Anggaran Kementerian Pertahanan Malaysia 2027 naik 1,66% terhadap tahun 2026 (infographic: MYKemhan)
Kementerian Pertahanan menerima peruntukan sebanyak RM22.11 bilion menerusi Belanjawan 2027, meningkat RM361.95 juta atau 1.66 peratus berbanding tahun sebelumnya.
Peruntukan ini mencerminkan komitmen berterusan Kerajaan dalam memperkukuh keupayaan dan kesiapsiagaan pertahanan negara, di samping memberikan perhatian terhadap aspek kebajikan serta kesejahteraan anggota Angkatan Tentera Malaysia (ATM), keluarga dan veteran.
Belanjawan 2027 menjadi pemangkin kepada usaha memperkasakan sektor pertahanan secara menyeluruh, selaras dengan aspirasi untuk memastikan keselamatan, kedaulatan dan kepentingan strategik negara terus terpelihara.
Kementerian Pertahanan menerima peruntukan sebanyak RM22.1 bilion menerusi Belanjawan 2027, meningkat 1.66 peratus berbanding tahun 2026.
Daripada jumlah tersebut, RM14.52 bilion diperuntukkan bagi perbelanjaan mengurus, manakala RM7.58 bilion bagi perbelanjaan pembangunan.
Peruntukan ini mencerminkan komitmen berterusan Kerajaan dalam memperkukuh kesiapsiagaan Angkatan Tentera Malaysia (ATM), meningkatkan keupayaan pertahanan serta memastikan keselamatan dan kedaulatan negara terus terpelihara.
MEMANG JAHANAM MELAYU TOLOL MALAYDESH...PERUSAHAAN SAWIT MALAYDESH YANG MEMBUAT KEBAKARAN HUTAN DI KALIMANTAN, MAMPUS SAJA SEKALIAN LON !!!!!
BalasHapushttps://youtu.be/3IRNifi1qXo?si=u6eQvNBWyaT_tNWZ
BalasHapus1. Data 52 Korporasi Afiliasi Asing & Desakan Hukum Lintas Batas
Informasi mengenai 52 perusahaan terafiliasi modal asing (26 Malaysia dan 26 Singapura) berasal dari paparan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
• Sumber Forum: Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk "Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian yang Berkelanjutan" di Hotel AONE, Jakarta Pusat, pada 23 September 2026.
• Pemberitaan Media: Laporan FGD ini diliput oleh berbagai media seperti berita nasional Kompas TV, Raja Media Network / RMBanten, dan portal jurnalisme lingkungan hidup IT News.
2. Keterlibatan Grup KLK (Kuala Lumpur Kepong) & PT Menteng Jaya Sawit Perdana
Informasi spesifik mengenai masuknya grup Kuala Lumpur Kepong (KLK) ke dalam daftar 20 entitas teratas terkait karhutla 2026 bersumber dari analisis spasial gabungan lembaga independen.
• Sumber Laporan: Rilis data dan memorandum bersama oleh Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut pada 5 Oktober 2026.
• Pemberitaan & Dampak: Kasus ini memicu unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Gedung Parlemen Malaysia pada 7 Oktober 2026. Beritanya dilaporkan secara global oleh Greenpeace International serta media nasional seperti CNN Indonesia.
• Klarifikasi Korporasi: Pihak KLK Berhad merilis bantahan resmi dari pusat melalui pernyataan media pada 6-7 Oktober 2026 yang salah satunya dimuat oleh media industri kelapa sawit Sawit Indonesia.
3. Kasus Hukum PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA)
Data mengenai PT Rafi Kamajaya Abadi yang memiliki 95% saham investor Malaysia dan dihukum denda hampir Rp1 triliun bersumber langsung dari Putusan Hukum Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.
• Sumber Resmi: Dokumen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta rilis resmi dari BPKH Wilayah XXI Kehutanan.
• Putusan kasasi nomor perkara MA yang menolak banding PT RKA tersebut diketok dan dipublikasikan luas oleh media hukum seperti Detikcom. Kasus inkrah ini kerap dijadikan rujukan yurisprudensi dan contoh penegakan hukum terhadap pemodal Malaysia oleh WALHI dalam FGD karhutla 2026.
2027 = 2,4x LIPAT LON ......
BalasHapus2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
-
INDONESIA = Rp189 TRILIUN
Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
====================
====================
MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
• Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
• Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
--------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------
Kronologi Kegagalan Kontrak MALAYSEWA (Timeline "Prank")
2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk).
2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB).
2024-2025: Sewa Black Hawk (Unit tidak kunjung tiba).
2026: Jet F/A-18 Hornet Kuwait (RESMI BATAL).
2026: Pembekuan Total seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim.
-
Perbandingan Skala Ekonomi (PDB 2026)
Kesenjangan finansial yang menghambat modernisasi militer:
PDB PPP (Daya Beli Riil):
Indonesia: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia)
MALAYSEWA: US$ 1,34 Triliun
Rasio: Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar.
PDB Nominal (Nilai Pasar):
Indonesia: US$ 1,69 Triliun
MALAYSEWA: US$ 0,46 Triliun
Rasio: Indonesia 3,67 kali lipat lebih besar.
2027 = 2,4x LIPAT LON ......
BalasHapus2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
-
INDONESIA = Rp189 TRILIUN
Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
====================
====================
MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
• Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
• Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
--------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------
Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
Perbandingan realisasi transfer senjata internasional (2024–2025):
INDONESIA (1 Lembar Penuh): Sukses mengamankan aset strategis:
Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refuel System.
Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin LM-2500.
Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
GRUP "SALAM KOSONG": Tidak mencatatkan aktivitas belanja/transfer senjata signifikan di SIPRI:
MALAYSEWA (Stagnasi total 6 tahun).
Timor Leste, Kamboja, Laos, Brunei.
-
Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
Dominasi Indonesia di puncak hirarki regional:
Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Hegemon Mutlak
Vietnam (Peringkat 23)
Thailand (Peringkat 24)
Singapura (Peringkat 29)
Myanmar (Peringkat 35)
Filipina (Peringkat 41)
MALAYSEWA (Peringkat 42) – Terlempar ke papan bawah
2027 = 2,4x LIPAT LON ......
BalasHapus2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
-
INDONESIA = Rp189 TRILIUN
Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
====================
====================
MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
• Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
• Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
--------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------
Analisa Ekonomi: "The Great Decoupling"
Indonesia secara resmi keluar dari level persaingan regional menuju elit global:
Kasta Elit Dunia: Indonesia Peringkat 6 Dunia (PDB PPP), melampaui Brasil, Inggris, dan Prancis.
Jurang Ekonomi: Ekonomi Indonesia secara riil (PPP) adalah 4,24 kali lipat lebih besar dari MALAYSEWA.
Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia sehat (~40%), sementara MALAYSEWA kritis (~69%) dengan proyeksi utang RM 1,79 Triliun pada 2026.
-
Status Pertahanan: Modernisasi vs Demiliterisasi
Indonesia (Modernisasi Masif): Melakukan hilirisasi ekonomi untuk membiayai alutsista premium (Rafale, Scorpene, KF-21).
MALAYSEWA (Demiliterisasi De Facto):
Siklus Prank: Kegagalan kontrak berulang (Rafale, Tejas, F-18 Kuwait).
Negara Leasing: Bergantung pada sewa (Black Hawk, AW139) karena tidak mampu beli tunai.
Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menghentikan pengadaan akibat skandal korupsi dan krisis utang.
BELANJAWAN......pasti yg tukang belanjanya kaum lelaki, sementara para mak-mak asyik arisan 🤣🤣🤣
BalasHapusLCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
BalasHapusTORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
--------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malonsia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malonsia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
-
• Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
-
• Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
-
Sumber Berita Resmi:
Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malonsia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malonsia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malonsia seperti Berita Harian, Utusan Malonsia, dan Sinar Harian.
--------------------------------
MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
(final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
-
REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
(initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
-
ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
--------------------------------
GEMPURWIRA10 Oktober 2026 pukul 21.10
JOM mari lihat Kapal siapa yang OMPONG guys.... 👎👎😂😂😂
KD MAHARAJALELA 🇲🇾
MERIAM UTAMA ✅
MERIAM BANTUAN ✅
MISIL ANTI KAPAL ❌
MISIL SAM ✅
TORPEDO ✅
___________________________________
KAPAL PPA -FFBNW 🤣
MERIAM UTAMA ✅
MERIAM BANTUAN ✅
MISIL ANTI KAPAL ❌
MISIL SAM ❌
TORPEDO ❌
_________________________________
FRIGAT PUTING MERAH - FFBNW 🤣
MERIAM UTAMA ✅
MERIAM BANTUAN ✅
MISIL ANTI KAPAL ❌
MISIL SAM ❌
TORPEDO ❌
Naik tapi Batal haha!😝🤥🍌
BalasHapusbuktinya yg 2026 pun bajet potong 508 jeti haha!😋😆🍌
❌️📛❌️📛
Kementerian Kewangan Malaysia mencadangkan potongan perbelanjaan operasi sebanyak RM508 juta bagi Kementerian Pertahanan (KEMENTAH/MINDEF) dalam pelan penjimatan akibat konflik geopolitik
https://www.bharian.com.my/berita/nasional/2026/04/1539925/kementerian-perlu-potong-perbelanjaan-operasi
MALAYSEWA =
BalasHapus-
SEWA PESAWAT LATIH
ITTC is currently providing Fighter Lead-In Training (FLIT) to the Royal MALONYET Air Force in London, Ontario. ITTC operates a fleet of Aero
Vodochody L-39 featuring upgraded avionics for the FLIT programme
-
SEWA = TARANTULA, AND VEXTOR, THE ONE-TONNE GS 4X4 TRUCK AND THE THREE TONNE GS CARGO TRUCK.
Leased and purchased a variety of 4x4 vehicles for its armed forces, including the Tarantula, and Vextor, the one-tonne GS 4X4 truck and the three tonne GS Cargo truck.
Ejder Yalçın
Locally named Panthera, this armored combat vehicle was ordered by MALONYET for its United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) MALONYET Battalion (MALBATT). The vehicles were expected to enter service in April 2024.
Tarantula
This mine-resistant infantry mobility vehicle was designed and manufactured by Mildef. The Tarantula has a V-hull design and is protected against mines and improvised explosive devices.
Vextor
The MALONYET Armed Forces have also SEWAd and purchased other 4x4 vehicles, including the one-tonne GS 4X4 truck and the three tonne GS Cargo truck.
-
SEWA 28 HELIKOPTER
The government signed an agreement with Weststar Aviation Sdn Bhd to SEWA 28 helicopters for use by ministries and other government agencies.
-
SEWA TRUK CINA 3 TON = 30 YEARS
The Madani government announced that it had struck a deal with China to SEWA 62 new train sets for KTM Bhd. The estimated cost for the deal is RM10.7 billion and it will be covered in installments over a 30-year SEWA period. The approved leasing deal for KTMB may tip the scale in favour of the truck and VVSHORAD proposals. There is also the massive leasing deals for helicopters for all the services to think about.
-
SEWA SIMULATOR MKM TAHUN
Five-year contract for Sukhoi’s simulators. Publicly listed HeiTech Padu Bhd has announced that it had been awarded a RM67 million, five-year contract to operate and maintain the Su-30MKM flight simulators at the RMAF airbase in Gong Kedak
-
SEWA HELI SEWA SIMULATOR
Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM. Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator
-
SEWA HELI
4 buah Helikopter Leonardo AW 139 yang diperolehi secara SEWAan ini adalah untuk kegunaan Tentera Udara Diraja MALONYET (TUDM) yang akan ditempatkan di NO.3 Skuadron, Pangkalan Udara Butterworth
-
SEWA BOAT
SEWAan Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
-
SEWA HIDROGRAFI
tugas pemetaan data batimetri bagi kawasan perairan negara akan dilakukan oleh sebuah kapal hidrografi moden, MV Aishah AIM 4, yang diperoleh menerusi kontrak SEWAan dari syarikat Breitlink Engineering Services Sdn Bhd (BESSB)
-
SEWA MOTOR
The Royal Military Police Corp (KPTD) celebrated the SEWA of 40 brand-new BMW R1250RT Superbikes for the Enforcement Motorcycle Squad on December 22nd, 2022
-
SEWA PATROL BOATS : SEWA OUTBOARD MOTORS : SEWA TRAILERS
Meanwhile, the division also published a tender for eleven glass reinforced plastic patrol boats together outboard motors, trailers and associated equipment. The tender was published on February 28 and closes on March 29. The estimated cost of the tender is RM4.6 million..
-
SEWA HONDA CIVIC
SEWA 40 BMW SUPERBIKES
SEWAd BMW superbikes for military police. The Army’s military police – Kor Polis Tentera Di Raja – took delivery of 40 BMW R1250RT super bikes today. The superbikes are under SEWA from Syarikat Ammo Defence Sdn Bhd under a RM13.7 million Letter of Award. Sebelum penyerahan motor BMW, KPTD ATM terlebih dahulu menerima 40 unit mobil peronda Honda Civic 1.8S yang dikelola melalui sistem manajemen armada (fleet management/leasing
Mau secanggih apapun senjata di beli tetap saja percuma. Baru lawan Kabut Asap Karhutla/Jerebu sudah KEOK🤭🤭😁😁😂😂😂
BalasHapusLawan negerinya Gempur gak perlu peluru 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sikit pak ci🤣🤣🤣...hanya cukup beli barang KW / DownGrade aja Pur...ngaku Orang Kaya tp Budget Shopping² sikit...gk sesuai Bual & Khayal Rakyat Kera'Jaan Semen'anjing🩲🇲🇾🤡🩲🤣🤣🤣
BalasHapusMaharogolele kenapa Bopeng² Pur...Kaya Org kebelet Ngewe tp gk terSalurkan Bhuahahaaaaaaa🩲🇲🇾🤡🩲🤣🤣🤣
BalasHapushttps://youtu.be/bQyoD5AZylI?si=1ppq_Yy1r6yVFA1A
Orang Kaya Shopping barang² Premium
BalasHapushttps://youtu.be/wZ4T75zWe7c?si=3BW_QyCF_vsRHLgw
Kementerian Pertahanan menerima peruntukan sebanyak RM22.11 bilion menerusi Belanjawan 2027, meningkat RM361.95 juta atau 1.66 peratus berbanding tahun sebelumnya.
BalasHapus-----------
ahh pembual..🤥
faktanya bajet 2026 aje kena potong 508 juta haha!😋🍌👎
508 buat Komisi Orang Tengah Jalur Gemilang om @Pal
Hapuskena Songlap buat pru16 om haha!❌️🤥🤪
HapusItali sengaja mampir ke port kelang
BalasHapusmao PAMER PPA ke seblah haha!😝✌️😉
kita uda beli CA💰H
negri🎰kasino banana🍌repablik kl Dmiskinos mana sanggup haha!🤪👎🍌
ngiler khan 😋
⬇️⬇️⬇️⬇️
https://www.facebook.com/reel/1112963764718166/
🇮🇩Orang Kaya mah Bebas..diam² beli dan Barang datang, gk perlu bergaduh & Bual...Kami Datang, Kami Lihat & Kami Beli..Barang Premium & bukan Sewa pakai uang Lender!!!
BalasHapushttps://youtu.be/kYERi3Xxa7k?si=zCsYRjpv5aWXso0F
Yang MATAWANG RENDAH dan TAK BERHARGA tu tepi sikit... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣
BalasHapus2027 = 2,4x LIPAT LON ......
Hapus2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
-
INDONESIA = Rp189 TRILIUN
Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
====================
====================
MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
• Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
• Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
--------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------
Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
-
Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.
Yang MATAWANG RENDAH dan TAK BERHARGA tu tepi sikit... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣
BalasHapusLCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
HapusTORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
-
• Status Senjata Utama (Belum Dimuktamadkan): Kontrak Rudal Anti-Kapal (SSM), Rudal Pertahanan Udara (SAM), dan Sistem Pengecoh (IDLS) belum selesai karena kendala administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
• Penggunaan Torpedo Lama: Rencana pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan memakai stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
• Status Rudal NSM: Kontrak rudal anti-kapal banned NSM termasuk yang belum dimuktamadkan akibat pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
• Perkiraan Kesiapsiagaan Penuh (Desember 2035): Audit interim Jabatan Audit Negara (JAN) mengungkapkan bahwa operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035, karena pemenuhan lima kontrak pelengkap baru bisa diselesaikan tahun tersebut (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
-------------------------------
INDONESIA .....
STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
Skala Ekonomi (PDB 2026):
PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONSIA.
PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
Peringkat Militer (GFP 2026):
Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
Ketahanan Fiskal:
Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
________________________________________
MALONSIA.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
Data Utang & Beban Warga 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
Peringkat Militer (GFP 2026):
Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
KESIMPULAN:
INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONSIA PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA
LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
HapusTORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
-
• Status Senjata Utama (Belum Dimuktamadkan): Kontrak Rudal Anti-Kapal (SSM), Rudal Pertahanan Udara (SAM), dan Sistem Pengecoh (IDLS) belum selesai karena kendala administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
• Penggunaan Torpedo Lama: Rencana pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan memakai stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
• Status Rudal NSM: Kontrak rudal anti-kapal banned NSM termasuk yang belum dimuktamadkan akibat pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
• Perkiraan Kesiapsiagaan Penuh (Desember 2035): Audit interim Jabatan Audit Negara (JAN) mengungkapkan bahwa operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035, karena pemenuhan lima kontrak pelengkap baru bisa diselesaikan tahun tersebut (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
-------------------------------
INDONESIA .....
STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
Radius Tempur & Dominasi Geografis:
Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
Kesehatan Fiskal (Pruden):
Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
________________________________________
MALONSIA.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
Data Utang & Beban Warga 2026:
Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
HapusTORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
-
• Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
• Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
• Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
• Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
-------------------------------
MALONSIA.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
________________________________________
BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
________________________________________
DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
Timeline Kegagalan (Prank):
F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
________________________________________
KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
KESIMPULAN:
TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.
Matawang Rendah tapi Shopping Trus...barang yg dibeli Premium rank..tak macam 🇲🇾Banana Republik hanya bs Shopping barang DownGrade...Seluruh Negara Juga Paham siapa yang Miskin🇲🇾 & Siapa yang Kaya🇮🇩
BalasHapusApa GORILLA klaim shoping terus....??? YA kalau sekadar NGUTANG buat apa guys...HAHAHAHAHA
BalasHapusGORILLA MEMBUAL .....PADAM KEBAKARAN saja GAGAL....HAHAHAHHA
FAKTA : USD 20 MILLIAR/SHOPPING versus USD 4,5 MILLIAR/LEASING
Hapus-
1. INDONESIA 🇮🇩
Anggaran: Rp335,2 triliun (~USD 20 miliar) | Naik 37% dari 2025.
Sumber: CNBC Indonesia - Anggaran Pertahanan RI Loncat ke Rp335 T.
-
2. SINGAPURA 🇸🇬
Anggaran: SGD 24,9 miliar (~USD 19,5–20 miliar) | 3–4% dari PDB.
Sumber: Bloomberg - Singapore Projects Nearly $20 Billion Defense Spend.
-
3. VIETNAM 🇻🇳
Anggaran: USD 6–7 miliar (Estimasi) | Target USD 10,2 miliar (2029).
Sumber: Data indeks militer regional Lowy Institute Asia Power Index.
-
4. THAILAND 🇹🇭
Anggaran: 204.434 juta Baht (~USD 5,7 miliar).
Sumber: Laporan belanja sektor publik Lowy Institute - Military Expenditure.
-
5. FILIPINA 🇵🇭
Anggaran: PHP 295–299 miliar (~USD 5,2 miliar) | Naik 16% dari 2025.
Sumber: Dokumen resmi Department of Budget and Management (DBM) Philippines.
-
6. MALONSIA 🇲🇾
Anggaran: RM 21,74 miIiar (~USD 4,5–4,7 miliar).
Sumber: The Sun Malonsia - Budget: Over RM21 billion allocated to boost national security.
--------------------------------------------
INDONESIA=
MRCA GEN 5 GEN4.5✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
PDB PPP 4X MALAYSEWA✔️
PDB NOMINAL 4X MALAYSEWA✔️
--------------------------------------------
KAYA .....
DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
1 KAPAL INDUK GARILBADI/SRI WIJAYA
2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
4 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia
1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL
42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
6 Jet Tempur T50 dari Korsel
2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
13 Radar GCI dari Thales Perancis
12 Radar Retia dari Retia
3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
22 Helikopter Blackhawk dari AS
12 Drone Anka dari Turkiye
60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
=============
=============
BUKTI IQ SUPER MALONTOLOL= MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP❌
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
-
• LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
-
• OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
-
• STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
-
• VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)...
