17 Juli 2018

Lanud El Tari Kupang Masuk Rencana Menjadi Tipe A

17 Juli 2018


Pangkalan Udara El tari Kupang masuk dalam perencanaan peningkatan tipe dari tipe B saat ini menjadi tipe A (photo : Yandi B Kurniawan)

Marsekal Muda TNI Tamsil Gustari: Lanud El Tari Kupang Masuk Dalam Perencanaan Peningkatan Tipe

POS-KUPANG.COM | KUPANG – Panglima Komando Operasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (Pangkoopsau) III, Marsekal Muda TNI Tamsil Gustari Malik menyatakan, Pangkalan Udara El tari Kupang masuk dalam perencanaan peningkatan tipe dari tipe B saat ini menjadi tipe A.

Hal ini disampaikan Pangkoopsau III Marsekal Muda TNI Tamsil Gustari Malik kepada wartawan dalam kunjungan kerjanya pada Minggu (15/7/2018) siang di VIP Room Lanud El tari Kupang, Nusa tenggara Timur.

Menurut Tamsil, saat ini baru dua pangkalan udara di wilayah komando operasi III (wilayah Timur) yang memperoleh peningkatan tipe menjadi tipe A melalui Keppres yaitu Lanud Jayapura dan Lanud Manuhua Biak.

“Saat ini untuk Koopsau III baru dua (lanud) yang ditingkatkan statusnya yaitu Biak dan Jayapura. Memang dalam perencanaan itu (Lanud El Tari Kupang) masuk, namun akan dilihat kepentingan dalam waktu dekat. Untuk Kupang sendiri juga sudah masuk dalam perencanaan,” ujarnya.

Terkait cepat atau lambatnya waktu eksekusi peningkatan tipe, Tamsil menjelaskan akan dipertimbangkan berdasarkan konstelasi ancaman dan perspektif kewilayahan.

“Dalam waktu dekat atau lama, kita lihat konstelasi ancaman dan perspektif dari selatan timur utara.”

Menurutnya, posisi Lanud El Tari Kupang sangat strategis sebagai Lanud perbatasan sehingga pemerintah akan mempertimbangkan secara bertahap.

“Karena hubungan kita dengan Australia yang cukup baik selama ini, kita menjadi pangakalan terdepan untuk perbatasan di wilayah selatan. Sehingga masuk dalam konsep, namun pemerintah kan tidak secara bersamaan langsung (meningkatkan tipe), tetapi akan dilakukan secara bertahap,” lanjutnya.

Kunjungan kerja ini merupakan kunjungan kerja perdana Pangkoopsau III Marsekal Muda TNI Tamsil Gustari Malik ke Pangkalan Udara El Tari Kupang sejak dilantik. Rombongan terdiri dari Pangkoopsau III, Ir Koopsau III, Asren Koopsau III, Asperskas Koopsau III, Askomlek Kas Koopsau III serta Kaku Koopsau III.

Selain itu juga bersama rombongan, ketua dan pengurus PIA Ardhya Garini Daerah III Kopsau III.

Kunjungan hari pertama dari dua hari kunjungan yang direncanakan, Pangkoopsau III bersama rombongan melakukan peninjauan faslitas Lanud El Tari Kupang mulai dari lapangan tembak, gudang senjata, shelter baru, shelter lama, dapur dan komplek Lanud. Namum, sebelum itu Pangkoopsau dan rombongan mendengarkan paparan komando internal dari Danlanud El Tari Kupang.

Selain meninjau fasilitas Lanud El Tari, Pangkoopsau III juga akan melakukan pertemuan dan courtesy call dengan Gubernur NTT, menembak di lapangan Tembak Seroja, meninjau renovasi bangunan dan asset serta mengunjungi SMP Angkasa dan melaksanakan kegiatan penanaman pohon.

(Pos Kupang)

43 komentar:

  1. Calon sarang Viper..😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. insya Allah tidak akan beli viper...

      Hapus
    2. Sampeyan leres mas, kita gak akan beli viper....tapi kreditπŸ˜‚

      Hapus
    3. Lah kan yg mau dibanyakin FA-50..πŸ˜‰

      Hapus
    4. Hoax tuh mas, kalo mo banyakin fa-50...moso mo balik lg ke era orba yg miara pespur lini kedua?

