An agreement has been signed with the United States Government to purchase five MH-60R Seahawk maritime helicopters and associated systems and weapons (photo: US Navy)
The new helicopters, which will be operated by Royal New Zealand Navy aircrew and maintained by Royal New Zealand Air Force personnel, will be interoperable with Australia and partner defence forces and provide essential capabilities such as anti-surface and underwater warfare, search and rescue, transportation of personnel and supplies between ship and shore, and support maritime counter-terrorism operations.
They are also faster and can fly further from a ship which will increase the offensive and defensive capability and surveillance range of New Zealand’s frigates.
The agreement covers the purchase of helicopters which will be delivered from 2030, as well as spares, weapons and equipment. Funding has also been set aside for future infrastructure design costs and temporary infrastructure to house the aircraft at RNZAF Base Auckland in Whenuapai.
Total investment for the project is $1,648 million capital and $110 million average annual operating funding over the next 10 years.
Future investment decisions relating to this programme of work are expected to include infrastructure, training systems and complementary uncrewed aerial systems.
MH-60R Seahawk technical specifications
Manufacturer: Sikorsky Aircraft Corporation (a Lockheed Martin company)
Length: 19.76m
Max Speed: 333km/h (180kts)
Range: 963 km (520 nautical miles)
Cargo: In utility mode it can carry 1500+ kg
Crew: 3
Weapon systems: Mk 54 anti-submarine torpedo, AGM-114 Hellfire air-surface missiles, crew-served machine guns; Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS)
(NZDF)

BANGKRUT = Utang Rumah Tangga : Mencapai 84,3% terhadap PDB
BalasHapus(Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) & Pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim)
-
BANGKRUT = Utang Pemerintah : Mencapai 70,5% terhadap PDB
(Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics & Kementerian Keuangan Malaysia)
-
TIDAK BAYR POKOK UTANG - BAYAR BUNGA/FAEDAH = Pembayaran anggaran pemerintah hanya digunakan untuk membayar bunga/biaya layanan utang, bukan untuk melunasi pokok keseluruhan
(Sumber Resmi: Pernyataan PM Anwar Ibrahim diliput oleh New Straits Times (NST), The Star, Astro Awani, dan TV3)
-
DEFISIT KRONIS 1998-2026 : Mengalami defisit anggaran selama 28 tahun berturut-turut sejak krisis moneter 1998 hingga proyeksi tahun 2026
(Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim & Analisis media ekonomi The Edge / NST)
-
BRICS : Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh, sedangkan Malaysia menjadi negara mitra dan belum lolos keanggotaan penuh karena alasan tertentu
(Sumber Resmi: Laporan resmi Pemerintah Brasil selaku Presidensi BRICS & platform info BRICS Information Sharing)
-
G20 : Malaysia dan Singapura tidak masuk dalam forum ini disebabkan oleh faktor pemenuhan skala Produk Domestik Bruto (PDB) serta jumlah populasi penduduk
(Sumber Resmi: Ketentuan profil negara anggota Sekretariat G20)
--------------------------------
PT PAL INDONESIA: EKSPOR NYATA (SHIPPING 2026-2027)
Indonesia melalui PT PAL membuktikan kasta sebagai eksportir kapal perang di kawasan, sementara negara tetangga hanya mampu menandatangani MoU tanpa kontrak:
• 🇵🇭 FILIPINA (Batch 2): TARGET KIRIM 2026
o Kontrak: Juni 2022 (2 unit LPD).
o Progres: First Steel Cutting (10 Agt 2023) & Keel Laying (22 Jan 2024).
o Status: On Track untuk dikirim pada tahun 2026.
• 🇦🇪 UNI EMIRAT ARAB (UEA): TARGET KIRIM 2027
o Konstruksi: First Steel Cutting (Feb 2024) & Keel Laying (Apr 2024).
o Status: Kapal LPD raksasa dijadwalkan kirim paling lambat akhir tahun 2027.
