beban cicilan utang rumah tangga, berisiko memicu gagal bayar massal dan memperlambat ekonomi. Ini menempatkan bank sentral dalam dilema.
      Efektivitas Kebijakan Berkurang: Kebijakan moneter mungkin menjadi kurang efektif karena adanya tingkat utang yang tinggi.

      Hapus
    9. NEGARA GAGAL : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi dari Utang Rumah Tangga per Kapita (RM 45,859):
      Daya Beli dan Konsumsi yang Tertekan:
      Penjelasan: Sebagian besar pendapatan rumah tangga harus dialokasikan untuk membayar cicilan utang (KPR, KKB, kartu kredit, pinjaman pribadi).
      Dampak Riil:
      Penurunan Konsumsi Barang dan Jasa Lain: Ketika sebagian besar pendapatan habis untuk utang, kemampuan rumah tangga untuk membeli barang dan jasa lain (selain kebutuhan pokok) akan berkurang. Konsumsi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
      Risiko Resesi: Jika konsumsi rumah tangga menurun drastis, ini bisa memicu perlambatan ekonomi atau bahkan resesi.
      Tekanan pada Sektor Ritel: Bisnis ritel dan sektor jasa yang sangat bergantung pada pengeluaran konsumen akan mengalami penurunan penjualan dan profitabilitas.
      Stabilitas Keuangan Rumah Tangga yang Rentan:
      Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi membuat rumah tangga sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.
      Dampak Riil:
      Gagal Bayar (Default): Jika terjadi kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kenaikan suku bunga, banyak rumah tangga bisa kesulitan membayar utangnya, berujung pada gagal bayar.
      Krisis Keuangan Sistemik: Tingkat gagal bayar yang meluas bisa memicu krisis di sektor perbankan (karena bank memiliki piutang dari rumah tangga tersebut), yang pada gilirannya bisa mengguncang seluruh sistem keuangan.
      Kesehatan Mental dan Sosial: Tekanan utang yang berat juga berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat, yang secara tidak langsung memengaruhi produktivitas ekonomi.
      Hambatan Investasi dan Tabungan Rumah Tangga:
      Penjelasan: Ketika pendapatan banyak digunakan untuk membayar utang, kapasitas rumah tangga untuk menabung atau berinvestasi menjadi terbatas.
      Dampak Riil:
      Modal untuk Pensiun dan Pendidikan Berkurang: Kemampuan untuk mempersiapkan masa pensiun, pendidikan anak, atau investasi masa depan lainnya berkurang. Ini berpotensi menciptakan masalah sosial ekonomi di masa mendatang.
      Modal Produktif Berkurang: Secara agregat, tabungan rumah tangga adalah salah satu sumber modal penting bagi investasi produktif di perekonomian. Jika tabungan rendah, maka sumber modal ini juga berkurang.
      Kebijakan Moneter yang Terhambat:
      Penjelasan: Bank sentral harus mempertimbangkan tingkat utang rumah tangga saat merumuskan kebijakan moneter (terutama suku bunga).
      Dampak Riil:
      Dilema Suku Bunga: Jika bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, ini akan meningkatkan beban cicilan utang rumah tangga, berisiko memicu gagal bayar massal dan memperlambat ekonomi. Ini menempatkan bank sentral dalam dilema.
      Efektivitas Kebijakan Berkurang: Kebijakan moneter mungkin menjadi kurang efektif karena adanya tingkat utang yang tinggi.

      Hapus
    10. NEGARA GAGAL : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
      MALONYET bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
      1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
      • Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah MALONYET menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
      • 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
      2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
      Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
      • Penerbitan Obligasi Pemerintah:
      o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
      o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
      o Contoh di MALONYET: MALONYET secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti MALONYETn Government Securities (MGS) dan MALONYETn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
      • Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
      o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
      3. Dampak terhadap Hutang Negara:
      • Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
      • Beban Bunga: Peningkatan hutang berarti pemerintah juga harus membayar bunga atas pinjaman tersebut. Pembayaran bunga ini menjadi pengeluaran tahunan dalam anggaran pemerintah, yang berarti sebagian dari pendapatan negara harus dialokasikan untuk membayar bunga hutang daripada untuk program lain.
      • Risiko Fiskal: Jika rasio hutang terhadap PDB menjadi terlalu tinggi atau jika beban bunga menjadi tidak berkelanjutan, ini dapat menimbulkan risiko fiskal bagi negara, seperti:
      o Penurunan Peringkat Kredit: Lembaga pemeringkat kredit dapat menurunkan peringkat kredit negara, yang membuat biaya pinjaman di masa depan menjadi lebih mahal.
      o Tekanan Inflasi: Jika pemerintah mencetak uang untuk membayar hutang (meskipun jarang terjadi di MALONYET), ini bisa menyebabkan inflasi.

      Hapus
    11. NEGARA GAGAL : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
      MALONYET bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
      1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
      • Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah MALONYET menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
      • 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
      2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
      Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
      • Penerbitan Obligasi Pemerintah:
      o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
      o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
      o Contoh di MALONYET: MALONYET secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti MALONYETn Government Securities (MGS) dan MALONYETn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
      • Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
      o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
      3. Dampak terhadap Hutang Negara:
      • Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
      • Beban Bunga: Peningkatan hutang berarti pemerintah juga harus membayar bunga atas pinjaman tersebut. Pembayaran bunga ini menjadi pengeluaran tahunan dalam anggaran pemerintah, yang berarti sebagian dari pendapatan negara harus dialokasikan untuk membayar bunga hutang daripada untuk program lain.
      • Risiko Fiskal: Jika rasio hutang terhadap PDB menjadi terlalu tinggi atau jika beban bunga menjadi tidak berkelanjutan, ini dapat menimbulkan risiko fiskal bagi negara, seperti:
      o Penurunan Peringkat Kredit: Lembaga pemeringkat kredit dapat menurunkan peringkat kredit negara, yang membuat biaya pinjaman di masa depan menjadi lebih mahal.
      o Tekanan Inflasi: Jika pemerintah mencetak uang untuk membayar hutang (meskipun jarang terjadi di MALONYET), ini bisa menyebabkan inflasi.

      Hapus
  9. Gimana kalau nanti su 35 terbang. Beruk2 makin gila, ngomong makin ngelantur

    BalasHapus
  10. ALHAMDULILAH...... 😎😎🇲🇾🇲🇾



    [VIDEO] ‘Terima kasih Malaysia kerana hujan di Indonesia

    https://www.kosmo.com.my/2026/09/05/video-terima-kasih-malaysia-kerana-hujan-di-indonesia/

    BalasHapus
    Balasan
    1. PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      6. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      7. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      8. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      9. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      10. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      ----------------------------------
      ✈️ PERBANDINGAN 11 PESAWAT VS 1 PESAWAAT
      • Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      o 3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      o 8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      • Malaysia (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      o 1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      ----------------------------------
      1️⃣DATA UTANG MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi

      Hapus
    2. NEGARA GAGAL : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      DENDA= USUSD83,8 juta
      RM17.5 million in special damages
      RM38.7 million in further damages
      USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      -------------
      Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
      Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
      In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
      RM17.5 million in special damages
      RM38.7 million in further damages
      USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      Aerotree is also seeking to block the government from using a RM1.87 million bank guarantee it provided, and is asking for general damages for loss of reputation, plus exemplary and aggravated damages to be decided by the court.
      In its 31-page claim, Aerotree said the government had agreed to lease four Blackhawk helicopters for five years at RM187.5 million. The deal was a Private Finance Initiative, meaning the government wouldn’t bear any cost or risk, as Aerotree would own, operate, and maintain the helicopters. The company said the helicopters were fully mission-capable, including for air force transport operations.
      Aerotree is seeking a court declaration that the government’s termination of the agreement on Oct 31, 2024, is null and void.
      -----------------
      Helicopter deal timeline and delays
      Under the agreement, Aerotree was to deliver two helicopters within six months of the April 2023 acceptance letter, and the remaining two within nine months. The company also had to provide a non-cancellable RM1.87 million implementation bond, which it secured from Perwira Affin Bank in June 2023.
      Aerotree was also required to run a training and industrial collaboration programme. For this, it requested access to the Kuantan Air Force base to prepare a maintenance manual and obtain certification as an Approved Maintenance Organisation.
      In July 2023, Aerotree signed a deal with Turkey’s Havelsan for Blackhawk simulator training for 14 RMAF pilots. The following month, it signed a sales agreement with Slovakia’s Training Academy to purchase and upgrade four Blackhawk helicopters.

