23 Juli 2018

Sertifikasi Medium Tank Juli-Agustus Selesai

23 Juli 2018


Tank medium Pindad-FNSS (photo : FNSS)

Sertifikasi Medium Tank Kerja Sama Indonesia-Turki Akhir Juli Ini

TEMPO.CO, Bandung -Direktur Teknologi Dan Pengembangan Ade Bagja mengatakan, PT Pindad sudah merampungkan pembuatan purwarupa atau prototype medium tank kedua yang dirancang bersama FNSS Turki. “Kami punya Prototype 1 yang dibangun di Turki, dan itu sedang kami perbaiki, di improve pada Prototype 2. Prototype kedua ini yang akan kita lakukan sertifikasi,” kata Ade Bagja di Bandung, Jumat, 13 Juli 2018.

Ade mengatakan, pada kerjasama pengembangan medium tank Indonesia-Turki akan dibuat 2 purwarupa tank. Satu sudah lama selesai dibangun Pindad-FNSS di Turki, sementara Purwarupa 2 dibuat di Pindad, Bandung. “Yang dibuat di Turki itu sudah kami coba di sana, dan sebagainya; ada perbaikan, diterapkan di Prototype 2. Yang kan di sertifikasi ini, yang sudah ada proses ‘improvement’-nya,” kata dia.

Ade mengatakan, medium tank Purwarupa 2 ini bahkan sudah menjalani “mine blast test”, atau pengujian ketahanannya terhadap ledakan ranjau. Medium tank Purwarupa 2 tersebut menjalani pengujian menghadapi ledakan 8 kilogram TNT di bawah “hull” tank tersebut, serta 10 kilogram TNT yang ditanam di jalur lintasan tank tersebut. “Secara umum berhasil, Alhamdulillah. Tapi untuk hasil kuantitatifnya belum keluar. Mudah-mudahan hasilnya bagus,” kata dia.


Update program tank medium Pindad-FNSS (infographic : defence.pk)

Pengujian terhadap ledakan ranjau itu dijalani medium tank Purwarupa 2 tersebut tanggal 12 Juli 2018 di Lapangan Tembak Pussernarmed, Batujajar, Bandung Barat. “Pengujian standar internasional itu untuk 10 kilogram (TNT) d bawah track, itu besar. Kalau kita lihat filmmya tadi, bayangin, ada material loncat, sampai tanknya ngangkat karena (ledakan) 10 kilogram (TNT) itu besar,” kata Ade.

Menurut Ade, jika masih ditemukan kekurangan selepas evaluasi pengujian terhadap simulasi ledakan ranjau, tank akan disempurnakan lagi. “Setelah ini selesai, kami akan lanjutkan dengan proses sertifikasi,” kata dia.


Ade mengatakan, dalam fase sertifikasi tersebut akan dilakuan oleh Dislitbang TNI Angkatan Darat. “Sertifikasi dalam ketentuan yang ada di Indonesia, yang melakukannya adalah Dislitbang AD. Jadi seakan-akan kendaraan ktia berikan pada Dislitbang AD, mereka yang akan melakukan proses sertifikasi. Kami gak boleh nyentuh lagi,” kata dia.

Rancangan final pasca sertifikasi ini yang akan menjalani produksi masal. “Untuk tahap awal, hasil yang sekarang, kami mau produksi dulu,” kata Ade.


Chasis tank medium Pindad-FNSS (photo : FNSS)

Ade mengatakan, proses sertifikasi tersebut ditargetkan sudah bisa dikerjakan akhir bulan Juli 2018 ini, atau paling telat awal Agustus 2018. “Sertifikasi itu untuk mobilitas daya gerak, dan juga daya tembak atau daya gempur. Untuk mobilitas itu ada endurance, seminggu lebih dijalankan naik turun atas bawah, muter-muter. Minimal ada waktu 3-4 hari tidak boleh dimatikan mesinnya, jalan terus,” kata dia.

Tank tersebut juga akan menjalani pengujian daya tembak atau blast test, sebagai bagian dari sertifikasi tersebut.

Varian APC dan Komando

Ade mengatakan, medium tank pengembangan Indonesia-Turki itu dirancang untuk memenuhi kebutuhan TNI. “Apa sih yang diperlukan oleh user ktia. User kita ingin sebuah kendaraan tempur yang punya kemampuan menggempur, untuk menghancurkan lawan, tetapi kalau sampai dia dalam keadaan serangan, dia aman. Aman itu artinya, untuk personil dan materil di dalamnya. Dan itu yang coba kami penuhi. Berbagai macam spesifikasi terkait dengan kemampuan gempur, gerak, bertahan, survival, ability-nya, itu yang kita penuhi,” kata dia.


