17 Juli 2018

UK Unveils New Tempest Fighter Jet Model

17 Juli 2018


Tempest new fighter jet (photo : DefenseNews)

A model of the UK's planned new fighter jet, the Tempest, has been unveiled at the Farnborough Air Show.

The UK's Defence Secretary, Gavin Williamson, said the jet could be used with either pilots or as a drone.

The craft will eventually replace the existing Typhoon fighter jet. It will be developed and built by BAE Systems, engine maker Rolls-Royce, Italy's Leonardo and missiles expert MBDA.

Mr Williamson said the UK would be investing £2bn in the new project.

The hope is to see it flying by 2035.


Tempest new fighter jet (photo : AIN)

Mr Williamson said the programme was aimed at ensuring the UK's continued leadership in fighter technology and control of air space in future combat: "We have been a world leader in the combat air sector for a century, with an enviable array of skills and technology, and this strategy makes clear that we are determined to make sure it stays that way."

He added that the UK, currently excluded from the latest fighter programme underway between France and Germany, was not against forming a partnership with other nations: "It shows our allies that we are open to working together to protect the skies in an increasingly threatening future - and this concept model is just a glimpse into what the future could look like."

'Direction of travel'
According to BBC defence correspondent Jonathan Beale, the Tempest looks remarkably similar to the current generation of stealth jets, including the US developed-F 35.

Its sleek lines are designed to be hard to detect by radar, but unlike the current generation of jets it could also operate as a drone without a pilot.

It would also be the first British-designed jet to carry laser directed energy weapons capable of shooting down aircraft and missiles.


Tempest new fighter jet (photo : UKDefenceJournal)

Aeropace giant Airbus welcomed the new jet programme: "Airbus welcomes the UK's commitment of funding for the future fighter project. We look forward to continuing collaborative discussions with all relevant European players."

Earlier, the chief executive of BAE Systems, Charles Woodburn, told the BBC's Today programme that the new jet would be some time in coming.

"We already have the Typhoon platform which forms the absolute bedrock of European air defence and that'll be in service for decades to come," he said.

He added that the inner workings of the new craft would start life within the Typhoon.

"The important thing about the new concept is that it will illustrate a direction of travel and many of those technologies that will be embodied in that will first see their service through the Typhoon.

"For example, upgrades on the avionics, upgrades in the weapons systems, upgrades in the radar will be deployed through the Typhoon and will be deployed there and then."

(BBC)

39 komentar:

  1. Di artikel uji coba radar CP SAR rancangan prof Josaphat, disebut saat ini sedang dilakukan uji coba komunikasi pengendalian drone stratosphere....jika keseluruhan proses berjalan lancar, maka drone ini akan menjadi drone HALE masa depan Indonesia.

    BalasHapus
  2. ini mirip ptm ya, apa para ahli Malaysia yang merancang ini bekerja sama dengan British

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi.
      Negara malassit sedang bangkrup maka ahli2 yg merancang pesawat ptm gen6 pada pindah kerja ke british

      Hapus
  3. klo bisa jadi dron jugak, artinya ini pespur gen 6 pertamax donk yach haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    moga2 jet tempur ini bisa diresmikan oma liz & opa disebelah, kan faif difens pawa hore haha!😎😎😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  4. to far for 2035 final production.

    BalasHapus
  5. Ini program bargaining kata forumer luar..Jerman dan Prancis udah mau jalan sendiri..Ingris dg semangat Brexit mau bikin yg terpisah..Tapi udah ngajak leonardo ikut di proyek ini untuk bujuk Itali ikut juga..

    Tapi Eropa ngk punya cukup pasar untuk 2 pesawat Stealth..makanya ini bargaining Ingris ke Prancis dan Jerman untuk akhirnya gabungin lagi programnya..
    Proyek masih lama lah..ini kan untuk pengganti Typhoon dan Rafale..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cupu aah modelnya, gak yakin bisa edan manuver geyal geyol....