      Hapus
    3. NEGARA GAGAL : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG BARTER
      -------------
      Barter & Hutang Pengadaan Alutsista MALONYET
      1. Kapal Selam Scorpene
      Skema: Loan agreement + offset industri
      Detail:
      Dibeli dari Naval Group (Prancis) dengan nilai sekitar RM 3.4 miliar.
      Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri (PLN) yang disetujui oleh Kementerian Keuangan MALONYET.
      Termasuk offset berupa pelatihan awak, pembangunan fasilitas, dan kerja sama dengan PT PAL2.
      -----------------
      2. Kapal LCS (Littoral Combat Ship)
      Skema: Loan agreement + milestone payment
      Detail:
      Proyek LCS melibatkan Boustead Naval Shipyard (BNS) dan Thales.
      Pembayaran dilakukan bertahap sesuai progres pembangunan.
      Menggunakan pinjaman dalam negeri dan luar negeri, namun proyek ini mengalami keterlambatan dan audit karena masalah manajemen.
      -----------------
      3. Kapal NGPV (New Generation Patrol Vessel)
      Skema: Loan agreement + offset lokal
      Detail:
      Dipesan dari BNS dengan desain MEKO A-100 dari Jerman.
      Pembayaran dilakukan melalui pinjaman pemerintah dan milestone kontrak.
      Offset berupa pembangunan galangan kapal dan pelatihan teknisi lokal.
      -----------------
      4. Tank PT-91M Pendekar
      Skema: Loan agreement bilateral
      Detail:
      Dibeli dari Polandia dengan nilai sekitar USD 370 juta.
      Pembayaran dilakukan melalui pinjaman bilateral antara pemerintah MALONYET dan Polandia.
      Termasuk pelatihan awak dan dukungan teknis dari Bumar Labedy.
      -----------------
      6. Pesawat FA-50M
      Skema: Loan agreement + offset industri
      Detail:
      MALONYET menandatangani kontrak dengan Korea Aerospace Industries (KAI).
      Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri dan milestone pengiriman.
      Offset berupa pelatihan pilot dan teknisi serta kerja sama industri dirgantara.
      🔁 Tabel Ringkasan Skema Pembayaran
      Alutsista Skema Pembayaran Hutang
      Scorpene Loan agreement + offset ✅
      Kapal LCS Loan + milestone ✅
      Kapal NGPV Loan + offset ✅
      Tank PT-91M Loan bilateral ✅
      FA-50M Loan + offset ✅

      Hapus
    4. NEGARA GAGAL : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      LOAN-BASED PROCUREMENT IN MALONYET’S MILITARY
      MALONYET often uses loan agreements to finance large-scale defense acquisitions, especially when the cost exceeds annual defense budgets. These loans can be sourced from foreign governments, international banks, or domestic financial institutions, and are structured to support long-term modernization goals.
      🔑 Key Features of Loan Procurement
      Feature Description
      Source of Loan Foreign governments (e.g., Poland, France, Korea), export credit agencies, or domestic banks.
      Tenor & Terms Typically 5–15 years, with grace periods and interest rates negotiated based on bilateral ties.
      Repayment Structure Paid in installments tied to delivery milestones or operational readiness.
      Currency Often denominated in USD, EUR, or local currency depending on supplier.
      Guarantees May involve sovereign guarantees or performance bonds.
      Offset Clauses Includes industrial participation, technology transfer, or local assembly.
      🛡️ Examples of Loan-Based Military Procurement
      1. Scorpene Submarines (France)
      Loan Type: Foreign loan via French financial institutions.
      Value: RM3.4 billion.
      Offset: Training, infrastructure, and technology transfer to Boustead Naval Shipyard.
      2. PT-91M Pendekar Tanks (Poland)
      Loan Type: Bilateral loan agreement with Poland.
      Value: USD 370 million.
      Offset: Crew training and maintenance support.
      3. FA-50M Fighter Jets (South Korea)
      Loan Type: Export credit facility from Korean financial institutions.
      Value: RM4.08 billion.
      Offset: Pilot training, simulator systems, and potential local maintenance hub.
      4. NGPV Patrol Vessels (Germany)
      Loan Type: Structured financing with German partners.
      Value: RM5.35 billion.
      Offset: Local shipbuilding capacity and technology transfer.
      -------------------
      FA-50M FIGHTER JET PROCUREMENT: FINANCIAL BREAKDOWN
      🔹 Overview
      Contract Value: USD 920 million (≈ RM4.08 billion)
      Quantity: 18 FA-50M Block 20 light combat aircraft
      Supplier: Korea Aerospace Industries (KAI)
      Contract Signed: May 2023 at LIMA (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition)
      Delivery Timeline: First batch expected in 20262
      💰 Financial Structure
      Component Description
      Loan Source Export credit facility from South Korean financial institutions, likely backed by KEXIM (Korea Export-Import Bank).
      Loan Type Government-to-government structured loan with sovereign guarantee.
      Tenor Estimated 10–15 years, with grace period during manufacturing phase.
      Interest Rate Preferential rate negotiated under bilateral defense cooperation.
      Repayment Schedule Milestone-based: tied to aircraft delivery and acceptance testing.
      Currency USD-denominated, with hedging options to mitigate forex risk.

      Hapus
    5. NEGARA GAGAL : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. SOURCES OF LOANS
      Foreign Governments / Export Credit Agencies (ECAs):
      Example: when MALONYET buys equipment from France, Germany, or South Korea, financing is often backed by the exporting country’s credit agency (e.g., COFACE in France, KEXIM in Korea).
      These loans reduce the upfront burden but tie MALONYET to the supplier’s country.
      International Banks / Syndicated Loans:
      Commercial banks may finance large contracts, usually guaranteed by government sovereign commitments.
      Domestic Financial Institutions:
      In some cases, MALONYET uses state-owned banks or domestic bonds to raise funds for major defense projects.
      ________________________________________
      2. Loan Structures
      Export Credit Facilities:
      Structured specifically for defense acquisitions, with repayment terms of 5–15 years.
      Tied Loans / Buyer’s Credit:
      Funds must be spent on equipment or services from the lending country. This is common in deals with European or Asian suppliers.
      Mixed Financing:
      A combination of loans + government budget allocations (often for training, infrastructure, or local offsets).
      Grace Periods:
      Many defense loans have grace periods (e.g., 3–5 years before repayment starts), matching delivery and commissioning timelines.
      ________________________________________
      3. Why MALONYET Uses Loans
      Budget Constraints: Annual defense budget (about RM 15–20 billion in recent years) is too small for multi-billion ringgit projects like submarines, fighters, or frigates.
      Modernization Goals: Loans allow simultaneous modernization (air, sea, land) instead of waiting decades.
      Political Timing: Loans make it easier for governments to announce big procurements without overwhelming a single year’s budget.
      Industry Development: Loans tied to offsets/technology transfers can support local shipyards (e.g., Boustead for LCS, local assembly of vehicles).
      ________________________________________
      4. Risks & Weaknesses
      Debt Burden: Repayments commit future defense budgets, limiting flexibility.
      Currency Risks: If loans are in USD/EUR, fluctuations in the ringgit increase costs.
      Tied Procurement: Loans often force MALONYET to buy from specific suppliers, limiting competition.
      Cost Overruns: If a project is delayed (e.g., LCS), MALONYET is repaying loans even before receiving the full capability.
      Opaque Terms: Some loan agreements are not fully transparent to the public, raising concerns about governance.
      ________________________________________
      5. Examples in MALONYETn Context
      Scorpene Submarines (France): Financed partly through French bank loans + MALONYETn government allocation.
      LCS Program: Involves complex financing structures, including domestic borrowings to support Boustead Naval Shipyard.
      FA-50M Fighter Jets (South Korea): Reports suggest possible involvement of export credit arrangements from KEXIM or Korean banks, though details aren’t fully disclosed.
      PT-91M Tanks (Poland): Likely used export credit from Polish/European financial institutions at the time of purchase