--------------------------------------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
🤣BEDA KASTA BEDA LEVEL🤣
Hanya se upil dari anggaran TNI
BalasHapusNgutang tak Ape & kami enjoy...tp Jangan sewapun dibayari oleh Lender...seluruh duniapun tertawa!!!!
BalasHapusSewa => Lender yg Bayar....Miskin Teruk sangat pur...Memang duit dr Kasino & Pelacuran Dr Genting island kemana Pur🩲🇲🇾🤡🩲🤣🤣🤣
BalasHapus🇮🇩Orang berpikiran Logic bin Pintar Menghutang Kelender Tuk beli barang baru & Premium...🇲🇾Orang Bodo bin Tolol bin Goblok bin idiot Menghutang Lender Tuk bayar Sewa dan bayar Hutang AwokAwokAwok🤣🤣🤣
BalasHapusMATAWANG TAK LAKU.....HAHAHAHAHAH
BalasHapusRupiah Terlemah di Asia 2026, Ini Dampaknya Buat Rakyat
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/124324/rupiah-terlemah-di-asia-2026-ini-dampaknya-buat-rakyat
MATAWANG TAK LAKU.....HAHAHAHAHAH
BalasHapusRupiah Terlemah di Asia 2026, Ini Dampaknya Buat Rakyat
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/124324/rupiah-terlemah-di-asia-2026-ini-dampaknya-buat-rakyat
1.FOREST CITY = USD 100 BILLION
Hapus2. ECRL= USD 20 BILLION
3.CHINA-MALONYET QINZHOU INDUSTRIAL PARK (CMQIP) = USD 4,2 BILLION
4. MALONYET -CHINA KUANTAN INDUSTRIAL PARK (MCKIP) = USD 3,77 BILLION
5.CHINA RAILWAY ROLLING STOCK CORP’S ROLLING STOCK CENTER = USD 131 MILLION
6. 1 MDB = USD 4,5 BILLION
--------------------------------------------
BEBAN SUBSIDI
Pemerintah Malaydesh harus mengalokasikan sekitar 23,3% hingga 23,9% dari total seluruh pendapatan negaranya hanya untuk membayar rekor anggaran subsidi yang menyentuh RM80 miliar. Jika dihitung berdasarkan struktur pengeluaran, dana subsidi ini memakan porsi sekitar 17% hingga 19% dari total seluruh belanja negara, atau setara dengan 23,6% dari khusus anggaran operasional (Belanja Mengurus).
--------------------------------------------
PENDAPATAN NEGARA (HASIL KERAJAAN)
RM334,1 Miliar: Estimasi total pendapatan pemerintah Malaydesh.
-
75,8% Sumber Pendapatan: Berasal dari sektor pajak (pajak penghasilan individu dan perusahaan).
-
24,2% Sektor Non-Pajak: Berasal dari royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan lainnya.
-
RM343,1 Miliar: Target proyeksi pendapatan negara.
--------------------------------------------
TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah Malaydesh.
-
RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
-
RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
--------------------------------------------
MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALAYDESH BERUTANG?
BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
Hal ini membuat pemerintah Malaydesh sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
-
Defisit Anggaran Kronis
Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
--------------------------------------------
PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALAYDESH
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BEBAN SUBSIDI 23,9%
PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
--------------------------------------------
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
-
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
MISKIN = HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
Hapus-
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
-------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
--------------------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
=============
=============
INDONESIA
(Note: The safety threshold of 60%)
-
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
Matawang Rendah tapi Shopping Trus...barang yg dibeli Premium rank..tak macam 🇲🇾Banana Republik hanya bs Shopping barang DownGrade...Seluruh Negara Juga Paham siapa yang Miskin🇲🇾 & Siapa yang Kaya🇮🇩
BalasHapus🇮🇩Orang berpikiran Logic bin Pintar Menghutang Kelender Tuk beli barang baru & Premium...🇲🇾Orang Bodo bin Tolol bin Goblok bin idiot Menghutang Lender Tuk bayar Sewa dan bayar Hutang AwokAwokAwok🤣🤣🤣
BalasHapusMATAWANG TERBURUK ASIA...🤣🤣🤣
BalasHapusRupiah Terlemah di Asia 2026, Ini Dampaknya Buat Rakyat
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/124324/rupiah-terlemah-di-asia-2026-ini-dampaknya-buat-rakyat
DEBT TRAP BRI PROJECTS = MANGKRAK
HapusMALAYDESH has several Chinese Belt and Road Initiative projects under construction, including the East Coast Rail Line, Kuantan Port Expansion, Green TechNOLogy Park in Pahang, Forest City, Robotic Future City, and Samalaju Industrial Park Steel Complex
(Sumber: Laporan Analisis Ekonomi Makro & Investigasi Proyek BRI)
--------------------------------
US DEPARTEMENT OF JUSTICE =
1. ONE OF THE WORLD'S GREATEST FINANCIAL SCANDALS
2. LARGEST KLEPTOCRACY CASE TO DATE
Although it began in MALAYDESH , the scandal's global scope implicated institutions and individuals in politics, banking, and entertainment, and led to criminal investigations in a number of nations. The 1MDB scandal has been described as "one of the world's greatest financial scandals" and declared by the United States Department of Justice as the "largest kleptocracy case to date"
.(Sumber: Dokumen Resmi Investigasi Hukum US DOJ)
--------------------------------
SCANDALS = NOw and then, by exception, scandals spill out into the public domain, like Bumiputera MALAYDESH Finance 1982, Bank Negara’s FX losses in the 1980s and 1990s, the Scorpene submarines of 2002, the National Feedlot scandal – “cowgate” – of 2012, 1MDB, and the latest LCS naval procurement. But these are just the tip of the iceberg of systematic pilferage. It has become the institutional NOrm.
(Sumber: Laporan Tata Kelola Pemerintahan & Media Investigasi)
--------------------------------
PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALAYDESH
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BEBAN SUBSIDI 23,9%
PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
--------------------------------------------
BEBAN SUBSIDI
Pemerintah Malaydesh harus mengalokasikan sekitar 23,3% hingga 23,9% dari total seluruh pendapatan negaranya hanya untuk membayar rekor anggaran subsidi yang menyentuh RM80 miliar. Jika dihitung berdasarkan struktur pengeluaran, dana subsidi ini memakan porsi sekitar 17% hingga 19% dari total seluruh belanja negara, atau setara dengan 23,6% dari khusus anggaran operasional (Belanja Mengurus).
--------------------------------------------
PENDAPATAN NEGARA (HASIL KERAJAAN)
RM334,1 Miliar: Estimasi total pendapatan pemerintah Malaydesh.
-
75,8% Sumber Pendapatan: Berasal dari sektor pajak (pajak penghasilan individu dan perusahaan).
-
24,2% Sektor Non-Pajak: Berasal dari royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan lainnya.
-
RM343,1 Miliar: Target proyeksi pendapatan negara.
--------------------------------------------
TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah Malaydesh.
-
RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
-
RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
--------------------------------------------
MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALAYDESH BERUTANG?
BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
Hal ini membuat pemerintah Malaydesh sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
-
Defisit Anggaran Kronis
Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
2027 = 2,4x LIPAT LON ......
Hapus2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
-
INDONESIA = Rp189 TRILIUN
Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
====================
====================
MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
• Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
• Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
--------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------
Status SIPRI: Vakum Total vs. Dominasi Regional
MALAYSEWA (Zonk): Mencatatkan status KOSONG pada lembar laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada kontrak atau transfer senjata berat yang terealisasi.
Indonesia (Full Shopping): Memiliki lembar belanja penuh dengan aset strategis seperti Rafale F-4, A400M, Rudal Khan/Bora, drone Anka-S, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
-
Alutsista Usang & Krisis Pemeliharaan
Armada Tua: Mengoperasikan aset berusia 30–40 tahun seperti panser Condor (1980-an) dan kapal Lekiu-class (1990-an).
Masalah Kesiapan: Jet tempur utama (Su-30MKM & F/A-18D) memiliki jumlah armada kecil dan biaya perawatan yang mencekik anggaran.
Pensiun Tanpa Pengganti: Mundurnya MiG-29 pada 2017 tanpa pengganti langsung meninggalkan celah pertahanan udara yang lebar.
-
Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.
MATAWANG TERBURUK ASIA...🤣🤣🤣
BalasHapusRupiah Terlemah di Asia 2026, Ini Dampaknya Buat Rakyat
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/124324/rupiah-terlemah-di-asia-2026-ini-dampaknya-buat-rakyat
Mata Wang pula..udah ngurus jarhutlanya beruk malaisial🙊🙈🙉🙊🙈🙉🙊🙈🙉
HapusDEBT TRAP BRI PROJECTS = MANGKRAK
HapusMALAYDESH has several Chinese Belt and Road Initiative projects under construction, including the East Coast Rail Line, Kuantan Port Expansion, Green TechNOLogy Park in Pahang, Forest City, Robotic Future City, and Samalaju Industrial Park Steel Complex
(Sumber: Laporan Analisis Ekonomi Makro & Investigasi Proyek BRI)
--------------------------------
US DEPARTEMENT OF JUSTICE =
1. ONE OF THE WORLD'S GREATEST FINANCIAL SCANDALS
2. LARGEST KLEPTOCRACY CASE TO DATE
Although it began in MALAYDESH , the scandal's global scope implicated institutions and individuals in politics, banking, and entertainment, and led to criminal investigations in a number of nations. The 1MDB scandal has been described as "one of the world's greatest financial scandals" and declared by the United States Department of Justice as the "largest kleptocracy case to date"
.(Sumber: Dokumen Resmi Investigasi Hukum US DOJ)
--------------------------------
SCANDALS = NOw and then, by exception, scandals spill out into the public domain, like Bumiputera MALAYDESH Finance 1982, Bank Negara’s FX losses in the 1980s and 1990s, the Scorpene submarines of 2002, the National Feedlot scandal – “cowgate” – of 2012, 1MDB, and the latest LCS naval procurement. But these are just the tip of the iceberg of systematic pilferage. It has become the institutional NOrm.
(Sumber: Laporan Tata Kelola Pemerintahan & Media Investigasi)
--------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
Pur lu kebanyakan makan Nasi lemak dicampur gele, kecubung & jamur tae Sapi/kebo..makanya pola Pikir lu gk logic mengarah ke Idiot🤣🤣🤣
BalasHapusMatawang Rendah tapi Shopping Trus...barang yg dibeli Premium rank..tak macam 🇲🇾Banana Republik hanya bs Shopping barang DownGrade...Seluruh Negara Juga Paham siapa yang Miskin🇲🇾 & Siapa yang Kaya🇮🇩
BalasHapus🇮🇩Orang berpikiran Logic bin Pintar Menghutang Kelender Tuk beli barang baru & Premium...🇲🇾Orang Bodo bin Tolol bin Goblok bin idiot Menghutang Lender Tuk bayar Sewa dan bayar Hutang AwokAwokAwok🤣🤣🤣
BalasHapusYang MATAWANG RENDAH dan TAK BERHARGA tu tepi sikit...BAGI KING ASIA SHOPING...SHOPING...SHOPING... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣
BalasHapusRINGGIT = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
HapusPASPOR = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
PASPOR = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
PASPOR = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
-
Daftar ringkas negara yang mata uang atau dokumen negaranya dicetak oleh Perum Peruri, lengkap dengan tautan sumber berita resminya:
🪙 Daftar Negara & Produk
• Peru – Mata Uang: Soles
• Malonyet – Mata Uang: Ringgit & Paspor
• Nepal – Mata Uang: Rupee, Pita Cukai, & Prangko
• Bangladesh – Mata Uang: Taka
• Sri Lanka – Mata Uang: Rupee & Paspor
• Somalia – Mata Uang: Shilling
• Argentina – Mata Uang: Peso
• Pakistan – Dokumen Negara: Pita Cukai
• Filipina – Dokumen Negara: Prangko
• Guinea – Dokumen Negara: Paspor
----------------------------------
Sumber Berita Resmi & Media Nasional
1. Situs Resmi Peruri (Rilis Pers) – Laporan sejak tahun 2010, di mana Bank Negara Malonsia memercayakan pemenuhan kebutuhan pencetakan lembaran kertas mata uang Ringgit kepada Peruri
2. Situs Resmi Peruri (Paspor Sri Lanka) – Detail kerja sama pencetakan dokumen imigrasi paspor Sri Lanka.
3. detikFinance – Wawancara resmi terkait pencetakan mata uang Nepal, Somalia, hingga Argentina di Indonesia.
4. Kompas Interaktif – Catatan detail mengenai pencetakan prangko Filipina dan pita cukai Pakistan.
5. CNN Indonesia – Laporan ekspansi Peruri mencetak uang kertas Nepal serta paspor negara Guinea.
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
Yang MATAWANG RENDAH dan TAK BERHARGA tu tepi sikit...BAGI KING ASIA SHOPING...SHOPING...SHOPING... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣
BalasHapusRINGGIT = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
HapusPASPOR = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
-
🪙 Daftar Negara & Produk
• Peru: Mata uang (Soles).
• Malonsia: Mata uang (Ringgit) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Pakistan: Pita Cukai.
• Filipina: Prangko.
• Guinea: Paspor.
-------------------------------------------
🔎 Sumber Berita & Media Resmi
4. Situs Resmi Peruri (Rilis Pers Ringgit) – Kerja sama cetak Ringgit Malonsia sejak 2010.
5. Situs Resmi Peruri (Paspor Sri Lanka) – Detail proyek dokumen imigrasi Sri Lanka.
6. detikFinance – Wawancara cetak mata uang Nepal, Somalia, dan Argentina.
7. Kompas – Catatan cetak prangko Filipina dan pita cukai Pakistan.
8. CNN Indonesia – Laporan ekspansi cetak uang Nepal dan paspor Guinea.
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
1998 : RM 165,4 Miliar
1999 : RM 178,3 Miliar
2000 : RM 192,2 Miliar
2001 : RM 207,2 Miliar
2002 : RM 223,3 Miliar
2003 : RM 240,7 Miliar
2004 : RM 259,5 Miliar
2005 : RM 279,7 Miliar
2006 : RM 301,5 Miliar
2007 : RM 325,0 Miliar
2008 : RM 350,4 Miliar
2009 : RM 377,7 Miliar
2010 : RM 407,1 Miliar
2011 : RM 456,1 Miliar
2012 : RM 501,6 Miliar
2013 : RM 547,7 Miliar
2014 : RM 582,8 Miliar
2015 : RM 630,5 Miliar
2016 : RM 648,5 Miliar
2017 : RM 686,8 Miliar
2018 : RM 1,19 Triliun
2019 : RM 1,25 Triliun
2020 : RM 1,32 Triliun
2021 : RM 1,38 Triliun
2022 : RM 1,45 Triliun
2023 : RM 1,53 Triliun
2024 : RM 1,63 Triliun
2025 : RM 1,71 Triliun
2026 : RM 1,79 Triliun
-
SUMBER :
Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
--------------------------------
TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
1998 : 35,8%
1999 : 40,4%
2000 : 36,1%
2001 : 42,5%
2002 : 44,9%
2003 : 45,9%
2004 : 45,1%
2005 : 43,8%
2006 : 41,5%
2007 : 41,1%
2008 : 41,3%
2009 : 51,1%
2010 : 52.4%
2011 : 51.8
2012 : 53.3
2013 : 54.7
2014 : 55.0
2015 : 55.1
2016 : 52.7
2017 : 51.9
2018 : 52.5
2019 : 52.4
2020 : 62.0
2021 : 63.3
2022 : 60.2
2023 : 64.3
2024 : 70.4
2025 : 70.5
-
SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
--------------------------------
DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
-
SUMBER:
IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
USD 20 MILLIAR/SHOPPING versus USD 4,5 MILLIAR/LEASING
Hapus-
1. INDONESIA 🇮🇩
Anggaran: Rp335,2 triliun (~USD 20 miliar) | Naik 37% dari 2025.
Sumber: CNBC Indonesia - Anggaran Pertahanan RI Loncat ke Rp335 T.
-
2. SINGAPURA 🇸🇬
Anggaran: SGD 24,9 miliar (~USD 19,5–20 miliar) | 3–4% dari PDB.
Sumber: Bloomberg - Singapore Projects Nearly $20 Billion Defense Spend.
-
3. VIETNAM 🇻🇳
Anggaran: USD 6–7 miliar (Estimasi) | Target USD 10,2 miliar (2029).
Sumber: Data indeks militer regional Lowy Institute Asia Power Index.
-
4. THAILAND 🇹🇭
Anggaran: 204.434 juta Baht (~USD 5,7 miliar).
Sumber: Laporan belanja sektor publik Lowy Institute - Military Expenditure.
-
5. FILIPINA 🇵🇭
Anggaran: PHP 295–299 miliar (~USD 5,2 miliar) | Naik 16% dari 2025.
Sumber: Dokumen resmi Department of Budget and Management (DBM) Philippines.
-
6. MALONSIA 🇲🇾
Anggaran: RM 21,74 miIiar (~USD 4,5–4,7 miliar).
Sumber: The Sun Malonsia - Budget: Over RM21 billion allocated to boost national security.
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
Matawang Rendah tapi Shopping Trus...barang yg dibeli Premium rank..tak macam 🇲🇾Banana Republik hanya bs Shopping barang DownGrade...Seluruh Negara Juga Paham siapa yang Miskin🇲🇾 & Siapa yang Kaya🇮🇩
BalasHapusRM 1 SETARA Rp4.000 BAGAIMANA TU GUYS....??? HAHAHAHAHAHHA
BalasHapusDITOLAK BRICS
HapusDITOLAK BRICS
DITOLAK BRICS
Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
-
DITOLAK G20
DITOLAK G20
DITOLAK G20
Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
--------------------------------
1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
-
2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
-
3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
• Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
-
4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
• Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
• Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
________________________________________
BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
________________________________________
ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.
King Asia hanya Mampu beli barang DownGrade macam FA-50...🇮🇩Indonesia sanggup Beli Rafale, khan, PPA, J10C..Lawak kah🤣🤣🤣
BalasHapusripiah BUKAN TANDINGAN KINGnya RINGGIT......
BalasHapusRM 1 SETARA Rp4.000 BAGAIMANA TU GUYS....??? HAHAHAHAHAHHA
GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
HapusJUDI : PENDAPATAN NEGARA
JUARA : PORNO 1 ASIA DAN 4 DUNIA
-------------------------------
GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
SUBSIDY BURDEN: 23.9%
BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
-------------------------------
PEMECATAN PROFESOR
• Pemecatan: UIAM memecat Solehah Yaacob per 27 April 2026.
• Pencabutan gelar: Solehah dilarang memakai gelar profesor dari kampus.
• Alasan sanksi: Pemecatan dilakukan demi menjaga reputasi akademik UIAM.
• Sumber: Kasus ini dikonfirmasi oleh Malay Mail dan SCMP.
-------------------------------
KEBIJAKAN NEGARA
• Situs dewasa: Laporan Pornhub mencatat situsnya nomor 1 di Asia.
• Bak Kut Teh: Pemerintah Malaysewa menetapkannya sebagai makanan warisan negara.
• Pajak judi: LHDN merilis panduan resmi regulasi pajak perjudian.
• Kesehatan mental: Kemenkes Malaysewa merilis laporan krisis mental lewat NHMS.
-------------------------------
SKANDAL TOKOH
• Sultan Johor: Skandal asmara lama Sultan Ibrahim dengan penari Inggris (BBC).
• Sultan Kelantan: Kasus perceraian kilat Sultan Muhammad V dengan Miss Moscow (NST).
• Najib Razak: Kasus pembunuhan model Mongolia Altantuya bermotif politik (SCMP).
-------------------------------
SKANDAL SESAMA JENIS
• Azmin Ali: Skandal video intim sesama jenis dengan staf politik (Reuters).
• Anwar Ibrahim: Catatan hukum kasus sodomi I dan sodomi II (BBC).
-------------------------------
SKANDAL MILITER
• Pesta barak: Investigasi Kemenhan terkait video viral tentara bersama wanita (Kompas).
• Korupsi Panglima: Eks Panglima AD ditangkap MACC atas suap RM2,4 juta (NST).
-------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
Implikasi Gabungan (Utang Pemerintah + Utang Rumah Tangga):
Risiko Krisis Keuangan yang Lebih Tinggi:
Penjelasan: Kombinasi utang pemerintah dan rumah tangga yang tinggi menciptakan dua front kerentanan. Jika salah satu sektor goyah, ia bisa menarik sektor lainnya ke dalam masalah.