      Hapus
    2. Klo menurut saya susah mas gabungin Inggris Ama Prancis...dl awal nya EFA / Typhoon Prancis ikut ,Krn ad perbedaan makanya Prancis bikin sendiri....nah klo ini di buat bargaining menurut Sy ga jg... Krn Jerman dan Perancis berbeda visi nya am Inggris...maap klo salah,hehehe

      Hapus
    3. @Rian
      Beda kebutuhan Perancis dan Inggris apa yah?

      Hapus
    4. Sukurin loh (@mas rian)...dapet pertanyaan yg berat dr mas irsπŸ€—

      Hapus
    5. Hehehe...ogut di lock am mas IRS...ampun mas...
      Sy cb jawab ya mas ...klo salah maap hehhee
      Ada beberapa hal yg menyebabkan Perancis keluar dr program EFA,yg paling utama Perancis menginginkan menjadi pimpinan dlm pembuatan EFA ini,perbedaan pendapat dimulai dr desain dan penggunaan mesin,Inggris menginginkan mesin RB199 yang digunakan sedangkan Perancis lebih menyukai Snecma M88,Krn rencananya apabila jadi pesawat ini akan menggantikan dua jenis pesawat yg di gunakan AU Perancis ( Jaguar & F-8 Crusader ), Perancis memasukan kebutuhannya akan versi kapal induk....itu mas menurut hemat Sy yg pernah saya baca...klo salah maap ,maklum cm anabel syaa,analisis si gembel...hahaha

      Hapus
    6. Klo menurut mas IRS gmn...mungkin mas IRS tau sejarahnya dari gabungnya Perancis sampai Perancis bubar dr program EFA...klo tau bagi2 lah...biar tambah ilmu saya....hehehe

      Hapus
    7. Yess...mas rian rebound😎

      Hapus
    8. Hehehe...bkn rebound mas,ak nanya beneran...maklum org awam...hehehe

      Hapus
    9. Betul Prancis dulu pisah dg rest of Team Europe sehingga muncul Typhoon dan Rafale krn Ego Prancis dan kebutuhan yg beda..
      Tapi kondisi Ekonomi Eropa skrg relatif udah beda..Economics of Scale di Eropa ngk memungkinkan ada 2 program Stealth Fighter. Makanya walaupun diatas kertas Ingris kelihatan mau jalan sendiri..tapi udah ngajak Leonardo ikut..alias secara ngk resmi udah bujuk Itali ikutan juga..
      Sementara walaupun program Prancis dan Jerman kelihatanya hanya untuk mereka berdua..tapi krn dasarnya jalan lewat Airbus Military..mereka juga ngarapin Itali, Spanyol dan juga Ingris..akhirnya gabung juga..

      Semuanya punya kepentingan Industri masing2 kebagian kerjaan. Jadi ini skrg masih perang konsep..yg nantinya bukan ngk mungkin negosiasi bagian dari konsep masing2 digabung.

      Krn inti dari argumen Forumers luar..kondisi ekonomi Eropa cuma memungkinkan hanya satu program Stealth Fighter yg bisa jalan baik dari sisi besaran pasar dan biaya pengembangan..

      Cuma Turki yg masih ngotot jalan sendiri dg TFX. Itu juga kalau menurut forumers Turku, krn Ego'nya Erdogan..Tehnologinya juga tergantung dari suplier Eropa terutama dari Ingris.
      Secara Ekonomi sebenarnya Turki juga ngk akan sanggup jalan sendirian..

      Hapus
    10. om barat, £2bn dari inglis utk jet generasi keberapa yak, emg cukup dana segituw?

      lah kita aja join ama korsel $8bn utk gen 4,5, kemahalan donk kita yak haha!😁😁😁

      ato proyek diatas, sisa laennya ditanggung pake duwit bae?
      kalo masi perlu patner, kaliaja nawar2in kesini gitchu donk haha!πŸ€—πŸ€—πŸ€—

      Hapus
    11. Makane ane bilang ini baru konsep dan ada bargainingnya kedepan.
      2 bio GBP iru kan baru untuk matengin konsep design..

      Yg jelas Ingris perlu partner..dan ini kaya'nya sama semua media analyst dan forumers sono di aminin..

      Masalahnya siapa yg bisa bakalan dapetin partner lebih banyak..proyek tempest ingris ini..atau proyek duo jerman-prancis..itu kemungkinan yg bakalan jalan ke produksi..