________________________________________
MALONYET: KERAJAAN "PRANK" & "WET DREAM" (2011–2029)
Daftar janji palsu yang berakhir menjadi beban utang massal dan proyek mangkrak:
• 🚢 LPD/MRSS: WET DREAM SEJAK 2016
o Prank PT PAL: 2016 diteken MoU untuk bangun Makassar Class di galangan BNS. Realitanya ZONK.
o Status: Hanya jadi mimpi basah (Wet Dream) karena terjerat krisis kas.
• 🚢 LCS MAHARAJA LELA: PRANK 15 TAHUN
o 2011: Pengadaan tanpa tender, janji kirim 2019.
o 2025: Status Mangkrak, RM 6 Miliar habis tanpa ada kapal yang bisa menyelam.
o 2029: Target baru (Tertunda 10 tahun dari kontrak asli).
• ✈️ DAFTAR PRANK GLOBAL:
o Prank Dassault: Klaim beli 18 Rafale, akhirnya NOL.
o Prank Nexter & MKE: Klaim meriam SPH CAESAR/Yavuz, akhirnya NO PROCUREMENT.
o Prank DSME: Janji 6 Korvet, akhirnya BATAL.
________________________________________
📉 DATA FISKAL: "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT TRAP)
Klaim kemakmuran MALONYET dipatahkan oleh data utang pemerintah dan rumah tangga yang meledak melampaui batas aman (Overlimit):
• Rasio Utang Pemerintah (Statista):
o 2026-2029: Diproyeksi terus memburuk di angka 68,17% - 69,54% (Batas Aman 65%).
• Ledakan Utang Federal:
o 2024: RM 1,63 Triliun.
o 2023: RM 1,53 Triliun (84,3% terhadap PDB).
• Kasta Utang Household: BNM mengakui utang rumah tangga MALONYET adalah salah satu yang tertinggi di ASEAN, melumpuhkan daya beli rakyat.
________________________________________
🏦 JERATAN 17 KREDITUR LCS
Proyek LCS bukan sekadar mangkrak, tapi menyandera stabilitas perbankan nasional:
• Uang rakyat di 17 Kreditur (Maybank, AmBank, Affin, Kuwait Finance House, dll) tersangkut di kapal karatan.
• MISKIN: Tanpa ruang fiskal untuk belanja alutsista baru, tahun 2026 resmi FREEZES PROCUREMENT.
DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
BalasHapusGOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
JUDI : PENDAPATAN NEGARA
JUARA : PORNO 1 ASIA DAN 4 DUNIA
-------------------------------
GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
SUBSIDY BURDEN: 23.9%
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
-------------------------------
• LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2026. (Free Malaysia Today / Naval News)
• OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malaysia / Kemenlu Malaysia)
• STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
• VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
-------------------------------
PEMECATAN PROFESOR
• Kasus UIAM: Kampus resmi memecat Solehah Yaacob per 27 April 2026 dan mencabut hak penggunaan gelar profesor dari universitas tersebut. (Malay Mail / SCMP)
-------------------------------
KEBIJAKAN NEGARA
• Situs dewasa: Laporan Pornhub mencatat situsnya nomor 1 di Asia.
• Bak Kut Teh: Pemerintah Malaysewa menetapkannya sebagai makanan warisan negara.
• Pajak judi: LHDN merilis panduan resmi regulasi pajak perjudian.
• Kesehatan mental: Kemenkes Malaysewa merilis laporan krisis mental lewat NHMS.
-------------------------------
SKANDAL TOKOH & POLITIK
• Sultan Johor: Skandal asmara lama Sultan Ibrahim dengan penari asal Inggris. (BBC)
• Sultan Kelantan: Kasus perceraian kilat Sultan Muhammad V dengan mantan Miss Moscow. (NST)
• Najib Razak: Kasus pembunuhan model Mongolia, Altantuya Shaariibuu, yang bermotif politik. (SCMP)
• Azmin Ali: Skandal video intim sesama jenis dengan seorang staf politik. (Reuters)
• Anwar Ibrahim: Catatan hukum dan rekam jejak panjang terkait kasus sodomi I dan sodomi II. (BBC)
-------------------------------
SKANDAL MILITER
• Pesta barak: Investigasi Kemenhan terkait video viral aktivitas terlarang tentara bersama wanita di barak. (Kompas)
• Korupsi Panglima: Mantan Panglima AD ditangkap MACC atas dugaan suap senilai RM2,4 juta. (NST)
-------------------------------
• Strategi Plin-Plan: Diusulkan sejak awal 2000-an untuk mengganti jet MiG-29, namun tertunda lebih dari dua dekade tanpa keputusan final akibat pergantian rezim dan absennya cetak biru jangka panjang.
