13 Oktober 2026

RBN and RSN Concluded Exercise PELICAN 44/2026

13 Oktober 2026

Exercise PELICAN 44/2026 (photos: RBN)

The Royal Brunei Navy (RBN) has successfully concluded Exercise PELICAN 44/2026 with the Republic of Singapore Navy (RSN), held in Brunei Darussalam from 28 September to 6 October 2026.


Strengthening professional ties and operational interoperability, the bilateral exercise involved the RBN’s KDB DARULEHSAN, KDB AS-SIDDIQ, KDB AFIAT, and the Maritime Special Operations Squadron (MARSOS), operating alongside the RSN’s MSRV PROTECTOR and Clearance Diving Group (CDG).


Throughout the week, participants engaged in joint maritime evolutions, diver training, and Maritime Explosive Ordnance Disposal (MEOD) briefings, notably marking the second integration of diving units into the exercise.


The programme culminated in the traditional PELICAN Cup - where the RBN emerged as the overall champion - and a closing ceremony at the Naval Training Centre, reaffirming both navies’ enduring commitment to regional maritime security.

Coast Guard Region 2 Conducts Maritime Drills and Live-Fire Exercises

13 Oktober 2026

Tactical drills and live-fire exercises at sea by VCG region 2 (all photos: QDND)

QDND – From September 14 to 22, Coast Guard Region 2 conducted comprehensive tactical drills and live-fire exercises at sea. Senior Colonel Nguyen Minh Khanh, Deputy Commander and Chief of Staff of the Region, directly commanded the exercises.


The exercises involved numerous vessels, ship formations, and personnel from the unit. Participating forces executed various tasks, including: transitioning to combat readiness; conducting patrols, inspections, and law enforcement operations; defending sovereignty; performing search and rescue missions; and handling situations related to maritime security and safety.


During the live-fire phase, officers and troops practiced firing infantry weapons as well as ship-mounted guns and cannons, engaging both low-altitude aerial and surface targets.


All drills successfully met the established requirements while ensuring absolute safety for personnel, weapons, equipment, and vessels.


Despite challenging weather conditions—including thunderstorms and fog—the officers and troops remained united, overcame difficulties, and strictly adhered to discipline and safety regulations.


The exercises helped enhance the command, technical, and tactical proficiency of the personnel, as well as their mobility, coordination, and ability to handle maritime situations. This ensures the unit is capable of fulfilling its mission to manage and defend sovereignty while maintaining security, order, and safety in its assigned waters. 

Tak Cukup Panther, TNI AL Butuh Helikopter Berat Sekelas NH90

13 Oktober 2026

Helikopter Airbus NH90 (photo: Airbus)

Toulon, IDM – Armada helikopter AS565 MBe Panther milik penerbangan TNI AL dinilai belum cukup ideal untuk memaksimalkan kapabilitas peperangan antikapal selam di wilayah perairan Indonesia. Ukuran fisik helikopter tersebut menjadi penghalang utama untuk membawa sistem sonar canggih berukuran besar.

Keterbatasan itu diungkapkan oleh Penasihat Operasional Sistem Bawah Air dari Thales Group, Olivier Ageorges, saat ditemui di tur Euronaval, Toulon, Prancis, Rabu (7/10). Ia menyebut helikopter Panther bawaan TNI AL saat ini baru sebatas mengoperasikan perangkat pelacak suara lepasan atau sonobuoy.

“Kami sudah berdiskusi cukup lama dengan Indonesia soal kemampuan sonar celup FLASH. Karakter laut Anda sangat luas, gabungan antara selat, laut dangkal, sampai laut dalam, jadi penanganannya tidak bisa disamakan,” ujar Olivier kepada Indonesia Defense Magazine.

Olivier menceritakan, Indonesia sebenarnya sudah memborong paket peperangan antikapal selam udara pada tahun lalu. Namun, ruang angkut helikopter Panther yang terbatas membuat TNI AL belum bisa memasang sonar celup (dipping sonar) kelas berat seperti FLASH (Folding Light Acoustic System for Helicopters).

“Negara Anda sudah mengadopsi paket antikapal selam udara pertama tahun lalu, tapi bukan pakai FLASH, melainkan sonobuoy. Perangkat itu yang terpasang di helikopter Panther Anda sekarang,” kata Olivier.

Helikopter AS565 MBe Panther (photo: Fransesco Andrea)

Untuk menjangkau keberadaan kapal selam di celah-celah selat strategis, TNI AL butuh armada udara berspesifikasi lebih tinggi. Pengoperasian sonar celup FLASH menuntut platform helikopter kelas sedang hingga berat.