      Hapus
    6. NEGARA GAGAL : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      NEGARA GAGAL : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. SOURCES OF LOANS
      Foreign Governments / Export Credit Agencies (ECAs):
      Example: when MALONYET buys equipment from France, Germany, or South Korea, financing is often backed by the exporting country’s credit agency (e.g., COFACE in France, KEXIM in Korea).
      These loans reduce the upfront burden but tie MALONYET to the supplier’s country.
      International Banks / Syndicated Loans:
      Commercial banks may finance large contracts, usually guaranteed by government sovereign commitments.
      Domestic Financial Institutions:
      In some cases, MALONYET uses state-owned banks or domestic bonds to raise funds for major defense projects.
      ________________________________________
      2. Loan Structures
      Export Credit Facilities:
      Structured specifically for defense acquisitions, with repayment terms of 5–15 years.
      Tied Loans / Buyer’s Credit:
      Funds must be spent on equipment or services from the lending country. This is common in deals with European or Asian suppliers.
      Mixed Financing:
      A combination of loans + government budget allocations (often for training, infrastructure, or local offsets).
      Grace Periods:
      Many defense loans have grace periods (e.g., 3–5 years before repayment starts), matching delivery and commissioning timelines.
      ________________________________________
      3. Why MALONYET Uses Loans
      Budget Constraints: Annual defense budget (about RM 15–20 billion in recent years) is too small for multi-billion ringgit projects like submarines, fighters, or frigates.
      Modernization Goals: Loans allow simultaneous modernization (air, sea, land) instead of waiting decades.
      Political Timing: Loans make it easier for governments to announce big procurements without overwhelming a single year’s budget.
      Industry Development: Loans tied to offsets/technology transfers can support local shipyards (e.g., Boustead for LCS, local assembly of vehicles).
      ________________________________________
      4. Risks & Weaknesses
      Debt Burden: Repayments commit future defense budgets, limiting flexibility.
      Currency Risks: If loans are in USD/EUR, fluctuations in the ringgit increase costs.
      Tied Procurement: Loans often force MALONYET to buy from specific suppliers, limiting competition.
      Cost Overruns: If a project is delayed (e.g., LCS), MALONYET is repaying loans even before receiving the full capability.
      Opaque Terms: Some loan agreements are not fully transparent to the public, raising concerns about governance.
      ________________________________________
      5. Examples in MALONYETn Context
      Scorpene Submarines (France): Financed partly through French bank loans + MALONYETn government allocation.
      LCS Program: Involves complex financing structures, including domestic borrowings to support Boustead Naval Shipyard.
      FA-50M Fighter Jets (South Korea): Reports suggest possible involvement of export credit arrangements from KEXIM or Korean banks, though details aren’t fully disclosed.
      PT-91M Tanks (Poland): Likely used export credit from Polish/European financial institutions at the time of purchase

      Hapus
    7. Hutang Kerajaan Persekutuan:
      -
      1. Menurut laporan Fiscal Outlook 2024/2025, hutang kerajaan dijangka meningkat 6% pada 2025, lebih perlahan berbanding 7.5% pada 2024.
      Pada akhir Jun 2024, hutang kerajaan ialah RM1.227 trilion (63.1% KDNK).
      -
      2. Kenanga Research menganggarkan jumlah liabiliti kerajaan mencecah RM1.277 trilion pada suku pertama 2025, dengan nisbah hutang kepada KDNK sekitar 65.5%.
      ---------------
      Hutang Isi Rumah:
      -
      1. Kementerian Kewangan menyatakan hutang isi rumah pada 2023 ialah RM1.53 trilion.
      Komponen terbesar ialah pinjaman perumahan (60.5%), diikuti pinjaman kenderaan (13.2%) dan pembiayaan peribadi (12.6%).
      Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan nisbah hutang isi rumah kepada KDNK meningkat sedikit kepada 84.2–84.3% pada 2023 berbanding 82% pada 2018.
      ---------------
      ⚠️ Implikasi & Risiko
      Kerajaan: Nisbah hutang kerajaan sekitar 64–65% KDNK masih dalam julat terkawal, tetapi ruang fiskal semakin sempit.
      Isi Rumah: Nisbah hutang isi rumah yang tinggi (84% KDNK) menjadikan MALONYET antara yang tertinggi di Asia, menimbulkan risiko terhadap daya tahan kewangan isi rumah jika kadar faedah meningkat atau ekonomi perlahan.
      Trend: Kedua-dua hutang kerajaan dan isi rumah menunjukkan pertumbuhan konsisten sejak 2020, menandakan tekanan jangka panjang terhadap kestabilan fiskal dan kesejahteraan rakyat.
      --------------------------------
      NEGARA GAGAL = MALONYET’s Rising Debt Burden Per Citizen”
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      Detailed Annual Breakdown =
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------
      2️⃣ 2025 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.30 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Total Population: 35,977,838
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 36,139
      Household Debt: RM 45,859
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
      --------------------------------
      3️⃣ 2024 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.22 trillion
      Household Debt: RM 1.53 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
      Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
      Total Population: 34,671,895
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 35,187
      Household Debt: RM 44,128
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
      --------------------------------
      4️⃣ 2023 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.17 trillion
      Household Debt: RM 1.45 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
      Total Population: 35,126,298
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 33,308
      Household Debt: RM 41,279
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
      --------------------------------
      5️⃣ 2022 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.08 trillion
      Household Debt: RM 1.38 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
      Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
      Total Population: 34,695,493
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 31,127
      Household Debt: RM 39,774
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
      --------------------------------
      6️⃣ 2021 DEBT DATA
      Government Debt: RM 979.81 billion
      Household Debt: RM 1.34 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
      Total Population: 34,282,399
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 28,580
      Household Debt: RM 39,087
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667

      Hapus
    8. 1. ANALISIS UTANG PEMERINTAH FEDERAL
      Utang pemerintah terus meningkat secara nominal, namun rasio terhadap PDB diproyeksikan mulai stabil seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat.
      Posisi Utang: Utang Pemerintah Federal mencapai RM1,25 triliun pada akhir 2024 dan diproyeksikan menyentuh RM1,3 triliun pada pertengahan hingga akhir 2025.
      Rasio Utang terhadap PDB: Pemerintah memperkirakan rasio utang tetap berada di kisaran 64% hingga 69% hingga 2025. Meskipun di atas target jangka menengah sebesar 60%, posisi ini masih di bawah batas plafon hukum sebesar 65% untuk instrumen utang tertentu (MGS, MGII, MITB).
      Proyeksi Statista: Berdasarkan data Statista, rasio utang nasional diperkirakan akan naik tipis mencapai sekitar 70,4% pada 2025 dan stabil di kisaran 70,6% hingga 2029.
      -------------------
      2. ANALISIS UTANG RUMAH TANGGA
      Utang rumah tangga MALONYET tetap menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN, yang menjadi perhatian utama bagi stabilitas keuangan.
      Total Utang: Per Desember 2024, utang rumah tangga tercatat sebesar RM1,63 triliun. Angka ini terus tumbuh secara historis dari RM1,19 triliun pada 2018 hingga mencapai agregat RM1,53 triliun pada 2023.
      Rasio terhadap PDB: Berada pada level 84,1% - 84,3% pada 2024/2025.
      Komposisi: Mayoritas utang digunakan untuk pinjaman perumahan (60,5%), diikuti oleh pinjaman kendaraan dan pembiayaan pribadi.
      Risiko: Bank Negara MALONYET (BNM) memantau ketat level ini, namun Gubernur BNM menyatakan kondisi ini masih "terkendali" karena didukung oleh aset finansial rumah tangga yang kuat dan tingkat pembayaran tepat waktu yang tinggi (rasio kredit macet hanya 1,1%).
      --------------------------------
      NEGARA GAGAL = MALONYET’s Rising Debt Burden Per Citizen”
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      Detailed Annual Breakdown =
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------
      2️⃣ 2025 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.30 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Total Population: 35,977,838
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 36,139
      Household Debt: RM 45,859
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
      --------------------------------
      3️⃣ 2024 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.22 trillion
      Household Debt: RM 1.53 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
      Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
      Total Population: 34,671,895
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 35,187
      Household Debt: RM 44,128
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
      --------------------------------
      4️⃣ 2023 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.17 trillion
      Household Debt: RM 1.45 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
      Total Population: 35,126,298
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 33,308
      Household Debt: RM 41,279
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
      --------------------------------
      5️⃣ 2022 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.08 trillion
      Household Debt: RM 1.38 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
      Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
      Total Population: 34,695,493
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 31,127
      Household Debt: RM 39,774
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
      --------------------------------
      6️⃣ 2021 DEBT DATA
      Government Debt: RM 979.81 billion
      Household Debt: RM 1.34 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
      Total Population: 34,282,399
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 28,580
      Household Debt: RM 39,087
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667