      Hapus
  6. I don't see the similarities between this plane and the F-35. Looks more like an F-22 than an F-35. Better yet, just say it looks like the YF-23.....

    BalasHapus
  7. Waiting list pespur baru IFX/KFX, TFX, FCAS, terakhir si Tempest bakalan rame nih tahun 2030-2050 banyak pilihan pespus tinggal kemampuan sales dan battle prove dilapangan yg membuktikan terbaik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok PTM GEN6 malon dilewat bung?

      Hapus
    2. Itu kaya beruk pingin berubah jadi manusia bung essen wkwkwk... Bikin pesawat baling2 ad ga bisa pingin bikin jet cm mengandalkan ada banyak mro di negaranya. Lets we see

      Hapus
  8. Meanwhile in Russia:

    https://www.businessinsider.de/russia-admits-defeat-su-57-not-going-into-mass-production-2018-7?r=UK&IR=T

    PAK-FA gagal. Ga jadi diproduksi masal sama Rusia. Buat pendukung PAK-FA: Told you it's a failed product.

    Sekarang Rusia cuma bisa ngeles bilang PAK-FA "kecanggihan" dibanding pesawat lain jadi ga usah diproduksi masal. Hahahaha dagelan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namanya strategi dagang itu
      Katanya su 57 pakfa itu ekstrim manuver vs f22 raptor......su57 pakfa terbang lebih tinggi apa namanya itu stratosper ya vs f22 raptor.....su57 jammingnya lebih kuat vs f22 raptor.....su57 pakfa daya angkut senjata lebih besar vs f22 raptor.....su57 pakfa teknologinya lebih canggih vs f22 raptor udah ketinggalan jaman....hahaha

      Hapus
    2. Su fighter series fanboy please face reality that su57 will never phase mass production and the con outweigh the pro that you had mention, even though I like the design of su57

      Hapus
    3. buset ganas jugak media sana yak haha!πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      hmmn, klo guwe baca2, mister bronk narasumbernya rada agresip mnanggapi stetmen wakil menteri pertahanan rusia haha!😊😊😊

      masa gara2 wakil menhan bilang "gak perlu buru2 produksi massal"
      lgs dicap gagal dan rusia mengakui kekalahan dgn membatalkan produksi massal, kejam euy haha!πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      kerna baca brita disituw terlaluw tendensius dan mengada2, guwe coba lgs sumber berita aselinya, berdasar link dari bisnis insider itu sendiri:

      https://thediplomat.com/2018/07/russia-will-not-mass-produce-5th-generation-stealth-fighter-jet/

      setelah mengecek the diplomat. isinya agak lembuh & lebih inpormatip aje dech.

      seperti baru bulan juni kemarin kementrian pertahanan baru pesan 12 su57, harga produksi dan ada pengembangan mesin baru buat su57.
      nach yg trakhir ini yg mnarik, kerna blom selesai, mungkin 2020an.

      kemhan rusia baru pesen 12 uda dihina dina, kesian ruski. nach 2 pespur baru bakal namba inventori mrk tahun depan, kyknya bareng nich ama su 35 kitah haha!🀣🀣🀣

      https://www.ainonline.com/aviation-news/defense/2018-07-03/russia-places-initial-production-order-stealth-fighter#

      om anony, klo mnurut fendapat pribadi guwe sich ada bbrp kmungkinan.

      1.mrk/rusia nunggu mesin baru dolo baru baru mau ngebut.

      2.ato buat apa ngebut toh ini pespur su 57, buat rusia sendiri, laen crita kalo buat dagang. pasti nonstop cem f35 yg lg laris manis, tul gak haha!πŸ€“πŸ€“πŸ€“

      3.duit rusia kurang banyak, soalnya target akusisi kebutuhan su-35, su-30sm blom tercapai. denger2 mrk butuh 300an bijik su 35. kemarin sempat setop, pabriknya lg jualan buat rrc, skrg lg dipake buat kita sich haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      Hapus
    4. kalo biaya produksi su57 segituw, guwe jd pengen tau biaya produksi su35, jd bisa tau om putink untung brp..eh putin denk haha!πŸ€‘πŸ€‘πŸ€‘

      Hapus
    5. @Jalak supermaneuverability F-22 juga punya dan sama maneuverable dengan Su-57. Su-57 cuma lebih maneuverable dari F-35.

