20 Oktober 2026
Presentasi M-Link oleh G7 Aerospace kepada ATM (photos: BPP ATM)Persembahan Taklimat Pembangunan Sistem Indigeneous Malaysia Tactical Data Link kepada Angkatan Tentera Malaysia dan Lawatan Fasiliti G7 Aerospace Sdn Bhd
SEPANG – Angkatan Tentera Malaysia (ATM) telah menerima satu sesi persembahan daripada Syarikat G7 Aerospace Sdn. Bhd. (G7A) berkaitan cadangan pembangunan Indigenous Malaysian Tactical Data Link (M-Link) bagi meningkatkan keupayaan perkongsian maklumat taktikal serta kesalingoperasian antara pelbagai platform ATM. Sesi tersebut telah dipengerusikan oleh Mej Jen Omar bin Hj Dawami TUDM, Ketua Pengarah Perancang Pembangunan, MK ATM – BPP.
Sesi tersebut memberikan gambaran umum berkaitan konsep M-Link sebagai sistem Tactical Data Link (TDL) tempatan yang bertujuan mewujudkan format dan protokol data taktikal yang seragam bagi menyokong perkongsian maklumat antara pelbagai platform ATM.
Cadangan pembangunan turut menekankan usaha membangunkan ekosistem teknologi tempatan secara berperingkat bagi menyokong keperluan dan pembangunan keupayaan TDL ATM. Sesi ini turut dihadiri oleh wakil daripada perkhidmatan dan bahagian ATM, iaitu TDM, TLDM, TUDM, BGSP dan STRIDE.
Sesi tersebut turut disusuli dengan lawatan ke fasiliti G7A bagi memberi pendedahan kepada pihak ATM berhubung kemudahan, teknologi dan keupayaan yang dimiliki oleh syarikat. Secara keseluruhannya, sesi ini menjadi platform kepada ATM untuk mendapatkan maklumat awal serta meneliti potensi keupayaan G7A dalam menyokong pembangunan National Tactical Data Link (NTDL) ATM pada masa hadapan.
(BPP-ATM)


1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
BalasHapus2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
4. TIAP TAHUN = DEFISIT
5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
-
2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
-
2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
-
SUMBER BERITA RESMI:
New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
-------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
-------------------------------
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
BAYAR BUNGA/FAEDAH
-
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
--------------------------------
Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
MALAYSEWA (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALAYSEWA berubah menjadi "Negara Penyewa":
Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALAYSEWA KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
-
Beban Rakyat & Masa Depan
Beban Per Kapita: Setiap warga MALAYSEWA menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).
BANGKRUT = Utang Rumah Tangga : Mencapai 84,3% terhadap PDB
BalasHapus(Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) & Pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim)
-
BANGKRUT = Utang Pemerintah : Mencapai 70,5% terhadap PDB
(Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics & Kementerian Keuangan Malaysia)
-
TIDAK BAYR POKOK UTANG - BAYAR BUNGA/FAEDAH = Pembayaran anggaran pemerintah hanya digunakan untuk membayar bunga/biaya layanan utang, bukan untuk melunasi pokok keseluruhan
(Sumber Resmi: Pernyataan PM Anwar Ibrahim diliput oleh New Straits Times (NST), The Star, Astro Awani, dan TV3)
-
DEFISIT KRONIS 1998-2026 : Mengalami defisit anggaran selama 28 tahun berturut-turut sejak krisis moneter 1998 hingga proyeksi tahun 2026
(Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim & Analisis media ekonomi The Edge / NST)
-
BRICS : Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh, sedangkan Malaysia menjadi negara mitra dan belum lolos keanggotaan penuh karena alasan tertentu
(Sumber Resmi: Laporan resmi Pemerintah Brasil selaku Presidensi BRICS & platform info BRICS Information Sharing)
-
G20 : Malaysia dan Singapura tidak masuk dalam forum ini disebabkan oleh faktor pemenuhan skala Produk Domestik Bruto (PDB) serta jumlah populasi penduduk
(Sumber Resmi: Ketentuan profil negara anggota Sekretariat G20)
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: MISKIN & PROCUREMENT COLLAPSE
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh kementerian memangkas anggaran operasional akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK dengan puncak di Januari 2026; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi sejak 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
2025 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Tidak ada transfer senjata besar yang tercatat dalam database global.