      Hapus
  11. GORILLA mana mampu padam Kebakaran HUTAN .... 🔥🔥🦍🦍🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. BERUK BOTOL MALAYDESH MANA MAMPU PADAMKAN PAKCIK DAN MAKCIK SELUNDUP DADAH 🔥🔥🤣🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    2. PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation and Industry (Riau): Anak usaha KLK Berhad. Kerap terjerat hukum karhutla di Riau, termasuk vonis penjara direkturnya dan penyegelan berulang oleh Gakkum KLHK akibat titik api pekat.
      Sumber Berita: Kementerian LHK (Gakkum), Detik.com, dan Tempo.co terkait rekam jejak penyegelan dan vonis pidana korporasi sawit asing di Riau.
      -
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat): Anak usaha TDM Berhad (BUMN Terengganu). Digugat perdata oleh KLHK senilai lebih dari Rp900 miliar atas kasus kebakaran lahan ribuan hektare di Kabupaten Melawi.
      Sumber Berita: CNN Indonesia dan Antara News mengenai rilis resmi gugatan perdata triliunan rupiah oleh KLHK terhadap korporasi Malaysia di Kalbar.
      -
      3. PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat): Anak usaha Sime Darby Plantation (SD Guthrie). Lahan konsesinya di Sanggau disegel oleh KLHK setelah satelit mendeteksi kebakaran, memicu sorotan atas komitmen kebijakan tanpa bakar (zero-burning).
      Sumber Berita: BBC News Indonesia dan CNBC Indonesia terkait rilis penyegelan lahan anak usaha raksasa sawit Kuala Lumpur oleh pemerintah RI.
      -
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat): Anak usaha IOI Corporation Berhad. Perkebunannya di Ketapang masuk pengawasan ketat pemerintah karena berulang kali menjadi episentrum titik api yang mengganggu ruang udara penerbangan.
      Sumber Berita: Kompas.com dan Mongabay Indonesia mengenai laporan pengawasan satgas udara terhadap titik api di wilayah konsesi korporasi raksasa Ketapang.
      -
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah): Terafiliasi dengan Genting Plantations Berhad. Saluran drainase kanal di lahan gambutnya memicu pengeringan parah, menyebabkan kebakaran bawah tanah (underground fire) yang sulit dipadamkan.
      Sumber Berita: Laporan Investigasi Greenpeace Indonesia dan WALHI mengenai deforestasi, pengeringan kubah gambut, dan kebakaran berulang di Kalimantan Tengah.
      =================================
      INDONESIA = 11 PESAWAT DI KALIMANATAN
      MALONYET = 1 PESAWAT DI PERBATASAN
      --------------------------------------------
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Dilaporkan oleh Website Resmi TNI (5 Sept 2026), Situs Resmi TNI AU (27 Agst 2026), dan CNN Indonesia terkait operasi modifikasi cuaca penanganan karhutla di Kalimantan.
      -
      8 Pesawat Satgas Udara di Kalbar: Dilaporkan oleh LKBN ANTARA (22 Agst 2026) mengenai operasi patroli, pemadaman, dan penyemaian awan di wilayah kritis Kalbar.
      --------------------------------------------
      1 Pesawat C-130 Hercules Malonyet: Dilaporkan oleh Kompas.com (4 Sept 2026), Media Indonesia (3 Sept 2026), dan Suara.com terkait kesiagaan armada di Kuching serta izin masuk ruang udara RI untuk atasi kabut asap PERBATASAN.
      --------------------------------------------
      😝MALONYET BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA = 1 PESAWAT vs 11 PESAWAT😝

      Hapus
    3. TREN UTAMA 2010–2026
      Awal (2010): RM 407,1 Miliar.
      Lonjakan (2018): Tembus RM 1,19 Triliun.
      Proyeksi Akhir (2026): RM 1,79 Triliun.
      -
      TOTAL BEBAN UTANG PER WARGA (KUMULATIF : UTANG PEMERINTAH + UTANG HOUSEHOLD)
      2021: RM 67.667 per jiwa
      2022: RM 70.901 per jiwa
      2023: RM 74.587 per jiwa
      2024: RM 79.315 per jiwa
      2025: RM 81.998 per jiwa
      2026: RM 94.544 per jiwa
      -
      STATUS KRISIS RASIO PDB 2026
      Utang Pemerintah: 70,5% (Melewati batas aman 65%).
      Utang Rumah Tangga: 84,3% (Melewati batas aman 65%).
      --------------------------------
      RATA-RATA KENAIKAN HUTANG MALONYET 2026-2021 =
      Utang Pemerintah (Per Warga):
      Kenaikan Total: RM 49.196 (2026) - RM 28.580 (2021) = RM 20.616
      Rata-rata Kenaikan: RM 4.123 /tahun
      -
      Utang Rumah Tangga (Per Warga):
      Kenaikan Total: RM 45.348 (2026) - RM 39.087 (2021) = RM 6.261
      Rata-rata Kenaikan: RM 1.252 /tahun
      -
      Total Beban Kumulatif (Per Warga):
      Kenaikan Total: RM 94.544 (2026) - RM 67.667 (2021) = RM 26.877
      Rata-rata Kenaikan: RM 5.375 /tahun
      --------------------------------
      NOMOR 1 (SATU) DIPERAS TERBESAR
      -
      Daftar Komitmen ART ASEAN ke Amerika Serikat
      -
      🇲🇾 MALONYET: USD 242 Miliar
      Status: Komitmen terbesar; fokus pada investasi manufaktur dan pengadaan energi (LNG).
      -
      🇻🇳 Vietnam: USD 180 - 210 Miliar
      Status: Fokus pada penyeimbangan surplus dagang dan pengembangan sektor semikonduktor.
      -
      🇹🇭 Thailand: USD 85 - 110 Miliar
      Status: Fokus pada akses pasar otomotif/EV dan liberalisasi produk pangan.
      -
      🇵🇭 Filipina: USD 35 - 55 Miliar
      Status: Fokus pada rantai pasok mineral kritis (nikel) dan modernisasi pertahanan.
      -
      🇮🇩 Indonesia: USD 38,4 Miliar
      Status: Fokus pada impor energi (minyak/gas), infrastruktur TIK, dan semikonduktor.
      -
      🇰🇭 Kamboja: Pembukaan Pasar 100%
      Status: Komitmen penghapusan seluruh tarif masuk bagi barang industri dan pertanian AS.
      -
      🇸🇬 Singapura: Tidak ada nilai baru
      Status: Tetap menggunakan skema Free Trade Agreement (FTA) bilateral yang sudah ada.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%

