25 Juli 2018

RIMPAC 2018 : Prajurit Korps Marinir Indonesia Latihan Debarkasi dan Embarkasi

25 Juli 2018


Latihan debarkasi dan embarkasi Marinir TNI AL (all photos : iNews)

Prajurit Korps Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satgas Latihan Bersama (Latma) Multilateral Rim Of The Pacific (Rimpac) 2018 melaksanakan Latihan Debarkasi dan Reembarkasi di perairan Pantai Kawaihae, Hawai’i Island, Hawaii, Amerika Serikat. Senin (23/07/2018).



Latihan yang dipimpin langsung oleh Danton Kavaleri Lettu Mar Rahmat Alan tersebut melibatkan delapan unit kendaraan tempur amphibious assault vehicles LVT-7, dua unit Landing Craft Utility (LCU) dan dua unit Landing Craft Vehicle Personnel (LCVP) dari KRI Makassar-590, serta dua unit perahu karet dan motor tempelnya.



Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengetahui kesiapan material tempur serta menguji jaring komunikasi radio dan hubungan antar LVT-7 dengan unsur darat dan unsur laut di KRI sebelum melaksanakan puncak kegiatan latihan Rimpac 2018 yaitu pendaratan amfibi di Pyramid Rock Beach, Kaneohe Bay pada tanggal 29 Juli 2018. Pada saat yang bersamaan, Pasrat Korps Marinir di bawah komando Mayor Marinir Afrison Taufik juga melaksanakan proses reembarkasi pasukan dengan menggunakan LVT-7 dari pantai Kawaihae menuju KRI Makassar-590.



Perwira Embarkasi Pasukan Kapten Marinir Dhani Widiyanta menilai bahwa unsur Kavaleri Korps Marinir TNI AL saat ini merupakan salah satu satuan yang juga berperan penting dalam pelaksanaan operasi pendaratan amfibi karena prajurit Marinir pada dasarnya adalah pasukan pendarat amfibi sehingga Korps Marinir benar-benar membutuhkan pengawak-pengawak kendaraan tempur kavaleri yang handal dan terlatih.



Sementara itu, Komandan Satgas Rimpac Mayor Marinir Aristoyuda mengatakan, Latihan Debarkasi dan Reembarkasi merupakan salah satu materi yang dilatihkan dalam Latma Rimpac 2018, dengan harapan bahwa dalam latihan puncak yaitu pendaratan amfibi dapat berjalan dengan lancar dan aman.



Dalam proses latihan debarkasi dan reembarkasi, pasukan infanteri dan unsur Bntuan administrasi (banmin) masuk ke dalam LVT-7 untuk dibawa langsung ke KRI Makassar-590. “Secara teori, spesifikasi dan kemampuan kendaraan tempur LVT-7 sangat bagus untuk melaksanakan proses debarkasi dan reembarkasi pasukan. Jadi dengan kegiatan latihan ini, seluruh unsur Pasrat dan KRI dapat melaksanakan proses integrasi dengan maksimal. Alhamdulillah, semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan aman,” pungkasnya.

(Marinir)

23 komentar:

  1. "..melibatkan delapan unit kendaraan tempur amphibious assault vehicles LVT-7.."

    Mengoptimalkan barang bonusan...good! 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha iya dong bro,kl marinir ngirim BMP-3F mamarika pasti mencak2 dong

      Hapus
    2. @MR bukan om mamarika malu kalah canggih kalau yg diturunin bmp 3f...wkkwkwkk

      Hapus
  2. andai saja BMP3F diajak serta..

    BalasHapus
  3. ini mainan mahal banget....filipine beli beberapa biji aja super mahal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pinoy beli 8, pas buat 1 LPD nya..😊

      Hapus
  4. Cakep bener nih Tank..
    Kita Total punya berapa biji sih ? 8 unit ?

    Andai congress YuEs ngasih ijin rasanya mending ambil tambahan ini ex Korsel drpd BMP.
    Tapi kalo mahal yaa gak tahu juga sih hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seingat ane, semula mo dikasih 35, baru deliver 15...sisanya ga jelas jadi/gak nya..😁

      Atau mungkin emang dibuat GJ..?

      Qiqiqiqi😂

      Hapus
    2. infonya sih, korsel nggak dapet restu dari AS untuk sisanya ..

      Hapus
  5. nach tuch kan, gotong Howitzer LG-1 MKII naek LCU haha!😊😊😊
    kapa-nya ditinggal, demi menghormati para koboi tuch om super haha!🤠🤠🤠

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya oom palu.. gak boleh ada nuansa russian made babarblass 😅😅😅😅😅

      Hapus
  6. kamo marinir baruw lagi manteb, abis full gelep, skrg kombo gelep tulisan pake silper, itu lambang kuda hitamnya makin jossss haha!👍👍👍

    2 tahun lagi, marinir pasti bawa tank amfibi teranyar btr-4F yihaaa, bmp 3F tetep di kandang tp bareng mbah kapa haha!😜😜😜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekalian vampire nya di bawa om pal...hehehehe

      Hapus
    2. bisakkkkk donk haha!🤗🤗🤗

      Hapus
  7. Yang gak punya marinir gak usah comment...wkwkkwkwkkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk...Pinoy ada marine corp,vietnam jg ada,thailand jg ada...siapa yg gk punya marine corp wkwkwk

      Hapus
    2. ...sing ra duwe Marine Corp sopo meneh, pasti Malon Beruk jenenge...senengane ugal2an koyo brandalan


      ...Xixixixixixi :D

      Hapus
    3. Sulit birokrasinya dan membazir.Kesimpulannya senang digondolin. Kikiki..

      Hapus
    4. Beruk malon takut air 😆😆😆😆

      Hapus
  8. Itu LVTP7 atau disebut juga AAV-7 punya US Marine jumlahnya 1300an unit.

    AAV-7 itu mau diganti semua.

    Nah, karena mau diganti, khan jadi nganggur tuh.

    Jadi gimana kalau kita minta hibah 286 unit aja, syukur2 kalo dapat 500an unit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mas...

      Indonesia harus gerak cepat.. Kalau gak salah Marine YuEs sudah menjatuhkan pilihan armada amphibian tanknya pakai basic 8x8 lupa merknya BAE kalo gak salah.

      Coba deh dipropose untuk mengurangi citra Indonesia pro Rusia (case SU35) dibeli aja 100 unit. Budget BT3F dipindah kesini boleh lah.

      Hapus
    2. alamakk..hibah ape mo rampok tuch haha!🤣🤣🤣

      Hapus