Dampak Riil: Jika terjadi perlambatan ekonomi, baik pemerintah maupun rumah tangga akan kesulitan membayar utang, menciptakan efek domino yang parah dan potensi krisis keuangan yang dalam.
Ruang Gerak Kebijakan yang Terbatas:
Penjelasan: Baik pemerintah maupun bank sentral memiliki ruang gerak yang terbatas untuk merespons krisis ekonomi.
Dampak Riil:
Stimulus Fiskal Sulit: Pemerintah mungkin kesulitan meluncurkan paket stimulus fiskal (misalnya, melalui pengeluaran infrastruktur atau bantuan sosial) jika utangnya sudah sangat tinggi.
Batas Bawah Suku Bunga: Bank sentral mungkin sudah menurunkan suku bunga ke tingkat yang sangat rendah untuk mendukung ekonomi, sehingga tidak banyak lagi "amunisi" tersisa jika terjadi krisis lebih lanjut.
Ketidakpastian Ekonomi dan Investor:
Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi secara keseluruhan menciptakan ketidakpastian bagi investor domestik maupun asing.
Dampak Riil: Investor cenderung menghindari negara dengan tingkat utang yang meragukan, mengurangi investasi dan berpotensi memicu pelarian modal (capital flight), yang akan melemahkan mata uang dan memperburuk kondisi ekonomi.
King Asia hanya Mampu beli barang DownGrade macam FA-50...🇮🇩Indonesia sanggup Beli Rafale, khan, PPA, J10C..Lawak kah🤣🤣🤣
BalasHapusMatawang TAK LAKU tu tepi sikit.....🤣🤣🤣
BalasHapusWarga RI Jangan Iri! Ringgit Malaysia Kini Jadi Mata Uang Terkuat Asia
https://www.cnbcindonesia.com/research/20260429092932-128-730795/warga-ri-jangan-iri-ringgit-malaysia-kini-jadi-mata-uang-terkuat-asia
MALONYET BAJAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
Hapus-
1. Data 52 Korporasi Afiliasi Asing & Desakan Hukum Lintas Batas
Informasi mengenai 52 perusahaan terafiliasi modal asing (26 Malaysia dan 26 Singapura) berasal dari paparan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
• Sumber Forum: Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk "Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian yang Berkelanjutan" di Hotel AONE, Jakarta Pusat, pada 23 September 2026.
• Pemberitaan Media: Laporan FGD ini diliput oleh berbagai media seperti berita nasional Kompas TV, Raja Media Network / RMBanten, dan portal jurnalisme lingkungan hidup IT News.
2. Keterlibatan Grup KLK (Kuala Lumpur Kepong) & PT Menteng Jaya Sawit Perdana
Informasi spesifik mengenai masuknya grup Kuala Lumpur Kepong (KLK) ke dalam daftar 20 entitas teratas terkait karhutla 2026 bersumber dari analisis spasial gabungan lembaga independen.
• Sumber Laporan: Rilis data dan memorandum bersama oleh Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut pada 5 Oktober 2026.
• Pemberitaan & Dampak: Kasus ini memicu unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Gedung Parlemen Malaysia pada 7 Oktober 2026. Beritanya dilaporkan secara global oleh Greenpeace International serta media nasional seperti CNN Indonesia.
• Klarifikasi Korporasi: Pihak KLK Berhad merilis bantahan resmi dari pusat melalui pernyataan media pada 6-7 Oktober 2026 yang salah satunya dimuat oleh media industri kelapa sawit Sawit Indonesia.
3. Kasus Hukum PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA)
Data mengenai PT Rafi Kamajaya Abadi yang memiliki 95% saham investor Malaysia dan dihukum denda hampir Rp1 triliun bersumber langsung dari Putusan Hukum Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.
• Sumber Resmi: Dokumen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta rilis resmi dari BPKH Wilayah XXI Kehutanan.
• Putusan kasasi nomor perkara MA yang menolak banding PT RKA tersebut diketok dan dipublikasikan luas oleh media hukum seperti Detikcom. Kasus inkrah ini kerap dijadikan rujukan yurisprudensi dan contoh penegakan hukum terhadap pemodal Malaysia oleh WALHI dalam FGD karhutla 2026.
Matawang TAK LAKU tu tepi sikit.....🤣🤣🤣
BalasHapusWarga RI Jangan Iri! Ringgit Malaysia Kini Jadi Mata Uang Terkuat Asia
https://www.cnbcindonesia.com/research/20260429092932-128-730795/warga-ri-jangan-iri-ringgit-malaysia-kini-jadi-mata-uang-terkuat-asia
Buat apa punya mata uang kuat tapi banyak utang, gak mampu beli alutsista premium dan bahkan sulit cari lender? Semua ini indikasi kinerja ekonomi negaramu buruk! Dungu jangan dipiara. Sok kaya tapi faktanya miskin. Sok pintar tapi faktanya dungu..
HapusGOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
HapusJUDI : PENDAPATAN NEGARA
JUARA : PORNO 1 ASIA DAN 4 DUNIA
-------------------------------
GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
SUBSIDY BURDEN: 23.9%
BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
-------------------------------
PEMECATAN PROFESOR
• Pemecatan: UIAM memecat Solehah Yaacob per 27 April 2026.
• Pencabutan gelar: Solehah dilarang memakai gelar profesor dari kampus.
• Alasan sanksi: Pemecatan dilakukan demi menjaga reputasi akademik UIAM.
• Sumber: Kasus ini dikonfirmasi oleh Malay Mail dan SCMP.
-------------------------------
KEBIJAKAN NEGARA
• Situs dewasa: Laporan Pornhub mencatat situsnya nomor 1 di Asia.
• Bak Kut Teh: Pemerintah Malaysewa menetapkannya sebagai makanan warisan negara.
• Pajak judi: LHDN merilis panduan resmi regulasi pajak perjudian.
• Kesehatan mental: Kemenkes Malaysewa merilis laporan krisis mental lewat NHMS.
-------------------------------
SKANDAL TOKOH
• Sultan Johor: Skandal asmara lama Sultan Ibrahim dengan penari Inggris (BBC).
• Sultan Kelantan: Kasus perceraian kilat Sultan Muhammad V dengan Miss Moscow (NST).
• Najib Razak: Kasus pembunuhan model Mongolia Altantuya bermotif politik (SCMP).
-------------------------------
SKANDAL SESAMA JENIS
• Azmin Ali: Skandal video intim sesama jenis dengan staf politik (Reuters).
• Anwar Ibrahim: Catatan hukum kasus sodomi I dan sodomi II (BBC).
-------------------------------
SKANDAL MILITER
• Pesta barak: Investigasi Kemenhan terkait video viral tentara bersama wanita (Kompas).
• Korupsi Panglima: Eks Panglima AD ditangkap MACC atas suap RM2,4 juta (NST).
-------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
Dampak Riil:
Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.
Ketergantungan pada Pasar Keuangan:
Penjelasan: Pemerintah harus terus-menerus mencari pinjaman baru (menerbitkan obligasi) untuk membiayai utang yang jatuh tempo atau
Dampak Riil:
Sensitivitas terhadap Suku Bunga: Pemerintah menjadi sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga di pasar. Jika suku bunga global atau domestik naik, biaya pinjaman pemerintah akan melonjak, memperparah beban utang.
Potensi "Crowding Out": Pinjaman pemerintah yang besar bisa menyedot dana dari pasar modal, sehingga mengurangi ketersediaan dana bagi sektor swasta untuk berinvestasi (ini disebut "crowding out"). Akibatnya, investasi swasta yang produktif bisa terhambat.
Matawang TAK LAKU tu tepi sikit.....🤣🤣🤣
BalasHapusWarga RI Jangan Iri! Ringgit Malaysia Kini Jadi Mata Uang Terkuat Asia
https://www.cnbcindonesia.com/research/20260429092932-128-730795/warga-ri-jangan-iri-ringgit-malaysia-kini-jadi-mata-uang-terkuat-asia
LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
HapusTORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
-
• Status Senjata Utama (Belum Dimuktamadkan): Kontrak Rudal Anti-Kapal (SSM), Rudal Pertahanan Udara (SAM), dan Sistem Pengecoh (IDLS) belum selesai karena kendala administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama). [1]
• Penggunaan Torpedo Lama: Rencana pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan memakai stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia). [1]
• Status Rudal NSM: Kontrak rudal anti-kapal banned NSM termasuk yang belum dimuktamadkan akibat pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
• Perkiraan Kesiapsiagaan Penuh (Desember 2035): Audit interim Jabatan Audit Negara (JAN) mengungkapkan bahwa operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035, karena pemenuhan lima kontrak pelengkap baru bisa diselesaikan tahun tersebut (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
--------------------------------
MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
(final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
-
REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
(initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
-
ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
--------------------------------
GEMPURWIRA10 Oktober 2026 pukul 21.10
JOM mari lihat Kapal siapa yang OMPONG guys.... 👎👎😂😂😂
KD MAHARAJALELA 🇲🇾
MERIAM UTAMA ✅
MERIAM BANTUAN ✅
MISIL ANTI KAPAL ❌
MISIL SAM ✅
TORPEDO ✅
___________________________________
KAPAL PPA -FFBNW 🤣
MERIAM UTAMA ✅
MERIAM BANTUAN ✅
MISIL ANTI KAPAL ❌
MISIL SAM ❌
TORPEDO ❌
_________________________________
FRIGAT PUTING MERAH - FFBNW 🤣
MERIAM UTAMA ✅
MERIAM BANTUAN ✅
MISIL ANTI KAPAL ❌
MISIL SAM ❌
TORPEDO ❌
King Asia hanya Mampu beli barang DownGrade macam FA-50...🇮🇩Indonesia sanggup Beli Rafale, khan, PPA, J10C..Lawak kah🤣🤣🤣
BalasHapusanggota G20 & BRICS....
BalasHapusmasa rm ditolak, kahsiyan negri👌kasino genting tak dianggap fenting haha!👎🍌😝
Negara MATAWANG TERKUAT ASIA lagi mau SHOPING ya......... HOREYYYYYYY
BalasHapusRinggit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Libas Negara Tetangga
https://katadata.co.id/lifestyle/varia/6a0dbd3995a05/ringgit-malaysia-jadi-mata-uang-terkuat-di-asia-libas-negara-tetangga
TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
HapusSSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
-
• Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
• Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
• Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
• Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
-------------------------------
MALONSIA.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat skandal korupsi sistemik.
2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — OVER LIMIT 65%).
Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
________________________________________
ANALISA MODEL PENGADAAN: "NEGARA PENYEWA" (LEASING)
Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
Skema Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa (FA-50 & PT-91M) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa mata uang asing.
Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak; diperparah skandal hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet dari gudang.
________________________________________
ANALISA REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL:
Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
Kehilangan Posisi Regional: Gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALONSIA di ASEAN.
Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya habis untuk membayar bunga dan pokok utang lama (Debt-Servicing Cycle).
Negara MATAWANG TERKUAT ASIA lagi mau SHOPING ya......... HOREYYYYYYY
BalasHapusRinggit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Libas Negara Tetangga
https://katadata.co.id/lifestyle/varia/6a0dbd3995a05/ringgit-malaysia-jadi-mata-uang-terkuat-di-asia-libas-negara-tetangga
DITOLAK BRICS
HapusDITOLAK BRICS
DITOLAK BRICS
Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
-
DITOLAK G20
DITOLAK G20
DITOLAK G20
Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
--------------------------------
1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
-
2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
-
3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
• Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
-
4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
• Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
• Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------
INDONESIA .....
STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
Radius Tempur & Dominasi Geografis:
Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
Kesehatan Fiskal (Pruden):
Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
________________________________________
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
Data Utang & Beban Warga 2026:
Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Matawang TAK LAKU tu tepi sikit.....🤣🤣🤣
BalasHapusWarga RI Jangan Iri! Ringgit Malaysia Kini Jadi Mata Uang Terkuat Asia
https://www.cnbcindonesia.com/research/20260429092932-128-730795/warga-ri-jangan-iri-ringgit-malaysia-kini-jadi-mata-uang-terkuat-asia
DITOLAK BRICS
HapusDITOLAK BRICS
DITOLAK BRICS
Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
-
DITOLAK G20
DITOLAK G20
DITOLAK G20
Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
--------------------------------
1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
-
2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
-
3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
• Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
-
4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
• Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
• Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------
INDONESIA .....
STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
Skala Ekonomi (PDB 2026):
PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
Peringkat Militer (GFP 2026):
Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
Ketahanan Fiskal:
Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
________________________________________
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
Data Utang & Beban Warga 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
Peringkat Militer (GFP 2026):
Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
KESIMPULAN:
INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONYET PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA
Kita donk anggota G20 & BRICS....🤑
BalasHapuspunyak kapal induk
masa rm ditolak, kahsiyan negri👌kasino genting tak dianggap fenting haha!👎🍌😝
Apa anggota G20 & BRICS....???
BalasHapusPADAM KEBAKARAN HUTAN saja NGEMIS bantuan Jepun..... LEMAH.....HAHAHAHAHHA
Halo malaisial..sepi soping ya..miskin ya..
HapusLCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
HapusTORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
-
• Sumber Dokumen Utama: Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 yang dirilis resmi oleh Jabatan Audit Negara (JAN) Malaysia.
• Status Persenjataan Utama: Pengadaan sistem persenjataan pendukung kapal belum diselesaikan secara resmi.
• Kontrak yang Belum Selesai (Belum Dimuktamadkan):
o Rudal Anti-Kapal (Surface-to-Surface Missile / SSM)
o Rudal Pertahanan Udara (Surface-to-Air Missile / SAM)
o Sistem Pengecoh (Integrated Decoy Launching System / IDLS)
• Penyebab Utama Kendala:
o Masalah administrasi dan kendala pembayaran.
o Penundaan rantai pasokan global.
o Pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok asal.
• Sumber Informasi / Berita Lengkap: Kantor Berita Resmi Malaysia, Bernama.
--------------------------------
penggunaan kembali Torpedo A244/S BEKAS KASTURI.LEKIU
• Malaysian Defence (Artikel: "No New Torps" & "Mast on the Maharaja Lela"): Mengungkap pembatalan rencana pengadaan torpedo baru (MU90) dan keputusan memakai stok torpedo lama Leonardo A244/S demi hemat anggaran.
• Naval Technology (Artikel: "SEA to deliver Torpedo Launcher System..."): Melaporkan penunjukan kontraktor pertahanan SEA oleh Lumut Naval Shipyard (LUNAS) untuk memasang peluncur yang kompatibel dengan torpedo A244/S.
• Global Business Press (Artikel: "SEA Perkuat Kapal LCS Malaysia..."): Menyoroti kerja sama teknis integrasi fisik sistem peluncur dan penanganan persenjataan torpedo pada lambung kapal.
• Wikipedia / Basis Data Militer ("List of Equipment of the Royal Malaysian Navy"): Mencatat data inventaris resmi bahwa TLDM memiliki sekitar 75 unit torpedo A244/S yang juga dipakai di kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
--------------------------------
• Status Senjata Utama (Belum Dimuktamadkan): Kontrak Rudal Anti-Kapal (SSM), Rudal Pertahanan Udara (SAM), dan Sistem Pengecoh (IDLS) belum selesai karena kendala administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Jabatan Audit Negara / Bernama).
• Penggunaan Torpedo Lama: Rencana pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan memakai stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
• Status Rudal NSM: Kontrak rudal anti-kapal banned NSM termasuk yang belum dimuktamadkan akibat pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
--------------------------------
GEMPURWIRA10 Oktober 2026 pukul 21.10
JOM mari lihat Kapal siapa yang OMPONG guys.... 👎👎😂😂😂
KD MAHARAJALELA 🇲🇾
MERIAM UTAMA ✅
MERIAM BANTUAN ✅
MISIL ANTI KAPAL ❌
MISIL SAM ✅
TORPEDO ✅
___________________________________
KAPAL PPA -FFBNW 🤣
MERIAM UTAMA ✅
MERIAM BANTUAN ✅
MISIL ANTI KAPAL ❌
MISIL SAM ❌
TORPEDO ❌
_________________________________
FRIGAT PUTING MERAH - FFBNW 🤣
MERIAM UTAMA ✅
MERIAM BANTUAN ✅
MISIL ANTI KAPAL ❌
MISIL SAM ❌
TORPEDO ❌
Apa anggota G20 & BRICS....???
BalasHapusPADAM KEBAKARAN HUTAN saja NGEMIS bantuan Jepun..... LEMAH.....HAHAHAHAHHA
Sesuai utk negara miskin. Anggaran kecil hanya bisa shoping barang murahan. Tak mampu beli Rafale, ppa atau kaan
BalasHapuskahsiyan amat negri🎰kasino semenanjung kl haha!😋🍌🤥
BalasHapus2026
❌️Batal Hornet Kuwaiti
❌️Batal NSM
❌️Batal serahkan gowing lcs
❌️Batal Juara FIFA ASEAN CUP
rm tak laku, tak dianggap nato haha!👎🍌🤪
Matawang TAK LAKU tu tepi sikit.....🤣🤣🤣
BalasHapusWarga RI Jangan Iri! Ringgit Malaysia Kini Jadi Mata Uang Terkuat Asia
https://www.cnbcindonesia.com/research/20260429092932-128-730795/warga-ri-jangan-iri-ringgit-malaysia-kini-jadi-mata-uang-terkuat-asia
LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
HapusTORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
-
• Status Senjata Utama (Belum Dimuktamadkan): Kontrak Rudal Anti-Kapal (SSM), Rudal Pertahanan Udara (SAM), dan Sistem Pengecoh (IDLS) belum selesai karena kendala administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
• Penggunaan Torpedo Lama: Rencana pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan memakai stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
• Status Rudal NSM: Kontrak rudal anti-kapal banned NSM termasuk yang belum dimuktamadkan akibat pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
• Perkiraan Kesiapsiagaan Penuh (Desember 2035): Audit interim Jabatan Audit Negara (JAN) mengungkapkan bahwa operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035, karena pemenuhan lima kontrak pelengkap baru bisa diselesaikan tahun tersebut (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
--------------------------------
• Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malonsia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malonsia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
-
• Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
-
• Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
--------------------------------
Sumber Berita Resmi:
Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malonsia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malonsia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malonsia seperti Berita Harian, Utusan Malonsia, dan Sinar Harian.
--------------------------------
1. Krisis Rudal NSM Norwegia
• Masalah: Pemerintah Norwegia membatalkan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) secara permanen. Malonsia pun menuntut ganti rugi hingga Rp4,46 triliun.
• Dampak Teknis: Integrasi rudal pengganti (seperti Exocet atau Harpoon) ke Sistem Manajemen Tempur (SETIS) buatan Prancis sangat rumit. Butuh waktu 36 bulan untuk pengkodean ulang software dan modifikasi peluncur fisik.
--------------------------------
2. Efek Domino Kapal Lain (LCS-2 s.d LCS-5)
• Masalah: Pembangunan paralel berbasis modul di galangan Lumut Naval Shipyard (LUNAS) terhambat akibat keterlambatan fisik LCS-1 sebesar 7,55%.
• Dampak: Jadwal serah-terima fisik (Physical Handover) LCS-2 hingga LCS-5 otomatis mundur berantai, memicu pembengkakan biaya overhead galangan.
--------------------------------
3. Jebakan Jeda Anggaran (5 Tahun)
• Masalah: Ada mismatch hukum antara Kontrak Utama fisik (berakhir April 2030) dan Kontrak Pelengkap persenjataan (baru selesai Desember 2035).
• Dampak: Malonsia terjebak menanggung biaya pemeliharaan dan retensi keahlian kontraktor yang sangat mahal selama 5 tahun jeda hanya untuk "menunggu" kapal siap tempur.
--------------------------------
GEMPURWIRA10 Oktober 2026 pukul 21.10
JOM mari lihat Kapal siapa yang OMPONG guys.... 👎👎😂😂😂
KD MAHARAJALELA 🇲🇾
MERIAM UTAMA ✅
MERIAM BANTUAN ✅
MISIL ANTI KAPAL ❌
MISIL SAM ✅
TORPEDO ✅
___________________________________
KAPAL PPA -FFBNW 🤣
MERIAM UTAMA ✅
MERIAM BANTUAN ✅
MISIL ANTI KAPAL ❌
MISIL SAM ❌
TORPEDO ❌
_________________________________
FRIGAT PUTING MERAH - FFBNW 🤣
MERIAM UTAMA ✅
MERIAM BANTUAN ✅
MISIL ANTI KAPAL ❌
MISIL SAM ❌
TORPEDO ❌
Salah sendiri kenapa jugak mao tetanggaan ama kita....