“Supaya bisa mengoperasikan sonar FLASH, mereka butuh helikopter yang lebih besar sekelas NH90. Ini bisa jadi opsi tambahan buat menjawab kebutuhan operasional di sana,” tutur Olivier.

Kebutuhan akan helikopter peperangan antikapal selam kelas berat ini beririsan dengan peninjauan alutsista yang gencar dilakukan jajaran pimpinan TNI AL ke Eropa. Saat melawat ke Italia hingga ajang Paris Air Show, delegasi Angkatan Laut sempat membedah spesifikasi helikopter NH90 NFH (NATO Frigate Helicopter) yang dilengkapi sonar celup FLASH Mk1, torpedo MU90, serta rudal antikapal Marte ER.

Langkah tersebut makin diperkuat lewat kerja sama pelatihan penerbang antara Indonesia dan Prancis di bidang pengawasan maritim (maritime surveillance) dan peperangan bawah laut.

Di sisi lain, dalam paparan teknologi sonar Thales di Toulon, Prancis, Jumat (9/10), Thales membeberkan ekosistem pelacak bawah air berbasis penggabungan data (data-fusion) Bluetracker. Sistem ini memadukan sonar kapal permukaan, sonar celup helikopter, hingga pelampung SonoFlash yang menggabungkan mode aktif-pasif sekaligus untuk meminimalkan alarm palsu saat mendeteksi kapal selam siluman di perairan kompleks.

(IDM)

12 Oktober 2026

Belanjawan 2027: RM5.34 bilion dari RM22.11 untuk Perkukuh Aset Pertahanan

12 Oktober 2026

Anggaran Kementerian Pertahanan Malaysia 2027 naik 1,66% terhadap tahun 2026 (infographic: MYKemhan)

Kementerian Pertahanan menerima peruntukan sebanyak RM22.11 bilion menerusi Belanjawan 2027, meningkat RM361.95 juta atau 1.66 peratus berbanding tahun sebelumnya.

Peruntukan ini mencerminkan komitmen berterusan Kerajaan dalam memperkukuh keupayaan dan kesiapsiagaan pertahanan negara, di samping memberikan perhatian terhadap aspek kebajikan serta kesejahteraan anggota Angkatan Tentera Malaysia (ATM), keluarga dan veteran.

Belanjawan 2027 menjadi pemangkin kepada usaha memperkasakan sektor pertahanan secara menyeluruh, selaras dengan aspirasi untuk memastikan keselamatan, kedaulatan dan kepentingan strategik negara terus terpelihara.


Kementerian Pertahanan menerima peruntukan sebanyak RM22.1 bilion menerusi Belanjawan 2027, meningkat 1.66 peratus berbanding tahun 2026.

Daripada jumlah tersebut, RM14.52 bilion diperuntukkan bagi perbelanjaan mengurus, manakala RM7.58 bilion bagi perbelanjaan pembangunan.

Peruntukan ini mencerminkan komitmen berterusan Kerajaan dalam memperkukuh kesiapsiagaan Angkatan Tentera Malaysia (ATM), meningkatkan keupayaan pertahanan serta memastikan keselamatan dan kedaulatan negara terus terpelihara.

OKI Electric Industry Japan Tatap Pasok Sensor JMSDF untuk Fregat Australia

12 Oktober 2026

Impresi artis atas fregat Mogami untuk Australia (image: MHI)

Perusahaan Jepang OKI Electric Industry, pemasok sensor yang telah lama bermitra dengan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF), bersiap untuk mendukung kebutuhan sensor Angkatan Laut Kerajaan Australia (RAN) seiring upaya mereka memperluas kehadiran di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam keterangannya kepada Janes, Masaya Motosugi—pejabat eksekutif sekaligus kepala Divisi Sistem Pertahanan di OKI—menyatakan bahwa perusahaannya memiliki pengalaman puluhan tahun dalam memasok sonar dan sonobuoy untuk JMSDF. Perusahaan ini juga telah terpilih untuk menyediakan sistem sonar bagi fregat kelas Mogami milik RAN ​​yang akan menjalani peningkatan kemampuan di masa mendatang; langkah ini menandai ekspor peralatan pertahanan pertama mereka ke luar negeri.

Motosugi menyebutkan bahwa seluruh kapal selam JMSDF serta sebagian besar kapal permukaan mereka dilengkapi dengan sistem sonar buatan OKI.

