17 Oktober 2026

Australia's Defense Spending will Rise to About 3% of GDP

17 Oktober 2026

The Royal Australian Navy Fleet (photo: RAN)

MOSCOW — RIA Novosti. Australia's defense spending, calculated using NATO methodology, will increase to approximately 3% of GDP by 2033-2034, according to a report from the country's Ministry of Finance.

The NATO methodology indicator includes not only direct defense spending but also other public investments in defense, including funding for the intelligence community, infrastructure, military operations, and housing for military personnel.

"This funding will be the largest amount of defence spending in Australia's history and the highest share of GDP since the end of the Cold War," the document says.

At the same time, expenditures directly within the defense portfolio, according to the forecast, will increase from 2.1% of GDP in the 2025-2026 financial year (July 1, 2025 to June 30, 2026) to 2.5% of GDP in 2033-2034 (July 1, 2033 to June 30, 2034).

The report's authors attribute the increase in spending to the increasingly complex global strategic environment.

37 komentar:

  1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
    -
    • 22 April 2025
    PM Anawar Mengutus 22 Apr 2025: Mentan Mohamad Sabu minta pasokan beras di Jakarta [CNBC].
    -
    • Mei 2025:
    Kontrak B2B awal 2.000 ton (target 24.000 ton/tahun) [CNN].
    -
    • Jan 2026:
    Mensesneg konfirmasi permintaan ekspor saat RI swasembada [CNN, Kompasiana].
    -
    • 14 Agu 2026:
    Sepakat pasok 200.000 ton beras ke Sarawak (Rp3,4 T) [Kementan, BeritaSatu].
    -
    • Agu 2026:
    Ekspor perdana 1.000 ton beras sebagai kado HUT RI [Antara].
    -
    • Sep 2026:
    Penandatanganan MoU resmi pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Okt 2026:
    Wamentan tegaskan ekspor telah direstui Presiden Prabowo [Indonesia Emas 2045 ID].
    --------------------------------
    STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
    Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
    Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
    Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
    Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
    --------------------------------
    REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
    Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
    ---------------------------------
    πŸ“Œ 1. Overview of MALONYET ’s Local Defense Industry
    MALONYET has several state-linked defense companies like Boustead Naval Shipyard (BNS), DefTech, SME Ordnance, ATSC (Aerospace Technology Systems Corporation).
    However, compared to Singapore’s ST Engineering or Indonesia’s PT Pindad/PT PAL/PT Dirgantara, MALONYET ’s industry is:
    Small in scale
    Heavily dependent on foreign technology transfer
    Politically influenced
    Limited in R&D capacity
    ________________________________________
    πŸ“Œ 2. Structural Weaknesses
    a. Overdependence on Foreign Technology
    Local companies rarely design or develop indigenous platforms.
    Instead, they assemble or license-build:
    AV-8 Gempita → Turkish FNSS design
    LCS Gowind-class → French Naval Group design
    DefTech trucks/APCs → based on imported chassis
    This makes MALONYET vulnerable when foreign partners withdraw or when funding for ToT (Transfer of Technology) dries up.
    ________________________________________
    b. Limited R&D and Innovation
    Defense R&D budgets are tiny (well under 1% of defense spending).
    No serious indigenous aircraft, ship, or armored vehicle program has emerged.
    MALONYET lacks the ecosystem (universities + defense labs + industry partnerships) that Singapore and South Korea used to build self-reliant industries.
    ________________________________________
    c. Project Mismanagement
    Local companies given prestige projects beyond their capacity.
    Example:
    Boustead Naval Shipyard (BNS) with the RM9 billion Littoral Combat Ship (LCS) program.
    BNS failed to deliver even 1 ship by 2025, despite billions spent.
    Poor project management, design changes, and alleged corruption highlight the weakness of local capability.
    ________________________________________
    d. Small Market Size
    MALONYET ’s defense budget is low (~1% of GDP).
    Domestic orders are too small to sustain a strong local industry.
    Example: DefTech’s AV-8 Gempita → only ~250 ordered, not enough to support large-scale production.
    Without export markets, companies cannot achieve economies of scale.
    ________________________________________
    e. Political Interference
    Contracts often awarded to politically connected firms rather than those with genuine expertise.
    Results in cost overruns, low quality, and weak accountability.
    Defense industry becomes a tool for patronage, not capability.

    BalasHapus
  2. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
    -------------------------------
    Kegagalan Kebijakan & Integritas Pertahanan –
    • Korupsi Pengadaan: Militer dituduh terlibat korupsi sistemik dalam proses pengadaan alutsista.
    • Integritas Formalitas: Integrity Plan pemerintah gagal menjadi dokumen strategis dan tidak memberikan panduan nyata.
    • Komando Tanpa Etika: Komandan dikirim ke medan tugas tanpa pelatihan mitigasi korupsi yang memadai.
    • Kondisi Dinas Buruk: Militer kesulitan merekrut personel berkualitas akibat fasilitas dan kondisi layanan yang memprihatinkan.
    Krisis Alutsista & Infrastruktur –
    • Aset Antik: Mayoritas peralatan tempur darat adalah sisa pembelian tahun 1970-an hingga 1990-an.
    • Ketertinggalan Regional: Teknologi pertahanan MALONSIA tertinggal jauh di bawah standar negara-negara tetangga.
    • Infrastruktur Terbengkalai: Fasilitas pertahanan rusak parah karena pemerintah memprioritaskan anggaran untuk sektor lain.
    • R&D Lumpuh: Industri pertahanan lokal gagal dalam transfer teknologi dan penciptaan lapangan kerja produktif.
    Hambatan Politik & Fiskal –
    • Instabilitas Pemerintahan: Pergantian rezim yang sering terjadi sejak 2018 merusak kontinuitas dukungan militer.
    • Intervensi Sipil: Pemimpin politik terlalu jauh mencampuri urusan teknis pengadaan dan strategi tempur.
    • Dilema Anggaran: Pemerintah enggan memotong belanja non-militer, membiarkan anggaran pertahanan tetap kronis.
    • Kelemahan Operasional: Personel militer diidentifikasi sulit dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah di lapangan.
    Ancaman Kedaulatan & Sosial –
    • Intrusi EEZ: Lemahnya aset membuat wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (EEZ) rentan terhadap intrusi asing.
    • Ketidakseimbangan Etnis: Komposisi angkatan bersenjata sangat timpang (didominasi Bumiputera) dan kurang representatif.
    • Beban Eksternal: Kabut asap lintas batas terus merusak aktivitas ekonomi dan sosial nasional tanpa solusi nyata.
    • Selat Singapura: Ketidakmampuan menjaga keamanan maritim di jalur perdagangan internasional yang kritis bagi negara.
    Data Beban Finansial Warga 2026 –
    • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB - Overlimit).
    • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB - Overlimit).
    • Total Beban Per Warga: RM 94.544 (Akumulasi utang yang ditanggung setiap individu).