      Service ceiling Su-57 lebih tinggi? Ga usah ngibul lah. Dua-duanya punya service ceiling 20000+ mdpl.

      Daya angkut lebih besar? Ngibul lagi. Kalau mau stealth Su-57 cuma punya 6 internal hardpoints. Sama dengan F-22. Kalau mau bawa 6 external ya jadi ga stealth.

      Satu-satunya fakta yang lu sebut dan bener cuma Su-57 bisa bawa ECM suite. That's it. Sisanya ngibul. Pathetic.

      Hapus
    6. @PG Su-57 ga diproduksi masal karena:
      1. Rusia ga ada duit dan
      2. Masih terlalu banyak technical issues. Salah satunya engine seperti yang anda tulis.
      3. Walaupun lebih murah dari F-35, tetap lebih mahal dari biaya upgrade pesawat mereka sekarang dengan radar dan avionik baru.
      4. Su-57 ga bener2 stealth dibanding F-22, F-35, dan J-20.

      Dengan biaya yang udah mereka keluarin sampai sekarang, considering semua faktor itu, ga mengherankan kalau programnya dicancel. Dan buat jaga muka, mereka bilang ga perlu diproduksi masal karena kecanggihan dibanding pesawat barat.

      Jelas media barat pesta pora karena aslinya Su-57 adalah counter Rusia buat F-22, F-35, dan J-20. Dan seharusnya at least 100 unit operasional tahun 2020. Sekarang 2018 dan masih belum diproduksi masal dan bahkan sekarang ga jadi diproduksi masal.

      Logikanya cuma 1. Produk gagal.

      Hapus
    7. makasi replynya om, 1&2 emang nyata, gak ditutup2i haha!😊😊😊

      3. tak dipungkiri, yg guwe liat juga slalu spt ituw.
      hanya saja f35 punya biaya pengembangan, itu rekor dunia yg konon takkan terpecahkan & gak bakalan balik modal haha!πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

      utk no 4. gpp om anony, predikat kraguan cem ituw jg sama dipegang f35 haha!πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
      kalo liat yg pro&kontra byk bingit di media, jau lebih serem dibanding brita su 57 ini. dari soal produk gagal ampe minta dikensel, uda tahunan, trutama buat f35c, yg blom jelas kapan produksi massalnya. kasusnya mirip2lah haha!πŸ€—πŸ€—πŸ€—

      nach bedanya f35 dijual umum, malah laku keras walo ada keraguan.
      nah yg doyan malah negeri yg gak diikut program jsf dari awal. cem jepang, korsel. dan masi ada banyak negeri laen yg ikutan ngantri, tp blom dpt ijin dr amrik ato jerman yg angkatan udaranya konon pengen, tp dilarang pemerintahnye, betul gak nich britanya om, coba cek haha!🀠🀠🀠

      sedangkan yg ikut jsf, ada bbrp yg ragu, dimulai dengan pesanannya dikurangi kyk italy sampai yg gak mao pesan seperti kanada haha!🀣🀣🀣

      Hapus
    8. mnuru pendapat pribadi guwe yg slamet megang kt stealth cuman b2 ama f22 haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘
      knp? kerna masi misterius ampe skrg. blom ada yg tau, apakah pespur2 tersebut bner2 stealth ato gak. jadi kemisteriusan mrk, menjadikan predikat stealth melekat, yach stidaknya dalam tiap operasi mrk gak jatuh & tercium sam kyk f117 haha!πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


      nach menanggapi gosip2 kyk berita diatas, disini guwe brusaha memahami susahnya bikin pespur yg sesuai dgn harapan byk org.
      apalagi pespur ini menggotong nama generasi kelima.
      butuh waktu panjang buat penyempurnaan walo sudah masuk jalur produksi.

