26 Mei 2022

New Australian Tanker Begins Operational

26 Mei 2022

HMAS Stalwart conducts first replenishment at sea to HMAS Parramatta (photos : Aus DoD)

HMAS Stalwart 'open for business'

The crew of HMAS Stalwart recently achieved a major milestone in the ship’s short time in service when they successfully conducted the ship's first replenishment at sea.

HMAS Parramatta was the receiving ship.

Commanding Officer of Stalwart, Commander Steve McCracken, said the evolution signalled that Stalwart was “open for business”.

“There’s been a lot of hard work and training leading up to this point and the entire ship’s company is incredibly proud of what we have achieved,” Commander McCracken said.


“Today, we have successfully proved a number of vital systems that all come together in performing a replenishment at sea, from ship-handling to the actual transfer of supplies, and it’s a credit to all involved that the evolution went so well."

Stalwart is the second of Navy’s Supply-class auxiliary oiler replenishment ships, which have the primary role of providing logistics replenishment to naval combat units at sea. 

Commander McCracken said conducting a replenishment at sea was just one of the many tasks the ship must complete as part of its progress towards operational capability and integration into the fleet.

“Since commissioning, we have undergone a number of sea trials and training that test and evaluate the entire range of systems used to keep a ship at sea and at the top of its game,” Commander McCracken said.

“I’m pleased to report that Stalwart has risen to each of these challenges in admirable fashion and I thank my ship’s company for all their hard work over the past few months.”


The new ships represent a generational shift from the capability provided by previous support ships as they are equipped with a combat management system that improves the sharing of information with other ADF and allied assets.

This allows the ships to integrate more fully in a task group, both Australian and international.

They can also increase the joint force endurance by providing fuel, water, food, parts and dry cargo.

HMAS Stalwart’s home port is Fleet Base West, Rockingham, Western Australia.  

TNI AL Berkomitmen Tingkatkan Teknologi Hidro-Oseanografi

26 Mei 2022

KRI Dewa Kembar 932 kapal ocean-going survey ship buatan Yarrow Shipyard UK yang masih dioperasikan TNI AL (photo : Banjarmasin Post)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono berkomitmen meningkatkan teknologi hidro-oseanografi milik TNI AL untuk pemetaan bawah laut secara baik.

"Wilayah kita 70 persen adalah lautan, dimana bawah lautnya ini yang belum diangkat, disurvei, dan digambarkan secara baik. Sehingga, kami meningkatkan terus teknologi tentang hidro-oseanografi," kata Yudo di sela-sela Seminar Nasional Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) di Graha Jalapuspita, Jakarta, Rabu.

Ke depan, lanjut dia, Kotama Pembinaan TNI AL yakni Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) akan terus didorong untuk memiliki fungsi besar dengan potensi wilayah laut Indonesia yang sangat luas itu.

TNI AL saat ini mengoperasikan kapal littoral survey vessel KRI Rigel 933 dan KRI Spica 934 buatan galangan OCEA Prancis, peralatan kedua kapal ini cukup modern (photo : Eugene Gillet)

"Dan tentunya, Hidro-oseanografi ke depan juga harus memiliki peran yang sangat besar, baik untuk bidang kemiliteran maupun bidang khususnya perekonomian," tambahnya.

Eks Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I itu mengaku banyak kasal dari negara lain ingin menjalin kerja sama dengan TNI AL terkait hidro-oseanografi atau ilmu pengetahuan yang mempelajari proses-proses fisis, dinamis, dan kimiawi di perairan laut.

Namun, Yudo masih mempertimbangkan mana saja hal yang bisa dijadikan bahan kerja sama dengan negara lain, karena hidro-oseanografi memiliki esensi kerahasiaan cukup tinggi.
"Tentunya, karena hidro-oseanografi ini juga memiliki kemiliteran dan memiliki kerahasiaan yang tinggi, masih saya pertimbangkan dulu mana yang bisa dikerjasamakan dan mana istilahnya wilayah perekonomian yang bisa dikerjasamakan," jelasnya.