    BalasHapus
  3. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
    2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
    3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
    4. TIAP TAHUN = DEFISIT
    5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
    -
    2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
    Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
    Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
    Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
    Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
    -
    2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
    Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
    -
    SUMBER BERITA RESMI:
    New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
    Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
    -------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
    -------------------------------
    DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    -
    Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
    --------------------------------
    Dampak pada Posisi Kawasan (GFP 2026)
    Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
    Kelemahan Maritim: Absennya Korps Marinir dan armada yang menua membuat MALAYSEWA rentan dalam sengketa di Laut China Selatan (LCS).
    -
    Ringkasan Perbandingan 2026
    Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN), belanja agresif, rasio utang sehat.
    MALAYSEWA: Peringkat 42 (Papan Bawah), lembar belanja kosong, terjebak hutang dan korupsi.

    BalasHapus
  4. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
    TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
    SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
    SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
    IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
    -
    • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
    • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
    • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
    • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
    -------------------------------
    MALONSIA.......
    STATUS 2023-2026: KORUPSI SISTEMIK & MISKIN
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
    2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
    2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
    2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
    ________________________________________
    ANALISA LEMAHNYA MODERNISASI (STRUCTURAL WEAKNESS):
    Anggaran Modernisasi <10%: Dari total RM 18-20 Miliar per tahun, sebagian besar habis untuk gaji dan pensiun. Dana pengadaan sangat minim.
    Tanpa Perencanaan Jangka Panjang: Pengadaan dilakukan tahun-ke-tahun; proyek macet total jika anggaran tahun depan dipangkas (Contoh: Proyek LCS Gowind macet 10 tahun).
    Daya Beli Hancur: Ringgit depresiasi drastis terhadap USD/EUR membuat harga alutsista impor menjadi tidak terjangkau.
    Matra Udara (RMAF): MiG-29 pensiun (2015) tanpa pengganti; program MRCA ditunda terus sejak 2007; jumlah jet tempur siap tempur lebih sedikit dibanding 20 tahun lalu.
    Matra Laut (RMN): Krisis kapal kombatan permukaan; program LCS (RM 9 Miliar) nol pengiriman hingga 2025; hanya mengandalkan 2 Scorpene dengan biaya rawat mencekik.
    Matra Darat (TDM): Terfokus pada kontra-insurjensi, bukan perang modern; hanud hampir nol (hanya MANPADS); artileri ketinggalan zaman dibanding tetangga.
    ________________________________________
    SKANDAL KORUPSI & MISMANAJEMEN (CORRUPTION EXPOSED):
    Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran RM 9 Miliar disetujui 2011; RM 6 Miliar habis dibayar ke Boustead, tapi nol kapal terkirim hingga 2022. Desain diubah tanpa persetujuan AL; PAC menemukan dana disalahgunakan untuk kontrak kroni.
    Skandal Kapal Selam Scorpene: Dugaan komisi >EUR 100 Juta kepada makelar politik; terkait kasus pembunuhan Altantuya Shaariibuu. Merusak kredibilitas pertahanan internasional.
    Mark-Up AV8 Gempita: Kontrak RM 7,5 Miliar untuk 257 kendaraan; harga per unit sangat mahal (~USD 7 Juta), jauh melampaui harga IFV Barat, namun kapabilitas tidak sebanding.
    Skandal Helikopter MD530G: Pesanan 2016 (RM 321 Juta) tertunda bertahun-tahun; pengadaan suku cadang Nuri diduga digelembungkan (inflated prices) oleh firma yang memiliki koneksi politik tanpa keahlian teknis.

    BalasHapus
  5. 2027 BUDGET MILITER = 2,4x LIPAT LON ......
    2027 BUDGET MILITER = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
    -
    INDONESIA = Rp189 TRILIUN
    Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
    ====================
    ====================
    MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
    Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
    https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
    • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
    • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
    --------------------------------
    GOVERNMENT REVENUE =
    Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
    -
    TOTAL EXPENDITURE =
    Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
    -
    BUDGET ALLOCATION =
    RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
    -
    MAIN REASONS FOR BORROWING =
    REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
    Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
    --------------------------------
    CUTTING SUBSIDIES FOR =
    FUEL
    ELECTRICITY
    WATER
    EDUCATION
    HEALTH SERVICES.
    the MALAYSEWA government is raising taxes to narrow the budget deficit and improve tax collections. The government is also cutting subsidies for certain items.
    Explanation
    • The government is introducing new taxes, such as a carbon tax, inheritance tax, and a tax on unhealthy food.
    • The government is raising excise duties on sugary drinks.
    • The government is expanding the scope of the sales and service tax (SST).
    • The government is raising the minimum wage.
    • The government is cutting subsidies for fuel, electricity, water, education, and health services.
    • The government is targeting subsidies for those most in need.
    The government's goal is to reduce dependency on oil and gas revenues. The government also wants to build a more sustainable economy.
    Budget deficit
    The government's fiscal deficit is expected to narrow to 3.8% of GDP in 2025 from an estimated 4.3% in 2024. The government's medium-term goal is to cut the fiscal deficit to 3% of GDP.
    ---------------------------------
    SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000
    MALAYSEWA has experienced a number of SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000, including high public DEBT, household DEBT, and a fiscal deficit.
    Public DEBT
    • Fiscal deficit: The fiscal deficit was high during the pandemic, exceeding 6% of GDP.
    • Public DEBT to GDP ratio: In 2023, public DEBT was almost 70% of GDP, which is higher than the average of 55% in the 2010s.
    • Statutory DEBT limit: The statutory DEBT limit has been revised several times over the last three decades.
    Household DEBT
    • Household DEBT to GDP ratio: In 2007, the household DEBT to GDP ratio was 67%, up from 47% in 2000.
    • DEBT to income ratio: The ratio of DEBT to income for MALAYSEWA households has been increasing since 2000.
    • Household DEBT crisis: In 2023, household DEBT reached RM1.53 trillion, with a household DEBT-to-GDP ratio of 84.3%.

