14 Juli 2018

PHL Navy Initiates Procurement for Korean Corvette Transfer

14 Juli 2018


South Korean Pohang-class corvette ROKS Chungju (PCC-762) (photo :  Reddit)

The Philippine Navy is now looking for bidders for its Transfer of Pohang Class Corvette from Republic of Korea to the Philippine Navy project which is divided into separate lots. The South Korean government donated ROKS Chungju (PCC-762) which was decommissioned in December 2016 to Philippine Navy.

Lot 1 with Approved Budget for the Contract (ABC) of 24,719,628.09 million pesos is dedicated for procurement of Supply and Delivery of Logistical Requirements.

Lot 2 with ABC of 26,060,400.60 million pesos is dedicated for procurement of Supply and Installation of weapons, communication, electronics information system (WCEIS) Requirements.

Lot 3 with ABC of 118,909,802.54 million pesos is dedicated for procurement of Machinery and Other Related Repair.

Delivery periods for all 3 lots are within 60 days from issuance of Notices to Proceed. Philippine Navy Bids and Awards Committee (PNBAC) has set the pre-bid conference for these procurement on July 16 and Submission & Opening of Bid Envelopes (SOBE) on July 30.

The Department of Budget and Management (DBM) on June 7 approved the Special Allotment Release Order (SARO) worth PHP250 million to cover expenses for the transfer of said corvette.

The Philippine Navy is eyeing the Pohang Class Corvette to be delivered within this year.

(Mintfo)

7 komentar:

  1. Diam2 budget philipina berlimpah buat penguatan militernya.
    Salut
    Kok negara jaguh jadi kesusul? Akibat dari beruk pemalas dan korupsi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malay sdh terjerat utang ke china
      Diperparah sm korupsi.

      Biarlah..sdh jadi deritanya.

      Hapus
  2. #2019HariTani4Presiden...!!!

    BalasHapus
  3. Parchim rasa ginseng😎

    BalasHapus
  4. Di luar dari yg mau diserahkan ke Filipina ini, Pohang class ada yang masih aktif di AL Korsel sejumlah 14 unit yang dibuat antara tahun 1988 - 1993.

    Nah yang dibuat antara tahun 1991-1993 ada 7 unit.

    Saya muncul ide.

    gimana kalau dengan alasan menutup stop gap, 7 unit ini kita akuisisi saja dengan harga murah, sebab ada yang kita incar dari sini, yaitu :

    Jika yang 7 unit ini spesifikasinya seperti pada gambar, maka masing2 punya 2 meriam 76 mm plus 2 meriam 40 mm.

    Jadi ada :

    7 x 2 = 14 meriam 76 mm
    Dan
    7 x 2 = 14 meriam 40 mm

    Nah kita copotin seluruh meriamnya dan berikan kapalnya ke KKP buat patroli kejar maling ikan.

    Selain itu, Bakamla punya rencana mau bangun 10 kapal 80 m plus 4 kapal 110 m (satu di antaranya sudah jadi yaitu KN TJ. Datu).

    10 + 4 = 14 kapal opv bakamla.

    Jika 14 kapal opv bakamla ini diberi masing2 1 unit meriam 40 mm, khan jadi tambah bertaji daripada tidak dipasang meriam.

    Sedangkan ALRI juga mau bangun kapal2 OPV 80-95 meter.

    Belum tahu jumlahnya, kemungkinan untuk ganti Parchim.

    Dengan adanya 14 meriam 76 mm ex Pohang class itu, daripada opv ALRI dipasang meriam 57 mm, mending dilengkapi meriam 76 mm, bisa untuk melengkapi 14 kapal opv/korvet 80-95 meter punya ALRI yang mau dibangun.

    Lebih ngirit biaya dan baik ALRI, Bakamla maupun KKP kecipratan rejeki.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 😴😴😴.....πŸ€”πŸ˜Œ....😴😴😴

      Hapus
    2. Barangnya ngga dijual

      Hapus