      Hapus
    4. KRISIS
      -
      1. Krisis Pangan & Ketergantungan pada Indonesia
      Krisis Beras: MALONYET menghadapi kelangkaan stok beras lokal yang parah. Untuk mengatasinya, pemerintah menyepakati impor total sebesar 500.000 ton beras dari Indonesia melalui Perum BULOG, dengan pengiriman rutin sebesar 2.000 ton/bulan dari Kalimantan Barat mulai Mei 2025.
      Krisis Protein Hewani:
      Daging Ayam & Telur: Subsidi telur dihapus total per 1 Agustus 2025 untuk menghemat anggaran RM1,2 miliar, menyebabkan harga telur mengikuti mekanisme pasar bebas. MALONYET kini menjadi importir bibit ayam (GPS) dari AS sebagai bagian dari komitmen dagang ART.
      Daging Merah (Sapi/Kambing): Tingkat kemandirian pangan berada di bawah 15%. Sebanyak 90% kebutuhan daging bergantung pada impor, yang diperburuk oleh maraknya isu penyelundupan daging ilegal di perbatasan.
      -
      2. Krisis Energi: Vitalitas Batubara Indonesia
      Volume Impor: MALONYET sangat bergantung pada pasokan energi dari Indonesia, dengan volume impor mencapai 23,97 juta metrik ton (MT) batubara pada tahun 2025.
      Ketergantungan PLTU: Lebih dari 80% kebutuhan batubara nasional dipasok oleh Indonesia.
      -
      3. Krisis Keuangan & Beban Utang
      Utang Negara: Per Juni 2025, utang pemerintah federal mencapai RM1,3 triliun, dengan rasio utang diproyeksikan menyentuh 68,9% dari PDB (melampaui batas aman jangka menengah).
      Utang Rumah Tangga: Berada di level kritis sebesar 84,3% dari PDB, salah satu yang tertinggi di kawasan, yang secara signifikan menekan daya beli masyarakat dan memicu tekanan inflasi pada barang kebutuhan pokok.
      --------------------------------
      NEGARA GAGAL = MALONYET’s Rising Debt Burden Per Citizen”
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      Detailed Annual Breakdown =
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------
      2️⃣ 2025 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.30 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Total Population: 35,977,838
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 36,139
      Household Debt: RM 45,859
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
      --------------------------------
      3️⃣ 2024 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.22 trillion
      Household Debt: RM 1.53 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
      Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
      Total Population: 34,671,895
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 35,187
      Household Debt: RM 44,128
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
      --------------------------------
      4️⃣ 2023 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.17 trillion
      Household Debt: RM 1.45 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
      Total Population: 35,126,298
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 33,308
      Household Debt: RM 41,279
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
      --------------------------------
      5️⃣ 2022 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.08 trillion
      Household Debt: RM 1.38 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
      Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
      Total Population: 34,695,493
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 31,127
      Household Debt: RM 39,774
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
      --------------------------------
      6️⃣ 2021 DEBT DATA
      Government Debt: RM 979.81 billion
      Household Debt: RM 1.34 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
      Total Population: 34,282,399
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 28,580
      Household Debt: RM 39,087
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667

      Hapus
    5. PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation and Industry (Riau): Anak usaha KLK Berhad. Kerap terjerat hukum karhutla di Riau, termasuk vonis penjara direkturnya dan penyegelan berulang oleh Gakkum KLHK akibat titik api pekat.
      Sumber Berita: Kementerian LHK (Gakkum), Detik.com, dan Tempo.co terkait rekam jejak penyegelan dan vonis pidana korporasi sawit asing di Riau.
      -
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat): Anak usaha TDM Berhad (BUMN Terengganu). Digugat perdata oleh KLHK senilai lebih dari Rp900 miliar atas kasus kebakaran lahan ribuan hektare di Kabupaten Melawi.
      Sumber Berita: CNN Indonesia dan Antara News mengenai rilis resmi gugatan perdata triliunan rupiah oleh KLHK terhadap korporasi Malaysia di Kalbar.
      -
      3. PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat): Anak usaha Sime Darby Plantation (SD Guthrie). Lahan konsesinya di Sanggau disegel oleh KLHK setelah satelit mendeteksi kebakaran, memicu sorotan atas komitmen kebijakan tanpa bakar (zero-burning).
      Sumber Berita: BBC News Indonesia dan CNBC Indonesia terkait rilis penyegelan lahan anak usaha raksasa sawit Kuala Lumpur oleh pemerintah RI.
      -
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat): Anak usaha IOI Corporation Berhad. Perkebunannya di Ketapang masuk pengawasan ketat pemerintah karena berulang kali menjadi episentrum titik api yang mengganggu ruang udara penerbangan.
      Sumber Berita: Kompas.com dan Mongabay Indonesia mengenai laporan pengawasan satgas udara terhadap titik api di wilayah konsesi korporasi raksasa Ketapang.
      -
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah): Terafiliasi dengan Genting Plantations Berhad. Saluran drainase kanal di lahan gambutnya memicu pengeringan parah, menyebabkan kebakaran bawah tanah (underground fire) yang sulit dipadamkan.
      Sumber Berita: Laporan Investigasi Greenpeace Indonesia dan WALHI mengenai deforestasi, pengeringan kubah gambut, dan kebakaran berulang di Kalimantan Tengah.
      =================================
      INDONESIA = 11 PESAWAT DI KALIMANATAN
      MALONYET = 1 PESAWAT DI PERBATASAN
      --------------------------------------------
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Dilaporkan oleh Website Resmi TNI (5 Sept 2026), Situs Resmi TNI AU (27 Agst 2026), dan CNN Indonesia terkait operasi modifikasi cuaca penanganan karhutla di Kalimantan.
      -
      8 Pesawat Satgas Udara di Kalbar: Dilaporkan oleh LKBN ANTARA (22 Agst 2026) mengenai operasi patroli, pemadaman, dan penyemaian awan di wilayah kritis Kalbar.
      --------------------------------------------
      1 Pesawat C-130 Hercules Malonyet: Dilaporkan oleh Kompas.com (4 Sept 2026), Media Indonesia (3 Sept 2026), dan Suara.com terkait kesiagaan armada di Kuching serta izin masuk ruang udara RI untuk atasi kabut asap PERBATASAN.
      --------------------------------------------
      😝MALONYET BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA = 1 PESAWAT vs 11 PESAWAT😝

      Hapus
  12. Setetes udah heboh Noraknya Si M 😁

    Karhutla Meluas, BNPB Kerahkan 52 Heli di 6 Provinsi https://share.google/Fp964g1ILGdFBYFbs

    15 Negara dg Kebakaran Lahan Terluas di 2026, di Mana Posisi Indonesia? https://share.google/XrfvuDXjuyAqCSrx7

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setetes udah heboh, Nasib Si M 😁

      ‎Malaysia kirim tim SAR ke Nepal dan siapkan bantuan 1 juta dolar AS - ANTARA News Kuala Lumpur - Berita Terkini Antara Kuala Lumpur https://share.google/uDkAnAulCAOPBTTIE

      ‎Purbaya Buka-bukaan Dana Bencana RI: Selalu Siaga Rp5 Triliun https://share.google/yTwlEVHTFyi7lKNqr

      Hapus
  13. WOY MMW BERUK BOTOL....SUDAH DINASEHATI DAN RUKIYAH KE PMX GENK SONGSANG AWAK 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus

  14. MAU Harap INDIANESIA Padam Kebakaran Hutan di kalimantan...? 🔥🔥🔥🤣🤣🤣🤣



    Malaysia Dapat Izin Masuk Wilayah Udara Indonesia, Bantu Atasi Karhutla dengan Hujan Buatan

    https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/tren/read/2026/08/25/194500965/malaysia-dapat-izin-masuk-wilayah-udara-indonesia-bantu-atasi-karhutla