Kemhan dan galangan Jerman Abekin & Rasmussen pada bulan September 2021 lalu bernegosiasi untuk pengadaan ocean-going survey ship bagi TNI AL. Galangan ini banyak memproduksi kapal jenis twin-hull, sejenis dengan kapal ocean-going survey ship USNS Effective (photo : dvids)

Penerapan hidro-oseanografi di Indonesia sudah mendapat pengakuan dari dunia internasional, yakni International Hidro-Oseanografi Organisation (IHO). Oleh karena itu, Yudo berharap sumber daya manusia (SDM) STTAL ke depan dapat terus dikembangkan.

"Seperti yang disampaikan Pak Luhut, kalau perlu dikembangkan SDM-nya, ada lulusan S3, jangan hanya S1 dan S2 saja. Karena tadi beliau melihat produk-produk dari para mahasiswa STTAL yang telah merancang teknologi yang bagus dan bisa dikembangkan di dalam negeri," ujarnya.

Turut hadir dalam seminar itu ialah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang juga bertindak sebagai pembicara kunci.

DTI Thailand Launches the D-Lion 4x4 MRAP that is Researched and Developed with the Private Sector

26 Mei 2022

D-Lion MRAP vehicle based on Paramount Mbombe (all photos : DTI Thailand)

On February 10, 2021, the Defense Technology Institute, DTI, and the International Counter Terrorism Operations Center, Royal Thai Armed Forces Headquarters, Royal Thai Armed Forces, TAT jointly signed a research memorandum. and jointly developed a prototype vehicle for service in the Thai Army.


It consists of MRAP 4x4 mine-proof and ambush armored vehicles, 4x4 reconnaissance vehicles and 4x2 reconnaissance vehicles. From the background illustration during the ceremony, it shows a new South African Mbombe 4 4x4 mine-proof armored vehicle (All-New).


Watching the demonstration of the performance of the latest D-Lion 4x4 armored vehicle shows that DTI has cooperation with the Thai and foreign private sectors in the research and development of anti-mine and ambush armored vehicles in order to continue to be able to enter the Thai defense industry.


DTI's research and development of vehicles in the past has been in collaboration with many Thai private companies, such as the Black Widow Spider 8x8 wheeled armored vehicle with Preecha Thavorn Industry, Amphibious Armored Personnel Carrier (AAPC) 8x8 for the Royal Thai Marine Corps (RTMC: Royal Thai Marine Corps) and Cho Thavee Public Company Limited (CHOTHAVEE PLC) Thailand and a project for development, improvement and maintenance of a prototype amphibious combat vehicle (AAV) type AAVP7A1 with Chaiseri Metal & Rubber Co., Ltd. (Chaiseri metal & rubber Co. Ltd.) Thailand, etc.


Since its debut at the IDEX 2019 International Armament Show in Abu Dhabi, United Arab Emirates, South Africa's Paramount Group has said: More than 150 Mbombe 4 armored vehicles have been exported to customers in five countries around the world, with production lines in Africa and Asia. For example, India, manufactured locally by Bharat Forge, a subsidiary of Kalyani Group, is called the Kalyani M4 4x4 wheeled armored vehicle and received an undisclosed amount ordered by the Indian Ministry of Defense in February 2021 for 1.78 billion Indian Rupee ( $24.5 million) including Saudi Arabia and the United Arab Emirates. 

Therefore, it is understood that if the research and development is successful, JATUNAPAS Company, which operates the business of repairing motor vehicles and motorcycles and wholesales weapons to government agencies will receive a patent for the production of Mbombe 4 wheeled armored vehicle named D-Lion in Thailand, the same model as India.