• Birokrasi Terfragmentasi: Pengambilan keputusan terpecah dan saling mengunci antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan, memicu kelumpuhan birokrasi pada kontrak bernilai besar.
• Tender Buram: Pengadaan didominasi tender tertutup (hanya 20–30% tender terbuka) dan dikuasai perantara purnawirawan/kroni politik, membuat proses seleksi jet (Rafale, Typhoon, Gripen) tidak transparan.
• Anggaran Tidak Pasti: Proyek berulang kali dibatalkan karena dana tersedot untuk gaji pegawai dan perawatan pangkalan. Tidak ada jaminan kepastian dana multi-tahun untuk belanja alutsista berat.
• Turun Kelas (Reaktif): Akibat krisis keuangan, fokus beralih secara reaktif dari jet tempur utama berat ke jet tempur ringan (LCA) FA-50 Korsel yang lebih murah namun kapabilitasnya terbatas.
• Kesiapan Udara Lumpuh: Penundaan masif ini menciptakan kekosongan fatal pada lini pertahanan udara, memaksa militer mutlak bergantung pada segelintir jet tempur tua F/A-18D dan Su-30MKM yang ringkih.
________________________________________
📰 Sumber Berita Resmi
• [The Military Balance - IISS]: Data rujukan global mengenai penuaan armada udara, jam terbang pilot, dan kesenjangan taktis jet tempur regional.
• [Buku Putih Pertahanan Negara - Mindef]: Dokumen kementerian mengenai evaluasi kegagalan proyek MRCA, penurunan status ke program LCA, dan restrukturisasi udara.
• [Laporan Investigasi Komite PAC Parlemen Malaydesh]: Hasil audit forensik independen
TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
BalasHapus-
• 22 April 2025
PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
-
• Mei 2025
Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
-
• Januari 2026
Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
-
• 14 Agustus 2026
Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
-
• Agustus 2026
Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
-
• September 2026
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
-
• Oktober 2026
Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
-------------------------------
Status Pengadaan Alutsista (SIPRI 2024–2026)
Vakum Total: Laporan SIPRI menunjukkan status "KOSONG" selama dua tahun berturut-turut (2024-2025).
Pembatalan F/A-18 Hornet: Kegagalan akuisisi pesawat bekas Kuwait sebanyak 4 kali, resmi dibatalkan pada Februari 2026 karena kendala logistik dan teknis.
Pembekuan Total (Procurement Freeze): Instruksi PM per Januari 2026 untuk menghentikan seluruh pengadaan militer guna investigasi suap dan korupsi sistemik.
Perbandingan Regional: Indonesia memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara MALAYSEWA setara dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nihilnya transfer senjata berat.
-
Indikator Kejatuhan Militer (GFP 2026)
Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 Dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Aset Mangkrak: Proyek Kapal LCS & OPV yang berkarat di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM) atau hilang dari gudang (48 unit Skyhawk & 2 mesin jet).
-
Spiral Hutang & Krisis Fiskal (DSR)
Jebakan Hutang (Debt-Pay-Debt): 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama.
Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit aman 65%) dan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (salah satu yang tertinggi di ASEAN).
-
Model Ekonomi "Negara Penyewa"
Aset Sewaan (32+ Item): Akibat ketiadaan kas, militer beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk helikopter (Blackhawk, AW139), pesawat latihan, hingga kendaraan operasional.
Skema Barter: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa mata uang asing.