BalasHapusslamet nikmatin Asap impor haha!😶🌫️🔥🤣
MALAYSEWA =
BalasHapus-
SEWA PESAWAT LATIH
ITTC is currently providing Fighter Lead-In Training (FLIT) to the Royal MALONYET Air Force in London, Ontario. ITTC operates a fleet of Aero
Vodochody L-39 featuring upgraded avionics for the FLIT programme
-
SEWA = TARANTULA, AND VEXTOR, THE ONE-TONNE GS 4X4 TRUCK AND THE THREE TONNE GS CARGO TRUCK.
Leased and purchased a variety of 4x4 vehicles for its armed forces, including the Tarantula, and Vextor, the one-tonne GS 4X4 truck and the three tonne GS Cargo truck.
Ejder Yalçın
Locally named Panthera, this armored combat vehicle was ordered by MALONYET for its United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) MALONYET Battalion (MALBATT). The vehicles were expected to enter service in April 2024.
Tarantula
This mine-resistant infantry mobility vehicle was designed and manufactured by Mildef. The Tarantula has a V-hull design and is protected against mines and improvised explosive devices.
Vextor
The MALONYET Armed Forces have also SEWAd and purchased other 4x4 vehicles, including the one-tonne GS 4X4 truck and the three tonne GS Cargo truck.
-
SEWA 28 HELIKOPTER
The government signed an agreement with Weststar Aviation Sdn Bhd to SEWA 28 helicopters for use by ministries and other government agencies.
-
SEWA TRUK CINA 3 TON = 30 YEARS
The Madani government announced that it had struck a deal with China to SEWA 62 new train sets for KTM Bhd. The estimated cost for the deal is RM10.7 billion and it will be covered in installments over a 30-year SEWA period. The approved leasing deal for KTMB may tip the scale in favour of the truck and VVSHORAD proposals. There is also the massive leasing deals for helicopters for all the services to think about.
-
SEWA SIMULATOR MKM TAHUN
Five-year contract for Sukhoi’s simulators. Publicly listed HeiTech Padu Bhd has announced that it had been awarded a RM67 million, five-year contract to operate and maintain the Su-30MKM flight simulators at the RMAF airbase in Gong Kedak
-
SEWA HELI SEWA SIMULATOR
Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM. Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator
-
SEWA HELI
4 buah Helikopter Leonardo AW 139 yang diperolehi secara SEWAan ini adalah untuk kegunaan Tentera Udara Diraja MALONYET (TUDM) yang akan ditempatkan di NO.3 Skuadron, Pangkalan Udara Butterworth
-
SEWA BOAT
SEWAan Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
-
SEWA HIDROGRAFI
tugas pemetaan data batimetri bagi kawasan perairan negara akan dilakukan oleh sebuah kapal hidrografi moden, MV Aishah AIM 4, yang diperoleh menerusi kontrak SEWAan dari syarikat Breitlink Engineering Services Sdn Bhd (BESSB)
-
SEWA MOTOR
The Royal Military Police Corp (KPTD) celebrated the SEWA of 40 brand-new BMW R1250RT Superbikes for the Enforcement Motorcycle Squad on December 22nd, 2022
-
SEWA PATROL BOATS : SEWA OUTBOARD MOTORS : SEWA TRAILERS
Meanwhile, the division also published a tender for eleven glass reinforced plastic patrol boats together outboard motors, trailers and associated equipment. The tender was published on February 28 and closes on March 29. The estimated cost of the tender is RM4.6 million..
-
SEWA HONDA CIVIC
SEWA 40 BMW SUPERBIKES
SEWAd BMW superbikes for military police. The Army’s military police – Kor Polis Tentera Di Raja – took delivery of 40 BMW R1250RT super bikes today. The superbikes are under SEWA from Syarikat Ammo Defence Sdn Bhd under a RM13.7 million Letter of Award. Sebelum penyerahan motor BMW, KPTD ATM terlebih dahulu menerima 40 unit mobil peronda Honda Civic 1.8S yang dikelola melalui sistem manajemen armada (fleet management/leasing
Tak payah cerita perang......
BalasHapusPADAM KEBAKARAN saja TAK BERDAYA....Ayohhh mana TEPUNG UBI yang diklaim boleh padam kebakaran....HAHAHAHAHAH
DITOLAK BRICS
HapusDITOLAK BRICS
DITOLAK BRICS
Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
-
DITOLAK G20
DITOLAK G20
DITOLAK G20
Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
--------------------------------
1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
-
2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
-
3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
• Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
-
4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
• Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
• Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat skandal korupsi sistemik.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — OVER LIMIT 65%).
Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
________________________________________
ANALISA MODEL PENGADAAN: "NEGARA PENYEWA" (LEASING)
Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
Skema Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa (FA-50 & PT-91M) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa mata uang asing.
Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak; diperparah skandal hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet dari gudang.
________________________________________
ANALISA REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL:
Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
Kehilangan Posisi Regional: Gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALONYET di ASEAN.
Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya habis untuk membayar bunga dan pokok utang lama (Debt-Servicing Cycle).
Tak payah cerita perang......
BalasHapusPADAM KEBAKARAN saja TAK BERDAYA....Ayohhh mana TEPUNG UBI yang diklaim boleh padam kebakaran....HAHAHAHAHAH
DITOLAK BRICS
HapusDITOLAK BRICS
DITOLAK BRICS
Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
-
DITOLAK G20
DITOLAK G20
DITOLAK G20
Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
--------------------------------
1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
-
2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
-
3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
• Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
-
4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
• Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
• Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
________________________________________
BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
________________________________________
DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
Timeline Kegagalan (Prank):
F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
________________________________________
KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
Dg budget coput mereka bermimpi shoping mrca, frigate dan SPH
BalasHapusBIAR FAKTA BERBICARA......HAHAHAHAHAH
BalasHapusVideo: Ringgit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat Asia, Rupiah Jangan Iri
https://www.cnbcindonesia.com/market/20260430110904-19-731229/video-ringgit-malaysia-jadi-mata-uang-terkuat-asia-rupiah-jangan-iri
DITOLAK BRICS
HapusDITOLAK BRICS
DITOLAK BRICS
Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
-
DITOLAK G20
DITOLAK G20
DITOLAK G20
Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
--------------------------------
1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
-
2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
-
3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
• Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
-
4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
• Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
• Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------
INDONESIA .....
STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
Radius Tempur & Dominasi Geografis:
Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
Kesehatan Fiskal (Pruden):
Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
________________________________________
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
Data Utang & Beban Warga 2026:
Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Cukuplah utk buat kapan tangkap sotong atau sewa heli
BalasHapusSkor EVO milik kita
BalasHapusASET PREMIUM & MODEREN
Mahal $ 2 bn🤑
SPESIAL PAKE AI hore haha!✌️👌😎
Canggih punyak...aplot min
kahsiyan seblah kasel rongsok & murah Usang haha!👎😂😱
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Toulon, IDM – Pembangunan dua kapal selam Scorpene Evolved pesanan TNI Angkatan Laut terus memperbarui standar teknologinya. Pabrikan asal Prancis menyematkan sistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ke dalam pusat kendali bawah air untuk membantu awak kapal memproses data pertempuran secara instan.
https://indonesiadefense.com/kapal-selam-scorpene-tni-al-dibekali-ai-proyeksikan-solusi-tempur-cepat/
PADAM KEBAKARAN KALIMANTAN woiiiiii...... berbulan bulan masih terbakar woiiii HAHAHAHAHAH
BalasHapusPADAM KEBAKARAN KALIMANTAN woiiiiii...... berbulan bulan masih terbakar woiiii HAHAHAHAHAH
BalasHapusHeli je sewa..besakg omong trus Ringgit kuattt🤣🤣🤣🙉🙈🙊 malaisial malaisial
BalasHapusanggota G20 & BRICS....
BalasHapusmasa rm ditolak, kahsiyan negri👌kasino genting tak dianggap fenting haha!👎🍌😝
1. Data 52 Korporasi Afiliasi Asing & Desakan Hukum Lintas Batas
BalasHapusInformasi mengenai 52 perusahaan terafiliasi modal asing (26 Malaysia dan 26 Singapura) berasal dari paparan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
• Sumber Forum: Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk "Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian yang Berkelanjutan" di Hotel AONE, Jakarta Pusat, pada 23 September 2026.
• Pemberitaan Media: Laporan FGD ini diliput oleh berbagai media seperti berita nasional Kompas TV, Raja Media Network / RMBanten, dan portal jurnalisme lingkungan hidup IT News.
2. Keterlibatan Grup KLK (Kuala Lumpur Kepong) & PT Menteng Jaya Sawit Perdana
Informasi spesifik mengenai masuknya grup Kuala Lumpur Kepong (KLK) ke dalam daftar 20 entitas teratas terkait karhutla 2026 bersumber dari analisis spasial gabungan lembaga independen.
• Sumber Laporan: Rilis data dan memorandum bersama oleh Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut pada 5 Oktober 2026.
• Pemberitaan & Dampak: Kasus ini memicu unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Gedung Parlemen Malaysia pada 7 Oktober 2026. Beritanya dilaporkan secara global oleh Greenpeace International serta media nasional seperti CNN Indonesia.
• Klarifikasi Korporasi: Pihak KLK Berhad merilis bantahan resmi dari pusat melalui pernyataan media pada 6-7 Oktober 2026 yang salah satunya dimuat oleh media industri kelapa sawit Sawit Indonesia.
3. Kasus Hukum PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA)
Data mengenai PT Rafi Kamajaya Abadi yang memiliki 95% saham investor Malaysia dan dihukum denda hampir Rp1 triliun bersumber langsung dari Putusan Hukum Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.
• Sumber Resmi: Dokumen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta rilis resmi dari BPKH Wilayah XXI Kehutanan.
• Putusan kasasi nomor perkara MA yang menolak banding PT RKA tersebut diketok dan dipublikasikan luas oleh media hukum seperti Detikcom. Kasus inkrah ini kerap dijadikan rujukan yurisprudensi dan contoh penegakan hukum terhadap pemodal Malaysia oleh WALHI dalam FGD karhutla 2026.
Skor EVO milik kita
BalasHapusASET PREMIUM & MODEREN
Mahal $ 2 bn🤑
SPESIAL PAKE AI hore haha!✌️👌😎
Canggih punyak...aplot min
kahsiyan seblah kasel rongsok & murah Usang haha!👎😂😱
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Kapal Selam Scorpene TNI AL Dibekali AI, Proyeksikan Solusi Tempur Cepat
Toulon, IDM – Pembangunan dua kapal selam Scorpene Evolved pesanan TNI Angkatan Laut terus memperbarui standar teknologinya. Pabrikan asal Prancis menyematkan sistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ke dalam pusat kendali bawah air untuk membantu awak kapal memproses data pertempuran secara instan.
https://indonesiadefense.com/kapal-selam-scorpene-tni-al-dibekali-ai-proyeksikan-solusi-tempur-cepat/
Dg budget segituesjarlah LCS baru bisa dipasang rudal 2035 ha ha ha
BalasHapusBIAR FAKTA BERBICARA......HAHAHAHAHAH
BalasHapusVideo: Ringgit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat Asia, Rupiah Jangan Iri
https://www.cnbcindonesia.com/market/20260430110904-19-731229/video-ringgit-malaysia-jadi-mata-uang-terkuat-asia-rupiah-jangan-iri
MALONYET BAJAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
Hapus-
1. Data 52 Korporasi Afiliasi Asing & Desakan Hukum Lintas Batas
Informasi mengenai 52 perusahaan terafiliasi modal asing (26 Malaysia dan 26 Singapura) berasal dari paparan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
• Sumber Forum: Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk "Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian yang Berkelanjutan" di Hotel AONE, Jakarta Pusat, pada 23 September 2026.
• Pemberitaan Media: Laporan FGD ini diliput oleh berbagai media seperti berita nasional Kompas TV, Raja Media Network / RMBanten, dan portal jurnalisme lingkungan hidup IT News.
2. Keterlibatan Grup KLK (Kuala Lumpur Kepong) & PT Menteng Jaya Sawit Perdana
Informasi spesifik mengenai masuknya grup Kuala Lumpur Kepong (KLK) ke dalam daftar 20 entitas teratas terkait karhutla 2026 bersumber dari analisis spasial gabungan lembaga independen.
• Sumber Laporan: Rilis data dan memorandum bersama oleh Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut pada 5 Oktober 2026.
• Pemberitaan & Dampak: Kasus ini memicu unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Gedung Parlemen Malaysia pada 7 Oktober 2026. Beritanya dilaporkan secara global oleh Greenpeace International serta media nasional seperti CNN Indonesia.
• Klarifikasi Korporasi: Pihak KLK Berhad merilis bantahan resmi dari pusat melalui pernyataan media pada 6-7 Oktober 2026 yang salah satunya dimuat oleh media industri kelapa sawit Sawit Indonesia.
3. Kasus Hukum PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA)
Data mengenai PT Rafi Kamajaya Abadi yang memiliki 95% saham investor Malaysia dan dihukum denda hampir Rp1 triliun bersumber langsung dari Putusan Hukum Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.
• Sumber Resmi: Dokumen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta rilis resmi dari BPKH Wilayah XXI Kehutanan.
• Putusan kasasi nomor perkara MA yang menolak banding PT RKA tersebut diketok dan dipublikasikan luas oleh media hukum seperti Detikcom. Kasus inkrah ini kerap dijadikan rujukan yurisprudensi dan contoh penegakan hukum terhadap pemodal Malaysia oleh WALHI dalam FGD karhutla 2026.
MALONYET BAJAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
BalasHapus-
1. Data 52 Korporasi Afiliasi Asing & Desakan Hukum Lintas Batas
Informasi mengenai 52 perusahaan terafiliasi modal asing (26 Malaysia dan 26 Singapura) berasal dari paparan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
• Sumber Forum: Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk "Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian yang Berkelanjutan" di Hotel AONE, Jakarta Pusat, pada 23 September 2026.
• Pemberitaan Media: Laporan FGD ini diliput oleh berbagai media seperti berita nasional Kompas TV, Raja Media Network / RMBanten, dan portal jurnalisme lingkungan hidup IT News.
2. Keterlibatan Grup KLK (Kuala Lumpur Kepong) & PT Menteng Jaya Sawit Perdana
Informasi spesifik mengenai masuknya grup Kuala Lumpur Kepong (KLK) ke dalam daftar 20 entitas teratas terkait karhutla 2026 bersumber dari analisis spasial gabungan lembaga independen.
• Sumber Laporan: Rilis data dan memorandum bersama oleh Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut pada 5 Oktober 2026.
• Pemberitaan & Dampak: Kasus ini memicu unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Gedung Parlemen Malaysia pada 7 Oktober 2026. Beritanya dilaporkan secara global oleh Greenpeace International serta media nasional seperti CNN Indonesia.
• Klarifikasi Korporasi: Pihak KLK Berhad merilis bantahan resmi dari pusat melalui pernyataan media pada 6-7 Oktober 2026 yang salah satunya dimuat oleh media industri kelapa sawit Sawit Indonesia.
3. Kasus Hukum PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA)
Data mengenai PT Rafi Kamajaya Abadi yang memiliki 95% saham investor Malaysia dan dihukum denda hampir Rp1 triliun bersumber langsung dari Putusan Hukum Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.
• Sumber Resmi: Dokumen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta rilis resmi dari BPKH Wilayah XXI Kehutanan.
• Putusan kasasi nomor perkara MA yang menolak banding PT RKA tersebut diketok dan dipublikasikan luas oleh media hukum seperti Detikcom. Kasus inkrah ini kerap dijadikan rujukan yurisprudensi dan contoh penegakan hukum terhadap pemodal Malaysia oleh WALHI dalam FGD karhutla 2026.
GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
BalasHapusJUDI : PENDAPATAN NEGARA
JUARA : PORNO 1 ASIA DAN 4 DUNIA
-------------------------------
GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
SUBSIDY BURDEN: 23.9%
BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
-------------------------------
PEMECATAN PROFESOR
• Pemecatan: UIAM memecat Solehah Yaacob per 27 April 2026.
• Pencabutan gelar: Solehah dilarang memakai gelar profesor dari kampus.
• Alasan sanksi: Pemecatan dilakukan demi menjaga reputasi akademik UIAM.
• Sumber: Kasus ini dikonfirmasi oleh Malay Mail dan SCMP.
-------------------------------
KEBIJAKAN NEGARA
• Situs dewasa: Laporan Pornhub mencatat situsnya nomor 1 di Asia.
• Bak Kut Teh: Pemerintah Malaysewa menetapkannya sebagai makanan warisan negara.
• Pajak judi: LHDN merilis panduan resmi regulasi pajak perjudian.
• Kesehatan mental: Kemenkes Malaysewa merilis laporan krisis mental lewat NHMS.
-------------------------------
SKANDAL TOKOH
• Sultan Johor: Skandal asmara lama Sultan Ibrahim dengan penari Inggris (BBC).
• Sultan Kelantan: Kasus perceraian kilat Sultan Muhammad V dengan Miss Moscow (NST).
• Najib Razak: Kasus pembunuhan model Mongolia Altantuya bermotif politik (SCMP).
-------------------------------
SKANDAL SESAMA JENIS
• Azmin Ali: Skandal video intim sesama jenis dengan staf politik (Reuters).
• Anwar Ibrahim: Catatan hukum kasus sodomi I dan sodomi II (BBC).
-------------------------------
SKANDAL MILITER
• Pesta barak: Investigasi Kemenhan terkait video viral tentara bersama wanita (Kompas).
• Korupsi Panglima: Eks Panglima AD ditangkap MACC atas suap RM2,4 juta (NST).
-------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
Implikasi Gabungan (Utang Pemerintah + Utang Rumah Tangga):
Risiko Krisis Keuangan yang Lebih Tinggi:
Penjelasan: Kombinasi utang pemerintah dan rumah tangga yang tinggi menciptakan dua front kerentanan. Jika salah satu sektor goyah, ia bisa menarik sektor lainnya ke dalam masalah.
Dampak Riil: Jika terjadi perlambatan ekonomi, baik pemerintah maupun rumah tangga akan kesulitan membayar utang, menciptakan efek domino yang parah dan potensi krisis keuangan yang dalam.
Ruang Gerak Kebijakan yang Terbatas:
Penjelasan: Baik pemerintah maupun bank sentral memiliki ruang gerak yang terbatas untuk merespons krisis ekonomi.
Dampak Riil:
Stimulus Fiskal Sulit: Pemerintah mungkin kesulitan meluncurkan paket stimulus fiskal (misalnya, melalui pengeluaran infrastruktur atau bantuan sosial) jika utangnya sudah sangat tinggi.
Batas Bawah Suku Bunga: Bank sentral mungkin sudah menurunkan suku bunga ke tingkat yang sangat rendah untuk mendukung ekonomi, sehingga tidak banyak lagi "amunisi" tersisa jika terjadi krisis lebih lanjut.
Ketidakpastian Ekonomi dan Investor:
Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi secara keseluruhan menciptakan ketidakpastian bagi investor domestik maupun asing.
Dampak Riil: Investor cenderung menghindari negara dengan tingkat utang yang meragukan, mengurangi investasi dan berpotensi memicu pelarian modal (capital flight), yang akan melemahkan mata uang dan memperburuk kondisi ekonomi.
BUKTI INDIANESIA hanya mampu HUTANG.... aset RONGSOK saja HUTANG....HAHAHAHAHHA
BalasHapusRI Utang Rp7,47 Triliun untuk Beli Kapal Induk Italia yang Sudah Dipensiunkan
https://www.kabarbisnis.com/read/28131927/ri-utang-rp7-47-triliun-untuk-beli-kapal-induk-italia-yang-sudah-dipensiunkan
RINGGIT = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
HapusPASPOR = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
-
🪙 Daftar Negara & Produk
• Peru: Mata uang (Soles).
• Malonsia: Mata uang (Ringgit) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Pakistan: Pita Cukai.
• Filipina: Prangko.
• Guinea: Paspor.
-------------------------------------------
🔎 Sumber Berita & Media Resmi
1. Situs Resmi Peruri (Rilis Pers Ringgit) – Kerja sama cetak Ringgit Malonsia sejak 2010.
2. Situs Resmi Peruri (Paspor Sri Lanka) – Detail proyek dokumen imigrasi Sri Lanka.
3. detikFinance – Wawancara cetak mata uang Nepal, Somalia, dan Argentina.