    BalasHapus
  6. Manakala INDIANESIA.... Bursa saham nya siap selevel ZIMBABWE..... WOWWW.... HEBAT... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2027 BUDGET MILITER = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 BUDGET MILITER = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------
      Status Pengadaan Alutsista SIPRI (2020–2025)
      Tren menunjukkan kegagalan total dalam merealisasikan pembelian senjata berat:
      2020–2021: Status Planned (Hanya rencana di atas kertas).
      2022: Status Selected Not Yet Ordered (Dipilih tapi tidak sanggup bayar kontrak).
      2023: Status Not Yet Ordered (Tanpa pesanan resmi).
      2024–2025: Status KOSONG (Vakum total selama 2 tahun berturut-turut).
      Realisasi Kawasan: Indonesia memimpin dengan porsi 1,5% (impor Rafale, Scorpène, PPA), sementara MALAYSEWA hanya 0,3%.
      -
      Peringkat Militer Global Firepower (GFP) 2026
      Terjadi pergeseran drastis di mana MALAYSEWA kehilangan daya gentar di ASEAN:
      Peringkat 1: Indonesia (Skor 0,2582 — Peringkat 13 Dunia).
      Peringkat 6: Filipina (Skor 0,6993 — Peringkat 41 Dunia).
      Peringkat 7: MALAYSEWA (Skor 0,7379 — Peringkat 42 Dunia).
      Catatan Strategis: Untuk pertama kalinya, MALAYSEWA resmi berada di bawah Filipina dalam kekuatan tempur riil.
      -
      Krisis Fiskal & Spiral Utang "Debt-Servicing"
      Kondisi keuangan negara yang mematikan anggaran pertahanan:
      Total Utang: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026.
      Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru digunakan hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama.
      Utang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka 85,8% dari PDB, menekan daya beli rakyat.
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze (Januari 2026) akibat korupsi sistemik dan kartel proyek.

      Hapus
    2. 2027 BUDGET MILITER = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 BUDGET MILITER = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------
      Peringkat Militer ASEAN (Global Firepower 2026)
      Terjadi pergeseran peta kekuatan di Asia Tenggara:
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN).
      Vietnam: Peringkat 23.
      Thailand: Peringkat 24.
      Singapura: Peringkat 29.
      Myanmar: Peringkat 35.
      Filipina: Peringkat 41 (Resmi menyalip MALAYSEWA).
      MALAYSEWA: Peringkat 42 (Posisi terendah dalam sejarah persaingan dengan Filipina).
      -
      Perbandingan Kekuatan Ekonomi (PDB 2026)
      Jurang pemisah (Gap) ekonomi yang melebar tajam:
      PDB PPP (Daya Beli): Indonesia ($5,69 T) vs MALAYSEWA ($1,34 T). Indonesia 4,24x lebih besar.
      PDB Nominal: Indonesia ($1,69 T) vs MALAYSEWA ($0,46 T). Indonesia 3,67x lebih besar.
      Status: Indonesia mengukuhkan posisi sebagai The Giant (Raksasa), sementara MALAYSEWA terkunci dalam status The Stagnant (Statis).
      -
      Krisis Fiskal & Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Evolusi Utang: Meningkat dari RM 407 Miliar (2010) menjadi RM 1,79 Triliun (2026).
      Beban Cicilan: 58% pinjaman baru hanya untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Utang Rumah Tangga: Mencapai 84,3% dari GDP (Sangat berisiko bagi stabilitas domestik).
      Model "Negara Penyewa": Akibat krisis kas, militer terpaksa menggunakan skema Leasing (Sewa) untuk helikopter, pesawat latihan, hingga kendaraan polisi.
      -
      Risiko Administrasi & Geopolitik
      Skandal Aset: Catatan buruk mengenai hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur.
      Reputasi Olahraga: Sanksi CAS/AFC akibat pemain naturalisasi ilegal dan kalah WO 0-3 yang membatalkan tiket Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam).
      Tekanan Internasional: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301 & IEEPA) yang mengancam sektor manufaktur dan ekspor.

      Hapus
    3. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      Transparansi & Akuntabilitas Buruk –
      • Anggaran Tertutup: Anggaran pertahanan dipublikasikan secara umum tanpa rincian mendalam (general outline).
      • Hambatan Hukum: Official Secrets Act digunakan untuk membatasi publikasi data pertahanan ke publik.
      • Lemah Pengawasan: Parlemen memiliki waktu terbatas untuk membahas anggaran, ditambah kurangnya keahlian teknis para anggota DPR.
      • Kontrol Internal: Sebagian besar kendali belanja bersifat internal di MINDEF, memicu celah penyalahgunaan wewenang.
      Krisis Aset Udara & Laut –
      • Pesawat Kedaluwarsa: Operasional Su-30MKM Flanker terancam lumpuh, sementara MiG-29 Fulcrum sudah ditarik sejak 2017 tanpa pengganti.
      • Kapal Perang Antik: Unit seperti KD Sri Perlis dan KD Sri Johor masih dipaksa bertugas meski sudah berusia sejak akhir 1960-an.
      • Masalah Teknis Submarine: Skandal KD Rahman yang tidak bisa menyelam pada 2010 menjadi simbol kegagalan teknis armada laut.
      • Ketidaksesuaian Spesifikasi: Kemenhan memilih kapal Gowind LCS (Prancis) dan mengabaikan rekomendasi AL yang meminta Sigma LCS (Belanda).
      Hambatan Fiskal & Ketidakpastian –
      • Defisit Nasional: Prioritas pemerintah pada stabilisasi ekonomi dan sosial memaksa pemotongan besar-besaran di sektor militer.
      • Instabilitas Politik: Pergantian 4 Perdana Menteri sejak 2018 menghambat kontinuitas rencana pembangunan pertahanan.
      • Beban Seperempat Abad: Anggaran pengadaan yang kecil selama 25 tahun terakhir menciptakan celah (gap) kapabilitas militer yang masif.
      • Dilema Belanja: Menghabiskan dana besar untuk merawat aset usang dianggap sebagai pemborosan anggaran negara.
      Dampak Strategis & Global –
      • Status Missspoken: Kebingungan diplomatik akibat menteri menyatakan kesepakatan dagang batal, namun diklarifikasi sebagai "salah bicara".
      • Penolakan Internasional: Terisolasi dari blok ekonomi dan politik utama dunia (BRICS, G20, FIFA) dalam periode 2018-2026.
      • Kapasitas Rendah: Militer gagal mengimbangi ancaman baru karena keterbatasan dana modernisasi dan riset domestik.
      Data Beban Finansial Warga 2026 –
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB - Overlimit).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB - Overlimit).
      • Beban Kumulatif Per Warga: RM 94.544 (Akumulasi utang publik dan domestik per kepala).