Mine blast testing tank medium Pindad-FNSS (photo : IMF)

Menurut Ade, kendati kelak sudah masuk fase produksi, tank tersebut juga akan masih menjalani serangkaian pengembangan mengikuti kebutuhan TNI. Salah satu pengembangan yang disiapkan adalah pengembangan veris APC (angkut personil), hingga ambulan. “Medium tank itu ada yang (tipe) kanon, tapi ada yang bisa dibuat untuk angkut personil. Karena yang dibutuhkan itu akan 1 kompi, itu di dalamnya ada tank penggempur, komando, administrasi, angkut personil, dan itu variannya banyak,” kata dia.

Ade mengatakan, Medium Tank ini juga dirancang memiliki kemampuan menyeberang di perairan kendati bukan tipe Amphibious seperti yang dipergunakan oleh pasukan Marinir. “Nanti tergantung kebutuhannya, bisa saja. Tapi kalau perlunya APC, kita akan perbesar kapasitasnya, nanti kita punya tipe Kanon dengan 10 penumpang, nanti kita pindah ke 16 penumpang,” kata dia.

Ade mengatakan, proyek pengembangan Medium Tank tersebut yang menjadi sasaran bukan kemampuan produksi semata, tapi justru penguasaan teknologinya. “Yang akan kami deliver ke Kementerian Pertahanan itu bukan medium tank-nya tapi penguasaan teknologi kendaraan tempur,” kata dia.

(Tempo)

49 komentar:

  1. Sip..!
    Yang penting kerja,evaluasi,perbaiki & ada hasilnya..😀
    Timbang kemulan tok, nglilir gur nyacat, trus kemulan maneh..😂😁😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. nyoih om pedang, seperti kebanyakan org kita. kalo uda suka kijang pengen dibuat versi macem2, versi angkot uda, tinggal versi sedannya aja blom haha!😂😂😂

      Hapus
  2. kok gak dilengkapi reactive protector ya...?
    kalau gak dilengkapi reactive protector lihat rudal TOW bisa kalang kabut..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayane kalau dipasangi armor segitu banyak bisa gak sesuai konsep dasar nya pengadaan tank ini oom.. kan cita cita awalnya adalah MWT (Medium Weight Tank), kurang paham standarnya tapi kayane diangka 30 - 40 Ton itulah yg dibilang Medium.
      Pakai Armor kayane bisa nambah 3 Ton lebih, tapi gak tau ya bisa saja nanti akan ditambahkan Pasif Armor dan Aktif Armor ala2 Trophy gitulah.

      Hapus
    2. Mas bakul,kayaknya tank ini bisa uptodate bisa dipasangin lapisan armor bila diinginkan

      Hapus
    3. ngapaen pake ERA, berbahaya.

      klo mnurut guwe om bakul, pasif armor yach amap yg terbaik ditendem ama aps(active protection system)jenis thropy ato GL5(norinco), cukuplah buat ngadepin tow aplg yg bermata 2. tapi klo kena salvo MLRS, yach wassalam jugak haha!😂😂😂

      Hapus
    4. kalo pake era jg ntar percuma ngadepin rudal tow kyk gini nich cara kerja & hasilnya haha!😅😅😅
      https://www.youtube.com/watch?v=E1VWPOpYbQI

      untung kita uda order javelin yg dateng dari atas asyiiiikk...haha!👍👍👍
      https://www.youtube.com/watch?v=llzKYdjeSzQ

      Hapus
    5. kalo diatas uda liat link TOW bikin t72 hancur lebur ampe turetnya copot haha!😱😱😱

      yg ini contoh javelin ngembat t72..hmmn bagi yg punya turunan tank ini harap2 tariq napas, rudal ini kita punya banyakkkkkk haha!🤣🤣🤣

      https://www.youtube.com/watch?v=Wffv5NCrrvc

      Hapus
  3. Benar kan tidak hanya sebagai tank.. nantinya bisa juga dikembangkan menjadi IFV sekelas marder/puma dan Bradley.. Dan kalau marinir juga minat tinggal modifikasi sedikit biar bisa ngambang dan berenang dilaut. yiihaaaa... lanjoooottt..!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup,sekali berenang 2 dan 3 pulau terlampaui,sekali merancang tank,model tanknya bisa di ubah menjadi APC dan IFV

      Hapus
    2. Bikin 1 platform untuk segala keperluan.

      Mau medium tank, udah oke.
      Mau IFV, tinggal dicopot turet 105 mm, diganti turet Pandur atau turet Marder. Udah oke.
      Mau APC, tinggal dicopot turetnya aja, mesin taruh di depan. Udah oke.
      Mau amfibi, tinggal dikasih propeler di belakang dan tambahan penangkis gelombang di depan. Udah oke.
      Mau dibikin recovery vehicle tinggal dikasih crane. Udah oke.
      Mau tank ambulance, tinggal yang APC dikasih lampu nguing2. Udah oke.
      Mau AVB, tinggal ditaruh jembatan lipat di atas. Udah oke.
      Mau anti mine vehicle tinggal dikasih serok buldozer di depan. Udah oke.
      Mau SPAAG, tinggal dikasih turet SPAAG milenium gun. Udah oke.
      Mau MLRS, tinggal dikasih launcher MLRS di atas. Udah oke.
      Mau anti air missiles, tinggal ditaruh Launcher NASAMS di atas.Udah oke.
      Mau jadi platform rudal pertahanan pantai, tinggal dikasih launcher NSMnya di atas. Udah oke.

      Hapus
    3. Bisa buat antar jemput anak sekolah juga mas TN ?... *joke*

      Mantap ya semua purpose bisa dicover Harimau Hitam. Lanjutkan..!

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. pindad tinggal improve sesuai kebutuhan TNI, ketangguhan dan mobilitas sudah diuji yg lainnya tinggal nambahin sesuai permintaan kebutuhan pemesan,,semoga laris manis.

    BalasHapus
  6. pindad tinggal improve sesuai kebutuhan TNI, ketangguhan dan mobilitas sudah diuji yg lainnya tinggal nambahin sesuai permintaan kebutuhan pemesan,,semoga laris manis.

    BalasHapus
  7. Sukses PINDAD.

    Terjawab sudah kenapa Harimau Hitam depannya melandai seperti layaknya model Tank Amphibi dan tidak streamline umumnya ternyata ada kepikiran dikembangkan jadi Amphibious Tank juga... wow mantap.

    Target APC di basis Harimau Hitam opsinya tentara lewat pintu samping atau pindahin posisi mesin kedepan supaya pasukan tetap keluar masuk dari belakang ?

    Kejam bener ya test nya disini ya guys..

    “Sertifikasi itu untuk mobilitas daya gerak, dan juga daya tembak atau daya gempur. Untuk mobilitas itu ada endurance, seminggu lebih dijalankan naik turun atas bawah, muter-muter. Minimal ada waktu 3-4 hari tidak boleh dimatikan mesinnya, jalan terus,” kata dia.

    Begini kok kata si Unknown Indonesia cuma bisa import dari Turki... kalau cuma import doang ngapain repot2 ikutan test ledak dan test uji ketahanan segala, kudunya mah terima beres itu mah kalau model begitu sama kayak kita beli Leopard segala test dan uji tempurnya sertifikatnya sudah ada dari jaman dulunya di German sana. Lha ini Tank baru belum diproduksi ya kudu pake Sertifikat dulu lah mas bro, kalau lulus baru abis itu lanjut produksi....gak kayak gemp..... ahh syudahlah.. hehehehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Unknown itu 2 ada orang mas,satu Prof Unknown kolektor link zaman dinasti ming itu baru dari jiran,Unknown satunya lg dari indonesia

      Hapus
    2. Para beruk klo smpai baca brita ini bisa kejang" mcam epilepsi krna tdak mw trima knyataan klau gempita mreka hnya tempel stiker krna bukan mrupakan buatan tempatan tpi hnya claim sna sni,,,brbeda dengan harimau hitam pindad yng hrus melalui proses seritifkasi dan uji ketahanan dll sblum msuk kdalam lini produksi dan d pakai oleh user..

      Hapus
    3. kalau cuman import gak mungkin ada pembagian area market

      Hapus
    4. Yup, niat awalnya memang selain 'bisa buat sendiri juga bisa jualan sendiri'.
      Kalo bisa buat sendiri tapi ga bisa jualan ya rugi laah..😊

      Sama ama niatnya di IFX & info grafisnya PT PAL tentunya..😊

      Lanjoot...😁

      Hapus
    5. Senang digondolin Bakhtiar Shikan udah, murah. Ngak perlu guna Ingwe, membazir. Kikiki..

      Hapus
    6. Bakhtiar shiktan dan ingwe bakal di gondolin dan di sapu bersih oleh meriam dan roket Indonesia 😆😆😆😆😆

      Hapus
    7. Bakhtar shikan juga rocket abal2 kemaren pas latihan kuasa tembakan juga ga ada efeknya ke target sasaran

      Hapus
    8. Kingkong@ Sebelum gempitamu lancarkan bakhtiar shiktan,gempitamu dah hancur lebor kena hellfire apache indonesia wkwkwk

      Hapus
  8. Yaa.. bagusan tu memang multi platform, jd ga cm jd tank, tp jg bisa jd IFV

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya,,pindad mmang blm puas sma medium tank nya skrng ingin di kembangin lgi jdi ifv macam puma dan bredley inovasi dan perkembangan pindad dan pal mmang slalu buat bangga

      Hapus
    2. Platform medium tank kemungkinan besar bisa jadi IFV

      Hapus
    3. Half kereta lemboo, half scrap iron. Senang digondolin. Kikiki..

      Hapus
    4. Malon half otak lembu senang di gondolin Najib sampai bangkraps 😆😆😆😆

      Hapus
    5. Cie,Cie ada beruk kingkong iri hati kerana negaranya tak bisa bina weapon apa2 wkwkwk

      Hapus
  9. Mesin belakang kalo jadi APC/IFV gimana ya? Mesti major modif tuh kalo mindah mesin ke depan...😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti kita tanya om wisnu mas

      Hapus
    2. Harus ke depan mas, atau coba contek desain LVTP7, kalau gak salah letak mesinnya di tengah malah tuh mas dibelakang Driver tapi didepan tempat duduk personel. CMIIW

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Lho kenapa mesinnya harus dipindah kedepan....tinggal ditutupi waring udah gak kelihatan kok😂

      Hapus
    5. Hwakakakak..😂
      Ning keluk'e tetep mambu sengak mas..😂😁

      Hapus
  10. Wah kayane beneran mau dibuat kelas baru, mungkin Sampari Class dikeluarin dari armada KCR..

    Nantinya skenarionya (mungkin lho ya) ada 3 jenis armada Kapal Cepat TNI AL.

    - Kapal Cepat Rudal
    - Kapal Cepat Terpedo
    - Kapal Cepat Serbu ??

    https://www.indomiliter.com/kcr-60m-batch-1-setelah-rudal-anti-kapal-dilepas-akankah-dibentuk-kelompok-kapal-perang-baru/#more-66699

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa donk, ntar jadi korvet mini soalnya kelas sampari, mo pake kanon 57mm dan sudah ada cms, terinstal rudal c705 ama CIWS setronk haha!👍👍👍

      model begini emang uda layak jadi korvet daripada KCR. kedepan, bisa pake nomer awal 3xx yippiii haha!💪💪💪

      Hapus
  11. Woooo...pantesan ngebet beli...

    The heaviest cargo plane in the inventory of the Indonesian Air Force is currently the C-130, which with an approximate payload capacity of 20 tons is insufficient for the transport of the 35-ton KAPLAN MT, and so it is no surprise that Indonesia plans to purchase the A400M, which are already in the inventory of the Turkish Air Forces.

    Hmmmm....

    BalasHapus
  12. tank ini mesti ada v hull nya dan proteksi era dan level stagnag 5.. wkwkwkw ne menggerunkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Digondolin Bakntiar Shikan udah. Murah. Kikiki..

      Hapus
    2. Bakthar sultan bakal di gondolin sniper Indonesia lebih murah lah 😆😆😆

      Hapus
    3. Gempita malon duluan digondolin apache indonesia wkwkwk

      Hapus
  13. Malay dan indon hanya mampu jv dengan turki sahaja! Kerana negara barat tidak sudi jv dengan negara miskin seperti malay dan indon.
    Malay dan indon hanya mampu jv senjata ringan sahaja! Bukan senjata mematikan! Berbeza dengan singapura jv kapal selam jet tempur! Kerana singapura beli aset tanpa berhutang! Tidak seperti malay dan indon terpaksa hutang! Dapat aset sampah rusia atau sampah amerika sahaja!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan menghibur diri beruk!

      Hapus
    2. Wong deftech aja blm bisa produksi apa2,pabrik senjata amatiran ya deftech itu asal jeplak cap tempatan pdhl aslinya bukan buatan deftech

      Hapus
    3. Cie,Cie ada beruk cakapnya melancap wkwkwk

      Hapus