4. Kompas – Catatan cetak prangko Filipina dan pita cukai Pakistan.
5. CNN Indonesia – Laporan ekspansi cetak uang Nepal dan paspor Guinea.
--------------------------------
PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALAYDESH
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BEBAN SUBSIDI 23,9%
PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
--------------------------------------------
BEBAN SUBSIDI
Pemerintah Malaydesh harus mengalokasikan sekitar 23,3% hingga 23,9% dari total seluruh pendapatan negaranya hanya untuk membayar rekor anggaran subsidi yang menyentuh RM80 miliar. Jika dihitung berdasarkan struktur pengeluaran, dana subsidi ini memakan porsi sekitar 17% hingga 19% dari total seluruh belanja negara, atau setara dengan 23,6% dari khusus anggaran operasional (Belanja Mengurus).
--------------------------------------------
PENDAPATAN NEGARA (HASIL KERAJAAN)
RM334,1 Miliar: Estimasi total pendapatan pemerintah Malaydesh.
-
75,8% Sumber Pendapatan: Berasal dari sektor pajak (pajak penghasilan individu dan perusahaan).
-
24,2% Sektor Non-Pajak: Berasal dari royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan lainnya.
-
RM343,1 Miliar: Target proyeksi pendapatan negara.
--------------------------------------------
TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah Malaydesh.
-
RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
-
RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
--------------------------------------------
MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALAYDESH BERUTANG?
BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
Hal ini membuat pemerintah Malaydesh sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
-
Defisit Anggaran Kronis
Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
BUKTI INDIANESIA hanya mampu HUTANG.... aset RONGSOK saja HUTANG....HAHAHAHAHHA
BalasHapusRI Utang Rp7,47 Triliun untuk Beli Kapal Induk Italia yang Sudah Dipensiunkan
https://www.kabarbisnis.com/read/28131927/ri-utang-rp7-47-triliun-untuk-beli-kapal-induk-italia-yang-sudah-dipensiunkan
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
HapusDaftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALAYSEWA dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
• 2018: Rilis Tabung Harapan karena utang negara tembus RM1 triliun (80% PDB).
2019: 59% pinjaman baru dipakai untuk bayar utang lama.
2020: Naik jadi 60%, anggaran pembangunan terhimpit.
2021: 50,4% (RM98,05 miliar) digunakan untuk utang jatuh tempo.
2022: 52,4% (RM113,7 miliar) untuk utang lama pascapandemi.
2023: 64,3% (Rekor tertinggi), RM145,8 miliar habis untuk utang lama.
2024: 58,9% (RM121,3 miliar) saat pemerintah mulai konsolidasi.
2025: Proyeksi 58% (RM106,8 miliar) untuk bayar prinsipal utang.
2026: Tren gali lubang tutup lubang diproyeksikan masih berlanju
-------------------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar
BUKTI INDIANESIA hanya mampu HUTANG.... aset RONGSOK saja HUTANG....HAHAHAHAHHA
BalasHapusRI Utang Rp7,47 Triliun untuk Beli Kapal Induk Italia yang Sudah Dipensiunkan
https://www.kabarbisnis.com/read/28131927/ri-utang-rp7-47-triliun-untuk-beli-kapal-induk-italia-yang-sudah-dipensiunkan
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
HapusDaftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALAYSEWA dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
• 2018: Rilis Tabung Harapan karena utang negara tembus RM1 triliun (80% PDB).
2019: 59% pinjaman baru dipakai untuk bayar utang lama.
2020: Naik jadi 60%, anggaran pembangunan terhimpit.
2021: 50,4% (RM98,05 miliar) digunakan untuk utang jatuh tempo.
2022: 52,4% (RM113,7 miliar) untuk utang lama pascapandemi.
2023: 64,3% (Rekor tertinggi), RM145,8 miliar habis untuk utang lama.
2024: 58,9% (RM121,3 miliar) saat pemerintah mulai konsolidasi.
2025: Proyeksi 58% (RM106,8 miliar) untuk bayar prinsipal utang.
2026: Tren gali lubang tutup lubang diproyeksikan masih berlanju
-------------------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BalasHapusDaftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALAYSEWA dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
• 2018: Rilis Tabung Harapan karena utang negara tembus RM1 triliun (80% PDB).
2019: 59% pinjaman baru dipakai untuk bayar utang lama.
2020: Naik jadi 60%, anggaran pembangunan terhimpit.
2021: 50,4% (RM98,05 miliar) digunakan untuk utang jatuh tempo.
2022: 52,4% (RM113,7 miliar) untuk utang lama pascapandemi.
2023: 64,3% (Rekor tertinggi), RM145,8 miliar habis untuk utang lama.
2024: 58,9% (RM121,3 miliar) saat pemerintah mulai konsolidasi.
2025: Proyeksi 58% (RM106,8 miliar) untuk bayar prinsipal utang.
2026: Tren gali lubang tutup lubang diproyeksikan masih berlanjut.
----------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
Dg budget segitu mereka hanya bisa beli pesawat yg paling murah tanpa rudal bvr. Ha ha ha
BalasHapusRINGGIT = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
BalasHapusPASPOR = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
PASPOR = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
PASPOR = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
-
Daftar ringkas negara yang mata uang atau dokumen negaranya dicetak oleh Perum Peruri, lengkap dengan tautan sumber berita resminya:
🪙 Daftar Negara & Produk
• Peru – Mata Uang: Soles
• Malonyet – Mata Uang: Ringgit & Paspor
• Nepal – Mata Uang: Rupee, Pita Cukai, & Prangko
• Bangladesh – Mata Uang: Taka
• Sri Lanka – Mata Uang: Rupee & Paspor
• Somalia – Mata Uang: Shilling
• Argentina – Mata Uang: Peso
• Pakistan – Dokumen Negara: Pita Cukai
• Filipina – Dokumen Negara: Prangko
• Guinea – Dokumen Negara: Paspor
----------------------------------
Sumber Berita Resmi & Media Nasional
1. Situs Resmi Peruri (Rilis Pers) – Laporan sejak tahun 2010, di mana Bank Negara Malonsia memercayakan pemenuhan kebutuhan pencetakan lembaran kertas mata uang Ringgit kepada Peruri
2. Situs Resmi Peruri (Paspor Sri Lanka) – Detail kerja sama pencetakan dokumen imigrasi paspor Sri Lanka.
3. detikFinance – Wawancara resmi terkait pencetakan mata uang Nepal, Somalia, hingga Argentina di Indonesia.
4. Kompas Interaktif – Catatan detail mengenai pencetakan prangko Filipina dan pita cukai Pakistan.
----------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
-
Negara KAYA dengan MATAWANG TERKUAT ASIA lagi mau SHOPING ya guys......... HOREYYYYYYY
BalasHapuspsssttttt.............Yang matawang TAK LAKU tu tepi sikit......HAHAHAHAHAH
Ringgit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Libas Negara Tetangga
https://katadata.co.id/lifestyle/varia/6a0dbd3995a05/ringgit-malaysia-jadi-mata-uang-terkuat-di-asia-libas-negara-tetangga
HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
Hapus-
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
-------------------------------------------
SURAT UTANG MALONYET (1998–2026) 28 TAHUN DEFISIT
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
--------------------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
=============
=============
INDONESIA
Govt Debt-to-GDP : 40,46%
-
Household Debt-to-GDP : 15,70%
Negara KAYA dengan MATAWANG TERKUAT ASIA lagi mau SHOPING ya guys......... HOREYYYYYYY
BalasHapuspsssttttt.............Yang matawang TAK LAKU tu tepi sikit......HAHAHAHAHAH
Ringgit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Libas Negara Tetangga
https://katadata.co.id/lifestyle/varia/6a0dbd3995a05/ringgit-malaysia-jadi-mata-uang-terkuat-di-asia-libas-negara-tetangga
RINGGIT = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
HapusPASPOR = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
-
🪙 Daftar Negara & Produk
• Peru: Mata uang (Soles).
• Malonsia: Mata uang (Ringgit) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Pakistan: Pita Cukai.
• Filipina: Prangko.
• Guinea: Paspor.
-------------------------------------------
🔎 Sumber Berita & Media Resmi
1. Situs Resmi Peruri (Rilis Pers Ringgit) – Kerja sama cetak Ringgit Malonsia sejak 2010.
2. Situs Resmi Peruri (Paspor Sri Lanka) – Detail proyek dokumen imigrasi Sri Lanka.
3. detikFinance – Wawancara cetak mata uang Nepal, Somalia, dan Argentina.
4. Kompas – Catatan cetak prangko Filipina dan pita cukai Pakistan.
5. CNN Indonesia – Laporan ekspansi cetak uang Nepal dan paspor Guinea.
-------------------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
RINGGIT = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
BalasHapusPASPOR = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
-
🪙 Daftar Negara & Produk
• Peru: Mata uang (Soles).
• Malonsia: Mata uang (Ringgit) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Pakistan: Pita Cukai.
• Filipina: Prangko.
• Guinea: Paspor.
-------------------------------------------
🔎 Sumber Berita & Media Resmi
1. Situs Resmi Peruri (Rilis Pers Ringgit) – Kerja sama cetak Ringgit Malonsia sejak 2010.
2. Situs Resmi Peruri (Paspor Sri Lanka) – Detail proyek dokumen imigrasi Sri Lanka.
3. detikFinance – Wawancara cetak mata uang Nepal, Somalia, dan Argentina.
4. Kompas – Catatan cetak prangko Filipina dan pita cukai Pakistan.
5. CNN Indonesia – Laporan ekspansi cetak uang Nepal dan paspor Guinea.
-------------------------------------------
BEBAN UTANG & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
DEBT TRAP BRI PROJECTS = MANGKRAK
BalasHapusMALAYDESH has several Chinese Belt and Road Initiative projects under construction, including the East Coast Rail Line, Kuantan Port Expansion, Green TechNOLogy Park in Pahang, Forest City, Robotic Future City, and Samalaju Industrial Park Steel Complex
(Sumber: Laporan Analisis Ekonomi Makro & Investigasi Proyek BRI)
--------------------------------
US DEPARTEMENT OF JUSTICE =
1. ONE OF THE WORLD'S GREATEST FINANCIAL SCANDALS
2. LARGEST KLEPTOCRACY CASE TO DATE
Although it began in MALAYDESH , the scandal's global scope implicated institutions and individuals in politics, banking, and entertainment, and led to criminal investigations in a number of nations. The 1MDB scandal has been described as "one of the world's greatest financial scandals" and declared by the United States Department of Justice as the "largest kleptocracy case to date"
.(Sumber: Dokumen Resmi Investigasi Hukum US DOJ)
--------------------------------
SCANDALS = NOw and then, by exception, scandals spill out into the public domain, like Bumiputera MALAYDESH Finance 1982, Bank Negara’s FX losses in the 1980s and 1990s, the Scorpene submarines of 2002, the National Feedlot scandal – “cowgate” – of 2012, 1MDB, and the latest LCS naval procurement. But these are just the tip of the iceberg of systematic pilferage. It has become the institutional NOrm.
(Sumber: Laporan Tata Kelola Pemerintahan & Media Investigasi)
--------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
BAJET $HOPPING kita 5x lipat dibanding banana🍌repablik kl😋
BalasHapuswowww...apapun bisa kita bungkus haha!😆😉😎
Kapal Selam Premium AI....& Kapal Induk haha!🤗😉🤓
DEBT TRAP BRI PROJECTS = MANGKRAK
BalasHapusMALAYDESH has several Chinese Belt and Road Initiative projects under construction, including the East Coast Rail Line, Kuantan Port Expansion, Green TechNOLogy Park in Pahang, Forest City, Robotic Future City, and Samalaju Industrial Park Steel Complex
(Sumber: Laporan Analisis Ekonomi Makro & Investigasi Proyek BRI)
--------------------------------
US DEPARTEMENT OF JUSTICE =
1. ONE OF THE WORLD'S GREATEST FINANCIAL SCANDALS
2. LARGEST KLEPTOCRACY CASE TO DATE
Although it began in MALAYDESH , the scandal's global scope implicated institutions and individuals in politics, banking, and entertainment, and led to criminal investigations in a number of nations. The 1MDB scandal has been described as "one of the world's greatest financial scandals" and declared by the United States Department of Justice as the "largest kleptocracy case to date"
.(Sumber: Dokumen Resmi Investigasi Hukum US DOJ)
--------------------------------
SCANDALS = NOw and then, by exception, scandals spill out into the public domain, like Bumiputera MALAYDESH Finance 1982, Bank Negara’s FX losses in the 1980s and 1990s, the Scorpene submarines of 2002, the National Feedlot scandal – “cowgate” – of 2012, 1MDB, and the latest LCS naval procurement. But these are just the tip of the iceberg of systematic pilferage. It has become the institutional NOrm.
(Sumber: Laporan Tata Kelola Pemerintahan & Media Investigasi)
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
DEBT TRAP BRI PROJECTS = MANGKRAK
BalasHapusMALAYDESH has several Chinese Belt and Road Initiative projects under construction, including the East Coast Rail Line, Kuantan Port Expansion, Green TechNOLogy Park in Pahang, Forest City, Robotic Future City, and Samalaju Industrial Park Steel Complex
(Sumber: Laporan Analisis Ekonomi Makro & Investigasi Proyek BRI)
--------------------------------
US DEPARTEMENT OF JUSTICE =
1. ONE OF THE WORLD'S GREATEST FINANCIAL SCANDALS
2. LARGEST KLEPTOCRACY CASE TO DATE
Although it began in MALAYDESH , the scandal's global scope implicated institutions and individuals in politics, banking, and entertainment, and led to criminal investigations in a number of nations. The 1MDB scandal has been described as "one of the world's greatest financial scandals" and declared by the United States Department of Justice as the "largest kleptocracy case to date"
.(Sumber: Dokumen Resmi Investigasi Hukum US DOJ)
--------------------------------
SCANDALS = NOw and then, by exception, scandals spill out into the public domain, like Bumiputera MALAYDESH Finance 1982, Bank Negara’s FX losses in the 1980s and 1990s, the Scorpene submarines of 2002, the National Feedlot scandal – “cowgate” – of 2012, 1MDB, and the latest LCS naval procurement. But these are just the tip of the iceberg of systematic pilferage. It has become the institutional NOrm.
(Sumber: Laporan Tata Kelola Pemerintahan & Media Investigasi)
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
DEBT TRAP BRI PROJECTS = MANGKRAK
BalasHapusMALAYDESH has several Chinese Belt and Road Initiative projects under construction, including the East Coast Rail Line, Kuantan Port Expansion, Green TechNOLogy Park in Pahang, Forest City, Robotic Future City, and Samalaju Industrial Park Steel Complex
(Sumber: Laporan Analisis Ekonomi Makro & Investigasi Proyek BRI)
--------------------------------
US DEPARTEMENT OF JUSTICE =
1. ONE OF THE WORLD'S GREATEST FINANCIAL SCANDALS
2. LARGEST KLEPTOCRACY CASE TO DATE
Although it began in MALAYDESH , the scandal's global scope implicated institutions and individuals in politics, banking, and entertainment, and led to criminal investigations in a number of nations. The 1MDB scandal has been described as "one of the world's greatest financial scandals" and declared by the United States Department of Justice as the "largest kleptocracy case to date"
.(Sumber: Dokumen Resmi Investigasi Hukum US DOJ)
--------------------------------
SCANDALS = NOw and then, by exception, scandals spill out into the public domain, like Bumiputera MALAYDESH Finance 1982, Bank Negara’s FX losses in the 1980s and 1990s, the Scorpene submarines of 2002, the National Feedlot scandal – “cowgate” – of 2012, 1MDB, and the latest LCS naval procurement. But these are just the tip of the iceberg of systematic pilferage. It has become the institutional NOrm.
(Sumber: Laporan Tata Kelola Pemerintahan & Media Investigasi)
--------------------------------
PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALAYDESH
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BEBAN SUBSIDI 23,9%
PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
--------------------------------------------
BEBAN SUBSIDI
Pemerintah Malaydesh harus mengalokasikan sekitar 23,3% hingga 23,9% dari total seluruh pendapatan negaranya hanya untuk membayar rekor anggaran subsidi yang menyentuh RM80 miliar. Jika dihitung berdasarkan struktur pengeluaran, dana subsidi ini memakan porsi sekitar 17% hingga 19% dari total seluruh belanja negara, atau setara dengan 23,6% dari khusus anggaran operasional (Belanja Mengurus).
--------------------------------------------
PENDAPATAN NEGARA (HASIL KERAJAAN)
RM334,1 Miliar: Estimasi total pendapatan pemerintah Malaydesh.
-
75,8% Sumber Pendapatan: Berasal dari sektor pajak (pajak penghasilan individu dan perusahaan).
-
24,2% Sektor Non-Pajak: Berasal dari royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan lainnya.
-
RM343,1 Miliar: Target proyeksi pendapatan negara.
--------------------------------------------
TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah Malaydesh.
-
RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
-
RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
--------------------------------------------
MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALAYDESH BERUTANG?
BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
Hal ini membuat pemerintah Malaydesh sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
-
Defisit Anggaran Kronis
Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
TOTAL AKUMULASI PHK NASIONAL
BalasHapus38.953 Orang: Total jumlah pekerja di Malaydesh yang terkena PHK dalam lima bulan pertama (Januari hingga Mei).
-
TREN ANGKA PHK BULANAn
Data bulanan menunjukkan dinamika pergerakan angka PHK yang fluktuatif sejak awal tahun:
Januari: 10.658 hingga 10.700 orang terkena PHK (puncak tertinggi akibat restrukturisasi awal tahun).
Februari: 7.512 orang kehilangan pekerjaan.
Maret: 5.855 orang kehilangan pekerjaan (titik terendah di awal tahun).
April: 7.057 orang terkena PHK (mengalami lonjakan sebesar 21% dibanding bulan Maret)
--------------------------------------------
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
FAKTA : USD 20 MILLIAR/SHOPPING versus USD 4,5 MILLIAR/LEASING
BalasHapus-
1. INDONESIA 🇮🇩
Anggaran: Rp335,2 triliun (~USD 20 miliar) | Naik 37% dari 2025.
Sumber: CNBC Indonesia - Anggaran Pertahanan RI Loncat ke Rp335 T.
-
2. SINGAPURA 🇸🇬
Anggaran: SGD 24,9 miliar (~USD 19,5–20 miliar) | 3–4% dari PDB.
Sumber: Bloomberg - Singapore Projects Nearly $20 Billion Defense Spend.
-
3. VIETNAM 🇻🇳
Anggaran: USD 6–7 miliar (Estimasi) | Target USD 10,2 miliar (2029).
Sumber: Data indeks militer regional Lowy Institute Asia Power Index.
-
4. THAILAND 🇹🇭
Anggaran: 204.434 juta Baht (~USD 5,7 miliar).
Sumber: Laporan belanja sektor publik Lowy Institute - Military Expenditure.
-
5. FILIPINA 🇵🇭
Anggaran: PHP 295–299 miliar (~USD 5,2 miliar) | Naik 16% dari 2025.
Sumber: Dokumen resmi Department of Budget and Management (DBM) Philippines.
-
6. MALONSIA 🇲🇾
Anggaran: RM 21,74 miIiar (~USD 4,5–4,7 miliar).
Sumber: The Sun Malonsia - Budget: Over RM21 billion allocated to boost national security.
--------------------------------------------
INDONESIA=
MRCA GEN 5 GEN4.5✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
PDB PPP 4X MALAYSEWA✔️
PDB NOMINAL 4X MALAYSEWA✔️
--------------------------------------------
KAYA .....
DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
1 KAPAL INDUK GARILBADI/SRI WIJAYA
2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
4 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia
1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL
42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
6 Jet Tempur T50 dari Korsel
2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
13 Radar GCI dari Thales Perancis
12 Radar Retia dari Retia
3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
22 Helikopter Blackhawk dari AS
12 Drone Anka dari Turkiye
60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
=============
=============
BUKTI IQ SUPER MALONTOLOL= MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP❌
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
-
• LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
-
• OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
-
• STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
-
• VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)...
--------------------------------------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
🤣BEDA KASTA BEDA LEVEL🤣
Dg budget segitu jgn bermimpi punya kapal induk. Semoga bisa persenjatai lcs
BalasHapusMALONYET = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
BalasHapusTLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
-
PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
LCS = BANNED NSM
LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
LEKIU = EXO B2 EXPIRED
KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
========================
========================
Welcome to in force .......