      Hapus
    4. FAKTA : ISLAM MALONYET = MENTAL DISORDER
      MAKANAN : B4B1/PORK
      GAME : JUDI
      TONTONAN : JUARA PORNO ASIA DAN DUNIA
      ========
      CLAIM ISLAMIS STATE = PORN 1 ASIA 4 WORLD
      CLAIM ISLAMIS STATE = PORN 1 ASIA 4 WORLD
      CLAIM ISLAMIS STATE = PORN 1 ASIA 4 WORLD
      In a recent survey conducted by Pornhub, MALONYET was found to be the #1 country in Asia with the most visits to porNOgraphy websites. Globally, MALONYET was ranked as the #4 country with the most visits to porNOgraphy websites.
      ========
      CLAIM ISLAMIS STATE = PORK
      CLAIM ISLAMIS STATE = PORK
      CLAIM ISLAMIS STATE = PORK
      The MALONYET government has gazetted bak kut teh, a hearty dish of pork ribs simmered in herbs and spices, as one of the country’s heritage dishes.
      ========
      CLAIM ISLAMIC STATE = IRBM HALAL
      CLAIM ISLAMIC STATE = IRBM HALAL
      CLAIM ISLAMIC STATE = IRBM HALAL
      Per the IRBM, any form of gambling winnings, whether from land-based casinos or online platforms, is deemed income and should be declared for tax purposes.
      ========
      IDENTITY CRISIS
      IDENTITY CRISIS
      IDENTITY CRISIS
      It is only in MALONYET that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      ========
      CONDOMS
      CONDOMS
      CONDOMS
      A MALONYET gynaecologist has created what he says is the world's first unisex condom that can be worn by females or males and is made from a medical grade material usually used as a dressing for injuries and wounds.
      ========
      1 IN 3 = MENTAL DISORDER
      1 IN 3 = MENTAL DISORDER
      1 IN 3 = MENTAL DISORDER
      1 in 3 people in MALONYET suffers from a mental disorder of some sort. But, unfortunately, half of those individuals have not been diagnosed. To aggravate things, most people who do not get mental health treatment may develop serious complications and even get hospitalised.
      ========
      NOT SAFE
      NOT SAFE
      NOT SAFE
      A US professor who faces backlash after a talk at Universiti Malaya (UM) slams the government and declares MALONYET is unsafe for travel.
      Portland State University Political Science professor Bruce Gilley said he left MALONYET due to safety concerns from what he described as an 'Islamo-fascist mob whipped up by the government there’.
      "I have safely departed from MALONYET , one step ahead of the Islamo-fascist mob whipped up by the government there.
      "This is not a safe country to travel to now. Updates to follow," he posted on X today
      ========
      • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2026. (Free Malonyet Today / Naval News)
      -
      • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonyet / Kemenlu Malonyet)
      -
      • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
      -
      • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
      ========
      SKANDAL HUBUNGAN ASMARA / PERNIKAHAN
      • Sultan Ibrahim & Cissie Hill: Hubungan asmara Sultan Johor-penari Inggris (1930-an). (BBC, The Mixed Museum)
      • Sultan Muhammad V & Oksana Voevodina: Perceraian kilat talak tiga dengan Miss Moscow (2019). (NST, Asia One, Kompas)
      • Najib Razak & Altantuya: Kasus pembunuhan model Mongolia bermotif politik (2006). (SCMP, Detik, Kompas)
      -
      SKANDAL SESAMA JENIS
      • Azmin Ali: Isu penyebaran video intim sesama jenis dengan staf politik (2019). (Reuters, CNA)
      • Anwar Ibrahim: Dakwaan hukum kasus sodomi I (1998) dan sodomi II (2008). (BBC, Amnesty International)

      Hapus
  7. Manakala INDIANESIA.... Bursa saham nya siap selevel ZIMBABWE..... WOWWW.... HEBAT... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------Perbandingan Status Strategis (SIPRI 2024–2025)
      Indonesia (Status Dominan): Memiliki "Daftar Belanja Penuh" mencakup aset mutakhir seperti Rafale F4, KF-21 Boramae, A400M Atlas, dan Kapal PPA. Masuk dalam daftar 40 besar importir senjata dunia (Peringkat 18).
      MALAYSEWA (Status Vakum): Laporan SIPRI menunjukkan angka KOSONG selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer alutsista berat yang terealisasi, menempatkan posisinya setara dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja.
      -
      Dikotomi Model Pengadaan (Buying vs Leasing)
      Indonesia (Buying/Pemilik): Menggunakan skema Procurement (Pembelian) yang memberikan kedaulatan penuh atas aset. Fokus pada kepemilikan teknologi generasi 4.5 ke atas.
      MALAYSEWA (Leasing/Penyewa): Akibat krisis likuiditas, militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator). Status ini menurunkan derajat militer menjadi "Military-for-Rent".
      -
      Ketimpangan Fiskal & Kapasitas Belanja
      Indonesia (Ekonomi Sehat): PDB mencapai USD 1,44 Triliun dengan rasio utang pemerintah yang terjaga di 40% (batas aman 60%). Defisit fiskal hanya 2,9%.
      MALAYSEWA (Ekonomi Kritis): Rasio utang pemerintah menembus 69% (melampaui batas limit 65%). Utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% PDB.
      Spiral Utang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan utang lama (Debt-Servicing Cycle).

      Hapus
    2. FAKTA : ISLAM MALONYET = MENTAL DISORDER
      MAKANAN : B4B1/PORK
      GAME : JUDI
      TONTONAN : JUARA PORNO ASIA DAN DUNIA
      -
      Situs Dewasa Nomor 1 ASIA Nomor 4 Dunia: Laporan statistik tahunan Pornhub Insights.
      -
      Bak Kut Teh (Pork-B4B1): Pengumuman resmi Jabatan Warisan Negara (MOTAC) Malonyet.
      -
      Pajak Judi: Panduan resmi Lembaga Hasil Dalam Negeri (LHDN / IRBM) Malonyet.
      -
      Kesehatan Mental: Laporan National Health and Morbidity Survey (NHMS) dari Kementerian Kesehatan Malonyet.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
      1998 : RM 165,4 Miliar
      1999 : RM 178,3 Miliar
      2000 : RM 192,2 Miliar
      2001 : RM 207,2 Miliar
      2002 : RM 223,3 Miliar
      2003 : RM 240,7 Miliar
      2004 : RM 259,5 Miliar
      2005 : RM 279,7 Miliar
      2006 : RM 301,5 Miliar
      2007 : RM 325,0 Miliar
      2008 : RM 350,4 Miliar
      2009 : RM 377,7 Miliar
      2010 : RM 407,1 Miliar
      2011 : RM 456,1 Miliar
      2012 : RM 501,6 Miliar
      2013 : RM 547,7 Miliar
      2014 : RM 582,8 Miliar
      2015 : RM 630,5 Miliar
      2016 : RM 648,5 Miliar
      2017 : RM 686,8 Miliar
      2018 : RM 1,19 Triliun
      2019 : RM 1,25 Triliun
      2020 : RM 1,32 Triliun
      2021 : RM 1,38 Triliun
      2022 : RM 1,45 Triliun
      2023 : RM 1,53 Triliun
      2024 : RM 1,63 Triliun
      2025 : RM 1,71 Triliun
      2026 : RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
      1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
      1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
      2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
      2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
      2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
      2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
      2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
      2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
      2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
      2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
      2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
      2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
      2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
      2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
      2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
      2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
      2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
      2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
      2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
      2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
      2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
      2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
      2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
      2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
      2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
      2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
      2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
      2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
      --------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
      2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
      1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
      1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA

      Hapus
  8. Ini konon negara mau Lawan MALAYSIA....? πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£