      kalo ada brita2 model gini mach, terus terang padanannya banyak bingit, dari f22, f35, f117 sampe j20, tak luput dari kabar positip & negatipnye om anony haha!πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™

      guwe sich gak mihak2 kemana2, mala anehnya guwe ckp optimis kedepan negeri kita beli f35, tp nanti 15-20 taonan lagi haha!🀣🀣🀣

      Hapus
    9. kalo ada yg tanya, knp gak su57? smua tau pespur ini gak dijual umum, setidaknya ampe ruski punya andalan laen, jadi susah kan ngimpi2in esyu 57 haha!😜😜😜

      nach f35 jugak kalo dikasi ijin kalo gak dikasi ampe 20 taon nanti, yach liat nanti sapa tau jet py inglis ini dijual umum ato buatan rrc cem j31 yg katanya stealth jugak haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      ah prancis, swedia & jerman aja gak punya pespur gen 5 masi sante2 aza.
      jd tak perlu resah, yg penting tahun depan kita punya pespur baru dan masi py impian ifx. yakin aja dituning dikit, itu ifx jadi gen 5 jugak haha!πŸ€“πŸ€“πŸ€“

      Hapus
    10. guwe masi ada pertanyaan soal stealth. knp amrik masi doyan main segmen pespur gen 5.
      pdhl satu dunia juga tau, utk pesawat stealth mrk uda khatam dari puluhan tahun laluw.

      jadi knp masi bikin yg berbiaya warbyazah ituw f35? katanya amrik uda punyak. logikanya kalo uda punya techno tersebut, kedepannya makin murah bukan, ini kok malah sebaliknya, jd curiga guwe, ada unsur 378 kynya nich haha!πŸ™„πŸ™„πŸ™„

      ada yg bisa bantu jwb?

      Hapus
    11. Buset 378 angka keramat kah om hahaha...... mau tanya daya jelajah su57 pakfa vs f22 raptor daya jelajah jauhan mana.....

      Hapus
    12. @PG biaya luar biasa buat F-35 penyebabnya simpel: Amerika berusaha ngejejelin 3 pesawat di 1 pesawat, plus macem2 teknologi termutakhir AS (sensor fusion, ALIS, STOVL buat F-35B, dst.).

      Plus buat airframenya aja perlu teknologi manufaktur tercanggih (termasuk robot), material super mahal (carbon fiber, titanium, aluminium-lithium, etc.), pekerja terlatih, dan puluhan-ratusan ribu jam kerja (50000 jam/pesawat cuma buat perakitan akhir).

      Untuk kulitnya, mereka harus bisa ngejamin dirakit sehalus mungkin dengan toleransi sub 1 mm buat menjamin stealth (juga alasan kenapa semua orang yang tau teknologi ngetawain Su-57 "stealth" waktu fotonya bocor dan airframenya ga ada halus-halusnya dibanding F-22 atau F-35).

      Belum lagi mesin, software, elektronik, avionik persenjataan tercanggih yang amerika punya.

      Teknologi termutakhir = mahal.

      Tapi sekarang setelah Trump ngancem batal beli F-35 banyak-banyak kalau harga sebijinya kemahalan, harga F-35 turun semua (F-35A bahkan dibawah $100M per pesawat (Low Rate Initial Production-10) dan sekitar $80M buat batch LRIP-11). Plus nanti kalau udah masuk mass production harganya pasti turun lagi. Jadi sebenernya mahal babget juga ngga.

      @Jalak Su-57: 3500 km subsonic only, 1500 km supersonic. F-22: 2960 km. Ga beda-beda jauh.

      Hapus
    13. ow tentuw, yg guwe percaya kualitas stealth tiap pespur beda2 walo nama di klaim jenis sama.
      kayak radar aja, klopun diklaim sama2 jenis aesa pasti beda citarasa haha!😊😊😊

      harganya dibawah esyu py kitah apalagi taifun & rafal, tp wajarlah amrik mao beli ribuan, yg beli ngetenk laen crita kan haha!πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡
      trimikisi replynya om anony

      Hapus
  9. Kalo lihat waktu operasional kynya sesuai dengan rencana negara super jaguh sekawasan yg mau beli pesawat thn 2055. Siapa tahu dapat diskon dr indunk semangnya

    BalasHapus