1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
2 UNIT FREEGAT ISTIF
2 UNIT SCORPENE EVOLVED
-
DAFTAR KRI BUATAN INDONESIA (2006–2026)
1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL
Total: 6 Unit
KRI Kapak (625)
KRI Panah (626)
KRI Kerambit (627)
KRI Sampari (628)
KRI Tombak (629)
KRI Halasan (630)
-
2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional
Total: 9 Unit
KRI Clurit (641)
KRI Kujang (642)
KRI Beladau (643)
KRI Alamang (644)
KRI Surik (645)
KRI Siwar (646)
KRI Parang (647)
KRI Terapang (648)
KRI Golok (688) – Trimaran Carbon Fiber
-
3. Fregat Kelas Martadinata (SIGMA 10514) – PT PAL (Joint Production Damen)
Total: 2 Unit
KRI Raden Eddy Martadinata (331)
KRI I Gusti Ngurah Rai (332)
-
4. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL
Total: 5 Unit
KRI Banjarmasin (592)
KRI Banda Aceh (593)
KRI Semarang (594)
KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo (991) – Kapal Rumah Sakit (BRS)
KRI Dr. Radjiman Wedyodiningrat (992) – Kapal Rumah Sakit (BRS)
-
5. Kapal LST (Landing Ship Tank) Kelas Teluk Bintuni – Swasta Nasional
Total: 9 Unit (Kapal angkut tank berat produksi galangan domestik seperti PT DRU, PT DKB, dll)
KRI Teluk Bintuni (520)
KRI Teluk Kendari (521)
KRI Teluk Kupang (522)
KRI Teluk Palu (523)
KRI Teluk Calang (524)
KRI Teluk Youtefa (522)
KRI Teluk Palu (523)
KRI Teluk Weda (526)
KRI Teluk Wondama (527)
-
6. Kapal Korvet – Swasta Nasional / PT PAL
Total: 4 Unit (Mengeluarkan 4 kapal Kelas Diponegoro buatan Belanda)
KRI Bung Karno (369)
KRI Bung Hatta (370)
KRI Raja Ali Fisabilillah (391)
KRI Lukas Rumkoren (392)
-
7. Kapal Logistik / BCM (Bantu Cair Minyak) – Swasta Nasional
Total: 4 Unit (KRI Dumai batal, susunan nomor lambung diperbaiki)
KRI Tarakan (905)
KRI Sungai Gerong (906)
KRI Bontang (907)
KRI Balongan (908)
-
8. Kapal Patroli Cepat (PC) – Swasta Nasional & Dalam Negeri
Total: 26 Unit (Memasukkan KRI Krait 827)
KRI Krait (827)
KRI Pari (849)
KRI Sembilang (850)
KRI Sidat (851)
KRI Cakalang (852)
KRI Tatihu (853)
KRI Layaran (854)
KRI Madidihang (855)
KRI Kurau (856)
KRI Torani (860)
KRI Lepu (861)
KRI Albakora (867)
KRI Bubara (868)
KRI Gulamah (869)
KRI Posepa (870)
KRI Escolar (871)
KRI Karotang (872)
KRI Mata Bongsang (873)
KRI Dorang (874)
KRI Bawal (875)
KRI Tuna (876)
KRI Marlin (877)
KRI Butana (878)
KRI Selar (879)
KRI Hampala (880)
KRI Lumba-Lumba (881)
-
9. Kapal Selam Kelas Nagapasa – PT PAL (ToT DSME Korsel)
Total: 1 Unit
KRI Alugoro (405)
(Catatan: KRI Nagapasa 403 & KRI Ardadedali 404 diproduksi langsung di galangan Korsel)
-
10. Kapal Pemetaan Bawah Air (BHO) – Swasta Nasional
Total: 1 Unit
KRI Pollux (935)
-
11. Produk Baru / Proyek Berjalan 2025–2026
Total: 3 Unit
KRI Balaputradewa (322) – Fregat Merah Putih pertama
KRI Belati (622) – KCR
KRI Kerambit (627) – KCR / Optimalisasi batch lanjutan
-
CSG TNI AL : CV, FREGAT, KORVET, SUBS, LOGISTIK, UCAV
-
• Flagship: 1 Unit Kapal Induk Giuseppe Garibaldi (Pusat komando C2 & pangkalan drone).
• Pengawal Permukaan (10 Fregat):
4 Fregat Merah Putih (Termasuk KRI Balaputradewa 322)
2 PPA Brawijaya Class (Patroli serbaguna)
2 Fregat Istif Class (Serang permukaan/anti-rudal)
2 Martadinata Class (Pertahanan udara/AAW)
• Bawah Air: 2 Scorpène Evolved & Kelas Nagapasa/KRI Alugoro (
• Air Wing (Gugus Udara): Drone Kızılelma (Supersonik), Drone TB3 (Maritim STOL), & Helikopter AKS Panther).
• Logistik (BCM): KRI Bontang (907) & KRI Balongan (908)
Pssttttt............... hanya dengan 1 RINGGIT sudah setara Rp4.000 KAH...KAH....KAH....
BalasHapusTAK BERHARGA guys.......
1.FOREST CITY = USD 100 BILLION
BalasHapus2. ECRL= USD 20 BILLION
3.CHINA-MALONYET QINZHOU INDUSTRIAL PARK (CMQIP) = USD 4,2 BILLION
4. MALONYET -CHINA KUANTAN INDUSTRIAL PARK (MCKIP) = USD 3,77 BILLION
5.CHINA RAILWAY ROLLING STOCK CORP’S ROLLING STOCK CENTER = USD 131 MILLION
6. 1 MDB = USD 4,5 BILLION
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
Pssttttt............... hanya dengan 1 RINGGIT sudah setara Rp4.000 KAH...KAH....KAH....
BalasHapusTAK BERHARGA guys.......
1.FOREST CITY = USD 100 BILLION
Hapus2. ECRL= USD 20 BILLION
3.CHINA-MALONYET QINZHOU INDUSTRIAL PARK (CMQIP) = USD 4,2 BILLION
4. MALONYET -CHINA KUANTAN INDUSTRIAL PARK (MCKIP) = USD 3,77 BILLION
5.CHINA RAILWAY ROLLING STOCK CORP’S ROLLING STOCK CENTER = USD 131 MILLION
6. 1 MDB = USD 4,5 BILLION
--------------------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook
BAJET $HOPPING kita 5x lipat dibanding banana🍌repablik kl😋
BalasHapuswowww...apapun bisa kita bungkus haha!😆😉😎
Kapal Selam Premium AI....& Kapal Induk haha!🤗😉🤓
1.FOREST CITY = USD 100 BILLION
BalasHapus2. ECRL= USD 20 BILLION
3.CHINA-MALONYET QINZHOU INDUSTRIAL PARK (CMQIP) = USD 4,2 BILLION
4. MALONYET -CHINA KUANTAN INDUSTRIAL PARK (MCKIP) = USD 3,77 BILLION
5.CHINA RAILWAY ROLLING STOCK CORP’S ROLLING STOCK CENTER = USD 131 MILLION
6. 1 MDB = USD 4,5 BILLION
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
BalasHapus1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
----------------------------------
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
Fakta berbicara. Warganyet hanya mampu beli kapal dan pesawat murahan. Ha ha ha
BalasHapusPARAH.................. HAHAHAHAHA
BalasHapusRupiah melemah, dampaknya terhadap beban utang negara
https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/juniartoprakoso9384/6a26ce7a34777c4210052bd2/rupiah-melemah-dampaknya-terhadap-beban-utang-negara
DITOLAK BRICS
HapusDITOLAK BRICS
DITOLAK BRICS
Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
-
DITOLAK G20
DITOLAK G20
DITOLAK G20
Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
--------------------------------
1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
-
2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
-
3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
• Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
-
4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
• Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
• Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------
MALONYET.......
KETIDAKSTABILAN POLITIK = PROCUREMENT CHAOS
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS
6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS
________________________________________
DAFTAR "PRANK" ALUTSISTA (WINDOW SHOPPING):
PRANK PAKISTAN (JF-17): Hanya sebatas minat; kesepakatan tidak pernah final.
PRANK INDIA (TEJAS): Negosiasi "lanjut" untuk ganti MiG-29; gagal terpilih/batal.
PRANK TURKI (YAVUZ/MKE): Akuisisi SPH 155mm terus ditinjau ulang tanpa hasil.
PRANK FRANCE (NEXTER): LoI diteken DSA 2016 (20 unit); nol realisasi kontrak.
PRANK INDONESIA (PT PAL): Klaim kontrak MRSS Agustus; batal terealisasi.
PRANK FRANCE (DASSAULT): Klaim bicara eksklusif 18 Rafale ($2B); beku/batal.
PRANK SLOVAKIA (EVA): Ekspektasi SPH 155mm berakhir tanpa kontrak.
PRANK CHINA (KS-1A): Janji rudal & transfer teknologi; tidak terwujud.
PRANK UN (IAG GUARDIAN): Ditolak PBB karena spek rendah; biaya tidak diganti (Sanksi).
________________________________________
HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026:
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan pasca-krisis global.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Federal.
2018: RM 1,19 Triliun – TRANSPARANSI BARU: Skandal 1MDB & Liabilitas PPP.
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan stimulus pandemi COVID-19.
2023: RM 1,53 Triliun – Warisan hutang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim.
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi Belanjawan (APBN) 2024.
2026: RM 1,79 Triliun – Target Economic Outlook 2026.
________________________________________
ANALISA SUMBER DATA:
Bloomberg & Reuters: Total hutang tembus RM 1 Triliun (Efek 1MDB).
The Edge: Akumulasi utang federal lampaui ambang batas baru.
MOF 2026: Target manajemen utang di tengah risiko fiskal tinggi.
________________________________________
INDONESIA .....
MODERNISASI TUNAI & STABIL:
KEPEMIMPINAN: Transisi stabil; tidak ada pembatalan kontrak strategis.
STATUS: LENGKAP (Rafale, F-15IDN, Scorpene Evolved).
FISKAL: Hutang 40% dari GDP; jauh di bawah limit keamanan 60%.
Kementerian Pertahanan menerima peruntukan sebanyak RM22.11 bilion menerusi Belanjawan 2027, meningkat RM361.95 juta atau 1.66 peratus berbanding tahun sebelumnya.
BalasHapus-----------
ahh pembual..🤥
faktanya bajet 2026 aje kena potong 508 juta haha!😋🍌👎
Manipulasi peniupuan
potong 508, baik cuman 360 alamakk..Singlap Jaya haha!👎🍌🤣
DITOLAK BRICS
BalasHapusDITOLAK BRICS
DITOLAK BRICS
Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
-
DITOLAK G20
DITOLAK G20
DITOLAK G20
Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
--------------------------------
1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
-
2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
-
3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
• Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
-
4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
• Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
• Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------
MALONYET.......
NSM = BANNED
NSM = BANNED
NSM = BANNED
KRISIS ALUTSISTA (LCS FAILURE):
NORWAY EXPORT BLOCKADE: Keputusan sepihak Norwegia (April 2026) melarang pengiriman rudal NSM. Kontrak dibatalkan tanpa pemberitahuan awal.
PCU MAHARAJA LELA (LCS1): Dudukan peluncur (ramps) NSM yang sudah terpasang harus DICOPOT/UNINSTALLED dari kapal. Kapal perang baru tanpa taring rudal strategis.
STRATEGIC VACUUM: Kegagalan ini menciptakan kekosongan sistem pertahanan udara dan permukaan yang fatal.
________________________________________
"CLAIM OF WEALTH = RISING DEBT BURDEN"
TOTAL BEBAN HUTANG PER KAPITA (GOVT + HOUSEHOLD):
2026: RM 94,544 (Lonjakan drastis RM 12,546 dalam setahun).
2025: RM 81,998
2024: RM 79,315
2023: RM 74,587
2022: RM 70,901
2021: RM 67,667 (Puncak pandemi).
STATUS FISKAL 2026:
GOVT DEBT-TO-GDP: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
HOUSEHOLD DEBT-TO-GDP: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
________________________________________
ANALISA PEMIMPIN (INTERNAL CRITIC):
MAHATHIR (MALAS/MISKIN): Mengkritik etnis mayoritas tetap miskin karena enggan bekerja keras dan cenderung menyalahkan pihak lain (NYT 2025, Kompas 2019).
ANWAR IBRAHIM (MISKIN/TADBIR): Menyoroti kemiskinan tegar yang menyiksa rakyat, terutama korban banjir. Menunda proyek triliunan karena masalah tata kelola (Bernama 2025, ST 2022).
________________________________________
RINCIAN DATA HUTANG 2026:
Hutang Kerajaan: RM 1,79 Triliun (Beban per orang: RM 49,196).
Hutang Isi Rumah: RM 1,65 Triliun (Beban per orang: RM 45,348).
Total Populasi: 36.385.115 Jiwa.
Status: FISCAL PARALYSIS – Beban hutang akumulatif melumpuhkan daya beli dan kemampuan belanja pertahanan.
________________________________________
INDONESIA .....
KONDISI FISKAL (CONTRAST):
GOV. DEBT: 40% OF GDP (Jauh di bawah batas 60%).
GDP: USD 1,44 TRILIUN.
STATUS: LENGKAP – Pembayaran tunai alutsista Rafale, M346FA, dan KAAN tetap berjalan stabil di tengah krisis tetangga.
Beli pesawat murahan pun hanya mampu sedikit. Tanpa persenjataannya
BalasHapusMATAWANG saja KALAH............. HAHAHAHAHA
BalasHapusRupiah Melemah, Catat Rekor Terendah terhadap Ringgit Malaysia
https://www.youtube.com/watch?v=O76zOypmeG4
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
BalasHapus2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
=============
=============
INDONESIA
(Note: The safety threshold of 60%)
-
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
📛NOT PAID = belum bayar...pantesan NSM Kensel haha!❌️👎😂
BalasHapusSenua vl-mika, torpedo, sonar GHOIB..KOSONK
Ini kata jabatan audit sampe 2035 haha!👻😶🌫️🤥
BUKTI EKONOMI SUPER MALONYET = DEFISIT
BalasHapus----------------------------------
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
-
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------------------
PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BEBAN SUBSIDI 23,9%
PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
--------------------------------------------
PENDAPATAN NEGARA (HASIL KERAJAAN)
RM334,1 Miliar: Estimasi total pendapatan pemerintah MALONYET.
-
75,8% Sumber Pendapatan: Berasal dari sektor pajak (pajak penghasilan individu dan perusahaan).
-
24,2% Sektor Non-Pajak: Berasal dari royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan lainnya.
-
RM343,1 Miliar: Target proyeksi pendapatan negara.
--------------------------------------------
TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah MALONYET.
-
RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
-
RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
--------------------------------------------
MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALONYET BERUTANG?
BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
Hal ini membuat pemerintah MALONYET sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
-
Defisit Anggaran Kronis
Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
Satu-satunya jalan bagi pemerintah MALONYET untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
----------------------------------
----------------------------------
PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BEBAN SUBSIDI 23,9%
PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
--------------------------------------------
PENDAPATAN NEGARA:
Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
-
TOTAL PENGELUARAN:
Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
-
ALOKASI BELANJA:
Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
-
ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
-
DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
-
PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.
Dg budget segitu dapat kapal downgrade dari turki tanpa torpedo. Ha ha ha ha
BalasHapusPARAH.................. RAKYAT SIAP SIAP DIPERAS..............HAHAHAHAHA
BalasHapusRupiah melemah, dampaknya terhadap beban utang negara
https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/juniartoprakoso9384/6a26ce7a34777c4210052bd2/rupiah-melemah-dampaknya-terhadap-beban-utang-negara
PARAH.................. RAKYAT SIAP SIAP DIPERAS..............HAHAHAHAHA
BalasHapusRupiah melemah, dampaknya terhadap beban utang negara
https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/juniartoprakoso9384/6a26ce7a34777c4210052bd2/rupiah-melemah-dampaknya-terhadap-beban-utang-negara
BUKTI EKONOMI SUPER MALONYET = DEFISIT
BalasHapus----------------------------------
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
-
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------------------
PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BEBAN SUBSIDI 23,9%
PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
--------------------------------------------
PENDAPATAN NEGARA (HASIL KERAJAAN)
RM334,1 Miliar: Estimasi total pendapatan pemerintah MALONYET.
-
75,8% Sumber Pendapatan: Berasal dari sektor pajak (pajak penghasilan individu dan perusahaan).
-
24,2% Sektor Non-Pajak: Berasal dari royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan lainnya.
-
RM343,1 Miliar: Target proyeksi pendapatan negara.
--------------------------------------------
TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah MALONYET.
-
RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
-
RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
--------------------------------------------
MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALONYET BERUTANG?
BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
Hal ini membuat pemerintah MALONYET sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
-
Defisit Anggaran Kronis
Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
Satu-satunya jalan bagi pemerintah MALONYET untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
----------------------------------
----------------------------------
PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BEBAN SUBSIDI 23,9%
PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
--------------------------------------------
PENDAPATAN NEGARA:
Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
-
TOTAL PENGELUARAN:
Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
-
ALOKASI BELANJA:
Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
-
ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
-
DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
-
PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.
BUKTI EKONOMI SUPER MALONYET = DEFISIT
BalasHapus----------------------------------
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
-
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
GORILLA MEMBUAL.... lah ternyata MEMADAM KEBAKARAN saja GAGAL..... LEMAH.... HAHAHAHAHHAHA
BalasHapusBUKTI EKONOMI SUPER MALONYET = DEFISIT
Hapus----------------------------------
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
-
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD
GORILLA MEMBUAL.... lah ternyata MEMADAM KEBAKARAN saja GAGAL..... LEMAH.... HAHAHAHAHHAHA
BalasHapusBUKTI EKONOMI SUPER MALONYET = DEFISIT
Hapus----------------------------------
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
-
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
--------------------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
BalasHapus📛NOT PAID = belum bayar...pantesan NSM Kensel haha!❌️👎😂
Senua vl-mika, torpedo, sonar GHOIB..KOSONK
Ini kata jabatan audit sampe 2035 haha!👻😶🌫️🤥
Kalau budget sedikit jgn terlalu bermimpi shoping barang mahal. Cukup king Indonesia saya yg shoping.
BalasHapusBUKTI EKONOMI SUPER MALONYET = DEFISIT
BalasHapus----------------------------------
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
-
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
BUKTI EKONOMI SUPER MALONYET = DEFISIT
BalasHapus----------------------------------
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
-
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
--------------------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
HAHAHAHAHAHA...........
BalasHapusBI Pandang Rupiah Sudah Terlalu Lemah Alias Undervalued
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/100106/bi-pandang-rupiah-sudah-terlalu-lemah-alias-undervalued
BUKTI EKONOMI SUPER MALONYET = DEFISIT
Hapus----------------------------------
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
-
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------------------
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
HAHAHAHAHAHA...........
BalasHapusBI Pandang Rupiah Sudah Terlalu Lemah Alias Undervalued
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/100106/bi-pandang-rupiah-sudah-terlalu-lemah-alias-undervalued
USD 20 MILLIAR/SHOPPING versus USD 4,5 MILLIAR/LEASING
Hapus-
1. INDONESIA 🇮🇩
Anggaran: Rp335,2 triliun (~USD 20 miliar) | Naik 37% dari 2025.
Sumber: CNBC Indonesia - Anggaran Pertahanan RI Loncat ke Rp335 T.
-
2. SINGAPURA 🇸🇬
Anggaran: SGD 24,9 miliar (~USD 19,5–20 miliar) | 3–4% dari PDB.
Sumber: Bloomberg - Singapore Projects Nearly $20 Billion Defense Spend.
-
3. VIETNAM 🇻🇳
Anggaran: USD 6–7 miliar (Estimasi) | Target USD 10,2 miliar (2029).
Sumber: Data indeks militer regional Lowy Institute Asia Power Index.
-
4. THAILAND 🇹🇭
Anggaran: 204.434 juta Baht (~USD 5,7 miliar).
Sumber: Laporan belanja sektor publik Lowy Institute - Military Expenditure.
-
5. FILIPINA 🇵🇭
Anggaran: PHP 295–299 miliar (~USD 5,2 miliar) | Naik 16% dari 2025.
Sumber: Dokumen resmi Department of Budget and Management (DBM) Philippines.
-
6. MALONSIA 🇲🇾
Anggaran: RM 21,74 miIiar (~USD 4,5–4,7 miliar).
Sumber: The Sun Malonsia - Budget: Over RM21 billion allocated to boost national security.
--------------------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
HapusTORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
-
• Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
• Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
• Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
• Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
-------------------------------
MALONSIA.......
STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
________________________________________
BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
________________________________________
ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.