Mbombe 4 wheeled armored vehicle equipped with a six-cylinder Turbo Diesel engine, maximum speed 140km/h, vehicle weight 16tonnes, payload 2.7tonnes, STANAG 4569 Level 3 bulletproof armor, STANAG 4569 Level 4a and 4b TNT explosion protection 50kg can compared to Chaiseri Thai's First Win 4x4 armored vehicle that has been ordered in large quantities by the Thai Army Royal Thai Police Thai security agency and abroad. The First Win 4x4 wheeled vehicle has STANAG 4569 Level 2 bulletproof armor and STANAG 4569 Level 3b and 4a explosion protection. 

The DTI D-Lion 4x4 wheeled vehicle offers a higher level of protection for the needs of special operations counter-terrorism.

(AAG)

25 Mei 2022

KCR Ke-5 Capai Progress 90.89%

25 Mei 2022

KRI Kapak 625 (photo : PAL)

Kapal Cepat Rudal (KCR) ke - 5 buatan PT PAL Indonesia untuk Kementerian Pertahanan Indonesia sudah mencapai progres sebesar 90.89%. Seluruh sistem persenjataan atau yang disebut dengan SEWACO (System, Weapon and Command) sudah terpasang secara menyeluruh dan siap untuk diuji coba.

KCR ke-5 ini ditargetkan untuk diserahterimakan ke Kementerian Pertahanan RI pada tahun 2022 ini, yang tentunya sebelum diserahterimakan akan melalui tahap uji coba baik platform, sistem senjata, dan berbagai macam uji coba lainnya sebelum sepenuhnya diserahterimakan. KCR ke - 5 ini telah dilakukan lauching pada tanggal 05 Desember 2021 oleh Menteri Pertahanan Bapak Prabowo. Subianto.

Kita dukung agar KCR ke - 5 dapat segera diserahterimakan kepada Kementerian Pertahanan RI.

(PAL)

Dephan Australia Klarifikasi Rencana Pengadaan MQ-28A Ghost Bat

25 Mei 2022

MQ-28A Ghost Bat (photo : Boeing)

Selama peluncuran kampanye resmi pemerintah Koalisi di Brisbane pada hari Minggu (15 Mei), Perdana Menteri Scott Morrison berjanji untuk menginvestasikan tambahan $ 454 juta untuk mempercepat proyek Loyal Wingman dari Boeing Australia, yang melibatkan pengiriman drone MQ-28A Ghost Bat kepada RAAF.

Perdana Menteri mengatakan dorongan investasi akan mendanai pengembangan "tujuh pesawat lagi".

Namun, mengingat komitmen baru, jumlah total calon armada Ghost Bat RAAF tidak jelas, dengan pemerintah sebelumnya mengumumkan akan “memperoleh tiga pesawat tambahan”, terpisah dari tiga prototipe yang awalnya diperuntukkan untuk pengembangan.

Defense Connect sekarang dapat mengungkapkan janji terbaru Perdana Menteri Morrison untuk mengembangkan tujuh platform Ghost Bat otonom lebih lanjut akan menjadikan jumlah total armada masa depan menjadi 10 (sepuluh).

Seorang juru bicara dari Departemen Pertahanan telah mengkonfirmasi bahwa tiga prototipe pertama yang dikembangkan sebagai bagian dari fase sebelumnya dari program tersebut tidak akan dimiliki atau dioperasikan oleh RAAF.

"Tiga prototipe pesawat yang diproduksi sebelumnya dalam program untuk tujuan demonstrasi konsep tidak dimiliki oleh Commonwealth Australia," kata juru bicara itu.

Janji kampanye pemilu terbaru Perdana Menteri Morrison akan membuat total investasi pemerintah dalam program Loyal Wingman menjadi lebih dari $600 juta.

Peningkatan pendanaan diperkirakan akan mempercepat pengiriman platform tanpa awak, yang sekarang dijadwalkan untuk memasuki layanan di RAAF pada 2024-25.

