18 Juli 2018

PT PAL Fokus Garap Pasar Asia

18 Juli 2018

Produk LPD PT PAL (image : PAL)

RMOL. Produsen peralatan sistem pertahanan laut, PT PAL Indonesia (Persero) makin serius melebarkan sayap bisnisnya ke luar negari. Perusahaan sekarang konsentrasi bikin kapal perang.

Kapal perang yang sedang dirancang oleh perusahaan terse­but adalah kapal jenis Landing Platform Dock (LPD). Direktur Utama PT PAL Indonesia (Per­sero), Budiman Saleh menjelas­kan, usaha menarik pasar luar tidak mulus, karena ada kom­petitor untuk PT PAL.
"Saingan kita Singapura," tutur Direktur Utama PT PAL Indonesia (Per­sero) Budiman Saleh dalam keterangannya, kemarin.

Menurutnya, untuk merebut kepercayaan pasar ekspor tentu yang harus dilakukan perusahaan menjaga kualitas baik, bahkan meningkatkannya. "Kapal yang dirancang memiliki spesifikasi yang berbeda sesuai jenisnya," katanya. 

Budiman mengungkapkan, kapal perang jenis LPD menarik minat negara tetangga. Minat itu antara lain datang dari Malaysia, Thailand, dan Filipina. Untuk Malaysia sudah ada kontrak pesanan kapal perang jenis LPD yang dinamakan Multirole Sup­port Ship (MRSS). Kapal MRSS sudah dibuat sejak tahun lalu dengan panjang 163 meter.

"Ada 2 unit LPD MRSS yang dibutuhkan Malaysia, bahannya berkualitas dan lebih panjang yang memiliki kemampuan di antaranya pendaratan pasukan dan melakukan pendaratan pa­sukan helikopter serta tank," jelasnya.

Dia menyebutkan bahwa nama besar PT PAL dipertaruhkan dalam produk yang dibuatnya. Untuk itu perusahaan berhati-hati menjaga kualitas produksi. "Dan LPD MRSS ini paling besar di ASEAN, alhamdulillah dalam beberapa putaran ranking 1," katanya.

Budiman berharap proyek kapal terbesar tetap menjadi proyek prioritas pemerintahan Malaysia di bawah Mahathir Mohammad. "Kita berharap pe­merintahan baru, Pak Mahathir masih menganggap project ini project prioritas. Karena ada pergeseran dari Pak Najib ini prioritas dan sekarang ada yang diubah, ada yang dibatalkan. Kita berharap RMSS prioritas nomor 1," harap dia.

PT PAL juga sedang berusaha mendapatkan kontrak kerja pem­buatan kapal perang Pemerintah Thailand dan bersaing dengan negara Singapura. "Thailand butuh 143 meter, saingan kita Singapura. Thailand sedikit ber­beda dari pesanan lain karena dia harus mampu untuk penurunan pasukan, bisa suplai bahan bakar dari air serta kapal selam serta charging baterai dan submarine rescue," ungkapnya.

Untuk Thailand, pihaknya berharap dalam waktu dekat ada kunjungan langsung ke PT PAL. Tujuannya agar negeri Gajah Putih itu bisa melihat langsung produk kapal jenis LPD. 

"Kalau kita berharap supaya di September sampai Oktober ada sinyal dari mereka agar mereka berkunjung dan melihat LPD kita langsung, karena see­ing is believing," katanya.

Budiman bilang jika calon konsumen tidak melihat lang­sung maka peluang untuk mem­beli buatan Indonesia sangat tipis. Kenapa?

Karena negara kompetitor menurutnya akan mengagung­kan buatan negerinya sendiri dan menilai kualitas Indonesia di bawah mereka.

"Kompetitor kita selalu cerita PT PAL belum punya kemam­puan yang multiplatform seperti itu. Padahal, secara engineering kapabiltiti menggunakan soft­ware bisa kita lakukan," ujar Budiman.

Sedangkan di Filipina beren­cana membeli 2 unit kapal jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) dengan spesifikasi sama dengan kapal yang sebelumnya dibuat oleh PT PAL. "Tapi mereka me­nanyakan ke Korea dan Belanda. Tentu kami melakukan peruba­han baik geometrik, desain dan kemampuan spesifikasinya. Teknologi kan berubah dan makin maju," tambah dia.

Ia pun optimistis Filipina akan melakukan pemesanan kapal jenis SSW ke PT PAL. Budiman sudah bertemu dengan Men­teri Pertahanan Filipina yang bangga dengan dua kapal SSV sebelumnya buatan PT PAL. Untuk investasi, anggaran dana talangan sudah ada dan siap digunakan kapan saja dengan nilai Rp 5,7 Triliun.

"Investasi kita sudah ada, modal kerja kita punya dukungan ekspor-impor, Jasindo dan Askrindo Rp 5,7 triliun yang siap dipakai kapanpun," katanya.