Naik tapi Batal haha!😝🤥🍌
BalasHapusbuktinya yg 2026 pun bajet potong 508 jeti haha!😋😆🍌
❌️📛❌️📛
Kementerian Kewangan Malaysia mencadangkan potongan perbelanjaan operasi sebanyak RM508 juta bagi Kementerian Pertahanan (KEMENTAH/MINDEF) dalam pelan penjimatan akibat konflik geopolitik
https://www.bharian.com.my/berita/nasional/2026/04/1539925/kementerian-perlu-potong-perbelanjaan-operasi
BAJET $HOPPING kita 5x lipat dibanding banana🍌repablik kl😋
BalasHapuswowww...apapun bisa kita bungkus haha!😆😉😎
Kapal Selam Premium AI....& Kapal Induk haha!🤗😉🤓
BUKTI EKONOMI SUPER MALONYET = DEFISIT
BalasHapus----------------------------------
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
-
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------------------
1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
6. SEWA SIMULATOR MKM
7. PESAWAT MIG GROUNDED
8. SEWA MOTOR POLIS
9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
15. NO LST
16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
17. NO TANKER
18. NO KCR
19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
20. NO SPH
21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
22. NO HELLFIRE
23. NO MPA ATR72 DELAYED
24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
27. LCS MANGKRAK KARATAN
28. OPV MANGKRAK
29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
32. RADAR GIFTED PAID USA
33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
34. SEWA VVSHORAD
35. SEWA TRUK 3 TON
36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
37. C130H DIGANTI 2045
38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
41. NO TRACKED SPH
42. SEWA SIMULATOR HELI
43. SPH CANCELLED
44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
45. NO PESAWAT COIN
46. PILATUS MK II KARATAN
47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
51. LYNX GROUNDED
52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
61. MKM BARTER PALM OIL
62. MIG29N BARTER PALM OIL
63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
64. SCORPENE BARTER PALM OIL
65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
67. FA50M BARTER PALM OIL
===================
SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
1. SEWA 28 HELI
2. SEWA L39 ITCC
3. SEWA EC120B
4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
6. SEWA HOVERCRAFT
7. SEWA AW139
8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
9. SEWA UTILITY BOAT
10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
12. SEWA MV AISHAH AIM 4
13. SEWA BMW R1250RT
14. SEWA 4x4 VECHICLE
15. SEWA VSHORAD
16. SEWA TRUCK
17. SEWA HONDA CIVIC
18. SEWA PATROL BOATS
19. SEWA OUTBOARD MOTORS
20. SEWA TRAILERS
21. SEWA SUPERBIKES
22. SEWA SIMULATOR MKM
23. SEWA 12 AW149 TUDM
24. SEWA 4 AW139 TUDM
25. SEWA 5 EC120B TUDM
26. SEWA 2 AW159 TLDM
27. SEWA 4 UH-60A TDM
28. SEWA 12 AW149 TDM
29. SEWA 4 AW139 BOMBA
30. SEWA 2 AW159 MMEA
31. SEWA 7 BELL429 POLIS
32. SEWA MOTOR POLIS
King indonesia sibuk shoping rudal khan. Jiran sebelah sibuk shoping berasdan jagung.
BalasHapusMATAWANG TAK LAKU.......jadi faham kan kenapa sebelah tu NGUTANG LENDER terussssss.......... HAHAHAHAHA
BalasHapusRupiah Jadi Valuta yang Makin Tak Berharga di Dunia
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/67235/rupiah-jadi-valuta-yang-makin-tak-berharga-di-dunia
MATAWANG TAK LAKU.......jadi faham kan kenapa sebelah tu NGUTANG LENDER terussssss.......... HAHAHAHAHA
BalasHapusRupiah Jadi Valuta yang Makin Tak Berharga di Dunia
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/67235/rupiah-jadi-valuta-yang-makin-tak-berharga-di-dunia
USD 20 MILLIAR/SHOPPING versus USD 4,5 MILLIAR/LEASING
Hapus-
1. INDONESIA 🇮🇩
Anggaran: Rp335,2 triliun (~USD 20 miliar) | Naik 37% dari 2025.
Sumber: CNBC Indonesia - Anggaran Pertahanan RI Loncat ke Rp335 T.
-
2. SINGAPURA 🇸🇬
Anggaran: SGD 24,9 miliar (~USD 19,5–20 miliar) | 3–4% dari PDB.
Sumber: Bloomberg - Singapore Projects Nearly $20 Billion Defense Spend.
-
3. VIETNAM 🇻🇳
Anggaran: USD 6–7 miliar (Estimasi) | Target USD 10,2 miliar (2029).
Sumber: Data indeks militer regional Lowy Institute Asia Power Index.
-
4. THAILAND 🇹🇭
Anggaran: 204.434 juta Baht (~USD 5,7 miliar).
Sumber: Laporan belanja sektor publik Lowy Institute - Military Expenditure.
-
5. FILIPINA 🇵🇭
Anggaran: PHP 295–299 miliar (~USD 5,2 miliar) | Naik 16% dari 2025.
Sumber: Dokumen resmi Department of Budget and Management (DBM) Philippines.
-
6. MALONSIA 🇲🇾
Anggaran: RM 21,74 miIiar (~USD 4,5–4,7 miliar).
Sumber: The Sun Malonsia - Budget: Over RM21 billion allocated to boost national security.
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
BalasHapusJUDI : PENDAPATAN NEGARA
JUARA : PORNO 1 ASIA DAN 4 DUNIA
-------------------------------
GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
SUBSIDY BURDEN: 23.9%
BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
-------------------------------
PEMECATAN PROFESOR
• Pemecatan: UIAM memecat Solehah Yaacob per 27 April 2026.
• Pencabutan gelar: Solehah dilarang memakai gelar profesor dari kampus.
• Alasan sanksi: Pemecatan dilakukan demi menjaga reputasi akademik UIAM.
• Sumber: Kasus ini dikonfirmasi oleh Malay Mail dan SCMP.
-------------------------------
KEBIJAKAN NEGARA
• Situs dewasa: Laporan Pornhub mencatat situsnya nomor 1 di Asia.
• Bak Kut Teh: Pemerintah Malaysewa menetapkannya sebagai makanan warisan negara.
• Pajak judi: LHDN merilis panduan resmi regulasi pajak perjudian.
• Kesehatan mental: Kemenkes Malaysewa merilis laporan krisis mental lewat NHMS.
-------------------------------
SKANDAL TOKOH
• Sultan Johor: Skandal asmara lama Sultan Ibrahim dengan penari Inggris (BBC).
• Sultan Kelantan: Kasus perceraian kilat Sultan Muhammad V dengan Miss Moscow (NST).
• Najib Razak: Kasus pembunuhan model Mongolia Altantuya bermotif politik (SCMP).
-------------------------------
SKANDAL SESAMA JENIS
• Azmin Ali: Skandal video intim sesama jenis dengan staf politik (Reuters).
• Anwar Ibrahim: Catatan hukum kasus sodomi I dan sodomi II (BBC).
-------------------------------
SKANDAL MILITER
• Pesta barak: Investigasi Kemenhan terkait video viral tentara bersama wanita (Kompas).
• Korupsi Panglima: Eks Panglima AD ditangkap MACC atas suap RM2,4 juta (NST).
-------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
MALONYET bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
• Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah MALONYET menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
• 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
• Penerbitan Obligasi Pemerintah:
o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
o Contoh di MALONYET: MALONYET secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti MALONYETn Government Securities (MGS) dan MALONYETn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
• Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
3. Dampak terhadap Hutang Negara:
• Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
DITOLAK BRICS
BalasHapusDITOLAK BRICS
DITOLAK BRICS
Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
-
DITOLAK G20
DITOLAK G20
DITOLAK G20
Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
--------------------------------
1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
-
2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
-
3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
• Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
-
4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
• Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
• Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------
INDONESIA .....
STATUS 2026: SUPERIOR & LENGKAP
Anggaran Pertahanan 2026: USD 20 Miliar (Rp 335,2 Triliun).
Pertumbuhan: Melonjak 37% dari tahun sebelumnya.
Status SIPRI 2024-2025: LENGKAP (Transfer alutsista aktif).
Daftar Belanja Alutsista Utama:
42 Jet Rafale F-4 (Prancis).
F-15IDN (USA).
Kapal Selam Scorpene Evolved (Full Li-Ion Battery).
Kapal Perang PPA-L-Plus & Frigat Merah Putih.
Drone Tempur Anka-S (Turki).
Rudal Balistik Khan & Bora.
Kesehatan Fiskal:
GDP: USD 1,44 Triliun.
Hutang Pemerintah: 40% dari GDP (Jauh di bawah limit 60%).
HUtang Household: 16% dari GDP.
Defisit: 2,9%.
Kekuatan Militer: Doktrin Pertahanan Total dengan integrasi teknologi tinggi.
________________________________________
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KRISIS & MISKIN
Anggaran Pertahanan 2026: USD 4,7 Miliar (DIPANGKAS TOTAL).
Status SIPRI 2024-2025: KOSONG (Nol transfer senjata global).
Krisis 2026:
PHK Massal: 24.100 pekerja (Data SOCSO Januari 2026).
Freeze Procurement: Pembekuan seluruh kontrak akibat skandal suap pejabat senior.
Cut Budget: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional karena krisis finansial.
Kegagalan Alutsista (Daftar Prank):
NSM BANNED: Rudal NSM dilarang ekspor oleh Norwegia; dudukan rudal di kapal LCS harus dicopot.
F/A-18 Kuwait: Batal (4x surat resmi ditolak).
LCS Mangkrak: Proyek kapal perang karatan dan penuh cacat kabel/pipa.
Prank Global: Pembatalan minat pada Tejas (India), JF-17 (Pakistan), Yavuz (Turki), dan Rafale (Prancis).
Kesehatan Fiskal (Darurat):
GDP: USD 416,90 Miliar.
Hutang Pemerintah: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
HUtang Household: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
Defisit: 3,8% (Tidak pernah surplus sejak 1998).
Beban Hutang Per Kapita (2026): RM 94,544 per jiwa.
Sistem "Serba Sewa" (Rental Defence):
Sewa Helikopter Black Hawk & AW139 (Bukan milik sendiri).
Sewa Jet L-39 di Kanada untuk latihan pilot.
Sewa Motor Polis, Truk, dan Kapal Hidrografi.
MATAWANG TAK LAKU.......jadi faham kan kenapa sebelah tu NGUTANG LENDER terussssss.......... HAHAHAHAHA
BalasHapusRupiah Jadi Valuta yang Makin Tak Berharga di Dunia
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/67235/rupiah-jadi-valuta-yang-makin-tak-berharga-di-dunia
DITOLAK BRICS
HapusDITOLAK BRICS
DITOLAK BRICS
Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
-
DITOLAK G20
DITOLAK G20
DITOLAK G20
Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
--------------------------------
1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
-
2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
-
3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
• Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
-
4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
• Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
• Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
________________________________________
ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
Ledakan Biaya (Financial Overrun):
Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
________________________________________
MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat MALONYET menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
yang lain sibuk perang proxy,
BalasHapusKita gampang ajah...tembak Asap impor kelenger warganyet kl haha!😶🌫️🔥🤣
MATAWANG TAK LAKU.......jadi faham kan kenapa sebelah tu NGUTANG LENDER terussssss.......... HAHAHAHAHA
BalasHapusRupiah Jadi Valuta yang Makin Tak Berharga di Dunia
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/67235/rupiah-jadi-valuta-yang-makin-tak-berharga-di-dunia
BANJIR MALONYET = PEMBUNUH/GAGAL/ZALIM MALONYET
Hapus#kerajaanPembunuh
#kerajaanGagal
#kerajaanZalim
tagar KerajaanPembunuh (atau variasinya) benar-benar dipakai di media sosial saat banjir di Malondesh
-
“#KerajaanPembunuh trends on twitter as more bodies of flood victims are found” disebut bahwa warganet menggunakan #KerajaanPembunuh, #KerajaanGagal, dan #KerajaanZalim sebagai bentuk kemarahan terhadap respons pemerintah atas banjir besar.
Dalam laporan lain, saat korban tewas akibat banjir ditemukan lebih banyak
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
Kementerian Pertahanan menerima peruntukan sebanyak RM22.11 bilion menerusi Belanjawan 2027, meningkat RM361.95 juta atau 1.66 peratus berbanding tahun sebelumnya.
BalasHapus-----------
ahh pembual..🤥
faktanya bajet 2026 aje kena potong 508 juta haha!😋🍌👎
Manipulasi peniupuan
potong 508, baik cuman 360 alamakk..Singlap Jaya haha!👎🍌🤣
Malaydesh bukan level Indonesia. Mereka hanya mampu shoping barang murahan low quality
BalasHapusLCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
BalasHapusTORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
-
• Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
• Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
• Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
• Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
-------------------------------
MALONSIA.......
NSM = BANNED
NSM = BANNED
NSM = BANNED
KRISIS ALUTSISTA (LCS FAILURE):
NORWAY EXPORT BLOCKADE: Keputusan sepihak Norwegia (April 2026) melarang pengiriman rudal NSM. Kontrak dibatalkan tanpa pemberitahuan awal.
PCU MAHARAJA LELA (LCS1): Dudukan peluncur (ramps) NSM yang sudah terpasang harus DICOPOT/UNINSTALLED dari kapal. Kapal perang baru tanpa taring rudal strategis.
STRATEGIC VACUUM: Kegagalan ini menciptakan kekosongan sistem pertahanan udara dan permukaan yang fatal.
________________________________________
"CLAIM OF WEALTH = RISING DEBT BURDEN"
TOTAL BEBAN HUTANG PER KAPITA (GOVT + HOUSEHOLD):
2026: RM 94,544 (Lonjakan drastis RM 12,546 dalam setahun).
2025: RM 81,998
2024: RM 79,315
2023: RM 74,587
2022: RM 70,901
2021: RM 67,667 (Puncak pandemi).
STATUS FISKAL 2026:
GOVT DEBT-TO-GDP: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
HOUSEHOLD DEBT-TO-GDP: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
________________________________________
ANALISA PEMIMPIN (INTERNAL CRITIC):
MAHATHIR (MALAS/MISKIN): Mengkritik etnis mayoritas tetap miskin karena enggan bekerja keras dan cenderung menyalahkan pihak lain (NYT 2025, Kompas 2019).
ANWAR IBRAHIM (MISKIN/TADBIR): Menyoroti kemiskinan tegar yang menyiksa rakyat, terutama korban banjir. Menunda proyek triliunan karena masalah tata kelola (Bernama 2025, ST 2022).
________________________________________
RINCIAN DATA HUTANG 2026:
Hutang Kerajaan: RM 1,79 Triliun (Beban per orang: RM 49,196).
Hutang Isi Rumah: RM 1,65 Triliun (Beban per orang: RM 45,348).
Total Populasi: 36.385.115 Jiwa.
Status: FISCAL PARALYSIS – Beban hutang akumulatif melumpuhkan daya beli dan kemampuan belanja pertahanan.
________________________________________
INDONESIA .....
KONDISI FISKAL (CONTRAST):
GOV. DEBT: 40% OF GDP (Jauh di bawah batas 60%).
GDP: USD 1,44 TRILIUN.
STATUS: LENGKAP – Pembayaran tunai alutsista Rafale, M346FA, dan KAAN tetap berjalan stabil di tengah krisis tetangga.
yang lain sibuk perang proxy,
BalasHapusKita gampang ajah...tembak Asap impor kelenger warganyet kl haha!😶🌫️🔥🤣
LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
BalasHapusTORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
-
• Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
• Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
• Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
• Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
-------------------------------
MALONSIA.......
KETIDAKSTABILAN POLITIK = PROCUREMENT CHAOS
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS
6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS
________________________________________
DAFTAR "PRANK" ALUTSISTA (WINDOW SHOPPING):
PRANK PAKISTAN (JF-17): Hanya sebatas minat; kesepakatan tidak pernah final.
PRANK INDIA (TEJAS): Negosiasi "lanjut" untuk ganti MiG-29; gagal terpilih/batal.
PRANK TURKI (YAVUZ/MKE): Akuisisi SPH 155mm terus ditinjau ulang tanpa hasil.
PRANK FRANCE (NEXTER): LoI diteken DSA 2016 (20 unit); nol realisasi kontrak.
PRANK INDONESIA (PT PAL): Klaim kontrak MRSS Agustus; batal terealisasi.
PRANK FRANCE (DASSAULT): Klaim bicara eksklusif 18 Rafale ($2B); beku/batal.
PRANK SLOVAKIA (EVA): Ekspektasi SPH 155mm berakhir tanpa kontrak.
PRANK CHINA (KS-1A): Janji rudal & transfer teknologi; tidak terwujud.
PRANK UN (IAG GUARDIAN): Ditolak PBB karena spek rendah; biaya tidak diganti (Sanksi).
________________________________________
HUTANG & LIABILITAS MALONSIA 2010–2026:
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan pasca-krisis global.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Federal.
2018: RM 1,19 Triliun – TRANSPARANSI BARU: Skandal 1MDB & Liabilitas PPP.
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan stimulus pandemi COVID-19.
2023: RM 1,53 Triliun – Warisan hutang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim.
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi Belanjawan (APBN) 2024.
2026: RM 1,79 Triliun – Target Economic Outlook 2026.
________________________________________
ANALISA SUMBER DATA:
Bloomberg & Reuters: Total hutang tembus RM 1 Triliun (Efek 1MDB).
The Edge: Akumulasi utang federal lampaui ambang batas baru.
MOF 2026: Target manajemen utang di tengah risiko fiskal tinggi.
________________________________________
INDONESIA .....
MODERNISASI TUNAI & STABIL:
KEPEMIMPINAN: Transisi stabil; tidak ada pembatalan kontrak strategis.
STATUS: LENGKAP (Rafale, F-15IDN, Scorpene Evolved).
FISKAL: Hutang 40% dari GDP; jauh di bawah limit keamanan 60%.
Kalau di MALAYSIA ni tiada siapa mau Rupiah...Nilai terlalu RENDAH....HAHAHAHAHA
BalasHapusUSD 20 MILLIAR/SHOPPING versus USD 4,5 MILLIAR/LEASING
Hapus-
1. INDONESIA 🇮🇩
Anggaran: Rp335,2 triliun (~USD 20 miliar) | Naik 37% dari 2025.
Sumber: CNBC Indonesia - Anggaran Pertahanan RI Loncat ke Rp335 T.
-
2. SINGAPURA 🇸🇬
Anggaran: SGD 24,9 miliar (~USD 19,5–20 miliar) | 3–4% dari PDB.
Sumber: Bloomberg - Singapore Projects Nearly $20 Billion Defense Spend.
-
3. VIETNAM 🇻🇳
Anggaran: USD 6–7 miliar (Estimasi) | Target USD 10,2 miliar (2029).
Sumber: Data indeks militer regional Lowy Institute Asia Power Index.
-
4. THAILAND 🇹🇭
Anggaran: 204.434 juta Baht (~USD 5,7 miliar).
Sumber: Laporan belanja sektor publik Lowy Institute - Military Expenditure.
-
5. FILIPINA 🇵🇭
Anggaran: PHP 295–299 miliar (~USD 5,2 miliar) | Naik 16% dari 2025.
Sumber: Dokumen resmi Department of Budget and Management (DBM) Philippines.
-
6. MALONSIA 🇲🇾
Anggaran: RM 21,74 miIiar (~USD 4,5–4,7 miliar).
Sumber: The Sun Malonsia - Budget: Over RM21 billion allocated to boost national security.
--------------------------------------------
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
-
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
USD 20 MILLIAR/SHOPPING versus USD 4,5 MILLIAR/LEASING
Hapus-
1. INDONESIA 🇮🇩
Anggaran: Rp335,2 triliun (~USD 20 miliar) | Naik 37% dari 2025.
Sumber: CNBC Indonesia - Anggaran Pertahanan RI Loncat ke Rp335 T.
-
2. SINGAPURA 🇸🇬
Anggaran: SGD 24,9 miliar (~USD 19,5–20 miliar) | 3–4% dari PDB.
Sumber: Bloomberg - Singapore Projects Nearly $20 Billion Defense Spend.
-
3. VIETNAM 🇻🇳
Anggaran: USD 6–7 miliar (Estimasi) | Target USD 10,2 miliar (2029).
Sumber: Data indeks militer regional Lowy Institute Asia Power Index.
-
4. THAILAND 🇹🇭
Anggaran: 204.434 juta Baht (~USD 5,7 miliar).
Sumber: Laporan belanja sektor publik Lowy Institute - Military Expenditure.
-
5. FILIPINA 🇵🇭
Anggaran: PHP 295–299 miliar (~USD 5,2 miliar) | Naik 16% dari 2025.
Sumber: Dokumen resmi Department of Budget and Management (DBM) Philippines.
-
6. MALONSIA 🇲🇾
Anggaran: RM 21,74 miIiar (~USD 4,5–4,7 miliar).
Sumber: The Sun Malonsia - Budget: Over RM21 billion allocated to boost national security.