2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Kelanjutan stagnasi modernisasi alutsista selama dua tahun berturut-turut.
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: MINDEF membatalkan secara resmi 5 tender bekalan dan infrastruktur.
________________________________________
LIMITASI STRUKTUR KEKUATAN (FORCE LIMITATIONS):
Ukuran Pasukan Kecil: Hanya memiliki ~113.000 personel aktif; sangat kontras dibandingkan Indonesia (~400.000) atau Vietnam (~600.000).
Fragmentasi Matra: Kurangnya doktrin gabungan (Joint Doctrine) dan interoperabilitas antara Darat, Laut, dan Udara.
Lemahnya Proyeksi Kekuatan: Tidak memiliki kapal induk, pembom berat, sistem rudal balistik, serta keterbatasan kapasitas pengisian bahan bakar di udara.
Ketimpangan Anggaran: Lebih dari 40% anggaran habis untuk biaya personel (gaji/pensiun), mencekik dana modernisasi (CAPEX).
Ketergantungan Impor: Industri pertahanan domestik sangat terbatas, hanya mampu untuk pemeliharaan dan kendaraan ringan.
________________________________________
KETERGANTUNGAN PADA TEKNOLOGI USANG (LEGACY PLATFORMS):
Definisi: Mengoperasikan alutsista tua yang mahal perawatannya namun terbatas secara operasional dalam perang modern.
Penyebab: Siklus pengadaan yang tertunda (LCS Mangkrak) dan strategi modernisasi yang terfragmentasi (politik).
Beban Pemeliharaan: Alutsista lama mengonsumsi anggaran besar untuk suku cadang tanpa memberikan peningkatan kapabilitas nyata.
Daftar Aset Usang (Legacy List):
MiG-29N Fulcrum: Dioperasikan sejak 1995, pensiun terlambat tanpa pengganti sepadan.
F/A-18D Hornet: Aktif sejak 1997 dalam jumlah yang sangat terbatas.
C-130 Hercules: Berasal dari era 1970-an; masih dipaksa beroperasi.
Condor APC: Kendaraan lapis baja dari tahun 1980-an yang masih digunakan angkatan darat.
Scorpene Submarine: Diperkenalkan 2009; kini mulai menua dengan jumlah armada yang tidak memadai.
FISKAL LUMPUH + PHK MASSAL + ASET KARATAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN.
KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
BalasHapus-
1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-------------------------------
1. SEWA VSHORAD
2. SEWA L39 ITCC
3. SEWA EC120B
4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
6. SEWA HOVERCRAFT
7. SEWA AW139
8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
9. SEWA UTILITY BOAT
10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
12. SEWA MV AISHAH AIM 4
13. SEWA BMW R1250RT
14. SEWA 4x4 VECHICLE
15. SEWA TRUCK
16. SEWA HONDA CIVIC
17. SEWA PATROL BOATS
18. SEWA OUTBOARD MOTORS
19. SEWA TRAILERS
20. SEWA SUPERBIKES
21. SEWA SIMULATOR MKM
22. SEWA 12 AW149 TUDM
23. SEWA 4 AW139 TUDM
24. SEWA 5 EC120B TUDM
25. SEWA 2 AW159 TLDM
26. SEWA 4 UH-60A TDM
26. SEWA 12 AW149 TDM
27. SEWA 4 AW139 BOMBA
28. SEWA 2 AW159 MMEA
29. SEWA 7 BELL429 POLIS
30. SEWA MOTOR POLIS
-------------------------------
EXCLUDING AMMO (KOSONG)
LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
(final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
-
REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
(initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
-
ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
Bisa ngontact Pikola diPlanet Namex
BalasHapus🇮🇩PT.PINDAD MENDUNIA..