See full article DefenceConnect

U.S. Navy Formally Hands Over RQ-21A UAS to the Royal Thai Navy

25 Mei 2022

RQ-21A Blackjack UAS (photo : US Embassy)

GULF OF THAILAND – Commander, U.S. 7th Fleet, Vice Admiral Karl Thomas presided over a ceremony to officially hand over the RQ-21A Unmanned Aircraft System to the Royal Thai Navy on May 24. The RQ-21A Blackjack is an unmanned and unarmed aircraft system designed for maritime intelligence, surveillance, and reconnaissance. With a range of 50 nautical miles, a speed of 60 nautical miles per hour, and an endurance of 16 hours, the RQ-21A Blackjack will enhance Thailand’s maritime security capabilities for search and rescue operations, and drug and human trafficking interdiction. It will also advance the interoperability of our navies.

RQ-21A Blackjack UAS (photo : Thai PBS)

Funded via the Indo-Pacific Maritime Security Initiative (MSI), the Royal Thai Navy program includes five aircraft, two ground control stations, launch and recovery equipment, and in-residence training in the United States. The program also includes technical advisors to assist the Royal Thai Navy with operations and maintenance of the system.

The U.S.-Thai alliance ensures a free and open Indo-Pacific that is vital to regional peace, security, and stability.

Program Major Procurement Indonesia Tidak Tercantum dalam Green Book 2022

25 Mei 2022

Dalam praktek politik anggaran pertahanan selama ini, pendanaan yang telah disetujui dalam RPJMN (bluebook), apabila tidak dapat ditampung dalam APBN, alokasinya diwujudkan melalui APBN-P (APBN Perubahan) atau On Top Budget (kumpulan sisa anggaran APBN) (image : Bappenas)

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia tidak mencantumkan program pengadaan utama (Major Procurement Programmes) pertahanan dari daftar proyek prioritas yang disetujui untuk Pinjaman Luar Negeri (PLN) pada tahun 2022.

Daftar ini biasanya disebut di dalam negeri sebagai 'Green Book'. Program-program yang termasuk dalam daftar ini akan diteruskan ke Kementerian Keuangan Indonesia, yang kemudian akan memutuskan jumlah akhir Pinjaman Luar Negeri yang dapat diperoleh untuk tahun anggaran (TA) 2022.

Contoh bluebook (kiri) dan greenbook (kanan) (image : Bappenas)

Dokumen yang diteruskan ke Janes pada tanggal 24 Mei oleh sumber pemerintah menunjukkan bahwa di antara program yang telah dimasukkan dalam 'Green Book' adalah upgrade paruh baya (mid-life upgrades) untuk korvet kelas Diponegoro Angkatan Laut Indonesia dan fregat kelas Bung Tomo. Dalam hal usia lambung, kapal-kapal ini telah melampaui atau mendekati usia 20 tahun.

Selain kombatan ini, upgrade untuk batch pertama kapal cepat rudal kelas KCR-60M Angkatan Laut Indonesia dan kapal patroli cepat FPB-57 juga disebutkan. Tipe pertama dilakukan komisioning pada tahun 2014 sedangkan yang terakhir mulai masuk dalam tugas antara tahun 1988 dan 2004.

Program pengadaan kendaraan udara tak berawak (UAV) medium-altitude long-endurance (MALE) yang lebih banyak untuk TNI AU juga masuk dalam 'Green Book’ tahun 2022.

Secara keseluruhan, jumlah keseluruhan program yang termasuk dalam daftar proyek prioritas yang dapat memperoleh pendanaan asing adalah USD2 miliar.

Yang tidak tercantum dalam daftar adalah program untuk melengkapi Angkatan Udara Indonesia dengan pesawat tempur multiperan Rafale dari Dassault Aviation, dan Angkatan Laut Indonesia dengan fregat berpeluru kendali FREMM dari Fincantieri. Kontrak untuk peralatan utama ini ditandatangani pada tahun 2021.