    Pasar Saham RI Terancam "Downgrade" Setara Zimbabwe, Kepala Bakom: Kita Amati Gejolak Pasar

    https://nasional.kompas.com/read/2026/10/16/14315091/pasar-saham-ri-terancam-downgrade-setara-zimbabwe-kepala-bakom-kita-amati

    BalasHapus
    Balasan
    1. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN MATRA & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN UDARA & LAUT (AIR & NAVAL DECLINE):
      TUDM (Udara) - Armada Tua:
      F/A-18D Hornet: Dibeli pertengahan 90-an (8 unit), kini berusia 30 tahun. Suku cadang mahal, jumlah terlalu sedikit.
      Su-30MKM: Diperoleh 2007 (18 unit), namun sering grounded akibat kelangkaan suku cadang. Kesiapan tempur sering di bawah 50%.
      MiG-29 Fulcrum: Pensiun 2017 karena biaya rawat mencekik; hingga kini TIDAK ADA PENGGANTI, menciptakan gap besar.
      C-130 & Nuri: Hercules era 70-an masih dipaksa terbang; Nuri pensiun 2019 setelah banyak kecelakaan maut tanpa pengganti cepat.
      TLDM (Laut) - Krisis Kapal Permukaan:
      Korvet Kasturi & Laksamana: Desain era 80-an, lambung kapal usang, ketahanan terbatas, dan sulit dirawat.
      Frigat Lekiu: Berusia 25 tahun, peningkatan tengah umur (MLU) terus tertunda.
      Kapal Selam Scorpene: Hanya 2 unit, biaya rawat sangat mahal, jumlah tidak cukup untuk patroli konstan.
      Fiasco LCS: 6 kapal Gowind direncanakan sejak 2011, hingga 2025 nol unit terkirim akibat skandal dan mismanajemen.
      ________________________________________
      KELEMAHAN STRUKTUR ANGKATAN DARAT (TDM):
      Struktur Cacat: Besar di personel (~80.000) tapi sangat lemah di peralatan. Masih fokus pada kontra-insurjensi era komunis, bukan perang modern.
      Kendaraan Lapis Baja Usang: Masih bergantung pada Condor & Sibmas era 80-an yang tidak tahan terhadap senjata modern/IED. AV8 Gempita hanya ada ~250 unit, terlalu sedikit untuk mengganti ribuan unit lama.
      Tank (MBT) Inferior: Hanya 48 unit PT-91M (varian T-72 Polandia). Daya tembak kalah telak dibanding Leopard 2 (Indonesia/Singapura).
      Artileri & Hanud Nihil: Bergantung pada meriam tarik (towed). Tanpa artileri roket (MLRS) dan TANPA rudal SAM jarak menengah/jauh. Sangat rentan terhadap serangan udara musuh.
      Aviation: Kehilangan Nuri (2019). Helikopter serang MD530G tertunda bertahun-tahun dan hanya operasional dalam jumlah kecil. Tanpa helikopter serang berat.

      Hapus
    2. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      Krisis Kesiapan Tempur & Latihan –
      • Defisit Pelatihan: MAF kekurangan waktu dan energi untuk melatih unit bawahan secara efektif.
      • Kelemahan Kognitif: Personel militer teridentifikasi kurang dalam keterampilan berpikir kritis dan penyelesaian masalah kompleks.
      • Gagap Bencana: Meskipun terlatih untuk tempur, personel MAF tidak memiliki pelatihan khusus untuk bantuan bencana alam.
      • Moral Tertekan: Kurangnya pendanaan pada aspek teknologi dan kesejahteraan berdampak langsung pada merosotnya morale prajurit.
      Kelumpuhan Armada Udara & Suku Cadang –
      • Efek Embargo/Sanksi: Sanksi terhadap Rusia membuat MALONSIA mustahil mendapatkan suku cadang untuk armada tempur buatan Timur.
      • Kanibalisme Aset: Suku cadang sulit didapat karena ketergantungan 100% pada impor dan minimnya aktivitas R&D domestik.
      • Grounded Massal: Jet tempur MiG-29N terpaksa dipensiunkan dini karena biaya restorasi dan perawatan yang tidak masuk akal.
      • Ketertinggalan Domain: MAF gagal mengelola operasi lintas domain (Siber & Ruang Angkasa) akibat ketiadaan aset modern.
      Skandal Kendaraan & Korupsi –
      • Administrasi Buruk: Alokasi pertahanan dikelola secara amatir, menyebabkan proyek perawatan rutin sering terbengkalai.
      • Korupsi Proyek: Keterlibatan oknum militer dalam praktik korupsi merusak integritas sistem pertahanan nasional.
      • Restorasi Gagal: Banyak aset darat dalam kondisi "tua bangka" yang membutuhkan biaya pemulihan lebih mahal dari harga baru.
      • Skandal KD Rahman: Ketidakmampuan kapal selam kebanggaan untuk menyelam pada 2010 menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan teknis.
      Ancaman Keamanan & Fiskal –
      • Risiko Konflik: Tanpa aset modern, MALONSIA terpapar ancaman internal dan konflik intensitas rendah di perbatasan.
      • Anggaran Terjepit: Pemerintah lebih memilih menunda pembelian senjata daripada memotong pengeluaran sektor non-strategis lainnya.
      • LCS Mangkrak: Pembengkakan biaya dan keterlambatan pengiriman kapal LCS membuat wilayah laut MALONSIA tanpa perlindungan memadai.
      Data Beban Finansial Rakyat 2026 –
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB - Overlimit).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB - Overlimit).
      • Total Beban Per Warga: RM 94.544 (Akumulasi beban utang per individu)

      Hapus
    3. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      Status Darurat Pengadaan 2026 –
      • MISKIN 2026: PM Anwar Ibrahim resmi membekukan (freezes) seluruh keputusan pengadaan militer dan polisi.
      • Investigasi Korupsi: Pembekuan dilakukan menyusul penggeledahan MACC terhadap perusahaan yang terlibat skandal suap proyek tentara.
      • Aset Rekening Beku: MACC membekukan 6 rekening bank milik tersangka utama dan keluarga akibat kebocoran dana.
      • MISKIN 2023: Sebelumnya, 5 tender besar (suplai, jasa, infrastruktur) telah dibatalkan (cancelled) demi hindari kebocoran.
      Klaim Cash = Faktanya Hutang Aset –
      • πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2): Hutang G2G via SSB, tenor hingga 15 tahun dengan bunga OECD CIRR.
      • πŸ‡°πŸ‡· Korsel (FA-50): Skema Hybrid, terjepit kredit KEXIM dan barter CPO 50%.
      • πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Hawk): Terikat standar UKEF, wajib setor DP 15% mengikuti National Loans Fund.
      • πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1): 100% bergantung pada Kredit Ekspor China Eximbank.
      • πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (PT-91M): Bergantung pada barter CPO 40% dan cicilan tenor 10 tahun.
      • πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class): Kredit komersial konsorsium bank dijamin oleh Euler Hermes.
      • 🏦 Skandal LCS: Terjerat hutang sindikasi 17 kreditor dengan bunga saldo menurun selama 15 tahun.
      Kekacauan Komunikasi & Diplomasi –
      • Menteri Salah Bicara: Kebingungan global saat Menteri Johari Abdul Ghani sebut perjanjian dagang AS batal, lalu dikoreksi "Missspoken".
      • Kredibilitas Nol: Pernyataan "Null and Void" ditarik kembali tanpa penjelasan, mempermalukan posisi tawar negara.
      • Isolasi Internasional: Periode 2018–2026 resmi ditolak oleh EU, UN, FIFA, UEA, BRICS, hingga G20.
      • Status Babu Kacung: Terjebak dalam pengaruh British-China sejak 1958 hingga ambang 2026.
      Data Beban Finansial Rakyat 2026 –
      • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% PDB (Overlimit batas 65%).
      • Rasio Utang Household: 84,3% PDB (Overlimit batas 65%).
      • Total Beban Per Warga: RM 94.544 (Akumulasi hutang yang harus ditanggung setiap individu).