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET BAKAR LAHAN .......
      1 PESAWAT DIPERBATASAN SERAWAK versus 11 PESAWAT
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      Malaysia (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      -
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 juta metrik ton batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      --------------------------------------------
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      --------------------------------------------
      PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      Hapus
    2. SKANDAL SEKS = SKANDAL SESAMA JENIS
      -
      SULTAN IBRAHIM - CISSIE HILL SKANDAL SEKS
      SULTAN MUHAMMAD V – OKSANA = SKANDAL SEKS
      NAJIB ABDUL RAZAK – ALTANTUYA SKANDAL SEKS
      MOHAMED AZMIN ALI SKANDAL SEKS SESAMA JENIS
      ANWAR IBRAHIM SKANDAL SEKS SESAMA JENIS
      -
      CONDOMS = A MALONYET gynaecologist has created what he says is the world's first unisex condom that can be worn by females or males and is made from a medical grade material usually used as a dressing for injuries and wounds.
      --------------------------
      PMX =
      BAHAN BAHAN KETAWA DUNIA
      BAHAN BAHAN KETAWA DUNIA
      BAHAN BAHAN KETAWA DUNIA
      Perdana Menteri Anwar Ibrahim dikritik kerana membuat gurauan berkaitan isteri kedua dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam lawatan rasmi ke Moscow.
      Tindakan itu dianggap kurang bijak, kurang sensitiviti terhadap budaya setempat sekali gus mencetuskan kecanggungan diplomatik.
      “Anwar patut malu. Dia yang mendakwa pakar budaya dunia, tidak sedar Rusia negara Kristian Ortodoks yang mengharamkan poligami.
      “Putin mengambil kesempatan untuk menunjukkan kejahilan budaya Anwar kepada media," kata Ketua Penerangan Bersatu Wan Saiful Wan Jan.
      Anggota Parlimen Tasek Gelugor mendakwa Putin juga sengaja memperolok Anwar dengan mendedahkan perbualan mereka.
      Wan Saiful juga berkata insiden itu menjadikan MALONYET bahan BAHAN KETAWA DUNIA.
      --------------------------
      HANYA BAYAR FAEDAH =
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      Anwar berkata demikian pada sesi soal jawab Perdana Menteri (PMQ) pada sidang Dewan Rakyat di sini, hari ini.
      Menurutnya bayaran tersebut adalah bagi bayaran khidmat hutang atau hanya membayar faedah dan bukan membayar jumlah hutang tertunggak
      ==================
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ==========
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      MISKIN ......
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALONYET household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALONYET (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALONYET , among other things

      Hapus
  15. Bantuan pemerintah INDIANESIA ke Rakyatnya sendiri sikit guys... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Viral Camat Lamba Leda Utara Protes Staf BNPB, Persoalkan Bantuan untuk Ribuan Warga Terdampak

    https://www.google.com/amp/s/www.reportasentt.com/news/amp/562964939/viral-camat-lamba-leda-utara-protes-staf-bnpb-persoalkan-bantuan-untuk-ribuan-warga-terdampak

    BalasHapus
    Balasan
    1. PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation and Industry (Riau): Anak usaha KLK Berhad. Kerap terjerat hukum karhutla di Riau, termasuk vonis penjara direkturnya dan penyegelan berulang oleh Gakkum KLHK akibat titik api pekat.
      Sumber Berita: Kementerian LHK (Gakkum), Detik.com, dan Tempo.co terkait rekam jejak penyegelan dan vonis pidana korporasi sawit asing di Riau.
      -
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat): Anak usaha TDM Berhad (BUMN Terengganu). Digugat perdata oleh KLHK senilai lebih dari Rp900 miliar atas kasus kebakaran lahan ribuan hektare di Kabupaten Melawi.
      Sumber Berita: CNN Indonesia dan Antara News mengenai rilis resmi gugatan perdata triliunan rupiah oleh KLHK terhadap korporasi Malaysia di Kalbar.
      -
      3. PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat): Anak usaha Sime Darby Plantation (SD Guthrie). Lahan konsesinya di Sanggau disegel oleh KLHK setelah satelit mendeteksi kebakaran, memicu sorotan atas komitmen kebijakan tanpa bakar (zero-burning).
      Sumber Berita: BBC News Indonesia dan CNBC Indonesia terkait rilis penyegelan lahan anak usaha raksasa sawit Kuala Lumpur oleh pemerintah RI.
      -
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat): Anak usaha IOI Corporation Berhad. Perkebunannya di Ketapang masuk pengawasan ketat pemerintah karena berulang kali menjadi episentrum titik api yang mengganggu ruang udara penerbangan.
      Sumber Berita: Kompas.com dan Mongabay Indonesia mengenai laporan pengawasan satgas udara terhadap titik api di wilayah konsesi korporasi raksasa Ketapang.
      -
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah): Terafiliasi dengan Genting Plantations Berhad. Saluran drainase kanal di lahan gambutnya memicu pengeringan parah, menyebabkan kebakaran bawah tanah (underground fire) yang sulit dipadamkan.
      Sumber Berita: Laporan Investigasi Greenpeace Indonesia dan WALHI mengenai deforestasi, pengeringan kubah gambut, dan kebakaran berulang di Kalimantan Tengah.
      =================================
      INDONESIA = 11 PESAWAT DI KALIMANATAN
      MALONYET = 1 PESAWAT DI PERBATASAN
      --------------------------------------------
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Dilaporkan oleh Website Resmi TNI (5 Sept 2026), Situs Resmi TNI AU (27 Agst 2026), dan CNN Indonesia terkait operasi modifikasi cuaca penanganan karhutla di Kalimantan.
      -
      8 Pesawat Satgas Udara di Kalbar: Dilaporkan oleh LKBN ANTARA (22 Agst 2026) mengenai operasi patroli, pemadaman, dan penyemaian awan di wilayah kritis Kalbar.
      --------------------------------------------
      1 Pesawat C-130 Hercules Malonyet: Dilaporkan oleh Kompas.com (4 Sept 2026), Media Indonesia (3 Sept 2026), dan Suara.com terkait kesiagaan armada di Kuching serta izin masuk ruang udara RI untuk atasi kabut asap PERBATASAN.
      --------------------------------------------
      😝MALONYET BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA = 1 PESAWAT vs 11 PESAWAT😝

      Hapus
    2. SKANDAL SEKS = SKANDAL SESAMA JENIS
      -
      SULTAN IBRAHIM - CISSIE HILL SKANDAL SEKS
      SULTAN MUHAMMAD V – OKSANA = SKANDAL SEKS
      NAJIB ABDUL RAZAK – ALTANTUYA SKANDAL SEKS
      MOHAMED AZMIN ALI SKANDAL SEKS SESAMA JENIS
      ANWAR IBRAHIM SKANDAL SEKS SESAMA JENIS
      -
      CONDOMS = A MALONYET gynaecologist has created what he says is the world's first unisex condom that can be worn by females or males and is made from a medical grade material usually used as a dressing for injuries and wounds.
      --------------------------
      PMX =
      BAHAN BAHAN KETAWA DUNIA
      BAHAN BAHAN KETAWA DUNIA
      BAHAN BAHAN KETAWA DUNIA
      Perdana Menteri Anwar Ibrahim dikritik kerana membuat gurauan berkaitan isteri kedua dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam lawatan rasmi ke Moscow.
      Tindakan itu dianggap kurang bijak, kurang sensitiviti terhadap budaya setempat sekali gus mencetuskan kecanggungan diplomatik.
      “Anwar patut malu. Dia yang mendakwa pakar budaya dunia, tidak sedar Rusia negara Kristian Ortodoks yang mengharamkan poligami.
      “Putin mengambil kesempatan untuk menunjukkan kejahilan budaya Anwar kepada media," kata Ketua Penerangan Bersatu Wan Saiful Wan Jan.
      Anggota Parlimen Tasek Gelugor mendakwa Putin juga sengaja memperolok Anwar dengan mendedahkan perbualan mereka.
      Wan Saiful juga berkata insiden itu menjadikan MALONYET bahan BAHAN KETAWA DUNIA.
      --------------------------
      HANYA BAYAR FAEDAH =
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      Anwar berkata demikian pada sesi soal jawab Perdana Menteri (PMQ) pada sidang Dewan Rakyat di sini, hari ini.
      Menurutnya bayaran tersebut adalah bagi bayaran khidmat hutang atau hanya membayar faedah dan bukan membayar jumlah hutang tertunggak
      ==================
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ==========
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      MISKIN ......
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALONYET household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALONYET (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALONYET , among other things

      Hapus
  16. Bantuan pemerintah INDIANESIA ke Rakyatnya sendiri sikit guys... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Viral Camat Lamba Leda Utara Protes Staf BNPB, Persoalkan Bantuan untuk Ribuan Warga Terdampak

    https://www.google.com/amp/s/www.reportasentt.com/news/amp/562964939/viral-camat-lamba-leda-utara-protes-staf-bnpb-persoalkan-bantuan-untuk-ribuan-warga-terdampak