(RMOL)

27 komentar:

  1. Uluh..uluuuh...
    Brosurnya itu looh..
    Ayo kontrak..kontrak mana kontrak...?

    😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. Takut keduluan kayaknya....tenang aja bang, musim liburan orang arab masih lama

      Hapus
    2. Orang arab lama apa panjang bung @smilinghari...??

      Hapus
    3. Emang apa hubungane ama liburan orang arab siih mas'e...?
      Hwekekekek...πŸ˜‚

      Hapus
    4. Ya kali kalo mereka liburan bawa oleh2 buah korma....

      Lek ngawu-awu perbowone to yen dijejer sanding "korma lokal"😱

      Hapus
  2. Kapal2 segede LPD gini sudah seharusnya pake bow thruster dan minimal controllable pitch propeler spt bisa merapat ke dermaga tanpa dukungan kapal tunda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sing kitirane iso muter 360drajad iku yho mas..?koyo kapal tunda kae..😁
      Larang kuwi, wani piro..? Hwihihi..

      Hapus
    2. Ya dah pasti PT PAL mampu membuat LPD seperti itu

      Hapus
    3. CPP beda ama AP om, yg ini hanya bisa meleng kanan-kiri dg sudut yg terbatas tp sudah sangat membantu manuverabilitas kapal....contone koyo sing ono neng sigma, pkr, malahan fatahillah class yo wes pake CPP.

      Hapus
  3. Wah...
    mrss malaysia diam2 sudah teken kontrak dan sedang dibuat setahun yg lalu oleh PT.PAL... tahniah malays.

    Budak2 beruk semenanjung pasti ada saja yg tidak mau mengakuinya.

    MRSS buatan asli PT.PAL Indonesia, kalian harus berbesar hati mengakuinya bahwa indonesia lebih maju daripada kalian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eleh mas,jgn cakap cem tuh,tetap malay lah yg paling jaguh dan paling majulah,malay dah de PTM halimun generasi 6,kita belum ada,malay dah de kapal selam berfungsi sebagai frigate,kita belum ada,malay dah de jernas,kita belum ada,ya pasti kita masih kalah jauhlah dari mereka mas

      Hapus
    2. Setahu ane baru teken MoU kerja sama/desain ama Boustead, belum teken kontrak/deal ama Dephan mereka, alias masih open tender..😊

      Ya ga tau lagi diing..πŸ˜‡

      Hapus
    3. @matpit
      Kejamnya dikau ......
      Hahahahahaha

      Hapus
    4. Bung @PS
      Iya juga sih, benar juga sampeyan. kan negara itu bankrut, jatuh miskin stadium parah

      Hapus
    5. πŸ˜₯😧😨😰😩😒...

      Hapus
  4. Beruk malon pesen jg. Tp gpp lh produk qta canggih tp murah cocok buat malon yg lg kere πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  5. indonesia should start, design/build and test a light 12+ helicopter carrier LPD then a light aircraft carrier for jets. improve manufacturing methods and build own indigenous technology.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Your always out of topic bro. Are you still in your own mind? If your not from Indonesia, you better find another Blog to correct your head.

      Hapus
  6. yg 244meter ituw, kyknya sip haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Paling siiiip sekawasan,, Canberra class mah lewaaaat xixixixi

      Hapus
  7. Desain idamane thailand paling "wah"...deke njaluk rancangan mirip Holland class/walondo sing kejobo basise seko kapal LPD ning ugo ngrangkep dd kapal RAS lan kapal tender kapal selam.

    Yen nemu panjaluk sing rumit ngene iki dadi macu kreativitase poro insinyur desainer supoyo mundak wasisπŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. ...Don't worry of Challenge, try again and try again...bravo PT PAL


      ...Xixixixixixi :D

      Hapus
    2. "..LPD ning ugo ngrangkep dd kapal RAS lan kapal tender kapal selam.."

      Pesanan mereka berkarakter banget ya mas..multi fungsi alias iso threesome alias iso gangbangan...πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜€

      Hwekekekekek..πŸ˜‚

      Weruuh ae mas smiling iki..πŸ˜€πŸ˜‚

      Hapus
    3. Nyebut mas, nyebut....

      Aku luput je, iku dudu holland tapi karel doorman

      Hapus
  8. hanya butuh keberanian bereksperimen untuk PT.PAL membuat kapal induk, dasar ilmu sudah ada hanya kurang berani berspekulasi terhadap ilmu yg sudah ada,,,jangankan kapal induk helikopter, aku yakin kalau PT.PAL berani bereksperimen dan berspekulasi atas ilmu teknologi yg mereka kuasai mereka pasti mampu buat kapal induk pesawat tempur, sama hal nya dengan membuat pesawat tempur yg kucinya terletak pada dasar2 sistem ilmu teknologi nya' selanjutnya dibutuhkan eksperimen sesuai kebutuhan yg diinginkan.

    BalasHapus