      Hapus
  9. Ini konon negara mau Lawan MALAYSIA....? πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£



    Pasar Saham RI Terancam "Downgrade" Setara Zimbabwe, Kepala Bakom: Kita Amati Gejolak Pasar

    https://nasional.kompas.com/read/2026/10/16/14315091/pasar-saham-ri-terancam-downgrade-setara-zimbabwe-kepala-bakom-kita-amati

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2027 BUDGET MILITER = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 BUDGET MILITER = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------
      MALAYSEWA DEFICIT =
      SALES AND SERVICE TAX EXPANSION
      SUBSIDY RATIONALISATION
      A budget deficit in MALAYSEWA can lead to economic instability, financial difficulties, and increased government DEBT.
      Economic impact
      • Economic growth: Prolonged budget deficits can hinder economic growth.
      • Financial instability: Budget deficits can expose MALAYSEWA to financial instability.
      Government DEBT
      • DEBT increase: Budget deficits increase government DEBT over time.
      • Interest costs: Higher interest costs dampen economic growth.
      • Creditors: Creditors may become concerned about the government's ability to repay its DEBT.
      Fiscal consolidation
      • Subsidy rationalisation
      Rationalizing subsidies, particularly for fuel, can help reduce the fiscal deficit.
      • Sales and Service Tax (SST) expansion
      Expanding the Sales and Service Tax (SST) can help reduce the fiscal deficit.
      Budget deficit targets
      • 2025: The government targets a budget deficit of 3.8% of GDP in 2025.
      • 2026: The government aims to reduce the fiscal deficit to around 3% of GDP by 2026.
      Budget deficit and DEBT
      Budget deficits and federal government DEBT are interrelated and affect each other

      Hapus
    2. 2027 BUDGET MILITER = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 BUDGET MILITER = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------
      FOOD CRISIS
      RICE CRISIS
      Meanwhile, the minister noted that in MALAYSEWA , rice scarcity has triggered panic among members of the public as dwindling stocks led to price increases, while the cost of imported rice has placed an additional burden on the people.
      The conditions in MALAYSEWA showed that disruption in food stocks can cause social unrest. Food is not merely a basic need for the people but also a key factor in national stability,” he stressed.
      -----------
      300.000 LOST JOBS
      300.000 LOST JOBS
      300.000 LOST JOBS
      Almost 300,000 lost their jobs in the last 4 years, Dewan Rakyat told Deputy human resources minister Abdul Rahman Mohamad says various programmes have been introduced to tackle underemployment. total of 293,639 workers lost their jobs between 2020 and Sept 26, with the manufacturing sector recording the highest number of layoffs at 75,615
      --------------
      30.000 JOBS CUT PETRONAS
      30.000 JOBS CUT PETRONAS
      30.000 JOBS CUT PETRONAS
      MALAYSEWA 's state energy firm Petronas will reduce its workforce to ensure its long-term survival amid increasing challenges in the global operating environment
      --------------
      30.000 JOBS CUT GOVERMENTS
      30.000 JOBS CUT GOVERMENTS
      30.000 JOBS CUT GOVERMENTS
      The MALAYSEWA government’s decision to terminate 30,000 contract staff without a school-leaving certification has drawn backlash from the country’s public service union, which said the sudden end to long careers working for the state lacks compassion.

      Hapus
    3. GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      JUDI : PENDAPATAN NEGARA
      JUARA : PORNO 1 ASIA DAN 4 DUNIA
      -------------------------------
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      -------------------------------
      PEMECATAN PROFESOR
      • Pemecatan: UIAM memecat Solehah Yaacob per 27 April 2026.
      • Pencabutan gelar: Solehah dilarang memakai gelar profesor dari kampus.
      • Sumber: Kasus ini dikonfirmasi oleh Malay Mail dan SCMP.
      -------------------------------
      KEBIJAKAN NEGARA
      • Situs dewasa: Laporan Pornhub mencatat situsnya nomor 1 di Asia.
      • Bak Kut Teh: Pemerintah Malaysewa menetapkannya sebagai makanan warisan negara.
      • Pajak judi: LHDN merilis panduan resmi regulasi pajak perjudian.
      • Kesehatan mental: Kemenkes Malaysewa merilis laporan krisis mental lewat NHMS.
      -------------------------------
      SKANDAL TOKOH
      • Sultan Johor: Skandal asmara lama Sultan Ibrahim dengan penari Inggris (BBC).
      • Sultan Kelantan: Kasus perceraian kilat Sultan Muhammad V dengan Miss Moscow (NST).
      • Najib Razak: Kasus pembunuhan model Mongolia Altantuya bermotif politik (SCMP).
      -------------------------------
      SKANDAL SESAMA JENIS
      • Azmin Ali: Skandal video intim sesama jenis dengan staf politik (Reuters).
      • Anwar Ibrahim: Catatan hukum kasus sodomi I dan sodomi II (BBC).
      -------------------------------
      SKANDAL MILITER
      • Pesta barak: Investigasi Kemenhan terkait video viral tentara bersama wanita (Kompas).
      • Korupsi Panglima: Eks Panglima AD ditangkap MACC atas suap RM2,4 juta (NST).
      -------------------------------
      Specific Considerations for MALONYET
      Political Economy: MALONYET's political landscape and shifting priorities can influence procurement decisions and financing structures. Changes in government might lead to re-evaluation of existing contracts or new approaches.
      Supplier Diversification: MALONYET often seeks to diversify its defense suppliers (e.g., from Europe, US, China, Turkey, South Korea) to avoid over-reliance on a single source and to leverage competitive pricing and financing offers.
      Technology Transfer: A key demand in many MALONYETn defense procurements is technology transfer and local industrial participation. This can influence the choice of supplier and the overall deal structure, including financing.
      Economic Headwinds: Global and domestic economic conditions (e.g., commodity prices, GDP growth, national debt levels) significantly impact MALONYET's capacity to undertake large defense procurements and service any associated loans.
      Transparency and Governance: Concerns about transparency and good governance are increasingly important in defense spending, influencing how deals are structured and publicly communicated.
      -----------------
      Example Scenario: Acquiring MALE UAVs
      Let's imagine MALONYET decides to acquire a squadron of MALE UAVs. The process might look like this:
      Requirement Definition: The Ministry of Defense identifies the need for MALE UAVs for maritime surveillance and border security.
      Tender/Evaluation: Various international manufacturers are invited to submit proposals.
      Selection: A supplier (e.g., from Turkey, China, or a European consortium) is selected based on technical specifications, cost, and overall package.
      Financing Negotiation:
      The supplier might offer a deferred payment plan for 30% of the cost.
      The exporting country's ECA might offer a guaranteed loan for another 50% through a consortium of international banks at competitive interest rates, spread over 10-15 years.
      The remaining 20% might be covered by a direct budgetary allocation as a down payment.
      An offset agreement could be negotiated, where the supplier agrees to invest in a MALONYETn aerospace company or facilitate local MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) capabilities, reducing the long-term financial burden and increasing local expertise.