    BalasHapus
    Balasan
    1. PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      6. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      7. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      8. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      9. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      10. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      ----------------------------------
      ✈️ PERBANDINGAN 11 PESAWAT VS 1 PESAWAAT
      • Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      o 3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      o 8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      • Malaysia (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      o 1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      ----------------------------------
      1️⃣DATA UTANG MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi

      Hapus
    2. SKANDAL SEKS = SKANDAL SESAMA JENIS
      -
      SULTAN IBRAHIM - CISSIE HILL SKANDAL SEKS
      SULTAN MUHAMMAD V – OKSANA = SKANDAL SEKS
      NAJIB ABDUL RAZAK – ALTANTUYA SKANDAL SEKS
      MOHAMED AZMIN ALI SKANDAL SEKS SESAMA JENIS
      ANWAR IBRAHIM SKANDAL SEKS SESAMA JENIS
      -
      CONDOMS = A MALONYET gynaecologist has created what he says is the world's first unisex condom that can be worn by females or males and is made from a medical grade material usually used as a dressing for injuries and wounds.
      --------------------------
      PMX =
      BAHAN BAHAN KETAWA DUNIA
      BAHAN BAHAN KETAWA DUNIA
      BAHAN BAHAN KETAWA DUNIA
      Perdana Menteri Anwar Ibrahim dikritik kerana membuat gurauan berkaitan isteri kedua dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam lawatan rasmi ke Moscow.
      Tindakan itu dianggap kurang bijak, kurang sensitiviti terhadap budaya setempat sekali gus mencetuskan kecanggungan diplomatik.
      “Anwar patut malu. Dia yang mendakwa pakar budaya dunia, tidak sedar Rusia negara Kristian Ortodoks yang mengharamkan poligami.
      “Putin mengambil kesempatan untuk menunjukkan kejahilan budaya Anwar kepada media," kata Ketua Penerangan Bersatu Wan Saiful Wan Jan.
      Anggota Parlimen Tasek Gelugor mendakwa Putin juga sengaja memperolok Anwar dengan mendedahkan perbualan mereka.
      Wan Saiful juga berkata insiden itu menjadikan MALONYET bahan BAHAN KETAWA DUNIA.
      --------------------------
      HANYA BAYAR FAEDAH =
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      Anwar berkata demikian pada sesi soal jawab Perdana Menteri (PMQ) pada sidang Dewan Rakyat di sini, hari ini.
      Menurutnya bayaran tersebut adalah bagi bayaran khidmat hutang atau hanya membayar faedah dan bukan membayar jumlah hutang tertunggak
      ==================
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ==========
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      MISKIN ......
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALONYET household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALONYET (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALONYET , among other things

      Hapus
  17. BERUK BOTOL MALAYDESH MANA MAMPU PADAMKAN PAKCIK DAN MAKCIK SELUNDUP DADAH 🔥🔥🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    https://www.kompas.id/artikel/sindikat-narkoba-jaringan-malaysia-terbongkar-paket-diselundupkan-dalam-kompartemen-mobil

    BalasHapus
  18. Bantuan pemerintah INDIANESIA... SIKIT WOIIIII.... Tapi di klaim konon merata.... 🔥🔥🤣🤣🤣



    SAYA STRES! Camat Lamba Leda Utara Adu Mulut dengan Anggota BNPB, soal Pembagian Bantuan Gempa

    https://m.youtube.com/shorts/r5GuZAiPYSY

    BalasHapus
    Balasan
    1. PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation and Industry (Riau): Anak usaha KLK Berhad. Kerap terjerat hukum karhutla di Riau, termasuk vonis penjara direkturnya dan penyegelan berulang oleh Gakkum KLHK akibat titik api pekat.
      Sumber Berita: Kementerian LHK (Gakkum), Detik.com, dan Tempo.co terkait rekam jejak penyegelan dan vonis pidana korporasi sawit asing di Riau.
      -
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat): Anak usaha TDM Berhad (BUMN Terengganu). Digugat perdata oleh KLHK senilai lebih dari Rp900 miliar atas kasus kebakaran lahan ribuan hektare di Kabupaten Melawi.
      Sumber Berita: CNN Indonesia dan Antara News mengenai rilis resmi gugatan perdata triliunan rupiah oleh KLHK terhadap korporasi Malaysia di Kalbar.
      -
      3. PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat): Anak usaha Sime Darby Plantation (SD Guthrie). Lahan konsesinya di Sanggau disegel oleh KLHK setelah satelit mendeteksi kebakaran, memicu sorotan atas komitmen kebijakan tanpa bakar (zero-burning).
      Sumber Berita: BBC News Indonesia dan CNBC Indonesia terkait rilis penyegelan lahan anak usaha raksasa sawit Kuala Lumpur oleh pemerintah RI.
      -
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat): Anak usaha IOI Corporation Berhad. Perkebunannya di Ketapang masuk pengawasan ketat pemerintah karena berulang kali menjadi episentrum titik api yang mengganggu ruang udara penerbangan.
      Sumber Berita: Kompas.com dan Mongabay Indonesia mengenai laporan pengawasan satgas udara terhadap titik api di wilayah konsesi korporasi raksasa Ketapang.
      -
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah): Terafiliasi dengan Genting Plantations Berhad. Saluran drainase kanal di lahan gambutnya memicu pengeringan parah, menyebabkan kebakaran bawah tanah (underground fire) yang sulit dipadamkan.
      Sumber Berita: Laporan Investigasi Greenpeace Indonesia dan WALHI mengenai deforestasi, pengeringan kubah gambut, dan kebakaran berulang di Kalimantan Tengah.
      =================================
      INDONESIA = 11 PESAWAT DI KALIMANATAN
      MALONYET = 1 PESAWAT DI PERBATASAN
      --------------------------------------------
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Dilaporkan oleh Website Resmi TNI (5 Sept 2026), Situs Resmi TNI AU (27 Agst 2026), dan CNN Indonesia terkait operasi modifikasi cuaca penanganan karhutla di Kalimantan.
      -
      8 Pesawat Satgas Udara di Kalbar: Dilaporkan oleh LKBN ANTARA (22 Agst 2026) mengenai operasi patroli, pemadaman, dan penyemaian awan di wilayah kritis Kalbar.
      --------------------------------------------
      1 Pesawat C-130 Hercules Malonyet: Dilaporkan oleh Kompas.com (4 Sept 2026), Media Indonesia (3 Sept 2026), dan Suara.com terkait kesiagaan armada di Kuching serta izin masuk ruang udara RI untuk atasi kabut asap PERBATASAN.
      --------------------------------------------
      😝MALONYET BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA = 1 PESAWAT vs 11 PESAWAT😝

      Hapus
  19. Bantuan pemerintah INDIANESIA... SIKIT WOIIIII.... Tapi di klaim konon merata.... 🔥🔥🤣🤣🤣



    SAYA STRES! Camat Lamba Leda Utara Adu Mulut dengan Anggota BNPB, soal Pembagian Bantuan Gempa