      Sedangkan gripen c/d yg front line fighter aja disebut2 kedodoran dlm hal endurannya kok...

      Hapus
    5. Klo kedodoran pakai ikat pinggang mas...hehehe

      Hapus
    6. Nambah SU atau Viper lagi ,Viper dua ska SU atu ska...ngarep.com
      Hahaha

      Hapus
  2. Wow,menggerunkan
    Berarti nantinya ada 2 atau 3 skuadron jet pejuang bermarkas di Lanud Eltari....TNI-AU boleh

    BalasHapus
    Balasan
    1. tni xlaluw boleh donk haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘
      klo buat 2 skuadron, biasanya sich komposit, antara yg berat dan ringan. cem di madiun & rsn.

      klo guwe pengennya, 1 skuadron tempur aja om pit, tapi yg gemuk, jd bisa utk nampung 22 pespur skaligus dari jenis yg sama spy repot rawat & ketersediaan sdm.

      konon kohanudnas butuh skuadron tersendiri, ditengah serba kterbatasan mending mrk gabung ama koopsau dulu, tp pespurnya dipisah, ga usah banyak2 6 pespur ajah buat kohanudnas, tp senjata siyap sedia, dan pespur ini bisa di rotasi tiga bijik per flight ke lanud laen jg cem saumlaki, timika dll haha!😎😎😎

      klo bekapnya bisa dari skuadron 11 ato 3,14 & 15 ama 21 yg termasyurrr ituw haha!πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

      Hapus
    2. Enaknya sih 2 ( biak dan el tari) ,nah satu ska kohanudnas...yg kohanudnas 1 tp yg gemuk...jd bs d tebar per flight ( 4 pesawat ) di tiap wilayah kohanudnas...

      Cm kaga tau idealnya apaan yg buat Kohanudnas pespur nya bisa Nambah SU bs jg Viper....ga usah bila jenis lain biar gampang penyediaannya suku cadang,perawatan dll....hehehe

      Hapus
    3. Di taruh ifx aja eltarinya......jajal ifx vs f35 opo sisan karo f22....podo siluman bentuk e tarung wis haha

      Hapus
    4. idealnya begitu om rian, berhubung biak uda ditunjuk jadi markas baru koopsau III tahun 2018 ini, perkiraankuh disana duluan dapat skuadron tempur haha!🀠🀠🀠

      dan masing2 bisa jugak ditendem skuadron ama kohanudnas punyak, skuadron gemuk2 seksi githu, josss haha!😜😜😜

      soal pespur, sambil mnunggu ifx yg bakal matang 15-20 taon lagi, klo bisa emang gak jau2 dari suki & palkon.
      bisa jadi yg isi golden eagle, toh nantinya di bekap maenan skuadron 11 haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      weessss flankers mrapats ke biak haha!😊😊😊
      https://3.bp.blogspot.com/-4TH8oGPQpjc/Wa08mIT53kI/AAAAAAAA1XU/QDWsw9lUUG82afPtX992yOT8XFYXG_S-gCLcBGAs/s1600/berita_420373_800x600_IMG-20170805-WA0003.jpg

      map skuadron impian haha!πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰
      https://3.bp.blogspot.com/-HunYYb4aFek/WduBs8xzf3I/AAAAAAAA2EE/15u1arJmu4szH_DONgsnZ4JaLGNqmvbsQCLcBGAs/s1600/IMG_1948.JPG

      Hapus
    5. targetnya tambah 2 skuadron tempur baruw, total kita punya 8 skuadron tempur dlm program mef, asiik haha!πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰
      nach kira2 pespur apa nich yg bakal ngisi, seruuwww khan haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      https://2.bp.blogspot.com/-lNmPSlrm3lM/Wy4Ibw6pgiI/AAAAAAAA64g/gqhGae8-eT0XmxZAiDTdkDjjqD2qfYKVACLcBGAs/s1600/RSIS.png

