11 Juli 2018

Menteri Luhut Minta Tingkatkan Produksi Amunisi, Pindad Bangun Pabrik Baru

11 Juli 2018


Amunisi buatan Pindad (photo : Kumparan)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, meminta PT Pindad (Persero) untuk meningkatkan kemampuan memproduksi amunisi dan propelan. "Jadi Pak Menko maunya dikurangi impor, jadi kemampuan dalam negeri ditambah," kata Direktur Utama Pindad, Abraham Mose seusai rapat di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (10/7).

Abraham menjelaskan, untuk memenuhi permintaan Luhut, perusahaan BUMN itu harus bisa mandiri dalam produksi amunisi dan propelan (bahan peledak pendorong peluru). Saat ini kebutuhan amunisi dan propelan masih harus dipenuhi dari impor.

"Untuk mandiri di amunisi berarti kita harus menambah kapasitas amunisi kita melalui investasi. Beliau (Luhut) minta segera Pindad memberikan proposal untuk pembangunan penambahan (pabrik) amunisi dan propelan," katanya seperti dikutip dari Antara.

Abraham mengatakan pihaknya diberi waktu dua minggu, untuk menyiapkan proposal kebutuhan investasi untuk pembangunan pabrik baru tersebut. Kendati demikian, ia belum dapat menyebut nilai investasi yang dibutuhkan untuk penambahan fasilitas produksi tersebut.

Abraham menjelaskan, saat ini kapasitas produksi amunisi Pindad mencapai sekitar 197 juta butir per tahun. Pada 2019 mendatang diharapkan bisa meningkat hingga 300 juta butir per tahun.


Ada pun produksi propelan diharapkan bisa meningkat menjadi 600-800 ton untuk mendukung produksi amunisi.

"Tadi belum sampai bicara kekurangan dana tapi (diminta) buatlah proposal untuk kapasitas misalnya 200 juta butir per tahun untuk munisi dan proplan bisa sampai 600 hingga 800 ton," tutup Abraham.

(Kumparan)

18 komentar:

  1. Hayo mo di diduitin berapa?

    😁

    BalasHapus
  2. Siap ndan laksanakan sxan industri rudal ndan saya masukkan proposalnya

    BalasHapus
  3. Kebutuhan amunisi segitu banyaknya, masih harus ditambah kapasitas produksinya... 👍👍👍👍

    Mantap

    BalasHapus
  4. kalau belum bayar cicilan utang bulan ini tak boleh ikut komentar...😝😝

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hadeeeuh gue banget itu ooom...
      Hiks... 😭😢😭

      Hapus
  5. Mudah2an nama2 beruk sebelah ada dalam peluru2 tsb, biar pada modar semua

    BalasHapus
  6. Aq yo penasaran sangat yo,menko maritim opo yo hubungannya dgn amunisi,gk nyambung kali yo....

    BalasHapus
    Balasan
    1. 😀😁😂....malu sama darma dong, kalo nanya yg beginian

      Hapus
    2. ...nyambung bro rempit,



      ...mengindikasikan untuk membuat PABRIK CABANG PINDAD BARU melintasi lautan, bisa di LAMPUNG ataupun juga di KALIMANTAN TENGAH



      ...Xixixixixixi :D

      Hapus
    3. ...2 provinsi itu menurut Ane sangat STRATEGIS, selain nggak terlalu jauh dari pulau Jawa...untuk membuat cabang baru pt di, pt pal dan pt pindad dll


      ...Xixixixixixi :D

      Hapus
    4. Kl kalteng masih kurang infrastrukturnya lampung lebih baik namun rencana industri baja dan pengayaan uranium kerjasama krorea akan ad. lahan no problem, bahan baku oke, sdm perlu ditingkatkan

      Hapus
    5. ...masalah Infrastruktur mah gampang diatur, yang paling penting adalah KESTRATEGISANNYA dan jangan BERTUMPU pada satu titik saja



      ...Xixixixixixi :D

      Hapus
    6. Bro2 sekalian,thank u atas pencerahannya hehe

      Hapus
    7. ...siapa kita ??? kita adalah INDONESIA RAYA !


      ...BHINEKA TUNGGAL IKA rakyatnya


      ...BHINEKA TUNGGAL IKA alutsistanya


      ...Indonesia prok prok...prok prok...proook, Indonesia prok prok...prok prok...proook



      ...Malon mana tahu Xixixixixixi :D

      Hapus
  7. yaaa...harus begitu.
    semua mentri wajib promo dan jualan apapun dari produk dalam negeri ke dunia
    terutama produk dari BUMN

    poin pentingnya adalah menambah lapangan kerja di indonesia

    BalasHapus
  8. ...dari macam2 Amunisi diatas itu, yang mana yach yang dipakai " One shot two Kill " ?


    ...lumayan kan ngirit biaya, 1 Amunisi dapat membunuh 2 BERUK Xixixixixixi :D

    BalasHapus