--------------------------------------------
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
-
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
Kalau di MALAYSIA ni tiada siapa mau Rupiah...Nilai terlalu RENDAH....HAHAHAHAHA
BalasHapusUSD 20 MILLIAR/SHOPPING versus USD 4,5 MILLIAR/LEASING
Hapus-
1. INDONESIA 🇮🇩
Anggaran: Rp335,2 triliun (~USD 20 miliar) | Naik 37% dari 2025.
Sumber: CNBC Indonesia - Anggaran Pertahanan RI Loncat ke Rp335 T.
-
2. SINGAPURA 🇸🇬
Anggaran: SGD 24,9 miliar (~USD 19,5–20 miliar) | 3–4% dari PDB.
Sumber: Bloomberg - Singapore Projects Nearly $20 Billion Defense Spend.
-
3. VIETNAM 🇻🇳
Anggaran: USD 6–7 miliar (Estimasi) | Target USD 10,2 miliar (2029).
Sumber: Data indeks militer regional Lowy Institute Asia Power Index.
-
4. THAILAND 🇹🇭
Anggaran: 204.434 juta Baht (~USD 5,7 miliar).
Sumber: Laporan belanja sektor publik Lowy Institute - Military Expenditure.
-
5. FILIPINA 🇵🇭
Anggaran: PHP 295–299 miliar (~USD 5,2 miliar) | Naik 16% dari 2025.
Sumber: Dokumen resmi Department of Budget and Management (DBM) Philippines.
-
6. MALONSIA 🇲🇾
Anggaran: RM 21,74 miIiar (~USD 4,5–4,7 miliar).
Sumber: The Sun Malonsia - Budget: Over RM21 billion allocated to boost national security.
--------------------------------------------
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
-
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
USD 20 MILLIAR/SHOPPING versus USD 4,5 MILLIAR/LEASING
Hapus-
1. INDONESIA 🇮🇩
Anggaran: Rp335,2 triliun (~USD 20 miliar) | Naik 37% dari 2025.
Sumber: CNBC Indonesia - Anggaran Pertahanan RI Loncat ke Rp335 T.
-
2. SINGAPURA 🇸🇬
Anggaran: SGD 24,9 miliar (~USD 19,5–20 miliar) | 3–4% dari PDB.
Sumber: Bloomberg - Singapore Projects Nearly $20 Billion Defense Spend.
-
3. VIETNAM 🇻🇳
Anggaran: USD 6–7 miliar (Estimasi) | Target USD 10,2 miliar (2029).
Sumber: Data indeks militer regional Lowy Institute Asia Power Index.
-
4. THAILAND 🇹🇭
Anggaran: 204.434 juta Baht (~USD 5,7 miliar).
Sumber: Laporan belanja sektor publik Lowy Institute - Military Expenditure.
-
5. FILIPINA 🇵🇭
Anggaran: PHP 295–299 miliar (~USD 5,2 miliar) | Naik 16% dari 2025.
Sumber: Dokumen resmi Department of Budget and Management (DBM) Philippines.
-
6. MALONSIA 🇲🇾
Anggaran: RM 21,74 miIiar (~USD 4,5–4,7 miliar).
Sumber: The Sun Malonsia - Budget: Over RM21 billion allocated to boost national security.
--------------------------------------------
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
BAYAR BUNGA/FAEDAH
-
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
2027 = 2,4x LIPAT LON ......
BalasHapus2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
-
INDONESIA = Rp189 TRILIUN
Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
====================
====================
MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
• Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
• Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
--------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------
Kronologi Kegagalan Kontrak MALAYSEWA (Timeline "Prank")
2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk).
2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB).
2024-2025: Sewa Black Hawk (Unit tidak kunjung tiba).
2026: Jet F/A-18 Hornet Kuwait (RESMI BATAL).
2026: Pembekuan Total seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim.
-
Perbandingan Skala Ekonomi (PDB 2026)
Kesenjangan finansial yang menghambat modernisasi militer:
PDB PPP (Daya Beli Riil):
Indonesia: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia)
MALAYSEWA: US$ 1,34 Triliun
Rasio: Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar.
PDB Nominal (Nilai Pasar):
Indonesia: US$ 1,69 Triliun
MALAYSEWA: US$ 0,46 Triliun
Rasio: Indonesia 3,67 kali lipat lebih besar.
kahsiyan amat negri🎰kasino semenanjung kl haha!😋🍌🤥
BalasHapus2026
❌️Batal Hornet Kuwaiti
❌️Batal NSM
❌️Batal serahkan gowing lcs
❌️Batal Juara FIFA ASEAN CUP
besok apa lagiiii?
2027 = 2,4x LIPAT LON ......
BalasHapus2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
-
INDONESIA = Rp189 TRILIUN
Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
====================
====================
MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
• Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
• Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
--------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------
Kronologi Kegagalan Kontrak MALAYSEWA (Timeline "Prank")
2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk).
2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB).
2024-2025: Sewa Black Hawk (Unit tidak kunjung tiba).
2026: Jet F/A-18 Hornet Kuwait (RESMI BATAL).
2026: Pembekuan Total seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim.
-
Perbandingan Skala Ekonomi (PDB 2026)
Kesenjangan finansial yang menghambat modernisasi militer:
PDB PPP (Daya Beli Riil):
Indonesia: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia)
MALAYSEWA: US$ 1,34 Triliun
Rasio: Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar.
PDB Nominal (Nilai Pasar):
Indonesia: US$ 1,69 Triliun
MALAYSEWA: US$ 0,46 Triliun
Rasio: Indonesia 3,67 kali lipat lebih besar.
2027 = 2,4x LIPAT LON ......
BalasHapus2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
-
INDONESIA = Rp189 TRILIUN
Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
====================
====================
MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
• Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
• Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
--------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------
Kronologi Kegagalan Kontrak MALAYSEWA (Timeline "Prank")
2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk).
2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB).
2024-2025: Sewa Black Hawk (Unit tidak kunjung tiba).
2026: Jet F/A-18 Hornet Kuwait (RESMI BATAL).
2026: Pembekuan Total seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim.
-
Perbandingan Skala Ekonomi (PDB 2026)
Kesenjangan finansial yang menghambat modernisasi militer:
PDB PPP (Daya Beli Riil):
Indonesia: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia)
MALAYSEWA: US$ 1,34 Triliun
Rasio: Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar.
PDB Nominal (Nilai Pasar):
Indonesia: US$ 1,69 Triliun
MALAYSEWA: US$ 0,46 Triliun
Rasio: Indonesia 3,67 kali lipat lebih besar.
Kesiyan maharajalelet sudah 13 tahun masih blm ada rudal.ha ha ha ha miskin parahhhh
BalasHapus2027 = 2,4x LIPAT LON ......
BalasHapus2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
-
INDONESIA = Rp189 TRILIUN
Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
====================
====================
MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
• Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
• Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
--------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------
Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
Perbandingan aktivitas transfer senjata internasional berdasarkan laporan terbaru:
INDONESIA (1 Lembar Penuh - Aktif): Berhasil mengamankan aset strategis:
Matra Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
Matra Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin Gas Turbin LM-2500.
Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
MALAYSEWA (Lembar Kosong - Lumpuh): Status pengadaan 6 tahun terakhir:
2020–2021: Planned (Hanya wacana).
2022: Selected Not Yet Ordered (Pilih tapi tidak beli).
2023: Not Yet Ordered (Tanpa pesanan).
2024–2025: KOSONG (Absen total dari radar SIPRI).
-
Hirarki Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
Pergeseran peringkat yang menunjukkan penurunan drastis kredibilitas pertahanan MALAYSEWA:
Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
Vietnam – Peringkat 23
Thailand – Peringkat 24
Singapura – Peringkat 29
Myanmar – Peringkat 35
Filipina – Peringkat 41
MALAYSEWA – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina & Myanmar).
2027 = 2,4x LIPAT LON ......
BalasHapus2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
-
INDONESIA = Rp189 TRILIUN
Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
====================
====================
MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
• Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
• Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
--------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------
Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
Perbandingan aktivitas transfer senjata internasional berdasarkan laporan terbaru:
INDONESIA (1 Lembar Penuh - Aktif): Berhasil mengamankan aset strategis:
Matra Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
Matra Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin Gas Turbin LM-2500.
Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
MALAYSEWA (Lembar Kosong - Lumpuh): Status pengadaan 6 tahun terakhir:
2020–2021: Planned (Hanya wacana).
2022: Selected Not Yet Ordered (Pilih tapi tidak beli).
2023: Not Yet Ordered (Tanpa pesanan).
2024–2025: KOSONG (Absen total dari radar SIPRI).
-
Hirarki Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
Pergeseran peringkat yang menunjukkan penurunan drastis kredibilitas pertahanan MALAYSEWA:
Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
Vietnam – Peringkat 23
Thailand – Peringkat 24
Singapura – Peringkat 29
Myanmar – Peringkat 35
Filipina – Peringkat 41
MALAYSEWA – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina & Myanmar).
LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
BalasHapusTORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
-
• Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
• Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
• Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
• Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
-------------------------------
INDONESIA .....
STATUS 2026: SUPERIOR & LENGKAP
Anggaran Pertahanan 2026: USD 20 Miliar (Rp 335,2 Triliun).
Pertumbuhan: Melonjak 37% dari tahun sebelumnya.
Status SIPRI 2024-2025: LENGKAP (Transfer alutsista aktif).
Daftar Belanja Alutsista Utama:
42 Jet Rafale F-4 (Prancis).
F-15IDN (USA).
Kapal Selam Scorpene Evolved (Full Li-Ion Battery).
Kapal Perang PPA-L-Plus & Frigat Merah Putih.
Drone Tempur Anka-S (Turki).
Rudal Balistik Khan & Bora.
Kesehatan Fiskal:
GDP: USD 1,44 Triliun.
Hutang Pemerintah: 40% dari GDP (Jauh di bawah limit 60%).
HUtang Household: 16% dari GDP.
Defisit: 2,9%.
Kekuatan Militer: Doktrin Pertahanan Total dengan integrasi teknologi tinggi.
________________________________________
MALONSIA.......
STATUS 2023-2026: KRISIS & MISKIN
Anggaran Pertahanan 2026: USD 4,7 Miliar (DIPANGKAS TOTAL).
Status SIPRI 2024-2025: KOSONG (Nol transfer senjata global).
Krisis 2026:
PHK Massal: 24.100 pekerja (Data SOCSO Januari 2026).
Freeze Procurement: Pembekuan seluruh kontrak akibat skandal suap pejabat senior.
Cut Budget: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional karena krisis finansial.
Kegagalan Alutsista (Daftar Prank):
NSM BANNED: Rudal NSM dilarang ekspor oleh Norwegia; dudukan rudal di kapal LCS harus dicopot.
F/A-18 Kuwait: Batal (4x surat resmi ditolak).
LCS Mangkrak: Proyek kapal perang karatan dan penuh cacat kabel/pipa.
Prank Global: Pembatalan minat pada Tejas (India), JF-17 (Pakistan), Yavuz (Turki), dan Rafale (Prancis).
Kesehatan Fiskal (Darurat):
GDP: USD 416,90 Miliar.
Hutang Pemerintah: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
HUtang Household: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
Defisit: 3,8% (Tidak pernah surplus sejak 1998).
Beban Hutang Per Kapita (2026): RM 94,544 per jiwa.
Sistem "Serba Sewa" (Rental Defence):
Sewa Helikopter Black Hawk & AW139 (Bukan milik sendiri).
Sewa Jet L-39 di Kanada untuk latihan pilot.
Sewa Motor Polis, Truk, dan Kapal Hidrografi.
Kondisi Internal: Ketidakstabilan politik (5x Ganti PM & 6x Ganti Menhan) melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
KESIMPULAN:
INDONESIA BELI TUNAI VS MALONSIA SERBA SEWA KARENA HUTANG MENUMPUK.
DITOLAK BRICS
BalasHapusDITOLAK BRICS
DITOLAK BRICS
Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
-
DITOLAK G20
DITOLAK G20
DITOLAK G20
Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
--------------------------------
1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
-
2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
-
3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
• Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
-
4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
• Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
• Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO (PERKESO) mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
________________________________________
KONTRAKSI FINANSIAL PERTAHANAN (FINANCIAL CONSTRAINTS):
Alokasi Anggaran Terbatas: Belanja pertahanan hanya berkisar 1,2%–1,5% dari PDB, jauh di bawah standar regional untuk modernisasi.
Biaya Operasional vs Modernisasi: Sebagian besar anggaran habis untuk gaji, pensiun, dan biaya harian, menyisakan dana sangat minim untuk pengadaan senjata canggih atau Litbang (R&D).
Kompetisi Prioritas Domestik: Anggaran militer sering dikalahkan oleh prioritas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial.
Ketergantungan Teknologi Asing: Biaya tinggi pengadaan alutsista impor membuat MALONYET terpaksa membeli barang bekas (second-hand) atau menunda program pengadaan.
Dampak Kesiapan Strategis: Peralatan tua (kapal, pesawat, kendaraan) dipaksa beroperasi melampaui usia teknisnya; pelatihan pasukan dikurangi demi penghematan.
________________________________________
KELEMAHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
Aging Fleet (Armada Tua): Kapal utama seperti KD Kasturi dan KD Lekir berusia lebih dari 30 tahun dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas.
Skandal & Penundaan LCS: Program RM 11 miliar penuh mismanajemen dan korupsi. Hingga 2025, hanya mencapai 72% progres tanpa satu pun kapal yang siap tempur.
Struktur Armada Terfragmentasi: Terlalu banyak kelas kapal yang berbeda menyebabkan logistik, pelatihan, dan perawatan menjadi sangat tidak efisien dan mahal.
Lemahnya Pengawasan Maritim: Kurangnya radar jarak jauh, UAV, dan sistem deteksi kapal selam membuat zona ekonomi eksklusif (ZEE) sangat rentan terhadap infiltrasi asing.
Vulnerabilitas Strategis: Tanpa daya getar angkatan laut yang kredibel, MALONYET kehilangan pengaruh strategis di Laut Cina Selatan menghadapi asertivitas kapal-kapal asing.
DITOLAK BRICS
BalasHapusDITOLAK BRICS
DITOLAK BRICS
Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
-
DITOLAK G20
DITOLAK G20
DITOLAK G20
Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
--------------------------------
1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
-
2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
-
3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
• Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
-
4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
• Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
• Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO (PERKESO) mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
________________________________________
KONTRAKSI FINANSIAL PERTAHANAN (FINANCIAL CONSTRAINTS):
Alokasi Anggaran Terbatas: Belanja pertahanan hanya berkisar 1,2%–1,5% dari PDB, jauh di bawah standar regional untuk modernisasi.
Biaya Operasional vs Modernisasi: Sebagian besar anggaran habis untuk gaji, pensiun, dan biaya harian, menyisakan dana sangat minim untuk pengadaan senjata canggih atau Litbang (R&D).
Kompetisi Prioritas Domestik: Anggaran militer sering dikalahkan oleh prioritas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial.
Ketergantungan Teknologi Asing: Biaya tinggi pengadaan alutsista impor membuat MALONYET terpaksa membeli barang bekas (second-hand) atau menunda program pengadaan.
Dampak Kesiapan Strategis: Peralatan tua (kapal, pesawat, kendaraan) dipaksa beroperasi melampaui usia teknisnya; pelatihan pasukan dikurangi demi penghematan.
________________________________________
KELEMAHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
Aging Fleet (Armada Tua): Kapal utama seperti KD Kasturi dan KD Lekir berusia lebih dari 30 tahun dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas.
Skandal & Penundaan LCS: Program RM 11 miliar penuh mismanajemen dan korupsi. Hingga 2025, hanya mencapai 72% progres tanpa satu pun kapal yang siap tempur.
Struktur Armada Terfragmentasi: Terlalu banyak kelas kapal yang berbeda menyebabkan logistik, pelatihan, dan perawatan menjadi sangat tidak efisien dan mahal.
Lemahnya Pengawasan Maritim: Kurangnya radar jarak jauh, UAV, dan sistem deteksi kapal selam membuat zona ekonomi eksklusif (ZEE) sangat rentan terhadap infiltrasi asing.
Vulnerabilitas Strategis: Tanpa daya getar angkatan laut yang kredibel, MALONYET kehilangan pengaruh strategis di Laut Cina Selatan menghadapi asertivitas kapal-kapal asing.
DITOLAK BRICS
BalasHapusDITOLAK BRICS
DITOLAK BRICS
Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
-
DITOLAK G20
DITOLAK G20
DITOLAK G20
Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
--------------------------------
1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
-
2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
-
3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
• Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
-
4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
• Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
• Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO (PERKESO) mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
________________________________________
KONTRAKSI FINANSIAL PERTAHANAN (FINANCIAL CONSTRAINTS):
Alokasi Anggaran Terbatas: Belanja pertahanan hanya berkisar 1,2%–1,5% dari PDB, jauh di bawah standar regional untuk modernisasi.
Biaya Operasional vs Modernisasi: Sebagian besar anggaran habis untuk gaji, pensiun, dan biaya harian, menyisakan dana sangat minim untuk pengadaan senjata canggih atau Litbang (R&D).
Kompetisi Prioritas Domestik: Anggaran militer sering dikalahkan oleh prioritas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial.
Ketergantungan Teknologi Asing: Biaya tinggi pengadaan alutsista impor membuat MALONYET terpaksa membeli barang bekas (second-hand) atau menunda program pengadaan.
Dampak Kesiapan Strategis: Peralatan tua (kapal, pesawat, kendaraan) dipaksa beroperasi melampaui usia teknisnya; pelatihan pasukan dikurangi demi penghematan.
________________________________________
KELEMAHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
Aging Fleet (Armada Tua): Kapal utama seperti KD Kasturi dan KD Lekir berusia lebih dari 30 tahun dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas.
Skandal & Penundaan LCS: Program RM 11 miliar penuh mismanajemen dan korupsi. Hingga 2025, hanya mencapai 72% progres tanpa satu pun kapal yang siap tempur.
Struktur Armada Terfragmentasi: Terlalu banyak kelas kapal yang berbeda menyebabkan logistik, pelatihan, dan perawatan menjadi sangat tidak efisien dan mahal.
Lemahnya Pengawasan Maritim: Kurangnya radar jarak jauh, UAV, dan sistem deteksi kapal selam membuat zona ekonomi eksklusif (ZEE) sangat rentan terhadap infiltrasi asing.
Vulnerabilitas Strategis: Tanpa daya getar angkatan laut yang kredibel, MALONYET kehilangan pengaruh strategis di Laut Cina Selatan menghadapi asertivitas kapal-kapal asing.
USD 20 MILLIAR/SHOPPING versus USD 4,5 MILLIAR/LEASING
BalasHapus-
1. INDONESIA 🇮🇩
Anggaran: Rp335,2 triliun (~USD 20 miliar) | Naik 37% dari 2025.
Sumber: CNBC Indonesia - Anggaran Pertahanan RI Loncat ke Rp335 T.
-
2. SINGAPURA 🇸🇬
Anggaran: SGD 24,9 miliar (~USD 19,5–20 miliar) | 3–4% dari PDB.
Sumber: Bloomberg - Singapore Projects Nearly $20 Billion Defense Spend.
-
3. VIETNAM 🇻🇳
Anggaran: USD 6–7 miliar (Estimasi) | Target USD 10,2 miliar (2029).
Sumber: Data indeks militer regional Lowy Institute Asia Power Index.
-
4. THAILAND 🇹🇭
Anggaran: 204.434 juta Baht (~USD 5,7 miliar).
Sumber: Laporan belanja sektor publik Lowy Institute - Military Expenditure.
-
5. FILIPINA 🇵🇭
Anggaran: PHP 295–299 miliar (~USD 5,2 miliar) | Naik 16% dari 2025.
Sumber: Dokumen resmi Department of Budget and Management (DBM) Philippines.
-
6. MALONSIA 🇲🇾
Anggaran: RM 21,74 miIiar (~USD 4,5–4,7 miliar).
Sumber: The Sun Malonsia - Budget: Over RM21 billion allocated to boost national security.
--------------------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
BANJIR MALONYET = PEMBUNUH/GAGAL/ZALIM MALONYET
BalasHapus#kerajaanPembunuh
#kerajaanGagal
#kerajaanZalim
tagar KerajaanPembunuh (atau variasinya) benar-benar dipakai di media sosial saat banjir di Malondesh
-
“#KerajaanPembunuh trends on twitter as more bodies of flood victims are found” disebut bahwa warganet menggunakan #KerajaanPembunuh, #KerajaanGagal, dan #KerajaanZalim sebagai bentuk kemarahan terhadap respons pemerintah atas banjir besar.
Dalam laporan lain, saat korban tewas akibat banjir ditemukan lebih banyak
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574