    https://m.youtube.com/shorts/r5GuZAiPYSY

    BalasHapus
    Balasan
    1. SKANDAL SEKS = SKANDAL SESAMA JENIS
      -
      SULTAN IBRAHIM - CISSIE HILL SKANDAL SEKS
      SULTAN MUHAMMAD V – OKSANA = SKANDAL SEKS
      NAJIB ABDUL RAZAK – ALTANTUYA SKANDAL SEKS
      MOHAMED AZMIN ALI SKANDAL SEKS SESAMA JENIS
      ANWAR IBRAHIM SKANDAL SEKS SESAMA JENIS
      -
      CONDOMS = A MALONYET gynaecologist has created what he says is the world's first unisex condom that can be worn by females or males and is made from a medical grade material usually used as a dressing for injuries and wounds.
      --------------------------
      PMX =
      BAHAN BAHAN KETAWA DUNIA
      BAHAN BAHAN KETAWA DUNIA
      BAHAN BAHAN KETAWA DUNIA
      Perdana Menteri Anwar Ibrahim dikritik kerana membuat gurauan berkaitan isteri kedua dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam lawatan rasmi ke Moscow.
      Tindakan itu dianggap kurang bijak, kurang sensitiviti terhadap budaya setempat sekali gus mencetuskan kecanggungan diplomatik.
      “Anwar patut malu. Dia yang mendakwa pakar budaya dunia, tidak sedar Rusia negara Kristian Ortodoks yang mengharamkan poligami.
      “Putin mengambil kesempatan untuk menunjukkan kejahilan budaya Anwar kepada media," kata Ketua Penerangan Bersatu Wan Saiful Wan Jan.
      Anggota Parlimen Tasek Gelugor mendakwa Putin juga sengaja memperolok Anwar dengan mendedahkan perbualan mereka.
      Wan Saiful juga berkata insiden itu menjadikan MALONYET bahan BAHAN KETAWA DUNIA.
      --------------------------
      HANYA BAYAR FAEDAH =
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      Anwar berkata demikian pada sesi soal jawab Perdana Menteri (PMQ) pada sidang Dewan Rakyat di sini, hari ini.
      Menurutnya bayaran tersebut adalah bagi bayaran khidmat hutang atau hanya membayar faedah dan bukan membayar jumlah hutang tertunggak
      ==================
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ==========
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      MISKIN ......
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALONYET household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALONYET (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALONYET , among other things

      Hapus
  20. GILA.. Bantuan BENCANA ke rakyat saja di KORUPSI.... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET BAKAR LAHAN .......
      1 PESAWAT DIPERBATASAN SERAWAK versus 11 PESAWAT
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      Malaysia (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      -
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 juta metrik ton batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      --------------------------------------------
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      --------------------------------------------
      PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      Hapus
  21. Jangan Kan memadam Kebakaran Hutan.... Beri bantuan ke Warga terkesan bencana saja GAGAL TOTAL... 🔥🔥🔥🤣🤣🤣



    Camat Laut Manggarai Timur Adu Mulut dengan Anggota BNPB soal Pembagian Bantuan Gempa

    https://m.youtube.com/watch?v=w-tNKJh4p4g&t=17s&pp=ygUWY2FtYXQgbGFtYmEgbGVkYSB1dGFyYQ%3D%3D

    BalasHapus
    Balasan
    1. PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation and Industry (Riau): Anak usaha KLK Berhad. Kerap terjerat hukum karhutla di Riau, termasuk vonis penjara direkturnya dan penyegelan berulang oleh Gakkum KLHK akibat titik api pekat.
      Sumber Berita: Kementerian LHK (Gakkum), Detik.com, dan Tempo.co terkait rekam jejak penyegelan dan vonis pidana korporasi sawit asing di Riau.
      -
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat): Anak usaha TDM Berhad (BUMN Terengganu). Digugat perdata oleh KLHK senilai lebih dari Rp900 miliar atas kasus kebakaran lahan ribuan hektare di Kabupaten Melawi.
      Sumber Berita: CNN Indonesia dan Antara News mengenai rilis resmi gugatan perdata triliunan rupiah oleh KLHK terhadap korporasi Malaysia di Kalbar.
      -
      3. PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat): Anak usaha Sime Darby Plantation (SD Guthrie). Lahan konsesinya di Sanggau disegel oleh KLHK setelah satelit mendeteksi kebakaran, memicu sorotan atas komitmen kebijakan tanpa bakar (zero-burning).
      Sumber Berita: BBC News Indonesia dan CNBC Indonesia terkait rilis penyegelan lahan anak usaha raksasa sawit Kuala Lumpur oleh pemerintah RI.
      -
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat): Anak usaha IOI Corporation Berhad. Perkebunannya di Ketapang masuk pengawasan ketat pemerintah karena berulang kali menjadi episentrum titik api yang mengganggu ruang udara penerbangan.
      Sumber Berita: Kompas.com dan Mongabay Indonesia mengenai laporan pengawasan satgas udara terhadap titik api di wilayah konsesi korporasi raksasa Ketapang.
      -
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah): Terafiliasi dengan Genting Plantations Berhad. Saluran drainase kanal di lahan gambutnya memicu pengeringan parah, menyebabkan kebakaran bawah tanah (underground fire) yang sulit dipadamkan.
      Sumber Berita: Laporan Investigasi Greenpeace Indonesia dan WALHI mengenai deforestasi, pengeringan kubah gambut, dan kebakaran berulang di Kalimantan Tengah.
      =================================
      INDONESIA = 11 PESAWAT DI KALIMANATAN
      MALONYET = 1 PESAWAT DI PERBATASAN
      --------------------------------------------
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Dilaporkan oleh Website Resmi TNI (5 Sept 2026), Situs Resmi TNI AU (27 Agst 2026), dan CNN Indonesia terkait operasi modifikasi cuaca penanganan karhutla di Kalimantan.
      -
      8 Pesawat Satgas Udara di Kalbar: Dilaporkan oleh LKBN ANTARA (22 Agst 2026) mengenai operasi patroli, pemadaman, dan penyemaian awan di wilayah kritis Kalbar.
      --------------------------------------------
      1 Pesawat C-130 Hercules Malonyet: Dilaporkan oleh Kompas.com (4 Sept 2026), Media Indonesia (3 Sept 2026), dan Suara.com terkait kesiagaan armada di Kuching serta izin masuk ruang udara RI untuk atasi kabut asap PERBATASAN.
      --------------------------------------------
      😝MALONYET BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA = 1 PESAWAT vs 11 PESAWAT😝

      Hapus
  22. Jangan Kan memadam Kebakaran Hutan.... Beri bantuan ke Warga terkesan bencana saja GAGAL TOTAL... 🔥🔥🔥🤣🤣🤣



    Camat Laut Manggarai Timur Adu Mulut dengan Anggota BNPB soal Pembagian Bantuan Gempa

    https://m.youtube.com/watch?v=w-tNKJh4p4g&t=17s&pp=ygUWY2FtYXQgbGFtYmEgbGVkYSB1dGFyYQ%3D%3D

    BalasHapus
    Balasan
    1. PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      ----------------------------------
      ✈️ PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      • Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      o 3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      o 8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      • Malaysia (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      o 1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      ----------------------------------
      1️⃣DATA UTANG MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi

      -

      Hapus
  23. BERUK BOTOL MALAYDESH MANA MAMPU PADAMKAN PAKCIK DAN MAKCIK SELUNDUP DADAH 🔥🔥🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    https://www.kompas.id/artikel/sindikat-narkoba-jaringan-malaysia-terbongkar-paket-diselundupkan-dalam-kompartemen-mobil

    BalasHapus
  24. Ngasih paham Si M 😁

    Karhutla Meluas, BNPB Kerahkan 52 Heli di 6 Provinsi https://share.google/Fp964g1ILGdFBYFbs

    ‎15 Negara dg Kebakaran Lahan Terluas di 2026, di Mana Posisi Indonesia? https://share.google/XrfvuDXjuyAqCSrx7

    ‎Indonesia peringkat 39 (luas area terbakar)

    ‎Indonesia Masuk 10 Besar Negara dengan Hutan Terluas di Dunia 2025 https://share.google/fokOs2att7SDr3FDP

    ‎Indonesia no 8 terluas dunia.

    ‎Hutan Indonesia Bukan Hanya Paru-Paru Dunia, Tapi Harapan Besar Pengurangan Emisi Karbon - Universal Eco https://share.google/o6PYj3p0TGv7Af8k7

    ‎Hutan Indonesia selama ini dikenal sebagai “paru-paru dunia” karena kemampuannya menyerap karbon dan menghasilkan oksigen. Namun, peran hutan Indonesia sebenarnya jauh lebih besar dari sekadar julukan tersebut.

    ‎Dengan luas hutan tropis yang besar dan cadangan karbon yang melimpah, Indonesia memiliki posisi strategis dalam upaya global mengurangi emisi gas rumah kaca. Hutan dan lahan gambut Indonesia bahkan menjadi salah satu aset terpenting dalam mendukung target pengendalian perubahan iklim dunia.

    BalasHapus
  25. Mana mampu negara ahli klaim mampu padamkan judi di negerinya

    BalasHapus