BalasHapushttps://garudamiliter.blogspot.com/2026/10/pt-pindad-tandatangani-mou-dengan.html?m=1
Pret! Negara belagu..🙊🙉🙈🙊🙉🙈😠🙊🙈🙈🙊🙉🙈🙊🙉🙈
BalasHapusYa KAAN🇮🇩
BalasHapushttps://www.zonajakarta.com/internasional/67317783841/pesanan-indonesia-48-unit-setara-sekitar-sepertiga-target-kaan-turki-2035-sebagian-garapan-berpotensi-dikerjakan-di-dalam-negeri
BEDA KASTA BEDA LEVEL =
BalasHapus-------------------------------
1. Sistem Data Link & Software Tempur Militer
Sistem pertahanan berbasis Network Centric Warfare (NCW) ini diproduksi oleh industri pertahanan dalam negeri untuk mewujudkan keterpaduan antar-matra PT Len Industri (Persero).
• Link ID (LenLINK) & CTDLS: Mulai diintegrasikan secara operasional ke dalam alutsista TNI sejak tahun 2015. Teknologi ini diperkenalkan kembali secara luas dalam ekosistem holding pertahanan Defend ID sejak tahun 2022.
• NCS (Naval Combat System) Link ID: Diterapkan untuk kapal perang (seperti jenis Kapal Cepat Rudal/KCR) berbasis fondasi riset data link nasional yang matang pada tahun 2015.
• CENTRINAV: Unit distribusi navigasi ini mulai masif diintegrasikan ke sistem radar dan senjata kapal perang Indonesia dalam rangkaian program modernisasi yang berjalan sejak 2015.
• CMS (Combat Management System) Mandiri: Pengembangan CMS nasional berbasis riset lokal sebenarnya telah dirintis oleh BUMN sejak tahun 2010. Varian terbaru yang bertindak sebagai "otak" kapal perang mutakhir, yaitu CMS Mandhala Mk2, resmi dipamerkan dan diuji integrasinya pada tahun 2025–2026.
-------------------------------
2. Battle Management System (BMS) Buatan Indonesia
Battle Management System (BMS) bertindak sebagai sistem digitalisasi komando dan taktis untuk pasukan darat dan kendaraan tempur.
• BMS Ranpur & Pasukan (BMS CY-16H): Sistem manajemen tempur digital darat ini dikembangkan oleh Hariff Defense (PT Hariff Daya Tunggal Engineering).
• BMS Ranpur (Kendaraan Tempur): Mulai diadopsi secara resmi dan diinstal pada unit Kavaleri TNI Angkatan Darat (seperti pada tank MBT Leopard, Panser Anoa, Badak, dan tank medium Harimau) sejak tahun 2016.
• BMS Personnel (Prajurit): Sistem rompi taktis, CCU, dan kamera helm untuk pasukan infanteri terintegrasi diproduksi dan diuji coba dalam ekosistem tempur modern dari tahun 2016 hingga penyempurnaan di tahun 2025.
=================
=================
2026 =
SEPANG – Angkatan Tentera Malaysia (ATM) telah menerima satu sesi persembahan daripada Syarikat G7 Aerospace Sdn. Bhd. (G7A) berkaitan cadangan pembangunan Indigenous Malaysian Tactical Data Link (M-Link) bagi meningkatkan keupayaan perkongsian maklumat taktikal serta kesalingoperasian antara pelbagai platform ATM. Sesi tersebut telah dipengerusikan oleh Mej Jen Omar bin Hj Dawami TUDM, Ketua Pengarah Perancang Pembangunan, MK ATM – BPP.
G7 Aerospace Paparkan Konsep Malaysian Tactical Data Link (M-Link)
BalasHapus---------------
Ma-Link haha!🤣🤥ðŸ¤✌️