      Hapus
    4. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Siklus Operasional: Modernisasi vs Pensiun Dini
      Indonesia: Melakukan regenerasi alutsista tua secara sistematis melalui program MEF yang berkelanjutan.
      MALAYSEWA: Terjebak dalam tren Retirement (Pensiun Dini) tanpa pengganti. Aset strategis seperti MiG-29, MB339CM, dan helikopter Nuri berhenti beroperasi karena biaya perawatan yang tidak terjangkau.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Indonesia: Kokoh sebagai pemimpin ASEAN di Peringkat 13 Dunia.
      MALAYSEWA: Merosot ke Peringkat 42 Dunia, resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Kredibilitas: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali dan pembekuan total pengadaan (Procurement Freeze 2026) memperburuk citra pertahanan di mata internasional.
      -
      Dampak Administrasi & Diplomasi
      Stabilitas Politik: Indonesia memiliki kontinuitas kebijakan, sementara MALAYSEWA mengalami ketidakstabilan (5x PM, 6x Menhan) yang melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      Reputasi Sektoral: Kegagalan administrasi di bidang pertahanan selaras dengan kegagalan di bidang olahraga (sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 dari Vietnam) yang mencerminkan penurunan pengaruh regional.



      Hapus
  10. HEBAT... satu satu nya negara ASEAN yang BURSA SAHAM NYA hanya selevel ZIMBABWE... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2027 BUDGET MILITER = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 BUDGET MILITER = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------
      35 MILLION/4 PEOPLE = 8.750.000 DEPRESION
      35 MILLION/10 PEOPLE = 3.500.000 ATTEMPTED SUICIDE
      the 2022 National Health Morbidity Survey (NHMS) in MALAYSEWA found that one in four adolescents had depression and one in ten had attempted suicide. The survey also found that suicidal thoughts and attempted suicide rates were higher among girls than boys.
      Key findings
      • 1 in 4 adolescents had depression
      • 1 in 10 adolescents had attempted suicide
      • 18.5% of girls had suicidal thoughts, compared to 13.4% of boys who had attempted suicide
      Implications
      These findings highlight the need for targeted mental health interventions.
      ---------------------------------
      SEPERTIGA (1/3) = MENTAL DISORDER = GANGGUAN JIWA ....
      1 IN 3 PEOPLE = HAVE A MENTAL DISORDER
      35 MILLION / 3 PEOPLE = 11 MILLION PEOPLE MENTAL DISORDER
      According to Prudential, one in three people in MALAYSEWA have a mental disorder, but half of them haven't been diagnosed. This is a serious issue that requires targeted interventions.
      Prevalence of mental illness in MALAYSEWA
      • The 2022 National Health Morbidity Survey found that one in four adolescents have depression, and one in ten have attempted suicide.
      • The prevalence of mental health problems is highest among people aged 16–19 and those from low-income families.
      • Mental health problems can affect people throughout their lives.
      Impact of untreated mental illness
      • People who don't get mental health treatment may develop serious complications and even be hospitalized.
      • Mental illness stigma is still widespread in many cultures and nations.
      ---------------------------------
      1 IN 3 = MENTAL DISORDER
      1 IN 3 = MENTAL DISORDER
      1 IN 3 = MENTAL DISORDER
      1 in 3 people in MALAYSEWA suffers from a mental disorder of some sort. But, unfortunately, half of those individuals have not been diagnosed. To aggravate things, most people who do not get mental health treatment may develop serious complications and even get hospitalised.



      Hapus
    2. DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
      -
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
      --------------------------------
      1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
      Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
      Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
      Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
      Ledakan Biaya (Financial Overrun):
      Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
      Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
      Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
      Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
      ________________________________________
      MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
      Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
      Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
      Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
      Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
      Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat MALONYET menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.

      Hapus
    3. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ----------------------------------
      Status Alutsista SIPRI (2020–2025): "Dua Tahun Kosong"
      Vakum Total: Laporan SIPRI 2024–2025 menunjukkan status KOSONG. MALAYSEWA resmi sejajar dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
      Tren Mundur: Berawal dari fase Planned (2020), lalu Selected Not Yet Ordered (2022), hingga akhirnya vakum total (2024–2025) karena ketiadaan dana tunai.
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti ketidakmampuan finansial, bahkan untuk membeli barang bekas sekalipun.
      -
      Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Krisis likuiditas memaksa militer beralih dari kepemilikan menjadi penyewa aset (Leasing):
      Daftar Sewa: Mencakup 32+ item strategis, termasuk 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39, kapal hidrografi, hingga simulator jet tempur MKM.
      Logistik Sipil: Pengadaan kendaraan operasional (Honda Civic, BMW R1250RT, truk 3 ton) kini sepenuhnya menggunakan skema sewa.
      Barter Komoditas: Pengadaan sisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa.