-
NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (69% LISTRIK MALON )
BalasHapus-
📦 MALAYDESH IMPOR :
MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
📌 1. Frequent Change of Governments
• Since 2018, MALONYET has gone through five prime ministers (Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar).
• Each new administration brings in new defense ministers, new priorities, and new reviews of procurement plans.
• Defense programs often get shelved, re-tendered, or cancelled, even if already in progress.
👉 Example: The MRCA (fighter jet replacement) program was delayed repeatedly as every government pushed it aside to focus on other political promises.
________________________________________
📌 2. Short-Term Political Goals vs. Long-Term Defense Needs
• Politicians often treat the defense budget as a political tool, not a national strategy.
• Instead of investing in long-term modernization (ships, jets, systems that take 10–20 years), governments focus on populist measures like subsidies and cash transfers.
• Defense ends up being underfunded because it doesn’t bring quick electoral returns.
👉 Result: Modernization plans are written on paper (e.g., MALONYET Defence White Paper 2019) but rarely implemented.
________________________________________
📌 3. Procurement Decisions Driven by Politics
• Major defense deals are often influenced by political patronage and corruption instead of operational needs.
• Contracts are awarded to companies with political links, regardless of whether they can deliver.
👉 Example: The Littoral Combat Ship (LCS) project was handed to Boustead Naval Shipyard (linked to UMNO interests), leading to billions spent without a single ship delivered by 2025.
AMAZING....YANG GENDONG ATMACA MAU LEWAT 😎😎😎😎😎
BalasHapushttps://youtube.com/shorts/rf75Eet6_Mc?si=2YsXmG3ZLz0WPSD6
manakala sebuah negara setara ZIMBABWE....lagi Krisis minyak guys......HAHAHAHAHA
BalasHapusDaftar 11 Provinsi Krisis BBM Versi Ombudsman, Antrean Panjang hingga Kekosongan Pertalite
https://bangka.tribunnews.com/news/1699678/daftar-11-provinsi-krisis-bbm-versi-ombudsman-antrean-panjang-hingga-kekosongan-pertalite?page=all#goog_rewarded
manakala sebuah negara setara ZIMBABWE....lagi Krisis minyak guys......HAHAHAHAHA
BalasHapusDaftar 11 Provinsi Krisis BBM Versi Ombudsman, Antrean Panjang hingga Kekosongan Pertalite
https://bangka.tribunnews.com/news/1699678/daftar-11-provinsi-krisis-bbm-versi-ombudsman-antrean-panjang-hingga-kekosongan-pertalite?page=all#goog_rewarded
Semakin menghampiri....
BalasHapushttps://www.youtube.com/watch?v=zpUucTSm5Wc
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Semakin menghampiri....bakal jadi abu,
BalasHapushttps://www.youtube.com/watch?v=zpUucTSm5Wc
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Semakin menghampiri....bakal jadi abu,
BalasHapushttps://www.youtube.com/watch?v=zpUucTSm5Wc
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Kesian mereka Bro..... begini la jadinya bila AYAM BERLAGAK seperti HELANG.....HAHAHAHAHAH
HapusKesian mereka Bro..... begini la jadinya bila AYAM BERLAGAK seperti HELANG.....HAHAHAHAHAH