      Hapus
  3. ...Kupang, Saumlaki, Merauke...penjaga halaman belakang, Ausy macam2 gebuk dulu sebelum nongol


    ...Chrismas Land, jadikan latihan penyerbuan kilat


    ...Xixixixixixi :D

    BalasHapus
  4. Eltari ini ya yang katanya mau di huni S400..
    πŸ™ ngarep 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kasihan mas...dipulau kecil gitu susah atretnya☹️

      Hapus
    2. Ra perlu atret mas'e..
      Kon ngadeg wae trus balik kanan, beres..πŸ˜‚

      Hapus
    3. Ato gimana kalo platform penggotong sistim rudal s-400 diganti dengan "keseran", ben yen ketemu dalan buntu opo lagi macet, "keserane" garek didangakke trus muter balik...persis koyo ujare mas ps😏

      Hapus
    4. Hwakakakak...
      Karepku yo ngono mas'e...πŸ˜‚πŸ˜

      Hapus
    5. Podo....ndesite😝😝😝

      Hapus
  5. pengembangan indonesia timur harus tersinergi dengan bidang pertahanan. saatnya memberdayakan "halaman belakang kita' agar tdk mudah maling utk masuk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju boys,
      Indonesia terlalu banyak halamannya, bikin ngiler maling2 utk masuk

      Hapus
    2. Mas, mas....jangan panggil beliau "boys", tar kualat lho😬

      Sak pantaran karo aku be, dipanggil....boy'sπŸ‘΄

      Hapus
    3. Sak pantaran karo film unyil Ning tvri

      Hapus
    4. Yen mas boy rodo lawasan sithik...film favorite "aku cinta indonesia", sing le syuting neng cubeureum😊

      Hapus
    5. Cie..cie..yg lagi nostalgilo A-Ce-I...

      Qiqiqiqiqi πŸ˜‚

      Hapus
  6. isiannya bagus mana kira2?
    siyap2 kaboooorrr haha!🀣🀣🀣

    Syria: Air Duel between SU-30 Russian Sukhoi SM and F-15 Israeli wuiihh haha!😎😎😎
    https://strategika51.wordpress.com/2015/10/02/syrie-duel-aerien-entre-des-sukhoi-su-30-sm-russes-et-des-f-15-israeliens/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oooo isiannya sukhoi ya om palu gada....

      Hapus
    2. Oooo isiannya sukhoi ya om palu gada....

      Hapus
  7. Duuh piye toh iki, kok padha ngelantur toh ?

    Eltari dijadikan tipe A itu berarti bisa untuk base 2 atau 3 skuadron pesawat, tetapi tidak selalu harus skuadron tempur semua.

    Contoh nih :

    Lanud Makassar itu tipe A tetapi skuadronnya 1 tempur, 1 angkut.

    Lanud Pontianak juga tipe A tetapi skuadronnya 1 tempur, 1 uav.

    Skuadron di Lanud Suryadarma malah kagak ada pespurnya, helikopter semua.

    Skuadron di Yogya juga kagak ada pespurnya hanya pesawat latih kitiran semua.

    Jadi lanud Eltari dijadikan tipe A itu pasti akan dijadikan rumah bagi 2-3 skuadron namun jika di situ skuadron tempurnya hanya 1 saja itu sudah beruntung.

    BalasHapus
  8. Mas Smili,

    3 skuadron intai maritim yg mau dibentuk, bisa jadi tidak hanya cn235 mpa lho, tetapi bisa saja terdiri dari skuadron campuran dari poseidon, cn235 mpa dan cn295 jamur.

    Poseidon bisa ditaruh di Jakarta sebab dekat dengan GMF sebagai pusat maintenance.

    Poseidon bisa juga difungsikan sebagai pesawat serang maritim.

    Memang kita mesti mengutamakan pembelian dari dalam negeri namun kita pun butuh industri penerbangan kita berkembang, tidak hanya itu-itu saja produknya.