      Hapus
  11. HEBAT... satu satu nya negara ASEAN yang BURSA SAHAM NYA hanya selevel ZIMBABWE... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. PER BULAN KE MALAYDESH =
      2000 TON
      2000 TON
      2000 TON
      Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan pemerintah menyiapkan 2.000 ton beras konsumsi untuk diekspor ke Malonyet. Jumlah itu kemungkinan dikirim setiap bulan. “Kemarin sih yang dibahas mungkin sekitar 2.000 ton per bulan ya, karena kan Malonyet juga ngambil (beras) dari banyak tempat,” ujar Sudaryono saat meninjau sentra penggilingan padi Perum Bulog di Pangulah Utara, Kota Baru, Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/5/2025).
      -------
      KURANG BERAS =
      • KEBUTUHAN BERAS = 3 JUTA METRIK TON
      • PRODUKSI BERAS = 1,44 JUTA MATRIK TON
      • KURANG BERAS : 3-1,44 = 1,56 JUTA METRIK TON
      Rice is an important staple food in Malaydesh. As of 2024, people in the country consumed approximately three million metric tons of rice. e Southeast Asian country produced around 1.44 million metric tons of rice, less than half of the annual consumption in the same year
      ==================
      CASSAVA =
      AFRICA : NIGERIA CONGO TANZANIA
      SEA : MALAYDESH
      Around 70 percent of Africa's cassava output is harvested in Nigeria, the Congo and Tanzania (IFAD and FAO, 2000). Throughout the forest and transition zones of Africa, cassava is either a primary staple or a secondary food staple.
      ==========
      MALAYDESH=
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
      =========
      AFRIKA MALAYDESH SINGKONG ✔️
      MALAYDESH MALAYDESH SINGKONG ✔️
      cassava is a significant staple food for a large portion of the African population, particularly in Sub-Saharan Africa. It is the second most important food staple in terms of per capita calorie consumption on the continent, with roughly two out of every five Africans relying on it as a major source of calories. In some regions, it is consumed daily, sometimes multiple times.
      ===================
      KESEHATAN MALAYDESH....
      1 IN 4 ADOLESCENTS HAD DEPRESSION
      1 IN 10 ADOLESCENTS HAD ATTEMPTED SUICIDE
      the 2022 National Health Morbidity Survey (NHMS) in Malaydesh found that one in four adolescents had depression and one in ten had attempted suicide. The survey also found that suicidal thoughts and attempted suicide rates were higher among girls than boys.
      Key findings
      • 1 in 4 adolescents had depression
      • 1 in 10 adolescents had attempted suicide
      • 18.5% of girls had suicidal thoughts, compared to 13.4% of boys who had attempted suicide
      Implications
      These findings highlight the need for targeted mental health interventions.
      ---------------
      KESEHATAN MALAYDESH......
      1 IN 3 HAVE MENTAL DISORDER
      1 IN 4 ADOLESCENTS HAD DEPRESSION
      1 IN 10 ADOLESCENTS HAD ATTEMPTED SUICIDE
      According to Prudential, one in three people in Malaydesh have a mental disorder, but half of them haven't been diagnosed. This is a serious issue that requires targeted interventions.
      Prevalence of mental illness in Malaydesh
      • The 2022 National Health Morbidity Survey found that one in four adolescents have depression, and one in ten have attempted suicide.
      • The prevalence of mental health problems is highest among people aged 16–19 and those from low-income families.
      • Mental health problems can affect people throughout their lives.
      Impact of untreated mental illness
      • People who don't get mental health treatment may develop serious complications and even be hospitalized.
      • Mental illness stigma is still widespread in many cultures and nations.
      😝SINGKONG = MALAYDESH AFRIKA😝

      Hapus
    2. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Analisa Fiskal: "Spiral Debt-Servicing"
      MALAYSEWA terjebak dalam siklus "Gali Lubang Tutup Lubang" yang kronis:
      Siklus Utang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan pokok utang lama.
      Ledakan Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak ke RM 1,79 Triliun (2026).
      Beban Rakyat: Utang rumah tangga mencapai 84,3% dari PDB, dengan fakta menyedihkan bahwa 84% masyarakat tidak memiliki tabungan setiap bulannya.
      -
      Degradasi Militer & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), secara resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Karatan & Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan hilangnya 48 pesawat Skyhawk serta 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
      Status Armada: Mayoritas aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri, Lynx) atau beroperasi dengan keterbatasan suku cadang (Tank mogok/berasap).


      Hapus
  12. FAKTA : ISLAM MALONYET = MENTAL DISORDER
    MAKANAN : B4B1/PORK
    GAME : JUDI
    TONTONAN : JUARA PORNO ASIA DAN DUNIA
    -
    Situs Dewasa Nomor 1 ASIA Nomor 4 Dunia: Laporan statistik tahunan Pornhub Insights.
    -
    Bak Kut Teh (Pork-B4B1): Pengumuman resmi Jabatan Warisan Negara (MOTAC) Malonyet.
    -
    Pajak Judi: Panduan resmi Lembaga Hasil Dalam Negeri (LHDN / IRBM) Malonyet.
    -
    Kesehatan Mental: Laporan National Health and Morbidity Survey (NHMS) dari Kementerian Kesehatan Malonyet.
    --------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus
  13. FAKTA : ISLAM MALONYET = MENTAL DISORDER
    MAKANAN : B4B1/PORK
    GAME : JUDI
    TONTONAN : JUARA PORNO ASIA DAN DUNIA
    -
    Situs Dewasa Nomor 1 ASIA Nomor 4 Dunia: Laporan statistik tahunan Pornhub Insights.
    -
    Bak Kut Teh (Pork-B4B1): Pengumuman resmi Jabatan Warisan Negara (MOTAC) Malonyet.
    -
    Pajak Judi: Panduan resmi Lembaga Hasil Dalam Negeri (LHDN / IRBM) Malonyet.
    -
    Kesehatan Mental: Laporan National Health and Morbidity Survey (NHMS) dari Kementerian Kesehatan Malonyet.
    --------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus
  14. Halah ngomong economi , defifit apbn Malaysia sahaja defisit 3,6% dari pdb , lol

    BalasHapus
  15. Kapal lagi, malaydesh tak bisa bina kapal

    BalasHapus
  16. Australia's Defense Spending will Rise to About 3% of GDP
    ---------

    Osi jauh dr koko panda ajah naik mulu😎

    sepupu tiri si M, kok malah potong bajet, padahal BPA di tongkrongin CCG 24/7 haha!πŸ₯ΆπŸ˜Ά‍🌫️🍌

    BalasHapus
  17. mana nich pengemis beras haha!πŸŒπŸ‘ŽπŸ˜­

    dikasi beras BONUS ASAP langsung kabur haha!😢‍🌫️πŸ˜‚πŸŒ

    BalasHapus
  18. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
    LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
    ---------------------------------
    MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    ---------------------------------
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET
    2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
    2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
    2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
    2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
    2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------
    INDONESIA .....
    STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
    Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
    42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
    48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
    48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
    24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
    Radius Tempur & Dominasi Geografis:
    Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
    Kesehatan Fiskal (Pruden):
    Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
    Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
    Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
    ________________________________________
    MALONSIA.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
    2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
    2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
    Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
    F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
    MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
    FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
    Data Utang & Beban Warga 2026:
    Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
    Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
    Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

    BalasHapus
  19. Tipe m minta beras = MENGEMIS SEDEKAH BERAS kita gaesz haha!πŸ‘ŽπŸ€₯🍌

    DitolakπŸ“› mang enakkkkπŸ˜‹

    BalasHapus