HapusJom bandingkan LMS BATCH 2 Vs Kri BALITA..... HAHAHAHAHAHA
BalasHapusLMS BATCH 2
1. 8 unit ATMACA (Anti kapal)
2. 16 unit KSAAM (Pertahanan udara)
3. Meriam utama 76mm
4. Meriam bantuan 30mm
5. Radar CENK 400 - 400KM
_____________________________________
Kri BALITA
1. 4 unit ATMACA (Anti kapal)
2. TIADA sistem Pertahanan udara
3. Meriam utama 40mm
4. Meriam bantuan 20mm
5. Radar CENK 200 - 100KM
Jom bandingkan LMS BATCH 2 Vs Kri BALITA..... HAHAHAHAHAHA
BalasHapusLMS BATCH 2
1. 8 unit ATMACA (Anti kapal)
2. 16 unit KSAAM (Pertahanan udara)
3. Meriam utama 76mm
4. Meriam bantuan 30mm
5. Radar CENK 400 - 400KM
_____________________________________
Kri BALITA
1. 4 unit ATMACA (Anti kapal)
2. TIADA sistem Pertahanan udara
3. Meriam utama 40mm
4. Meriam bantuan 20mm
5. Radar CENK 200 - 100KM
Jom bandingkan LMS BATCH 2 Vs Kri BALITA..... HAHAHAHAHAHA
BalasHapusLMS BATCH 2
1. 8 unit ATMACA (Anti kapal)
2. 16 unit KSAAM (Pertahanan udara)
3. Meriam utama 76mm
4. Meriam bantuan 30mm
5. Radar CENK 400 - 400KM
_____________________________________
Kri BALITA
1. 4 unit ATMACA (Anti kapal)
2. TIADA sistem Pertahanan udara
3. Meriam utama 40mm
4. Meriam bantuan 20mm
5. Radar CENK 200 - 100KM
Jom bandingkan LMS BATCH 2 Vs Kri BALITA..... HAHAHAHAHAHA
BalasHapusLMS BATCH 2
1. 8 unit ATMACA (Anti kapal)
2. 16 unit KSAAM (Pertahanan udara)
3. Meriam utama 76mm
4. Meriam bantuan 30mm
5. Radar CENK 400 - 400KM
_____________________________________
Kri BALITA
1. 4 unit ATMACA (Anti kapal)
2. TIADA sistem Pertahanan udara
3. Meriam utama 40mm
4. Meriam bantuan 20mm
5. Radar CENK 200 - 100KM
Jom bandingkan LMS BATCH 2 Vs Kri BALITA..... HAHAHAHAHAHA
BalasHapusLMS BATCH 2
1. 8 unit ATMACA (Anti kapal)
2. 16 unit KSAAM (Pertahanan udara)
3. Meriam utama 76mm
4. Meriam bantuan 30mm
5. Radar CENK 400 - 400KM
_____________________________________
Kri BALITA
1. 4 unit ATMACA (Anti kapal)
2. TIADA sistem Pertahanan udara
3. Meriam utama 40mm
4. Meriam bantuan 20mm
5. Radar CENK 200 - 100KM
Jom bandingkan LMS BATCH 2 Vs Kri BALITA..... HAHAHAHAHAHA
BalasHapusLMS BATCH 2
1. 8 unit ATMACA (Anti kapal)
2. 16 unit KSAAM (Pertahanan udara)
3. Meriam utama 76mm
4. Meriam bantuan 30mm
5. Radar CENK 400 - 400KM
_____________________________________
Kri BALITA
1. 4 unit ATMACA (Anti kapal)
2. TIADA sistem Pertahanan udara
3. Meriam utama 40mm
4. Meriam bantuan 20mm
5. Radar CENK 200 - 100KM
Bandingkan dengan kapal KCR 60 m dengan kapal 99 m LMS batch 2.. coba bandingkan dengan LMS batch 1 termenung di pojokan lu gempork....wkkwkw
HapusBandingkan Apple to Apple
Minimal sama bung Tomo class
LMS batch 2 bandingkan dengan Istif class atau KRI REM ya sudah terdiam lu gempork.
Kenapa sih nggak pintar2 nih orang.. gempork 2.. Wkwkkwk
Jom bandingkan LMS BATCH 2 Vs Kri BALITA..... HAHAHAHAHAHA
BalasHapusLMS BATCH 2
1. 8 unit ATMACA (Anti kapal)
2. 16 unit KSAAM (Pertahanan udara)
3. Meriam utama 76mm
4. Meriam bantuan 30mm
5. Radar CENK 400 - 400KM
_____________________________________
Kri BALITA
1. 4 unit ATMACA (Anti kapal)
2. TIADA sistem Pertahanan udara
3. Meriam utama 40mm
4. Meriam bantuan 20mm
5. Radar CENK 200 - 100KM