14 Juli 2018

TNI AU Lanjutkan Kerjasama Pengembangan Radar dengan JMRSL

14 Juli 2018

Ujicoba radar SAR di TNI AU (all photos : JMRSL Chiba University)

Kasau Terima Kunjungan Team Leader Chiba University, Prof. Joshapat Tetuko

TNI AU.   Cilangkap-Dispenau - Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M, menerima kunjungan Team Leader Chiba University Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ph.D dan Fransiskus Dwikoco S.S., S., M.M., dari Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL) Center for Environmental Remote Sensing, Tim Leader Chiba University Japan, di Mabesau Jumat (13/7/2018).


Kunjungan ini sebagai tindak lanjut dari kerjasama antara JMRSL dengan TNI AU dalam kegiatan Test Flight X-Band SAR Boeing 737-200 di Makassar dan Test Flight C-Band Synthetic Aperture Radar (SAR) Cessna 158 Series di Yogyakarta, yang ditindaklanjuti dengan instalasi dan uji fungsi dan Test Flight C-Band dan X-Band CP-SAR di pesawat CN 235 MPA Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.


Selain itu dilakukan juga uji fungsi dan test flight C-Band dan Circurlary Polarized-Synthetic Aperture Radar (CP-SAR) dan sistem komunikasi untuk Stratosphere Drone pada ketinggian operasi 13 sampai 20 km di Lanud Gading Yogyakarta dan Lanud Manuhua Biak.


Dalam pertemuan tersebut, Kasau menyambut baik kerjasama JMRSL dengan TNI AU yang ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerjasama dalam pengembangan dengan Dislitbangau.


Hadir dalam acara tersebut Aspam Kasau Marsda TNI Dwi Fajariyanto, Asops Kasau Marsda TNI Johannes Berchmans SW., Kadispenau Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, Kadislambangjaau Marsma TNI Agung H. Santoso, Kadisaeroau Marsma TNI Kukuh Subiyanto dan Kasubdis Iptek Dislitbangau.

(TNI AU)

13 komentar:

  1. Balasan
    1. Ini unknown yang mana yah ?
      😁

      Hapus
    2. Keren nih..
      Radar hasil penemu/peneliti orang indonesia.

      Jayalah indonesia.

      Hapus
  2. Terus berinovasi berikan yg terbaik bahi bangsa ini. ready instal to target pod IFX?

    BalasHapus
  3. Bila pemerintah indonesia ada political will dalam riset radar terutama riset radar AESA pasti akan berhasil,tinggal pemerintah ngumpulin orang2 pintar seperti Prof Josaphat ini dan menyediakan budget yg cukup dalam pembiayaan riset

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bro
      Untung saja Profesor kita ini tidak di claim beruk sebelah 😁😁😁

      Hapus
    2. Setuju bro.. Seharusnya prof.josaphat ini yg membuat AESA radar untuk IFX nantinya.. Sekarang KFX masih menggunakan AESA radar buatan korea..

      Hapus
  4. Gek salahe opo artikel iki, kok sepi sing komenπŸ€”

    BalasHapus
    Balasan
    1. Disuruh diam ama komandan ada "sesuatu"... Cukup ceremonial aj hehehehe....

      Hapus
    2. admin kon golek bahan teko negoro sebelah oom. komentare lak satus luwih

      Hapus
  5. Balasan
    1. Dibeberapa formil ada yg nyinyir, malah sampai berang melihat progres karya Pak Josaphat ini....alasannya sedehana, karena nama Josaphat!!!

      Kalo bgt kenapa Beliau tidak kita panggil saja dg sapaan Pak Tetuko...biar ga ada yg sakit gigiπŸ€”

      Hapus
  6. yak lanjoottt prof. ituw 737 makin bergairah dpt asupan haitek hore haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    guwe semangkin yaqeen, poseidon kelak jd penerus pesawat pengindraan kita haha!πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

    BalasHapus