JS Chogei kapal selam kelas Taigei kelima (photo: Reddit)

Berdasarkan data Janes, JMSDF mengoperasikan 25 kapal selam diesel-elektrik (SSK) yang terbagi dalam tiga kelas, yaitu delapan kapal selam kelas Oyashio, 12 kelas Soryu, dan lima kelas Taigei.

Motosugi mengatakan bahwa kapal selam terbaru yang mulai beroperasi, yakni JS Chogei (SSK kelas Taigei kelima), dilengkapi dengan versi terkini sistem sonar ZQQ-8. Sistem ini mencakup sonar *passive towed array* (TAS), sonar *bow array* (di bagian haluan), dan sonar *flank array* (di bagian lambung samping).

Menurut dokumen Kementerian Pertahanan (MoD) Jepang yang dirilis pada tahun fiskal (FY) 2021, sistem ZQQ-8 dipasang pada kapal selam yang kontraknya dimulai sejak FY 2017. Dokumen tersebut menyatakan bahwa sistem sonar kapal selam masa depan akan dikembangkan berbasis ZQQ-8 dengan memperluas lebar pita frekuensi penerimaan, melalui peningkatan kemampuan hidrofon serta penyempurnaan susunan sensor (*array*). Sistem masa depan ini juga akan mampu mengintegrasikan sinyal dari berbagai susunan sensor serta mengklasifikasikan target secara otomatis.

Serah Terima Pesawat Cessna TNI AU

12 Oktober 2026

Grob G 120TP-A di Skadik 101 berfungsi menyamakan kemampuan dasar terbang seluruh siswa, sedangkan Cessna 182 di Skadik 106 digunakan untuk penajaman keahlian spesifik di bidang penerbangan Angkut dan Navigasi (photo: Wingdik100)

Telah dilaksanakan Serah Terima Pesawat Cessna dari Skadik 101 kepada Skadik 106 Wingdik 100/Terbang sebagai bagian dari upaya mendukung kesiapan dan kelancaran pelaksanaan pendidikan penerbangan.

Dalam catatan Wiki, TNI AU memiliki 2 pesawat Cessna 182 dan 2 pesawat Cessna 172 untuk Skadron Pendidikan (photo: airplane-modelkit)

Kegiatan ini menjadi wujud sinergi, koordinasi, dan soliditas antar-Skadik dalam mendukung tercapainya kualitas pendidikan penerbangan TNI Angkatan Udara yang profesional dan unggul.

Semoga dengan penyerahan pesawat ini, kesiapan sarana pendidikan semakin optimal dalam mencetak penerbang-penerbang TNI AU yang tangguh, profesional, dan berkarakter.

11 Oktober 2026

NZDF to Roll Out 121 New Unimog Trucks and Utility Vehicle Fleet

11 Oktober 2026

Daimler Unimog trucks (photo: NZDF)

The New Zealand Defence Force (NZDF) is set to receive a new fleet of 121 Unimog trucks, minibuses and utility vehicles, which will be used for domestic training, logistics and emergency response operations.

The Government has approved a $59.915 million investment to replace a significant portion of the ageing Garrison and Training Support vehicle fleet at camps and bases across New Zealand.

“In an increasingly challenging domestic environment, with more frequent and severe weather events, it is critical we equip the NZDF personnel deployed on challenging humanitarian and disaster relief missions with vehicles that are reliable, fit-for-purpose and safe,” Sarah Minson, Deputy Secretary, Capability Delivery, said.

The new fleet will be made up of 61 Daimler Unimog trucks, 24 Mitsubishi Triton utility vehicles and 36 Ford Tourneo Sport Buses. The delivery of these commercial off-the-shelf vehicles will commence, in phases, from later this year.

Mitsubishi Triton utility vehicles (photo: NZDF)

“For decades the domestic support vehicle fleet has been the backbone of daily Defence operations, ensuring personnel are always trained, equipped and ready to respond to national emergencies like flooding or earthquakes. But with the Unimog trucks now more than 40 years old, the fleet is becoming increasingly unreliable, and its replacement is now well overdue”.

Defence is procuring the utility vehicles, minibuses and communications equipment from New Zealand-based businesses and the Unimog trucks from Europe. The maintenance of all vehicles will be contracted to local companies.

“Not only will this new fleet shore-up NZDF operations in the regions, it will also make a contribution to New Zealand’s economy and free up time for maintenance personnel to conduct other core military activities,” Sarah Minson said.

Funding for this investment was set aside in Budget 2025, including four years operating funding. The funding covers the cost to procure the vehicles along with maintenance, seating pods, winches, commercial radios, project management and other supporting equipment.