    Sebagai bukti kita mengutamakan industri dalam negeri, cn235 kita bakal sekitar 6 kali lipat (untuk seluruh matra) dibanding poseidon.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cn235 mpa buat AL saja targetnya bakal 24 unit.

      Cn235 AU sekitar 16-19 unit.

      Belum lagi kalau nanti AD pesan versi gunship.

      Artinya bisa saja nantinya Poseidon bakal tersedia sekitar 6 - 8 unit saja, dengan pembelian bertahap.

      Hapus
    2. πŸ€”.....πŸ˜’.....πŸ˜”.....πŸ€₯

      Hapus
    3. Kenopo mas smiling..
      Jek perlu repisi maneh thaa iku..?

      πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜€

      Hapus
    4. Peyan mikir avturnya ya mas smiling..? πŸ˜‚

      Hapus
    5. Pesawat semono akehe....lha nek ban ne kenek paku bareng2 njur sek arep nambal sopo😣

      Hapus
    6. @mas ngitung

      Sampeyan belum ngasi argumen kenapa AL butuh 24 cn235mpa kesaya lho....

      Hapus
    7. Dihitung dari panjang pantai di Indonesia.

      99093 km
      1 nm = 1,85 km

      99093 / 1,85 = 53563 nm

      Jarak jelajah cn235 = 2350 nm

      53563 / 2350 = 22,79 dibulatkan 23

      Ditambah cadangan 1 unit.

      23 + 1 = 24 unit.

      Itu teori yang pertama.

      Ada lagi teori yang lain :

      Keliling NKRI berikut ZEE adalah 10171 km. Dibulatkan ke ratusan km terdekat, jadi 10200 km.

      Perbatasan daratan Papua+Kalimantan+Timor kira2 sepanjang 3200 km.

      10.200 - 3.200 = 7000 km

      Anggap keliling 7000 ini adalah keliling lingkaran.

      2Ο€r = 2 x 3,14 x r = 7000 km

      6,28 x r = 7000 km

      r = 7000 / 6,28 = 1114,65 km

      Sekarang jadikan 1114,65 km itu ke nm di mana 1 nm = 1,85 km.

      1114,65 / 1,85 = 602,5 nm

      Karena ini termasuk ZEE maka dibutuhkan perjalanan dari pangkalan di pantai ke batas terluar ZEE di mana jarak ZEE adalah 200 nm, jika bolak-balik berarti 200 x 2 = 400 nm.

      Tambahkan 400 nm ini kepada r, maka jadilah R yang baru di mana

      R = r + 400 = 602,5 + 400 = 1002,5 nm

      Jadi R = 1002,5 nm.

      Sekarang kita cari keliling yang baru, yaitu K = 2 x 3,14 x 1002,5

      6,28 x 1002,5 = 6295,7 nm

      Sekarang jarak jelajah cn235 adalah 2350 nm, itu adalah termasuk jarak bolak-balik ke pangkalan.

      Jika hanya sekali jalan berarti 2350 / 2 = 1175 nm

      6295,7 / 1175 = 5,38 posisi

      Dibulatkan ke atas dari 5,38 ke 6 posisi.

      1 operasional
      1 siaga
      1 perawatan

      1 + 1 + 1 = 3

      3 unit per posisi adalah minimal.

      Lebih bagus ditambah 1 lagi untuk cadangan.

      Jadi komposisi

      1 operasional
      1 siaga
      1 perawatan
      1 cadangan kalau salah satu dari 3 itu jatuh.

      1+1+1+1 = 4

      6 posisi x 4 unit = 24 unit adalah target ideal cn235 tni al.

      Itu teori ke 2.

      Jadi ada 2 teori yang masing2 menghasilkan 24 unit.

      Hapus
    8. Hmmm, masuk akal juga....kalo pesawate hanya dibekali "darto" doang😌

      Hapus
    9. Lho justru pertama darto dulu lalu pakai radar.

      Nah jika sampai tepi luar batas ZEE yang 200 nm, jika pakai radar berarti pengamatan bisa menjangkau lebih jauh lagi sehingga bisa menjadi sistem peringatan dini jika ada potensi serangan dari laut.

      Hapus
    10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus