30 Juli 2018

Indonesia Reveals Details of Chinese Sensors Installed Onboard KCR-60M Vessels

30 Juli 2018


Parallel with the installation of Type 630 30 mm close-in weapon system (CIWS) turrets,vIndonesia has installed Chinese-made fire-control, search radars on two of its KCR-60M fast attack craft. Equipment provides vessels with a more potent defence against hostile aircraft and precision-guided munitions (photo : TNI AL)

In line with the installation of Type 630 30 mm close-in weapon system (CIWS) turrets, the Indonesian Navy (Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut: TNI-AL) has also equipped two of its KCR-60M fast attack craft with Chinese-made sensors, consoles, and combat information systems.

Details of the systems, which were revealed on 22 July by a TNI-AL source at the service’s headquarters in Cilangkap, have been corroborated with Indonesian industry sources in Surabaya who are familiar with the matter.


Three KCR 60M class (photo : defence.pk)

Jane’s first reported in January 2018 that the TNI-AL had removed missile launchers and installed the Type 630 CIWS on its lead KCR-60M vessel, KRI Sampari (628), as part of wider plans to reconstitute the class. The CIWS turret is now situated at stern, where a rigid hull inflatable boat (RHIB) used to be positioned. Since then, sister vessel KRI Tombak (629) has been modified in a similar manner.

The Type 630 CIWS is a variant of the Russian-developed AK-630 that has been marketed by China Shipbuilding Trading Company (CSTC) as the “NG-18 30 mm six-barrelled naval gun”. The weapon can engage low-altitude aircraft at distances of up to 2,500 m, sea-skimming projectiles at up to 1,300 m, and can fire between 4,500 and 5,000 rds/min.

It has now been confirmed that the Type 630 CIWS set-up on both Sampari and Tombak include the Type 347G ‘Rice Bowl’ short-range fire-control radar and its associated fire-control console. This sensor has been installed in the aft section of the ships’ superstructure, and can track targets at up to 6 n miles away.

(Jane's)

36 komentar:

  1. Siap,makin canggih KCR ini ada CIWS,setelah CIWS di install maka missile SSM akan dipasang kembali,wow menggerunkan

    BalasHapus
  2. min, kok telat posting kenapa?
    saya sudah baca artikel itu 3 hari yang lalu....

    ayo min semangat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk...mimin kebanyakan mecin bro wkwkwk...kabooorrr

      Hapus
    2. ah bro rempit dan bos bakul api..

      ini lebih guna menjaga perasaan malon supaya tidak semakin tertekan fikiran mereka.

      supaya malon tak jadi pasien rumah gila sahaja

      hahahahahahaha

      Hapus
    3. Situa@ bkn rumah gila bro tp gubuk gila wkwkwk

      Hapus
    4. iya bro rempit.

      kekuatan malon akan habis segera sehingga tercirit naik pohon hahaha

      Hapus
  3. Saya malah feeling mau dibuat kelas baru mas...
    Kedua KCR yg ini pasang senjata diluar rudal depan belakang karena space sempit. Sementara KCR yang lain tetap dengan rudal dibelakang dan depan senapan.

    Mungkin kedua KCR ini akan ganti nama (kalau memang gak pasang rudal) dengan dibuka kelas baru..

    "Jane’s first reported in January 2018 that the TNI-AL had removed missile launchers and installed the Type 630 CIWS on its lead KCR-60M vessel, KRI Sampari (628), as part of WIDER PLANS TO RECONSTITUTE the class"

    Any Info maksud kalimat diatas ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kanon 57mm, CIWS 30mm, SMB, ayolaaah..pasti akan ada fugsi spesial yg lebih dari itu.Torpedo kah?

      Hweihihi...😎

      Hapus
    2. Kelas baru = murid baru = sekolahan tambah banyak "isinya"..😎

      Hweihihihi..

      Hapus
    3. Ane masih feeling kapal ini masih pake rudal om cos namanya masih KCR

      Hapus
    4. 1. Namanya KCR, jadi tetap bisa diinstal rudal, paling tidak sepasang rudal meskipun FFBNW, tempatnya (dari buritan) AK630, RHIB, rudal, superstructure.

      2. KCR bukan kapal pemukul utama, fungsi utamanya adalah sebagai pelindung pangkalan, jadi dalam keadaan damai tidak mutlak dipasang rudal,rudal hanya dipasang pada saat ada ancaman dan rudal bisa dipasang dengan cepat sebab sudah terpasang rangka landasan peluncur rudal. Tinggal taruh dan colok ke kabel listrik dan kabel data.

      Hapus
    5. mungkin saja dipasang vls sehingga lebih stealth ☺☺☺

      Hapus
    6. Rudal nya wajib ada....klo di hilangkan beratti yg ambil kebijakan itu dapat bisikan untuk pelemahan kcr....biasa pemhisik pembisik antek barat banyak di sini

      Hapus
    7. Si jalak ini kena virus "waring yaman now" rupanya....nek due moto mbok anggo moco to lak, palakπŸ˜‚

      Hapus
    8. Mas jalak, anda tau ndak...gabener idaman anda (yg katanya non-antek aseng) telah memecat pejabat dibawahnya hanya berdasar "potongan kliping koran"....iya, kliping koran untuk alasan memecat pejabat😣

      Cocok banget dengan "guru besarnya" yg meramalkan keruntuhan Indonesia,acuannya dari baca novel fiksi.....maka gak heran kalo para pendukungnya punya pikiran cetek bin picik....macam sampeyan

      Hapus
    9. @ mas smiling aku ra seneng kok karo wan abud wek ....tebakan sampeyan salah hehe...kabuuurrrr

      Hapus
    10. Berarti sampeyan podo ro aku...podo2 ra seneng lananganπŸ˜‚

      Hapus
  4. Gek anak-bojone do mangan opo....wayahe nyambut gawe ngene malah cangkruk neng keneπŸ€”

    BalasHapus
    Balasan
    1. katanya mau fregat. yo nongkrong ae

      Hapus
    2. Lha wong cangkruk wae digaji kok..hwekekeekk..πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜‚πŸ˜

      Hapus
    3. Kok koyo sing hobi olahraga sampeyan ki mas....πŸ€”

      Timbang buyer dibully mergo ra becus ngurus kali item, luwung liburan, renang nyang pulau sebira....toh tetep digajiπŸ™„

      Hapus
    4. @smilikiti...dibully piye to...wong kali item panggah ngono...panggag mambu πŸ˜‚...terus waringe nggoh opo

      Hapus
    5. Kandani nggo bahan daster ide-ne mas smiling kok...hwakakakakak..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      #penguk

      Hapus
    6. Rupanya sekarang sudah disebarin bakteri spektrikokus untuk mengurai sumber bau😷

      Tapi itu idenya "kagama"....bukan idenya togepepe yang digaji wanabud puluhan juta itu

      Hapus
  5. itu bisa mencapai sejauh 20 km. TNI yang baik.

    BalasHapus
  6. gaes, coba perhatikan baek2 tower KCR 628&629 diatas, makin tinggi dibanding sebelahnya kri 627 batch 2, apgred apakah gerangan wakwauuuww haha!😚😚😚

    bandingin ama link dibawah ini:

    https://defence.pk/pdf/attachments/kcr-60-1-jpg.449733/
    https://defence.pk/pdf/attachments/kcr-60-3-jpg.449735/

    kalo liat tabel produksi pt pal, sewaco 2 kcr uda kepasang ampe bulan 3/18. uda mirip korvet dech kcr2 kitah haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘


    https://2.bp.blogspot.com/-neTZECKs978/W1KdWETpxWI/AAAAAAAA7h8/yKrDg5Ymv50232ahVaPKXISxW3RNC2yKgCLcBGAs/s1600/PAL-8.jpg

    perhatikan point B no 4&5 PKR bok, bulan depan uda mao letak lunnas kafal hore haha!πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya radarnya di upgrade tuh om

      Hapus
    2. Tentuw pake radar yaman now haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      Hapus
  7. dari foto tsb ada 2 kesimpulan: 1. Tidak ditemukannya lg parabola perang elektronik andalan yaitu indovision, 2. Drum strategis "pertamina" masih ad di dek kapal,yg mana harus dipikirkan tempat sebenarnya.

    BalasHapus